Perkembangan Kerajaan Islam

download Perkembangan Kerajaan Islam

of 46

  • date post

    25-Jan-2017
  • Category

    Education

  • view

    1.255
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Perkembangan Kerajaan Islam

PERKEMBANGAN KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

PERKEMBANGAN KERAJAAN ISLAMDI INDONESIASma n 2 rembangTahun pelajaran 2013/2014

STANDAR KOMPETENSIKOMPETENSI DASARMenganalisis perjalanan bangsa Indonesia dari Negara tradisional, koloial, pergerakan kebangsaan, hingga terbentuknya Negara kebangsaan sampai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

1.1 Menganalisis perkembangan Negara trdisional (Hindu-Budha-Islam) di Indonesia

TUJUAN PEMBELAJARANMenganalisis perkembangan kehidupan kerajaan-kerajaan Islam di IndonesiaMengidentifikasi peninggalan sejarah bercorak Islam di Indonesia

PETA KONSEP

KERAJAAN PERLAKKerajaan Islam yang pertama di Indonesia, lokasi - di Aceh Timur, daerah Perlak di Acehsekarang.Di beberapa sumber disebutkan kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah Kerajaan Samudera Pasai. Namun, fakta menyebutkan Perlak lebih dulu ada daripada Samudera Pasai.Kerajaan Perlak muncul => 840 M sampai tahun1292 M.Kerajaan Samudera Pasai => lokasi di Aceh. Berdiri tahun1267, Kerajaan ini akhirnya lenyap tahun 1521. Raja-raja kerajaan Perlak :

Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Azis Shah (840 864)Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Rahim Shah (864 888)Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah (888 913)Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat Shah (915 918)Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Kadir Shah Johan Berdaulat (928 932)Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah Johan Berdaulat (932 956) Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Shah Johan Berdaulat (956 983)Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat (986 1023)Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Shah Johan Berdaulat (1023 1059)Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mansur Shah Johan Berdaulat (1059 1078)Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah Shah Johan Berdaulat (1078 1109)Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ahmad Shah Johan Berdaulat (1109 1135) Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Shah Johan Berdaulat (1135 1160)Sultan Makhdum Alaiddin Malik Usman Shah Johan Berdaulat (1160 1173)Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Shah Johan Berdaulat (1173 1200)Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Jalil Shah Johan Berdaulat (1200 1230)Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II Johan Berdaulat (1230 1267)Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat (1267 1292)

KERAJAAN PERLAKMasa jaya - Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat (622-662 H/1225-1263 M), terutama dalam bidang pendidikan Islam dan perluasan dakwah Islamiah.Sultan mengawinkan dua putrinya : Putri Ganggang Sari (Putri Raihani)-Sultan Malikul Saleh dari Samudra PasaiPutri Ratna Kumala - Raja Tumasik (Singapura sekarang). Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan berdaulat, digantikan oleh Sultan Makhdum Alaidin Malik Abdul Aziz Syah Johan, berdaulat (662-692 H/1263-1292 M) - sultan terakhir Perlak. Perlak + Kerajaan Samudra Pasai - raja Muhammad Malikul Dhahir yang => Putra Sultan Malikul Saleh dengan Putri Ganggang Sari. Perlak sangat dikenal sebagai penghasil kayu perlak => sangat bagus untuk membuat kapal. Kondisi semacam inilah membuat para pedagang (Gujarat, Arab, dan Persia) datang.Mata uang - terbuat dari emas (dirham), dari perak (kupang), dan dari tembaga atau kuningan. Naskah-naskah tua yang dijadikan sebagai rujukan mengenai keberadaan Kerajaan Perlak : Idharatul Haq fi Mamlakatil Ferlah wal Fasi(karangan buku Abu Ishak Makarani Al Fasy)Kitab Tazkirah Thabakat Jumu Sultan As Salathin(karangan Syekh Syamsul Bahri Abdullah As Asyi)Silsilah Raja-raja perlak dan Pasai(catatan Saiyid Abdullah Ibn Saiyid Habib Saifuddin)

KERAJAAN SAMUDRA PASAIPendiri > Sultan Malik Al-saleh dan sekaligus sebagai raja pertama pada abad ke-13.Lokasi > di sebelah utara Perlak di daerah Lhok Semawe sekarang (pantai timur Aceh).Menurut J.L. Moens, kata Pasai berasal dari istilah Parsi yang diucapkan menurut logat setempat sebagai PaSe. Dengan catatan bahwa sudah semenjak abad ke VII M, saudagar-saudagar bangsa Arab dan Parsi sudah datang berdagang dan berkediaman di daerah yang kemudian terkenal sebagai Kerajaan Islam Samudera Pasai.Pendapat ini adalah sesuai dengan apa yang telah dikemukakan oleh Prof. Gabriel Ferrand dalam karyanya (LEmpire, 1922, hal.52-162), dan pendapat Prof. Paul Wheatley dalam (The Golden Khersonese, 1961, hal.216), didasarkan : keterangan para musafir Arab tentang Asia Tenggara. Kedua sarjana ini menyebutkan bahwa sudah sejak abad ke VII M.Mohammad Said dalam prasarannya yang berjudul Mentjari Kepastian Tentang Daerah Mula dan Cara Masuknya Agama Islam ke Indonesia, berkesimpulan : istilah PO SE yang populer digunakan pada pertengahan abad ke VIII M seperti terdapat dalam laporan-laporan Cina, adalah identik atau mirip sekali dengan Pase atau Pasai.

KERAJAAN SAMUDRA PASAIRaja-raja yang pernah memerintah Samudra Pasai adalah seperti berikut :

Sultan Malik Al-saleh berusaha meletakkan dasar-dasar kekuasaan Islam dan berusaha mengembangkan kerajaannya antara lain melalui perdagangan dan memperkuat angkatan perang. Samudra Pasai berkembang menjadi negara maritim yang kuat di Selat Malaka. Sultan Muhammad (Sultan Malik al Tahir I) yang memerintah sejak 1297-1326. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Perlak kemudian disatukan dengan Kerajaan Samudra Pasai. Sultan Malik al Tahir II (1326 1348 M) pada masa pemerintahannya, Samudra Pasai memiliki armada laut yang kuat sehingga para pedagang merasa aman singgah dan berdagang di sekitar Samudra Pasai. Namun, setelah muncul Kerajaan Malaka, Samudra Pasai mulai memudar. Pada tahun 1522 Samudra Pasai diduduki oleh Portugis. Keberadaan Samudra Pasai sebagai kerajaan maritim digantikan oleh Kerajaan Aceh yang muncul kemudian.

KERAJAAN SAMUDRA PASAIIbnu Battuta, seorang pengelana dari Maroko. Menurut Battuta, pada tahun 1345, Samudera Pasai > kerajaan dagang yang makmur. Banyak pedagang dari Jawa, Cina, dan India yang datang ke sana. Hal ini mengingat letak Samudera Pasai yang strategis di Selat Malaka.Mata uangnya uang emas yang disebur deureuham (dirham).Bidang agama, Samudera Pasai menjadi pusat studi Islam. Kerajaan ini menyiarkan Islam sampai ke Minangkabau, Jambi, Malaka, Jawa, bahkan ke Thailand. Dari Kerajaan Samudra Pasai inilah kader-kader Islam dipersiapkan untuk mengembangkan Islam ke berbagai daerah.Salah satunya ialah Fatahillah. Ia adalah putra Pasai yang kemudian menjadi panglima di Demak kemudian menjadi penguasa di Banten.

KERAJAAN ACEH DARUSSALAMKerajaan Aceh - di Kabupaten Aceh Besar. Anas Machmud berpendapat, kerajaan Aceh berdiri pada abad ke-15 M, di tas puing-puing kerajaan Lamuri, oleh Muzaffar Syah (1465-1697 M). dialah yang membangun kota Aceh Darussalam.Menurutnya, pada masa pemerintahannya Aceh Darussalam mulai mengalami kemajuan dalam bidang perdagangan, karena saudagar-saudagar Muslim yang sebelumnya berdagang dengan Malaka memindahkan kegiatan mereka ke Aceh, setelah Malaka dikuasai Portugis (1511 M).Sebagai akibat penaklukkan Malaka oleh Portugis itu, jalan dagang yang sebelumnya dari laut Jawa ke utara melalui Selat Karimata terus ke Malaka, pindah melalui Selat Sunda dan menyusur pantai Barat Sumatera, terus ke Aceh. Dengan demikian, Aceh menjadi ramai dikunjungi oleh para saudagar dari berbagai negeri.Menurut H.J De Graaf, Aceh menerima Islam dari Pasai yang kini menjadi bagian wilayah Aceh dan pergantian agama diperkirakan terjadi mendekati pertengahan abad ke-14 M.Menurutnya, kerajaan Aceh merupakan penyatuan dari dua kerajaan kecil, yaitu Lamuri dan Aceh Dar Al-Kamal. Ia juga berpendapat bahwa rajanya yang pertama adalah Ali Mughayat Syah. Ali Mughayat Syah meluaskan wilayah kekuasaannya ke daerah Pidie, kemudian ke Pasai pada tahun 1524 M. Dengan kemenangannya terhadap dua kerajaan tersebut, Aceh dengan mudah melebarkan sayap kekuasaannya ke Sumatera Timur. Untuk mengatur daerah Sumatera Timur, raja Aceh mengirim panglima-panglimanya, salah seorang diantaranya adalah Gocah, pahlawan yang menurunkan sultan Deli dan Serdang.

KERAJAAN ACEH DARUSSALAMPeletak dasar kebesaran kerajaan Aceh adalah Sultan Alauddin Riayat Syah yang bergelar Al-Qahar.Dalam menghadapi bala tentara Portugis, ia menjalin hubungan persahabatan dengan kerajaan Usmani di Turki dan Negara-negara Islam yang lain di Indonesia. Dengan bantuan Turki Usmani tersebut, Aceh dapat membangun angkatan perangnnya dengan baik. Aceh ketika itu tampaknya mengakui kerajaan Turki Usmani sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dan kekhalifahan dalam Islam. Puncak kekuasaan > masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1608-1637).Pada masanya Aceh menguasai pelabuhan di pesisir Timur dan Barat Sumatera. Dari Aceh, Tanah Gayo yang perbatasan diislamkan, juga Minangkabau. Hanya orang-orang kafir Batak yang berusaha menangkis kekuatan-kekuatan Islam yang datang. Bahkan mereka melangkah begitu jauh sampai minta bantuan Portugis.Sultan Iskandar Muda tidak terlalu bergantung kepada bantuan Turki Usmani. Untuk mengalahkan Portugis, sultan kemudian bekerja sama dengan musuh Portugis, yaitu Belanda dan Inggris. Tidak seperti Iskandar Muda yang memerintah dengan tangan besinya, penggantinya, Iskandar Tsani, bersikap lebih liberal, lembut dan adil. Pada masanya, Aceh terus berkembang untuk masa beberapa tahun. Tatkala beberapa sultan perempuan menduduki singgasana pada tahun 1641-1699, beberapa wilayah taklukannya lepas dan kesultanan menjadi terpecah belah. Setelah itu, menjelang abad ke-18 M kesultanan Aceh merupakan bayangan belaka dari masa silam dirinya, tanpa kepemimpinan dan kacau balau.

KERAJAAN ACEH DARUSSALAMSultan Ali Mughayat Syah (1514 1530)Sultan Salahuddin (1530 1538)Sultan Alauddin Riayat syah Al-Qahhar (1538 1571)Sultan Husain (1571 1579)Sultan Muda (masih kecil) (1579, hanya beberapa bulan)Sultan Sri Alam (1579)Sultan Zainul Abidin (1579)Sultan Ali Rayat Syah (1604 1607)Sultan Iskandar Muda (1607 1636)Sultan Iskandar Tsani (1636 1641)Sultanat Safiatuddin Tajul Alam (16