Perspektif skm di indonesia

download Perspektif skm di indonesia

of 24

  • date post

    11-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    10
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Perspektif skm di indonesia

  1. 1. PERSPEKTIF SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT DI INDONESIA
  2. 2. Pendahuluan Salah Satu Misi Pembangunan Kesehatan adalah Mendorong Kemandirian Masyarakat untuk Hidup Sehat Sumber : Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan (RPJPK) 2005 2025
  3. 3. Untuk menjawab tantangan di atas, dibutuhkan adanya sistem pelayanan kesehatan yang memiliki jaringan pelayanan interdisipliner, komprehensif dan kompleks serta mencakup aktivitas diagnosis, pengobatan, rehabilitasi, promotif, preventif dan protektif.
  4. 4. 80% DITENTUKAN SDM KESEHATAN SELAIN PEMBIAYAAN INDIKATOR KEBERHASILAN PEMBANGUNAN KESEHATAN (WHO)
  5. 5. DISTRIBUSI SDM KESEHATAN DALAM TAHAPAN INDIKATIF RPJP KESEHATAN RPJMK I (2005- 2009) RPJMK II (2010- 2014) RPJMK III (2015- 2019) RPJMK IV (2020- 2025) Kebutuhan SDMK utk yankes di pusk & jaringannya termasuk bidan di desa dan RS kab/kota sebagian besar telah terpenuhi. Tersusun rencana distribusi dan rencana penguatan manajemen karir. Kebutuhan SDMK utk dacil sebagian besar telah terpenuhi termasuk daerah perbatasan dan kepulauan. Program distribusi dan rencana penguatan manajemen karir dilaksanakan sesuai rencana. Kebutuhan berbagai SDMK berkualitas untuk seluruh daerah terpencil termasuk daerah perbatasan dan kepulauan. Percepatan pelaksanaan program distribusi dan penguatan manajemen karir Pemenuhan seluruh kebutuhan SDMK yg berkualitas dpt tercapai melalui pengembangan dan pemberdayaan SDMK. Pelaksanaan program distribusi dan manajemen karir SDMK telah mantap.
  6. 6. Bagaimana Peran Sarjana Kesehatan Masyarakat Dalam Pembangunan Kesehatan di Indonesia
  7. 7. Arah Pembangunan Kesehatan Tahun 2005-2024 VISI MASYARAKAT SEHAT YANG MANDIRI DAN BERKEADILAN Arah pengembangan tenaga kesehatan sejalan dengan arah pengembangan upaya kesehatan, dari tenaga kuratif bergerak ke arah tenaga preventif, promotif sesuai kebutuhan RPJMN I 2005-2009 RPJMN III 2015-2019 RPJMN IV 2020-2024 Pendukung/penunjang Sumber : Kebijakan PPSDM Kesehatan RPJMN II 2010-2014 Upaya Kuratif
  8. 8. Sistem pelayanan kesehatan tidak hanya membutuhkan pelayanan kesehatan perorangan, seperti; Dokter,Perawat, Bidan, Analis, Apoteker, dll Tapi juga membutuhkan tenaga kesehatan yang profesional dalam bidang manajemen, pengorganisasian struktur, komunikasi, dan perilaku untuk pengembangan sistem pelayanan yang efektif dan efisien
  9. 9. Lalu Bagaimana Kondisi Sarjana Kesehatan Masyarakat di Indonesia..
  10. 10. Keadaan Institusi Pendidikan di Indonesia JURUSAN JUMLAH TERAKREDITA SI VALID AKREDITASI KEDALU- WARSA TIDAK TERAKRE- DITASI KEPERAWATAN 753 457 44 252 KEBIDANAN 728 454 15 259 KES. MAS. 175 101 15 60 FARMASI 153 79 7 67 GIZI 44 12 4 28 JUMLAH 2.253 1.181 (52%) 118 (5%) 954 (43%) Sumber: MTKI 2015
  11. 11. Kondisi di Puskesmas NO JENIS NAKES KEBUTUHAN KEADAAN KEKURANGAN 1 Dokter 2,567 1,918 -649 2 Dokter Gigi 1,065 772 -293 3 Bidan 4,943 4,745 -198 4 Bidan Desa 5,891 5,631 -260 5 Perawat 7,455 7,685 230 6 FARMASI (D3) 1,050 641 -424 7 KESMASY 5,325 1,428 -3,939 8 Nutrisionis 1,065 714 -351 9 ANALIS 1,065 383 -682 JUMLAH 30,426 23,917 -6,566 Dihitung berdasarkan data 2013 dan standar
  12. 12. Bagaimana Peluang Sarjana Kesehatan Masyarakat di Indonesia..
  13. 13. Perkiraan Kebutuhan Sarjana Kesehatan Masyarakat di Indonesia Institusi/Saran Jumlah Kebutuhan Per Institusi Total Kebutuhan Pusat 69 20 1,380 Dinkes Provinsi 33 20 660 Dinkes Kab/Kota 495 20 9,900 RS 1,372 5 6,860 Puskesmas 8,548 4 34,192 52,992
  14. 14. RENCANA KEBUTUHAN DAN GAMBARAN PENYEDIAAN TENAGA KESEHATAN D I I N D O N E S I A S/D TAHUN 2025
  15. 15. Prospek Kerja Sarjana Kesehatan Masyarakat
  16. 16. Manager Rumah Sakit, Manager Rekam Medik, Manager Pemasaran RS, Manager Asuransi Kesehatan, Finance, Manager perusahaan farmasi, Pemasaran Laboratorium dan alat kesehatan, Kepala puskesmas, PNS dinas kesehatan Lembaga maupun organisasi sosial dibidang kesehatan
  17. 17. Konsultan Amdal, Quality control supervisor pada perusahaan makanan dan minuman, Manager HACCP pada restaurant, Laboratorium ,Puskesmas, Dinas kesehatan, Bapedal, Labkesda, Wiraswasta : Bisnis Catering, pest control, konsultan amdal dan lembaga pengelolaan lingkungan lainnya
  18. 18. Tenaga ahli ataupun management pengelola promosi kesehatan di Puskesmas, Dinas Kesehatan, asuransi kesehatan, rumah sakit, dan lembaga-lembaga CSR perusahaan/institusi pemerintah maupun swasta
  19. 19. Tenaga ahli statistik (Rumah Sakit, Puskesmas, Lembaga Riset/Penelitian Kesehatan Masyarakat), Tenaga ahli ataupun Management serta team teknis (Lembaga Survei, BPS, Bappenas, Bapeda, BKKBN dan lembaga lainnya)
  20. 20. Terima Kasih