Pergeseran Paradigma Pembangunan

download Pergeseran Paradigma Pembangunan

of 37

Embed Size (px)

description

Ekonomi Pembangunan

Transcript of Pergeseran Paradigma Pembangunan

  • 1. PERGESERAN PARADIGMA PEMBANGUNAN
  • 2. Pergesaran Paradigma Dalam Pembangunan Produk Domestik Bruto (PDB) PDB Riil per Kapita Indikator non moneter (Indeks Pembangunan Manusia) Mengatasi Kemiskinan Entitlements dan kapabilitas Kebebasan Pembangunan berkelanjutan
  • 3. Produk Domestik Bruto (PDB) Produk Domestik Bruto adalah nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dengan PNB (Produk Nasional Bruto) karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak
  • 4. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) / Human Development Index (HDI) Pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup
  • 5. Trickle Down Effect dalam Ekonomi Pembangunan Kenaikan kapasitas atau kemampuan ekonomi orang orang kaya/ atau sejumlah orang tertentu dimana akhirnya akan menggulirkan (Trickle Down) peningkatan kesejahteraan pula pada kalangan menengah ke bawah.
  • 6. Inti dari konsep Tricle Down Effect Strategi pembangunan ekonomi suatu Negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah, dan memusatkan, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat ke bawah (trickle-down- effect), pendistribusian kembali. Jika terjadi ketimpangan atau ketidakmerataan, hal tersebut merupakan persyaratan terciptanya pertumbuhan ekonomi.
  • 7. Pembangunan Ekonomi Pembentukan Modal Mengundang Modal Asing Negara Eropa Barat & Japan Melakukan Industrialisasi Inggris
  • 8. Pertumbuhan tidak identik dengan pembangunan Pertumbuhan ekonomi hanya mencatat peningkatan produksi barang dan jasa secara nasional, sedangkan pembangunan berdimensi lebih luas dari sekedar peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan dianggap sebagai pergerakan ke atas dari seluruh sistem sosial. Pembangunan ekonomi merupaya upaya meniadakan atau setidaknya mengurangi kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan
  • 9. Pembangunan Berkelanjutan Pesan utamanya adalah bahwa tata dunia baru atau lama tidak akan menguntungkan apabila secara konsep biologis alam yang menopang ekonomi dunia tidak diperhatikan. Pembangunan ekonomi berkelanjutan memiliki strategi yang disebut dengan ecodevolopment, yang intinya mengatakan bahwa masyarakat dan ekosistem di suatu daerah harus berkembang bersama sama menuju produktifitas dan pemenuhan kebutuhan yang lebih tinggi, namun yang lebih utama startegi pembangunan ini harus berkelanjutan, baik dari sisi ekologi maupun sosial
  • 10. Teori Pertumbuhan Makroekonomi Teori Pertumbuhan linear (adam Smith, Karl Marx, Rostow) Teori Pertumbuhan Struktural (Arthur Lewis, Chenery) Teori Dependensia (Ande Gunder Frank, Samir Amin) Neoklasik (Analisis Harrod Domar, Sumber pertumbuhan Solow) Teori Teori Baru (Teori pertumbuhan baru (NGT), teori perdagangan baru (NTT), teori geografi ekonomi baru (NEG)
  • 11. Teori Pertumbuhan Linear Sebelum munculnya teori pertumbuhan linear para ekonom berpendapat bahwa kemakmuran diartikan hanya mengumpulkan emas dan perak dan peran pemerintah adalah mengumpulkan sebanyak banyaknya logam mulia. Kemakmuran suatu negara diperoleh dari kemampuan untuk mengolah sumber daya alam dan manusianya untuk menghasilkan tingkat produktifitas yang lebih baik dengan menekankan adanya spesialisasi individu dan pembagian kerja
  • 12. Teori pertumbuhan Adam Smith Menurut Adam Smith terdapat dua aspek utama pertumbuhan ekonomi yaitu pertumbuhan output total dan pertumbuhan penduduk. Pada pertumbuhan output total terdapat tiga unsur pokok dari sistem produksi suatu negara ialah sumber daya alam yang tersedia, sumber daya insani dan stok barang modal yang ada. Sedangkan pada pertumbuhan penduduk, jumlah penduduk akan meningkat jika tingkat upah yang berlaku lebih tinggi dari tingkat upah subsisten yaitu tingkat upah yang pas-pasan untuk hidup. Selain itu, Adam Smith dalam pemikirannya membagi pertumbuhan ekonomi menjadi 5 tahap, dimulai dari masa perburuan, masa beternak, masa bercocok tanam, masa perdagangan, dan masa perindustrian.
  • 13. Teori Karl Marx Karl Marx mengemukakan teorinya berdasar atas sejarah perkembangan masyarakat dimana perkembangan masyarakat itu melalui 5 tahap yaitu masyarakat komunal, masyarakat perbudakan, masyarakat feodal, masyarakat kapitalis dan masyarakat sosialis. Dalam perkembangan perekonomian di masyarakat, Karl Marx membagi menjadi tiga tahapan yaitu feodalisme, kapitalisme, dan sosialisme. Marx berpendapat bahwa kemampuan para pengusaha untuk mengakumulasi modal terletak pada kemampuan mereka dalam memanfaatkan nilai lebih produktivitas buruh yang dipekerjakan. Karl Marx berpendapat bahwa tentang pertumbuhan ekonomi yang terkenal dengan sebagai teori konflik.
  • 14. Teori Pertumbuhan Rostow Rostow membagi proses perkembangan ekonomi suatu Negara menjadi lima tahap; (1) perekonomian tradisional (2) prakondisi tinggal landas (3) tinggal landas (4) menuju kedewasaan, dan (5) konsumsi massa tinggi. Perekonomian Tradisional (1) Dalam suatu masyarakat tradisional, tingkat produktivitas per pekerja masih rendah, oleh karena itu sebagian besar sumber daya masyarakat digunakan untuk kegiatan sektor pertanian.
  • 15. Pra Kondisi Tinggal Landas (2) Tahap prasyarat tinggal landas ini didefinisikan Rostow sebagai suatu masa transisi dimana masyarakat mempersiapkan dirinya untuk mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (self sustained growth). Ciri - ciri adalah sebagai berikut: 1. Peningkatan investasi di sektor infrastruktur/prasarana terutama transportasi. 2. Revolusi bidang pertanian untuk memenuhi peningkatan permintaan penduduk. 3. Perluasan impor, termasuk impor modal oleh biaya produksi yang efisien dan pemasaran sumber alam untuk ekspor.
  • 16. Tinggal Landas (3) Tahap tinggal landas sebagai suatu revolusi industri yang berhubungan dengan revolusi metode produksi dan didefinisikan sebagai tiga kondisi yang saling berkaitan, Tahap Menuju Kedewasaan (4) Tahap menuju kedewasaan ditandai dengan penerapan teknologi modern secara efektif terhadap sumber daya yang dimiliki. Pada tahap ini terdapat tiga perubahan yang penting : 1. Tenaga kerja berubah dan tidak terdidik menjadi baik 2. Perubahan watak pengusaha dari pekerja dari keras dan kasar berubah menjadi manajer efisien yang halus dan sopan 3. Masyarakat jenuh terhadap indutrialisasi dan menginginkan perubahan lebih jauh.
  • 17. Tahap Konsumsi Tinggi (5) Tahap konsumsi tinggi merupakan tahap akhir teori pertumbuhan Rostow. Pada tahap ini ditandai dengan migrasi besar-besaran masyarakat pusat perkotaan ke pinggiran kota (urbanisasi), akibat dari pusat kota dijadikan sebagai tempat kerja.
  • 18. Teori Pertumbuhan Struktural Ekonomi dibagi dalam dua kategori: 1. Sektor subsisten adalah sektor pertanian dimana produksi pangan dikonsumsi sebagian besar oleh petani itu sendiri. Sektor ini biasanya memiliki teknologi sederhana dan penggun