Perbaikan Ppi

download Perbaikan Ppi

of 39

  • date post

    18-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    52
  • download

    3

Embed Size (px)

description

PPI

Transcript of Perbaikan Ppi

umiarti755

Pedoman managerial pencegahan dan pengendalian infeksi di RS dan fasilitas kesehatan

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangPenyakit infeksi masih merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia. Ditinjau dari asal atau didapatkannya infeksi dapat berasal dari komunitas ( Community acquired infection ) atau berasal dari lingkungan Rumah Sakit (Hospital Aquired Infection) yang sebelumnya dikenal dengan istilah infeksi nosokomial. Dengan berkembangnya system pelayanan kesehatan khususnya bidang perawatan pasien, sekarang perawatan tidak hanya di rumah sakit saja (home care). Tindakan medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang dimaksudkan untuk tujuan perawatan atau penyembuhan pasien, bila dilakukan tidak sesuai dengan prosedur berpotensi untuk menularkan penyakit infeksi, baik bagi pasien (yang lain) atau bahkan kepada petugas kesehatan itu sendiri. Karena sering kali tidak bias secara pasti ditentukan asal infeksi, maka sekarang istilah infeksi nosokomial (Hospital Acquired infection) diganti dengan istilah baru yaitu Healthcare Associated Infections HAIs dengan pengertian yang lebih luas tidak hanya di Rumah Sakit tetapi juga di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Juga tidak terbatas infeksi pada pasien saja, tetapi juga infeksi pada pada petugas kesehatan yang didapat pada saat melakukan tindakan perawatan pasien. Khusus untuk infeksi yang terjadi atau didapat di rumah sakit, selanjutnya disebut sebagai infeksi rumah sakit ( Hospital Infection ). Untuk dapat melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi khususnya infeksi rumah sakit, perlu memiliki pengetahuan mengenai konsep dasar penyakit infeksi.

B. Pengertian :Pelayanan PPIRS adalah mengidentifikasi dan menurunkan risiko infeksi yang di dapat dan ditularkan diantara pasien , staff, tenaga professional kesehatan, tenaga kontrak, tenaga sukarela,, mahasiswa dan pengunjung.

C. Dasar Hukum1. Undang-undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.2. Undang-undang Republik Indonesia No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.3. Undang-Undang Republik Indonesia No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.4. Surat Keputusan Menteri Kesehatan No 270/MENKES/2007 tentang Pedoman Manajerial PPI di RS dan Fasyankes Lainnya. 5. Surat Keputusan Menteri Kesehatan No 382/Menkes/2007 tentang Pedoman PPI di RS dan Fasyankes Lainnya. 6. Surat Edaran Dirjen Bina Yanmed No.HK.03.01/III/3744/08 tentang Pembentukan Komite PPI RS & Tim PPI RS (RevisiUU no. 44 tahun 2009 ttg Rumah Sakit).

D. VISI DAN MISIVISI :Menurunkan risiko terjadinya endemi dan epidemi nosokomial di RSU Full Bethesda MISI :1. Mengupayakan layanan kesehatan sesuai dengan standar pencegahan dan pengendalian infeksi RSUD XXX Propinsi Jawa Tengah 2. Mengidentifikasi dan mengurangi risiko penularan atau transmisi infeksi di antara pasien, staff, professional kesehatan, pekerja kontrak, relawan, mahasiswa dan pengunjung.3. Melaksanakan , memantau, mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi di RSUD XXX Propinsi Jawa Tengah 4. Menyediakan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan 5. Terselenggaranya partisipasi dan dukungan dari pimpinan rumah sakit 6. Menyediakan edukasi mengenai praktik pencegahan dan pengendalian infeksi kepada staff, dokter, pasien, keluarga pasien dan pemberi pelayanan lainnya melalui kampanye, banner, leaflet

E. FalsafahPencegahan dan pengendalian Infeksi RSUD XXX Propinsi Jawa Tengah adalah kewajiban rumah sakit untuk melindungi pasien dari kejangkitan infeksi dan petugas serta pengunjung dari paparan infeksi dengan memperhatikan cost effective.

F. Tujuan1. Meningkatkan mutu layanan RSU Full Berethesda Deli Serdang melalui pencegahan dan pengendalian infeksi yang dilaksanakan oleh semua unit di rumah sakit yang meliputi Manajemen resiko, Clinical Governance dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja2. Melindungi petugas kesehatan dan masyarakat dari penularan penyakit menular (Emerging Infectious Disease)3. Menurunkan angka penularan HAIs ( Hospital Acquired Infections )G. Ruang Lingkup Pelayanan Pencegahan dan pengendalian Infeksi RSUD XXX Propinsi Jawa Tengah :1. Hand Hygienea. Sosialisasi hand hygiene kepada karyawan barub. Evaluasi banner, poster, leaflet (relevansi)c. Evaluasi efektifitas antiseptic hand rubd. Pengadaan dispenser antiseptic hand rub untuk ruangan / area / unit yang membutuhkan, di luar pengadaan awal.e. Audit kepatuhan cuci tangan f. Pelaporan evaluasi hand hygieneg. Kampanye hand hygiene

2. Surveilance Infeksia. Pemantauan angka kejadian Infeksi Luka Oprasi (ILO) / Site Surgery Infection (SSI)b. Pemantauan angka kejadian Infeksi pada pemasangan Central Vena Catheterc. Pemantauan angka kejadian infeksi aliran darah periferd. Pemantauan angka kejadian Infeksi terkait pemasangan kateter urine / CAUTI (Catheter Associated Urinary Tract Infection)e. Pemantauan angka kejadian Pneumonia terkait pemakain Ventilator / VAP (Ventilator Associater Pneumonia, meliputi penyusunan proposal, penyusunan kebijakan dan SPO, sosialisasi, try-out dan implementasi.f. Screening MRSA dan Pemantauan angka kejadian MRSA, meliputi penyusunan proposal, penyusunan kebijakan dan SPO, sosialisasi, try-out dan implementasi.g. Pemantauan angka kejadian decubitus pada pasien tirah baring total

3. Penggunaan APD dan Kewaspadaan air-borne diseasea. Identifikasi kebutuhan APDb. Pengadaan APDc. Sosialisasi APD d. Evaluasi Monitoring pemakaian APD e. Penyediaan masker di Unit untuk kewaspadaan air-borne diseasef. Sosialisasi penggunaan masker untuk kewaspadaan air-borne diseaseg. Pembuatan dan pemasangan Poster Etika Batuk

4. Pengelolaan limbaha. Sosialisasi penggunaan APD yang sesuaib. Monitoring pemakaian APDc. Audit kepatuhan pemakaian APDd. Audit kepatuhan pembuangan sampah

5. Upaya pencegahan dan pengendalian infeksi pada pengelolaan makanana. Evaluasi monitoring Hygiene petugas dietaryb. Evaluasi pemeriksaan mikrobiologi makanan : makanan siap saji untuk pasien dan susu, daging, ikan laut, snack alat makan c. Evaluasi pemeriksaan kesehatan khusus petugas penjamah makanan (anal swab)d. Evaluasi pemantauan suhu pendingin pada penyimpanan bahan makanan

6. Pemantauan kualitas airEvaluasi pemeriksaan mikrobiologi air minum, air bersih dan air cadangan

7. Upaya pencegahan dan pengendalian infeksi pada saat pembangunan dan renovasiEvaluasi pemeriksaan kualitas udara melalui pengukuran / pemeriksaan debu

8. Isolasia. Pengadaan ruang isolasi dengan tekanan negative dan tekanan positifb. Evaluasi monitoring pengelolaan ruang isolasi

9. Upaya pencegahan dan pengendalian infeksi pada peralatan medis dan non medisa. Evaluasi uji / kultur kuman udara ICU, HND, OKb. Evaluasi uji / kultur kuman AC di ruang ICU, HND, CSSD

10. Sterilisasia. Evaluasi pemeriksaan mutu alat sterilisasib. Evaluasi pemantauan kualitas barang yang telah disterilc. Evaluasi monitoring pengelolaan barang single-use yang di re-use

11. Pengelolaan laundry dan linena. Evaluasi dan monitoring pemakaian APD pada petugas laundryb. Evaluasi dan monitoring Pengelolaan linen infeksius

12. Pendidikan dan Pelatihan Staffa. Pelatihan PPI In-house Training b. Pendidikan Surveilance PPI untuk IPCLNc. Sosialisasi pembacaan peta medan kuman

13. Pengurangan resiko infeksi terhadap petugas melalui pemeriksaan kesehatan karyawan berkala dan pemeriksaan kesehatan khusus, serta pemberian vaksinasi pada petugas yang berisiko

H. Batasan OperasionalA. Infeksi NosokomialInfeksi nosokomial sekarang sudah tidak digunakan lagi karena seringkali tidak bisa tidak bisa secara pasti ditentukan asal infeksi, maka sekarang istilah infeksi nosokomial (Hospital Aquired infection) diganti dengan istilah baru yaitu " Healthcare-associated infection" (HAIs) dengan pengertian yang lebih luas tidak hanya dirumah sakit tetapi juga di fasiliotas kesehatan lainnya. Juga tidak terbatas infeksi pada pasien saja, tetapi juga infeksi pada petugas kesehatan yang didapat pada saat melakukan tindakan keperawatan.Infeksi rumah sakit adalah infeksi yang didapat pasien ketika dirawat dirumah sakit dengan kriteria sebagai berikut :1. Sewaktu pasien masuk rumah sakita. Tidak sedang dalam masa inkubasi infeksi tersebutb. Tidak didapatkan tanda-tanda klinis infeksi tersebutc. Sudah ada tanda-tanda klinis infeksi tersebut dan terbukti infeksi tersebut didapat pasien ketika ia dirawat dirumah sakit yang sama pada waktu lalu (sebelumnya),serta belum dilaporkan sebagai infeksi nosokomial2. Infeksi bukan merupakan sisa (residual) dari infeksi sebelumnya3. Tanda-tanda klinis infeksi tersebut baru timbul setelah pasien dirawat 2x24 jam

B. INFEKSI LUKA OPERASI (ILO) / SURGICAL SITE INFECTION (SSI)1. KLASIFIKASI LUKA OPERASI1) Luka Operasi Bersih (Clean Wound)a. Bila operasi dilakukan pada daerah tanpa radangb. Bila operasi tidak membuka Tractus Respiratorius, Tractus Orofaring, Tractus Gastrointestinal, Tractus Urinarius, Tractus Billiaris, Tractus Reproduksic. Operasi berencana dengan penutupan kulit primair dengan atau tanpa drain tertutup2) Luka Bersih Terkontaminasi (Clean Contaminated)a. Bila operasi membuka Tractus Respiratorius, Tractus Orofaring, Tractus Gastrointestinal, Tractus Urinarius, Tractus Billiaris, Tractus Reproduksi ( kecuali ovarium ), operasi tanpa pencemaran nyata misalnya Tractus Billiaris, Appendix, Vagina, Orofaringb. Operasi pada kecelakaan yang belum melapaui Golden Period (6 jam)3) Luka operasi Terkontaminasi (Contaminated Wound)Operasi yang dilakukan pada kulit yang terbuka, tetapi masih dalam waktu emas (Golden periode )4) Operasi Kotor atau dengan Infeksi (Dirty Wound).5) Perforasi traktus digestivus, traktus urogenitalis atau traktus respiratorius yang terinfeksia. Melewati daerah purulen (Inflamasi Bakterial)b. Luka terbuka lebih dari 6 jam setelah kejadian , terdapat jaringan luas atau kotor

2. DEFINISI I