Persentasi etika

download Persentasi etika

of 17

  • date post

    04-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    63
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Persentasi etika

1. MANDE RUBIAH 2. RUMAH GADANG MANDE RUBIAHRumah Gadang Mande Rubiah terletak di Kecamatan Lunang Silaut dengan jarak 157 Km dari Kota Painan, dan 3,5 jam dari kotaPadang. Objek Wisata Rumah GadangMande Rubiah diperkirakan sudah ada sejak abad ke 14. pendiriannya memiliki kaitanyang sangat erat dengan Kerajaan Pagaruyuang yang terletak di Batusangkar. Konon dikisahkan ketika terjadi huru-hara di Kerajaan Pagaruyung seorang PutriBundo Kandung yang bernama Putri Salasiah Pinang Masak melarikan diri dan kemudianmembangun isatana di hilir Batang Lunang. Maka sesuai dengan kisah tersebut diyakiniadaya keturunan Mande Rubiah di daerah ini. Latar belakang inilah yang kemudianmenjadi daya tarik wisata budaya sehingga Rumah Gadang ini banyak dikunjungi parawisatawan. Dilakosi ini banyak terdapat peninggalan sejarah yang dianggap keramat olehmasyarakat setempat, diantaranya Tanduak Binauang, Talua Garudo dan berbagai jeniskeris. Disamping itu, anda juga dapat melihat keunikan keuburan Cindua Mato dan BundoKanduang yang telah ada sejak dulunya. Apabila anda berada di lokasi ini, anda bisaberdialog langsung tentang sejarah Bundo Kanduang dengan seorang Mande yangmendiami rumah gadang tersebut yang dipercaya merupakan keturunan Bundo kanduang. 3. TELUR BURUNG GARUDA DI RUMAH MANDE RUBIAH Rumah Gadang Mande Rubiah di Nagari Lunang,KecamatanLunang Silaut Kabupaten Pesisir Selatan memiliki keunikkantersendiri.Karena salah satu tonggak di rumah gadang itu dapatmengeluarkan air. Hal ini telah berlangsung sejak dahulu-dahulunya. Masyarakat percaya bahwa air yang keluar daritonggak rumah gadang Mande Rubiah ini dapat mengobatiberbagai macam penyakit.Sampai sekarang tidak sedikit orangyang datang kerumah gadang Mande rubiah ini dengan maksudyang demikian.Disamping itu Mande Rubiah sendiri dipercaya sebagai seorangyang sakti mandraguna (orang bertuah).Jadi diantara merakayang datang ke rumah gadang mande Rubiah ini bukan sajaorang yang ingin berobat, tetapi mereka juga mempercayai jikamereka punya suatu hajat dan menghajatkannya ketikameminum air yang keluar dari tonggak Rumah gadang mandeRubiah ini maka Insya Allah hajat itu akan tercapai. 4. NAZAR DI RUMAH MANDE RUBIAH Setelah penyakit seseorang itu sembuh atau hajatnyatercapai,biasanya orang itu kembali lagi ke rumah gadang mandeRubiah,katanya untuk membayar nazar,karena dahulu merekabernazar jika penyakitnya sembuh atau hajatnya tercapai merekaakan berdoa di rumah gadang Mande Rubiah ini.Jika anda tertarik untuk ke Lunang,entah bermaksud untukberobat atau berhajat atau hanya sekedar untuk berjalan-jalan,melihat-lihat kuburan tua yang ada disekitar komplekRumah gadang Mandeh Rubiah ini,yang dipercaya sebagaikuburan Raja Pagaruyung dan pengikutnya.Dengan senang hatiTitisan Mande Rubiah yang tinggal di Rumah Gadang tersebutakan menjawab pertanyaan anda.Disamping itu anda juga dapat melihat benda-benda pusakaminagkabau lainnya,juga sebuah telur besar talua garudo (telurburung garuda) yang tak ada duanya. 5. Batas Wilayah Di timur berbatasan dengan Kabupaten Kerinci, Jambi dan di baratdengan Samudera Hindia. Di utara dengan Kecamatan Basa IV Balai dan diselatan dengan Provinsi BengkuluNagari-nagari di Lunang Silaut Ada 5 nagari di Kecamatan Lunang Silaut : Lunang Utara, Lunang,Lunang Selatan, Lunang Barat dan SilautSedangkan berikut adalah : 1. Tanjung Makmur 2. Taman Makmur 3. MekarSari 4. Suka Maju 5. Silaut 6. Sindang 7. Tanjuang Baringin 8. Talang Sari 9.Tanjung Sari 10. Lunang 11. Bukit Tapuih 12. Kumbuang 6. SEJARAH MANDE RUBIAH Di Lunang ini terdapat keluarga Mande Rubiah yang dipercayamerupakan keturunan Bundo Kanduang, seorang raja perempuanMinangkabau (abad 16) yang menyelamatkan diri dari musuhnya yangmenyerang Pagaruyung dari Timur. Ia menyelamatkan diri bersama anak danmenantunya ke daerah ini. Hingga kini masih didapati makam keluargaKerajaan Pagaruyung di nagari Lunang dan juga sebuah rumah gadang yangtak lain adalah istana Bundo Kanduang.Di Lunang ini mayoritas didiami oleh pecahan Suku Malayu yang secarahistoris merupakan keturunan dari pendatang dari Sungai Pagu dan daerahlain di sekitar Lunang. Selain itu juga terdapat Suku Caniago di nagari ini.adapun nama-nama suku di Nagari Lunang adalah : Malayu, Malayu GadangRantau Kataka, Malayu Gadang Kumbuang, Malayu Durian/Rajo, MalayuKecik, Malayu Tangah, Caniago Patih dan Caniago mangkuto.Mande Rubiah sekarang bernama kecil Rakinah. suami beliau bernamaSuhardi sutan Indera (suku Malayu Gadang Rantau Kataka) dan 7 orang anak(6 Putera dan 1 Puteri) ; Mar Alamsyah Sutan Daulat, SSTP,Zulrahmansyah,D.Rajo Mudo,SS, Noval Nofriansyah, Marwansyah,Zaitulsyah, Heksa Rasudarsyah, Naura Puti kabbarasti.Di zaman kekuasaan Inderapura, nagari Lunang berada dibawah penguasaanInderapura. 7. Potensi Lunang Lunang berpotensi menjadi daerah tujuan wisata sejarah danbudaya di Sumatera Barat dengan dijadikannya rumah gadang MandeRubiah sebagai museum oleh Pemerintah Daerah Pesisir Selatan.Juga dilakukan pemugaran terhadap situs-situs sejarah di Lunang.Selain itu dari segi ekonomi, Lunang berpotensi karena lahanperkebunan kelapa sawit di daerah transmigran Lunang Silaut. 8. LEGENDA KERAJAAN MANDE RUBIAH Kerajaan yang disebut-sebut sebagai pewaris tahta BundoKanduang yang dikenal sebagai Raja Perempuan Pagarruyung yangpaling termasyhur dan melegenda di tengah-tengah masyarakatMinangkabau.Hubungan antara dua kerajaan besar ini diungkapkan dalam KabaCindua Mato yang sama melegendanya dengan Bundo Kanduang.Menurut cerita rakyat Minangkabau itu, disaat terjadi pertempuran hebatantara Pagarruyung dengan Kerajaan Singiang-Ngiang (selama lebihkurang 23 tahun), Bundo Kanduang dengan beberapa pengikutnyamengirab (terbang) ke langit. Bahasa itu tentu hanyalah sebagai kiasandari kenyataan yang sebenarnya bahwa Bundo Kanduang melarikan dirike Nagari Lunang dan mendirikan sebuah kerajaan kecil di daerah itu.Untuk menyembunyikan identitasnya, Bundo Kanduang menukarnamanya dengan Mande Rubiah, yang kata awal bahasa itu dalambahasa Minangkabau memiliki makna yang sama. 9. Bundo Kanduang bagi banyak ahli sejarah tetap sajasebagai tokoh yang misterius keberadaannya. Hal ini bisa jadikarena Minangkabau sebelum Islam masuk ke daerah initidak mengenal tradisi menulis, sehingga sejarah hanyadiwariskan secara lisan dari mulut kemulut. Tidak hanyaitu, tetapi sejarah pun dibungkus dalam bentuk cerita yangdisebut di Ranah Minang sebagai Kaba. Berbagai kisahsemisal asal keturunan Minangkabau dari IskandarZulkarnain (Alexander Agung). Dalam Tambo Minangkabaudisebutkan bahwa Iskandar Zulkarnain memiliki tiga oranganak laki-laki. Ketiga orang anak ini adalah MaharajaAlif, Maharaja Dipang dan Maharaja Diraja. Anak IskandarZulkarnain yang terakhir ini datang kedaratan Minangkabausewaktu Gunung Marapi masih sebesar telur itik. MaharajaDiraja inilah yang kemudian dipercayai sebagai nenekmoyang orang Minangkabau. 10. Di Lunang juga terdapat komplek makam Bundo Kanduang, DangTuanku, Puti Bungsu, Cindua Mato dan beberapa pengikutnya.Kuburan Bundo Kanduang, Dang Tuanku, Puti Bungsu danbeberapa orang pengikutnya terletak dalam satu komplek.Sementara itu kuburan Cindua Mato terpisah hampir satukilometer dari komplek makam Bundo Kanduang. Entah mengapamakam Cindua Mato terpisah dari komplek makam yang BundoKanduang, yang penting semua makam manusia-manusia yangsering dijumpai dalam mitos Minangkabau itu sama-samadikeramatkan.Yang juga sangat menarik bagi pengunjung adalah nisan-nisan disetiap kuburan itu yang unik. Nisan yang tidak biasanya dijumpaidi Minangkabau itu khabarnya didatangkan dari Aceh, makanyaorang-orang setempat juga menyebutnya sebagai Nisan Aceh.Bentuk nisan itu seperti penggada Bima yang sering dijumpai difilm-film. Mempunyai ukiran yang tidak terpikirkan oleh manusiasekarang bagaimana cara orang-orang dimasa ratusan tahun laluitu membuatnya. 11. Bundo Kanduang, yang kemudian berganti nama menjadiMande Rubiah, sampai sekarang tahta kebesarannya masihberlanjut hingga Mande Rubiah VII. Keberadaan Mande Rubiahsebagai penerus kebesaran Bundo Kanduang diakui di tengah-tengah masyarakat tidak hanya di Nagari Lunang, akan tetapisampai ke daerah-daerah yang pernah dipengaruhi olehkekuasaan Minangkabau seperti Indopuro, Muko-Muko(Bengkulu), Jambi, dan Palembang. Bahkan sampai sekarangmasih ada masyarakat dari Air Bangis, yang mencari nenekmoyang mereka ke Nagari Lunang.Mande Rubiah VII, sebagai pewaris tahta Bundo Kanduangmenjadi pemimpin bagi masyarakat, tidak hanya secarasimbolik tapi berlaku dalam berbagai kegiatan adat, agama,bahkan pemerintahan. Dalam tataran adat, Mande Rubiah VIIyang melantik atau mensyahkan penghulu nan salapan(pimpinan adat). Selain itu Mande Rubiah VII juga memberikankeputusan akhir tentang apa yang dimusyawarahkan olehpimpinan adat. Bila Mande Rubiah VII setuju makakeputusanberlaku, bila keputusan itu kurang berkenan di hati MandeRubiah VII, maka keputusan harus ditinjau ulang kembali. 12. Jejak-jejak sejarah yang ditinggalkan BundoKanduang di Kerajaan Mande Rubiah, selainpeninggalan-peninggalan kuno yang ada di istana seperti;manuskrip, senjata-senjata, dan alat-alat rumah tanggakerajaan yang telah berusia ratusan tahun, di sekitarkomplek Istana Mande Rubiah juga dapat ditemukankuburan para tokoh yang melegenda di Minangkabau(Bundo Kanduang, Dang Tuanku, Rajo Mudo, PutiBungsu, dan Cindua Mato). Namun yang terpenting jejakyang ditinggalkan Bundo Kanduang di Nagari Lunangadalah pengaruh Mande Rubiah di tengah-tengahmasyarakat yang semakin mengukuhkan bahwa beliaubenar-benar sebagai penerus kebesaran tahta RatuMinangkabau. 13. FOTO- FOTO RUMAH MANDE RUBIAH 14. SEKIAN DAN TERIMA KASIH