PKN (Identitas Nasional)

download PKN (Identitas Nasional)

If you can't read please download the document

  • date post

    05-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    14
  • download

    8

Embed Size (px)

description

Materi PKN

Transcript of PKN (Identitas Nasional)

IDENTITAS NASIONAL

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang IDENTITAS NASIONAL ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Makalah ini telah dibuat dengan beberapa bantuan dari berbagai sumber untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua sumber yang telah memberikan informasi dalam penyusunan makalah ini.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai dampak yang ditimbulkan dari pengaruh globalisasi terhadap identitas nasional, dan juga bagaimana cara menyikapi hal-hal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai nilai-nilai yang terkandung pada identitas nasional. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Gowa ,3 Oktober 2015

Penyusun

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar belakangIdentitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain. Berdasarkan perngertian yang demikian ini maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendiri-sendiri sesuai dengan keunikan,sifat,cirri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. Berdasarkan hakikat pengertian identitas nasional sebagai mana di jelaskan di atas maka identitas nasional suatu Bangsa tidak dapat di pisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih populer disebut dengan kepribadian suatu bangsa.Bangsa pada hakikatnya adalah sekelompok besar manusia yang mempunyai persamaan nasib dalam proses sejarahnya, sehingga mempunyai persamaan watak atau karakter yang kuat untuk bersatu dan hidup bersama serta mendiami suatu wilayah tertentu sebagai suatu kesatuan nasional.Dalam penyusunan makalah ini digunakan untuk mengangkat tema dengan tujuan dapat memmbantu mengatasi masalah tentang identitas nasional dan dapat di terapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.1.2 Rumusan masalah1. Apa yang dimaksud identitas nasional?2. faktor-faktor pendukung kelahiran identitas nasional?3. Apa hubungan pengaruh globalisasi terhadap identitas nasional ?

4. Apa yang dimaksud pancasila sebagai kepribadian dan identitas nasional?5. Bagaimana karakteristik indentitasnasional Indonesia?1.3. Tujuan Penulisan1. Mengetaui apa yang dimaksud dengan identitas nasional2. Mengetahui faktor-faktor pendukung kelahiran identitas nasional3. Mengetahui maksud dari pancasila sebagai kepribadian dan identitas nasional4. Mengetahui pengaruh globalisasi terhadap identitas nasional

5. Dengan adanya makalah ini diharapkan warga Indonesia mampu membuka pola fikir dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai identitas nasional.BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian Identitas NasionalIdentitas memiliki arti yakni ciri, tanda yang melekat pada sesuatu hal yang mana hal tersebut mampu dibedakan dengan suatu hal yang lain. Dalam konteks Antropologi, identitas diartikan sebagai sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri, golongan sendiri, kelompoksendiri atau negara sendiri. Sedangkan kata nasional dalam kamus besar Bahasa Indonesia, merupakan identitas yang melekat pada kelompokkelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan kesamaan, baik fisikseperti budaya, agama, dan bahasa maupun non fisik seperti keinginan, citacita dan tujuan. Dalam konsep berbangsa dan bernegara Indonesia, identitas nasional berarti hasil dari perjalanan sejarah suatu budaya, kebiasaan , serta beragam nilai-nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia dari masa lampau yang seiring berjalannya waktu terhimpun menjadi kesatuan yang disebut dengan Bhineka Tunggal Ika. Identitas nasional bukan berarti hanya dalam konteks berbudayanya saja namun juga wujud fisik dari bangsa tersebut, misalnya identitas fisik bangsa Indonesia seperti ukuran tubuh, warna kulit, bentukwajah, dsb. Identitas nasional bukan merupakan sesuatu yang statis, dimana dalam pembentukannya identitas merupakan hasil dari penghimpunan seluruh nilai-nilai dan budaya yang dianut bangsa ini dari masa ke masa. Berarti identitas nasional bisa menjadi sesuatu yang dinamis sesuai dengan perkembanganjaman. Karena identitas nasional dapat berubah seiring waktu.Dengan dinamisnya suatu identitas nasional maka dapat dilihat sekarang bangsa Indonesia mengalami krisis identitas nasional. Dimana rasa nasionalisme mulai memudar, bahkan ada kecenderungan tidak lagi mempercayai dasar dasar yang membentuk bangsa ini. Nasionalisme merupakan suatu situasi kejiwaan dimana kesetiaan seseorang secara total diabdikan kepada negara dan bangsa atas nama sebuah bangsa. Untuk menjaga suatu identits nasional, rasa nasionalisme harus selalu ditegakkan karena nasionalisme yang kuat akan membentuk negara yang kuat menghadapi gejolak yang terjadi baik di dalam negeri maupun luar negeri. Memiliki rasa nasionalisme yang tinggi bukan berarti menjadi suatu bangsa yang menutup diri akan tetapi menjadi negara yang mampu memilih kebudayaan yang masukdi Indonesia nantinya akan berdampak buruk bagi Indonesia atau tidak. Serta mampu mempertahankan kebudayaan kebudayaan yang mungkin akan direnggut oleh bangsa lain seperti yang terjadi dewasa ini.

Identitas nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Berdasarkan pengertian yang demikian ini maka setiap bangsa di dunia ini akan memiliki identitas sendidri-sendiri sesuai dengan keunikan, sifat, cirri-ciri serta karakter dari bangsa tersebut. Jadi Identitas nasional adalah sebuah kesatuan yang terikat dengan wilayah dan selalu memiliki wilayah (tanah tumpah darah mereka sendiri), kesamaan sejarah, sistim hukum/perundang undangan, hak dan kewajiban serta pembagian kerja berdasarkan profesi.Demikian pula hal ini juga sangat ditentukan oleh proses bagaimana bangsa tersebut terbentuk secara historis. Berdasarkan hakikat pengertian identitas nasional sebagaimana dijelaskan di atas maka identitas nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau lebih populer disebut sebagai kepribadian suatu bangsa.Pengertian kepribadian suatu identitas sebenarnya pertama kali muncul dari pakar psikologi. Manusia sebagai individu sulit dipahami jika terlepas dari manusia lainnya. Oleh karena itu manusia dalam melakukan interaksi dengan individu lainnya senantiasa memiliki suatu sifat kebiasaan, tingkah laku, serta karakter yang khas yang membedakan manusia tersebut dengan manusia lainnya. Namun demikian pada umumnya pengertian atau istilah kepribadian sebagai suatu identitas adalah keseluruhan atau totalitas dari faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu. Tingkah laku tersebut terdidri atas kebiasaan,sikap, sifat-sifat serta karakter yang berada pada seseorang sehingga seseorang tersebut berbeda dengan orang yang lainnya. Oleh karena itu kepribadian adalah tercermin pada keseluruhan tingkah laku seseorang dalam hubungan dengan manusia lain (Ismaun, 1981: 6).Jika kepribadian sebagai suatu identitas dari suatu bangsa, maka persoalannya adalah bagaimana pengertian suatu bangsa itu. Bangsa pada hakikatnya adalah sekelompok besar manusia yang mempunyai persamaan watak atau karakter yang kuat untuk bersatu dan hidup bersama serta mendiami suatu wilayah tertentu sebagai suatu kesatuan nasional. Para tokoh besar ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang hakikat kepribadian bangsa tersebut adalah dari beberapa disiplin ilmu, antara lain antropologi, psikologi dan sosiologi. Tokoh-tokoh tersebut antara lain Margareth Mead, Ruth Benedict, Ralph Linton, Abraham Kardiner.B. Faktor-faktor Pendukung Kelahiran Identitas NasionalKelahiran identitas nasional suatu bangsa memiliki sifat, ciri khas serta keunikan sendiri-sendiri, yang sangat ditentukan oleh faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional tersebut. Adapun faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional bangsa Indonesia meliputi :1. Faktor objektif, yang meliputi faktor geografis-ekologis dan demografis.2. Faktor subjektif, yaitu faktor historis, sosial, politik, dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia (Suryo, 2002).Kondisi geografis-ekologis yang membentuk Indonesia sebagai wilayah kepulauan yang beriklim tropis dan terletak di persimpangan jalan komunikasi antarwilayah dunia di Asia Tenggara, ikut mempengaruhi perkembangan kehidupan demografis, ekonomis, sosial dan kultural bangsa Indonesia. Selain itu faktor historis yang dimiliki Indonesia ikut mempengaruhi proses pembentukan masyarakat dan bangsa Indonesia beserta identitasnya, melalui interaksi berbagai faktor yang ada di dalamnya. Hasil dari interaksi dari berbagai faktor tersebut melahirkan proses pembentukan masyarakat, bangsa, dan negara bangsa beserta identitas bangsa Indonesia, yang muncul tatkala nasionalisme berkembang di Indonesia pada awal abad XX.Robert de Ventos, sebagaimana dikutip Manuel Castells dalam bukunya, The Power of Identity (Suryo, 2002), mengemukakan teori tentang munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai hasil interaksi historis antara empat faktor penting, yaitu faktor primer, faktor pendorong, faktor pe