Perka BAPETEN 8 Tahun 2011 (Bahan Tayang).pdf

download Perka BAPETEN 8 Tahun 2011 (Bahan Tayang).pdf

of 57

  • date post

    11-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    144
  • download

    35

Embed Size (px)

Transcript of Perka BAPETEN 8 Tahun 2011 (Bahan Tayang).pdf

  • Perka BAPETEN 8 Tahun 2011 tentang keselamatan radiasi dalam

    penggunaan pesawat sinar-X radiologi diagnostik dan

    intervensional

    Balai Diklat BAPETEN

  • SISTEMATIKA PERKA BAB I. KETENTUAN UMUM: Pasal 1,2,3,4

    BAB II. PERSYARATAN IZIN: Pasal 5,6,7,8,9

    BAB III. PERSYARATAN KESELAMATAN RADIASI

    BAB IV. INTERVENSI: Pasal 62,63

    BAB V. REKAMAN DAN LAPORAN: Psl 64,65,66,67,68

    BAB VI. KETENTUAN PERALIHAN: Psl 69,70,71,72,73,74

    BAB VII. KETENTUAN PENUTUP: Pasal 75,76

  • PENGGUNAAN PESAWAT SINAR-X (Ps.2)

    DIAGNOSTIK

    INTERVENSIONAL

    PENUNJANG RADIOTERAPI

    PENUNJANG KEDOKTERAN NUKLIR:

    PESWAT SINAR-X CT-SCAN

  • JENIS PESAWAT SINAR-X DIAGNOSTIK (Ps.3)

    Terpasang Tetap

    Mobile: ruangan & mobile station

    Tomografi

    Pengukur Densitas Tulang

    Penunjang ESWL: C-Arm & Konvensional

    C-Arm Penunjang Bedah

    Mamografi: ruangan & mobile station

    Kedokteran Gigi: Intraoral Konvensional, Intraoral Digital, Ekstraoral Konvensional, Ekstraoral Digital dan CBCT-Scan

    Fluoroskofi

    CT-Scan

  • JENIS PESAWAT SINAR-X INTERVENSIONAL (Ps.3)

    Fluoroskofi, CT-SCAN Fluoroskofi, C-ARM/U-ARM Angiografi, dan CT-SCAN Angiografi

    Simulator, CT-SCAN untuk Simulator, CT-SCAN Simulator, dan C-ARM untuk Brakiterapi

    JENIS PESAWAT SINAR-X PENUNJANG RADIOTERAPI (Ps.3)

  • BAB II. PERSYARATAN IZIN Identitas (KTP/KITAS/Paspor)

    FC Akta Badan Hukum FC Izin lain (SK Domisili, NPWP, IUT, Pelayanan Kesehatan, Surat Pengangkatan sbg Pimpinan RS) Lokasi Penggunaan

    FC Spesifikasi sesuai SNI/Standar lain

    Denah Ruangan (ukuran, bahan dan tebal dinding)

    Lap Verifikasi KR (uji fungsi dan pengukuran paparan)

    FC Ijazah seluruh personil

    FC SIB PPR Medik II

    FC Pemantauan Kesehatan PR

    FC permohonan layanan dosis/hasil evaluasi

    FC kalibrasi dosimeter utk fluoroskofi dan intervensional

    Program Proteksi dan KR

  • BAB II. PERSYARATAN IZIN

    Format dan isi program proteksi dan keselamatan radiasi tercantum dlm Lampiran I PerKa BAPETEN ini (Ps. 6).

    Ketentuan lebih lanjut spek psw sinar-X dan/atau sertifikat pengujian tabung diatur dg PerKa BAPETEN tersendiri (Ps.7).

    Izin dpt diperpanjang sesuai dg jangka waktu izin.

    Pemohon utk memperoleh perpanjangan izin hrs mengajukan permohonan perpanjangan izin scr tertulis dgn mengisi formulir, melengkapi dan menyampaikan dokumen persyaratan izin kpd Ka BAPETEN.

  • PERSYARATAN IZIN TAMBAHAN JIKA PR PINDAHAN (Ps.9)

    Hasil evaluasi pemantauan dosis perorangan selama bekerja

    Dokumen hasil pemantauan kesehatan terakhir PR

    Surat keterangan berhenti bekerja

  • BAB III. PERSYARATAN KESELAMATAN RADIASI (Bag Kesatu: Umum)

    Persyaratan Manajemen

    Persyaratan Proteksi Radiasi

    Persyaratan Teknik

    Verifikasi Keselamatan

  • Bag Kedua: Persyaratan Manajemen

    Penanggung Jawab Keselamatan Radiasi: Pemegang izin dan personil

    Personil: dokter radiologi/kompeten, Tenaga ahli, Fisikawan Medis, PPR, Radiografer

    Pelatihan Proteksi Radiasi

  • Paragraf 1: PJ Keselamatan Radiasi (Psl. 12) Personil

    Dokter Spesialis Radiologi atau Dokter berkompeten

    Dokter Gigi Spesialis Radiologi atau Dokter Gigi berkompeten

    Tenaga Ahli dan/atau Fisikawan Medis

    Petugas Proteksi Radiasi

    Radiografer atau Operator Kedokteran Gigi

  • Tanggung Jawab Pemegang Izin (Psl. 12)

    Menyediakan, melaksanakan, mendokumentasikan Program proteksi dan Keselamatan Radiasi

    Memverifikasi scr sistematis bahwa hanya personil berkompetensi yang bekerja

    Menyelenggarakan pelatihan Proteksi Radiasi

    Menyelenggarakan pemantauan kesehatan bagi Pekerja Radiasi

    Menyediakan perlengkapan Proteksi Radiasi

    Melaporkan kepada ka. Bapeten terkait pelaksanaan program proteksi dan KR, dan verifikasi keselamatan

  • Paragraf 2: Personil

    Pemegang izin harus menyediakan personil sesuai dgn jenis pswt dan tujuan (Ps. 13)

    Personil yg menggunakan psw terpasang tetap, mobile, tomografi, densitas tulang, penunjang ESWL, C-Arm penunjang bedah: dokter spesialis rad/berkompeten, PPR, Radiografer (Ps. 14)

    Personil yg menggunakan psw mammografi, CT-scan, fluoroskofi, C-Arm/U-Arm Angiografi, CT-scan Angiografi, CT-scan fluoroskofi, Simulator, C-Arm Brakiterapi: dokter spes. rad/berkompeten, tenaga ahli/fisikawan medis, PPR, Radiografer (Ps. 15)

    Tenaga ahli dpt bekerja paruh waktu/ purna waktu

  • Personil yg bekerja utk pemeriksaan Gigi (Pasal 16)

    Personil yg menggunakan psw untuk pemeriksaan gigi: dokter spesialis rad gigi/berkompeten, PPR, Radiografer/operator psw gigi.

    Operator psw gigi harus mendapatkan sertifikasi sesuai ketentuan IKARGI

    Pesawat gigi yg digunakan di RS, praktek dokter bersama dan lembaga pendidikan harus dioperasikan oleh Radiografer

  • Tugas dan Tanggung Jawab Dokter Radiologi/kompeten (Psl. 17)

    Menjamin pelaksanaan seluruh aspek keselamatan pasien

    Memberikan rujukan dan justifikasi pelaksanaan diagnosis/intervensional dg mempertimbangkan informasi pemeriksaan sebelumnya

    Mengoperasikan pesawat sinar-X fluoroskofi

    Menjamin paparan pasien serendah mungkin utk mendapatkan citra radiografi yg seoptimal mungkin dg pertimbangan tingkat panduan paparan medik Menetapkan prosedur diagnosis dan intervensional bersama fisikawan medis dan/atau radiografer

    Mengevaluasi kecelakaan radiasi dari sudut pandang klinis

    Menyediakan kriteria pemeriksaan wanita hamil, anak2, dan pemeriksaan kesehatan pekerja radiasi

  • Paragraf 2: Personil: Tenaga Ahli (Ps. 18)

    Kualifikasi Tenaga Ahli (Qualified Expert) hrs memiliki latar belakang pendidikan plg kurang S2 fisika medik.

    Tenaga Ahli (Qualified Expert)) memiliki tugas dan tanggung jawab:

    a. meninjau ulang program proteksi & KR; dan

    b. memberikan pertimbangan berdasarkan aspek Keselamatan Radiasi, praktik rekayasa yg teruji, dan kajian keselamatan scr komprehensif utk peningkatan layanan Rad Diagnostik dan Intervensional kpd Pemegang Izin.

  • Tugas dan Tanggung Jawab Dokter Spesialis Ked Gigi (Psl. 19)

    Menjamin pelaksanaan seluruh aspek keselamatan pasien

    Memberikan rujukan dan justifikasi pelaksanaan diagnosis/intervensional dg mempertimbangkan informasi pemeriksaan sebelumnya

    Menjamin paparan pasien serendah mungkin utk mendapatkan citra radiografi yg seoptimal mungkin dg pertimbangan tingkat panduan paparan medik

    Menetapkan prosedur diagnosis mengevaluasi Kecelakaan Radiasi dari sudut pandang klinis; dan

    Menyediakan kriteria pemeriksaan wanita hamil, anak2, dan pemeriksaan kesehatan pekerja radiasi

  • Paragraf 2: Personil: Fisikawan Medis (Ps. 20)

    Kualifikasi Fisikawan Medis min S1 fisika medik/setara.

    berpartisipasi dlm meninjau ulang scr terus menerus keberadaan SDM, peralatan, prosedur, & perlengkapan Proteksi Radiasi;

    menyelenggarakan uji kesesuaian psw sinar-X bila instalasi tsb memiliki peralatan yg memadai;

    melakukan perhitungan dosis terutama utk menentukan Dosis janin pd wanita hamil;

    merencanakan, melaksanakan, & supervisi prosedur jaminan mutu bila dimungkinkan;

    berpartisipasi dlm investigasi & evaluasi Kecelakaan Radiasi;

    berpartisipasi pd penyusunan & pelaksanaan program pelatihan Proteksi Radiasi; dan

    bersama Dokter Spesialis Rad & Radiografer, memastikan kriteria penerimaan mutu hasil pencitraan & justifikasi Dosis pasien.

  • Tugas dan Tanggung Jawab PPR (Psl. 21) a. membuat & memutakhirkan program proteksi & KR;

    b. memantau aspek operasional program proteksi dan KR;

    c. memastikan ketersediaan & kelayakan perlengkapan

    d. meninjau scr sistematik & periodik, program pemantauan di semua tempat di mana psw sinar-X digunakan;

    e. memberikan konsultasi yg terkait dg proteksi & KR;

    f. berpartisipasi dlm mendesain fasilitas Radiologi;

    g. memelihara Rekaman;

    h. mengidentifikasi kebutuhan & mengorganisasi pelatihan;

    i. melaksanakan latihan penanggulangan & pencarian fakta dlm hal Paparan Darurat; j. melaporkan kepada PI setiap kejadian kegagalan operasi yg berpotensi menimbulkan Kecelakaan Radiasi; dan

    k. menyiapkan laporan tertulis pelaksanaan program proteksi & KR, dan verifikasikeselamatan.

  • Paragraf 2: Personil: Radiografer dan Operator (Ps. 22)

    Kualifikasi Radiografer harus plg kurang D-III Radiologi.

    Kualifikasi Operator Psw Sinar-X Ked Gigi hrs memiliki plg kurang SLTA/setara & telah mendapat pelatihan khusus dlm pengoperasian Psw Sinar-X Ked Gigi.

    Radiografer dan Operator Psw Sinar-X Ked Gigi memiliki tugas dan tanggung jawab:

    a. memberikan proteksi thd pasien, dirinya sendiri, & masy di sekitar rg psw sinar-X;

    b. menerapkan teknik & prosedur yg tepat utk meminimalkan paparan pasien; dan

    c. melakukan kegiatan pengolahan film di kamar gelap.

  • Paragraf 3: Pelatihan Proteksi & Kes. Radiasi (Ps. 23)

    Pelatihan proteksi dan keselamatan radiasi harus diselenggarakan oleh pemegang izin.

    Pelatihan mencakup: a. peraturan perUU ketenaganukliran; b. Sumber radiasi dlm pemanfaatan tenaga nuklir; c. Efek biologi radiasi d. Satuan dan besaran radiasi e. Prinsip proteksi dan keselamatan radiasi f. Alat ukur radiasi g. Tindakan dalam keadaan darurat

    Pelatihan untuk PPR diatur dalam Perka BAPETEN

  • Bagian Ketiga: Persyaratan Proteksi (Ps. 24)

    Justifikasi penggunaan pesawat sinar-X