Pitney-II Revised

download Pitney-II Revised

of 36

  • date post

    09-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    234
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Pitney-II Revised

  • 8/7/2019 Pitney-II Revised

    1/36

    5

    BAB II

    Programmable Logic Controller (PLC)

    2.1. Pengertian PLC

    Programmable Logic Controllerpertama kali diperkenalkan pertama kali

    pada tahun 1969 oleh Richard E. Morley yang merupakan pendiri Modison

    Corporation. Yaitu Modular Digital Controller yang mana divais ini berbasis

    komputer, Standar industri dan menggantikan divais elektro-mekanik dan

    rangkaian yang mengontrol mesin-mesin dan peralatan-peralatan. Defenisi dari

    PLC menurut National Electrical Manufacturing Association (NEMA) adalah

    suatu perangkat elektronik dengan memori yang dapat diprogram untuk

    menyimpan instruksi-instruksi yang menjalankan fungsi-fungsi yang spesifik

    seperti , logic, sequence, timing, counting dan aritmatic untuk mengontrol mesin

    dan proses. PLC terdiri dari divais pemrograman, unit prosessor yaitu CPU

    sebagai otak yang mengendalikan, memori, power suplay dan interface

    input/output.

    PLC merupakan sistem yang dapat memanipulasi, mengeksekusi, dan atau

    memonitor keadaan proses pada laju yang amat cepat, dengan dasar data yang bisa

    diprogram dalam sistem berbasis mikroprosesor integral. PLC menerima masukan

    dan menghasilkan keluaran sinyal-sinyal listrik untuk mengendalikan suatu

    sistem. Dengan demikian besaran-besaran fisika dan kimia yang dikendalikan,

    sebelum diolah oleh PLC, akan diubah menjadi sinyal listrik baik analog maupun

    digital, yang merupakan data dasarnya.. Karakter proses yang dikendalikan oleh

    PLC sendiri merupakan proses yang sifatnya bertahap, yakni proses itu berjalan

  • 8/7/2019 Pitney-II Revised

    2/36

    6

    urut untuk mencapai kondisi akhir yang diharapkan. Dengan kata lain proses itu

    terdiri beberapa subproses, dimana subproses tertentu akan berjalan sesudah

    subproses sebelumnya terjadi. Istilah umum yang digunakan untuk proses yang

    berwatak demikian ialah proses sekuensial. Sebagai perbandingan, sistem kontrol

    yang populer selain PLC, misalnya Distributed Control System (DCS), mampu

    menangani proses-proses yang bersifat sekuensial dan juga kontinyu (continuous

    process) serta mencakup loop kendali yang relatif banyak.

    PLC merupakan komputer khusus untuk aplikasi di industri, digunakan

    untuk mengontrol dan memonitor proses industri untuk menggantikan hard-wired

    control ( rangkaian kontaktor/ rele ). Berbeda dengan personal komputer, dalam

    PLC sudah dilengkapi unit input/output digital yang bisa langsung dihubungkan

    keperangkat luar (switch, sensor, rele, danlain-lain) bahkan ada yang sudah

    lengkap dengan memiliki ADC/DAC.

    PLC adalah suatu sistem berbasis mikroprosessor yang memiliki fungsi-

    fungsi dan fasilitas utama dari sebuah mikroprosessor. PLC diprogram melalui

    programming yang biasa berupa terminal personal komputer atau dengan terminal

    portabel khusus (mirip kalkulator dengan tampilan LCD).

    Dahulu sebelum PLC ditemukan, tugas pengontrolan dilakukan oleh

    Kontaktor dan rele yang dirangkai bersama kabel. Rangkaian harus didisain dan

    digambar dahulu dan menetapkan spesifikasi dan instalasi pengkabelanya.

    Rumitnya teknisi harus mengerjakan pemasangan dan pengkabelan sesuai gambar

    teknik tersebut. Jika salah dalam mendisain atau ada suatu modifikasi, disain dan

    teknisi harus merombak dan mengerjakan instalasi ulang. Hal tersebut akan

    menimbulkan permasalahan dengan tidak efesien dan efektifnya suatu produksi.

  • 8/7/2019 Pitney-II Revised

    3/36

    7

    Dengan adanya suatu terobosan baru dalam teknologi maka PLC dapat

    menggantikan rangkaian logika konvesional dan pekerjaan sirkuit kontrol rele

    yang merupakan instalasi langsung. Pada PLC rangkaian kontrol cukup dibuat

    secara software. Pengkabelannya hanya diperlukan untuk menghubungkan

    peralatan input dan output. Hal ini memudahkan dalam mendisain dan

    memodifikasi rangkaian , karena hanya cukup dengan mengubah pemrograman

    PLC.

    Secara umum PLC dapat dibayangkan seperti sebuah personal komputer

    konvesional, karena konfigurasi atau susunan internal pada PLC mirip sekali

    dengan konfigurasi internal pada personal komputer. Akan tetapi dalam hal ini

    PLC dirancang untuk pembuatan panel listrik untuk arus kuat. Jadi bisa dianggap

    bahwa PLC adalah komputernya panel listrik. Ada juga yang menyebutnya

    dengan PC (Programmable Controller). PLC secara khusus dirancang untuk dapat

    menangani suatu sistem kontrol automatis pada mesin-mesin industri ataupun

    aplikasi-apliaksi selain industri seperti lampu lalu lintas, air mancur, danlain-lain.

    Didalam otaknya, PLC dapat dibayangkan seperti kumpulan rele-rele yang

    beribu jumlahnya. Akan tetapi bukan berarti didalamnya terdapat banyak rele-rele

    konvesional dalam ukuran kecil. Didalam PLC terdapat rangkaian elektro digital

    yang fungsinya seperti kontak-kontak NO dan NC seperti pada rele pada

    umumnya.

    PLC dirancang untuk dipergunakan oleh para insinyur elektro yang hanya

    memiliki sedikit pengetahuan tentang komputer dan bahasa pemrograman. Alat

    ini dibuat sedemikian rupa agar tidak hanya ahli komputer saja yang dapat

  • 8/7/2019 Pitney-II Revised

    4/36

    8

    merubah pemrogramannya. Oleh karena itu PLC dirancang sehingga

    pemrograman dapat dilakukan dengan bahasa pemrograman yang sederhana.

    Bahasa pemrograman yang sering digunakan adalah berkaitan dengan operasi

    logika yaitu sebagai penyambungan dan pemutusan.

    2.2 Prinsip Dasar PLC

    PLC adalah sebuah sistem kontrol elektronik yang berbasis komputer

    mikro. PLC dirancang untuk menggantikan rangkaian logika yang merupakan

    urutan kejadian suatu sistem yang dikontrol. PLC bekerja dengan langkah-langkah

    pengamatan masukan yang berasal dari elemen elektro mekanikal seperti: tombol

    tekan, limit switch, kontaktor dan lain-lain. Perubahan keadaan masukan ini akan

    dievaluasi sesuai dengan urutan kerja sistem yang telah diprogram dan disimpan

    dalam memori. Hasil evaluasi ini akan menghasilkan sinyal output yang

    mengaktifkan kontaktor, relay, kontrol motor, selenoid valve, timer dan

    sebagainya. PLC dapat dengan mudah dipelajari walaupun pengetahuan tentang

    komputer relatif kurang. Adapun hal urtama pemakaian PLC ini adalah mengetahui cara

    kerja sistem yang terdiri dari urutan kerja sistem tersebut, yang dapat menentukan

    bagian input dan output eksternal yang mengirim sinyal dan menerima sinyal dari

    perangkat pemograman. Setelah mengetauhi urutan kerja sistem dan bagian input-

    output eksternal maka urutan kerja tersebut dapat diprogram dan disimpan dalam

    PLC yang terdapat dalam perangkat perograman. Cara dan teknik pemograman

  • 8/7/2019 Pitney-II Revised

    5/36

    9

    tergantung pada pabrik pembuat sistem PLC yang digunakan namun tidak jauh

    beda prinsip dasarnya.

    2. 3Penggolongan PLC

    Dalam pemilihan PLC yang digunakan, terlebih dahulu memilih kriteria .

    ang diperlukan. Salah satu kriteria yang penting adalah jumlah maksimum dari

    port masukan/keluaran, dan memberi informasi mengenai kemampuan PLC.

    Makin banyak I/O port yang terdapat di PLC maka jumlah memori yang

    diperlukan juga makin besar, sehingga diperlukan CPU yang lebih cepat. Dengan

    menggunakan kriteria ini maka akan diperoleh penggolongan PLC sebagai berikut

    Skala mikro - hingga 64 port I/O

    Skala kecil - di antara 64 dan 128 port I/O

    Skala menengah - di antara 129 dan 512 port I/O

    Skala besar - lebih dari 512 port I/O

    2. 4 Keunggulan PLC

    Pada dasarnya sebuah PLC dirancang untuk menggantikan penggunaan

    komponen dasar otomatisasi seperti relay, timer, dan counter dengan keunggulan

    sebagai berikut:

    Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh PLC dibanding relay kontrol

    konvensional,yaitu:

    Fleksibel (keluwesan)

  • 8/7/2019 Pitney-II Revised

    6/36

    10

    1. Sebelum ditemukan PLC, setiap mesin mempunyai alat kontrol/pengendali

    tersendiri. Misalkan terdapat 15 mesin, maka alat pengendali yang diperlukan

    juga 15. lain halnya sekarang ini dengan adanya PLC maka untuk bebrapa

    mesin hanya memerlukan 1 PLC saja.

    2. Deteksi dan koreksi lebih mudah

    Setelah desain program kontrol selesai dibuat, kemudian dimasukkan dalam

    PLC dengan cara memprogramnya, maka program tersebut dapat dengan

    mudah diubah dengan menggunakan keyboard hanya dalam beberapa menit

    saja. Setelah itu program dapat dijalankan. Jika terdapat kesalahan maka dapat

    dikoreksi dengan menggunakan diagram tangga (diagram ladder) sehingga

    koreksinya dengan segera dilakukan.

    3. Harga relatif murah

    Perkembangan teknologi memungkinkan untuk meningkatkan beberapa fungsi

    dengan bentuk ukuran yang semakin kecil. Tentunya hal ini juga akan

    menurunkan harga pembuatan yang mahal. Salah satu fungsi yang terus

    ditingkat adalah modul I/O (masukan/keluaran). Saat ini mendapatkan PLC

    dengan jumlah masukan dan keluaran yang banyak hanya dengan harga

    beberapa dolar saja.

    4. Pengamatan visual

    Operasi PLC dapat dijalankan program yang telah dibuat dapat dilihat dengan

    teliti dengan menggunakan layar CRT, sehingga ini sangat memudahkan

    dalam proses pencarian, pengamatan atau dalam pembenahan program.

    Dengan demikian proses pembenahan program hanya dibutuhkan dengan

    waktu singkat.

  • 8/7/2019 Pitney-II Revised

    7/36

    11

    5. Kecepatan Operasi

    Kecepatan operasi PLC sangatlah cepat. Kecepatan operasi adalah untuk

    megaktifkan fungsi-fungsi log