PERDES 2010 1sd4

download PERDES 2010 1sd4

of 29

  • date post

    29-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    4.761
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of PERDES 2010 1sd4

PEMERINTAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL KECAMATAN PATUK DESA NGLEGISekretariat : Kompleks Balai Desa Nglegi .Telp.082892600326 E-mail : desanglegi @ gmail.com PERATURAN DESA NGLEGI NOMOR 03 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEKAYAAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA DESA NGLEGI Menimbang : a. bahwa Kekayaan Desa perlu dilindungi, dilestarikan, dan

dimanfaatkan untuk

kepentingan penyelenggaraan Pemerintahan,

pembangunan, dan pelayanan masyarakat desa; b. bahwa agar pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan desa sebagaimana dimaksud huruf a dapat berjalan tertib, berdayaguna, dan berhasilguna dipandang perlu menyusun pedoman dalam pelaksanaannya; c. bahwa atas dasar pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Desa Nglegi tentang Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa . Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1950 tentang Pembentukan Derah Daerah Kabupaten dalam lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 44 ); jo. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1950 tentang Penetapan mulai berlakunya Undang-undang Tahun 1950 Nomor 12, 13, 14, dan 15 dari hal Pembentukan Daerah - Daerah Kabupaten Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur,Jawa Tengah Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 59); 2. Undang Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok pokok Agraria; 3. Undang - Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang undangan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389 );

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana telah di ubah dengan Undang - undang Nomor 8 Tahun 2005 ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 4437 ) sebagai mana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menjadi Undang-undang ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548; 5. Undan - Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang Desa ; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 tahun 2006 tentang Pedoman Pembentukan dan Mekanisme Penyusunan Peraturan desa; 10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa; 11. Peraturan Dearah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1985 tentang Sumber pendapatan Pengurusan dan Kekayaan Desa, Derah Propinsi dan Pengawasannya jo. Peraturan

Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 9 Tahun 2001; 12. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa yogyakarta Nomor 11 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Tanah Kas Desa di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta; 13. Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 21 Tahun 2000 tentang Kewenangan Daerah ( Lembaran Derah Kabupaten

Gunungkidul Tahun 2000 Nomor 6 Seri D ); 14. Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 1 Tahun 2006 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2006 2010 ( Lembaran Daerah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2006 Nomor 1 Seri E ); 15. Peraturan Dearah Kabupaten Gunungkidul Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pembentukan,Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kecamatan; 16. Peraturan Dearah Kabupaten Gunungkidul Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Pemerintahan Desa; 17. Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 18 tentang Pedoman Pembentukan Badan Permusyawaratan Desa; 18. Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 22 Tahun 2006 tentang Keuangan Desa; dan

19. Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 2 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah.

Bersama BADAN PERMUSYAWARATAN DESA NGLEGI dan KEPALA DESA NGLEGI MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN DESA NGLEGI TENTANG PENGELOLAAN KEKAYAAN DESA. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal I Didalam Peraturan Desa ini yang dimaksud dengan : 1. Desa adalah kesatuan masyarakat hokum yang memiliki batas batas wilayah yang Berwewenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasrkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalm sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Pemerintahan Desa adalah Pemerintah Desa Nglegi dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Nglegi. 3. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa. 4. Kepala Desa adalah Pemimpin Desa yang dpilih langsun g oleh penduduk desa yang bersangkutan. 5. Badan Permusyawaratan Desayang selanjutnya disingkat BPD adalah Lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraanpemerintahan desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa. 6. Peraturan Desa adalah semua peraturan yang ditetapkan oleh Kepala Desa bersama dengan Badan Permusyawaratan Desa. 7. Keputusan Kepala Desa adalah semua keputusan yang bersifat mengatur dan merupakan pelaksanaan dari Peraturan Desa dan Kebijakan Kepala Desa yang menyangkut Pemerintahan,Pembangunan,dan Kemasyarakatan. 8. Pengelolaan adalah rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, pememeliharaan, penghapusan, pemindah tanganan, penatausahaan, penilaian, pembinaan, pengawasan, dan pengendalian. 9. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa yang selanjutnya disingkat RPJMDes adalah dokumen perencanaan untuk pereode 5 ( lima ) tahun yang memuat arah kebijakan pembangunan Desa , arah kebijakan keuangan desa , kebijakan umum , program , Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),lintas SKPD,dan program pioritas kewilwyahan,disertai dengan rencana kerja. PEDOMAN

10. Rencana Kerja Pembangunan Desa yang selanjutnya disingkat RKPDesa adalah dokumen perencanaan untuk pereode 1 (satu) tahun yang merupakan penjabaran dari RPJMDes yang memuat rancangan kerangka ekonomi desa , dengan mempertimbangkan kerangka pendanaanserta prakiraan maju,baik yang dilaksanakan secara langsung oleh pemerintah desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah (RKPDesa).

BAB II JENIS KEKAYAAN DESA Pasal 2 (1) Jenis Kekayaan Desa adalah Pasar Desa Nglegi (2) Kekayaan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi milik desa dan dibuktikan dengan dokumen kepemilikan yang sah atas nama desa.

BAB III PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN KEKAYAAN DESA Bagian Kesatu Pengelolaan Kekayaan Desa. Pasal 3 (1).Pengelolaan Kekayaan Desa dilaksanakan berdasarkan asas fungsional, kepastian hukum, keterbukaan, efisiensi, akuntabelitas, dan kepastian nilai. (2). Pengelolaan Kekayaan Desa meningkatkan pendapatan desa. harus berdayaguna dan berhasilguna untuk

Pasal 4 Pengelolaan Kekayaan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 harus mendapatkan persetujuan BPD. Pasal 5 Biaya pengelolaan kekayaan desa dibebankan pada APBDesa. Pasal 6 Kekayaan Desa dikelola oleh Pemerintah Desa dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan, dan pelayanan masyarakat desa Pasal 7 Perencaan kebutuhan kekayaan desa disusun dalam rencana kerja dan APBDesa setelah memperhatikan ketersediaan barang milik desa yang ada.

Bagian Kedua Pemaanfaatan Kekayaan Desa Pasal 8 Jenis Pemanfaatan kekayaan desa berupa : Sewa Pasal 9 (1) Pemanfaatan kekayaan desa berupa sewa sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 dilakukan atas dasar a. menguntungkan desa; b. jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun sesuai dengan jenis kekayaan desa dan dapat dipertanggungjawabkan; c. penetapan tarif sewa ditetapkan denganKeputusan Kepala Desa setelah mendapat persetujuan BPD. (2) Sewa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan surat perjanjian sewa menyewa yang paling sedikit memuat : a. pihak pihak yang terkait dalam perjanjian; b. obyek perjanjian; c. jangka waktu; d. hak dan kewajiban para pihak; e. penyelesaian perselisihan; f. keadaan diluar kemampuan para pihak ; dan g. peninjauan pelaksanaan perjanjian. :

BAB IV PENGELOLAAN PASAR DESA Pasal 10 (1) Pengelolaan Pasar Desa ,Kios Desa, Jalan Desa dan Lain-lain kekayaan milik desa ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa atas persetujuan BPD. (2) Keputusan Kepala Desa sebagaiman dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memuat : a. pengurus/pengelola; b. tata tertip pengelolaan; c. besarnya retribusi/pungutan/pemasukan; d. pengawasan; e. sangsi dan pelaporan.

BAB V PELAPORAN Pasal 11 (1) Kepala Desa menyampaikan laporan hasil pengelolaan kekayaan desa kepada Bupati Camat setiap akhir tahun anggaran dan /atau sewaktu waktu diperlukan. (2) Laporan hasil pengelolaan kekayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan bagian laporan pertanggungjawaban.

BAB VI PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 12 (1) Bupati melakukan pembinaan,fasilitasi, dan pengawasan pengelolaan kekayaan desa. (2) Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa pemberian pedoman, bimbingan,dan supervisi untuk melindungi kekayaan desa. (3) Penendalian pengelolaan kekayaan desa dilakukan oleh Bupati, Camat, dan Kepala Desa beserta BPD. (4) Pengawasan pengelolaan kekayaan desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melalui audit yang dilakukan Aparat Pengawasan fungsional.

BAB VII KETENTUAN LAIN LAIN Pasal 13 (1) Dengan ditetapkannya penghasilan tetap Kepala Desa dan Perangakat Desa bersuber Dari APBDesa maka tanah kas desa tetap menjadi penghasilan Kepala Desa dan perangkat Desa sesuai dengan ketentuan perundang undangan. (2) Tanah tanah Kas Desa yang sebelum berlakunya Peraturan Bupati ini, masih dipergunakakan untuk penghargaan mantan Kerpala Desa dan Perangkat Desa. Tetap berlaku sampai dengan berlakhirnya batas waktu pemberian penghargaan yang telah ditentukan dan apabila telah berakhir kembali ke desa yang pengelolaannya ditetapkan dalam Peraturan Desa.