perdarahan uterus disfungsional edit

of 21

  • date post

    02-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    221
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of perdarahan uterus disfungsional edit

  • 8/10/2019 perdarahan uterus disfungsional edit

    1/21

    PATOFISIOLOGI & PENGOBATAN

    PERDARAHAN UTERUS DISFUNGSIONAL 1

    PENDAHULUAN

    Perdarahan Uterus merupakan suatu masalah kesehatan yang

    cukup penting di negara yang sedang berkembang terlihat dari laporan

    mengenai indikasi terbanyak alasan kasus rujukan kepada ginekolog di

    negara berkembang untuk penanganan bedah akibat kelainan haid pada

    usia di atas 40 tahun, perdarahan intermenstrual yang persisten, kegagalan

    terapi medikamentosa, serta keluhan-keluhan yang berkaitan dengan

    dismenorre yang berat.

    Perdarahan Uterus yang tidak normal disebabkan oleh banyak hal

    akan tetapi pada perdarahan uterus disfungsional tidak ditemukan sesuatu

    sebab organik pada genitalia interna, dan juga tidak ditemukan sesuatu

    latar belakang lain seperti suatu kelainan medis dan kejiwaan yang bisa

    menerangkan terjadinya perdarahan. Keluhan yang paling banyak

    dikemukakan adalah perdarahan hebat, banyak yaitu lebih dari 0

    cc!bulan" keadaan ini akan berakibat timbulnya anemia yang perlu

    ditangani, karena untuk mendiagnosisnya diperlukan kemampuan untuk

    menyingkirkan kemungkinan-kemungkinan penyakit atau kelainan-

    kelainan lain penyebab perdarahan yang abnormal maka para klinisi

    dituntut dapat mendiagnosis dan menge#aluasi kelainan ini melalui

    pendekatan bertahap yang logis.

    Batasan

    $atasan yang dipakai para pakar saat ini adalah suatu keadaan

    yang ditandai dengan perdarahan banyak, berulang dan berlangsung lama.

    Perdarahan tersebut berasal dari uterus namun bukan disebabkan oleh

    penyakit organ dalam panggul, penyakit sistemis ataupun kehamilan. %leh

    karena itu diagnosis PU& ditegakkan dengan menyingkirkan diagnosis

    '

  • 8/10/2019 perdarahan uterus disfungsional edit

    2/21

    bandingnya. Kebanyakan ()0*+ perdarahan yang terjadi akibat ano#ulasi.

    &apat dikatakan bahwa dengan batasan mana pun yang dipakai etiologi

    PU& adalah multifaktorial" sulit didefinisikan secara jelas.

    FATOFISIOLOGI

    Pada siklus haid yang normal atau yang bero#ulasi, perubahan

    yang dialami kelenjar-kelenjar, pembuluh darah, dan komponen stroma

    dari endometrium berturut-turut terjadi sesuai dengan pengaruh estrogen

    dan progesteron yang secara teratur dan bergiliran dihasilkan oleh folikel

    dan korpus luteum atas pengaruh gonadotropin ( dan / + yang

    dihasilkan hipofisis setelah menerima rangsangan faktor-faktor pelepas

    gonadotropin dari hipotalamus. Perubahan anatomi dan fungsonal ini dari

    endometrium berulang kembali setiap hari yang secara berurutan dapat

    dibagi ke dalam 1 fase 2 '+ fase menstruasi, + fase proliferasi, 3+ fase

    sekresi, 4+ fase persiapan untuk implantasi, dan 1+ fase kehancuran. Pada

    perdarahan uterus disfungsional tidak ditemukan kelima fase ini secara

    baik dan teratur pada endometrium.

    Perdarahan uterus disfungsi dapat terjadi pada siklus o#ulatoar,

    ano#ulatoar maupun pada keadaan folikel persisten.

    PU& pada siklus ano#ulatoar

    Pada keadaan ano#ulasi korpus luteum tidak terbentuk, akibatnya

    siklus haid dipengaruhi oleh hormon estrogen yang berlebihan dan

    kurangnya hormon progesteron.

    Penyebab pasti dari perdarahan dengan siklus ano#ulatoar ini

    belum diketahui, beberapa kemungkinan yang terjadi bila 2

    '. Perdarahan pada masa menarche biasanya keadaan ini

    dihubungkan dengan belum matangnya fungsi hipotalamus dan

    hipofisis.

    . Perdarahan pada masa reproduksi sering disebabkan karena

    gangguan di hipotalamus sehingga terjadi lonjakan kadar /

    sehingga tidak terjadi o#ulasi.

  • 8/10/2019 perdarahan uterus disfungsional edit

    3/21

    3. Perdarahan yang terjadi pada masa premenopause sering

    disebabkan karena kegagalan o#arium dalam menerima

    rangsangan hormon gonadotropin.

    PU& pada siklus o#ulatoar

    Perdarahan yang terjadi pada siklus o#ulatoar berbeda dari

    perarahan pada suatu haid yang normal, dan hal ini dapat dibedakan dalam

    tiga jenis, yaitu 2

    '. Perdarahan pada pertengahan siklus

    Perdarahan yang terjadi biasanya sedikit, singkat dan dijumpai

    pada pertengahan siklus. Penyebabnya adalah rendahnya kadar

    estrogen.

    . Perdarahan akibat gangguan pelepasan endometrium.

    Perdarahan yang terjadi biasanya banyak dan memanjang.

    Keadaan ini disebabkan oleh adanya korpus luteum persisten

    dan kadar estrogen rendah sedangkan progesteron terus

    terbentuk.

    3. Perdarahan bercak (spotting+ pra haid dan pasca haid.

    Perdarahan ini disebabkan oleh insufisiensi korpus luteum,

    sedangkan pada masa pasca haid disebabkan oleh defisiensi

    estrogen, sehingga regenerasi endometrium terganggu.

    PU& pada keadaan folikel persisten

    Keadaan ini sering dijumpai pada masa pra menopause dan jarangterjadi pada masa reproduksi. Pada keadaan ini endometrium secara

    menetap dipengaruhi oleh estrogen, sehingga terjadi hiperplasia

    endometrium, yang ber#ariasi dari pertumbuhan yang ringan sampai

    berlebihan.

    erdapat 3 jenis hiperplasia endometrium yaitu 2 tipe simpleks,

    tipe kistik, dan tipe atipik. ecara histopatologis akan ditemukan

    penambahan endometrium dari kelenjar maupun stromanya. Keadaan ini

  • 8/10/2019 perdarahan uterus disfungsional edit

    4/21

    sering menyebabkan keganasan endometrium, sehingga memerlukan

    penanganan yang seksama, setelah folikel tidak mampu lagi membentuk

    estrogen maka terjadi perdarahan lepas estrogen. 5ambaran klinis pada

    kelainan jenis ini biasanya mula-mula berupa haid biasa, kemudian terjadi

    perdarahan sedikit dan selanjutnya akan diikuti perdarahan yang makin

    banyak terus menerus disertai gumpalan.

    5angguan perdarahan pada perdarahan uterus disfungsional dapat

    berupa gangguan panjang siklus, gangguan jumlah dan lamanya

    perdarahan berlangsung, dan gangguan keteraturan.

    5angguan panjang siklus umumnya akibat disfungsi hipotalamus dan

    dapat berupa 2

    %ligomenorrhoe, yaitu haid jarang, siklus panjang, siklus haid

    lebih dari 31 hari.

    Polymenorrhoe, yaitu haid sering datang, siklus pendek, kurang

    dari ' hari.

    5angguan jumlah dan lama perdarahan dapat berupa 2

    ypomenorrhoe, yaitu haid yang disertai perdarahan yang

    ringan dan berlangsung hanya beberapa jam sampai '- hari

    saja.

    ypermenorrhoe (menorrhoe+, yaitu haid yang teratur tetapi

    jumlah darahnya banyak.

    6etrorrhagi, yaitu perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada

    hubungan dengan haid.

    6enometorrhagi, yaitu perdarahan yang berlangsung lebih lama

    dari '4 hari.

    Keadaan lain yang terjadi pada penderita-penderita PU& adalah

    meningkatnya aktifitas fibrinolotik pada endometrium. erjadi

    peningkatan kadar prostaglandin yaitu P5 , P57 dan prostasiklin

    (prostasiklin mengakibatkan relaksasi dinding pembuluh darah dan

  • 8/10/2019 perdarahan uterus disfungsional edit

    5/21

    berlawanan dengan akti#itas agregasi trombosit sehingga terjadi

    perdarahan yang lebih banyak. Peningkatan rasio P5 , P57 ,

    mengakibatkan #asodilatasi, relaksasi miometrium dan menurunnya

    agregasi trombosit sehingga kehilangan darah haid lebih banyak.

    6ekanisme patofisiologi PU& diatas dapat dilihat dari gambar dibawah

    ini2

    stimulasi estrogen dominan, tidak mendapat perimbangan dan berlangsungterus menerus

    proliferasi

    penambahan lapisan pembuluh darah dan kelenjar-kelenjar

    pertumbuhan endometrium berlebihan akibat stimulasi estrogen

    pelepasan endometrium ireguler

    kema 8 6ekanisme terjadinya PU&

    6akin tinggi rasio P5 2 P57 , terjadinya menoragi dan

    menometroragi akan meningkat. Perdarahan uterus disfungsional

    ber#ariasi antara tiga kelompok umur yaitu masa remaja, usia reproduksi

    dan perimenopause. Perdarahan pada kelompok remaja dan perimenopause biasanya akibat ano#ulasi kronik, sedangkan pada

    kelompok usia reproduksi perdarahan terjadi walaupun siklus haid

    o#ulatoar.

    KLASIFIKASI

    a. Perdarahan Uterus &isfungsional pada Usia 9emaja

  • 8/10/2019 perdarahan uterus disfungsional edit

    6/21

    7tiologinya diperkirakan karena disfungsi dari mekanisme kerja

    hipotalamus : hipofisis yang mengakibatkan ano#ulasi sekunder. Pada

    masa ini o#arium masih belum berfungsi dengan baik dan pada remaja

    yang mengalami perdarahan disfungsional sistem mekanisme siklus

    feedback yang normal belum mencapai kematangan. Kenaikan kadar

    estrogen tidak menyebabkan penurunan produksi dan oleh karena

    itu produksi estrogen berjalan terus dan bertambah banyak. Kadar

    estrogen yang berfluktuasi dan berlangsung tanpa keseimbangan

    progesteron mengakibatkan pertumbuhan endometrium yang

    berlebihan dan tidak teratur diikuti oleh pelepasan yang tidak beraturan

    dari lapisan-lapisan endometrium sehingga terjadi perdarahan yang

    beragam baik dalam hal jumlah dan lamanya maupun dalam hal

    frekuensi atau panjang siklusnya.

    b. Perdarahan Uterus &isfungsional pada 6asa 9eproduksi

    ;da tiga macam perdarahan disfungsional sebagai berikut 2

    '+ Perdarahan teratur siklusnya namun jumlahnya melebihi daripada

    biasa (hypermenorrhoe+, terjadi pada masa haid, yang mana hal itu

    sendiri biasa teratur atau tidak. Perdarahan semacam ini sering

    terjadi dan haidnya biasanya ano#ulasi. $iasanya )0* disebabkan

    oleh lesi organik dan kadang-kadang bisa terjadi pada ketegangan

    ps