PERKAWINAN SUAMI ISTRI NON MUSLIM DAN STATUS fileDi dalam Islam, urusan perkawinan sudah banyak dan...

Click here to load reader

  • date post

    09-Apr-2019
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PERKAWINAN SUAMI ISTRI NON MUSLIM DAN STATUS fileDi dalam Islam, urusan perkawinan sudah banyak dan...

PERKAWINAN SUAMI ISTRI NON MUSLIM DAN STATUS HUKUM

PERKAWINANNYA SETELAH MENJADI MUALAF

MENURUT MAZHAB SYAFII DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1

TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN

SKRIPSI

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Hukum (SH.)

pada Jurusan Hukum Keluarga/Ahwal Syakhshiyyah (AS) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam

MOHAMAD ZAKI

NIM: 14122140842

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

SYEKH NURJATI CIREBON

2017 M/1438 H

i

ABSTRAK

Mohamad Zaki. 14122140842. Perkawinan Suami Istri Non Muslim dan Status Hukum Perkawinannya Setelah Menjadi Mualaf Menurut Mazhab Syafii Dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Di dalam Islam, urusan perkawinan sudah banyak dan diatur baik di dalam Al-Quran, Hadis Nabi maupun Fiqh Para Ulama. Ada beberapa hal yang sering menjadi perhatian dalam perkawinan menurut islam yaitu pengertian perkawinan, syarat dan rukun perkawinan, jenis-jenis perkawinan dan larangan perkawinan. Sama halnya di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam bermazhab Syafii. Sudah mengatur mengenai hukum perkawinan sejak dahulu sudah menjadi hal yang sudah diatur dalam perundang-undangan negara terbukti dengan adanya undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan ditambah lagi Kompilasi Hukum Islam yang merupakan Instruksi Presiden tahun 1991.Isu tentang perpindahan agama sudah terjadi sejak dahulu, bahkan sejak agama islam diturunkan kepada nabi muhammad saw. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian yaitu mengenai perkawinannya. Hal tersebut berdampak kepada mereka yang sudah melakukan perkawinan sebelum memeluk agama Islam. Bagaimana status perkawinan sebelum masuk Islamnya dan sebagainya.

Tujuan Penelitian adalah; 1) mengetahui Perkawinan Suami Istri Non Muslim dan Status Hukum Perkawinannya Setelah Menjadi Mualaf menurut Mazhab Syafii. 2) mengetahui Perkawinan Suami Istri Non Muslim dan Status Hukum Perkawinannya Setelah Menjadi Mualaf Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. 3) mengetahui komparasi pendapat Mazhab Syafii dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Suami Istri Non Muslim dan Status Hukum Perkawinannya Setelah Menjadi Mualaf.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan disertai metode pengumpulan data melalui studi kepustakaan (Library Research) dan metode komparatif yaitu membandingkan pendapat satu dengan pendapat lainnya.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut; 1) Menurut Mazhab Syafii Perkawinan suami istri non muslim adalah sah dan status hukum perkawinannya setelah masuk Islam adalah tetap sah juga. 2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Perkawinan suami istri non muslim adalah sah. Dan untuk mengetahui status hukum perkawinannya setelah masuk Islam harus mengajukan isbat nikah ke Pengadilan Agama. 3) perbandingannya, persamaan; sama-sama mengakui pernikahan terdahulunya sampai masuk Islam, dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 keabsahan perkawinannya setengah sampai ketetapan isbat nikah. Perbedaanya; Mazhab Syafii mengesahkan tanpa adanya penetapan. Sedangkan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 harus melalui penetapan (isbat nikah) terlebih dahulu di Pengadilan Agama.

Kata Kunci: Perkawinan, Status, Non Muslim, Mualaf

xv

DAFTAR ISI

ABSTRAK ................................................................................................................ i

PERSETUJUAN ....................................................................................................... ii

NOTA DINAS ........................................................................................................... iii

PENGESAHAN ........................................................................................................ iv

PERNYATAAN OTENTISITAS ............................................................................ v

RIWAYAT HIDUP .................................................................................................. vi

MOTTO .................................................................................................................... vii

PERSEMBAHAN ..................................................................................................... viii

TRANSITERASI ARAB-INDONESIA ................................................................. ix

KATA PENGANTAR .............................................................................................. xiv

DAFTAR ISI ............................................................................................................. xv

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ................................................................................... 1

1.2 Perumusan Masalah .......................................................................................... 5

1.3 Tujuan Penelitian .............................................................................................. 6

1.4 Manfaat Penelitian ............................................................................................ 7

1.5 Penelitian Terdahulu ......................................................................................... 7

1.6 Kerangka Pemikiran ......................................................................................... 8

1.7 Metodologi Penelitian ....................................................................................... 10

1.8 Sistematika Penulisan ....................................................................................... 11

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERKAWINAN ................................. 12

2.1 Pengertian Perkawinan ..................................................................................... 12

2.2 Hukum Perkawinan .......................................................................................... 16

2.3 Rukun dan Syarat Sah Perkawinan ................................................................... 19

2.4 Tujuan dan Hikmah Perkawinan ...................................................................... 29

BAB III PERKAWINAN NON MUSLIM DAN STATUS HUKUM

PERKAWINANNYA SETELAH MENJADI MUALAF MENURUT

MAZHAB SYAFII DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974

TENTANG PERKAWINAN ................................................................................... 33

xvi

3.1 Pendapat Mazhab Syafii .................................................................................. 33

1. Biografi Imam Syafii ............................................................................. 33

2. Istinbath Hukum Imam Syafii ................................................................ 36

3. Perkawinan Suami Istri Non Muslim dan Status Hukum

Perkawinannya Setelah Menjadi Mualaf Menurut Mazhab Syafii ........ 38

3.2 Pendapat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan .......... 42

1. Legalitas Hukum Islam Indonesia........................................................... 42

2. Perkawinan Suami Istri Non Muslim dan Status Hukum

Perkawinannya setelah Masuk Islam Menurut Undang-Undang

Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan ............................................ 45

BAB IV ANALISIS PERBANDINGAN MAZHAB SYAFII DAN

UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG

PERKAWINAN MENGENAI PERKAWINAN SUAMI ISTRI NON

MUSLIM DAN STATUS HUKUM PERKAWINANNYA SETELAH

MENJADI MUALAF .............................................................................................. 52

4.1 Perkawinan suami istri non muslim dan Status Hukum Perkawinannya

setelah menjadi mualaf menurut Mazhab Syafii ............................................. 52

4.2 Perkawinan suami istri non muslim dan Status Hukum Perkawinannya

setelah menjadi mualaf menurut menurut Undang-undang Nomor 1 tahun

1974 .................................................................................................................. 54

4.3 Komparasi Pendapat antara dan Mazhab Syafii dan Undang-Undang

Nomor 1 Tahun 1974 mengenai Perkawinan Suami Isteri Non Muslim

dan Status Hukum Perkawinannya setelah menjadi mualaf ............................. 58

1. Persamaan ................................................................................................... 58

2. Perbedaan .................................................................................................... 60

BAB V PENUTUP .................................................................................................... 62

A. Kesimpulan .................................................................................................... 62

B. Saran ............................................................................................................... 62

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 64

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Didalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan seperti

yang termuat dalam pasal 1 ayat 2 perkawinan didefinisikan sebagai:

Ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga, rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pencantuman berd