Perhitungan Status Gizi

Click here to load reader

download Perhitungan Status Gizi

of 31

  • date post

    17-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    42
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Untuk mengetahui perhitungan status gizi

Transcript of Perhitungan Status Gizi

  • PERHITUNGAN STATUS GIZI

  • PENGERTIAN INDEKS ANTROPOMETRIdan kaitannya denganINDIKATOR STATUS GIZIINDEKS ANTROPOMETRI adalah bentuk penyajian parameter antropometri (berat badan dan tinggi badan) yang dikaitkan dengan variabel UMUR atau merupakan kombinasi antara keduanya (BB/U, TB/U dan BB/TB). Indeks-indeks ini digunakan sebagai INDIKATOR STATUS GIZI karena nilai-nilainya digunakan dalam penentuan status gizi seseorang/anak.

  • CARA PENILAIAN STATUS GIZINilai-nilai indeks antropometri (BB/U, TB/U atau BB/TB) dibandingkan dengan nilai RUJUKAN yang dalam hal ini digunakan Rujukan WHO-NCHS).Dengan menggunakan batas ambang (cut-off point) untuk masing-masing indeks, maka status gizi seseorang atau anak dapat ditentukan.Istilah status gizi dibedakan untuk setiap indeks yang digunakan agar tidak terjadi kerancuan dalam interpretasi.

  • Indeks BB/TBa. Normal bila Z_Score terletak dari > -2 SD s/d +2 SDb. Kurus bila Z_Score terletak dari > -3 SD s/d < -2 SDc. Sangat kurus bila Z_Score terletak < -3 SDd. Gemuk bila Z_Score terletak > +2 SD

  • BATAS AMBANG DAN ISTILAH STATUS GIZI UNTUK INDEKS BB/U, TB/U dan BB/TB(Berdasar Hasil Kesepakatan Pakar Gizi, Januari 2000)Indeks BB/U:a. Gizi baik bila Z_Score terletak dari > -2 SD s/d +2 SD b. Gizi kurang bila Z_Score terletak dari >-3 SD s/d +2 SD

    Indeks TB/U:a. Normal bila Z_Score terletak > -2 SDb. Pendek bila Z_Score terletak dari > -3 SD s/d < -2 SD

  • Prinsip 1: Rujukan antropometri dibentuk berdasarkanSebaran NORMAL nilai indikator pada populasiSehat, tidak mempunyai masalah Sos-EkonKurva Sebaran Normal Nilai Z_Score Indikator Antropometri

  • Pertimbangan dalam Menetapkan Batas Ambang (Cut-off point) Status GiziDidasarkan pada asumsi resiko kesehatan:Antara -2 SD s/d +2 SD tidak memiliki atau beresiko paling ringan untuk menderita masalah kesehatanAntara -2 s/d -3 atau antara +2 s/d +3 memiliki resiko cukup tinggi (mode-rate) untuk menderita masalah kesehatanDi bawah -3 SD atau di atas +3 SD memiliki resiko tinggi untuk menderita masalah kesehatan

  • 95%Suatu masyarakat disebut tidak mempunyai masalah kesehatan masyarakat bila 95 % balita berstatus gizi baik (antara -2 SD s/d +2 SD)

  • 2%2%Suatu masyarakat disebut tidak mempunyai masalah kesehatan masyarakat bila hanya ada 2,0 % balita berada antara -2 SD dan -3 SD, atau antara +2 SD dan +3 SD

  • 0.5%0.5%Suatu masyarakat disebut tidak mempunyai masalah kesehatan masyarakat bila hanya ada 0,5 % balita berada di bawah -3 SD, atau di atas +3 SD

  • Bila dalam masyarakat ada lebih dari 2,5% balitaberada
  • Indeks BB/UBB memberikan gambaran tentang massa tubuh (otot dan lemak)BB merupakan ukuran antropometri yg sangat labil karena massa tubuh sangat sensitif terhadap perubahan keadaan yg mendadak(sakit, kurang nafsu makan, atau berkurangnya konsumsi makanan.Karena sifat labil tersebut maka indeks BB/U menggambarkan status gizi pd saat kini.Indek ini dapat mendeteksi under & overweight

  • Kelebihan Indeks BB/UDpt lebih mudah dimengerti & lbh cepat dimengerti oleh masyarakat umumSensitif utk melihat perubahan status gizi jangka pendekDpt mendeteksi kelebihan BBHasil objektif, kalau diulang memberikan hasil yg samaPeralatan dpat dibawa kemana-mana, dan relatif murahPengukuran mudah dilaksanakan & telitiPengukuran tdk memakan waktu banyak

  • Kekurangan Indeks BB/UDapat mengakibatkan kekeliruan interpretasi status gizi bila terdapat oedemaMemerukan data umur yang akuratSering terjadi kesalahan dalam pengukuran.Secara operasional sering mengalami hambatan karena masalah sosial budaya setempat.

  • Indeks BB/TB atau BB/PB BB mempunyai hubungan linier dgn TB, Dalam keadaan normal perkembangan BB searah dengan pertambahan TB dengan kecepata tertentu.Menggambarkan status gizi maka kini, biasanya digunakan kalau data umur tdk diketahui.Indikator kekurusan (wasting)

  • Kelebihan Indek BB/TBHampir bebas terhadap pengaruh umur dan rasDapat membedakan keadaan anak dalam penilaian BB relatif terhadap TB : kurus, cukup, gemuk, dan keadaan marasmus atau bentuk KEP lainnya

  • Kelemahan Indeks BB/TBTidak dapat memberi gambaran apakan anak tersebut pendek, cukup TB atau kelebihan TB, karena faktor umur tidak diketahuiDalam praktek sering dialami kesulitan ketika mengukur PB baduta atau TB anak balitaSering terjadi kesalahan membaca angka hasil pengukuran, terutama bila pembacaan dilakukan oleh tenaga non-profesional

  • Indeks TB/U atau PB/U TB adalah ukuran antropometri yang mengambarkan keadaan pertumbuhan skeletalDalam keadaan normal, TB tumbuh bersamaan dengan pertambahan umurPertumbuhan TB, tdk sama seperti BB, relatif kurang sensitif terhadap defisiensi gizi dalam jangka pendek. Indeks TB/U menggambarkan status gizi masa lalu

  • Kelebihan indeks TB/UMerupakan indikator yang baik untuk mengetahui kurang gizi pada masa lampauAlat mudah dibawa-bawa ke lapangan dan dpt dibuat secara lokalJarang orang tua keberatan diukur anaknyaPengukuran objektif

  • Kelemahan indeks TB/UDalam menilai intervensi, harus disertai dengan indek lain (BB/U), karena perubahan TB tdk banyak terjadi dalam waktu singkatMembutuhkan beberapa alat pengukuran (bayi dan balita)Lebih melakukan pengukuran secara teliti bagi tenaga yg kurang terlatihMemerlukan tenaga 2 orang utuk mengukur PB anakUmur anak kadang-kadang sulit didapat secara pasti

  • Standar AntropometriStandar Internasional 1. NCHS (National Center For Health Statistic)2. Harvard3. WHO

    B. Standar Lokal

  • Standar WHO - NCHSStandar deviasi unit (Z-Skor)

    Rumus perhitungan Z-Skor

    Nilai Individu Subyek-Nilai Median Baku RujukanZ-Skor = Nilai Simpang Baku Rujukan

  • PENGOLAHAN SECARA MANUALRUMUS UNTUK MENGHITUNG STATUS GIZI DENGAN Z-SCOREBila Nilai Riil, BB, TB di atas nilai Median

    B. Bila Nilai Riil, BB, TB di bawah nilai MedianC. Bila Nilai Riil, BB, TB sama dengan nilai Median

  • BATAS AMBANG DAN ISTILAH STATUS GIZI UNTUK INDEKS BB/U, TB/U dan BB/TB(Berdasar Hasil Kesepakatan Pakar Gizi, Januari 2000)

    IndeksStatus GiziNilai Z-SCOREBB/UGizi lebihGizi baikGizi kurangGizi buruk> 2 SD- 2 SD sampai + 2 SD< - 2 SD sampai 3 SD< - 3 SDTB/UNormal Pendek / Stunted- 2 SD sampai + 2 SD< -2 SDBB / TBGemukNormalKurus (wasted)Sangat kurus> 2 SD- 2 SD sampai + 2 SD< - 2 SD sampai 3 SD- 3 SD

  • Kategori Status Gizi BB/U

    >+ 2 SD= BB Lebih (G.Lbh)2 s/d + 2 SD= BB Normal (G.N)-3 s/d < - 2 SD= BB Rdh (G.Krg)< - 3 SD= BB Sgt Rdh (G.B)

  • Kategori BB/TB

    >+ 2 SD= Gemuk2 s/d + 2 SD= Normal3 s/d < - 2 SD= Kurus< - 3 SD=Sgt Kurus

  • Kategori TB/U

    >+ 2 SD= Jangkung-2 s/d + 2 SD= Normal-3 s/d < - 2 SD= Pendek< - 3 SD=Sgt Pendek

  • CONTOHSeorang anak perempuan umur 24 bulan, TB. 67 cm, BB 11,2 kgSeorang anak laki-laki umur 45 bulan,TB. 90 cm, BB. 14,5 kgSeorang anak laki-laki umur 70 bulan, TB. 110 cm, BB 22 kgHitung distribusi simpangan baku untuk ketiga anak tersebut.

  • BB Menurut Umur (BB/U) -3 -2 -1 Median +1 +2 +324 bulan 8,2 9,4 10,7 11,9 13,2 14,5 15,845 bulan 10,7 12,5 14,4 16,2 18,2 20,1 22,470 bulan 14,8 17,3 19,9 22,5 26,0 19,5 33,1TB Menurut Umur (TB/U) -3 -2 -1 Median +1 +2 +324 bulan 79,6 79,9 83,2 86,5 89,8 93,0 96,345 bulan 88,6 92,7 96,9 101,070 bulan 105,6 110,7 115,7 120,8 125,8 130,9 136,0BB Menurut TB (BB/TB) -3 -2 -1 Median +1 +2 +324 bulan 5,3 6,0 6,8 7,5 8,3 9,0 9,845 bulan 9,8 10,0 12,1 13,3 14,7 16,2 17,670 bulan 13,8 15,4 17,1 18,7 20,4 22,2 24,0

  • KESALAHAN PLOT SEBAGAI AKIBAT KETIDAKTELITIAN UMUR024681012kg0123456789Umur (bulan)

    Anak umur 2 bulandi plot pada umur1 bulanAnak umur 5 bulandi plot pada umur4 bulanAnak umur 8 bulandi plot pada umur6 bulan

  • TERIMA KASIH