PKK II BBL

download PKK II BBL

of 27

  • date post

    04-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PKK II BBL

  • 8/13/2019 PKK II BBL

    1/27

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan

    hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kasus yang berjudul

    Manajemen Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Dengan Asfiksia Ringan di RS

    Aisyiyah Kudus sebagai salah satu tugas dalam pelaksanaan praktek klinik

    kebidanan III semester IV.

    Dalam penyusuna laporan kasus ini penulis mendapat banyak bantuan dan

    bimbingan drai berbagai pihak dan dari daftar pustaka sehingga laporan kasus ini

    dapat terselesaikan tepat pada waktunya.

    Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih

    kepada:

    1. H. Trisno Suwandi, S.Pd ,MM selaku Direktur Akademi Kebidanan PemkabKudus yang telah memberikan ijin praktek lapangan di BPS Noor Istiati, AM.

    Keb kepada penulis sehingga terselesainya laporan kasus ini.

    2. Direktur RS Aisyiyah Kudus yang telah memberikan ijin prratek lapangan di RSAisyiyah Kudus kepada penulis sehigga terselesainya laporan kasus ini.

    3. Noor Rosyidah, AMD Keb selaku pembimbing lahan yang telah member ijin danmemberi bimbingan kepada penulis sehingga terselesainya laporan kasus ini

    4. Heni Febriana, SKM. Mkes selaku pembimbing akademi yang telah memberikanbimbingan teknik dan lapangan kepada penulis.

  • 8/13/2019 PKK II BBL

    2/27

    5. Umi widayanti, SPd, M.Kes selaku pembimbing akademi yang telah memberikanbimbingan teknik dan lapangan kepada penulis.

    6. Bapak, Ibu keluarga tercinta yang telah memberikan dukungan kepada penilis.7. Bapak Ibu dosen serta Staff Akademi Keebidanan Pemkab Kudus.8. Seluruh anggota keluarga besar AKBID PEMKAB KUDUS.9. Teman-teman tersayang angkatan 2011 dan semua pihak yang terkait dalam

    penulisan laporan kasus ini.

    Karena keterbatasan kemampuan, pengetahuan dan pengalaman penulis maka

    penyusunan laporan kasus ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan

    saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapakan.

    Semoga laporan praktek klinik kebidanan ini dapat bermanfaat bagi dunia

    kesehatan pada umumnya dan dunia kebidanan pada khususnya.

    Kudus, 2013

    Penulis

  • 8/13/2019 PKK II BBL

    3/27

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL

    HALAMAN PENGESAHAN

    HALAMAN PERSETUJUAN

    KATA PENGANTAR

    DAFTAR ISI

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar BelakangB. Tujuan PenulisanC. Ruang LingkupD. Metodologi dan Teknik PenulisanE. Sistematika Penulisan

    BAB II TINJAUAN PUSATAKA

    A. DefinisiB. KlasifikasiC. EtiologiD. PathogenesisE. Tanda dan GejalaF. Diagnosis

  • 8/13/2019 PKK II BBL

    4/27

    G. PenatalaksanaanBAB III TINJAUAN KASUS

    BAB IV PEMBAHASAN

    BAB V PENUTUP

    A. KesimpulanB.

    Saran

    DAFTAR PUSTAKA

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar BelakangAsfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera

    bernafas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan. Hal ini disebabkan oleh

    hipoksia janin dalam rahim yang berhubungan dengan faktor-faktor yang timbul

    dalam kehamilan, persalinan dan setelah kelahiran.

    World Health Organization, dalam laporannya menjelaskan bahwa dalam

    asfiksia neonatus merupakan urutan pertama penyebab kematian neonatus di

    negara berkembang pada tahun 2007 yaitu sebesar 21,1%, setelah itu pneumonia

    dan tetanus neonatorum masing-masing sebesar 19,0% dan 14,1%. Dilaporkan

  • 8/13/2019 PKK II BBL

    5/27

    kematian neonatal adalah asfiksia neonatus 33%, prematuritas 10%, BBLR 19%.

    (Saifuddin 2003)

    Di indonesia angka kematian neonatal sebesar 25 per 1000 kelahiran hidup

    dan angka kematian neonatal dini (0-7 hari) sebesar15 per 1000 kelahiran hidup.

    Dari hasil survey demografi kesehatan indonesia pada tahun 2007 penyebab

    utama kematian neonatal dini adalah BBLR 35%, asfiksia 33,6%, tetanus 31,4%.

    Angka tersebut cukup memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap

    morbiditas dan mortalitas bayi baru lahir. (Wijaya, 2009)

    Sebagian kasus asfiksia pada bayi baru lahir merupakan kelanjutan dari

    asfiksia intrauterin. Maka dari itu, diagnosa dini pada penderita asfiksia

    mempunyai arti penting dalam merencanakan resusitasi yang akan dilakukan.

    Setelah bayi lahir, diagnosa asfisia dapat dilakukan dengan menetapkan nilai

    APGAR. Enilaian dengan menggunakan skor APGAR masih digunakan karena

    dengan cara ini derajat asfiksia dapat ditentukan sehingga penatalaksanaan pada

    bayi pun dapat disesuaikan dengan keadaan bayi. (Mochtar, 2002)

    B. Tujuan Penulisan1. Tujuan Umum

    Tuuan umum pmbuatan studi kasus ini adalah agar penulis dapat

    mengaplikasikan teori dan ketrampilan asuhan kebidanan yang telah di dapat

    selama masa perkuliahan dan di lahan praktek dalam asuhan kebidanan

    secara nyata dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan.

    2. Tujuan Khusus

  • 8/13/2019 PKK II BBL

    6/27

    Setelah melaksanakan praktek PKK II mahasiswa mampu :

    a.

    Melaksanakan pengkajian atau identifikasi data baik data subyektif,

    obyektif, maupun penunjang guna menegakkan kauss bayi baru lahir

    patologi dengan asfiksia ringan.

    b. Mampu menginterpretasikan data pada bayi baru lahir patologi denganasfiksia ringan.

    c. Mampu melakukan identifikasi diagnosa potensial pada bayi baru lahirpatologi dengan asfiksia ringan.

    d. Mampu melakukan tindakan antisipasi pada bayi baru lahir patologidengan asfiksia ringan.

    e. Mampu mengintervensi atau merencanakan tindakan pada bayi baru lahirpatologi dengan asfiksia ringan.

    f.

    Mampu melakukan tindakan sesuai rencana pada bayi baru lahir patologi

    dengan asfiksia ringan.

    g. Mampu melaksanakan evaluasi atau enjelasan terhadap tindakan yangtelah dilakukan.

    C. Ruang Lingkup1. Tempat

    Tempat pengambilan kasus ini adalah di ruang bersalin Rs. Aisyiyah Kudus

    2. WaktuPelaksanaan asuhan kebidanan dalam kurun waktu 3 hari tangga 15-17 Juni

    2013-11-10

    3. Sasaran

  • 8/13/2019 PKK II BBL

    7/27

    By. Ny. F umur 0 hari dan keluarganya

    4.

    Materi

    Landasan teori yang termat di sisni adalah bayi baru lahir patologi dengan

    asfiksia ringan dan manajemen secara Hellen Varney.

    D. Metodologi dan Tekni PenulisanDalam penulisan laporan kasus ini, penulis menggunakan metode penulisan

    secara deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik sebagai berikut :

    1. Anamnesa/ wawncaraYaitu pengumpulan data dengan cara tanya jawab secara langsung pada

    asien dan keluarganya.

    2. Studi PustakaMempelajari buku-buku yang berkaitan dengan judul laporan yaitu bayi baru

    lahir patologi dengan asfiksia ringan.

    3. ObservasiMelakukan pengamatan dalam melakukan asuhan kebidanan secara langsung

    kepada pasien.

    4. DokumentasiTeknik pengumpulan data dengan cara mempelajari sehingga dapat dijadikan

    pendukung selama menganalisa data.

  • 8/13/2019 PKK II BBL

    8/27

    E. Sistematika PenulisanLaporan ini disususun secara sistematis yang terdiri dari V BAB, yaitu :

    BAB I : PENDAHULUAN

    A. Latar BelakangB. Tujuan PenulisanC. Ruang LingkupD. Metodologi dan Teknik PenulisanE. Sistematika Penulisan

    BAB II : TINJAUAN TEORI

    A. DefinisiB. KlasifikasiC. EtiologiD.

    Patogenesis

    E. Tanda dan GejalaF. DiagnosisG. Penatalaksanaan

    BAB III : TINJAUAN KASUS

    BAB IV : PEMBAHASAN

    BAB V : PENUTUP

  • 8/13/2019 PKK II BBL

    9/27

    BAB II

    TINJAUAN TEORI

    A. DefinisiAsfiksia neonatorum adalah keadaan dimana bayi tidak dapat bernafas secara

    spontan dan teratur setelah lahir. ( Prawirohardjo, Sarwono, 2002)

    Asfiksia neonatorum adalah keadaan dimana keadan bayi yang baru

    dilahirkan tidak segera bernafas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan.

    (Mochtar, 1998)

    Asfiksia neonatorum adalah keadaan bayi yang tidak dapat bernafas secara

    spontan dan teratur, sehingga dapat menurunkan O2 dan makin meningkatnya

    CO2yang menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan selanjutnya.

    Asfiksia neonatorum adalah keadaan dimana bayi tidak dapat segera bernafas

    secara spntan dan teratur setelah lahir. (Hanifa, 1999:709)

  • 8/13/2019 PKK II BBL

    10/27

    B. KalsifikasiMenurut Kamarullah (2005) klasifikasi asfiksi dibagi menjadi :

    a. Asfiksia ringanSkor APGAR 7-10. Bayi dianggap sehat dan tidak memerlukan tindakan

    istimewa.

    b. Asfiksia sedangSkor APGAR 4-6. Pada pemeriksaan fisik akan terlihat frekuensi jantung

    >100/menit, tonus otot kurang baik, sianosis, reflek iritabilitas tidak ada.

    c. Asfiksia beratSkor APGAR 0-3. Pada pemeriksaan fisik ditemukan frekuensi jantung

  • 8/13/2019 PKK II BBL

    11/27

    kemerahan,

    ekstremitas biru

    tubuh

    Menurut Mochtar (1998) asfiksia dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

    a. Asfiksia livida (biru)b. Asfiksia pallida (putih)

    Perbedaan asfiksia livida dan pallida

    Perbedaan Asfiksia livida Asfiksia pallida

    Warna kulit Kebiru-biruan Pucat

    Tonus otot Masih baik Sudah kurang

    Reaksi rangsang Positif Negatif

    Bunyi jantung Masih teratur Tidak teratur

    prognosis Lebih baik Jelek

    Asfiksia livida lebih baik daripada pallida, prognosis tergantung pada

    kekurangan O2 dan luasnya perdarahan dalam otak. Bayi yang dalam keadaan

    asfiksia dan putih kembali harus difikirkan kemungkinannya menderita cacat

    mental seperti epilepsi dan bodoh ada masa mendatang.

    C. EtiologiMenurut Kamarullah (2005) penyebab asfiksia adalah hipoksia janin yang

    menyebabkan asfiksia neonatorum terjadi karena gangguan pertukaran gas