Persentasi tasik

of 21/21
Tasikmalaya 4 maret 2013 email: [email protected] Resistance and alternatives to globalization (RAG)
  • date post

    02-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    262
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Persentasi tasik

2. PENGERTIANPerencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakanmasa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, denganmemperhitungkan sumber daya yang tersedia (Pasal 1 ayat 1UU No.25/20041 dan Pasal 1 ayat 1 PP No.8/20082 ).Perencanaan pembangunan adalah suatu proses penyusunantahapan-tahapan kegiatan guna pemanfaatan dan pengalokasiansumber daya yang ada dalam jangka waktu tertentu untukmeningkatkan kesejahteraan masyarakat.Perencanaan pembangunan desa dilakukan secara partisipatifoleh pemerintah desa sesuai dengan kewenangannya (Pasal 63ayat 2 PP 72/20053 ). 3. DASAR HUKUMUU N0 25 Tahun 2004 Tentang Sistem PerencanaanPembangunan NasionalUU No 32/2004 Pasal 212 Pemerintahan DaerahPeraturan Pemerintah No 72 Tahun 2005 (Pasal 64),Permendagri No 66 Tahun 2007 tentang PerencanaanPembangunan Desa 4. PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESADALAM PP 72 TAHUN 2005PASAL 63(1) Dalam rangka penyelenggaraanpemerintahan Desa disusun perencanaanpembangunan desa sebagai satu kesatuandalam sistem perencanaan pembangunandaerah kabupaten / kota(2) Perencanaan pembangunan sebagaimanadimaksud ayat (1) disusun secara partispatifoleh pemerintah Desa sesui dengankewenanganya 5. PASAL 64(1) Perencanaan pembangunan desa sebagaimanadimaksud pasal 63 ayat (2) disusun secaraberjangka meliputi :a. Rencana pembangunan jangka menengahdesa yang selanjutnya disebut RPJMD untukjangka waktulima tahunb. Rencana Kerja pembangunan desa,selanjutnya disebut RKP desa merupakanpenjabaran dari RPJMD untuk jangka waktu 1( satu ) tahun(2) RPJMD sebagaimana dimaksud pada ayat (1)huruf a ditetapkan dengan Peraturan Desa dan RKPdesa ditetapkan dalam Peraturan kepala desa 6. TUJUANSecara umum perencanaan desa dimaksudkan untuk membantumenemu kembali kebutuhan, merumuskan strategi danmengelola perubahan masyarakat dalam kerangka perbaikankesejahteraan dan kualitas hidup di masa depan. Secara khusustujuan dari perencanaan desa sebagai berikut;A.Meningkatkan kemampuan kelembagaan masyarakat ditingkatdesa dalam menyusun perencanaan pembangunan secarapartisipatif.B.Meningkatkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalammemberikan makna dalam perencanaan pembangunan.C.Meningkatkan transparansi dan akuntabililitas pembangunanD.Menghasilkan keterpaduan antarbidang/sektor dankelembagaan 7. Prinsip-Prinsip Perencanaan Desa Strategis: Perencanaan desa merupakan suatu kerangka kerja pembangunan yang komprehensifdan sistematis dalam mencapai harapan yang dicita-citakan Partisipatif. Yaitu keikutsertaan dan keterlibatan masyarakat secara aktif dalam prosespembangunan. Berpihak pada Masyarakat. Yaitu seluruh proses pembangunan di pedesaan secara seriusmemberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat khususnya masyarakat miskin. Terbuka. Yaitu setiap proses dan tahapan perencanaan pembangunan dapat dilihat dan diketahuisecara langsung oleh seluruh masyarakat desa. Akuntabel. Yaitu setiap proses dan tahapan kegiatan pembangunan dapatdipertanggungjawabkan dengan benar, baik pada pemerintah desa maupun pada masyarakat. Politis: Rencana desa merupakan hasil kesepakatan berbagai unsur dan kekuatan politik dalam kerangka mekanisme kenegaraan yang diatur melalui undang-undang. Bottom-up Planning:Perencanan dari bawah yang dimaksud bahwa proses penyusunanrencana pembangunan desa harus memperhatikan dan mengakomodasikan kebutuhan dan aspirasimasyarakat Top-down Planning: Perencanan dari atas yang dimaksud bahwa proses penyusunan rencanapembangunan desa perlu bersinergi dengan rencana strategis di atasnya dan komitmenpemerintahan 8. Ciri-ciri Perencanaan DesaDalam konsep pembangunan partisipatif, perencanaan desa memiliki karakteristik danciri-ciri sebagai berikut; Aspiratif, menampung masalah, usulan, kebutuhan, kepentingan, keinginan darimasyarakat. Menarik, mendorong perhatian dan minat masyarakat desa untuk aktif dan terlibat dalampembangunan. Operasional, program yang dihasilkan dapat direalisasikan dalam kehidupan nyata sesuaisumber daya setempat dan mudah dalam penerapannya. Inovatif, program pembangunan yang dihasilkan mendorong kreativitas, perubahan sertamampu menjawab peluang dan tantangan masyarakat ke depan. Partisipatif, melibatkan seluruh elemen masyarakat terutama bagi kelompok marjinalsebagai pelaku pembangunan. Adaptif, menggunakan pendekatan dan metode yang sesuai dengan kondisi sosial danbudaya masyarakat setempat. Koordinatif, memperkuat jalinan dan sinergisitas stakeholders baik pemerintah, swasta,LSM, perguruan tinggi, masyarakat dan lembaga terkait lainnya dalam perencanaanpembangunan. Demokratis, menghormati dan menghargai perbedaan pendapatan, terbuka menerimakritik, musyawarah dan mufakat. Edukatif, membangun masyarakat pembelajar melalui silang informasi, pengetahuan,pengalaman, dan teknologi. 9. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAMPERENCANAAN PEMBANGUNANPartisipasi masyarakat adalah keikutsertaan masyarakatuntuk mengakomodasi kepentingan mereka dalam prosespenyusunan rencana pembangunan( Penjelasan Pasal 2 ayat 4 huruf d UU No 25/2004 )Masyarakat adalah orang-perseorangan, kelompok orangtermasuk masyarakat hukum adat atau badan hukum yangberkepentingan dengan kegiatan dan hasil pembangunan baiksebagai penanggung biaya, pelaku, penerima manfaat,maupun penanggung resiko( Penjelasan Pasal 2 ayat 4 huruf d UU No 25/2004 ) 10. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAANPEMBANGUNANMeningkatkan kesadaran untuk melibatkan diri dalam pengelolaanpembangunan baik pada tahap perancanaan, pelaksanaan danpengawasan maupun pemilikan dan pengembangan.Memberikan masukan dan kritik yang membangun kepada pemerintahdesa.Memenuhi kewajiban sebagai warga desa atas segala peraturan atauketentuan yang berlaku atau didasarkan atas kesepakatan bersama.Turut memiliki, merawat dan mengembangkan hasil-hasilpembangunan desa.Menjaga dan melestarikan nilai, norma dan adat-istiadat desa.Menggunakan hak-hak sebagai warga desa. 11. Tingkat PartisipasiSherry R. Arnstein (Suryono, 2001 dan M. Arifin, 2007)merumuskan model tingkat partisipasi yang dikenal dengan 8 anaktangga partisipasi masyarakat (eight rungs on ladder of citizenparticipation); 12. Mengapa partisipasi penting dalam proses pembangunan Partisipasi dalam praktek yang sederhana telah lama terbangun dalam pemahaman, kesadaran dan kehidupanmasyarakat. Partisipasi memungkinkan perubahan yang lebih besar dalam cara berfikir, bersikap dan bertindak manusia. Hal inisulit dilakukan jika perubahan ini hanya dilakukan oleh sebagian kecil atau kelompok tertentu yang tidak terlibatlangsung. Pemecahan permasalahan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh hanya dapat dilakukan melaluiproses interaksi, kerjasama dan berbagi peran. Penggunaan sumber daya dan pelayanan bagi masyarakat tidak dapat tercapai oleh gagasan yang dibangun olehpemerintah atau pengambil kebijakan saja, karena sumber daya pendukung lebih banyak dimiliki oleh individu,kelompok atau organisasi masyarakat. Oleh karena itu, kontribusi dan kerangka mekanisme pelayanan harusmelibatkan masyarakat sebagai pemilik dan pengguna pelayanan itu. Partisipasi merupakan suatu proses pelibatan orang lain terutama kelompok masyarakat yang terkena langsung untukmerumuskan masalah dan mencari solusi secara bersama. Masyarakat memiliki informasi yang sangat penting untuk merencanakan program yang lebih baik, termasuk tujuan,pengetahuan, situasi, struktur sosial dan pengalaman menggunakan teknologi untuk kepentingannya. Masyarakat akan lebih termotivasi untuk berkerja sama dalam program pembangunan, jika ikut terlibat danbertanggungjawab di dalamnya. Dalam kehidupan demokratis, secara umum masyarakat menerima bahwa mereka berhak berpartisipasi dalamkeputusan mengenai tujuan dan harapan yang ingin dicapai. Banyak permasalahan pembangunan dibidang pertanian, kesehatan, ekonomi, pendidikan dan kelembagaan yangtidak mungkin dipecahkan dengan pengambilan keputusan perorangan. Partisipasi kelompok sasaran dalamkeputusan kolektif sangat dibutuhkan. 13. Prinsip-Prinsip PartisipasiKebersamaan : Proses pengaturan yang terjadi dalam masyarakatakan tumbuh melalui kebersamaan, pengorganisasian danpengendalian program pembangunan.Tumbuh dari bawah : Partisipasi merupakan suatu prosespelembagaan yang bersifat bottom-up, dimana berbagaipengalaman yang terjadi dijadikan masukan dalam pengembanganprogram.Kepercayaan dan keterbukaan : Kunci sukses partisipasi adalahmenumbuhkan dan membangun hubungan atas dasar salingpercaya dan keterbukaan, sehingga dapat mendorong hubunganlebih terbuka antara berbagai pihak baik pejabat pemerintah,LSM, swasta dan masyarakat 14. Indikator PartisipasiDalam membantu identifikasi tingkat partisipasi diperlukanalat ukur atau indikator sebagai kunci pernyataan tentanghasil dan harapan dari tujuan yang ditetapkan bersama.Indikator dibabak berdasarkan empat katagori yangmenunjukkan tingkat partisipasi (FADO, 2001P) yaitu;1) Penerima hasil atau pemanfaat program,2) Pelaksanaan proyek,3) Pengaruh proyek atau kontrol partisipan, dan4) Akses terhadap pengambilan keputusan. 15. Jenis Perencanaan Desa 16. PENGERTIANRPJM Desa (Rencana Pembangunan Jangka MenengahDesa/Kelurahan) adalah dokumen perencanaanpembangunan desa/kelurahan untuk periode lima (5) tahunyang memuat penjabaran dari visi, misi, dan program KepalaDesa yang penyusunannya berpedoman pada hasilmusyawarah perencanaan pembangunan desa, memuat arahkebijakan keuangan Desa, strategi pembangunan Desa,kebijakan umum, dan program Satuan Kerja. 17. TAHAPAN PENYUSUN RPJM DESAPenyusunan Rencana* MUSDUS* LOKARYA DESA* MUSRENBANGDESPenetapan Rencana* MUSYAWARAH BPD* PERDES RPJMDes 18. PESERTA PERENCANAAN DESAo Delegasi Dusun/RWo Tiga pilar desa (pemdes, BPD, LPMD)o Tokoh agama, tokoh adato Unsur perempuano Unsur pemudao Unsur keluarga miskin (gakin)o Organisasi kemasyarakatan desa, partai politik yang ada didesao Pengusaha, koperasi, kelompok usaha/pemasaranKelompok tani/ nelayan, PPLo Pelaku pendidikan (Kepala sekolah, Komite sekolah, Guru )o Pelaku kesehatan (Bidan desa, petugas kesehatan/pustu,PLKB)o Unsur pejabat pemerintah kecamatano UPTD yang ada di kecamatan 19. PROSES / ALUR PERENCANAAN DAN PENGANGGARANmusdus musdusPenjaringanMasalah danPotensiLokaryadesaMusdesMusyawarahBPDPERDESRPJMDLokakaryadesa MusdesPer. KadesRKP DesaMusdesMusyawarahBPDAPB DesaPerubahanAPB DesaPerhitunganAPB DesaPELAKSANAAN APB DesaLKPJKADESMUSRENCAMRPTKFORUMSKPDRENJASKPDMUSRENKABRKPDKU APBDPPA SPERDAAPBD IISEKALA DESAPenyusunan draf APB DesaSEKALA KABUPATENRAPBDSIDANGDPRD IIPENGELOMPOKANSEJARAH DESAVISI MISIANALISISSKORING 20. PROSES / ALUR PENYUSUNAN RPJM DESAmusdus musdusPenjaringanMasalah danPotensiLokaryadesaMusdesMusyawarahBPDPERDESRPJMDPENGELOMPOKANSEJARAH DESAVISI MISIANALISISSKORING