Perancangan Cerdas

download Perancangan Cerdas

of 71

  • date post

    14-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    792
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Perancangan Cerdas

Khasanah Natural Science

PENGANTAR Pembaca yang budiman, di dunia ilmu alamiah

TEORI PERANCANGAN CERDASMENYANGGAH TEORI EVOLUSI

(natural science) terdapat pertarungan faham besar khususnya ihwal keberadaan mahluk hidup di dunia. Pertarungan tersebut melibatkan faham darwinisme (teori evolusi) disatu sisi dan di sisi lainnya terdapat aliran penciptaan (creationist), aliran penyanggahan (denial), serta teori perancangan cerdas (intelligent design theory). Pertarungan diawali antara teori evolusi dan faham penciptaan (yang diwakili kalangan gereja) yang sudah berlangsung lebih dari 150 tahun dan sepertinya dimenangkan oleh teori evolusi yang

mungkin karena dipandang lebih ilmiah dibanding sanggahan dari gereja yang dianggap bersifat dogmatis. Aliran penciptaan ini lahir sebagai reaksi terbitnya buku The Origin of Species buah karya Charles Darwin yang merupakan cikal bakal teori evolusi (meskipun

sebenarnya bibit teori evolusi sudah muncul ribuan tahun sebelumnya). mulailah Ajar Permono perlawanan Kemudian pada tahun 90-an muncul dari kubu teori

perancangan cerdas (dari para akademisi di Amerika) yang kemudian diikuti oleh aliran penyanggahan. Aliran penyanggahan ini dipelopori oleh Harun Yahya

1

2

akademisi berkebangsaan Turki. Harun Yahya banyak menyajikan ayat-ayat suci Al Qur an dan penafsiranya yang merupakan sanggahan terhadap teori evolusi, selain itu Harun juga menerbitkan buku bergambar berjudul Atlas Penciptaan yang menggegerkan Eropa karena memuat bukti-bukti fosil hewan dan tumbuhan yang berumur ratusan juta tahun yang fisiologisnya ternyata tidak berubah bahkan sama dengan hewan dan tumbuhan sekarang (ini membuktikan tidak adanya proses evolusi biologis seperti yang dipropagandakan Darwin dan pengikutnya). Lebih lanjut pengetahuan deteksi perancangan

Faham

materialisme

menyatakan

segala

sesuatu di alam semesta ini terdiri atas materi, bila sebatas ini tentu tidak mutlak salah, namun kemudian melanjutkannya dengan pengertian bahwa materi itulah satu-satunya yang ada dan berperan dalam segala hal, lain tidak. Faham ini jelas menolak hal-hal yang bersifat non-materi termasuk agama (ateisme) dan ini sejalan dengan filsafat teori evolusi. Lagi pula faham

meterialisme ini mempunyai pengaruh besar di kancah bisnis dan ilmu pengetahuan dunia. Kritik paling keras atas perkawinan teori dari evolusi Harun dengan Yahya faham terkait

materialisme kini juga mulai diaplikasikan ke ilmu-ilmu sosial dan

datang

propaganda teori evolusi melalui lembaga penyiaran semacam Discovery Channel, National Geographic, budaya, filsafat dan agama. Dalam bidang filsafat dan History agama TPC dapat dipakai untuk menghadang faham penemuan darwinisme (teori evolusi). Bahwa intisari teori evolusi adalah anggapan keberadaan mahluk hidup di alam semesta ini buah dari seleksi alam secara acak tanpa ada peran ilahiah didalamnya. Selanjutnya dalam perjalanan waktu teori evolusi telah bersenyawa dengan berbagai faham negatif yang banyak misalnya yang menganggap bangsa merekalah yang menimbulkan kerusakan di muka bumi yakni: ateisme, terunggul karena merupakan hasil proses evolusi materialisme, rasisme, fasisme dan komunisme. ilmiah terbaru teori(x)

Channel

yang

sering

mempublikasikan evolusi dan

menyebarkannya ke penjuru dunia , dan sayangnya beberapa stasiun televisi dan media masa di Indonesiai sering mengekspos penemuan ilmiah tersebut (yang sesungguhnya sebatas propaganda) tanpa filtrasi secara memadai. Kemudian faham rasisme dan fasisme Hitler

3

4

manusia yang terakhir jelas sejalan dengan pemikiran teori evolusi. Demikian juga dengan ajaran komunisme yang sekuler jelas jumbuh dengan teori evolusi. Itulah

pembanding teori evolusi yang sudah diajarkan lebih dahulu. Pembaca yang budiman, sejatinya buku ini

gambaran peran strategis TPC disamping secara aplikatif dapat bersinergi terhadap displin ilmu-ilmu lain, disamping itu secara filsafati dapat memerangi faham-faham negatif diatas. Pertarungan antara teori perancangan cerdas (intelligent design theory) terus berlangsung terutama

diperuntukkan bagi khalayak umum. Oleh karenan itu penyajian yang bersifat detail teknis dibatasi. Besar harapan penulis akan umpan balik pembaca guna penyempurnaan mengingat teori perancangan cerdas masih sangat terbuka untuk dieksplorasi. Wallahualambisawab

di negara-negara yang tradisi atau budaya ilmiahnya tinggi. Di Amerika perdebatan seru antara teori evolusi dengan teori perancangan cerdas berlangsung setiap bulan yang diliput secara meluas oleh media cetak maupun elektronik. Bahkan saking seru dan teori Penulis

kontroversialnya perancangan

keputusan

perlu

tidaknya

cerdas

diajarkan

dibangku

sekolah

bersamaan dengan teori evolusi hingga diputuskan oleh pengadilan masing-masing negara bagian. Di beberapa negara seperti Inggris, Perancis TPC mulai dikenalkan di bangku sekolah berdampingan dengan teori evolusi. Untuk Indonesia , kiranya perlu dipikirkan untuk memasukkan TPC dalam kurikulum biologi di SMA dan mata kuliah ilmu alamiah dasar di universitas sebagai

5

6

DAFTAR ISI halaman Pengantar

SEKILAS TEORI EVOLUSI Evolusi yang diartikan perubahan inkremental memang ada dan terjadi diberbagai bidang , namun ironinya justru bukan dibidang biologi yang mengawali

Sekilas Tentang Teori Evolusi .............................. Sanggahan Harun Yahya ................................ Teori Perancangan Cerdas Model Matematis E.coli DNA dan Perancangan-------------------Keserasian Makrokosmos ---------------------TPC Ilmu Yang Berkembang ....................... Catatn kaki ............................................ Daftar Pustaka Tentang Penulis

lahirnya istilah tersebut. Teori evolusi yang banyak diketahui orang adalah berawal dari pemikiran Charles Darwin melalui bukunya berjudul The Origin of Species yang di terbitkan pada tahun 1859. Namun sebenarnya landasan pemikiran teori evolusi telah ada jauh sebelumnya. Adalah salah satu aliran filasafat Yunani yakni filasafat materialisme pada kurun waktu ribuan tahun sebelum masehi ditengarai mendasari pemikiran teori evolusi. Ada kesamaan antara filsafat materialisme dengan teori evolusi yakni pemahaman segala sesuatu di alam semesta ini bertitik tolak dari materi semata. Mereka menolak sesuatu yang tidak bisa ditangkap oleh panca indera. Mereka menolak kekuatan supranatural , menolak kegaiban, menolak adanya Tuhan. Titik tolak faham materialisme adalah bahwa segala sesuatu, hidup ataupun tak hidup, hadir di alam semesta adalah kebetulan semata yang kemudian pelan-pelan

7

8

mencapai kondisi teratur. Filsafat materialisme, yang sejatinya bertentangan dengan akal manusia ini, mendorong munculnya teori evolusi di pertengahan abad ke-19 tersebut. Dalam the origin of species yang terdiri atas 14 bab dengan total 247 halaman tersebut menjelaskan berbagai hal terkait dengan asal-usul berbagai macam spesies di bmuka bumi. Namun secara ringkas inti dari teori evolusi (disebut juga darwinisme) adalah seleksi alam dan mutasi acak. Diakatakan bahwa bahwa suatu mahluk yang secara kebetulan beradaptasi pada

karena bernasib mujur dalam perjalanan waktu, nama Darwin begitu menjulang jauh meninggalkan Lamarck. Selain daripada sebab adaptasi atau seleksi alam, mekanisme evolusi menurut penganutnya juga disebabkan mutasi acak. Mutasi acak ini lama-kelamaan secara terakumulasi akan mengubah suatu individu menjadi spesies lain yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya, proses ini dinamakan evolusi. Dalam hal ini - menurut teori evolusi- manusia adalah hasil paling mutakhir dari proses evolusi ini. Ironinya Darwin sendiri hanya sedikit mengenyam pendidikan di bidang biologi yakni sewaktu mengikuti kuliah umum bidang botani yang diberikan Profesor John Henslow1. Namun dia memiliki minat yang besar pada alam dan makhluk hidup. Untuk itu di lalu bergabung secara sukarela dalam ekspedisi pelayaran dengan sebuah kapal bernama H.M.S. Beagle dan mengarungi berbagai belahan dunia selama lima tahun. Darwin begitu terpesona melihat kenakaragam spesies di setiap tempat yang dikunjungi antara lain jenis burung finch tertentu di kepulauan Galapagos. Terdapatnya variasi pada paruh burung-burung tersebut menimbulkan dugaan di benaknya akibat dari adaptasi terhadap

habitatnya dengan cara terbaik (seleksi alam), akan bertahan dan menurunkan sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Pendapat semacam ini sebenarnya jauh hari pernah dilontarkan Jean Lamarck dengan contoh jerapah. Jerapah dikatakannya berevolusi dari binatang yang menyerupai antelop. Perubahan terjadi dengan memanjangkan leher hewan tersebut sedikit demi sedikit dari generasi ke generasi ketika hewan tersebut berusaha menjangkau dahan yang lebih tinggi dalam rangka memperoleh makanan. Jjadi ide teori evolusi oleh Darwin sebenarnya hanya meneruskan filasafat materialisme Yunani dan teori Lamarck. Hanya

9

10

habitat. Darwin

-tanpa melakukan penelitian ilmiah

dan mikroevolusi. Penjelasan diatas mengenai evolusi dan juga penjelasan tentang teori evolusi pada umumnya dikategorikan sebagai makroevolusi. Teori evolusi (baca: makroevolusi) yang berujung pada pada pemahgaman adanya peringsutan dan perpindahan spesies (spesiasi) memang sulit untuk dibuktikan kebenarannya. Sejauh ini para penganut teori evolusi mencoba membuktikan adanya proses evolusi melalui ilmu paleontologi (cabang geologi yang mengkaji kehidupan pra-sejarah melalui fosil-fosil) . Fosil-fosil yang ditemukan kemudian direk-reka untuk mendukung teori evolusi berupa hewan dan fosil manusia. Mereka dengan dukungan media ilmiah (hampir seluruh media masa ilmiah di dunia adalah pendukung teori evo