PERENCANAAN GEDUNG SEKOLAH 4 LANTAI

download PERENCANAAN GEDUNG SEKOLAH 4 LANTAI

of 12

  • date post

    16-Jan-2017
  • Category

    Documents

  • view

    314
  • download

    41

Embed Size (px)

Transcript of PERENCANAAN GEDUNG SEKOLAH 4 LANTAI

  • PERENCANAAN GEDUNG HOTEL 4 LANTAI

    & 1 BASEMENT DENGAN SISTEM DAKTAIL PARSIAL

    DI WILAYAH GEMPA 4

    Naskah Publikasi

    Untuk memenuhi sebagian persyaratan

    mencapai derajat Sarjana S-1 Teknik Sipil

    Diajukan Oleh :

    MUHAMMAD ABDUL MALIK

    NIM : D100 100 050

    Kepada:

    PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

    2014

  • PERENCANAAN GEDUNG HOTEL 4 LANTAI

    & 1 BASEMENT DENGAN SISTEM DAKTAIL PARSIAL

    DI WILAYAH GEMPA 4

    Muhammad Abdul Malik

    Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta

    Jl. A. Yani, Tromol Pos I, Pabelan, Kartasura Surakarta

    Perencanaan struktur adalah bertujuan untuk menghasilkan suatu struktur yang stabil,

    kuat, awet dan memenuhi tujuan-tujuan seperti ekonomi dan kemudahan pelaksanaan. Oleh sebab

    itu dilakukan perencanaan gedung hotel 4 lantai (1 basement) dengan mengacu pada Tata Cara

    Perencanaan Struktur Beton untuk bangunan gedung (SNI 03-2847-2002). Perencanaan ini

    dibatasi pada perencanaan struktur dari gedung, yaitu struktur atap (kuda-kuda) dan beton

    bertulang (plat lantai, tangga, balok, kolom, dan perencanaan pondasi). Perencanaan pembebanan

    untuk gedung menggunakan Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIUG) 1983.

    Analisis perhitungan struktur gedung menggunakan bantuan SAP 2000 non linear dengan

    tujuan mempercepat perhitungan. Sedangkan penggambaran menggunakan program Autocad

    2008. Analisis beban gempa menggunakan metode statik ekivalen dengan Pedoman Perencanaan

    Ketahanan Gempa Untuk Rumah dan Gedung SNI-1726-2002. sedangkan untuk perhitungan

    struktur rangka atap baja mengacu pada PPBBUG 1987 serta SNI 03-1729-2002. Mutu bahan

    untuk penulangan struktur beton bertulang dengan kuat tekan (fc) = 25 MPa, fy plat = 240 MPa,

    fy balok = fy kolom = fy pondasi = 400 MPa, sedangkan untuk profil kuda-kuda baja

    menggunakan mutu baja Bj 37 (ijin = 1600 kgcm2). Hasil yang diperoleh pada perencanaan

    struktur gedung adalah sebagai berikut : Stuktur rangka kuda-kuda baja menggunakan profil

    45.45.5, 40.40.4 dan 35.35.6, dengan alat sambung Las dan plat buhul 10 mm. Ketebalan

    plat atap 10 cm dengan tulangan pokok D10 dan tulangan bagi D8. Ketebalan plat lantai 12 cm

    dengan tulangan pokok D10 dan tulangan bagi D8. Ketebalan Plat tangga dan bordes 15 cm

    dengan tulangan pokok D14 dan tulangan bagi D8. Balok induk menggunakan dimensi 400/600,

    dan kolom rencana menggunakan dimensi 600/600. Dimensi pondasi tiang pancang 300/300 mm

    dengan tulangan pokok D22 dan tulangan geser 2 dp 6, plat poer (2,5x2,5) m2 setebal 0,71 m

    dengan tulangan pokok D25 dan tulangan bagi D16, sedangkan dimensi sloof 650/1300

    menggunakan tulangan pokok D25 dan tulangan geser 2 dp 12.

    Kata kunci : Autocad 2008; daktail parsial; perencanaan; SAP 2000

  • PENDAHULUAN

    Latar Belakang

    Perencanaan struktur adalah bertujuan

    untuk menghasilkan suatu struktur yang stabil,

    kuat, awet dan memenuhi tujuan-tujuan seperti

    ekonomi dan kemudahan pelaksanaan. Suatu

    Struktur disebut stabil bila ia tidak mudah

    terguling, miring atau tergeser selama umur

    bangunan yang direncanakan. Pada struktur

    bangunan atas, kolom merupakan komponen

    struktur yang paling penting untuk

    diperhatikan, karena apabila kolom ini

    mengalami kegagalan, maka dapat berakibat

    keruntuhan struktur bengunan atas dari gedung

    secara keseluruhan (Asroni,A., 2008). Suatu

    struktur bisa dikatakan sebagai sarana untuk

    menyalurkan beban dan akibat penggunaannya

    dan atau kehadiran bangunan di dalam tanah

    (Scodek., 1998)

    Salah satu faktor yang paling

    berpengaruh dalam perencanaan struktur

    bangunan bertingkat tinggi adalah kekuatan

    struktur bangunan, dimana faktor ini sangat

    terkait dengan keamanan dan ketahanan

    bangunan dalam menahan dan menampung

    beban yang bekerja pada struktur. Oleh karena

    itu dalam perencanaan gedung bertingkat

    tinggi harus direncanakan dan didesain

    sedemikian rupa agar dapat digunakan sebaik-

    baiknya, nyaman dan aman terhadap bahaya

    gempa bagi pemakai.

    Berdasarkan pertimbangan yang

    telah dikemukakan di atas, maka pada Tugas

    Akhir ini saya merencanakan gedung Hotel 4

    lantai (+1 basement) di wilayah gempa 4

    dengan menggunakan prinsip daktilitas

    parsial yang direncanakan aman terhadap

    kemungkinan gempa yang terjadi.

    Rumusan Masalah

    Berdasarkan permasalahan yang

    diuraikan diatas maka dapat diambil rumusan

    masalah, yaitu:

    1) Berapa beban gempa rencana yang

    ditahan oleh balok dan kolom dari hasil

    perencanaan?

    2) Berapa dimensi balok dan kolom yang

    mampu menahan beban gempa rencana

    yang bekerja dan formasi penulangan pada

    elemen struktur balok dan kolom?

    3) Bagaimanakah gambar detail penulangan

    balok dan kolom dari hasil perencanaan?

    Tujuan Perencanaan

    Tujuan yang ingin dicapai pada

    perencanaan ini adalah

    1) Mencari besar beban gempa rencana yang

    dapat ditahan oleh balok dan kolom dari

    hasil perencanaan

    2) Mencari besar dimensi balok dan kolom

    yang mampu menahan beban gempa

    rencana yang bekerja dan formasi

    penulangan pada elemen struktur balok

    dan kolom

    3) Merencanakan gambar detail penulangan

    balok dan kolom dari hasil perencanaan

    Manfaat Perencanaan

    Perencananan gedung ini diharapkan

    dapat menambah pengetahuan di bidang

    perencanaan struktur dan diharapkan dapat

    dipakai sebagai salah satu referensi dalam

    merencanakan struktur bangunan gedung

    tahan gempa.

    Peraturan peraturan Perencanaan

    Peraturan- peraturan yang digunakan

    mengacu pada peraturan yang secara

    umum digunakan di Indonesia, antara

    lain :

    1. Peraturan Pembebanan Indonesia

    untuk Gedung, 1983.

  • 2. Peraturan Beton Bertulang Indonesia

    (PBI) 1971.

    3. Tata cara perhitungan Struktur Beton

    Untuk bangunan gedung (SNI 03-

    2847-2002).

    4. Standar Perencanaan Ketahanan

    Gempa untuk Struktur Bangunan

    Gedung (SNI 1726-2002).

    5. Peraturan Perencanaan Struktur Baja

    dengan metode LFRD (berdasarkan

    SNI 03-1729-2002)

    Batasan Masalah

    Menghindari melebarnya

    pembahasan dalam perencanaan ini

    dibatasi pada perencanaan struktur, yaitu

    perencanaan struktur atap (kuda-kuda) dan

    beton bertulang (plat atap, plat lantai,

    tangga, dinding basement, lantai basement,

    balok, kolom dan Perencanaan pondasi)

    dari bangunan struktur gedung dengan

    sistem daktail parsial di wilayah gempa 4.

    Untuk memudahkan dalam

    pelaksanaan perhitungan perencanaan,

    maka digunakan batasan sebagai berikut :

    1. Gedung berfungsi sebagai gedung

    hotel empat lantai (1 basement) dan

    berada didaerah wilayah gempa 4.

    2. Taraf kinerja struktur gedung berupa

    daktail parsial dengan faktor

    daktailitas () = 3,0 dan dan faktor

    reduksi gempa (R) = 4,8.

    3. Struktur atap direncanakan berupa

    kuda-kuda rangka baja dengan fy:250

    MPa.

    4. Analisis mekanika menggunakan

    program SAP 2000 V. 14 non linear

    dengan tinjauan 3 dimensi untuk

    memperoleh gaya dalam yang bekerja

    pada struktur balok dan kolom.

    5. Fondasi yang digunakan berupa

    fondasi tiang pancang denga fc:25

    Mpa, fy:400 MPa.

    6. Plat atap direncanakan dengan

    ketebalan 100 mm, plat lantai

    direncanakan dengan ketebalan 120

    mm dan plat tangga direncanakan

    dengan ketebalan 150 mm.

    7. Tinggi kolom direncanakan 4 m dan

    tinggi kolom basement direncanakan 3

    m.

    8. Dimensi awal kolom 600/600 mm dan

    balok 400/600 mm. Dimensi ini

    digunakan sebagai data awal

    perhitungan dan dapat berubah sesuai

    dengan perhitungan dimensi yang

    paling optimal.

    TINJAUAN PUSTAKA

    Umum

    Dalam melakukan sebuah proses

    perencanaan perlu ditetapkan kriteria

    kriteria yang akan digunakan sebagai tolok

    ukur kelayakan pelaksanaan

    pembangunan. Beberapa kriteria tersebut

    adalah :

    1. Kemampulayanan

    Struktur yang direncanakan mampu

    memikul beban secara aman tanpa

    mengalami kelebihan tegangan maupun

    deformasi yang melebihi batas.

    2. Nilai efisiensi bangunan

    Proses perencanaan struktur yang

    ekonomis didapat dengan

    membandingkan besarnya pemakaian

    bahan pada kondisi tertentu dengan hasil

    yang berupa kemampuan untuk memikul

    beban.nilai efisiensi yang tinggi

    merupakan tolok ukur kelayakan

    perencanaan yang baik.

    3. Pemilihan kontruksi dan metode

    pelaksanaan

    Pemilihan kontruksi yang sesuai dengan

    kebutuhan serta metode palaksanaan yang

    akan dilakukan mempengarui nilai

    kelayakan sebuah pembangunan.kriteria

    ini mempunyai ruang lingkup yang sangat

  • luas, diantaranya pemilihan peralatan,

    waktu pelaksanaan, biaya dan sumber

    daya manusia yang diperlukan.

    4. Biaya

    Pada pembangunan gedung bertingkat

    perlu dilakukan analisis pembebanan dan

    mekanika gaya sebagai upaya mendapatkan

    kondisi struktur yang kokoh dan proposional.

    Karena pada bangunan bertingkat akan