Perencanaan Marka Jalan

Click here to load reader

  • date post

    04-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    831
  • download

    82

Embed Size (px)

description

Pd T 12-2004 B

Transcript of Perencanaan Marka Jalan

Pd T -12-2004-8

Konstruksi

dan Banqunan

DEPARTEMEN PERMUKIMAN PRASARANA DAN WILA AH Y

5 1

4 2 3 Prakata Oaftar Oaf

4.2

52 5.3 5.5 5.4

5.1

4.4 3.10 3.5 3.4 3.2 3.1 3.9 3.8 3.7 3.6 3.3

4.3

4.1

tar Acuan Ketentuan Istilah Ruang

Jenis,

4.4.3 5.2.1 5.3.2 5.5.2 5.5.1 5.3.1 5.2.2 5.1.3 5.1.2 5.1.1

4.4.2

4.4.1gambar isi garis marka I marka marka marka marka pulau jalur

Marka Marka Marka Marka

Marka

Ketentuan

Penyelenggaraan

Ketentuan

bingkai

a

j

fungsi,

dan

u

normatif

lingkup

r

Warna Marka Marka Marka Marka Marka Marka Marka Marka Paku Marka

Bahanutuh lalu

definisi

Pertimbangan-pert!mb2ngarljalan lambang melintang membujur serong

tulisan serong lainnya melintang membujur

jalan

.

.

ukuran .

..

jalan

lintas

.

atau

teknis umum

.

garis membujur panah penyeberangan berupa lam melintang melintang membujur

marka

..

marka. . . . bang . solid . . putus-putus

dan .

marka

.

marka

.

gambar

jalan. . . . ...

penempatan garis . garis garis garis

.

.

".",..."",.,.", jalan segitiga ganda utuh pejalan putus-putus utuh membujur

.

.

.

.

.

.

..

.

.

.

dalam. . . . . . . marka .

kaki

.

.

.

...

.

.

...

.

pere~ca~3an.

,..,.., .

.

.

.

Daftar isi

.

.

.

.

.

.

.

.

.

,..,.."

.

.

.

.

.

.

.

per:em;:>2tan. . ... . . . ... . . . ... . . . . . . . . . .

marka. . . . . . .

,

.

.

.

jalan. . . . . . . . .

....

Pd T-12-2004-8

::,..

4

4

4

4

9

8

3

3

3

3

2

2

2

2

2

2

2

2

2

15

11

11

iii

3

18

18

18

16

15

13

11

1

II

1

1

1

1

1

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar Lampiran

Gambar

Gambar

Gambar

Lampiran

Gambar5.5.3

5.5.4

6 7 1 9 8

4

2

3

5

Bibliografi

14

18

25 19

21 17 16

20

23

22

13

12

10

~ 1B

24

AMarka

Paku

Marka

Marka

Marko

Detail

Marka

rencana

Marka

Marka

Marka

Penempatan

Marka

Marka

Marka

Marka

Marka

Garis

Marka

Ukuran

Ukuran

Marka

Penempatan

Marka

Penempatan

Penempatan

(informatif)

(informatif)

Pelintasanlarangan tulisan lam penyeberangan penyeberangan garis serong garis garis garis garis membujur

jalan

peringatan

lambang

ukuran

garis

garisgaris garis

membujur

kurang

bang

Daftar

melintang

ganda ganda pemisah pengarah

keretamarka untuk untuk marka marka marka (Chevron)

..

Bagan

gandamenyiap

marka

pemisah,

kereta

panah .""""""".'.'.."'..""'.""'..'."."."..." dari

garis perlintasan

garismembujur membujur

nama

apikecepatan kecepatan tepi garis garis huruf/tulisan 60 pad

alir

panahstop tepi

membujur

api

sebagai sepeda 2

km/jam

utuhperkerasan

peringatan,

perencanaan

"..""garis a marginal marginal daerah perkerasan putus-putus

dan

lembaga

untukgaris putus-putus

kereta

"""""",diatas dibawah

melintang

pengarah

putus-putus

Daftargambar

Gambar 15 Marka garis stop, marka lambang stop dan marka lainnya

".",.."".""""..""."".,.",...

iipendakian utuh

tampak

tampak

api

kecepatan60 60 Km/jam

pendekatjalan

marka

""".."""""",.""

sejajar

,

Km/Jam

dan garis utuh

samping alas

jalan

dan,

chevron

PdT-12-2004-B

20 21

25

24

23

7 8

4

9

8

8

10

10

5 ~

6

6

13

12

11

1

14

15

16

21

20

17

21

17

19

Pd T-12-2004-8

Prakata

Pedoman perencanaan marka jalan, dipersiapkan oleh Panitia Teknik Standardisasi Bidang Konstruksi dan Bangun~n, melalui Gugus Kerja Bidang Teknik Lalu-lintas dan Geometri pada Sub Panitia Teknik Standarisasi Bidang Prasarana Transportasi. Pedoman ini diprakarsai oleh Pusat Litbang Prasarana Transportasi, Badan Litbang Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Marka jalan merupakan salah satu alat pengendali lalu lintas yang diperlukan oleh pemakai jalan yang berfungsi sebagai penuntun, pengarah, pemberi peringatan atau larangan. Marka akan membantu para pemakai jalan sehingga merasa lebih aman, r-lyarnan, mantap, dan memiliki kepastian dalam mengemudi. Mengingat pentingnya marka jalan maka diperlukan suatu panduan untuk merencanakan marka jalan terutama bagi professional terkait dengan perencanaan jalan. Tata cara perencanaan marka jalan yang dimuat dalam pedoman ini mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan KM 60 Tahun 1993 tentang marka jalan. Pedoman ini menggantikan Manual Ditjen Bina Marga No. 012/S/BNKT/1990 dengan telah melalui pengkajian pada Pusat Litbang Prasarana Transportasi. Pedoman ini diproses melalui mekanisme konsensus yang melibatkan narasumber, pakar dan stakeholders prasarana transportasi sesuai Pedoman BSN No.9 tahun 2000. Penulisan pedoman mengikuti pedoman BSN No.8 tahun 2000.

iii

Pd T-12-2004-8

Penempatan marka jalan

1 Ruang lingkup Tata cara perencanaan marka jalan ini mengatur pengelompokan marka jalan menurutfungsinya, bentuk dan ukuran, penggunaan serta penempatannya. Tata cara perencanaan marka jalan ini diterapkan dalam perencanaan ruas serta persimpangan jalan baik jalan dalam kota maupun jalan luar kota.

2 Acuan noimatifTata cara marka jalan ini merujuk pada buku sebagai berikut :-

Undang-undang Nomor 13 Tahun 1980tentangja/anUndang-undang Nomor 14 Tahun 1992tentang Lalu lintas dan angkutanja/an

-

Undang-undang Nomor 22 Tahun 1992 tentang Penetapan peraturan pemerintahpengganti undang-undang nomor 1 tahun 1992 tentang penangguhan undang undang nomor 14 tahun 1992 tentang lalu lintas dan angkutan ja/an sebagai undang-undang

-

PeraturanPemerintahNomor26 Tahun 1985tentangJa/anPeraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan lalu lintas ja/anSNI No. 06-4825-1998, tentang Spesifikasi cat marka ja/an

-

Pd. T-12-2003, Pedoman perambuan sementara pada pekerjaan konstruksi ja/an Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 60 tahun 1993 tentang Marka ja/an

-

3

Istilah dan definisi

3.1marka jalan suatu tanda yang berada di permukaan jalan atau di atas permukaan jalan berupa peralatan atau tanda yang membentuk garis membujur, garis melintang, garis serong serta lambang lainnya yang berfungsi untuk mengarahkan arus lalu lintas dan membatasi daerah kepentingan lalu lintas 3.2marka membujur marka yang sejajar dengan sumbu jalan 3.3 marka melintang

marka yang tegak lurus terhadap sumbu jalan

1 dari 25

Pd T-12-2004-8

3.4 marka serong

marka berbentuk garis utuh membentuk sudut < 90 terhadap lajur lalu lintas untuk menyatakan suatu daerah permukaan jalan yang bukan merupakan jalur lalu lintas kendaraan 3.5

marka lambang marka yang mengandungarti tertentu untuk menyatakan peringatan,perintahdan larangan untuk melengkapiatau menegaskanmaksudyangtelah disampaikanoleh rambu atau tanda lalu lintas lainnya3.6 jalur bagian jalan yang dipergunakan untuk lalu lintas kendaraan

3.7 lajur bagian jalur yang memanjang, dengan atau tanpa marka jalan, yang memiliki lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor sedang berjalan, selain sepeda motor3.8 bingkai jalan

bala~ bahu jalan yang pada umumnya terletak pada sisi xa;,an atau kiri badan jalar.3.9

pulau lalu lintas bagian jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan, dapat berupa tanda permukaan jalan yang ditandai dengan marka atau bagian jalan yang ditinggikan3.10 garis utuh atau solid garis tidak terputus, memiliki panjang garis dan selang antara (interval) yang konsisten

44.1

KetentuanKetentuan umum marka jalan

1) Marka jalan yang melekat pada perkerasan jalan harus memiliki ketahanan permukaan yang memadai. 2) Penempatan marka jalan harus diperhitungkan untuk dapat meningkatkan keselamatan lalu lintas. Pengaturan dengan marka jalan harus diupayakan untuk mampu memberikan perlindungan pada pengguna jalan yang lebih lemah, seperti sepeda dan pejalan kaki. 3) Marka jalan yang dipasang harus memiliki keseragaman untuk ditafsirkan oleh pemakai jalan. dan konsistensi yang mudah

2 dari 25

Pd T -12-2004-8 4) Pada jalan tanpa penerangan, marka jalan harus mampu memantulkan sinar kendaraan sehingga terlihat jelas oleh pengemudi pada saat gelap. lampu

5) Permukaan marka jalan tidak boleh licin dan tidak boleh menonjol lebih dari 6 milimeter diatas permukaan jalan.

4.2 Pertimbangan

- pertimbangan

dalam perencanaan

penempatan

marka jalan

a. Kondisi perkerasan jalanMarka jalan sebaiknya tidak dipasang pad a jalan-jalan yang kondisi perkerasannya atau direncanakan untuk direhabilitasi dalam jangka pendek. b. Kondisi lingkungan jalan Pemilihan bahan dan penerapan marka jalan perlu memperhitungkan kondisi lingkungan, seperti temperatur, curah hujan, dan kelembaban permukaan jalan sehingga marka dapat bertahan sesuai dengan usia rencana. buruk

c. Kondisi dan karakteristik lalu lintasPerencanaan dan pelaksanaan marka jalan perlu memperhitungkan kecepatan, jenis dan kelompok kendaraan yang dominan pada ruas dim ana marka akan dipasang sehingga penempatan marka dapat secara efektif memberikan arahan sesuai kondisi lalu lintas yang diinginkan perencana.

d. Aspek kesefamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintasPema~angan marka harus mengikuti ketentuan keselamatan kerja yang berlaku, termasuk penggunaan rambu-rambu kerja. Selain itu, pemasangan marka sebaiknya memperhitungkan keadaan lalu lintas sehingga tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

4.3 Penyelenggaraanmarka Sesuai ketentuan penyelenggaraanSK Menteri PerhubunganNo. 60 tahun 1993, seti3p usulan implementasinJarkabaru harus dikonsultasikan dall mendapatkanpersetujuandari DirektoratJenderal PerhubunganDarat atau Oinasyang memiliki kewenanganpembinaan perhubungan daerah. di4.4 Ketentuan teknis

4.4.1 Bahan marka jalan 1) Kualitas bahan marka jalan harus mengacu pada SNI No. 06 - 4825 -1998 tentang spesifikasi cat marka jalan 2) Pembuatan marka jalan dapat menggunakan bahan- bahan sebagai berikut : a) b) c) d) e) 4.4.2 cat; thermoplastik; pemantul cahaya (reflectorization); marka terpabrikasi (prefabricated marking); resin yang diterapkan dalam keadaan dingin (cold applied resin based markings). Paku jalan

1) Marka jalan yang dinyatakan dengan garis-garis pada permukaan jalan dapat digantikan dengan paku jalan atau kerucut lalu lintas. 2) Paku jalan dapat dibuat dari bahan plastik, baja tahan karat atau alumunium campur dengan kekuatan yang memadai. 3) Paku jalan harus memiliki warna yang berbeda dengan warna perkerasan jalan.3 dari 25

Pd '-12-2004-8

4.4.3 Warna markaSeluruh jenis marka berwarna putih, kecuali untuk marka larangan parkir yang diharuskan mengikuti ketentuan sebagai berikut : 1) warna Kuning berupa garis utuh pada bingkai jalan yang menyatakan dilarang berhenti pada daerah tersebut. 2) marka membujur berwarna kuning berupa garis putus-putus pada bingkai jalan yang menyatakan dilarang parkir pada daerah tersebut. 3) marka berupa garis berbiku-biku berwarna kuning pada sisi jalur lalu lintas yang menyatakan dilarang parkir pada jalan tersebut.

5 Jenis, fungsi, ukuran, dan penempatan marka5.1 5.1.1 Marka membujur Marka membujur garis utuh

Marka ini hanya berlaku untuk jalan dengan lebar perkerasan lebih dari 4.50 meter, yang terdiri atas : a. marka garis tepi perkerasan jalan; 1) marka ini berupa garis utuh yang dipasang membujur pad a bagian tepi perkerasan tanpa kerb. 2) marka garis tepi perkerasan jalan berfungsi sebagai batas lajur lalu lintas bagian tepi perkerasan. 3) ukuran: - panjang (L) mi;1imum mar: 60 kmram kmram 1 60 ? An

0.20 0.07

16 dari 25~

Pd T-12-2004-8

Kepala

Tinggi huruf

Alas

Gambar 20 Marka tulisan

4) Penempatan: Marka ini ditempatkan pada ditengah lajur lalau lintas sebagai mana dalam Gambar 21

Gambar 21 Penempatanmarka huruf/tulisan

17 dari 25

Pd T-12-2004-8

5.5 Marka lainnya 5.5.1 Marka berupa gambar segitiga 1) Marka ini berbentukk segitiga sarna kaki dengan bagian puncak menghadaparah lalu lintas datang. 2) Marka ini berfungsi sebagai perintah untuk memberiprioritas bagi kendaraan lain pada jalur utama (mayor). 3) Ukuran: - alas segitigaminimal 1 meter dan tingginya3 (tiga) kali alas segitiga. - detail ukurantercantumpada Gambar15. 4) Penempatan:Marka ini ditempatkan pada lengan minor persimpangan (Iihat Gambar 15).

5.5.2 Marka penyeberangan pejalan kaki a. Zebra cross 1) marka ini berupaderet garis membujur yang ditempatkanmelintangarah lalu lintas 2) marka ini berfungsisebagaitempat menyeberang bagi pejalan kaki. 3) ukuran: - garis membujur tempat penyeberangan orang harus memiliki lebar 0,30 meterdan panjang minimal 2,50 meter

-

celah diantara garis-garis membujur minimal 0,30 maksimal 0,60 meter sebagaimana dalam Gambar 15.

4) penempatan Marka ini ditempatkan pada daerah yang diperuntukan bagi penyeberangan jalan pada jalan lurus atau persimpangan. Setiap marka penyeberangan pada jalan iurus harus dilengkapi dengan rambu penyeberangan. Perencanaan untuk marka ini harus mengikuti Pt. 011/T/BT/1995. b Marka 2 (dua) garis utuh melintang. 1) marka ini berupa garis utuh melintang. 2) marka ini berfungsi sebagai tempat penyeberangan jalan bagi pejalan kaki. 3) ukuran:-

jarak antar garis melintangsekurang-kurangnya meter 2,50 lebar garis melintang0,30 meter

4) penempatan: Marka ini ditempatkan pada persimpangan jalan, sebagaimana dalam Gambar 22. Perencanaan rinci marka ini harus bersesuaian dengan Pt. 011/T/BT/1995.

18 dari 25

Pd T-12-2004-B

Marka Penyeberangan 2 Garis Melintang Sejajar 'c'

,ii"

;,

R~" II

JI

'

1. Gambar22Marka

penyeberangan2 garis melintang sejajar

c. Marka penyeberangan sepeda1) marka ini berupa 2 (dua) garis putus-putus berbentuk bujur sangkar atau belah ketupat. '2) m3rka ini berfungsi sebagai tempat penyeberangan sepeda 3) ukuran: - panjang atau lebar sisi bujur sangkar atau belah ketupat tempat penyeberangan sepeda minimal 0,4 maksimal 0,6 meter. - jarak antara bujur sangkar atau belah ketupat minimal 1,80 meter untuk satu arah dan 3 meter untuk 2 (dua) arah. - jarak celah antara bujur sangkar atau belah ketupat sam a dengan panjang atau lebar sisi bujur sangkar atau belah ketupat sebagaimana dalam Gambar 22.

19 dari 25

Pd T-12-2004-8

Q,~ 1v~ ;; -;;--0,3 :J

~"l

' ~ - 3 ~ --4,0 J ::1

4

0,4 !

7-.

-0 ,3

:0,4 ,

Gambar 234) penempatan:

Marka

penyeberangansepeda

Marka ini ditempatkan pada pada persimpangan jalan. 5.5.3 Marka peringatan perlintasan kereta api

Apabila mendekati jalan kereta api yang tidak menggunakan pintu pelintasan, harus diberi mark~ melintang berupa garis berhenti dan maka lambang berupa tanda permukaan jalan, sebagaimana dalam. 1) Marka ini berupa tanda silang dengan marka huruf/tulisan dan marka lambang lainnya. 2) Marka in berfungsi sebagai pemberitahuan sebidang kereta api. bahwa kendaraan mendekati perlintasan

3) Ukuran: - ukuran lebar keseluruhan m~rka lam bang 2,40 meter tinggi 6,00 meter sebagaimana da!am Gambar 24. ukuran huruf yang bertuliskan "KA" tinggi 1,50 meter dan lebar 0,60 meter

sebagaimana dalam Gambar 24.

20 dari 25

Pd T-12-2004-8 4) Penempatan. - marka ini ditempatkan pada permukaan perkerasan. - tanda garis melintang sebagai batas berhenti kendaraan ditempatkan pada jarak minimal 4,50 meter dari jalan kereta api sebagaimana dalam Gambar 24.sebelum garis melintang diberi tanda.peringatan jarak 100 meter dilengkapi dengan tulisan "KA". berupa marka lambang dengan

Gambar 24

Pelintasan kereta api

Gambar 25 Marka lambang kereta api 5.5.4 Paku jalan1) Marka ini terbuat dari bahan yang keras dan tahan karat yang dilengkapi dengan pemantul cahaya atau lampu yang dapat bersinar pada saat gelap dan/atau pada saat kondisi jalan basah. Warna pemantul cahaya adalah putih, kuning dan merah 2) Paku jalan dapat berfungsi sebagai : 1) batas tepi jalur lalu lintas; 2) marka membujur berupa garis putus-putus sebagai tanda peringatan; 3) sumbu jalan sebagai pemisah jalur; 4) marka membujur berupa garis utuh sebagai pemisah lajur bus; 5) marka lambang berupa chevron; 6) pulau lalu lintas.

21 dari 25

Pd T-12-2004-8 3) Ukuran : 1) tidak boleh menonjollebih dari 15 milimeter diatas permukaan jalan. 2) apabila dilengkapi dengan dengan reflektor, paku jalan tidak boleh menonjol lebih dari 40 milimeter di atas permukaan jalan. 3) paku jalan berbentuk 4 (empat) persegi panjang harus mempunyai ukuran sekurangkurangnya lebar 0,10 meter dan panjang 0,20 meter. 4) sisi panjang paku jalan berbentuk persegi panjang harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : paku jalan yang dipasang pada jalan dengan kecepatan rencana kurang dari 60 Km/jam harus memiliki sisi panjang sekurang-kurangnya 10 cm. - paku jalan yang dipasang pada jalan dengan kecepatan rencana 60 Km/jam taua lebih harus memiliki sisi panjang sekurang-kurangnya 15 cm. 5) paku jalan berbentuk bundar harus mempunyai diameter sekurang-kurangnya 0,1 meter. 4) Penempatan: 1) paku jalan dengan pemantul cahaya berwarna kuning digunakan untuk pemisah jalur atau lajur lalu lintas. 2) paku jalan dengan pemantul cahaya berwarna rnerah ditempatkan pada garis batas di sisi jalan. 3) paku jalan dengan pemantul berwarna putih ditempatkan pada garis batas sisi kanan jalan. 4) paku jalan dengan 2 (dua) buah pemantul cahaya yang arahnya berlawanan penempatannya sebagaimana dimaksud butir 1), 2) dan 3).

22 dari 25

Pd T-12-2004-8

Lampiran A (Informatif)

,-

~

Perencanaan marka

Pemeriksaan yang berwajib

~""'",/'

"""

[~=~~~~~entaSi=:=JGambar1 Bagan alir perencanaanmarka jalan

23 dari 25

Pd T-12-2004-B

Lampiran 8 (Informatif)

Daftar nama dan lembaga

1)

PemrakarsaPusat Penelitian dan Pengembangan Prasarana Transportasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kimpraswil

2)

PenyusunNamaImam Santoso, BE

LembagaPusat Litbang Prasarana Transportasi Pusat Litbang Prasarana Transportasi

Untung Cahyadi

Pd T -12-2004-8

Bibliografi

25 dari 25

MENTER! PERMUKIMAN DAN PRASARANA WllAYAH REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSANMENTERI PERMUKIMAN DANPRASARANA WILAYAH Nomor:26o/KPTS/M/2004 TENTANG PENGESAHAN (TIGA PULUHDELAPAN) 38 RANCANGAN DAN SNI 64 (ENAMPULUHEMPAT)PEDOMAN TEKNIS BIDANGKONSTRUKSI DANBANGUNANMenteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Menimbang

a. bahwa dalam rangka pengaturan standar bidang konstruksi dan bangunan yang diperlukan untukmenunjang pembangunan nasionaldan kebijakanPemerintah dalammeningkatkan pendayagunaan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia, telahdisusundan dipersiapkan (tiga 38 puluh delapan) RancanganSNI dan 64 (enam puluh empat) Pedoman TeknisBidangKonstruksi Bangunan; dan b. bahwa rancangantersebut pada butir at telah disusun sesuai dengan ketentuandan syarat-syarat yang diperlukan, 3ehinggadapat digunakan dan dimanfaatkan bagi kepentingan umumdalam pembangunan bidang konstruksidaf"lbangunan; C. bahwa berdasarkar.pertimbang3n sebagaim2nayang dimClksud a pad butir a dan b, perlu ditetapkan denganKeputusanMenter;Permukiman dan PrasaranaWilayah tentang Pengesahan38 (tiga puluh delapan) RancanganSNI dan 64 (enam puluh empat) PedomanTeknis Bidang Konstruksi dan Bangunan.

Mengingat

1 Undang-undang Tahun No.8 1999 tentang Perlindungan Konsumen 2. Undang-undang Nomor18Tahun 1999 tentang JasaKonstruksi;

3. Undang-undang Nomor Tahun 22 1999 tentang Pemerintahan Daerah;4PeraturanPemerintahRI Nomor25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan KewenanganPemerintah Propinsi sebagai Oaerah Otonom: PeraturanPemerintah Nomor28 Tahun 2000 tentangUsahadan reran Masyarakat Jasa Konstruksi;

5.

6. Peraturan Pemerintah RI Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Konstruksi; Jasa

-

8.

9

MEMUTUSKAN: Menetapkan

KESATU

KEDUA

KETIGA

KeputusanMenteriini mulai berlakupada tanggal ditetapkan, dengan ketentuanjika temyata terdapatkekeliruandalam penetapanini akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Tembusan Keputusan disampaikan ini kepada : Yth 1. Sekretaris Jenderal Departemen Permukiman Prasarana dan Wilayah; 2. Inspektur Jenderal Departemen Permukiman Prasarana dan Wilayah; 3. ParaKepala Badan ling di kung Departemen an Permukiman Prasarana dan Wilayah; 4. ParaDirektur Jenderal lingkungan di Departemen Permukiman Prasarana dan Wilayah; 5. ParaGubernur seluruh di wilayah Republik Indonesia; 6. ParaBupati Walikota seluruh I di wilayah Republik Indonesia; 7. Pertinggal.DITETAPKAN DI

PADATANGGAl

MENTERI PERMUKIMAN DAN

~ K SO

Lampiran Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor : 26r/l