Picornaviridae Edi 1

download Picornaviridae Edi 1

of 19

  • date post

    26-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    70
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Picornaviridae Edi 1

PICORNAVIRIDAE

PICORNAVIRIDAE Picornaviruses adalah virus yang paling berbeda ( lebih dari 200 serotypes) dan virus yang ' paling tua' dikenal ( kuil di Mesir Ca. 1400 B.C.). FMDV adalah salah satu virus yang pertama dikenali Loeffler dan Frosch pada tahun 1898. Lumpuh sebagai penyakit karena virus yang yang pertama dikenali oleh Landsteiner dan Popper, tahun 1909 meskipun demikian virus tidak terisolasi sampai tahun 1930.Pico ( bahasa Yunani ( sangat kecil) merupakan RNA Virus'.Penggolongan: Sifat fisik mula-mula didasarkan pada kepadatan partikel unsur/butir & pH sensitif serta serologik, baru-baru ini berdasarkan pada nucleotida terdiri dari 5 jenis:

Aphthovirus7 serotypes

Cardiovirus2 serotypes

Enterovirus111 serotypes

Hepatovirus2 serotypes (1 human, 1 simian)

Rhinovirus105 serotypes

Unassigned3 serotypes

Total:~230 viruses

Genome:

Genome terdiri dari satu untai (+) dengan molekul RNA antara 7.2kb-8.5kb. Sejumlah corak terdapat dalam semua Picornaviruses

RNA Genom cepat menyebar yaitu 1x106-fold lebih cepat menyebar dibanding partikel unsur/butir tetap utuh, walaupun infectifitas ditingkatkan jika RNA dimasukan ke dalam sel dengan transfusi karakteristik virus RNA. Virus dengan panjang 600-1200 dan mungkin encapsidasi dan suatu lebih pendek yaitu 50-100 untuk sintesis.Struktur sekunder dikenal sebagai kemerahan yaitu ribosome Internal. Sisa dari genome tunggal ' polyprotein' antar 2100-2400.Genome dimodifikasi dengan suatu protein kecil dengan dasar VPG 23, berakhir dengan polyadenilasi untuk asam polyadenylic bukan kode genetik, ada sebuah polyadenylation.Struktur:

Capsid terdiri dari suatu icosahedral dengan densely-packed 60 protomers, masing-masing terdiri dari 4 polypeptides, VP1, 2, 3 dan 4- semua diperoleh dari perpecahan protomer VP0, dengan T=3 yang membungkus. Partikel unsur/butir adalah 27-30nm dengan diameter (tergantung pada jenis dan derajat tingkat pengeringan),sedang panjang genome yang berbaring yaitu 2,500 nm oleh karena itu genome dimasukkan dalam capsid, bersama-sama dengan sodium atau ion kalium atau polyamines pada rhinoviruses untuk menetralkan muatan negatif pada golongan fosfat. Untuk melihat suatu dengan menggunakan mikroskop elektron yaitu negatively-stained picornavirus partikel unsur/butir.

Gambaran didasarkan pada atomis yang riil co-ordinates rhinovirus 16 dan menunjukkan suatu pandangan di dalam capsid :

VP1: adalah di (dalam) biru

VP2: adalah di (dalam) hijau

VP3: adalah di (dalam) merah

VP4: adalah di (dalam) kuning (hanya terlihat pada bagian dalam partikel.Replikasi: Kita mengetahui sebagian besar replikasi Picornavirus dalam pertumbuhan dengan bentuk membengkok eksperimen dengan melakukan infeksi/peradangan tinggi. Replikasi terjadi seluruhnya didalam sitoplasma dapat terjadi bahkan di sel enucleated dan actinomycin D.

Reseptor:

Sel yang peka rangsangan selular untuk beberapa kelompok yang berbeda picornaviruses telah dikenal dalam sejumlah teknik berbeda: Ikatan kompetisi antara virus berbeda. MABS virus blok yang mengikat dengan berpijar berlabel virus ( Echovirus). Setelah sel yang peka rangsangan, virus dapat eluted lagi, tetapi jika ini terjadi, partikel unsur/butir mengalami perubahan konformasi dalam hubungannya dengan hilangnya VP4 dan infektifitas tidak dilapisi:Virus:# Serotypes:Receptor:Description:

Human Rhinovirus91ICAM-1 (Intracellular Adhesion Molecule 1)Immunoglobulin-like molecule; 5 domains

Human Rhinovirus10LDLR (Low Density Lipoprotein Receptor)

Poliovirus3CD155Immunoglobulin-like molecule; 3 domains

Coxsackie A3ICAM-1

Echo2VLA-2Integrin-like molecule

Echo6DAF (Decay Accelerating Factor)???

EMCV1VCAM-1 (Vascular Cell Adhesion Molecule)???

Translasi:

Replikasi Picornavirus cepat, siklus diselesaikan dalam 5-10 jam umumnya 8 jam. Genom RNA secara langsung oleh polysome, tetapi ~ 30 min setelah infeksi/peradangan, sintese protein selular turun tajam, hampir nol,disebut ' SHUTOFF'- penyebab utama dari c.p.e:

Shutoff nampak seperti dalam hubungan dengan perpecahan 220kD ' cap-binding kompleks' ( CBC) yang dilibatkan mengikat m7G struktur yang terakhir dari semua eukaryotic mRNAs selama inisiasi dilakukan oleh poliovirus protein 2A.

5' UTR berisi: Ribosome Internal lokasi masukan secara normal, adalah inisiasi mengikat ribosom mengandung metil dan sepanjang mRNA untuk menemukan AUG inisiasi codon. RNA melanjutkan setelah penurunan derajat CBC.

Polyprotein pada awalnya dibelah oleh P2A ke dalam P1& P2P3. Peristiwa Perpecahan lebih lanjut dilaksanakan oleh 3C- yang utama picornavirus protease. Semua perpecahan ini sangat spesifik (obat/racun).Genome Replication:

Salah satu dari produk yang dibuat oleh virus RNA-DEPENDENT yaitu RNA polymerase ( 3D), yang menyalin RNA genome. Membentuk template untuk genome sintesis RNA, yang terjadi dengan suatu replikasi intermediate antara multi-stranded kompleks ( RI). Di dalam rekaman replikasi genome mungkin terjadi:

(-) cRNA bertindak sebagai suatu template untuk positif, sebagian membentuk vRNA.

Perakitan:

RNA dipercaya untuk dibungkus ke dalam preformed kapsid, walaupun interaksi molekular antara genome & capsid bertanggung jawab untuk proses ini. Kapsid terdapat dalam semua infeksi/peradangan Piconavirus. Capsid dirakit oleh perpecahan P1 polyprotein pendahuluan, ke dalam suatu protomer terdiri dari VP0,3,1 yang bekerja sama memasukkan genome.Pematangan: Pematangan & infektifitas tergantung pada suatu autocatalytik internal perpecahan VP0 ke dalam VP2+ VP4.Pelepasan/Release:

Pelepasan virus dari sitoplasma terjadi ketika sel lisis mungkin sebuah ' preprogrammed' yang terjadi setelah sintesis makromolekular pada shutoff. Radang hati suatu virus secara relatif non-lytic & suatu infeksi/peradangan yang lebih keras.

Enteroviruses

Infeksi/peradangan Enterovirus pada manusia umumnya musiman pada musim gugur; sering tidak terdiagnosa.

Polioviruses3 serotypes

Coxsackieviruses group A23 serotypes

Coxsackieviruses group B6 serotypes

Echoviruses31 serotypes

Enteroviruses38 serotypes

Total:111 serotypes

Coxsackieviruses:

Algonquin Nama Orang indian terisolasi ( Daldorf dan Sickles/Suckling mice/1948). Dua kelompok, ilmu penyakit yang didasarkan pada tikus-tikus menyusui:

Kelompok A: Sebabkan akut myositis ( radang/penyalaan berotot) dengan radang/penyalaan dan necrosis. 24 serotypes.

Kelompok B: Sebabkan merosot/mundur ' tanda peringatan' di dalam otak, otot dan pankreas ( model untuk diabetes pada tikus 6 serotypes.

Pada laki-laki, virus ini menunjukkan suatu pola infeksi/peradangan mewabah pada musiman yang kebanyakan sub-clinical, yang dihubungkan dengan radang selaput [otak,sumsum belakang], kelumpuhan pada umumnya lebih sedikit dibanding penyakit lumpuh akut, myocarditis, dan infeksi/peradangan umum di seluruh dunia ( inc. UK) tidakefektif treatment/prophylaxis. Coxsackie menurut, New York telah ditemukan, coxsackie virus menjadi bagian dari enterovirus keluarga virus yang meliputi echoviruses, penyakit lumpuh, dan radang hati yaitu suatu virus yang terdapat pada manusia yaitu pada sistem pencernaan. Mereka dapat menyebar dari orang ke orang, karena tidak mencuci tangan dan permukaan yang dicemari oleh tinja, dimana dapat terjadi suatu waktu. Pada daerah tropis, terkena infeksi/menyebar orang-orang sepanjang tahun, pada musism dingin, perjangkitan coxsackie virus paling sering terjadi musim panas dan musim gugur.Tanda Dan Gejala Sekitar separuh dari semua anak-anak dengan infeksi/peradangan Coxsackie virus tidak ada gejala. Beberapa anak-anak tiba-tiba demam 101-104 derajat Fahrenheit atau 38.3-40 derajat Celsius), sakit kepala, dan nyeri otot. Serta sakit pada daerah abdomen. Seorang anak dengan coxsackie virus dapat merasakan panas tetapi tidak ada gejala lain. Pada kebanyakan anak-anak, demam berlangsung sekitar 3 hari, kemudian hilang, demamnya biphasic yaitu nampak untuk 1 hari, kemudian menghilang untuk 2-3 hari, kemudian kembali 2-4 hari lebih.

Di samping menyebabkan suatu demam, coxsackie virus dapat menyebabkan beberapa gejala yang berbeda pada tubuh, tangan, kaki, dan penyakit mulut, suatu jenis coxsackie sindrom virus, penyebab yang menyebabkan kerongkongan kemerahan,lidah,pipi, dan telapak tangan tangan serta tapak kaki. Herpangina, suatu infeksi/peradangan Coxsackie virus kerongkongan, penyebab yang red-ringed melepuh dan borok pada amandel dan langit-langit lunak, dan mulut. Pleurodynia (Bornholm Penyakit) adalah suatu infeksi/peradangan Coxsackie virus yang menyebabkan kekejangan otot dada dan abdomen bagian atas. Anak-anak lelaki dengan pleurodynia dapat bertambah pada gambar testis mulai sekitar 2 minggu setelah dada mulai sakit. Hemorrhagic Conjunctivitis adalah suatu infeksi/peradangan yang mempengaruhi orang kulit putih. Hemorrhagic Conjunctivitis pada umumnya terlihat ketikamemandang sakit dan tiba-tiba diikuti oleh mata basah/berair, merah, bengkak, dan pandangan kabur. Coxsackie Virus dapat juga menyebabkan radang selaput [otak,sumsum belakang], suatu infeksi/peradangan meninges (ke tiga selaput yang membungkus otak) dan mengenai tulang belakang, dan jarang penyakit otak suatu infeksi/peradangan otak. Coxsackie menyebabkan myocarditis, suatu infeksi/peradangan otot [hati/jantung].

Pada bayi baru lahir dapat terkena infeksi dari ibu selama atau sesudah kelahiran, jadi resiko untuk terinfeksi/peradangan tinggi, termasuk myocarditis, radang hati, dan meningoencephalitis ( suatu radang otak dan meninges). Gejala pada umumnya terjadi di dalam 2 minggu setelah kelahiran dan dapat