Perawatan Pasien Dengan Kanker Paru Fase Pal PD CA PARU.pdf · dari intervensi ke prevensi dan...

download Perawatan Pasien Dengan Kanker Paru Fase Pal PD CA PARU.pdf · dari intervensi ke prevensi dan rehabilitasi

of 49

  • date post

    02-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Perawatan Pasien Dengan Kanker Paru Fase Pal PD CA PARU.pdf · dari intervensi ke prevensi dan...

Perawatan Pasien Dengan Kanker Paru Fase Paliatif

Ani Maryani

TIM PALIATIF

RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG

ANI MARYANI TIM PALIATIF RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG

a_maryani27@yahoo.com WA : 082115009967

TENTANG SAYA

mailto:a_maryani27@yahoo.com

CV : ANI MARYANI, MKep, Ners Sp.KMB-Onk, ETN PENDIDIKAN TERAKHIR PROGRAM SPESIALIS KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PEMINATAN ONKOLOGI UNIVERSITAS INDONESIA LULUS TAHUN 2010 SERTIFIKASI / KOMPETENSI PERAWAT LUKA, STOMA DAN KONTINEN PERAWAT ONKOLOGI PERAWAT PALIATIF ASESOR KEPERAWATAN TRAINER LUKA, STOMA DAN KONTINEN TENAGA PENGAJAR PROGRAM KESEHATAN (TPPK) PEKERJAAN : RS MUHAMMADIYAH - UGD 1991 1992 RS DR HASAN SADIKIN BANDUNG 1992 SEKARANG SEBAGAI : - KETUA SUB KOMITE KREDENSIAL KEPERAWATAN -PENGAWAS KEPERAWATAN DAN PENGEMBANGAN MUTU PAVILIUN PARAHYANGAN -KETUA HARIAN SENTRA PERAWATAN LUKA DAN STOMA - SEKRETARIS UMUM TIM PALIATIF ORGANISASI : PENGURUS InETNA (DEWAN PENASEHAT INWOCNA) PENGURUS PPNI PROPINSI JAWA BARAT ( WAKIL KETUA PPNI BIDANG PELAYANAN ) PENGURUS KOLEGIUM ONKOLOGI INDONESIA (BIDANG PENDIDIKAN) ANGGOTA BADAN PENGAWAS RUMAH SAKIT PROVINSI JAWA BARAT (2015-2018) PENGURUS MASYARAKAT PALIATIF BANDUNG

PENDAHULUAN

Pasien dengan kasus kanker dan paliatif seringkali mendapat kondisi penyakit yang kompleks, memerlukan penanganan yang melibatkan berbagai profesi TERMASUK PERAWAT

PENDAHULUAN

Perawat sebagai profesi, dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang responsibel dan akontabel, mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai bagian dalam Multi Disiplin Tim (MDT)

PENDAHULUAN

Mengutamakan mutu yang tinggi dan keselamatan pasien termasuk pada pasien kanker atau paliatif Baik selama di rawat di rumah sakit maupun homecare

KEPUASAN PASIEN MENINGKAT

KANKER

Kanker adalah suatu penyakit pertumbuhan sel, akibat adanya onkogen yang menyebabkan sel normal menjadi sel kanker (Karsono, 2006)

KANKER PARU PARU

Merupakan penyakit dengan ciri khas adanya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada jaringan paru-paru.

Pertumbuhan sel ini dapat menyebar ke luar dari paru-paru melalui suatu proses yang disebut metastasis ke jaringan yang terdekat atau bagian tubuh yang lainnya

https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pertumbuhan_sel&action=edit&redlink=1https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jaringan_(biologis)&action=edit&redlink=1https://id.wikipedia.org/wiki/Paru-paruhttps://id.wikipedia.org/wiki/Paru-paruhttps://id.wikipedia.org/wiki/Paru-paruhttps://id.wikipedia.org/wiki/Metastasis

Gejala Gejala yang Mungkin Timbul

Batuk kadang disertai darah

Berat badan turun

Sesak napas, nafas pendek

Nyeri bagian dada

Mengi Nyeri

menelan Nyeri tulang Sakit kepala

Pengobatan dan Perawatan

Perawatan dan hasil dalam jangka panjang tergantung pada tipe kanker, stadium (tingkat penyebaran), dan keadaan kesehatan pasien secara keseluruhan, diukur berdasarkan kondisi umum.

https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stadium_(patologi)&action=edit&redlink=1https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kondisi_umum&action=edit&redlink=1https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kondisi_umum&action=edit&redlink=1

PENANGANAN KANKER PARU FASE PALIATIF

Continuum of Palliative Care

KEBIJAKAN KEMENKES TENTANG PERAWATAN PALIATIF

NOMOR : 812/Menkes/SK/VII/2007

DASAR KEBIJAKAN :

Kasus penyakit yang belum dapat disembuhkan semakin meningkat jumlahnya baik pada pasien dewasa maupun anak

KEBIJAKAN KEMENKES TENTANG PERAWATAN PALIATIF

NOMOR : 812/Menkes/SK/VII/2007

DASAR KEBIJAKAN :

Diperlukan perawatan paliatif bagi pasien dengan stadium terminal

DEFINISI Perawatan paliatif adalah semua tindakan

aktif guna meringankan beban penderita, terutama yang tidak mungkin disembuhkan. Tindakan aktif yang dimaksud ialah antara lain menghilangkan rasa nyeri dan keluhan lain, serta perbaikan dalam bidang psikologis, sosial dan spiritual

PERAWATAN PALIATIF PALIATIVE CARE

Meningkatkan kualitas hidup dan menganggap kematian sebagai proses yang normal

Tidak mempercepat atau menunda kematian

Menghilangkan nyeri dan keluhan lain yang mengganggu

Pola Dasar Pelayanan Paliatif

Menurut WHO

Menjaga keseimbangan psikologis dan spiritual

Berusaha agar penderita tetap aktif sampai akhir hayat

Berusaha membantu mengatasi suasana duka cita pada keluarga

Pola Dasar Pelayanan Paliatif

Menurut WHO

Peningkatan kasus paliatif di Indonesia, dipengaruhi oleh

Usia harapan hidup meningkat

Jumlah pasien kanker meningkat

Jumlah penyakit motor neuron dan penyakit degeneratif syaraf meningkat

Pasien HIV AIDS meningkat

Perawatan Paliatif

Prioritas Pelayanan : PERAWATAN Terjadi perubahan prinsip from cure to care dari intervensi ke prevensi dan rehabilitasi dari memenuhi keinginan ke prinsip efektif & efisien Dasarkan pada pertimbangan rasional dari aspek medis, psikis dan sosial

Perawatan Paliatif

Tujuan:

Membebaskan pasien dari penderitaan sehingga masa akhir kehidupannya tetap berkualitas dan berakhir dengan tenang, bermartabat serta dalam iman

Prinsip Perawatan Paliatif

Beberapa prinsip dalam pedoman perawatan paliatif menurut WHO (2005)

Kematian adalah sesuatu yang alamiah, yang merupakan bagian dari siklus dalam kehidupan

Perawatan paliatif tidak memperpanjang atau memepercepat kematian

Mengatasi nyeri dan gejala/keluhan yang timbul merupakan tujuan dari perawatan paliatif

Prinsip Perawatan Paliatif

Nyeri, gangguan psikologis dan spiritual merupakan hal yang nyata dari masalah dalam perawatan paliatif dan memerlukan keahlian, sehingga pendekatannya harus secara tim interdisiplin

Prinsip Perawatan Paliatif

Pasien, keluarga, dan orang terdekat merupakan anggota tim dari perawatan paliatif.

Tujuan utama perawatan paliatif adalah memfasilitasi pasien paliatif untuk bebas dari nyeri dan meningkatkan kualitas hidup, serta mengantarkan pasien untuk meninggal dengan damai dan iman (WHO, 2005).

MASALAH YANG SERING TIMBUL PADA FASE PALIATIF

Kurang energi (kelemahan umum),

Nyeri,

Mulut kering,

Gangguan nafas,

Susah tidur,

Merasa ngantuk,

Kecemasan,

Merasa gugup,

Batuk,

Berat badan turun,

Kurang nafsu makan,

Mudah tersinggung,

Gangguan seksual.

PENDEKATAN MULTI DISIPLIN

PASIN/ KELG

PERAWAT

FISIOTHERAPIST

DOKTER

PSIKOLOG CARE GIVER

AHLI GIZI SOSIO WORKER

ROHANIAWAN

TIM PALIATIF

1. Profesi setiap anggota tim telah dikenal cakupan dan lingkup kerjanya

2. Para profesional ini bergabung dalam satu kelompok kerja

3. Secara bersama mereka menyusun dan merancang tujuan akhir perawatan melalui beberapa langkah tujuan jangka panjang

Tim Paliatif (Lanjutan)

4. Bila perlu, kepemimpinan dapat terbagi diantara anggota tim, tergantung pada kondisi yang paling diperlukan

5. Tim adalah motor penggerak dari semua kegiatan pasien

6. Proses interaksi adalah kunci keberhasilan

Model Perawatan Paliatif

Hospice care

Hospice home care

Hospice day care

In-patient hospice beds

Hospice Home Care

PENTING

Memahami apa yang diharapkan oleh pasien yang sudah divonis dalam kondisi paliatif

PENDEKATAN PERAWATAN PALIATIF MELALUI APLIKASI KONSEP PEACEFUL END OF LIFE

RULAND & MOORE (Peaceful End of Life)

Mendefinisikan teori

menghadapi kematian dengan damai sebagai tindakan keperawatan yang dilakukan terhadap pasien dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk hidup lebih lama

Kriteria Peaceful End of Life

(1) Bebas dari rasa sakit

(2) Merasakan kenyamanan

(3) Merasakan dihargai

(4) Merasakan kedamaian dan

(5) Kedekatan dengan orang yang bermakna dalam hidup pasien

Bebas dari Rasa Sakit / Nyeri

Memonitor dan mengelola untuk menghilangkan rasa nyeri

Intervensi farmakologi dan non farmakologi

Merasakan Kenyamanan

Mencegah, memonitor dan menurunkan ketidaknyamanan fisik

Memfasilitasi kebutuhan istirahat, relaksasi dan kesenangan

Pencegahan komplikasi

Merasakan Dihargai

Melibatkan pasien dan orang yang bermakna dalam pengambilan keputusan

Merawat pasien dengan tulus, empati dan menghormati

Perhatian pada kebutuhan, harapan dan kesukaan pasien

Merasakan Kedamaian

Memberikan dukungan emosional

Memonitor dan memnuhi kebutuhan pasien dengan pengobatan anti cemas

Menumbuhkan kepercayaan

Menyediakan orang bermakna bagi pasien

Menyediakan bimbingan rohani, tokoh agama jika pasien menginginkannya

Kedekatan Dengan Orang yang Bermakna

Dalam Hidup Pasien Memfasilitasi keikutsertaan orang

yang bermakna dalam perawatan pasien

Memberi kesempatan untuk mengutarakan rasa berduka, khawatir dan ingin tahu dari orang yang bermakna

Memfasilitasi kedekatan dengan kel