Performance Leadership

download Performance Leadership

of 28

  • date post

    30-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    35
  • download

    0

Embed Size (px)

description

kepemimpinan

Transcript of Performance Leadership

PERFORMANCE LEADERSHIP : STUDI KASUS PADA PT UNILEVER INDONESIATBKAbstrak

Faktor kepemimpinan seseorang di sebuah perusahaan atau organisasi memiliki peranan penting di dalam menentukan masa depan terutama dalam pencapaian visi dan misi. Seorang pemimpin yang baik akan selalu belajar dari pengalaman mengenai kesalahan kesalahan selama dalam masa kepemimpinannya demi masa depan perusahaan yang lebih baik. Adapun hal hal yang perlu diperhatikan adalah membentuk kerangka kinerja karyawan, bagaimana mendorong peningkatan kinerja karyawan, dan belajar untuk meningkatkan kinerja. Sebagai salah satu perusahaan logistik PT Unilever Indonesia memperhatikan kinerja kepemimpinan.Kata Kunci : Kepemimpinan, Membuat Kerangka dan Mendorong Kinerja, Peningkatan Kinerja.1.1 Latar BelakangKepemimpinan seseorang menentukan keberhasilan perusahaan dalam mencapai targetnya. Tentunya target ini merupakan visi dan misi yang ingin di capai oleh perusahaan. Selain itu, kinerja perusahaan yang produktif mencerminkan gaya kepemimpinan seseorang di suatu lembaga atau perusahaan. Oleh karena itu, suksesnya suatu perusahaan mencerminkan suksesnya pemimpin di perusahaan tersebut. Gaya kepemimpinan pimpinan perusahaan ini mempengaruhi kualitas kinerja karyawan, kerangka kinerja karyawan hingga mencapai peningkatan kinerja karyawan. Terkait dengan gaya kepemimpinan yang mengarah kepada kinerja pegawai atau karyawan, senada dengan teori yang dikemukakan oleh Stephen Robin (1996 : 40) mengenai ciri implisit seseorang yang diidentifikasi menjadi seorang pemimpin. Pada hakikatnya kepemimpinan adalah gaya, yang menonjolkan penampilan sebagai pemimpin. Beberapa teori yang mengidentifikasi kepemimpinan tersebut adalah sebagai berikut : (a) Teori Ciri, yaitu teori yang mencari ciri kepribadian, sosial, fisik, atau intelektual yang membedakan pemimpin dari yang bukan pemimpin. Menurut Robin, terdapat enam ciri yang membedakan pemimpin dan bukan pemimpin. Adapun cirinya adalah ambisi dan energi, hasrat untuk selalu memimpin, kejujuran dan integritas (keutuhan), rasa percaya diri, kecerdasan, dan pengetahuan yang relevan dengan pekerjaan. Tetapi yang perlu diingat adalah tidak satupun dari ciri itu mampu menjamin suksesnya pemimpin karena tergantung dari situasi lingkungan serta akibatnya. (b) Teori Perilaku, teori ini mengemukakan bahwa perilaku yang spesifik atau khas membedakan seorang pemimpin dengan yang bukan pemimpin seperti bicara keras,bersemangat, otokratis, suka bergaul, karismatik, dinamis, perasaan terbuka dan bisa mengerti. (c) Teori Situasional Hersey dan Blanchard, yaitu teori yang memusatkan perhatian pada kesiapan para pengikut.

Jika dikaitkan dengan teori yang dikemukakan di atas, maka terdapat korelasi antara teori tersebut dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Bass (1987) melalui penelitian yang telah dilakukan oleh Mukhamad Najib (2003) mengenai kepemimpinan bahwa kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama. Melalui pernyataan Bass tersebut pula dapat diinterpretasikan bahwa seorang pemimpin memimpin sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan yang merupakan tujuan bersama dan bukan tujuan pribadi. Hal ini diperkuat dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Yukl (1994) yang dikutip oleh Mukhamad Najib (2003) bahwa kepemimpinan erat kaitannya dengan ciri ciri individual, perilaku, pengaruh terhadap orang lain, pola pola interaksi, hubungan peran, tempatnya pada suatu posisi administratif, serta persepsi orang lain mengenai legitimasi dan pengaruh. Adapun terkait dengan pernyataan tersebut dan jika dikaitkan dengan pendapat sebelumnya mengenai konsep konsep kepemimpinan dapat diketahui bahwa konsep kepemimpinan tidak terlepas dari kemampuan seseorang untuk mengatur sekelompok orang dalam pencapaian tujuan khususnya mengenai visi dan misi suatu lembaga atau organisasi. Adapun jika dikaitkan dengan konsep kepemimpinan tersebut, maka dapat kita interpretasikan bahwa pola kepemimpinan seseorang tidak terlepas dari komunikasi yang dibangun antara dirinya dengan orang orang yang dipimpin oleh dirinya. Hal ini senada dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Tannenbaum (1961) yang dikutip oleh Mukhamad Najib (2003) bahwa kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam suatu situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi ke arah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu. Jika melihat teori tersebut, maka dapat ditarik suatu opini bahwa terdapat suatu pengaruh antara satu orang dengan yang lainnya yang terdapat di dalam situasi tertentu sehingga mempengaruhi sikap leader terhadap mereka. Mengacu pada penjelasan mengenai tema yaitu kepemimpinan dan performance leadership (kinerja kepemimpinan) yang menjadi topik, maka kali ini akan dibahas mengenai performance leadership pada PT Unilever Indonesia Tbk. Pada akhir pembahasan ini, maka akan diketahui mengenai gaya kepemimpinan seperti apa yang terdapat di PT Unilever Indonesia Tbk yang dibahas dalam beberapa aspek yang mempengaruhi terhadap kinerja karyawan, kerangka dalam meningkatkan kinerja, dan hasil terhadap peningkatan kinerja tersebut. Berdasarkan data di lapangan diketahui bahwa PT Unilever Indonesia telah mempersiapkan rancangan program leadership bagi karyawannya. Adapun program ini bernama Unilever Future Leader Program (UFLP) dan bertujuan untuk menumbuhkan seseorang menjadi seorang manajer melalui pembelajaran dari pakar kelas dunia. Selain itu dengan program ini diharapkan akan dapat mengembangkan keterampilan kepemimpinan dengan bekerja pada proyek langsung. UFLP menawarkan semua pengalaman yang dibutuhkan seseorang untuk siap menjadi di jajaran manajemen.Jika dilihat dari segi segi performance leadership, terdapat keterkaitan dengan penelitian penelitian terdahulu mengenai topik yang sama. Adapun penelitian penelitian terdahulu berjudul Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan, Orientasi Pasar, dan Kinerja Bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Di Indonesia : Studi Kasus UKM di DKI Jakarta karya Mukhamad Najib yang merupakan alumnus Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 2003. Penelitian ini membahas mengenai hubungan antara gaya kepemimpinan, orientasi pasar, dan kinerja bisnis UKM dalam konteks lingkungan bisnis Indonesia. Selain itu, penelitian sebelumnya yang serupa yaitu berjudul Pengaruh Model Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Imigrasi Jakarta Selatan karya Edy Wibawa yang merupakan alumnus Program Studi Magister Ilmu Administrasi Kekhususan Administrasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia 2006. Adapun penelitian ini membahas mengenai gambaran kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan di kantor imigrasi Jakarta Selatan, kepuasan kerja pegawai mempengaruhi kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan tersebut, dan apakah model kepemimpinan mempengaruhi kinerja pegawai. Adapun perbedaan antara penelitian penelitian sebelumnya dengan penelitian ini adalah di dalam penelitian ini akan di bahas mengenai bagaimana performance leadership dengan aspek pembelajaran peningkatan kinerja, kerangka kinerja karyawan, dan bagaimana peningkatan kinerja karyawan di PT Unilever Indonesia Tbk di bawah naungan Maurist Daniel Rudolf Lalisang.1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah di bahas sebelumnya, adapun rumusan masalah dalam penelitian Ini adalah bagaimana penerapan performance leadership pada PT Unilever Indonesia Tbk ?

1.3 Tujuan Penelitian

Terkait dengan latar belakang yang telah di bahas sebelumnya, maka tujuan penelitian yang ingin di bahas adalah penerapan performance leadership pada PT Unilever Indonesia Tbk 1.4Manfaat PenelitianSehubungan dengan penelitian di atas, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan manfaat antara lain :

a. Manfaat Akademis

Dalam manfaat akademis, diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu manajemen terutama dalam hal performance leadership.b. Manfaat Praktis

Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat untuk memberikan masukan bagi PT Unilever Indonesia Tbk dalam meningkatkan kinerja dalam rangka pembuatan kebijakan dan keputusan mengenai performance leadership.

II TINJAUAN TEORITIS2.1Kajian Pustaka

Pada bagian ini, akan dibahas mengenai teori apa saja yang akan dibahas sebagai acuan pada analisis dan pembahasan.Adapun teori-teori yang dibahas di dalam penelitian ini adalah mengenai performance leadership.2.1.1 Kepemimpinan

Kepemimpinan menurut H.M Malayu S.P Hasibuan (1990) yang dikutip oleh A.Soegihartono (2012) bahwa makna dan hakekat kepemimpinan adalah bertujuan untuk mendorong gairah kerja dan produktivitas kerja karyawan yang tinggi agar dapat mencapai tujuan organisasi secara maksimal. Hal ini berhubungan dengan konsep kepemimpinan transformasional yang dikemukakan oleh B.M Bass (1985) melalui A.Soegiharto (2012) yang terdiri dari 3 yaitu Charismatic, Individual Consideration, dan Intellectual Stimulation.

Di dalam penelitian membuktikan bahwa memperoleh kharisma dari bawahan merupakan kesuksesan kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan transformasional dengan individual consideration akan menarik perhatian yang cermat pada perbedaan di antara karyawan dan bertindak sebagai mentor untuk mengembangkan bawahan dengan intellectual simulation mampu menunjukkan pada karyawan cara-cara baru dalam pemecahan berbagai permasalahan yang timbul. Dari ketiga dimensi tersebut menurut Bass (1990) akan mendorong peningkatan kepuasan kerja bawahan, kinerja organisasi dan mendorong bawahan dan karyawan untuk tetap tinggal dalam organisasi dengan meningkatnya komitmen pada organisasi.

Selain kinerja, adapun di dalam kepemimpinan terdapat suatu pola atau gaya kepemimpinan. Menurut Veitzal Rifai (2004) mendefinisikan bahwa gaya kepemimpinan adal