PERSETUJUAN PARIS ATAS KONVENSI KERANGKA

download PERSETUJUAN PARIS ATAS KONVENSI KERANGKA

of 71

  • date post

    12-Jan-2017
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of PERSETUJUAN PARIS ATAS KONVENSI KERANGKA

  • SALINAN

    *E"uJLl[s;SS]^r'o

    UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 16 TAHUN 2016

    TENTANG

    PENGESAHAN PARISAGREEMEJVT TO THE UNITED lVATlOlVSFRAMEWORK CONVENTION ON CLIMATE CHANGE

    (PERSETUJUAN PARIS ATAS KONVENSI KERANGKA KERJAPERSERIKATAN BANGSA-BANGSA MENGENAI PERUBAHAN IKLIM)

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

    PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

    Menimbang: a. bahwa tujuan nasional negara Republik Indonesiasebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia adalah untukmelindungi seluruh tumpah darah Indonesia danuntuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskankehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertibandunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadidan keadilan sosial;

    b. bahwa perubahan iklim akibat kenaikan suhu bumimerupakan ancaman yang semakin serius bagi umatmanusia dan planet bumi sehingga memerlukan kerjasama antarnegara secara lebih efektif;

    c. bahwa

  • PRESIOE NREPUBLIK INDONESIA

    -2-

    c. bahwa dalam upaya mengendalikan berlanjutnyaperubahan iklim, Pemerintah Indonesia bersama-samadengan anggota masyarakat internasional melaluiKonferensi Para Pihak ke-21 United Nations FrameruorkConuention on Climate Change (Konvensi Kerangka KerjaPerserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perubahan Iklim)pada tanggal 12 Desember 2015 di paris, perancis telahmengadopsi Paris Agreement to tle IJnited. NationsFrameuork Conuention on Climate Change (persetujuanParis atas Konvensi Kerangka Kerja perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim) yang ditindaklanjutidengan penandatanganan persetujuan dimaksud padatanggal 22 April 2016 di New york, Amerika Serikat;

    d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksuddalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentukUndang-Undang tentang Pengesahan paris Agreement tothe United Nations Frameuork Conuention on ClimateChange (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka KerjaPerserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perubahan Iklim);

    Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (1), pasal 11, pasalUndang-Undang Dasar Negarat945;

    20, dan Pasal 28H ayat (1)Republik Indonesia Tahun

    2. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang perjanj ianInternasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2000 Nomor 185, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4012);

    Dengan

  • PRESIDE NREPUBLIK INOONESIA

    -J-

    Dengan Persetuj uan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

    danPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

    MEMUTUSKAN:

    Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PENGESAHAN pARrSAGREEMDNT TO THE UNITED ]VATIOJVS FRAMEWORKCONWNTION O]V CLIMATE, CHANGE (PERSETUJUANPARIS ATAS KONVENSI KERANGKA KERJAPERSERIKATAN BANGSA-BANGSAPERUBAHAN IKLIM).

    MENGENAI

    Pasal 1

    Mengesahkan Pais Agreement to the United NationsFramework Conuention on Climate Change (persetujuanParis atas Konvensi Kerangka Kerja perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perubahan Iklim) yang telahditandatangani oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal22 Aprrl 2016 di New York, Amerika Serikat yang salinannaskah aslinya dalam bahasa Inggris dan terjemahannyadalam bahasa Indonesia sebagaimana terlampir danmerupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Undang_Undang ini.

    Pasal 2

    Undang-Undangdiundangkan.

    mulai berlaku pada tanggal

    Agar

  • PRESIDENR EPUBL IK INDQNESIA

    Agar setiappengundanganpenempatannyaIndonesia.

    -4-

    orang mengetahuinya,Undang-Undang

    dalam Lembaran

    memerintahkanini dengan

    Negara Republik

    Disahkan di Jakartapada tanggal 24 Oktober 2016

    PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

    ttd.

    JOKO WIDODO

    Diundangkan di Jakartapada tanggal 25 Oktober 2016

    MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIAREPUBLIK INDONESIA,

    rtd.

    YASONNA H. LAOLY

    LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2016 NOMOR 204

    Salinan sesuai dengan aslinyaKEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA

    REPUBLIK INDONESIA

    -uti Bidang Hukum dandang-undangan,ffi*

    **N d Sapta Murti

  • "E,,uf.llSiiSI*ur,,o

    PENJELASAN

    ATASUNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

    NOMOR 16 TAHUN 2016

    TENTANG

    PENGESAHAN PARIS AGREEMENT TO THE UNITED JVATIO]VSFRAMEWORK CONWNTION ON CLIMATE CHANGE

    (PERSETUJUAN PARIS ATAS KONVENSI KERANGKA KERJAPERSERIKATAN BANGSA-BANGSA MENGENAI PERUBAHAN IKLIM)

    I. UMUM

    Dampak perubahan iklim secara global telah menjadi perhatianmasyarakat dunia dan bangsa-bangsa, termasuk Indonesia. Sebagainegara kepulauan yang memiliki berbagai sumber daya alam dankeanekaragaman yang tinggi, Indonesia memiliki potensi yang besaruntuk terkena dampak negatif perubahan iklim, dan sekaligus jugamemiliki potensi yang besar untuk turut andil dalam melakukan mitigasimaupun adaptasi terhadap dampak negatif perubahan iklim.

    Perubahan iklim, sebagaimana diketahui oleh banyak kalangan,merupakan suatu kejadian alam yang dapat dijelaskan secara ilmiah,dan dianggap sebagai suatu hal yang wajar. Namun yang membuat isuperubahan iklim menjadi semakin muncul di permukaan dan menjadibahan perbincangan banyak orang adalah karena dalam beberapa puluhtahun terakhir, tepatnya setelah era industrialisasi, sebagaimana hasillaporan Intergouernmental Panel on Climate Change (IpCC), prosesperubahan iklim berjalan semakin cepat dan dampak-dampak perubahaniklim dirasakan semakin meluas pada berbagai aspek kehidupanmasyarakat dan semakin nyata dirasakan oleh umat manusia di berbagaibelahan bumi.

    Eratnya

  • PRESIOENREPUSLII( INDONESIA

    -2-

    Eratnya kaitan dampak perubahan iklim dengan kehidupan umatmanusia baik manusia sebagai pelaku aktivitas yang mengemisikan gasrumah kaca maupun sebagai yang terkena dampak, menjadikan isuperubahan iklim semakin menjadi perhatian negara-negara di dunia,yang bersatu di bawah payung Kerangka Kerja perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perubahan Iklim (UNFCCC), dan bernegosiasi untukmencari jalan terbaik dan kompromi dalam berbagi peran dan kewajibandalam mengendalikan perubahan iklim dan menangani dampak-dampaknya. Mitigasi dan adaptasi merupakan 2 (dua) aspek kegiatanyang digunakan sebagai instrumen utama dalam menangani dampak-dampak perubahan iklim.

    Dalam konteks nasional, pengendalian perubahan iklim merupakanamanat konstitusi bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera, lahir danbatin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baikdan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Negaramemberikan arah dan berkewajiban memastikan agar pembangunanyang dibutuhkan untuk memenuhi kesejahteraan rakyat tetapmemperhatikan perlindungan aspek lingkungan dan sosial. Denganadanya kesadaran akan ancaman dari dampak-dampak negatifperubahan iklim, pengendalian dan penanganan perubahan iklim bukanmerupakan suatu beban bagi Negara, namun sudah saatnya menjadisuatu kebutuhan. Dengan demikian komitmen Negara dalam menanganiperubahan iklim merupakan agenda nasional.

    Persetujuan

  • PRISIOENR EPUBL IK INOONESIA

    -3-

    Persetujuan Paris bersifat mengikat secara hukum dan diterapkansemua negara (legallg binding and applicable to ali) dengan prinsiptanggung j awab bersama yang dibedakan dan berdasarkan kemampuanmasing-masing (common but differentiated responsibilities andrespectiue capabilitiesl, dan memberikan tanggung jawab kepadanegara-negara maju untuk menyediakan dana, peningkatan kapasitas,dan alih teknologi kepada negara berkembang. Di samping itu,Persetujuan Paris mengamanatkan peningkatan kerja sama bilateral danmultilateral yang lebih efektif dan efisien untuk melaksanakan aksimitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan dukungan pendanaan,alih teknologi, peningkatan kapasitas yang didukung dengan mekanimetransparansi serta tata kelola yang berkelanjutan.

    Indonesia terletak di wilayah geografis yang sangat rentan terhadapdampak perubahan iklim. Secara umum kenaikan suhu rata-rata diwilayah Indonesia diperkirakan sebesar 0,5 - 3,92.C pada tahun 2100dari kondisi periode tahun 1981-2010. Sedangkan untuk curah hujan,berdasarkan data pengamatan telah terjadi pergeseran bulan basah dankering. Intensitas curah hujan yang lebih tinggi dan durasi hujan yanglebih pendek terjadi di Sumatera bagian utara dan Kalimantan,sedangkan curah hujan rendah dan durasi hujan lebih panjang terjadi dibagian selatan Jawa dan Bali.

    Kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim diproyeksikanmencapai 35-40 cm pada tahun 2050 relatif terhadap nilai tahun 2000.Kenaikan muka air laut tersebut akan mencap ai lZ5 cm pada tahun2100 dengan memperhitungkan faktor pencairan es di kutub Utara danSelatan.

    Kota

  • PRESIDENREPUELIK INDONESIA

    -4-

    Kota Tarakan menunjukkan kenaikan permukaan air 1aut sekitar14,7 cm (dengan ketidakpastian sekitar 6,25 cm) pada tahun 2030 relatifterhadap kondisi saat ini. Variabilitas juga terjadi pada permukaan airIaut akibat fenomena La-Nina dan gelombang badai (storm surgesl.Fenomena tersebut diperkirakan akan menaikkan permukaan air lautsebesar 15 cm dan 30 cm. Sedangkan untuk wilayah Sumatera Selatankenaikan muka air laut antara 0,5-0,7 cm/tahun. proyeksi kenaikanpermukaan air laut pada tahun 2030 sebesar 13,5 t 6, 15 cm relatifterhadap permukaan air laut pada tahun 2000.

    Kajian Risiko dan Adaptasi perubahan Iklim dilakukan di KotaTarakan, Provinsi Sumatera Selatan, dan Malang Raya. Kota Tarakanmengalami kenaikan suhu sebesar 0,63"C sepanjang 25 tahun terakhir;Provinsi Sumatera Selatan mengalami kenaikan suhu sebesar O,67.C;sedangkan Malang Raya mengalami kenaikan 0,69"C. Kota Tarakanbanyak terpengaruh oleh potensi fenomena El-Nino. Bahkan, pernahmengalami kekeringan yang panjang pada sekitar tahun 196l-19TOan,dan di bulan April - Agustus terjadi defisit curah hujan sekitar 100 mmdari nilai rata-ratanya.

    Dengan jumlah pulau lebih dari 17.000, dan sebagian besar ibu kotaprovinsi serta hampir 65 % penduduk tinggal di wilayah pesi