PK PD Antibiotika

download PK PD Antibiotika

If you can't read please download the document

  • date post

    08-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    57
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of PK PD Antibiotika

Slide 1

FARMAKOLOGI KLINIK DARI TERAPI ANTI MIKROBAUNIT KELOMPOK KERJA INFEKSI DAN PENYAKIT TROPIKIKATAN DOKTER ANAK INDONESIA

Bahasan Optimalisasi terapi antimikroba dengan menggunakan prinsip Farmakokinetik dan FarmakodinamikMemilih antibiotika yang sesuaiMenentukan cara pemberian antibiotikaMempertimbangkan kondisi khusus yang mempengaruhi kinerja antibiotika22Apa itu Farmakokinetik dan Farmakodinamik (PK/PD) ?Farmakokinetik adalah apa yang tubuh lakukan pada obat atau apa yang terjadi pada obat di dalam tubuhFarmakodinamik apa yang obat lakukan pada tubuh (dalam hal antibiotika apa yang obat lakukan terhadap kuman)Dalam klinis, farmakokinetik dan farmakodinamik merupakan satu kesatuan dan dikenal sebagai : PK/PD33Apa tujuan klinis memberi antibiotika ??MEMBUNUH KUMAN

Bagaimana cara antibiotika membunuh kuman ??Antibiotika menghambat/menganggu kuman dalam proses metabolisme siklus hidup dan multiplikasinya

Daya bunuh kuman

7MBC (minimal Bacteriocidal Consentration) vs MIC

Obat bacteriosidalUmumnya MBC tidak lebih dari 4 kali MIC

Obat BaktriostatikUmumnya MBC lebih dari 4 kali MIC

In vitro, namun secara klinis tidak bermakna Daya bunuh kuman 7Antibiotika harus memiliki konsentrasi yang optimal di daerah infeksiAntibiotika harus berada di daerah infeksi dalam waktu yang cukup lama

Bagaimana cara antibiotika membunuh kuman ??Untuk dapat membunuh kuman, maka kadar antibiotika dalam darah atau jaringan setidaknya mencapai kadar MIC (minimal inhibitory concentration)

MICWaktuKONSENTRASI AUCMIC ; Minimal Inhibitory ConcentrationAUC; Area Under the CurveC Max; Concentration MaximalC MaxTime above MIC10Supresi pertumbuhan kuman yang terjadi setelah penghentian obatPostantibiotic leucocyte enchancement: efek leukosit thed bakteria selama masa PAE vivo)

Post antibiotic effect (PAE)10Daya bunuh kumanCONCENTRATE Dependent KillingTIME Dependent Killing

Daya bunuh kuman berdasarkan MIC: concentrate dependent killingKelompok antibiotika yang bila SEMAKIN TINGGI KADARNYA di atas MIC maka daya bunuh kuman semakin meningkat

Untuk antibiotika concentration dependent killing parameter :AUC/MIC dan C-Max/ MICsemakin besar dosis, semakin baik daya bunuh kumannyasemakin besar AUC/MIC dan C-Max/MIC, semakin baik daya bunuh kuman

Themafloxacin vs K.pneumonia : pattern activityconcentrate dependent killingBila kita ingin meningkatkan daya bunuh kuman maka kita harus meningkatkan dosis walalupun itu berarti mengurangi frekuensi pemberian antiiotika. Dosis Gentamisin : 2 x 40 mg ivBila ingin mengoptimalkan daya bunuh kuman maka seharusnya dosis dirubah menjadi: Gentamisin 1 x 80 mg

Memberikan gentamisin 3 x 40 (meningkatkan frekuensi) tidak akan meningkatkan daya bunuh kumanDaya bunuh kuman berdasarkan MIC: concentrate dependent killingTermasuk dalam kelompok ini adalah:Aminoglikosida: gentamisin, amikasin, tobramisinDaptomisinFluoroquinolonesKetolides Daya bunuh kuman berdasarkan MIC: time dependent killingsemakin lama dosis berada di atas MIC, semakin baik daya bunuh kumannya ATAUsemakin lama atau semakin sering T above MIC, semakin baik daya bunuh kumanUntuk antibiotika Time dependent killing parameter : T> MIC

Ceftazidim vs P.aeruginosaPemberian bolus ceftazidim dosis tinggi 1 x/hari tidak menghasilkan daya bunuh kuman yg optimal

Pemberian bolus dosis sedang diikuti dosis intermitten memberi hasil lebih baik

Ceftazidime vs K.pneumonia : pattern activity

Time dependent killingBila kita ingin meningkatkan daya bunuh kuman maka kita harus mempertahankan konsentrasi selama /sesering mungkin berada di atas MICMisal: Dosis cefotaxim: 2 x 500 mg ivBila ingin mengoptimalkan daya bunuh kuman maka seharusnya dosis dirubah menjadi: Cefotaxim 4x 250 mg atau 3x500mg

Memberikan Cefotaxim1 x 1000 mg atau 2x750 mg (meningkatkan dosis), tidak akan meningkatkan daya bunuh kuman

T > MIC, tidak harus selalu 100%T > MIC yang optimal tergantung dari jenis Antibiotika dan KumanPada beberapa Antibiotika, T> MIC cukup 30-40% 2121Time dependent killingTermasuk dalam kelompok ini adalah:-lactam (Penisillin, sefalosporin)MacrolidesClindamycinAzythromycinTetracyclinGlycopeptidesFluconazoleAntibiotika harus dapat berpenetrasi ke daerah infeksiKuman harus memiliki konsentrasi yang optimal di daerah infeksiKuman harus berada di daerah infeksi dalam waktu yang cukup lama

Bagaimana cara antibiotika membunuh kuman ??Jaringan OtakSawar OtakArteriaProses antibiotik membunuh kumanGI TractAmpicilinSeftriaksonAbsorpsi Konsentrasi obat dalam serumMetabolismeKonsentrasi dalam darahPenetrasi ke jaringanVenaFARMAKOKINETIK: absorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi

2525Antibiotika Farmakokinetik: AbsorbsiAbsorbsi antibiotika terjadi melalui oral atau intra muskular.Kemampuan absorbsi dinilai dengan bioaviabilitas obat yang merupakan jumlah dosis (dalam %) yang dapat mencapai sistem sirkulasi dari tempat masuknya obat (oral atau im)FarmakokinetikAntibiotika : AbsorbsiAntibiotika dengan bioaviabilitas tinggi (> 90%) merupakan antibiotika yang ideal dalam proses penggantian obat iv ke per oral.

metronidasol bioaviabilitas 100%:Pasien tidak sadar (toleransi obat per oral buruk) mendapat metronidasol iv dosis 3x250 mgSetelah pasien sadar dan dapat minum obat , maka pemberian metronidasol dapat diganti menjadi per oral dengan dosis sama 3x 250mg, tanpa mengurangi kadar dalam serum Farmakokinetik Antibiotika : AbsorbsiFaktor-faktor yang dapat menggangu absorbsi obat antibiotika oral adalah:Antibiotika dengan solubilitas rendah, Waktu pengosongan lambung yang memanjangWaktu transit intestinal yang pendek Instabilitas kimia dalam lambungKetidak mampuan penetrasi melalui dinding ususFarmakokinetik Antibiotika : Absorbsi

Farmakokinetik Antibiotika : Absorbsi

Farmacokinetik of Antibiotik: DistribusiDefinisi: perpindahan obat dari satu bagian (compartment) ke bagian (compartement) lainnya. Misal: dari compartement vaskular ke jaringan otot Umumnya proses distribusi terjadi melalui pembuluh darah ke jaringan dan organFarmakokinetik Antibiotik: DistribusiSetelah obat berdistribusi ke organ dan jaringan, maka konsentrasi obat dalam darah menurun, sebanding dengan peningkatan konsentrasi di jaringan dan organ.

Beberapa faktor diketahui berperan dalam distribusi obat ini meliputi: aliran darah regional, ukuran molekul, ikatan dengan protein serum

Distribusi: Ikatan obat dengan protein plasmaAntibiotika yang dapat mencapai konsentrasi optimal di jaringan dan efektif membunuh kuman adalah antibiotika yang bebas (tidak terikat dengan protein)Ikatan dengan protein plasma bersifat reversible dan dinyatakan dalam %Dalam klinis, ikatan dengan protein ini tidak menjadi masalah kecuali bila ikatan protein > 95%

Peningkatan ikatan obat dengan albumin serumTraumaTindakan pembedahanSakit berat (critically ill)Menurunkan jumlah % obat bebas (free drug)Untuk mencapai kadar di atas MICPertimbangkan: TINGKATKAN Dosis !!!!!Penurunan albumin serumSindroma nefrotikPenyakit hati beratKompetisi (ikatan dgn Albumin)Uremia, hiperbilirubinemiaMeningkatkan jumlah % obat bebas (free drug)Untuk mencegah TOKSISITASPertimbangkan: TURUNKAN Dosis !!!!!Distribusi: Volume distribusi (volume of Distribution, Vd)Mencerminkan seberapa besar ruang yang diisi oleh obat (volume) dinyatakan dalam L/kg Vd berhubungan erat dengan distribusi air dalam tubuh (0,7 L/kg)Obat hidrofilik : Vd 0,7 L/kgObat hidrofobik : > 0,7 L/kgSemakin besar Vd suatu obat maka semakin sedikit obat berada dalam serum (intra vaskular) yang berarti menurunkan konsentrasi dalam serum36Vd meningkat (distribusi meningkat)Luka Bakar, Gagal JantungDialisis, Sepsis, Sirosis,Ventilasi mekanik

Kadar obat dalam serum Untuk mencapai kadar di atas MICPertimbangkan: TINGKATKAN Dosis !!!!!Vd menurun (distribusi menurun)Trauma, perdarahan, pankreatitisKehilangan cairan melalui GI tract

Kadar obat dalam serum Untuk mencegah TOKSISITASPertimbangkan: TURUNKAN Dosis !!!!!Farmakokinetik Antibiotik: Metabolisme di HeparBeberapa antibiotika mengalami metabolisme di hati segera setelah berada di sistem sirkulasiMetabolisme ini umumnya melibatkan enzym redox yaitu sitokrom P450Hasil dari metabolisme ini disebut metabolitMetabolit umumnya memiliki efektifitas lebih rendah dibandingkan obat sebelum metabolismeBeberapa metabolit justru lebih aktif dari pada obat sebelum metabolismeFarmakokinetik Antibiotik: Gangguan pada metabolisme di hatiAntibiotikaInhibitorInducerClaritromycin, Erytromycin, Itraconazole, KetokonazoleDapsone DiltiazemMetronidazoleIsoniazidPhenobarbitalFenitoin RifampinFarmakokinetik Antibiotik: Metabolisme di HeparAntibiotika dapat menghambat CYP450 isoenzimAntibiotikaObat yang dihambat metabolismenyaEritromisinTheofilin, Fenitoin, warafin, asetaminofen, siklosporin,simvastatin, cafein, metilprednisolonINHFenitoin, warafin, asetaminofen, FluconazoleAsetaminofen,teofilin, warafinMetronidazoleFenitoin, warafin, chlorpropamide, ibuprofen, Farmakokinetik Antibiotik: Metabolisme di HeparAntibiotika dapat meningkatkan CYP450 isoenzimAntibiotikaObat yang terangsang metabolismenyaRifampinCarbapazepin, dexamethason, metilprednisolon, prednison, loratadin, midazolam, diazepam, obat antineoplasmaFarmakokinetik Antibiotik: Penetrasi ke Jaringan:Kemampuan antibiotika dalam berpenetrasi ke jaringan sangat tergantung dari kondisi jaringan target dan sekitarnya

Satu macam obat bisa memiliki kemampuan berbeda dalam penetrasi di berbagai macam organ

Penetrasi antibiotik ke Jaringan (% rasio kadar di jaringan /serum)

Cunha, Antibiotic Essential, 2009Penetrasi obat di jaringan :

Farmakokinetik of Antibiotik: Ekskresi/EliminasiAntibiotik dan metabolitnya harus dibuang dari tubuh melalui proses ekskresi/eliminasi

Kegagalan ekskresi/eliminasi akan menyebabk