Permintaan Dan Penawaran

of 24 /24
PENGANTAR ILMU EKONOMI TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN Disusun Oleh : NAMA: FAISAL HERNAWAN NIM : 125100301111064 KELAS : P JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 1

description

PENGANTAR ILMU EKONOMI TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARANDisusun Oleh :NAMA NIM KELAS: FAISAL HERNAWAN : 125100301111064 :PJURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 20121TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARANA. Definisi Permintaan Dan Penawaran Dalam ekonomi terdapat permintaan dan penawaran yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permint

Transcript of Permintaan Dan Penawaran

Page 1: Permintaan Dan Penawaran

PENGANTAR ILMU EKONOMI

TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Disusun Oleh :

NAMA : FAISAL HERNAWAN

NIM : 125100301111064

KELAS : P

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANFAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYAMALANG

2012

1

Page 2: Permintaan Dan Penawaran

TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

A. Definisi Permintaan Dan Penawaran

Dalam ekonomi terdapat permintaan dan penawaran yang saling bertemu dan

membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang).

Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas

yang saling mempengaruhi satu sama lain.

a. Permintaan (Demand)

Permintaan adalah sejumlah barang yang akan dibeli atau diminta pada tingkat

harga tertentu dan dalam waktu tertentu.

Masyarakat selaku konsumen harus membeli barang atau jasa keperluannya di

pasar, keadaan ini mengandaikan bahwa barang atau jasa itu memiliki tingkat

harga tertentu. Ada berbagai macam harga di pasar selanjutnya mengandaikan

adanya kondisi yang mempengaruhi. Jadi permintaan adalah jumlah barang atau

jasa yang dibeli dalam berbagai situasi dan tingkat harga.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat permintaan, yaitu :

1. Selera konsumen

Selera konsumen terhadap barang dan jasa dapat memengaruhi jumlah

barang yang diminta. Jika selera konsumen terhadap barang tertentu meningkat

maka permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat pula. Misalnya,

sekarang ini banyak orang yang mencari hand phone yang dilengkapi fasilitas

musik dan game, karena selera konsumen akan barang tersebut tinggi maka

permintaan akan handphone yang dilengkapi musik dan game akan meningkat.

2. Harga Barang Subtitusi (Pengganti)

Harga barang dan jasa pengganti (substitusi) ikut memengaruhi jumlah

barang dan jasa yang diminta. Apabila harga dari barang substitusi lebih murah

maka orang akan beralih pada barang substitusi tersebut. Akan tetapi jika harga

barang substitusi naik maka orang akan tetap menggunakan barang yang

semula. Contohnya kaos adalah pengganti kemeja. Jika di pasar harga kaos

lebih murah dibandingkan kemeja, maka permintaan akan kaos lebih banyak

bila dibandingkan permintaan terhadap kemeja.

3. Harga Barang Komplementer (Pelengkap)

Barang pelengkap juga dapat memengaruhi permintaan barang/jasa.

Misalnya sepeda motor, barang komplementernya bensin. Apabila harga

2

Page 3: Permintaan Dan Penawaran

bensin naik, maka kecenderungan orang untuk membeli sepeda motor akan

turun, begitu juga sebaliknya.

4. Pendapatan

Besar kecilnya pendapatan yang diperoleh seseorang turut menentukan

besarnya permintaan akan barang dan jasa. Apabila pendapatan yang diperoleh

tinggi maka permintaan akan barang dan jasa juga semakin tinggi. Sebaliknya

jika pendapatannya turun, maka kemampuan untuk membeli barang juga akan

turun. Akibatnya jumlah barang akan semakin turun. Misalnya pendapatan Ibu

Tia dari hasil dagang minggu pertama Rp200.000,00 hanya dapat untuk

membeli kopi 20 kg. Tetapi ketika hasil dagang minggu kedua Rp400.000,00,

Ibu Tia dapat membeli kopi sebanyak 40 kg.

5. Intensitas Kebutuhan Konsumen

Intensitas kebutuhan konsumen berpengaruh terhadap jumlah barang

yang diminta. Kebutuhan terhadap suatu barang atau jasa yang tidak

mendesak, akan menyebabkan permintaan masyarakat terhadap barang atau

jasa tersebut rendah. Sebaliknya jika kebutuhan terhadap barang atau jasa

sangat mendesak maka permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa

tersebut menjadi meningkat, misalnya dengan meningkatnya curah hujan maka

intensitas kebutuhan akan jas hujan semakin meningkat. Konsumen akan

bersedia membeli jas hujan hingga Rp25.000,00 walaupun kenyataannya harga

jas hujan Rp15.000,00.

6. Perkiraan Harga di Masa Depan

Apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan naik maka

konsumen cenderung menambah jumlah barang yang dibeli karena ada

kekhawatiran harga akan semakin mahal. Sebaliknya apabila konsumen

memperkirakan bahwa harga akan turun, maka konsumen cenderung

mengurangi jumlah barang yang dibeli. Misalnya ada dugaan kenaikan harga

bahan bakar minyak mengakibatkan banyak konsumen antri di SPBU (Stasiun

Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk mendapatkan bensin atau solar yang

lebih banyak.

7. Jumlah Penduduk

Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang

diminta. Jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka

barang yang diminta akan meningkat.

3

Page 4: Permintaan Dan Penawaran

b. Penawaran (supply)

Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga

tertentu dan waktu tertentu. Dalam rangka menjawab kebutuhan konsumen, pihak

produssen menyediaakan berbagai barang dan jasa. Barang dan jasa hasil produksi

ini kemudian dijual kepada konsumen menurut tingkat harga tertentu. Permintaan

bersangkut paut dengan pembelian dan pemakaian, sedangkan penawaran

bersangkut paut dengan penyediaan dan penjualan. Jadi penawaran adalah jumlah

barang dan jasa yang tersedia untuk dijual pada tingkat harga dan situasi.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran, yaitu :

1. Harga barang itu sendiri

Apabila harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan, maka

jumlah barang yang ditawarkan juga akan meningkat. Sebaliknya jika barang

yang ditawarkan turun jumlah barang yang ditawarkan penjual juga akan turun.

Misalnya jika harga sabun mandi meningkat dari Rp1.500,00 menjadi

Rp2.000,00, maka jumlah sabun mandi yang penjual tawarkan akan meningkat

pula.

2. Harga Barang Pengganti

Apabila harga barang pengganti meningkat maka penjual akan

meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual berharap, konsumen

akan beralih dari barang pengganti ke barang lain yang ditawarkan, karena

harganya lebih rendah. Contohnya harga kopi meningkat menyebabkan harga

barang penggantinya yaitu teh lebih rendah, sehingga penjual lebih banyak

menjual teh.

3. Biaya Produksi

Biaya produksi berkaitan dengan biaya yang digunakan dalam proses

produksi, seperti biaya untuk membeli bahan baku, biaya untuk gaji pegawai,

biaya untuk bahan-bahan penolong, dan sebagainya. Apabila biaya-biaya

produksi meningkat, maka harga barang-barang diproduksi akan tinggi.

Akibatnya produsen akan menawarkan barang produksinya dalam jumlah yang

sedikit. Hal ini disebabkan karena produsen tidak mau rugi. Sebaliknya jika

biaya produksi turun, maka produsen akan meningkatkan produksinya. Dengan

demikian penawaran juga akan meningkat.

4. Kemajuan Teknologi

Kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya

barang yang ditawarkan. Adanya teknologi yang lebih modern akan

4

Page 5: Permintaan Dan Penawaran

memudahkan produsen dalam menghasilkan barang dan jasa. Selain itu dengan

menggunakan mesin-mesin modern akan menurunkan biaya produksi dan akan

memudahkan produsen untuk menjual barang dengan jumlah yang banyak.

Misalnya untuk menghasilkan 1 kg gula pasir biaya yang harus dikeluarkan

oleh perusahaan Manis sebesar Rp4.000,00. Harga jualnya sebesar

Rp7.500,00/kg. Namun dengan menggunakan mesin yang lebih modern,

perusahaan Manis mampu menekan biaya produksi menjadi Rp3.000,00.

Harga jual untuk setiap 1 kilogramnya tetap yaitu Rp7.500,00/kg. Dengan

demikian perusahaan Manis dapat memproduksi gula pasir lebih banyak.

5. Pajak

Pajak yang merupakan ketetapan pemerintah terhadap suatu produk

sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya harga. Jika suatu barang

tersebut menjadi tinggi, akibatnya permintaan akan berkurang, sehingga

penawaran juga akan berkurang.

6. Perkiraan Harga di Masa Depan

Perkiraan harga di masa datang sangat memengaruhi besar kecilnya

jumlah penawaran. Jika perusahaan memperkirakan harga barang dan jasa

naik, sedangkan penghasilan masyarakat tetap, maka perusahaan akan

menurunkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Misalnya pada saat

krisis ekonomi, harga-harga barang dan jasa naik, sementara penghasilan

relatif tetap. Akibatnya perusahaan akan mengurangi jumlah produksi barang

dan jasa, karena takut tidak laku.

B. Hukum Permintaan Dan Penawaran

1. Hukum Permintaan

Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan

yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta.

Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah

jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan

berbunyi:

“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang

bersedia diminta. Dan sebaliknya, semakin naik tingkat harga, maka semakin

sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”

5

Page 6: Permintaan Dan Penawaran

500400300200100

0

500 1000 1500 2000

P

Q

P

1000800600400200

0

10 30 50 70 90Q

Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum

permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak

berubah (dianggap tetap).

Kurva permintaan

2. Hukum Penawaran

Hukum penawaran adalah hukum yang menjelaskan tentang keterkaitan antara

jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Semakin tinggi harga,

jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya semakin rendah

harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Dengan demikian

hukum penawaran berbunyi :

“Semakin tinggi tingkat harga, semakin banyak barang yang ditawarkan.

Sebaliknya, apabila semakin turun tingkat harga, maka semakin sedikit

barang yang ditawarkan.”

Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi

penawaran tidak berubah (ceteris paribus).

C. Fungsi Permintaan Dan Penawaran

6

Page 7: Permintaan Dan Penawaran

1. Fungsi Permintaan

Fungsi Permintaan adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara

jumlah suatu barang yang diminta dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

fungsi permintaan adalah suatu kajian matematis yang digunakan untuk

menganalisa perilaku konsumen dan harga. Fungsi permintaan mengikuti hukum

permintaan yaitu apabila harga suatu barang naik maka permintaan akan barang

tersebut juga menurun dan sebaliknya apabila harga barang turun maka permintaan

akan barang tersebut meningkat. jadi hubungan antara harga dan jumlah barang

yang diminta memiliki hubungan yang terbalik, sehingga gradien dari fungsi

permintaan (b) akan selalu negatif.

Bentuk umum fungsi permintaan dengan dua variabel adalah sebagai beriut :

Qd = a – bPd    atau  Pd = -1/b ( -a + Qd)

dimana :

a dan b = konstanta, dimana b harus bernilai negatif

b = ∆Qd / ∆Pd

Pd = adalah harga barang per unit yang diminta

Qd = adalah banyaknya unit barang yang diminta

Syarat, P  ≥  0, Q ≥  0

Contoh soal tentang fungsi permintaan :

Pada saat harga jeruk Rp. 5.000/Kg permintaan akan jeruk tersebut sebanyak 

1000Kg, tetapi pada saat harga jeruk meningkat menjadi Rp. 7.000/Kg permintaan

akan jeruk menurun menjadi  600Kg,  buatlah fungsi permintaannya ?

Pembahasan :

Dari soal diatas diperoleh data :

P1 = Rp. 5000 Q1= 1000kg

P2= Rp. 7000 Q2= 600kg

untuk  menentukan fungsi permintaannya maka digunakan rumus persamaan garis

melalui dua titik, yakni :

y - y1 = x - x1

y2-y1 x2-x1

dengan mengganti x = Q dan y = P maka didapat

P - P1 = Q - Q1

7

Page 8: Permintaan Dan Penawaran

P2-P1 Q2-Q1

masukan data diatas kedalam rumus :

P - 5000 = Q- 1000

7000-5000 600-1000

P - 5000 = Q - 1000

2000 -400

P – 5000 (-400) = Q – 1000 (2000)

-400 P +2000000 = 2000 Q – 2000000

2000 Q = 2000000 + 2000000 – 400 P

Q = 4000000 – 400 P

2000

Q = 2000 – 0,2 P

Jadi Dari kasus diatas diperoleh fungsi permintaan Qd = 2000 – 0,2P

2. Fungsi Penawaran

Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan harga

barang di pasar dengan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen. Fungsi

penawaran digunakan oleh produsen untuk menganalisa kemungkinan banyak

barang yang akan diproduksi. Menurut hukum penawaran bila harga barang naik,

dengan asumsi cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap), maka jumlah

barang yang ditawarkan akan naik, dan sebaliknya apabila harga barang menurun

jumlah barang yang ditawarkan juga menurun. jadi dalam fungsi penawaran antara

harga barang dan jumlah barang yang ditawarkan memiliki hubungan positif,

karenanya gradien (b) dari fungsi penawaran selalu positif.

Bentuk umum dari fungsi penawaran linear adalah sebagai berikut:

Qs = a + bPs

Dimana

a dan b = adalah konstanta, dimana b harus bernilai positif

b = ∆Qs/ ∆Ps

Ps = adalah harga barang per unit yang ditawarkan

Qs = adalah banyaknya unit barang yang ditawarkan

8

Page 9: Permintaan Dan Penawaran

Ps≥ 0, Qs≥ 0

Contoh soal tentang fungsi penawaran

Pada saat harga durian Rp. 3.000 perbuah toko A hanya mampu menjual Durian

sebanyak 100 buah, dan pada saat harga durian Rp. 4.000 perbuah toko A mampu

menjual Durian lebih banyak menjadi 200 buah. dari kasus tersebut buatlah fungsi

penawarannya ?

Pembahasan :

dari soal diatas diperoleh data sebagai berikut :

P1 = Rp. 3000 Q1 = 100 buah

P2 = Rp. 4000 Q2 = 200 buah

masukan data-data diatas kedalam rumus persamaan linear a:

P – P1 = Q – Q1

P2-P1 Q2-Q1

P – 3000 = Q – 100

4000-3000 200-100

P – 3000 = Q – 100

1000 100

100 (P – 3000) = 1000 (Q – 100)

100 P –300000 = 1000 Q – 100000

1000 Q = 100 P – 300000 + 100000

Q = 100 P – 200000

1000

Q = 0,1 P – 200

Jadi dari kasus diatas diperoleh Fungsi penawaran : Qs = 0,1Pd – 200

D. Macam Permintaan Dan Penawaran

Permintaan dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, antara lain permintaan

berdasarkan daya beli dan jumlah subjek pendukung.

a. Permintaan Menurut Daya Beli

9

Page 10: Permintaan Dan Penawaran

Berdasarkan daya belinya, permintaan dibagi menjadi tiga macam, yaitu

permintaan efektif, permintaan potensial, dan permintaan absolut.

1. Permintaan efektif adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang atau

jasa yang disertai dengan daya beli atau kemampuan membayar. Pada

permintaan jenis ini, seorang konsumen memang membutuhkan barang itu dan

ia mampu membayarnya.

2. Permintaan potensial adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang

dan jasa yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk membeli, tetapi belum

melaksanakan pembelian barang atau jasa tersebut. Contohnya Pak Luki

sebenarnya mempunyai uang yang cukup untuk membeli kulkas, namun ia

belum mempunyai keinginan untuk membeli kulkas.

3. Permintaan absolut adalah permintaan konsumen terhadap suatu barang atau

jasa yang tidak disertai dengan daya beli. Pada permintaan absolut konsumen

tidak mempunyai kemampuan (uang) untuk membeli barang yang diinginkan.

Contohnya Hendra ingin membeli sepatu olahraga. Akan tetapi uang yang

dimiliki Hendra tidak cukup untuk membeli sepatu olahraga. Oleh karena itu

keinginan Hendra untuk membeli sepatu olahraga tidak bisa terpenuhi.

b. Permintaan Menurut Jumlah Subjek Pendukungnya

Berdasarkan jumlah subjek pendukungnya, permintaan terdiri atas permintaan

individu dan permintaan kolektif.

1. Permintaan individu

Permintaan individu adalah permintaan yang dilakukan oleh seseorang untuk

memenuhi kebutuhan hidupnya

2. Permintaan kolektif

Permintaan kolektif atau permintaan pasar adalah kumpulan dari permintaan-

permintaan perorangan/individu atau permintaan secara keseluruhan para

konsumen di pasar.

Adapun beberapa macam penawaran. Apabila ditinjau dari barang yang ditawarkan,

penawaran dibagi menjadi 2 macam, yaitu penawaran perorangan dan penawaran

kolektif.

1. Penawaran Perorangan (individu)

Penawaran individu adalah jumlah barang yang akan dijual oleh seorang penjual.

2. Penawaran Kolektif

10

Page 11: Permintaan Dan Penawaran

Qd

E

P

Pe

Q

Qs

Qe

Penawaran kolektif disebut juga penawaran pasar. Penawaran kolektif adalah

keseluruhan jumlah suatu barang yang ditawarkan oleh penjual di pasar.

Penawaran pasar merupakan penjumlahan dari keseluruhan penawaran perorangan.

E. Keseimbangan Permintaan Dan Penawaran

Harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada

titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan

kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli

(konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang

ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik

keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak

penjual dalam menentukan harga.

Dengan kata lain Harga keseimbangan adalah harga dimana baik konsumen

maupun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang

dikonsumsi atau dijual. Permintaan sama dengan penawaran. Jika harga dibawah

harga keseimbangan, terjadi kelebihan permintaan. Sebab permintaan akan meningkat,

dan penawaran menjadi berkurang. Sebaliknya jika harga melebihi harga

keseimbangan, terjadi kelebihan penawaran. Jumlah penawaran meningkat, jumlah

permintaan menurun.

Keseimbangan harga : Qd = Qs

Qd : jumlah permintaan

Qs : jumah penawaran

E : titik keseimbangan

Pe : harga keseimbangan

Qe : jumlah keseimbangan

11

Page 12: Permintaan Dan Penawaran

F. Surplus Ekonomi

Dasar pendekatan yang digunakan untuk analisis pasar adalah marjinalis

(marginalism approach) yang mengatakan bahwa keputusan dalam memproduksi atau

mengkonsumsi ditentukan oleh berapa besar tambahan pendapatan atau manfaat dari

unit terakhir barang yang diproduksi atau dikonsumsi. Konsekuensi dari pemikiran ini

bagi produsen adalah dia tidak menetapkan harga yang sama untuk setiap jumlah

penjualan. Contoh kasus pada penjualan mobil, satu unit mobil pertama dijual dengan

harga Rp.82 juta, sedangkan unit kedua baru akan dijual jika harganya Rp.84 juta dan

seterusnya. Sebaliknya bagi konsumen satu unit pertama bersedia membeli dengan

harga Rp.199juta. Tetapi untuk unit selanjutnya, konsumen hanya mau membeli

dengan harga dibawah harga unit pertama,yaitu Rp. 198juta. Alasannya tambahan

manfaat dari tambahan pemakaian mobil telah menurun.

Pada saat keseimbangan, konsumen membayar mobil yang dibeli jauh lebih

sedikit dibanding kesediaan membayar. Sebaliknya produsen menerima uang lebih

banyak dari yang sebenarnya mereka harapkan. Apa yang dialami konsumen disebut

surplus konsumen (consumer surplus) yaitu selisih antara jumlah yang konsumen

sedia bayarkan dengan yang harus dibayar. Surplus konsumen mencerminkan suatu

keuntungan lebih yang dinikmati oleh konsumen tertentu berkenaan dengan tingkat

harga pasar suatu barang. Sedangkan untuk produsen disebut surplus produsen

(producer surplus), yaitu selisih antara jumlah yang diterima dengan yang mereka

harapkan untuk dibayar. Surplus produsen mencerminkan suatu keuntungan lebih

yang dinikmayti oleh produsen tertentu berkenaan dengan tingkat harga pasar suatu

barang yang ditawarkannya.

Teori surplus ekonomi sangat bermanfaat dalam menganalisis dampak campur

tangan pemerintah. Campur tangan pemerintah dianggap makin buruk bila total

kehilangan surplus ekonomi (suplus produsen + surplus konsumen) makin besar.

Kasus seperti ini disebut deadweight loss.

G. Kegagalan Pasar

Kegagalan pasar(market failure) adalah situasi di mana pasar gagal

mengalokasikan sumber daya secara efisien. Ketika pasar mengalami kegagalan,

pemerintah dapat melakukan intervensi untuk mendorong terciptanya efisiensi dan

keadilan.

Pasar dapat menjadi alokasi sumber daya yang efisien bila asumsi-asumsinya

terpenuhi, antara lain pelaku bersifat rasional, memiliki informasi sempurna, pasar

12

Page 13: Permintaan Dan Penawaran

berbentuk persaingan sempurna, dan barang bersifat privat. Sayangnya, kenyataannya

asumsi-asumsi ideal tersebut sulit terpenuhi di dunia nyata. Sebagai akibatnya

terjadilah kegagalan pasar di mana pasar gagal menjadi alat alokasi yang efisien.

Penyebab kegagalan tersebut antara lain:

1. Informasi tidak sempurna (incomplete information)

Pada kenyataannya kita tidak pernah tahu persis tentang kualitas barang yang

digunakan. Ketika ingin membeli mobil bekas, seseorang yang kurang memahami

seluk-beluk mobil bekas dapat menyewa montir mobil yang dapat dipercaya.

Perusahaan yang ingin merekrut calon pegawai kadang-kadang terpaksa memakai

jasa konsultan.

2. Daya monopoli (monopoly power)

Asumsi pasar persaingan sempurna adalah produsen begitu banyak dan kecil-

kecil sehingga secara individu tidak mampu mempengaruhi pasar. Dengan kondisi

demikian para produsen dalam memasok barang bereferensi pada harga yang

berlaku di pasar, sehingga mereka hanya menjadi price taker. Akan tetapi

kenyataannya sering terjadi dalam pasar hanya ada satu (monopoli) atau beberapa

produsen (oligopoli). Mereka dapat mempengaruhi pasar dengan menentukan

tingkat harga (price setter). Mereka bisa saja memproduksi barang dengan jumlah

yang sedikit dengan harga yang tinggi (jika dibandingkan dengan kuantitas dan

harga keseimbangan).

3. Eksternalitas (externality)

Eksternalitas adalah keuntungan atau kerugian yang dinikmati atau diderita

pelaku ekonomi sebagai akibat tindakan pelaku ekonomi yang lain, tetapi tidak

dapat dimasukkan dalam perhitungan biaya secara normal. Sebagai contoh, pabrik

tapioka yang membuang limbahnya ke sungai. Kerugian yang diderita masyarakat

sekitarnya tidak masuk dalam perhitungan biaya produksi pabrik tapioka.

Akibatnya, walaupun biaya produksi tapioka menjadi murah (tidak perlu investasi

fasilitas pengolahan limbah), secara ekonomis biayanya mahal. Sebagian biaya itu

ditanggung masyarakat dalam bentuk biaya sosial (social cost)

4. Barang publik (public goods)

Dalam kehidupan nyata, ada barang-barang yang bersifat non-rivalry, non-

exclusive (atau non-excludable), dan non divisible. Barang-barang tersebut disebut

barang publik (public goods). Contoh barang publik adalah trotoar. Trotoar

bersifat non-rivalry, artinya bila seseorang berjalan di atasnya maka tidak akan

merugikan atau mengurangi kesempatan orang lain untuk berjalan di atasnya.

13

Page 14: Permintaan Dan Penawaran

Bersifat non-exclusive artinya siapa saja dapat menggunakannya dan kita tidak

bisa mencegah orang lain untuk menggunakannya. Bersifat non-divisible artinya

trotoar tersebut tidak dapat dibagi-bagi, setiap orang dapat menggunakan trotoar

tersebut seutuhnya. Barang publik sering menimbulkan fenomena pendomplengan

(free rider), yaitu mereka yang menikmatinya tanpa membayar. Bila swastayang

menyediakan barang publik maka mereka dapat mengalami kerugian akibat free

rider tersebut. Oleh karena itu biasanya barang publik disediakan oleh pemerintah.

5. Barang altruisme (altruism good)

Barang altruisme adalah barang yang ketersediaannya berdasarkan suka rela,

contohnya ialah darah, ginjal dan organ tubuh manusia lainnya. Supply darah ada

karena murni rasa kemanusiaan. Apabila barang ini diserahkan kepada mekanisme

pasar maka tidak akan terbentuk pasar karena aspek supply-nya bertentangan

dengan ajaran agama. Bahkan sekalipun harga sebuah ginjal begitu mahal, kita

tidak dapat menemukan perusahaan yang kegiatannya adalah menjual ginjal dan

organ-organ tubuh lainnya dengan berorientasi profit. Untuk menangani supply-

demand barang altruisme, pemerintah membentuk PMI (Palang Merah Indonesia)

atau membuat berbagai regulasi yang mencegah jual-beli organ tubuh secara

ilegal.

H. Intervensi Pemerintah

Kegagalan pasar seringkali menuntut campurtangan (intervensi) pemerintah.

Namun tidak semua campur tangan pemerintah memberikan hasil yang baik,

walaupun tujuannya baik. Tujuan dilakukannya intervensi pemerintah adalah

Menjamin agar kesamaan hak bagi setiap individu dapat tetap terwujud dan

eksploitasi dapat dihindarkan.

Mejaga agar perekonomian dapat tumbuh dan mengalami perkembangan yang

teratur dan stabil.

Mengawasi kegiatan-kegiatan perusahaan, terutama perusahaan besar yang dapat

mempengaruhi pasar, agar mereka tidak menjalankan monopoli yang merugikan.

Menyediakan barang publik untuk kesejahteraan masyarakat.

Mengawasi agar eksternalitas kegiatan ekonomi yang merugikan masyarakat

dapat dihindari atau dikurangi.

14

Page 15: Permintaan Dan Penawaran

Intervensi pemerintah dapat dibagi menjadi 3, yaitu

1. Peranan Alokasi

Peranan alokasi pemerintah sangat dibutuhkan dalam penyediaan barang

publik yang tidak disediakan oleh swasta. Kegiatan mengalokasikan faktor-faktor

produksi bertujuan untuk memuaskan/memenuhi kebutuhan masyarakat yang

tidak bisa dipuaskan oleh mekanisme pasar.

2. Peranan Distribusi

Peranan distribusi ini merupakan peranan pemerintah dalam hal distribusi

pendapatan dan kekayaan. Kegiatan dalam mengadakan redistribusi pendapatan

atau mentransfer penghasilan ini memberikan koreksi terhadap distribusi

penghasilan yang ada di masyarakat.

Pemerintah dapat merubah distribusi penghasilan masyarakat baik secara

langsung maupun tidak langsung. Secara langsung misalnya dengan

mengeluarkan pajak progresif. Sedangkan secara tidak langsung dengan cara

mengeluarkan kebijaksanaan pemerintah.

3. Peranan Stabilisasi

Peranan stabilisasi dibutuhkan jika terjadi gangguan dalam menstabilkan

perekonomian, seperti terjadi deflasi, inflasi, penurunan penawaran/permintaan

suatu barang yang nantinya akan menimbulkan masalah lain secara berturut-turut,

seperti pengangguran, stagflasi, dll. Kegiatan menstabilkan perekonomian

ditempuh dengan cara menggabungkan kebijakan moneter dengan kebijakan-

kebijakan lainnya seperti kebijakan fiskal dan perdagangan untuk mengurangi

besarnya permintaan agregat sehingga dapat mempertahankan fullemployment

dan menghindari inflasi maupun deflasi.

I. Teori Keseimbangan Umum Walras

Pemikiran yang sangat mengagumkan disusun oleh Leon Walras yaitu tentang

teori keseimbangan umum melalui 4 persamaan yang serempak. Dalam sistem itu

terjadi keterkaitan antara berbagai kegiatan ekonomi seperti produksi, konsumsi, dan

distribusi. Asumsi yang digunakan Walras adalah persaingan sempurna, jumlah

modal, tenaga kerja, dan lahan terbatas, sedangkan teknologi produksi dan selera

konsumen tetap. Jika terjadi perubahan pada salah satu asumsi tersebut maka terjadi

perubahan yang berkaitan dengan seluruh kegiatan ekonomi.

15

Page 16: Permintaan Dan Penawaran

DAFTAR PUSTAKA

Rahardja, Prathama dan Manurung, Mandala. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi

& Makroekonomi)Edisi Ketiga. Lembaga Penerbit FE UI: Jakarta.

Rosyidi, Suherman. 2006. Pengantar Teori Ekonomi: Pendekatan Kepada Teori Ekonomi

Mikro Dan Makro.PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Case, Karl E., Fair, Ray C.( 2007) Principles of Economics.. Pearson Education, Inc. : New

Jersey.

Lipsey, Richard G. (2003) Economics, 9th ed. Singapore : Harper Collins

Sukirno, Sadono. (2001). Makroekonomi, edisi ketiga. Kuala Lumpur : Aneka Publishing

16