PERAN TEKNIK SIPIL DALAM frdaus/PenelusuranInformasi/tugas2/data/ bencana. Dengan demikian,

download PERAN TEKNIK SIPIL DALAM frdaus/PenelusuranInformasi/tugas2/data/  bencana. Dengan demikian,

of 18

  • date post

    28-Jan-2020
  • Category

    Documents

  • view

    2
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PERAN TEKNIK SIPIL DALAM frdaus/PenelusuranInformasi/tugas2/data/ bencana. Dengan demikian,

  • PERAN TEKNIK SIPIL DALAM PENANGGULANGAN

    BENCANA ALAM1

    Sarwidi

    2

    ABSTRAK

    Di mana saja, sebuah negara dibentuk oleh warganya dengan maksud agar

    negara yang dibentuknya dapat memberikan perlindungan terhadap kehidupan

    dan penghidupannya dalam rangka mewujudkan kesejahteraannya. Perlindungan

    tersebut tentu saja juga mencakup perlindungan atas ancaman bencana.

    Berdasarkan data sejarah dan analisis ilmiah, negara Indonesia mempunyai

    berbagai macam sumber bencana atau ancaman bencana (hazard) yang

    berpotensi menimbulkan bencana. Sebagai contoh dalam beberapa tahun terakhir

    ini saja, beberapa rangkaian fenomena alam telah menyebabkan serangkaian

    bencana di Indonesia yang memakan korban jiwa dan menimbulkan korban yang

    besar.

    UU RI No. 24/2007 (UUPB) merupakan landasan bagi pembentukan sistem

    (system building) penanggulangan bencana (PB) di Indonesia. Setiap upaya

    penanggulangan bencana di Indonesia harus berpedoman pada Sistem Nasional

    Penanggulangan Bencana, agar hasil dari upaya tersebut maksimum.

    Bidang teknik sipil berhubungan dengan pembuatan bangunan, baik

    bangunan umum maupun bangunan PB. Penerapan dan proses konstruksi yang

    berada di wilayah yang mempunyai berbagai ancaman bencana (multi hazard)

    harus berpedoman pada sistem nasional penanggulangan bencana, agar hasil

    karya kegiatan konstruksi itu bermanfaat secara maksimum.

    Makalah ini memaparkan secara singkat tentang teknik sipil, bencana,

    penanggulangan bencana, dan peran teknik sipil dalam penanggulangan bencana

    alam.

    Kata-kata Kunci: teknik sipil, penanggulangan bencana alam

    1. PENDAHULUAN

    Teknik sipil berkecimpung dalam perancangan, pembuatan, dan renovasi bangunan-

    bangunan buatan manusia. Sebagai mahluk Tuhan yang paling sempurna, sebagaimana

    disebutkan dalam Kitab Suci Al Qur’an Surat ke 95 At Tin pada Ayat 5 yang kurang-lebih

    1 Makalah Kuliah Umum Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) pada Program Studi

    Teknik Sipil, Fakultas Teknik, 28 September 2012 di Purworejo, Jawa Tengah 2 Prof. Ir. H. Sarwidi, MSCE, Ph.D., IP-U. adalah Guru Besar pada FTSP pada Program Studi

    Teknik Sipil UII (Universitas Islam Indonesia) Yogyakarta dan Ketua Harian Pengarah BNPB RI (BNPB = Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Email: sarwidi@yahoo.com, sarwidi@uii.ac.id, sarwidi@bnpb.go.id

  • Kuliah Umum: Peran Teknik Sipil Dalam Penanggulangan Bencana Alam - Prof. Sarwidi 2013 - 2

    artinya adalah bahwa sesungguhnya Tuhan telah menciptakan manusia dalam bentuk yang

    sebaik-baiknya. Salah saatu buktinya adalah bahwa manusia telah berkarya mendirikan

    banyak bangunan yang spektakuler dan monumental dalam bentuk bangunan-bangunan

    teknik sipil sejak lebih dari 4000 tahun yang lalu (Sarwidi, 2013b).

    Di mana saja, sebuah negara dibentuk oleh warganya dengan maksud agar negaranya

    dapat memberikan perlindungan terhadap kehidupan dan penghidupannya dalam rangka

    mewujudkan kesejahteraannya. Perlindungan tersebut tentu saja juga mencakup

    perlindungan dari ancaman bencana. Masing-masing negara mempunyai intensitas dan jenis

    ancaman bencana yang berbeda-beda pula. Sebagai contoh, berdasarkan data sejarah dan

    analisis ilmiah, negara Indonesia mempunyai berbagai macam sumber bencana atau

    ancaman bencana (hazard) yang berpotensi menimbulkan bencana. Untuk menekan korban

    dan kerugian akibat bencana, selama ini ada tiga opsi langkah yang secara prioritas dapat

    dilakukan adalah (Maliki Dkk, 2011; Sarwidi, 2011, 2012).

    Dunia teknik sipil berhubungan dengan berbagai macam bangunan, baik bangunan

    umum maupun bangunan penanggulangan bencana (PB) di mana kinerja proyek bangunan

    teknik sipil diukur berdasar biaya, mutu, dan waktu. Mutu bangunan diperlukan untuk

    menjamin bangunan akan aman terhadap kegagalan, baik pada saat pembangunan maupun

    selama umur pelayanan/penggunaan bangunan.

    Kegagalan bangunan dapat memicu bencana ataupun meningkatkan dampak

    bencana. Dengan demikian, teknik sipil sangat berperan dalam upaya penanggulangan

    bencana. Makalah ini akan menjelaskan secara singkat tentang peran teknik sipil dalam

    penanggulangan bencana alam.

    2. TEKNIK SIPIL

    Society of Civil Engineers, 1961 menyatakan bahwa “Civil engineering is the profession in

    which a knowledge of the mathematical and physical sciences gained by study, experience,

    and practice is applied with judgement to develop ways to utilize, economically, the

    materials and forces of nature for the progressive well-being of humanity in creating,

    improving, and protecting the environment, in providing facilities for community living,

    industry and transportation, and in providing structures for the use of humanity”.

    Senada dengan ASCE (1961), di dalam Wikipedia dalam Bahasa Indonesia (2013)

    menyebutkan bahwa Teknik Sipil menjadi salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari

    tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan

    infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia. Teknik

    sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya pengetahuan matematika, fisika,

    kimia, biologi, geologi, lingkungan hingga komputer mempunyai peranannya masing-

    masing. Teknik sipil dikembangkan sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia dan

    pergerakannya, hingga bisa dikatakan ilmu ini bisa mengubah sebuah hutan atau padang

    pasir menjadi sebuah kota besar.

    Cabang-cabang teknik sipil / Rekayasa Sipil diantaranya meliputi Rekayasa Struktur,

    Rekayasa Geoteknik, Rekayasa Transportasi, Manajemen Konstruksi, Rekayasa Hidro,

    Rekayasa Sumber Daya Air, Rekayasa Material Konstruksi, Rekayasa Gempa, dan

    Rekayasa Lingkungan. Mengamati perkembangan akhir-akhir ini, Rekayasa Bencana

    cenderung akan menjadi cabang dari teknik sipil.

  • Kuliah Umum: Peran Teknik Sipil Dalam Penanggulangan Bencana Alam - Prof. Sarwidi 2013 - 3

    3. BENCANA

    Di mana saja, sebuah negara dibentuk oleh warganya dengan maksud agar negaranya dapat

    memberikan perlindungan terhadap kehidupan dan penghidupannya dalam rangka

    mewujudkan kesejahteraannya. Perlindungan tersebut tentu saja juga mencakup

    perlindungan dari ancaman bencana. Berdasarkan data sejarah dan analisis ilmiah, negara

    Indonesia mempunyai berbagai macam sumber bencana atau ancaman bencana (hazard)

    yang berpotensi menimbulkan bencana.

    Beberapa rangkaian fenomena alam telah menyebabkan serangkaian bencana di

    Indonesia. Sesuai UU No 24/2007 (UUPB), menurut penyebabnya, bencana dapat dibagi

    menjadi (1) Bencana Alam, (2) Bencana Nonalam, dan (3) Bencana Sosial, sebagaimana

    ditunjukkan pada Gambar 1. Menurut bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh

    peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa

    gempabumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

    Gambar 1: Jenis-jenis bencana menurut UU No. 24/2007

    Mengingat tingkat keterkaitan eratnya dengan peran teknik sipil, makalah ini hanya akan

    dibatasi pada bencana alam saja.

    4. PENANGGULANGAN BENCANA

    Di mana saja, sebuah negara dibentuk oleh warganya dengan maksud agar negaranya dapat

    memberikan perlindungan terhadap kehidupan dan penghidupannya dalam rangka

    mewujudkan kesejahteraannya. Perlindungan tersebut tentu saja juga mencakup

    perlindungan dari ancaman bencana. Berdasarkan data sejarah dan analisis ilmiah, negara

    Indonesia mempunyai berbagai macam sumber bencana atau ancaman bencana (hazard)

    yang berpotensi menimbulkan bencana. Beberapa rangkaian fenomena alam telah

    menyebabkan serangkaian bencana di Indonesia.

    Berdasarkan UU No. 24/2007, tujuan penanggulangan bencana (PB) di Indonesia

    adalah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana,

    menyelaraskan peraturan perundang-undangan yang sudah ada, menjamin terselenggaranya

    penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh (Gambar

    2), menghargai budaya lokal, membangun partisipasi dan kemitraan publik serta swasta,

    mendorong semangat gotong royong, kesetiakawanan, dan kedermawanan, serta

    menciptakan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

  • Kuliah Umum: Peran Teknik Sipil Dalam Penanggulangan Bencana Alam - Prof. Sarwidi 2013 - 4

    Gambar 2: PB yang menyeluruh (comprehensive) mencakup tahap pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana dengan melibatkan para

    pemangku kepentingan penanggulangan bencana (PB) dan para pelaku pengurangan risiko bencana (PRB)

    Untuk menekan korban dan kerugian akibat bencana di Indonesia yang

    dikoordinasikan oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencaana) dan BPBD

    (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sesuai Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2008,

    selama ini ada tiga opsi langkah yang secara prioritas dapat dilakukan adalah (Maliki Dkk,

    2011; Sarwidi, 2011, 2012):

    1. menjauhkan manusia dari sumber bencana, dan/atau, 2. menjauhkan sumber bencana dari manusia, dan/atau 3. hidup harmoni dengan ancaman