PERENCANAAN PRODUKSI AGREGAT

download PERENCANAAN PRODUKSI AGREGAT

of 43

  • date post

    19-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    74
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Perencanaan produksi agregat

Transcript of PERENCANAAN PRODUKSI AGREGAT

43

BAB IPENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Kegiatan perencanaan produksi dimulai dengan melakukan peramalan peramalan (forecast) untuk mengetahui terlebih dahulu apa dan berapa yang perlu diproduksikan pada waktu yang akan datang. Peramalan produksi bermaksud untuk memperkirakan permintaan akan barang barang atau jasa perusahaan. Tetapi hampir semua perusahaan tidak dapat selalu menyesuaikan tingkat produksi mereka dengan perubahan permintaan nyata. Oleh karena itu, perusahaan mengembangkan rencana rencana rasional yang menunjukan bagaimana mereka akan memberi tanggapan terhadap pasar.

Perencanaan agregat bersangkutan dengan cara kapasitas organisasi digunakan untuk memberikan tanggapan terhadap permintaan yang diperkirakan. Perencanaan agregat adalah proses perencanaan kuantitas dan pengaturan waktu keluaran selama periode waktu tertentu (biasanya antara tuga bulan sampai satu tahun) melalui penyesuaian variable variable tingkat produksi, karyawan, persediaan dan variable variable yang dapat dikendalikan lainnya. Digunakannya istilah agregat adalah karena ramalan ramalan permintaan akan berbagai barang atau jasa individual digabungkan menjadi unit unit yang homogeny. Perencanaan agregat mencerminkan strategi perusahaan dalam pelayanan kepada langganan, tingkat persediaan, tingkat produksi, jumlah karyawan dan lain lain.

Perencanaan agregat adalah suatu langkah pendahuluan untuk perencanaan kebutuhan kapasitas yang lebih terperinci. Perencanaan ini merupakan salah satu tanggung jawab personalia yang ada sekarang, informasi yang akurat tentang biaya dan pengetahuan penuh mengenai tujuan tujuan system dan bagian bagiannya. Manjemen puncak hendaknya memberikan pengarahan atau pedoman bagi kegiatan perencanaan agregat ini, karena seperti yang telah disebutkan diatas, keputusan keputusan perencanaan agregat sering mencerminkan kebijaksanaan dasar perusahaan. Beberapa pedoman umum perencanaan agregat secara ringkas dapat diperinci sebagai berikut (T. Hani Handoko : 1984;235):

1. Tentukan kebijaksanaan perusahaan dengan memperhatikan variable variable yang dapat dikendalikan;

2. Gunakan hasil ramalan yang baik sebagai dasar perencanaan;

3. Buat rencana rencana dalam unit unit kapasitas yang tepat;

4. Sedapat mungkin pelihara stabilitas karyawan;

5. Lakukan pengawasan efektif tehadap persediaan;

6. Pelihara fleksibilitas untuk menghadapi perubahan;

7. Tanggapi permintaan dengan suatu cara yang terkendali;

8. Evaluasi perencanaan secara teratur.1.2.Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka didapatkan perumusan masalah sebagai berikut:a. Apa pengertian dari perencanaan produksi agregat?

b. Apa tujuan dari kegiatan perencanaan produksi agregat?

c. Biaya dan strategi apa yang ada dalam kegiatan perencanaan produsi agregat?

d. Metode apa saja yang dapat digunakan dalam perhitungan perencanaan produksi agregat?

e. Metode apa yang terbaik untuk diterapkan pada produksi bola lampu LED di PT Phillips Light?1.3.Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud dari penelitian praktikum ini untuk mengetahui dan mampu menganalisa metode perencanaan produksi agregat yang terbaik dalam kegiatan produksi dan operasionalnya agar dapat memenuhi permintaan produk bola Lampu LED di PT Phillips Light. Adapun tujuan praktikum ini adalah:a. Memahami tentang pengertian dari perencanaan produksi agregat.

b. Mengetahui fungi dan tujuan perencanaan produksi agregat.c. Mengetahui biaya-biaya dan strategi apa saja yang ada dalam perencanaan produksi agregat.d. Mengetahui metode-metode yang digunakan dalam perencanaan produksi agregat.e. Mendapatkan metode yang terbaik untuk produksi bola Lampu LED di PT Phillips Light.1.4.Pembatasan Masalah

Agar permasalahan yang dibahas tidak meluas, maka perlu adanya pembatasan masalah, yaitu sebagai berikut:1. Penelitian hanya dilakukan pada produk bola Lampu LED di PT Phillips Light.2. Data peramalan yang digunakan didapatkan dari hasil metode peramalan yang terbaik pada penelitian sebelumnya.

3. Perhitungan perencanaan agregat hanya menggunakan 3 metode yaitu, Variasi tingkat persedian, Variasi jumlah tenaga kerja, dan Sub kontrak.1.5.Metode Pengumpulan DataA. Primer

1. Wawancara :

Wawancara yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara bertanya langsung kepada responden, atau tatap muka antara responden dengan peneliti.

2. Observasi :

Observasi yaitu metode pengumpulan data dengan cara melakukan penelitian secara langsung terhadap obyek penelitian permintaan.B. Sekunder

Dokumentasi merupakan salah satu metode pengumpulan data sekunder. Dokumentasi yaitu metode pangumpulan data dengan cara mendapatkan data melalui buku-buku, catatan-catatan atau dokumentasi perusahaan yang ada kaitannya dengan penelitian.1.6. Sistematika Penulisan

BAB I. Pendahuluan

1.1. Latar Belakang Masalah

Menyajikan tentang latar belakang penelitian peramalan yang menunjang dalam praktikum ini.

1.2.Perumusan Masalah

Menspesifikasi suatu bahasan dari permasalahan yang ada, sehingga permasalahan yang akan kita pecahkan menjadi lebih terarah. Perumusan tentang masalah yang akan dibahas dalam praktikum peramalan.

1.3.Maksud dan Tujuan Praktikum

Apa yang diharapkan dan apa yang akan kita dapatkan dari pelaksanaan praktikum peramalan.

1.4.Pembatasan Masalah

Membuat batasan tentang hipotesa dan uji apa saja yang akan digunakan dalam praktikum.

1.5.Metode Pengumpulan data

Metode yang digunakan pada saat mengumpulkan data yang akan digunakan dalam praktikum.

1.6.Sistematika Penulisan

Urutan-urutan atau susunan-susunan sistematik dari penulisan laporan.

BAB II. Landasan Teori

Teori-teori yang dapat digunakan sebagai acuan dalam praktikum dan teori-teori yang berhubungan dengan praktikum.

BAB III. Kerangka Pemecahan Masalah

3.1. Flowchart Pemecahan Masalah

Suatu gambaran yang berbentuk Flowchart untuk memecahkan suatu masalah.

3.2.Langkah-Langkah Pemecahan Masalah

Cara-cara yang sistematik untuk memecahkan suatu masalah.

BAB IV. Pengumpulan dan Pengolahan Data

4.1.Pengumpulan Data

Mengumpulkan dan menuliskan data-data yang diperlukan dalam praktikum.

4.2.Pengolahan Data

Penyajian dari data yang telah didapat dari praktikum.

BAB V. Analisa Dan Pembahasan

Mengidentifikasi, menganalisis atau menyelidiki hasil dari pengolahan data.

BAB VI. Kesimpulan dan Saran

6.1.Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil metode perhitungan masing-masing data atau hasil akhir semua isi laporan.

6.2.Saran

Masukan-masukan yang kita kemukakan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dalam penyusunan laporan dan dalam praktikum di masa yang akan datang.

BAB II

LANDASAN TEORI

1.1. Pengertian AgregatAggregate Planning (AP) adalah suatu aktivitas operasional untuk menentukan jumlah dan waktu produksi pada waktu dimasa yang akan datang.AP juga didefinisikan sebagai usaha untuk menyamakan antara supply dan demand dari suatu produk atau jasa dengan jalan menentukan jumlah dan waktu input, transformasi, dan output yang tepat. Dimana keputusan AP dibuat untuk produksi, staffing, inventory, dan backorder level.Perencanaan Agregat (agregat planning) juga dikenal sebagai Penjadwalan Agregat adalah Suatu pendekatan yang biasanya dilakukan oleh para manajer operasi untuk menentukan kuantitas dan waktu produksi pada jangka menengah (biasanya antara 3 hingga 18 bulan ke depan). Perencanaan agregat dapat digunakan dalam menentukan jalan terbaik untuk memenuhi permintaan yang diprediksi dengan menyesuaikan nilai produksi, tingkat tenaga kerja, tingkat persediaan, pekerjaan lembur, tingkat subkontrak, dan variabel lain yang dapat dikendalikan. Keputusan Penjadwalan menyangkut perumusan rencana bulanan dan kuartalan yang mengutamakan masalah mencocokkan produktifitas dengan permintaan yang fluktuatif. Oleh karenanya perencanaan Agregat termasuk dalam rencana jangka menengah.

Proses perencanaan dapat digolongkan dalam tiga tingkatan yaitu:1. Long Range Plans

Merupakan perencanaan lebih dari setahun yang menyangkut perencanaan produk baru,biaya perluasan dan sebagainya. Long Range Plans ditetapkan oleh manajer pucak.2. Intermediete Range PlansMerupakan rencana atara 3 sampai 18 bulan, menyangkut rencana penjualan, rencana produksi, rencana inventory, anggaran tenaga kerja dan sebagainya. Intermediate range plans ditetapkan oleh Manajer Operasi.3. Short Range PlansMerupakan rencana kurang dari tiga bulan yang menyangkut job assignment, ordering, Job scheduling. Short Range Plans ditetapkan oeh Manajer Operasi bersama dengan supervisor dan operator.Dalam tiga tingkatan proses perencanaan tersebut, perencanaan agregat berada pada tingkatan kedua yaitu Intermediate plans yang menyangkut rencana produksi / operasi perusahaan.Perencanaan agregat membentuk keterkaitan antara perencanaan fasilitas di satu pihak dan penjadwalan dipihak lain. Perencanaan fasilitas membatasi keputusan perencanaan agregat.penjadwalan berkenaan dengan jangka waktu yang pendek (beberapa bulan atau kurang) dan dibatasi oleh keputusan perencanaan agregat. Perencanaan agregat berkaitan dengan perolehan sumber daya, sedangkan penjadwalan berkaitan denngan pengalokasian sumber daya yang tersedia terhadap pekerjaan dan pesanan tertentu. Jadi perbedaan dasar harus dilakukan antara perolehan sumber daya melalui penjadwalan.Hirarki keputusan kapasitas ini diperlihatkan pada gambar 2.1. perhatikan bahwa keputusan diproses dari atas ke bawah, dan umpan balik dari bawah ke atas. Keputusan penjadwalan seringkali menunjukan kebutuhan akan perbaikan perencanaan agregat dan perencanaan agregat juga da