PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN SERTIFIKASI pendidikan profesi. ... Mulai tahun 2009 landasan hukum...

download PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN SERTIFIKASI   pendidikan profesi. ... Mulai tahun 2009 landasan hukum pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan adalah Peraturan Pemerintah

of 54

  • date post

    06-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    227
  • download

    11

Embed Size (px)

Transcript of PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN SERTIFIKASI pendidikan profesi. ... Mulai tahun 2009 landasan hukum...

  • PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN SERTIFIKASI GURU MADRASAH

    TAHUN 2017

    DIREKTORAT GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN MADRASAH DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM

    KEMENTERIAN AGAMA RI 2017

  • ii

    DAFTAR ISI

    Kata Pengantar...................................................................................................i

    Daftar Isi...........................................................................................................ii

    Daftar Lampiran................................................................................................iv

    BAB I PENDAHULUAN ......................1

    A. Latar Belakang ..........................1

    B. Landasan Hukum ......................2

    C. Tujuan .....................................4

    D. Sasaran ....................................4

    E. Ruang Lingkup ..........................5

    BAB II PELAKSANAAN .......................6

    A. Pelaksanaan .............................6

    B. Prinsip .....................................8

    C. Sosialisasi .................................9

    D. Sasaran Peserta ........................9

    E. Persyaratan Peserta .................10

    F. Penetapan Peserta ..................11

    G. Verifikasi dan Validasi ..............13

    H. Kuota .....................................15

    I. Tahap Pelaksanaan Sertifikasi Guru .....15

    J. Waktu Pelaksanaan .................16

    K. Peran dan Tanggung Jawab Unit Terkait ...17

    BAB III PEMBIAYAAN .......................20

    A. Pembiayaan dan Anggaran ......20

    B. Pengelolaan Dana ...................20

  • iii

    BAB IV MEKANISME PENYALURAN DANA .........21

    A. Mekanisme Pembiayaan ..................21

    B. Hak dan Kewajiban .................21

    C. Komponen Biaya .............................22

    D. Perpajakan .............................23

    BAB V MONITORING DAN EVALUASI ............24

    A. Latar Belakang ........................24

    B. Tujuan ...................................24

    C. Sasaran ..................................24

    D. Komponen ..............................25

    E. Mekanisme .............................25

    F. Pelaporan ...............................25

    G. Pengawasan dan Sanksi .....27

    BAB VI PENUTUP ...........................28

  • iv

    DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran 1 : Daftar kode dan bidang studi sertifikasi

    Lampiran 2 : Daftar alamat PT/LPTK Penyelenggara Sertifikasi Guru

    Lampiran 3 : Petunjuk Teknis Prakondisi/Pembekalan

  • 1

    BAB I PENDAHULUAN

    A. LATAR BELAKANG

    Pasal 1 Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen

    menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama

    mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan

    mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan

    formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru profesional

    wajib memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S-1) atau diploma

    empat (D-IV), menguasai kompetensi (pedagogik, profesional, sosial, dan

    kepribadian), memiliki sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta

    memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

    Undang-undang tersebut menegaskan bahwa guru mempunyai kedudukan

    sebagai tenaga profesional pada jalur pendidikan formal yang diangkat

    sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Lebih lanjut, Undang-

    Undang Guru dan Dosen (UUGD) mendefinisikan bahwa profesional adalah

    pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi

    sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran,

    atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta

    memerlukan pendidikan profesi. Pengakuan kedudukan guru sebagai

    tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Sebagai tenaga

    profesional, guru diharapkan dapat meningkatkan martabat dan perannya

    sebagai agen pembelajaran. Berkaitan dengan sertifikat pendidik yang

    harus dimiliki oleh guru profesional, amanat UUGD telah dilaksanakan

    sejak tahun 2007 melalui program sertifikasi guru dalam jabatan setelah

    diterbitkannya Peraturan Mendiknas Nomor 18 Tahun 2007 tentang

    Sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan. Mulai tahun 2009 landasan hukum

    pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan adalah Peraturan Pemerintah

    Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

    Berdasarkan hasil kajian pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan yang

    telah dilaksanakan dan kajian terhadap guru yang telah memperoleh

    sertifikat pendidik, tahun 2017 masih dilaksanakan sertifikasi guru dengan

    pola Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Pelaksanaan sertifikasi

    guru tahun 2017 dimulai dengan publikasi data calon peserta sertifikasi

    guru dari data SIMPATIKA, dilanjutkan dengan pendataan peserta dan

    penetapan peserta. Oleh sebab itu perlu disusun Petunjuk Teknis

    Pelaksanaan Sertifikasi Guru Madrasah Tahun 2017 agar seluruh pihak

  • 2

    yang terkait pelaksanaan sertifikasi guru mempunyai pemahaman yang

    sama tentang kriteria dan proses penetapan peserta sertifikasi guru.

    Program sertifikasi guru dilaksanakan sebagai bentuk usaha meningkatkan

    kualitas pendidikan di madrasah secara umum dan kualitas guru-guru di

    Madrasah. Program ini dilakukan juga sebagai harapan guru akan layak

    bersertifikat, karena guru yang bersertifikat adalah guru-guru yang

    mempunyai kemampuan khusus yang dapat menunjang ketuntasan proses

    pembelajaran. Oleh karena itu, maka sangat diharapkan adanya guru-guru

    yang kreatif dalam menjalankan tugasnya sehingga jelas-jelas terlihat

    kelayakannya dalam melaksanakan tugas pembelajarannya. Yang paling

    menentukan dari program sertifikasi guru adalah bagaimana dan seberapa

    besar dampak sertifikasi guru terhadap kinerjanya.

    B. LANDASAN HUKUM

    Landasan hukum dana pendanaan program sertifikasi bagi Guru Madrasah

    dalam jabatan adalah sebagai berikut:

    1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

    2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

    3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015.

    4. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.

    5. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

    6. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

    7. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 135 Tahun 2014 tentang Perubahan Ketujuh Atas Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara.

    8. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi

  • 3

    Kementerian Negara;

    9. Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 tentang Kementerian Agama;

    10. Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2016 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017;

    11. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2014 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama;

    12. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

    13. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama;

    14. Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1382) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 66 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah;

    15. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 228/PMK.05/2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 254/PMK.05/2015 tentang Belanja Bantuan Sosial pada Kementerian Negara/Lembaga;

    16. Peraturan Menteri Agama Nomor 42 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama;

    17. Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 296/M/KPT/2016 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Guru dalam Jabatan Melalui Program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru;

    18. Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 101/M/KPT/2017 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi bagi Guru Agama Dalam Jabatan Melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru.

  • 4

    C. TUJUAN

    Tujuan disusunnya petujuk teknis ini sebagai acuan pelaksanaan sertifikasi

    guru dalam jabatan supaya dapat berjalan secara lancar, efektif, dan

    efisien, sehingga menghasilkan guru yang memiliki kompetensi dalam

    merencanakan, melaksanakan,dan menilai pembelajaran, menindaklanjuti

    hasil penilaian, melakukan pembimbingan dan