PERKEMBANGAN INVESTASI DAN PERDAGANGAN SAHAM

download PERKEMBANGAN INVESTASI DAN PERDAGANGAN SAHAM

of 43

  • date post

    22-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    46
  • download

    0

Embed Size (px)

description

PERKEMBANGAN INVESTASI DAN PERDAGANGAN SAHAM. - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of PERKEMBANGAN INVESTASI DAN PERDAGANGAN SAHAM

PERKEMBANGAN INVESTASI DAN PERDAGANGAN SAHAM

Dalam rangka mempercepat pembangunan ekonomi nasional di samping sumber daya alam dan sumber daya manusia, investasi juga cukup penting. Ini karena investasi sebagai motor penggerak perekonomian nasional, dan ditempatkan sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja dan mendorong ekonomi kerakyatan.1PERKEMBANGAN INVESTASI DAN PERDAGANGAN SAHAMMunculnya investor baru maupun loyalitas investor lama diupayakan melalui perlindungan dan kepastian hukum yang berkaitan dengan kemudahan dan pelayanan bagi kegiatan penanaman modal. Hal ini dilakukan melalui konstruksi pembangunan hukum nasional di bidang Penanaman Modal yang berdaya saing dan berpihak kepada kepentingan nasional agar iklim investasi di dalam negeri dapat terus berkembang.

2Kegiatan investasi selama tahun 2010 menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Penanaman modal dalam negeri memperlihatkan kenaikan dan juga sebaran investasi di luar Jawa juga meningkat signifikan dibanding tahun 2009. Hal ini memperlihatkan perbaikan iklim dan pelayanan investasi serta langkah-langkah kebijakan yang diambil telah membuahkan hasil. Pencapaian tersebut tentunya didukung pula oleh perbaikan pelayanan investasi di daerah dan semakin baiknya kondisi perusahaan penanaman modal dalam negeri. Dengan terus melakukan perbaikan iklim investasi untuk mengurangi hambatan-hambatan dalam pelaksanaannya, tentunya akan meningkatkan kontribusi investasi dalam perekonomian nasional.

3Realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia selama Tahun 2010 mencapai 463.012 orang yang terdiri dari proyek penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebanyak 133.053 orang, sedangkan untuk proyek penanaman modal asing (PMA) sebanyak 329.959 orang. Apabila dibandingkan dengan penyerapan tenaga kerja tahun 2009 (303.537 orang) terdapat peningkatan sebesar 52,5 persen.4Provinsi di luar pulau Jawa mengalami perkembangan kegiatan investasi yang pesat. Pencapaian tersebut tentunya didukung pula oleh perbaikan pelayanan investasi di daerah dengan semakin banyaknya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di bidang Penanaman Modal yang telah diimplementasikan oleh berbagai Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta koordinasi pusat daerah yang semakin baik.

5Seiring dengan mulai membaiknya kinerja perekonomian dunia pasca krisis finansial global, kegiatan investasi kembali bergairah di tahun 2009. Jumlah proyek PMDN yang terealisasi sampai akhir tahun 2009 sebanyak 248 proyek. Meningkatnya jumlah proyek diikuti pula dengan kenaikan nilai investasi PMDN yang terealisasi sampai akhir tahun yang nilainya mencapai Rp. 37.799,8 miliar atau mengalami kenaikan 85,63 persen. Kinerja sektor Industri pada tahun 2009 mampu menyerap sekitar 51,41 persen dari total nilai investasi domestik atau sebesar Rp. 19.434.4 miliar. Meskipun demikian, terjadi penurunan dari sisi banyaknya proyek yaitu dari 189 pada tahun 2008 menjadi 158 proyek di tahun 2009.

6Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)7Perkembangan Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Menurut Sektor , Tahun 2008-2010 (Miliar Rupiah)

Sektor200820092010ProyekInvestasiProyekInvestasiProyekInvestasPertanian, Kehutanan, & Perikanan71.238,5 (6,08)252.622,0 (6,94)2359.056,4 (14,94)Pertambangan6519,2 (2,55)71.794,0 (4,75)183.075,0 (5,07)Industri18915.914,8 (78,15)15819.434,4 (51,41)41925.612,6 (42,25)Lisrtik, Gas dan Air3519,8 (2,55)43.442,7 (9,11)314.929,8 (8,13)Konstruksi 8881,3 (4,33)82.765,8 (7,32)767,6 (0,11)Perdagangan dan Reparasi, Hotel dan Restoran17833,4 (4,09)261.799,1 (4,76)59506,7 (0,84)Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi4429,2 (2,11)10809,1 (2,14)3413.787,7 (22,74)Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran10,8 (0,00)1122,8 (0,32)3261,7 (0.43)Jasa Lainnya 426,4 (0,13)95.010,1693.328,6 (5,94)JUMLAH23920.363,4 (100,00)24837.799,9 (100,00)87560,626,3 (100,00)Pada tahun 2009 sektor yang banyak diminati oleh investor domestik setelah sektor industri adalah sektor gas, listrik dan air yang mampu menyerap sekitar Rp. 3.442,7 miliar di 4 proyek. Sementara itu untuk sektor Perdagangan dan Reparasi, Hotel dan Restoran, serta sektor jumlah proyek yang terealisasi masing-masing sebanyak 26 dan 25 proyek, namun nilai investasi yang terserap masing-masing hanya mencapai Rp. 1.799,1 miliar dan Rp. 2.622,0 miliar. Investasi domestik yang terserap di masing-masing sektor selama tahun 2009 semuanya mengalami peningkatan.

8Dari total investasi domestik di tahun 2010 sekitar 42,25 persen terserap di sektor industri atau secara absolut mencapai Rp. 25.612,64 miliar atau naik 31,79 persen dari tahun sebelumnya. Nilai investasi domestik yang terserap di sektor industri tersebut tersebar di 419 proyek. Selain sektor industri, penanaman modal terbesar kedua adalah di sektor Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi yang nilainya mencapai Rp. 13.787,7 miliar (22,74 persen) yang tersebar di 34 proyek, diikuti sector Pertanian yang mampu menyerap sekitar Rp. 9.056,4. miliar (14,94 persen) di 235 proyek. Jika dilihat pada sektor Perdagangan dan Reparasi, Hotel dan Restoran ada sebanyak 59 proyek yang mampu menyerap PMDN, namun nilainya hanya mencapai Rp. 506,7 miliar.

9Wilayah yang masih menjanjikan dan memiliki daya saing bagi para investor untuk menanamkan modalnya pada tahun 2009 adalah pulau Jawa, ini terlihat dari banyaknya proyek dan nilai investasi domestik yang terserap. Proyek-proyek PMDN di Pulau Jawa mencapai 174 proyek, dan nilai investasi yang terserap mencapai Rp. 25.766.5 milyar atau 68,17 persen dari total PMDN. Pulau Sumatera merupakan wilayah yang cukup menjanjikan bagi investor lokal selain Pulau Jawa. Sebanyak 39 proyek dengan nilai investasi PMDN mencapai 20,69 persen dari total PMDN atau sekitar Rp. 7.819,7 miliar ditanamkan di Pulau Sumatera, jika dibandingkan tahun sebelumnya mengalami kenaikan 61,56 persen.1011Perkembangan Realisasi Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Menurut Pulau, Pada Tahun 2008-2010 (Miliar Rupiah)Tahun200820092010ProyekInvestasiProyekInvestasiProyekInvestasiSumatera344.840,2 (23,77)397.819,7 (20,69)2224.224,2 (6,79)Jawa 18312.230,6 (60,06)17425.766,5 (68,17)39735.140,3 (57,96)Bali dan Nusa Tenggara 229 (0,14)550,8 (0,13)392.119,3 (3,50)Kalimantan121.821,5 (8,94)222.934,5 (7,76)14914.575,6 (24,04)Sulawesi51.147,4 (5,63)71.187,4 (3,14)384.337,6 (7,15)Maluku dan Papua3294,7 (1,45)141,1 (0,11)10229,3 (0,38)JUMLAH23920.363,4 (100,00)24837.799,8 (100,00)87560.626,3 (100,00)Pada tahun 2010 dari 875 proyek yang disetujui Pulau Jawa masih tetap mendominasi. Sebanyak 397 proyek berada di pulau Jawa dengan nilai investasi PMDN mencapai Rp. 35.140,3 miliar, atau terjadi peningkatan sekitar 36,38 persen dibandingkan tahun sebelumunya. Perkembangan yang terjadi di tahun 2010 menunjukkan bahwa semua pulau mengalami peningkatan dalam jumlah proyek, tetapi tidak semuanya diikuti dengan kenaikan nilai investasinya.

12Untuk wilayah luar Pulau Jawa jika dilihat banyaknya proyek yang mampu menyerap investasi PMDN, penyerapan investasi di Pulau Sumatera lebih banyak dibandingkan Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Namun jika dilihat nilai investasi yang mampu diserap, Pulau Kalimantan mampu menyerap paling banyak dimana dari 149 proyek mempu menyerap sebanyak Rp. 14.575,6 miliar, diikuti Pulau Sulawesi yang mampu menyerap sebanyak Rp. 4.337,6 miliar dari sebanyak 58 proyek, sedangkan Pulau Sumatera dari sebanyak 222 proyek hanya mampu menyerap sekitar Rp. 4.224,2 miliar. Sementara itu Pulau Maluku dan Papua yang tahun lalu hanya ada 1 proyek dan hanya mampu menyerap sebanyak Rp. 41,1 miliar di tahun 2010 terdapat 10 proyek dengan nilai investasi mencapai Rp. 229,3 miliar atau naik sekitar 457,91 persen.13Gambaran singkat dari semua indikator di atas adalah telah terjadi peningkatan kontribusi realisasi PMDN selama periode 2009-2010 dari 28 persen (Rp. 37,8 triliun) menjadi 29 persen (Rp. 60,5 triliun). Apabila nilai realisasi PMDN tahun 2010 dibandingkan dengan tahun 2009, terlihat terjadi peningkatan sebesar 60 persen. Dari sebaran lokasi proyek, terlihat adanya peningkatan aktifitas penanaman modal di luar Jawa yang signifikan pada tahun 2010 yang mencapai 32,9 persen (Rp. 68,5 triliun) dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 18,5 persen (Rp. 25,0 triliun). Dilihat berdasarkan nilai realisasinya penanaman modal di luar Jawa mengalami peningkatan sebesar 174 persen selama periode 2009-2010.14Realisasi PMDN berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Industri Makanan (Rp. 16,4 triliun; 208 proyek); Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp. 13,8 triliun; 46 proyek); Tanaman Pangan dan Perkebunan (Rp. 28,7 triliun; 238 proyek); Listrik, Gas dan Air (Rp. 4,9 triliun; 47 proyek); dan Jasa Lainnya (Rp. 3,3 triliun; 92 proyek). Realisasi PMDN berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah Jawa Barat (Rp. 15,8 triliun; 136 proyek), Jawa Timur (Rp. 8,1 triliun; 117 proyek); Kalimantan Timur (Rp. 7,9 triliun; 64 proyek); Banten (Rp. 5,8 triliun; 97 proyek) dan DKI Jakarta (Rp. 4,5 triliun;104 proyek).15Kandungan sumber daya alam yang tinggi sebagai komponen bahan baku dipandang oleh investor asing sebagai nilai tambah bagi penanaman modal asing (PMA) di Indonesia. Di samping itu daya beli masyarakat yang tinggi terhadap barang-barang produksi serta ketersediaan sumber daya manusia (tenaga kerja) yang murah menjadi nilai tambah lainnya. Kepastian hukum terkait upaya untuk meningkatkan iklim yang lebih kondusif bagi masuknya modal asing terutama dalam pelayanan dan pemberian izin usaha, serta semakin beragamnya bidang usaha yang dapat dimasuki PMA, memberikan kesempatan kepada daerah untuk berperan dalam mengundang PMA secara langsung.

16Penanaman Modal Asing (PMA)Secara global, perusahaan multinasional yang mencari pasar baru bagi penanaman modal mencoba menahan diri pasca krisis. Pergerakan investasi asing sepanjang tahun 2009 mengalami kelesuan. Hal ini ditunjukkan dengan ada