Perancangan Kampanye untuk Mendukung 2016 . Perancangan Kampanye ... Media yang digunakan dalam...

download Perancangan Kampanye untuk Mendukung 2016 . Perancangan Kampanye ... Media yang digunakan dalam kampanye

of 25

  • date post

    21-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Perancangan Kampanye untuk Mendukung 2016 . Perancangan Kampanye ... Media yang digunakan dalam...

  • Perancangan Kampanye Untuk

    Mendukung Pelestarian Badak Bercula Satu

    Artikel Ilmiah

    Oleh:

    Yosephine Febe Wulandari (692011007)

    Martin Setyawan, S.T., M.Cs.

    Amelia Rukmasari, M.Sn.

    Program Studi Desain Komunikasi Visual

    Fakultas Teknologi Informasi

    Universitas Kristen Satya Wacana

    Salatiga

    Mei 2016

  • Perancangan Kampanye Untuk

    Mendukung Pelestarian Badak Bercula Satu

    Artikel Ilmiah

    Diajukan kepada

    Fakultas Teknologi Informasi

    untuk memperoleh Gelar Sarjana Desain

    Oleh:

    Yosephine Febe Wulandari (692011007)

    Martin Setyawan, S.T., M.Cs.

    Amelia Rukmasari, M.Sn.

    Program Studi Desain Komunikasi Visual

    Fakultas Teknologi Informasi

    Universitas Kristen Satya Wacana

    Salatiga

    Mei 2016

  • ii

  • iii

  • iv

  • v

  • vi

  • vii

  • viii

  • 1

    Perancangan Kampanye Untuk

    Mendukung Pelestarian Badak Bercula Satu

    1)Yosephine Febe Wulandari,

    2)Martin Setyawan,

    3)Amelia Rukmasari

    Program Studi Desain Komunikasi Visual

    Fakultas Teknologi Informasi

    Universitas Kristen Satya Wacana

    Jl. Diponegoro 52-60 Salatiga

    Email : 1)

    692011007@student.uksw.edu, 2)

    martin.setyawan@gmail.com,

    3)amelia.rukmasari@gmail.com

    Abstract

    One-horned rhinoceros is one kind of rhinos in Asia that are spread throughout the archipelago

    before. However, now the current status of rhinoceros is really crucial, where only a handful of the

    population that can be found in the wild. Currently, the only remaining habitat for rhinoceros is only in

    Ujung Kulon. With only about 60 rhinoceros in the wild, the species is classified as critically endangered.

    Rescue efforts and rhinoceros conservation is extremely important, or one of Indonesian's pride species

    will become extinct and living the story. That's why campaigns need to be designed more to the one-

    horned rhino conservation by using new media that has not been used by the National Park Ujung Kulon

    and can reach a wider public

    Keyword : One-horned Rhinecores, Population, Conservation, Campaign, Public.

    Abstrak

    Badak Bercula Satu dulu merupakan salah satu dari badak di Asia yang sangat banyak menyebar

    di seluruh nusantara. Namun, saat ini Badak Bercula Satu statusnya amat krusial, dimana cuma sedikit

    populasi yang bisa ditemukan di alam bebas. Saat ini satu-satunya habitat yang tersisa bagi Badak Bercula

    Satu hanyalah di Ujung Kulon. Dengan hanya sekitar 60 ekor Badak Bercula Satu di alam liar, spesies ini

    diklasifikasikan sebagai sangat terancam. Upaya penyelamatan dan konservasi Badak Bercula Satu ini

    sangatlah penting, atau spesies kebanggaan Indonesia tersebut akan punah dan tinggal cerita. Karena

    itulah perlu dirancang kampanye yang lebih mengarah pada pelestarian Badak Bercula Satu dengan

    menggunakan media baru yang belum pernah digunakan oleh Taman Nasional Ujung Kulon dan dapat

    menjangkau masyarakat yang lebih luas lagi.

    Kata Kunci : Badak Bercula Satu, Populasi, Konservasi, Kampanye, Masyarakat.

    ____________________ 1 Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Jurusan Desain Komunikasi Visual, Universitas Kristen Satya Wacana

    Salatiga.

    2 Staff pengajar Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

    3 Staff pengajar Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

  • 2

    1. Pendahuluan

    Badak Bercula Satu (Rhinoceros sondaicus Desmarest, 1822) merupakan spesies paling

    langka diantara lima spesies badak yang ada di dunia sehingga dikategorikan sebagai critically

    endangered dalam Red List Data Book yang dikeluarkan oleh IUCN. Badak Bercula Satu juga

    terdaftar dalam Appendix 1 Convention on International Trade in Endangered Species of Wild

    Fauna and Flora (CITES) sebagai jenis yang jumlahnya sangat sedikit di alam dan

    dikhawatirkan akan punah. Badak Bercula Satu juga diklasifikasikan sebagai jenis satwa

    dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan

    Tumbuhan dan Satwa Liar. Sejak IUCN menyatakan populasi Badak Bercula Satu yang terdapat

    di dataran Vietnam telah punah pada tahun 2011 (IRF 2011, WWF 2012), kini populasi satwa

    tersebut hanya terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Penyebaran populasi Badak

    Bercula Satu di TNUK hanya terdapat di Semenanjung Ujung Kulon khususnya pada beberapa

    wilayah seperti Citadahan, Cibandawoh, Cikeusik, Cigenter, Nyiur, Citerjun, Karang Ranjang

    dan Ermokla. Sebuah populasi tunggal dalam satu lokasi tentu sangat rentan terhadap bencana

    alam, perburuan, ketidakstabilan demografi, inbreeding, dll (Departemen Kehutanan RI 2007).

    Tidak hanya itu, penyakit menjadi ancaman potensial yang penting karena diduga merupakan

    penyebab beberapa insiden kematian Badak Bercula Satu. [1]

    Menurut hasil dari wawancara yang dilakukan kepada Ibu Monica Dyah Rahmaningsih,

    salah satu technical officer di Balai Taman Nasional Ujung Kulon, upaya untuk melestarikan

    Badak Bercula Satu bukanlah hal yang mudah karena dibutuhkan kerja sama, serta dukungan

    dari berbagai pihak, baik dalam segi moral maupun finansial. Peran serta masyarakat juga sangat

    dibutuhkan agar upaya konservasi dan pelestarian dapat dilaksanakan. Karena Badak Bercula

    Satu juga dikenal sebagai salah satu Key Species dalam keanekaragaman hayati, perlindungan

    hewan ini akan sangat membantu dalam upaya perlindungan kehidupan liar lainnya. Namun

    masih berdasarkan wawancara dengan Ibu Monica, belum ada upaya yang dilakukan oleh Balai

    Taman Nasional Ujung Kulon yang benar-benar mengarah kepada pelestarian Badak Bercula

    Satu sendiri, kegiatan yang telah dilakukan tujuannya adalah untuk menambahkan pengetahuan

    dan membenarkan anggapan masyarakat yang masih salah informasi mengenai Badak Bercula

    Satu sendiri. Target yang dituju hanyalah masyarakat sekitar Taman Nasional Ujung Kulon saja.

    Berdasarkan dari permasalahan tersebut, dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk

    merancang sebuah kampanye yang lebih mengarah pada pelestarian Badak Bercula Satu dengan

    menggunakan media-media yang belum pernah digunakan oleh Taman Nasional Ujung Kulon

    dan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas lagi. Kampanye untuk mendukung pelestarian

    Badak Bercula Satu yang dirancang ini nantinya akan diajukan kepada Tanam Nasional Ujung

    Kulon dan organisasi-organisasi perlindungan hewan langka lain yang ada di Indonesia agar

    kemudian kampanye yang telah dirancang dapat direalisasikan.

  • 3

    2. Tinjauan Pustaka

    Dalam upaya pelestarian dan konservasi Badak Bercula Satu, Taman Nasional Ujung Kulon

    telah mengadakan kegiatan untuk lebih memperkenalkan Badak Bercula Satu kepada masyarakat.

    Kegiatan tersebut berupa pameran dan sosialisasi langsung kepada target masyarakat. [2] Kedua

    kegiatan tersebut memberikan informasi yang cukup lengkap mengenai Badak Bercula Satu dan

    kondisinya saat ini. Tujuan kegiatan yang dilakukan oleh Taman Nasional Ujung Kulon ini

    adalah sekedar untuk menambah pengetahuan mengenai Badak Bercula Satu dan membenarkan

    anggapan yang salah mengenai hewan asli Ujung Kulon ini, sehingga upaya pelestariannya

    sendiri masih merupakan tujuan sekunder. Selain dari Taman Nasional Ujung Kulon, ada juga

    kampanye RUN RHINO RUN yang diadakan oleh WWF. [3] Kampanye ini dilakukan melalui

    kegiatan lari lintas alam di sekitar kawasan penyangga Taman Nasional Ujung Kulon. Selama

    kegiatan peserta juga akan mengikuti pelatihan singkat untuk memperoleh informasi lebih

    banyak tentang Badak Bercula Satu. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk menyampaikan

    pesan kepada masyarakat sekitar Taman Nasional Ujung Kulon dan para pihak terkait, bahwa

    mereka tidak sendiri dalam upaya menjaga dan melindungi Badak Bercula Satu sebagai

    kekayaan hayati dunia karena berbagai lapisan masyarakat akan mendukung.

    Perancangan Komunikasi Visual Kampanye Sosial Save Sumatran Tiger oleh Ryan Alfarisy

    [4] melakukan kampanye untuk melindungi Harimau Sumatra yang sudah hampir punah dengan

    cara melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui media-media publikasi sehingga

    masyarakat dapat menyadari kritisnya kondisi dari populasi dan ekosistem Harimau Sumatra

    tersebut. Media yang digunakan dalam kampanye ini adalah berupa logo, poster, kartu nama,

    brosur, website, game edukasi, video, dan beberapa merchandise seperti stiker, mug, pin, t-shirt.

    Perancangan Komunikasi Visual Kampanye Penyelamatan Badak Jawa Melalui Program

    Sahabat Badak oleh Narendra Satria Kencana [5] melakukan kampanye dengan tujuan untuk

    menjelaskan status Badak Bercula Satu agar kalangan masyarakat tergerak untuk membantu

    pelestariannya, serta untuk mengumpulkan dana bantuan yang dapat dipercaya untuk membantu

    pelestarian Badak Bercula Satu di Taman Nasional Ujung Kulon. Media yang digunakan adalah

    logo, billboard, poster, leaflet, membercard, x-banner, flyer, website, dan beberapa merchandise

    seperti kaos, topi, mug, gantungan kunci, tas kain.

    Badak Bercula Satu termasuk kedalam golongan binatang berkuku ganjil atau

    Perissodactyla. menurut Lekagul & McNelly [6]. Menurut Hoogerwerf, untuk Badak Bercula

    Satu dewasa panjang kepala dan badan 300 -315 cm, panjang ekor 610-760 cm, tinggi bahu