PKL PPT.pptx

download PKL PPT.pptx

of 27

  • date post

    13-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    253
  • download

    20

Embed Size (px)

Transcript of PKL PPT.pptx

Pemanfaatan TANIN : Tanaman Antosianin Sebagai Bahan Pewarna Merah A

Analisa Kandungan Fluorida Dalam Air di PT. Anugrah Analis Sempurna, DepokLAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGANYosia Adi Susetyo 652012019

PT. Anugrah Analisis Sempurna (AAS) atau yang lebih dikenal dengan AAS Laboratory, merupakan laboratorium independen yang mempunyai fokus utama dalam bidang analisis untuk parameter parameter : keamanan pangan (food safety), validasi metode pengembangan produk farmasi atau sejenisnya, lingkungan dan kesehatan lingkungan kerja (Industrial Hygiene) serta biomonitoring.PT. Anugrah Analisis Sempurna telah berpengalaman selama 5 tahun dalam jasa analisis pangan, lingkungan, farmasi dan kesehatan lingkungan kerja serta biomonitoring dengan menerapkan sepenuhnya sistem manajemen mutu sesuai dengan ISO/SNI 19-17025:2008.

Tentang PT. AAS

VisiMenjadi Integrated Enviro-Food-Pharmacy Laboratory Services yang Independen, Intregritas dan Kredibilitas Tinggi serta Profesional.

MisiMenjadi salah satu perusahaan penyedia Jasa Analisis Laboratorium rujukan yang diakui secara Nasional dan International.Memberikan Nilai Lebih kepada mitra AASLab melalui hasil jasa analisis yang berkualitas dan sumber daya manusia yang berkompeten di bidangnya.

Visi & MisiPENDAHULUANAir merupakan senyawa kimia yang memiliki rumus struktur yaitu H2O. Berdasarkan pengunaan dan sumber nya air dikelompokan beberapa jenis seperti Air Minum, Air Bersih, Air Limbah Industri, Air Limbah Domestik dan Air Permukaan. Air dapat tercemar oleh zat-zat lain yang berbahaya untuk lingkungan dan dikonsumsi manusia.Parameter pengujian yang dilakukan pada sample air dan air limbah seperti pengujian Krom Heksavalen, Sianida, Fluorida, Klorin bebas, Nitrat, Nitrit, Amonia, Klorida Sulfat dan lain-lain. PT. Anugrah Analisis Sempurna merupakan salah satu laboratorium lingkungan yang menguji kualitas air dan air limbah tersebut apakah pada sample air mengandung senyawa-senyawa pencemar atau tidak.

4

TUJUAN DAN MANFAATMenentukan kadar senyawa flourida pada sampel air secara spektroskopi dengan metode SPADNS serta membandingkan dengan nilai ambang batas kandungan maksimal fluorida dalam air di PT. Anugrah Analisis Sempurna, Depok

5TINJAUAN PUSTAKAAirAir merupakan zat cair yang tidak mempunyai rasa, warna dan bau, yang terdiri dari hidrogen dan oksigen dengan rumus kimiawi H2O. Air memiliki kemampuan melarutkan zat kimia lain seperti garam, gula, asam, beberapa jenis gas, molekul organikAir mudah sekali tercemar sehingga didalam nya dapat juga terkandung senyawa-senyawa lain seperti fluorida, sulfat, Nitrat, Nitrit, Sianida, Amonia, Krom Heksavalen dan lain-lain. Kandungan dari air dan air limbah harus diteliti serta tidak boleh mengandung senyawa yang diatas Nilai Ambang Batas (NAB) sehingga aman untuk dimanfaatkan dan aman untuk lingkungan.

6TINJAUAN PUSTAKA

FluoridaFluorida adalah salah satu zat gizi mikro yang dibutuhkan oleh tubuh. Apabila dikonsumsi dalam jumlah cukup, bermanfaat untuk mencegah karies gigi dan berperan penting dalam pembentukan email gigi pada anak-anak. Efek fluor yang berlebihan pada gigi disebut dengan fluorosis gigi. Fluorosis gigi berpengaruh pada perubahan tampilan enamel gigi yang disebabkan oleh pengambilan fluor dalam jangka masa panjang ketika gigi sedang berkembang Berdasarkan kepada penemuan riset didapati bahawa fluor (F) menyebabkan disfungsi neuronal dan cedera pada sinap dengan mekanisme yang melibatkan produksi radikal bebas dan peroksidasi lipid TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan PustakaSpektrofotometerSpektrofotometer UV-VIS merupakan gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible. Menggunakan dua buah sumber cahaya berbeda, sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible. Spektrofotometer UV-Visible dalam proses analisis kimia yang menggunakan sumber radiasi elektromagnetik dengan pengukuran pada ultraviolet 190 nm - 380 nm dan visible 390nm - 700nm.

Mekanisme Pengukuran SpektroskopiSpektro bekerja dengan memancarkan cahaya kemudian masuk ke monokromator dan didispersikan oleh suatu prisma menjadi cahaya monokromatis. Cahaya yang telah menjadi monokromatis ditransmisikan ke kuvet, dan didalam kuvet sebagian cahaya diadsorpsi, dipantulkan dan ditransmisikan. Cahaya yang ditransmisikan akan melalui detektor yang kemudian akan diubah menjadi sinyal listrik yang tercatat oleh detektor dan akan diterjemahkan oleh rekorder. Mekanisme Pengukuran Spektroskopi

Lambert-BeerAbsorbsi radiasi oleh suatu sampel diukur pada berbagai panjang gelombang dan dialirkan oleh suatu perekam untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda. Absorbsi sinar oleh larutan mengikuti hukum Lambert-Beer, yaitu:

Zat sebelum melewati sel sampel lebih terang atau lebih banyak di banding cahaya setelah melewati sel sampel. Cahaya yang diserap diukur sebagai absorbansi (A) sedangkan cahaya yang hamburkan diukur sebagai transmitansi (T).

Hukum Lambert-beer akan terpenuhi apabila peralatan yang digunakan memenuhi kriteria-kriteria berikut:Sinar yang masuk atau sinar yang mengenai sel sampel berupa sinar dengan dengan panjang gelombang tunggal atau monokromatis.Penyerapan sinar oleh suatu molekul yang ada di dalam larutan tidak dipengaruhi oleh molekul yang lain yang ada bersama dalam satu larutan.Penyerapan terjadi di dalam volume larutan yang luas penampang (tebal kuvet) yang sama.Penyerapan tidak menghasilkan pemancaran sinar pendafluor. Artinya larutan yang diukur harus benar-benar jernih agar tidak terjadi hamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid atau suspensi yang ada di dalam larutan.Konsentrasi analit rendah. Karena apabila konsentrasi tinggi akan menggangu kelinearan grafik absorbansi versus konsentrasiLambert-Beer1. Adanya serapan oleh pelarut.Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan blangko, yaitu larutan yang berisi selain komponen yang akan dianalisis termasuk zat pembentuk warna.2. Serapan oleh kuvet. Kuvet yang ada biasanya dari bahan gelas atau kuarsa, namun kuvet dari kuarsa memiliki kualitas yang lebih baik.3. Kesalahan fotometrik Merupakan hal normal pada pengukuran dengan absorbansi sangat rendah atau sangat tinggi, hal ini dapat diatur dengan pengaturan konsentrasi, sesuai dengan kisaran sensitivitas dari alat yang digunakan, melalui pengenceran atau pemekatanFaktor-faktor yang sering menyebabkan kesalahan dalam menggunakan spektrofotometerMetode Pengukuran FluoridaPeralatan dan bahan yang dipakai pada peneletian kandungan fluorida dalam air antara lain: Spektrofotometer; Neraca analitik; Pipet volumetrik 2mL; 5mL; 10 mL; dan 15 mL; Pipet ukur 100 mL; 500 mL dan 1000 mL

`Bahan : Air suling; Natrium fluorida bebas air (NaF); SPANDS, natrium 2-(para sulfofenilazo) 1,8-dihidroksi-3,6-naftalen disulfonat = asam 4,5-dihidroksi-3-(parasulfofenilazo)-2,7-naftalen disulfonat; Asam zirkonil atau zirkonil klorida oktahidrat (ZrOCl2.8H2O).Pembuatan Larutan Induk 100 mg F-/LNatrium fluorida anhidrat (NaF) ditimbang sebanyak 110,5 mg kemudian dimasukan kedalam labu ukur 500 ml setelah itu dilarutkan dengan air suling, dan ditepatkan hingga garis tera.Pembuatan Variasi Konsentrasi Kurva StandardLarutan kerja dibut 10 mg F-/L dengan mengencerkan larutan induk kemudian dibuat deret konsentrasi dari larutan fluorida 10 mg F-/L dengan konsentrasi 0 ppm, 0,1 ppm, 0,2 ppm, 0,3 ppm, 0,4 ppm, 0,5 ppm dengan cara dipipetkan larutan kerja kedalam labu ukur 100 ml masing masing 0 ml, 1ml, 2ml, 3ml, 4ml, 5ml kemudian ditepatkan hingga garis tera. Dihomogenkan kemudian ditambah dengan pereaksi SPANDS Asam zirkonil (1:1) sebanyak 10 ml.

Pembuatan Kurva Standard dan PereaksiPembuatan PereaksiPembuatan SPANDSSebanyak 958 mg SPANDS dimasukan kedalam labu ukur 500 ml di larutkan dengan air suling dan ditepatkan hingga garis tera.Pembuatan Larutan Zirkonil dan Campuran Antara (Zirkonil dan SPANDS)Sebanyak 133 mg zirkonil klorida okta hidrat dimasukan kedalam labu ukur 500 ml kemudian dilarutkan dengan akuades dan digenapkan hingga garis tera. Untuk reagen sebanyak 150 ml larutan SPANDS dicampurkan dengan 150 ml Larutan Zirkonil (1:1).

17

Persiapan sampleSample masing-masing dipipetkan kedalam erlenmeyer sebanyak 50 ml larutan sample dan ditambahakan sebanyak 5ml larutan campuran larutan SPANDS dan Asam zirkonil kemudian dilakukan pengukuran dengan spektrofotometer HACH pada panjang gelombang 570 nm.Analisa CRM dan Kontrol AkurasiLarutan CRM dipipetkan sebanyak 10 ml kedalam labu ukur 100 ml kemudian digenapkan higga garis tera setelah itu dipipetkan pereaksi SPANDS-asam zirkonil sebanyak 10 ml kemudian diukur absorban dan kadar flourida. Kadar yang diperoleh dibandingkan dengan kriteria kadar flourida pada sertifikat larutan CRM.

Hasil analisis uji kandungan fluorida pada sampel Air secara spektrofotometer dengan SPANDS

Hasil AnalisisKonsentrasi (ppm)Absorbansi0 00,1-0,1090,2-0,2210,3-0,3240,4-0,4320,5-0,522SampelAbsorbansiKadar (mg/L)Kadar Rata-rata%RPD005.567Air Minum-0,3440,3220,32150,3%-0,3430,321005.568Air Minum-0,0770,0690,06802,94%-0,0750,067005.610Air Bersih-0,0430,0360,03652,73%-0,0440,037005.611Air Bersih0,115-0,114-0,11203,57%0,111-0,110005.5612Air Bersih-0,0520,0450,04552,19 %-0,0530,046CRM0,201 mg/L-0,2150,199Hasil Pengukuran

Perhitungan % RPD dan% Keberterimaan CRM

PembahasanMekanisme Reaksi yang terjadiReaktan yaitu SPADNS (Sodium-2 (parasulfophenylazo)-dihydroxy-3,6-napthalene disulfonate) berwarna merah cerah dicampur dengan larutan Zirkonil membentuk membentuk senyawa kompleks Zr-SPDNS berwarna merah gelap. Ketika bereaksi senyawa kompleks Zr-SPDNS ditambahkan ke air yang mengandung fluorida, ion fluorida bereaksi dengan kompleks tersebut dan berikatan dengan zirconium. Konsentrasi kompleks menurun sebanding dengan perkiraan konsentrasi fluoride dalam air dan warna reagen-campuran menjadi lebih cerah.

Flourida sebenarny