persentasi Jka

download persentasi Jka

of 16

  • date post

    17-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    90
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of persentasi Jka

TUGAS MATA KULIAH JALAN KERETA API

PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM RANGKA PEMELIHARAAN DAN REHABILITAS JALAN KERETA API(Study kasus : Lintas Kedungjati-Gundih-Surakarta)Disusun oleh : Rita Ifa Universitas Gajah Mada Yogyakarta 2006

KELOMPOK 7 Priska Kennya P. (03071001090) Z. Kopas B. (03071001078) Rahmatul A . (03071001079) Tuti (03061001031) M. Ahdi (03071001119)

Latar BelakangJalan rel kereta api setiap hari digunakan dengan beban angkutan yang berat. Keausan dan berkurangnya stabilitas Banyak terjadi kerusakkan fisik

Gambaran umum

Jalan rel Lintas Kedungjati-Gundih-Surakarta

Jalur ini dibuat pada tahun 1864 dan sampai saat ini relnya belum pernah diganti dan masih menggunakan tipe rel lama R38Terjadinya penurunan kinerja Hasil analisis menunjukkan kerusakkan yang terjadi 78,7 dengan nilai indek kondisi sebesar 21,3 pada ruas KarangsonoGundih dan ruas Gedangan-Telawa kerusakan yang terjadi 76,75 dengan nilai indek kondisi 23,246. Kedua ruas dikategorikan very poor sehingga perlu segera tindakan perbaikkan dengan skala prioritas pemiliharaan 7 artinya pekerjaan perbaikkan menyeluruh atau rehabilitasi

PembahasanRENCANA PEMELIHARAAN TAHUNANRencana Pemeliharaan Tahunan disusun berdasarkan rencana dalam masa satu tahun. Dalam RPT, pemeliharaan jalan rel dibedakan atas 2 jenis yaitu Perawatan Khusus (PK), dan Perawatan Sempurna (PS).

PEMELIHARAAN JALAN RELPada prinsipnya diarahkan pada 3 hal penting yaitu: 1. Listringan (pelurusan), merupakan kegiatan untuk meluruskan kembali jalan rel di atas sumbunya. 2. Lifting (angkatan), yaitu menaikkan kembali jalan rel ke elevasi awal sebelum terjadinya settlement (penurunan) akibat beban lalu lintas. 3. Tampering ( pemadatan), yaitu pemadatan terhadap balas yang ada di bawah bantalan.

PEMELIHARAAN ALAT PENAMBAT

Untuk jangka waktu tertentu, alat penambat ini diperiksa dan dikencangkan supaya rel tetap tertambat pada bantalan.

PEMELIHARAAN BANTALANKerusakan bantalan jalan rel dapat berupa:

1. Bantalan kayu, berupa pelapukan, pecah, dan timbulnya retak-retak di permukaan kayu. 2. Bantalan beton, berupa timbulnya pecah-pecah terutama pada bagian sudut. 3. Bantalan baja, berupa munculnya karat pada bantalan baja karena factor kelembaban/ cuaca dan retak-retak.

Bantalan yang sudah rusak harus diganti supaya keamanan dan kenyamanan lalu lintas kereta tidak berkurang.

PEMELIHARAAN BALAS

Sifat BalasBalas yang digunakan untuk balas harus memenuhi persyaratan kuat dukung. Agar balas dapat mendukung beban secara optimal maka kondisi balas harus padat.

Kondisi balasBalas tidak boleh mengandung lumpur dan bahan organic lainnya secara berlebihan karena hal ini akan mengurangi kemampuan layanan balas terhadap beban lalu lintas.

Volume balasVolume balas dipengaruhi oleh ketebalan balas terhadap tanah dasar .

PEMELIHARAAN TANAH DASAR (BAAN)Tanah dasar (baan) merupakan hal yang penting untuk mendapatkan perhatian karena tanah dasar merupakan pendukung terhadap semua beban yang ada di atasnya. Untuk itu tanah harus memenuhi persyaratan sebagai pendukung beban yang mampu mendukung semua beban yang adadi atasnya

PEMBUATAN DAN PEMELIHARAAN SALURAN DRAINASESaluran drainase memanjang (selokan) sangat penting untuk menampung aliran air lateral dari dalam tubuh balas untuk selanjutnya dialirkan secara longitudinal mengikuti kemiringan memanjang jalan rel. pembuatan saluran drainase bisa dilakukan

dengan tenaga manusia (regu) dan bisa juga menggunakan alat berat sejenis backhoe.

METODE PEMELIHARAANA. System Manual

1.

2. 3. 4.

Perbaikan track untuk langsir kereta, kegiatan yang dilakukan: a. Pembabatan rumput b. Penggantian bantalan kayu yang rusak c. Penggantial rel yang aus d .Pemecokan dan penambahan batu pecah sebagai balas e. Penggantian sambungan Penggantian jarum wesel Perbaikan drainase di perlintasan Pelebaran sepur

B. Sistem Mekanik Berat 1. 2. 3. Machine Tie Tamper (MTT) High Speed Ballast Profiling (SSP) Verdichtmaschine (VDM)

KESIMPULAN

1. Pemeliharaan jalan rel merupakan salah satu usaha yang sangat vital karena itu diperlukan rencana yang terjadwal dan terkoordinasi dengan baik. 2. Semakin tinggi frekuensi lalu lintas kereta api, maka tingkat kerusakan akan semakin besar sehingga diperlikan usaha pemeliharaan teliti secara maksimal. 3. Pemeliharaan jalan rel merupakan pekerjaan yang sangat kompleks sehingga dibutuhkan profesionalisme dalam pelaksanaan manajemen yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actualing) dan pengawasan (controlling). 4. Koordinasi dan kerja sama antar setiap wilayah unit yang baik akan menciptakan program kerja yang terencana dan dapat terealisasi sesuai waktu. 5. Kegiatan pemeliharaan sangat tergantung pada lalu lintas kereta api dan tingkat resiko yang tinggi karena itu diperlukan kesabaran dan kehati-hatian agar tidak terjadi kecelakaan. 6. Perawatan dan ketersediaan terhadap alat-alat berat seperti MTT, SSP, VDM sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan hasil kerja maksimal. 7. Perbaikan komponen jalan rel harus dipilih dengan urutan prioritas (paling vital) karena tergantung pada dana yang tersedia.

Ssaran 1. Keandalan alat-alat mekanik seperti PTT, MTT, dan VDM perlu ditingkatkan agar efisiensi makin tinggi sehingga hasil yang didapatkan lebih maksimal. 2. Suku cadang untuk system mekanik harus ada sehingga apabila ada komponen yang rusak dapat segera diperbaiki dan alat dapat beroperasi kembali. 3. Sehubungan pekerjaan yang dilakukan secara manual (tenaga manusia) maka keselamatan pekerja harus diperhatikan. 4. Sumber daya manusia (SDM) perlu ditingkatkan dengan memberikan pelatihan-pelatihan mengenai perbaikan jalan rel (profesionalisme). 5. Komponen jalan rel seperti wesel pada track yang kurang berfungsi dapat ditukarkan dengan wesel pada sepur raya. 6. Komponen yang sudah tidak memenuhi standar untuk sepur raya dapat digunakan kembali untuk track kereta langsir. 7. Perlu pengawasan yang ketat dalam pelaksanaan pemeliharaan jalan rel agar hasil yang didapatkan maksimal dan berkualitas. 8. Mencukupi kekurangan sumber daya manusia.

TERIMA KASIH