PERAN PEMBINA ASRAMA DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA …

of 135/135
PERAN PEMBINA ASRAMA DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA DI SMP UNISMUH MAKASSAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar Oleh PANDI NIM: 105191108617 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 1442 H / 2021 M
  • date post

    16-Oct-2021
  • Category

    Documents

  • view

    2
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PERAN PEMBINA ASRAMA DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA …

DI SMP UNISMUH MAKASSAR
Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Program Studi
Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Makassar
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
Nama : PANDI
Nim : 105191108617
Dengan ini menyatakan hal sebagai berikut:
1. Mulai dari pnyusunan proposal sampai selesai penyusunan skripsi, saya yang
menyusun sendiri skripsi saya ( tidak dibuat oleh siapapun )
2. Saya tidak melakukan penjiplakan ( plagiat ) dalam menyusun skripsi ini.
3. Apabila saya melanggar pernyataan seperti pada butir 1, 2, dan 3 maka saya
bersedia untuk menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan penuh kesadaran diri,
Makassar , 3 dzulhijjah 1442 H
13 juli 2021 M
PANDI
NIM:105191108617
iii
iv
v
MOTTO

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu namun ia amat baik bagimu dan
boleh jadi engkau mencintai sesuatu namun ia amat buruk bagimu, Allah Maha
Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui."

“Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang
mulia serta membenci akhlak yang rendah (hina).” (HR. Bukhari, Muslim
vi
ABSTRAK
di smp unismuh makassar”. Skripsi, jurusan pendidikan agama islam, fakultas
agama islam universitas Muhammadiyah Makassar di bimbing oleh : Rusli Malli
dan Wahdaniya .
pembinaan akhlak siswa di SMP Unismuh Makassar,
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pembina dalam membina
akhlak siswa anak asrama di SMP Unismuh Makassar, pola kegiatan pembinaan
akhlak siswa asrama di SMP Unismuh Makassar, faktor pendukung dan
penghambat dalam pembinaan akhlak siswa asrama di SMP Unismuh Makassar.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data
melalui, wawanca, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di
asrama SMP Unismuh Makassar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari
2021.
membina akhlak siswa asrama di SMP Unismuh Makassar sangat diperlukan.
dalam pelaksanaan pembinaan akhlak siswa asrama di SMP Unismuh Makassar.
pembina bukan hanya sekedar mentransfer ilmu saja kepada siswa akan tetapi
pembina asrama adalah merupakan orang tua yang kedua serta sumber ilmu
untuk para siswa yang tinggal berasrama karna setiap sikap dan perilaku akan
menjadi contoh dan tauladan untuk mereka. Dan adapun pola kegiatan pembinaan
yang dilakukan oleh pembina dalam membina akhlak siswa asrama di SMP
Unismuh Makassar dengan cara memberikan arahan, dan perintah serta pemberian
hadiah kepada siswa juga pemberian sanksi bagi siswa yang melanggar dan
kegiatan-kegiatan pembinaannya dalam membina akhlak siswa yaitu kajian
keagamaan setiap malam jumat, pembinaan hafalan Al-Quran dan hadits.
Pembinaan Bahasa asing(arab dan ingris ). Pendampingan belajar malam,
pembinaan untuk latihan muhadarah. dan adapun faktor yang menjadi pendukung
dan penghambat dalam pembinaan akhlak siswa asrama di SMP Unismuh
Makassar adalah keikhlasan para pembina dalam mendampingi, adanya kerja
sama yang baik para pembina dn kepala asrama serta pihak sekolah, guru wali
kelas, orang tua siswa dan seluruh tenaga pendidik dalam upaya membina akhlak
para siswa, kominikasi yang terjalin, membuat program yang sesui dengan
kebutuhan siswa,dan fasilitas yang memadai sedangkan penghambatnya adalah
kominikasi yang tidak terjalin, pola perilaku siswa yang susah diatur, kurangnya
mengindahkan kata-kata dan perintah pembinanya, sarana dan prasarana yang
kurang terjaga, pengaruh siswa yang tidak berasrama serta teknologi yyang
semakin berkembang.
vii
KATA PENGANTAR


.
..
Alhamdulillah Segala pujian hanya milik Allah kerena kasih sayang dan
cintanyalah Allah masih menutup aib-aib kita dihadapan manusia, kalau bukan
karena cinta dan kasih sayang-Nya tentu Allah akan mengungkap seluruh
keburukan yang ada dalam diri kita. Dan berkat rahmat dan taufik-Nya pulalah
sehingga penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan walau tidak mudah.
Shalawat dan taslim kepada baginda Rasulullah Saw semoga Allah
memberikan kita kemudahan untuk senantiasa mengikuti sunnah-sunnah yang
ditinggalkan oleh Beliau.
“peran pembina dalam pembinaan akhlak siswa asrama di SMP Unismuh
Makassar”
Tentunya dalam menyusun skripsi ini tentu tidak mudah banyak kendala
yang penulis hadapi sampai terselesaikannya penulisan ini, itu semua tidak
terlepas dari bantuan berbagai pihak, yang telah mengarahkan, membimbing serta
viii
terimakasih kepada:
memberikan bimbingan, kasih sayang, doa, sumbangan moril dan
materil. Semoga tercatat sebagai amal di sisi Allah SWT
2. Prof. Dr. H. Ambo Asse M.Ag. selaku Rektor Unismuh Makassar,
beserta seluruh pimpinan beserta stafnya
3. Dr. Amirah Mawardi S.Ag.,M.Si. selaku Dekan Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Makassar beserta seluruh pimpinan dan
stafnya.
4. Nurhidaya M. S.Pd.,M.Pd. selaku ketua Prodi Pendidikan Agama Islam
universitas Muhammaduyah Makassar serta staf yang membantu
menyelesaikan yang dibutuhkan baik langsung maupun tidak langsung.
5. Dr.Rusli Malli M.Ag. pembimbing I dan Wahdaniya, S.Pd.I., M.Pd.I.
selaku pembimbing II yang penuh keikhlasan dan kesabaran
meluangkan waktunya memberikan bimbingan, saran dan motivasi
sejak penyusunan proposal sampai penyelesaian skripsi ini.
6. Prof. Dr. Irwan Akib.dan. Drs. Kandacong Melle M.Pd. selaku kepala
sekolah dan wakil kepala sekolah SMP Unismuh Makkasar.
7. Masnaeni S.Pd. selaku kepala asrama di SMP Unismuh Makassar.
8. Ustadz Sunarto S.Pd,selaku pembina diasrama dan ustadz Rusdin
selaku pembina tahfidz diasrama SMP Unismuh Makassar. yang telah
bersedia menjadi narasumber dalam wawancara penelitian ini.
9. Ustadzah Nur Hudaedah S.Pd. selaku pembina dan bendahara asrama
dan ustadzah ST. suhaerah S.I.P selaku pembina putri di asrama SMP
Unismuh Makassar yang telah bersediah menjadi narasumber dalam
wawancara penelitian ini.
10. Ustadzah Sulfiana syifa S.HUM. yang banyak membantu dalam dan
memotivai untuk cepat menyelesaikan skripsi ini.
11. Kepada teman-teman seperjuangan (PUTM) Pendidikan Ulama Tarjih
Universitas Muhammadiyah Makassar
Universitas Muhammadiayah Makassar..
13. Kepada guru-guru dan pembina asrama SMP Unismuh Makassar yang
memberikan banyak dorongan dan motivasi untuk peneyelesain skripsi
ini.
14. Kepada semua pihak yang tidak sempat penulis sebutkan namanya satu
persatu.
15. Senantiasa teriring doa semoga jasa-jasa dan kebaikannya di berikan
imbalan yang terbaik disisi allah Swt.
Dalam penyusunan skripsi ini tentu masih banyak kekurangan sebagai
wujud keterbatasan penulis. Maka penulis senantiasa mengharapkan masukan dan
kritikan dan saran yang sifat membangun dari berbagai pihak manapun.
Dan mudah-mudahan skripsi ini dapat memberikan mamfaat bagi para
pembaca dan terlebih khusus penulis sehinggah bisa di implemntasikan dalam
dunia pembinaan. Aamiin
13 Juli 2021 M
BAB II TINJAUAN TEORITIS…………………………….…………...…..….9
A. Pembina asrama…………………………………………………………..9
1. Pengertian Pembina………………………………………………….....9
4. Elemen-elemen asrama………………………………………………..14
4. Kedudukan dan keistimewaan akhlak………………………………...27
5. Ciri-ciri akhlak dalam islam……………………………………….….30
C. Peran Pembina Asrama Dalam Pembinaan Akhlak Siswa…………….…32
1. Peran Pembin asrama dalam pembinaan akhlak……………………....32
2. Tugas Pembina asrama dalam pembinaan akhlak…….………………39
3. Pola Pembinaan akhlak siswa………………………………………....42
4. Jenis-jenis kegiatan pembinaan……………………………….………45
BAB III METODELOGI PENELITIAN…………………………….………..50
A. Desain Penelitian……………………………………………..…….……50
1. Jenis penelitian………………………………………………….50
2. Pendekatan penelitian……………………………………………50
C. Fokus penelitian……………………………………………………….…51
E. Sumber data……………………………………….……………………...51
F. Instrument penelitian…………………………………………………..…53
xii
BAB IV HASIL PENELTIAN DAN PEMBAHASAN……………….....…...61
A. Lokasi penelitian……….…………………………………………….…..61
B. Peran Pembina asrama dalam pembinaan akhlak siswa asrama di SMP
Unismuh Makassar……………………..……………………......……….72
C. Pola kegiatan pembinaan akhlak siswa asrama di SMP Unismuh
Makassar………………………………………………………………….76
D. Faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembinaan akhlak di
asrama SMP Unismuh Makassar………………………………………....95
BAB V PENUTUP……………………………………………………………..101
manusia, sebab pendidikan merupakan proses pengembangan keadaan manusia
dari yang tidak baik menjadi baik, dari yang sederhana menjadi modern, dari yang
rendah menjadi lebih tinggi. Senada dengan hal tersebut Islam juga telah
mencontohkan bahwa pendidikan adalah hal penting yang harus ada dalam aspek
kehidupan, hal tersebut dapat dilihat pada perintah Allah pertama kali kepada
Nabi Muhammad saw melalui wahyu pertama, dengan turunnya ayat ini Allah
swt. melantik Muhammad sebagai Nabi-Nya yang terakhir:
Dalam al-Quran Allah Swt berfirman (QS. Al-„Alaq [ 96 ] : 1-5 )


terjemahannya :
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan(1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah (3) yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (4) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (5)
1
Al-Quran menjelaskan pentingnya pendidikan, terbahasakan jelas dalam
ayat di atas. Dengan demikian ajaran Islam sarat dengan nilai-nilai bahkan konsep
pendidikan. Akan tetapi semua itu masih bersifat subyektif dan transendental.
1 kementerian Agama RI, Al Qur’an dan Terjemahnya,(Jakarta, pt.tiga serangkai pustaka
mandiri,2018) cet.1, h. 597
2
Agar menjadi sebuah konsep yang objektif dan membumi perlu diperjelas melalui
pendekatan keilmuan, atau sebaliknya perlu disusun konsep, teori atau ilmu
pendidikan dengan menggunakan paradigma Islam yang sarat dengan nilai-nilai
pendidikan. Pemikiran semacam ini kiranya menjadi momentum yang tepat
karena dunia pendidikan saat ini sedang menghadapi krisis impelementasi. Salah
satu komponen yang sangat penting dalam pendidikan adalah guru.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 dikatakan : Guru adalah pendidik
profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini
jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, pendidikan menengah. 2
Dengan melihat pendidikan islam dizaman serba modern ini, kini sangat
berkembang pesat sesuai dengan zaman. Fasilitas-fasilitas serta teknologi yang
begitu canggih yang sangat mendukung kegiatan proses belajar-mengajar, serta
guru yang begitu berkualitas dalam mengajar, serta peran wali siswa. dari semua
itu adalah sebuah bentuk untuk mendukung tercapainya keberhasilan siswa dalam
belajar dan tumbuhnya generasi yang unggul dan mempunyai akhlakul karimah
serta budi pekerti yang baik sesuai dengan tuntunan ajran alquran dan sunnah.
Fasilitas dan sarana yang telah ada dan berkembang pada lembaga
lembaga pendidikan saat ini salah satunya adalah Boarding School (asrama) baik
dari jenjang pendidikan SMP (Sekolah Menengah Pertama) atau MTs (Madrasah
Tsnawiyah), SMA (Sekolah Menengah Atas atau MA (Madrasah Aliyah) hingga
Perguruan Tinggi. Dalam dunia pesantren asrama dinamakan Pondok, yaitu
2 kementerian Agama RI, Undang – undang dan peraturan pemerintahan republik
Indonesia tentang Pendidikan (Jakarta, Tahun 2007), h. 73.
3
tempat dimana anak-anak muda dan dewasa belajar secara lebih mendalam dan
lebih lanjut agama islam yang diajarkan secara sistematis dari dalam bahasa arab,
serta berdasarkan pembacaan kitab-kitab klasik karangan ulama-ulama besar 3
SMP Unismuh Makassar adalah salah satu lembaga pendidikan swasta
yang menyediakan fasilitas dan sarana asrama, sarana ini disediakan bagi siswa -
siswi yang ingin mendapatkan tambahan pelajaran agama islam dan kegiatan-
kegiatan pembinaan keislaman yang ada didalamnya.
Pembina asrama adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam
pembelajaran di asrama dalam membimbing dan membina siswanya menjalankan
kegiatan sehari-hari di asrama, serta merupakan seseorang yang senantiasa
mengayomi siswa dalam menjalani kehidupan ada di asrama, pembina ini
mempunyai tugas dan peran sama dengan tugas dan peran selaku orang tua, yaitu
membina dan membimbing siswa di asrama, khususnya dalam hal ubudiyah, dan
sopan santun. Pembina memiliki peran sebagai orang tua pengganti yang
sesungguhnya yaitu menjadi tauladan yang baik. Sehingga para siswa tidak
terjerumus kedalam hal yang di larang oleh syariat, sebagaimana penomena yang
menimpa generasi dizaman modern ini yaitu, pergaulan bebas, minuman
keras,seks bebas dan lain sebagainnya..
Pembina dengan segala aktifitasnya di asrama mempunyai peran penting
bagi perkembangan siswa, khususnya dalam akhlak dan adab budi pekerti, selain
materi-materi pelajaran yang didapat disekolah.
3 Dawam Raharjo, Pesantren Dan Pembaharuan (Jakarta: LP3ES, 1974), h. 2.
4
diawali di rumah, dengan latihan terhadap tindakan-tindakan yang dipandang baik
menurut ukuran lingkungan dimana ia hidup. Setelah mereka terbiasa bertindak
sesuai dengan yang dikehendaki oleh aturan-aturan moral dan kecerdasan serta
kematangan berfikir.
dan mana yang buruk, melainkan juga mempengaruhi dan mendorong agar
membentuk hidup yang suci dengan memproduksi kebaikan dan kebajikan yang
mendatangkan manfaat bagi manusia. Memang benar tidaklah semua manusia
dapat dipengaruhi oleh ilmu itu serentak dan seketika menjadi baik. Akan tetapi
adanya Pembinaan akhlak mutlak diperlukan laksana kehadiran dokter yang
menyembuhkan penyakit. 4
Krisis akhlak yang semula hanya menerpa sebagian kecil elite politik
(penguasa), kini telah menjalar kepada masyarakat luas, termasuk kalangan
pelajar. Krisis akhlak pada kaum elite politik terlihat dengan adanya
penyelewengan, penindasan, saling menjegal, adu domba, fitnah menjilat dan
sesbagainya yang mereka lakukan. Dalam kaitan ini tepat sekali jika headline
Harian Rakyat Merdeka. 27 Juni Tahun 2005 yang lalu mengangkat tulisan yang
berjudul Pemimpin Berwibawa Sudah Lenyap Semua.
Pendidikan Islam merupakan bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan
hukum-hukum Agama Islam menuju terbentuknya kepribadian utama, menurut
ukuran-ukuran Islam. Hal ini merupakan kepribadian muslim yang penuh dengan
4 H.A. Mustafa,” Akhlak Tasawuf” (Bandung, Pustaka Setia, 2007), h. 52
5
ajaran Islam yang terjabarkan melalui Aqidah, ibadah dan ahlak, dalam artian
bahwa setiap sikap dan tingkah laku seseorang diwarnai oleh ajaran Islam. Untuk
mewujudkan kepribadian tersebut bukanlah suatu pekerjaan yang ringan dan
mudah, tetapi harus mengorbankan seluruh tenaga, pikiran, kesabaran, bimbingan,
keuletan dan keteladanan, bahkan menelan dana yang cukup besar, ataupun
lainnya.
Upaya semacam ini akan mudah dan lebih praktis dilakukan oleh orang tua
di rumah, namun tidak menutup kemungkinan lembaga formal maupun informal
(dilakukan di Asrama) pun berupaya untuk menjembatangi dalam menanamkan
dan mengamalkan ajaran Islam, guna mewujudkan manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Allah swt.
Bertolak dari uraian tersebut, maka pembinaan akhlak siswa dewasa ini
berupaya untuk membimbing kearah terciptanya insan yang berakhlakul karimah,
sejalan dengan perubahan sosial yang kian gencar menuju pada hasil optimal.
Oleh karena itu,diperlukan peran pembina dalam mengasuh, mendidik, dan
membimbing para siswa-siswi agar terciptanya kepribadian yang islami.
Hal ini dapat terlaksana manakala adanya niatan yang tulus,kesabaran dan
kesadaran para pembina untuk membina akhlak siswa di asrama, para siswa
asrama SMP Unismuh Uakassar juga perlu dibina dengan menanamkan
kebiasaan-kebiasaan dalam mengamalkan ajaran Islam. Ini semua dilakukan
dengan tujuan untuk membentuk perilaku atau sikap akhlakul karimah.
Dengan demikian,akan terlihat betapa besarnya peran Pembina dalam
pembinaan tingkah laku anak didik, agar mereka menjadi Manusia dewasa yang
6
mulia berguna bagi masyarakat, bangsa dan agama.maka dengan itu lembaga-
lembaga pendidikan non formal (dilaksanakan di Asrama) yang ada harus
berusaha secara maksimal dalam mewujudkan pengamalan perintah dan larangan
Ajaran Agama Islam sesuai yang diharapkan.
Pendidikan yang dilaksanakan di Asrama SMP Unismuh Makassar, antara
lain, secara tidak langsung para siswa dan siswi akan berhadapan langsung dengan
sesama teman dan para Pembina selama 24 jam.
Maka dengan adanya latar belakang diatas bila dikaitkan antara Pembina
dan para siswa serta sarana dan pra sarana yang disediakan oleh SMP Unismuh
Makassar, maka penulis merasa tertarik untuk mengkaji masalah tersebut dan
berupaya untuk mengangkat menjadi tema dalam penulisan skripsi dengan judul:
“PERAN PEMBINA ASRAMA DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA
DI SMP UNISMUH MAKASSAR”
maka penulis merumuskan pokok permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi
ini. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah:
1. Bagaimna peran Pembina asrama dalam pembinaan akhlak siswa di SMP
Unismuh Makassar?
2. Bagaimana pola kegiatan Pembinaan akhlak siswa asrama SMP Unismuh
Makassar?
3. Apa faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan akhlak siswa
SMP Unismuh Makassar?
Dalam setiap penelitian yang dilakukan pasti memiliki manfaat dan tujuan
yang ingin dicapai, adapun tujuan dan mamfaat penelitian ini:
1. Tujuan penelitian
penelitian ini bertujuan:
siswa.
pembinaan akhlak siswa asrma SMP Unismuh Makassar.
c. Untuk menegetahui apa saja paktor pendukung dan penghambat bagi
Pembina asrama dalam pembinaan akhlak siswa.
2. Manfaat penelitian
Penelitian ini memberikan suatu manfaat akademik dan praktis, antara lain
yaitu:
bahwa begitu pentingnya peran Pembina dalam pembinaan akhlak siswa dalam
mencapai tujuan yang diinginkan.
b. Manfaat praktis.
1) Manfaat bagi pihak sekolah dan para Pembina ,penelitian ini dapat
dijadikan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas
8
akhlak siswa yang tinggal asrama di SMP Unismuh Makassar
2) Bagi orang tua ,sebagai bahan pengetahuan tentang besarnya tanggun
jawab seorang Pembina diasrama dalam membina akhlak para siswa.
3) Manfaat bagi peneliti,penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan
yang lebih kongkrit apabila nantinya penulis berkecimung dalam dunia
pendidikan, terlebih khusus lagi dalam dunia kepembinaan.
9
Dalam kamus besar bahasa indonesia pembina berasal dari kata “bina”
yang memiliki tambahan awalan kata pe-berarti: pelaku pembinaan/orang yang
membina,alat untuk membina , pembangun. 5
Dalam hal ini pengertian pembina ada dua macam yaitu pembina dalam
arti umum dan khusus. Pengertian pembina secara umum adalah orang dewasa,
yang turut bertanggung jawab dalam kelangsungan hidup dan pendidikan anak,
yang termasuk dalam pengertian ini adalah ayah, ibu, orang tua, kakek, nenek,
paman dan bibi, kakak atau wali. Sedangkan pengertiannya secara khusus adalah
orang tua atau ayah dan ibu yang membesarkan dan mendidik anak sejak lahir
hingga dewasa.
Sedangkan yang dimaksud dengan pembina akhlak siswa dalam arti
khusus adalah orang yang memberikan ilmu baik secara langsung atau tidak
langsung dan senantiasa memberikan tauladan bagi anak didiknya yang berusaha
mendidik dan membina siswa dalam hal ini bertujuan untuk membentuk insan
yang berilmu dan bermoral. Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Muqaffa bahwa :
5 Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:Balai Pustaka,2005), h.117
10
“Pembina atau pendidik yang baik adalah yang mau berusaha memulai dengan
mendidik dirinya, memperbaiki tingkah lakunya, dan menjaga kata katanya
terlebih dahulu sebelum menyampaikan kepada orang lain” 6
Sedang menurut Imam Ghazali menyatakan bahwa:
:


“Apabila engkau menjadi seorang yang berilmu atau guru/pembina, maka engkau harus memperhatikan sopan santun, diantaranya: bertanggung jawab, sabar, duduk dengan penuh wibawa, tidak sombong terhadap semua orang, kecuali kepada orang yang zhalim dengan tujuan untuk menghentikan kezhalimannya, mengutamakan bersikap tawadhu di majlis- majlis pertemuan.
7
Untuk itu seorang Pembina atau pendidik dituntut untuk memberikan
contoh atau tauladan yang baik kepada siswa dan lebih berhati-hati dalam
bersikap dan berintraksi dengan siswa, karena secara tidak langsung para siswa
akan mencontoh apa yang dilakukan oleh pembina sehari-hari.
2. Asrama
sistem pendidikan tradisional di masjid-masjid yang berkembang dikebanyakan
wilayah islam negara-negara lain. asrama tempat tinggal siswa biasanya dipisah
6 Ibn Muqaffa, Al Fikr al Tarbawiyah ind Ibnu Muqaffa (Adab al-Shaghir), Aljahid
(Beirut: Dar iqra 1403), h. 117
7 Imam Ghozali, Bidayatul Hidayah, Tuntunan Mencapai Hidayah, terj.(Surabaya: Al
Hidayah, 1997), h. 182
11
dengan rumah pembina asrama, tetapi masih dalam satu lingkup asrama, dipisah
juga dengan masjid dan ruang-ruang madrasah Keberadaan kamar-kamar
diasrama tidak berjauhan satu sama lainnya. 8
Asrama adalah suatu tempat penginapan yang ditujukan untuk anggota
suatu kelompok, umumnya murid-murid sekolah. Asrama biasanya merupakan
sebuah bangunan dengan kamar yang dapat ditempati oleh beberapa penghuni di
setiap kamarnya. Para penghuninya menginap di asrama untuk jangka waktu yang
lebih lama dibanding di hotel maupun losmen. Alasan utnuk memilih menghuni
sebuah asrama bisa berupa tempat tinggal asal sang penghuni yang terlalu jauh,
maupun untuk biayanya yang terbilang lebih murah dibandingkan dengan bentuk
penginapan yang lain. Misalnya apartemen. Selain untuk menampung murid
murid, Asrama jugsa sering ditempati peserta suatu pesta olahraga. 9
Asrama atau pondok dalam melaksanakan pendidikan Islam memiliki
metode yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan metode pendidikan Islam
tradisional, ada yang modern, dan ada yang menggabungkan keduanya. Berbagai
metode pengajaran yang dilaksanakan berbagai asrama modern sebagai berikut:
a. Metode muhawarah, yaitu metode pengajaran bahsa arab dengan cara
menggunakannya melalui muhadatsah selama siswa tinggal di asrama.
8 Jasa Ungguh Muliawan, Ilmu Pendidikan Islam Studi Kasus Terhadap Struktur Ilmu,
Kurikulum, Metodelogi dan Kelembagaan Pendidikan Islam (Jakarta: RajaGrafindo Persada,
2015), h. 299.
tertentu dan kajiannya lebih spesifik, misalnya membahas bab ibadah atau
muamalah.
c. Metode majelis taklim, penyampaian ajaran islam secara umum dan
terbuka. 10
Asrama dibangun sebagai tempat tinggal bagi sekelompok orang yang
sedang menjalankan suatu tugas atau kegiatan yang sama, walaupun ada juga
Asrama yang dibangun sebagai tempat penginapan seperti halnya losmen, tetapi
tidak umum. Secara umum, Asrama lebih diperuntukan bagi pelajar atau
mahasiswa, tergantung, dari instansi pembelajarannya, sekolah.
a. Fungsi Asrama adalah sebagai berikut:
1) Sebagai sarana untuk tempat tinggal bagi siswa selama menempuh
studinya.
3) Sebagai sarana membentuk pribadi pelajar sehingga dapat
mandiri,disiplin dan bertanggung jawab.
lingkungan yang kondusif.
tidak di dapatkan di sekolah.
10
Beni Ahmad Saebani dan Hendra Akhdiyat, Ilmu Pendidikan Islam (Bandung: Pustaka
Setia, 2012), h. 270.
1) Membantu mengatasi kesulitan siswa dalam menemukan tempat
tinggal, terutama bagi pelajar yang berasal dari kota dan propinsi lain.
2) Memberi kontribusi positif dalam mengisi kegiatan bagi siswa yang
diselenggarakan oleh perserikatan asrama, kerohanian maupun
kegiatan siswa lainnya.
seperti bimbingan belajar pendampingan dan ruang belajar sehingga
meningkatkan prestasi siswa.
4. Elemen-elemen asrama
Hampir dapat dipastikan lahirnya suatu lembaga pendidikan berawal dari
beberapa elemen dasar yang selalu ada didalamnya. Ada lima elemen asrama yang
mana antara satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Kelima elemen
tersebut meliputi mesjid,pembina asrama peserta didik (siswa) asrama, dan
pengajaran kitab kuning serta muhadasah. 11
a. Masjid
Menurut M. Quraish Shihab, masjid berasal dari bahasa Arab “sajada”
yang berarti patuh, taat, serta tunduk dengan penuh hormat dan takzim. Secara
terminologi, masjid diartikan sebagai tempat aktifitas manusia yang
mencerminkan kepatuhan kepada Allah 12
11 Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islam (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2012), h. 287
12 M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an (Bandung: Mizan, 1996), h. 459
14
mempunyai kewajiban rohani yang tinggi. Begitu juga halnya dengan pembina
asrama bahwa mereka dipandang sebagai orang yang punya kelebihan, memiliki
tanggung jawab untuk menumbuhkan, membina, mengembangkan bakat, minat,
keserdasan, akhlak, moral, pengalaman, wawasan, dan keterampilan peserta didik
(siswa), mereka lebih dihormati dan tampil sebagai pemeran utama didalam
masyarakat.
c. Siswa
Siswa adalah anak atau remaja yang sedang mengaji Alquran atau kitab
kuning, atau mereka yang pernah belajar di pondok atau asrama. Sebutan siswa
juga dapat diberikan kepada mereka yang rajin dalam menjalankan ajaran Islam
secara individual maupun berjamaah. Dalam hal ini yang dimaksud siswa adalah
masyarakat Islam yang belajar bersama, tinggal bersama dan menjalani kehidupan
secara bersama-sama. 13
klasik, khususnya karangan mazhab syafiiyah. Pengajaran kitab-kitab kuning
berbahasa arab dan tanpa harakat atau sering disebut kitab gundul. Pada umumnya
para peserta didik datang dari kampung yang jauh dengan tujuan ingin
13
2011), h.115
memperdalam kitab-kitab klasik tersebut, baik kitab ushul fiqih, kitab tafsir,
hadits dan lain sebagainya. Peserta didik biasanya juga mengembangkan
keahliannya dalam berbahasa arab (muhadasah) untuk dipakai dalam interaksi
sehari-hari.
Secara etimologis (lughatan )akhlaq (bahasa arab) adalah bentuk jamak
dari khuluq yang berarti budi pekerti, perangai, tingka laku atau tabiat. 14
berakar
dari kata khalaqa yaang berarti menciptakan seakar dengan kata khaliq(pencipta)
makhluq (yang diciptakan) dan khalq (penciptaan).
Maka dari kesamaan akar kata diatas mengisyaratkan bahwa dalam akhlak
tercakup pengertian terciptanya keterpaduan antara kehendak khaliq (tuhan) dan
perilaku makhluq(manusia) atau dengan kata lain, tata perilaku orang lain
terhadap orang lain. Dan lingkungannya baru mengandung nilai akhlak yang
hakiki manakala tindakan atau perilaku tersebut didasarkan kepada kehendak
khaliq(Tuhan).
akan terkait dengan akhlak:
14
Al-manjid fi al-lughah wa Ilam(Beirut:Dar al-Masyrik,1989) cet. Ke-28 h. 164
16
a. imam al-ghazali:

"
15
b. Menurut ibrahim anis

.
Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengannya lahirlah macam-macam perbuatan, baik atau buruk, tanpa membutuhkan banyak pemikiran dan pertimbangan (spontanitas).”
16

.
Akhlak adalah: sekumpulan nilai-nilai atau sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengan cahaya dan timbangannya seseorang dapat menilai perbuatannya baik atau buruk, untuk kemudian memilih melakukan atau meninggalkan.
17
Dari ketiga defenisi yang dikutip diatas sepakat menyatakan bahwa akhlak
atau khuluq itu sifatnya yang tertanam dalam jiwa manusia, sehingga dia akan
15
,h.58
16 Ibrahim anis, Al-Mu’jam al-Wasith,(kairo: Dar al Maarif,1972) h. 202
17 Abdul karim zaidan. Ushul ad-Da’wah(Baghdad: Jamiyyah al-Amani,1979). h. 75
17
Akhlak adalah kondisi yang kuat dalam jiwa yang darinya muncul
keinginan berusaha dalam bentuk kebaikan, keburukan, keindahan dan kejelekan.
Dan apa bila kondisi tersebut dibina untuk memilih keutamaan dan kebenaran
mencintai kebaikan, antusias terhadap kebaikan, dilatih untuk mencintai
keindahan, serta membenci kejelekan, niscaya itu semua akan menjadi sebuah
tabiatnya. Dengan tabiat itulah akan muncul perbuatan-perbuatan baik dengan
mudah tanpa dipaksakan. 18
Dengan akhlak inilah seseorang akan meraih kemulian dan derajat yang
tinggi disisi Allah Swt, sebagaimana dalam firmannya .(QS.Ali. Imran[3]:133-
134):


Terjemahannya:
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
19
18
abu bakar jabir al-jazairi, Minhajudl muslimin:pedoman ideal seorang muslim,
(solo,insan kamil,2008 ), h.247
19 Usman el-Qurtuby,alquran hafalan ,menghafal lebih mudah metode 5 waktu hafal 1
Haman(bandung.cordoba,2019), h.67
Yang dimaksud dengan sumber akhlak adalah yang menjadi ukuran baik
dan buruk atau mulia atau tercela. sebagaimana keseluruhan ajaran islam, sumber
akhlak adalah al-Quran dan Sunnah, bukan akal fikiran atau pandangan
masyarakat sebagaimna konsep etika dn moral. Dan bukan pula baik atau buruk
dengan sendirinya sebagai pandangan mutazilah.
Dalam konsep akhlak, segala sesuatu itu dinilai baik atau buruk, terpuji
atau tercela, semata-mata karena syara(Al-Quran dan Sunnah) menilainya
demikian kenapa sifat sabar, syukur pemaaf, pemurah, dan jujur misalnya di
anggap baik.? Tak lain karena syara menilai semua sifat-sifat itu baik. Begitu
juga sebaliknya, kenapa pemarah, tidak bersyukur, dendam, kikir dan dusta
,misalnya di anggap dan dinilai buruk.? Tak lain karena syara menilainya
demikian. 20
3. Ruang Lingkup Akhlak
Pada dasarnya ruang lingkup akhlak dalam Islam meliputi 5 aspek, yaitu:
Akhlak terhadap Allah, Akhlak kepada Rasulullah , Akhlak terhadap keluarga,
Akhlak terhadap sesama, akhlak terhadap lingkungan.
a. Akhlak kepada Allah.
Akhlak kepada Allah bisa diartikan sebagai yang seharusnya dimiliki oleh
manusia sebagai makhluk dan Allah sebagai Tuhan( khaliq ) maka dalam hal ini
20
19
banyak cara yang bisa dilakukan manusia dalam berperilaku kepada Allah sebagai
khaliq, Diantaranya.
nisa[4]:116).


Terjemahannya:
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.
21
Terjemahan
nya:
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)- Ku.
22
3) Selalu berdoa kepada-Nya.(QS.Ghafir[40]:60)

Terjemahannya:
21
Bandung, Cordoba,2019), h. 97
22 Ibid. h. 19
menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.
23

Terjemahannya:
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku
24
sebagaimana firman Allah Swt.(QS.Al-Fath[48]:29)




Terjemahannya:
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam- penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang- orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar
25
23
6). selalu memuji-Nya .(QS.An-Naml[27]:93)

Terjemahannya:
“Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan
26
7). Bertawakkal kepada-Nya. (QS.Ali-Imran[3]:159)


Terjemahannya:
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
b. Akhlak kepada Rasulullah
Setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah Swt tentulah harus
beriman kepada muhammad Saw adalah Nabi dan Rasulullah yang terakhir,
penutup sekalian Nabi dan Rasul; tidak ada lagi Nabi, apalagi Rasul sesudah
beliau( QS.Al-Ahdzab[33]:40 ) beliau di utus oleh allah Swt untuk seluluh umat
manusia sampai Kiamat nanti(QS.Saba[34]:28)kedatangannya diutus oleh Allah
Swt di muka bumi ini sebagai rahmat kepada seluruh alam(QS. Al-
Anbiya[21]:107).
Sebagai seorang mukmin sudah seharusnya dan sepantasnya kita mencintai
beliau melebihi cinta kita kepada siapapun sealain allah Swt. Bila mana iman kita
tulus, lahir dari hati yang paling dalam tentulah kita akan mencintai beliau, karna
cinta itulah yanga akan membuktikan bahwa kita benar-benar beriman kepada
kepada beliau atau tidak.dalam hadits rasulullah Saw menyebutkan bahwa seorang
tidak akan beriman sampai dia mencintai beliau melebihi cintanya kepada
siapapun.

Artinya:
“Seseorang tidaklah beriman (dengan sempurna) hingga aku lebih dicintainya dari anak dan orang tuanya serta manusia seluruhnya. (HR. Muslim no. 44)
27
c. Akhlak Terhadap Orang Tua.
Salah satu akhlak kepada orang tua adalah berbuat baik atau dalam
istilah birrul walidain yang dimana berasal dari nabi Muhammad Saw.
dimana dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa „Abdullah ibnu Masud
seorang sahabat Rasulullah Saw yang sangat terkenal bertanya kepada
Rasulullah Saw tentang amalan yang paling disukai dan di cintai oleh Allah
swt. Dimana beliau menyebutkan yaang pertama adalah :shalat tepat
waktu;kedua birrul walidain dan ketiga jihad fisabilillah.
27
Syaikh Abdurrahman Bin Nashir As-Sadi. Syarah umdatul ahkam.( Jakarta
timur.darus Sunnah,press. 2019), h. 364.
23
– – – :
– – – :
– : . : , : :
, : : : –

Artinya:
“Dari Abu Amr asy-Syaibâni –namanya Sad bin Iyâs- berkata, “Pemilik rumah ini telah menceritakan kepadaku –sambil menunjuk rumah Abdullah bin Masud Radhiyallahu anhu dengan tangannya, ia berkata, „Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam , „Amalan apakah yang paling dicintai Allâh? Beliau Shallallahu „alaihi wa sallam menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku (Abdullah bin Masud) mengatakan, „Kemudian apa lagi? Beliau Shallallahu „alaihi wa sallam menjawab, “Berbakti kepada dua orang tua.” Aku bertanya lagi, „Lalu apa lagi? Beliau Shallallahu „alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allâh.
28
Begitu pentingnya seorang manusia untuk berakhlak mulia terhadap kedua
orang tuanya bahkan di posisikan yang kedua oleh Rasulullah Saw sesudah
beribadah kepada Allah mengenai amal yang sangat di cintai oleh allah Swt.
Birrul walidain terdiri dari kata birru dan al-walidain .birru atau al-birru
artinya kebajikan (QS albaqarah[2]:177) dijelaskan tentang albirru. Dan al-
walidain artinya kedua orang tua atau ibu bapak.
Birrul walidain adalah salah satu akhlak yang sangat mulia dan istimewa
dalam ajaran islam. Diantara alasan yang membuktikannya ialah Perintah ihsan
kepada kedua orang tua di letakkan oleh Allah Swt di dalam Al-Quran langsung
28
Anas Ismail Abu Daud,Dalilu As-Sa’ilin ( Jakarta pusat, adz-dzikir, 2014), h. 120
24
mempersekutukannya. Sebagaimana firman Allah Swt.(QS.Al-Baqarah :2:83)



Terjemahannya:
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.
29
Adapun akhlak kita kepada orang tua adalah dapat di lakukan dengan
cara:
1) Mengikuti keinginan dan saran orang tua dalam berbagai aspek
kehidupan, baik masalah pendidikan ,pekerjaan, maupun masalah
lainnya. yang tentunya dengan catatan: selama keinginan dan saran itu
sesuai dengan ajaran islam.dan apa bila bertentangan atau tidak sejalan
dengan ajaran islam. Maka sebagai seorang anak tidaklah ada kewajiban
untuk patuh dan mengikutinya. Namun harus menolaknya dengan cara
yang baik , seraya berusaha memperbaiki dan meluruskannya. Al-Qur,an,
Allah swt berfirman (QS.Luqman[31]:15):


29
Cordoba,2019) , h. 12
25
Terjemahannya:
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada- Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
30
Sesuai juga dengan pesan Rasulullah Saw bahwa tidak ada ketaatan dalam
melakukan suatu maksiat kepadaAallah Swt. dan Ketaatan hanya semata-mata
dalam hal kebaiakan dan maruf saja.
2) Menghormati dan memuliakan orang tua dengan penuh rasa terimah
kasih dan penuh kasih sayang atas jasa-jasa keduanya yang tidak
mungkin bisa di nilai dengan apapun.(QS. Al-Luqman[31]:14) dan
(QS.Al-Isra[17]:23).
3) Membantu kedua orang tua secara fisik dan material.

Artinya:
Siapakah orang yang paling berhak terhadap perlakuan baikku? Rasulullah Shallallahu „Alaihi Wasallam menjawab: ibumu. Kemudian ibumu. Kemudian ibumu. Kemudian bapakmu. Kemudian kerabat yang lebih dekat kepadamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
31
4) Mendoakan kedua orang tua semoga allah Swt memberikan keamanan,
rahmat dan di berikan keselamatan dunia akherat. Yang dimana Allah
Swt menukilkan dalam Alquran doa nabi Nuh yang meminta kepada
Allah ampunan untuk orang tuanya.(QS. Nuh [71]:28) dan (QS. Al-
Isra[17]:24).
Akhlak terhadap sesama manusia pada prinsipnya merupakan implikasi
dari tumbuh dan berkembangnya iman seseorang. Salah satu indikator kuatnya
iman seseorang nampak dalam prilakunya terhadap orang lain. Dengan kata lain
mereka senantiasa memperlakukan sesama manusia sama.
Ada beberap cara yang dapat dilakukan manusia dalam berinteraksi
dengan manusia lain dalam bentuk perilaku yang baik. Ajaran Islam yang
bersumber pada al-Quran dan As-sunnah banyak mengungkap tentang hubungan
antara manusia, misalnya: mengucapkan sesuatu yang baik (Q.S.24:58),
senantiasa mengucapkan yang benar (Q.S.33:70), jangan mengucilkan seseorang,
berprasangka buruk, menceritakan keburukan orang dan memanggil seseorang
dengan panggilan yang buruk (Q.S. 49:11- 12). Di samping itu, masih banyak
ayat-ayat al-Quran yang mengungkap parilaku manusia, baik terhadap orang tua
ataupun lainnya. 32
Manusia diberi wewenang dan tanggung jawab untuk mengelola isi dunia
demi kemakmuran dirinya, sebagai anugrah dari Allah Swt yang harus dijaga dan
dipelihara kelestariannya. demi terciptanya keserasian yang harmonis dan
keseimbangan. Akhlak manusia seperti yang telah dikemukakan di atas,
mencerminkan bahwa mereka tidak mau merusak lingkungan yang telah
32
27
dianugerahkan oleh Allah kepadanya. oleh sebab itu, pantas Allah tidak menyukai
orang-orang yang suka berbuat kerusakan di muka bumi ini, sebgaimnana firman
Allah Swt (QS. Al-Qasas[28]:77):


Terjemahannya;
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
33
Dalam keseluruhan ajaran agama Islam akhlak memiliki keistimewaan
dan kedudukan yang sangat penting. sebab Rasulullah Saw pun di utus oleh Allah
Swt untuk menyempurnakan akhlak manusia.dibawah ini beberapa kedudukan
dan keistimewaan akhlak:
misi pokok risalah islam:
Artinya: “
33
Bandung, Cordoba,2019) h,394
b. Akhlak merupakan salah satu ajaran pokok agama Islam. Sehingga
Rasulullah Saw pernah mendefinisikan bahwa agama adalah akhlak yang
baik (husn al-khuluq)dimana suatu ketika ada seorang laki-laki yang
bertanya kepada Rasulullah Saw tentang masalah agama, apa jawaban
beliau bahwa agama itu adalah akhlak yang baik.
c. Akhlak yang baik akan menjadi pemberat timbangan di di hari kiamat
kelak. Abu Ad-Darda radhiyallahu „anhu, Nabi shallallahu „alaihi wa
sallam bersabda,

Artinya:
Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin selain akhlak yang baik. Sungguh, Allah membenci orang yang berkata keji dan kotor.” (HR. Tirmidzi, no. 2002. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih)
34
„alaihi wa sallam bersabda,


Artinya:
Tidak ada sesuatu amalan yang jika diletakkan dalam timbangan lebih berat dari akhlak yang mulia. Sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa menggapai derajat orang yang rajin puasa dan rajin shalat.” (HR.
34
Muhammad fuad abdul baqi,shahih bukhari muslim( Jakarta Pt.elex media
computindo,2017), h. 453
29
Tirmidzi, no. 2003. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
35
d. Rasulullah Saw menjadikan baik buruknya akhlak seseorang sebagai
ukuran kualitas imannya. Hal ini dapat kita lihat dari beberapa hadits
rasulullah Saw.
:aynitra
Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik diantara mereka akhlaknya.” (HR Tirmidzi, ia berkata: hadis hasan shahih)


Artinya:
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan kepada hari akhir, hendaknya ia tidak menyakiti tetangganya, barangisiapa yang beriman kepada Allah dan kepada hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan kepada hari akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam.” (Muttafaq „alaih)
36
e. Islam menjadikan akhlak yang baik sebagai bukti dan buah dari ibadah
kepada allah Swt
Sebagaimana firman Allah Swt (QS. Al-Ankabut[29]:45):


35
Muhammad Ali Al-Hasyimi, Syakhsyiyatul Mar’ah Al-Muslimah Kama Yasughatul
Islam Fil Kitab Was Sunnah ( Jakarta timur,pustaka al-kautsar,2014) cet,17, h. 276
36 Muhammad bin sHih al-utsaimin, syarah arba’in an-nawawi( Jakarta timur, darus
Sunnah press,2019) cet,5, h. 243
30
Terjemahannya:
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
37
5. Ciri- Ciri Akhlak Dalam Islam
Disamping adanya sebuah kedudukan dan keistimewaan akhlak. Maka
akhlak dalam islam pun memiliki ciri khas dan diantaranya ialah; a) Rabbani b)
Manusiawi c) Universal dan d) Realistik.
a. Akhlak rabbani
Ajaran akhlak dalam islam bersumber dari wahyu ilahi yang termaktub
dalam Al-Quran dan Sunnah. Di dalamnya terdapat kira-kira 1.500 ayat yang
mengandung ajaran akhlak, baik yang teoritis maupun praktis. Demikian pula
hadits-hadits nabi.
Ciri rabbani ini menegaskan bahwa akhlak dalam islam bukanlah moral
yang kondisioanal.dan situasional, tetapi akhlak yang benar-benar memiliki nilai
yang mutlak. Akhlak rabbani inilah yang mampu untuk menghindari kekacauan
nilai moralitas dalam hidup manusia., Al-Quran telah menegaskan kita tentang
akhlak Rabbani, sebagaimana firman Allah Swt (QS. Al-Anam[6]:153):
37
mulia agung.2017), h. 401
31


terjemahannya:
dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah.
38
Ajaran akhlak dalam Islam sejalan dengan tuntunan dari fitrah manusia
kerinduan jiwa manusia terhadap kebaikan akan terpenuhi dengan mengikuti ajran
akhlak daalam islam. Ajaran akhlak dalam islam diperuntukkan bagi manusia
yang merindukan kebahagian yang hakiki bukan kebahagian yang semu.
c. Akhlak universal.
Ajaran akhlak dalam islam sesuai dengan kemanusian yang universal dan
mencakup dari segala aspek hidup manusia,baik yang dimensinya vertikal
maupun yang horizontal.
d. Akhlak keseimbangan.
Ajaran akhlak dalam islam berada di tengah antara yang menghkhayalkan
manusia sebagai malaikat yang menitik berat segi kebaikannya dan menitik
beratkan khayalan manusia dengan hewan yang menitik beratkan sifat
keburukannya saja.
material dan spiritual, sebagaimana firman Allah Swt. (QS.Al-Baqarah.[2]:173)

Terjemahannya:
tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
39
karimah, Peran seorang pembina atau pendidik sangatlah di perlukan, itulah
sebabnya dalam islam sangat menghargai dan menghormati orang yang berilmu
pengetahuan yang bertugas sebagai pembina dan pengasuh akhlak siswa. 40
Dalam pelaksanaannya pembina asrama dalam pembinaan akhlak siswa
laksana orang tua yang mendidik dan memberi contoh serta tauladan yang baik
39
Ibid ,h.26
40 Zuhairini, dkk, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1995) h. 167
33
terhadap siswa Sebagaimna peran seorang ibu dan bapak dirumah. Sebagaimna
dikatakan oleh Djumransyah Indar;
Peran Ibu dan Bapak (orang tua) dalam pendidikan anaknya adalah :
a. Sumber dan pemberi kasih sayang
b. Pembimbing hubungan pribadi
Dari penjelasan diatas bahwa peran pembina asrama selain mengayomi,
membina dan mendidik siswa dengan tujuan agar mereka menjadi anak yang
berbudi pekerti yang luhur,serta berakhlakul karimah. Dengan kegiatan kajian dan
nasehat yang bersumber dari al-Quran dan Sunnah.
Sebagaimana dikatakan Athiyah al-Abrsyi yang dikutip Abuddin Nata
dalam bukunya Menejemen Pendidikan, menyatakan;
“Pendidikan Budi pekerti dan akhlak adalah jiwa dan tujuan pendidikan Islam 42
pembina selain memiliki tanggung jawab penuh diasrama selaku aktor
pendidik dan pendamping seorang siswa. Pembina juga memiliki peranan yang
sangat jauh lebih penting dalam membina akhlak. sebagaimana yang telah di
ungkapkan oleh Al-ghazali , peranan seorang pembina antara lain adalah:
41
Djumransyah Indar, Ilmu Pendidikan Islam, IAIN Sunan Ampel (Malang 1985) h. 74
42 Abuddin Nata, Manajemen Pendidikan, (Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam Di
Indonesia, ( Jakarta: Prenada Media, 2001) h.1229
34
Seorang pembina akan berhasil melaksanakan tugasnya apabila
mempunyai rasa tanggung jawab dan kasih sayang terhadap muridnya
sebagaimana orang tua terhadap anaknya sendiri. Sebuah hadits menyatakan:
“Sesungguhnya aku ini bagimu adalah seumpama seorang ayah bagi anaknya
(HR. Abu Daud, Nasai, Ibnu Hibban, dari Abu Hurairah)”. Hadits diatas menuntut
seorang guru agar tidak hanya menyampaikan pelajaran semata tetapi juga
berperan seperti orang tua. Jika setiap orang tua senantiasa memikirkan nasib
anaknya agar kelak menjadi manusia yang berhasil, dapat melaksanakan tugas
hidupnya, bahagia dunia akhirat, seorang pembina pun seharusnya demikian juga
perhatiannya terhadap muridnya 43
2) Pembina Sebagai Pengajar
pengajaran dan melaksanakan program yang telah disusun, dan memberikan
penilaian setelah program 44
43
Pelajar, 1998),h.67
Hendaknya seorang guru tidak segan-segan memberikan pengetahuan kepada
muridnya agar mempelajari ilmu secara runtun, setahap demi setahap. Hal ini
mengingat bahwa manusia tidak mampu merangkum ilmu pengetahuan secara
serempak dalam satu masa perkembangannya. 45
4) Pembina Sebagai Teladan
mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertawakal
kepada Allah dan berakhlak mulia. Maka pembina sebagai subyek dalam
pendidikan yang paling berperan, sebelum melaksanakan tugasnya yakni
mendidik dan mengajar haruslah menjadi orang yang beriman, bertaqwa dan
berbudi luhur. “Untuk itulah wahai pendidik amalkan ilmumu jangan berlainan
kata dengan perbuatanmu. 46
Rasulullah Saw salah satu contoh pendidik yang terbaik, karnanya allah
swt mengutus nabi Muhammad saw untuk menjadi tauladan buat umat manusia
sebagaimana firman Allah Swt (Q,S. Al-Ahzab :33:21):

Terjemahannya:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
47
45
36
Dalam diri Rasulullah Saw, Allah swt menyusun suatu bentuk pendidikan
yang sangat sempurna dalm metodologi Islam dan suatu bentuk yang hidup dan
abadi selama sejarah masih berlangsung.
Suatu ketika aisyah pernah ditanya tentang pribadi Rasulullah Saw, beliau
menjawab bahwa pribadi beliau adalah Alquran, sebuah jawaban yang sangat
ringkas tapi pengertiannya sangat dalam, luas dan mengagungkan, beliau saksi
hidup roh, hakekat dan tuntunan alquran, dengan demikian beliau adalah contoh
terbaik yang harus kita ikuti dalam pendidikan.
5) Membimbing Siswa Membaca Al-Quran dan Al Hadits
Quran dan Hadits adalah bagian dari Pendidikan Agama Islam, faktor
yang terpenting sebelum siswa memahami dan menghayati maknanya siswa
dituntut untuk bisa membacanya secara benar dan lancar berdasarkan makhroj dan
tajwidnya.
Hadits Nabi yang berkenaan dengan bimbingan dalam belajar Al-Quran
sebagai berikut :
Artinya:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”
48
48 Fachruddin HS dkk, Pilihan Sabda Rasul (Jakarta: Bumi Aksara 1998) h.548
37




.( .
Artinya:
Dari Uqbah bin Amir RA, ia menceritakan, "Rasulullah datang menemui kami di Shuffah (lantai khusus di Masjid Nabawi), lalu beliau bertanya, 'Siapakah diantara kalian yang suka pergi setiap hari ke pasar Buth-han atau Aqiq lalu ia pulang dengan membawa dua ekor unta betina dari jenis yang terbaik tanpa melakukan satu dosa atau memutuskan tali silaturahmi? Kami menjawab, Ya Rasulullah, kami semua menyukai hal itu. Rasululullah bersabda, 'Mengapa salah seorang dari kalian tidak ke masjid lalu mempelajari atau membaca dua buah ayat Al-Qur'an (padahal yang demikian itu) lebih baik baginya dari pada dua ekor unta betina, tiga ayat lebih baik dari tiga ekor unta betina, dan begitu pula membaca empat ayat lebih baik baginya daripada empat ekor unta betina, dan seterusnya sejumlah ayat yang dibaca mendapat sejumlah yang sama dari unta-unta." (HR. Muslim dan Abu Dawud)
49
Dalam jiwa terdapat pembawaan untuk terpengaruhi dalam kata-kata yang
di dengar, pembawaan itu tidaklah selalu tetap, dan oleh karna itu nasehat
haruslah selalu diulangi. oleh sebab itu pembina harus senantiasa memberikan
nasehat para anak didiknya dan tidak mengenal sifat bosan dalam dirinya.dan
disamping nasehat seorang pembina harus senantiasa mendoakan kebaikan untuk
siswa binaannya.
38
Dalam hal pemberian nasehat Imam Asy Syafii rahimahullah berkata:
. . .
. .
Artinya:
“Berilah nasihat kepadaku ketika aku sendiri. Jauhilah memberikan nasihat di tengah-tengah keramaian. Sesungguhnya nasihat di tengah-tengah manusia itu termasuk sesuatu Pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya. Jika engkau menyelisihi dan menolak saranku. Maka janganlah engkau marah jika kata-katamu tidak aku turuti”
50
Swt.(Q.S Al-luqman (31):13-19):








Terjemahannya:
50
dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar"(13).dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.(14).dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan(15).(Luqman berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui.(16).Hai anakku,dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).(17).dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.(18)dan sederhanalah kamu dalam berjalan,dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
51
Tugas pendidik atau pembina asrama yang utama adalah
menyempurnakan, membersihkan, menyucikan, serta membimbing hati manusia
untuk mendekatkan diri kepada Allah. Hal tersebut karena tujuan pendidikan
Islam yang utama adalah upaya untuk mendekatkan diri kepadanya. jika pendidik
belum mampu membiasakan diri dalam peribadatan kepada peserta didik berarti ia
mengalami kegagalan di dalam tugasnya, sekalipun peserta didik memiliki
prestasi akademis yang luar biasa. 52
51 Usman el-Qurtuby,alqur’an hafalan ,menghafal lebih mudah metode 5 waktu hafal 1
Halaman(bandung.cordoba,2019).h ;412
40
tugas mulia yang diembannya, Tugas yang diemban seorang pendidik hampir
sama dengan tugas seorang rasul yaitu sebagai “warasat al-anbiya” yang pada
hakikatnya mengemban misi rahmatan lil alamin, yakni suatu misi yang mengajak
manusia untuk tunduk dan patuh pada hukum-hukum Allah, guna memperoleh
keselamatan dunia dan akhirat. Kemudian misi ini dikembangkan kepada
pembentukan kepribadian yang berjiwa tauhid, kreatif, beramal saleh dan
bermoral tinggi.
Selain itu tugas pendidik atau pembina asrama yang utama adalah,
menyempurnakan, membersihkan, menyucikan hati manusia untuk taqarrub
kepada Allah. Sejalan dengan ini Abd al-Rahman al-Nahlawi menyebutkan tugas
pendidik sebagai berikut: pertama, fungsi penyucian yakni berfungsi sebagai
pembersih, pemelihara, dan pengembang fitrah manusia. Kedua, fungsi
pengajaran yakni meng-internalisasikan dan mentransformasikan pengetahuan dan
nilai-nilai agama kepada manusia. Tugas khusus seorang pendidik atau pembina
asrama adalah sebagai berikut:
memberikan penilaian setelah program itu dilaksanakan.
b. Sebagai pendidik (edukator) yang mengarahkan peserta didik pada tingkat
kedewasaan yang berkepribadian Islam, seiring dengan tujuan Allah
menciptakan manusia.
pengarahan, pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan, partisipasi atas
program yang dilakukan itu. 53
d. Wajib menemukan pembawaan yang ada pada peserta didik.
e. Berusaha menolong peserta didik mengembangkan pembawaan yang baik
dan menekan perkembangan pembawaan yang buruk agar tidak
berkembang.
didik memilihnya dengan tepat.
kesulitan dalam mengembangkan potensinya. 54
Pembina asrama juga berperan sebagai pembimbing, yaitu memberikan
bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang
dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum terhadap
sekolah, keluarga serta masyarakat dalam keseluruhan proses pendidikan guru.
53
.Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2008) h. 111
54 Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islam (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2012), h. 126.
42
Secara harpiyah pola pembinaan adalah model, metode,atau usaha yang
dilakukan secara terus menerus yang berkesinambungan dilakukan dengan secara
sadar oleh lembaga dalam rangka menumbuh- kembangkan aspek kognitif, efektif
maupun psikotorik siswa.
Sedangkan dalam kamus umum bahasa indonesia pola adalah gambar,
contoh dan model sedangkan pembinaan adalah usaha tindakan dan kegiatan yang
dilakukan secara berdaya guna untuk memperoleh hasil yang baik. 55
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pola pembinaan adalah
usaha atau kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk meningkatkan apa yang
sudah dimiliki kepada yang lebih baik (sempurna). Baik dengan melalui
bimbingan, pemeliharaan, penguatan potensi terhadap anak.
pembinaan yaitu usaha secara sadar untuk membimbing dan mengarahkan
kepribadian serta kemampuan anak,baik dalam pendidikan formal maupun non
formal 56
anak,lebih terkhusus dalam pengembangan sikap dan perilaku anak dengan itu
pembinaan sangat diperlukan di saat dini guna untuk memberikan suatu arah dan
penentuan pandangan hidup pembentukan akhlak yang dipengaruhi oleh faktor
internal anak, yautu pembawaan si anak , dan paktor dari luar pendidikaan dan
55
2008,h .1199
56 M. arifin ,Hubungan Timbal Balik dengan Agama (Jakarta bulan bintang 2008)H 30
43
pembinaan yang dibuat secara khusus, atau melalui interaksi sosial dalam
masyarakat.
pembinaan akhlak seotrang anak diantaranya yaitu:
a. melalui pengekangan dan pengendalian hawa nafsu
dalam suatu ungkapan alghazali yang pernah di ungkapkan adalah :
apabila pendidikan (orang tua ) melihat bahwa anak tamak terhadap
makanan,maka hendaklah mengharuskan anak itu untuk berpuasa,dan membatasi
makanannya.kemudian menyuruh untuk menjadikan makan yang lezat untuk di
berikan kepada orang lain.sedangkan ia sendiri tidak memakannya, demikianlah
seterusnya hingga anak menjadi kuat dan terbiasa untuk bersabar dan hilang
ketamakan 57
dari pernyataan al-ghazali diatas dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa
dalam pembinaan yang paling pertama dilakukan adalah melalui pemgendalian
hawa nafsu seorang anak didik sehingga membuat lebih dekat dengan allah
menjadi insan yang beriman, bertaqwa kepada allah dan memiliki akhlakul
karimah.
57
Imam al-ghazali. Tentang rahasia keajaiban hati( Surabaya al-ikhlas 1968) h.60
44
kegiatan yang baik inilah dengan tujuan membentuk tingkah laku dan akhlak anak
didik dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik.misalnya dengan mewajibkan para
siswa puasa senin dan kamis, seperti apa yang di ungkapkan oleh quraish shihab.
Menurut Quraish Shihab, bahwa pembiasaan yang akhirnya melahirkan
kebiasaan ditempuh Al-Quran bertujuan untuk memantapkan pelaksanaan ajaran
Al-Quran 58
melaksanakan ajaran yang ada dalam Al-Quran, membiasakan melaksanakan
perintah Allah, sehingga akan terbiasa patuh atau taat kepada Allah yang akhirnya
hatinya menjadi yakin akan kebenaran ajaran Al-Quran.
Seiring dengan itu M. Quthb juga berpendapat bahwa pembiasaan
(kebiasaan) digunakan sebagai salah satu tehnik pendidikan, juga mempunyai
kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena ia dapat
menghemat waktu dan mudah dapat mengerjakannya 59
c. melalui pemberian hadiah dan hukuman
melalui pemberian hadiah dan hukuman dengan tujuan untuk bentuk
pendidikan terhadap anak dianggap sangatlah aman, tentunya dengan batasan
yang tertentu dan sewajarnya.
pendukung untuk selalu semangat dan bersungguh-sungguh dalam melakukan
58
M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Quran, (Bandung : Mizan, 1994), h. 176.
59 M. Quthb, Sistem Pendidikan Islam, (Bandung : Al-Maarif, 1988), h. 363.
45
Pemberian hadiah dan hukuman terhadap anak dapat merangsang
psikologi anak untuk lebih berprestasi sedangkan hukuman juga sangat
berpengaruh terhadap jasmani daan rohani anak. Dan pemberian hadiah dan
hukuman ini jika di pandang dari sudut islam adalah sebuah konsep yang sangat
.
4. Jenis Kegiatan pembina dalam Pembinaan Akhlak Siswa.
Kegiatan pembina akhlak siswa adalah rangkaian aktifitas sehari-hari
pembina dalam mengelola dan membina siswa yang di fokuskan pada kegiatan
pembelajaran Agama Islam guna terbentuknya siswa yang berakhlak mulia.
Adapun jenis kegiatan pembina akhlak siswa antara lain.
a. pembinaan keagamaan
1) .Pembinaan Aqidah/Tauhid
Kedudukannya sangat strategis, fungsinya sangat penting dan keutamaannya
sangat tinggi. Oleh karena itu, akidah adalah masalah krusial untuk kehidupan
60
grup 2014) H: 120
mendakwahkannya serta sabar di atas jalannya adalah prioritas utama.
2) Pembinaan Akhlak
diterapakan, terutama akhlak kepada Allah, sesama manusia dan lingkungan
sekitar. Akhlak terhadap Allah merupakan suatu kewajiban bagi manusia, seperti
halnya kita menegrjakan suatu kewajiban manusia kepada Allah yaitu dengan
mentauhidkan-Nya, mengesakannya, beribadah kepadannya dan lain sebagainya.
Selain itu kita juga harus menerapkan akhlak kita terhadap sesama manusia dan
juga kepada lingkungan sekitar kita. Seperti halnya akhlak terhadap orang tua,
kepada tetangga dekat kita, terhadap masyarakat, dan akhlak dalam pergaulan
kita. Dan juga yang tidak kalah penting akhlak terhadap lingkungan sekitar,
misalnya kita melestarikannya, menjaganya dan merawat atau tidak merusaknya
3). Pembinaan shalat berjamaah
Penyelenggaraan kegiatan ibadah merupakan kegiatan yang sangat
diutamakan anak asrama dalam rangka implementasi nyata dan Visi dan Misi
sekolah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membiasakan para siswa melaksanakan
ibadah secara tertib secara berjamaah yang pada akhirnya menumbuhkan siswa
yang memiliki ketaqwaan Kepada Allah SWT.
3) Pembinaan Tadarus Al-Quran/ Tahsin
Tadarrus adalah kegiatan pembacaan Kitab Suci Al-Quran (khusus
penghuni asrama putra dan putri) dimulai dari Al-Fatihah dan seterusnya.
47
Kegiatan ini bertujuan agar siswa dapat dengan benar dan lancar membaca Al-
Quran sesuai dengan hukum Tajwid. Lebih dari itu agar siswa semakin
memahami kandungan Al Quran, sehingga akan terbentuk pribadi yang berilmu
dan berakhlak mulia. Kegiatan Tadarrus dilaksanakan setiap hari mulai setelah
Magrib sampai sholat Isya.
4) Hafalan Al-Quran
Hafalan al-quran adalah salah satu proses pembinaan kepada peserta didik
agar cinta terhadap al-quran serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai al-Quran
dalam kehidupan sehari-hari.
5) Hafalan Hadis
nilai-nilai keislaman, sekaligus membangun kecintaan terhadap hadis-hadis dan
sunnah sebagai dasar dan pedoman bagi umat Islam terutama Hadist Arbaiin.
6) Tilawah Al-Quran
Tilawah sebagai sarana untuk membangun seni dalam membaca Al-
Quran, serta membentuk bakat-bakat peserta didik yang ingin menjadi qari dan
qariah.
Kultum ini adalah suatu bentuk kegiatan pembelajaran dan bekal siswa
untuk menyampaikan dakwah tengah-tengah masyarakat sebagai bentuk amar
maruf nahi munkar.
Nasihat adalah salah satu bentuk penyadaran dalam rangka pembinaan dan
perbaikan akhlak peserta didik sehingga dalam kehidupan sehari-sehari dapat
berakhlak sesuai tuntunan dan nilai-nilai agama Islam.
b. Pembinaan bimbingan bahasa asing
1) Memberikan bimbingan pengajaran bahasa arab
Pengajaran bahasa Arab dan adalah materi yang diberika pembina kepada
siswa setiap hari baik melalui pengajaran formal maupun dengan bimbingan dan
praktek melalui percakapan sehari-hari.
Adapun tujuan pembelajaran bahasa adalah untuk membekali siswa agar
dapat memahami dan mengerti ayat-ayat al Quran dan juga kitab-kitab dan buku
yang berbahasa Arab, dan membekali siswa agar trampil berbicara dengan bahasa
Arab.
Pengajaran bahasa inngris adalah materi yang di berikan pembina kepada
siswa setiap hari baik melalui pengajaran formal maupun bimbingan dan praktek
yang dilakukan dengan tujuan mampu bercakap bahasa inggris dan membaca
kitab-kitab yang berbahas inggris.
mandiri.
49
yakni di SMP Unismuh Makassar dengan pendekatan kualitatif yaitu penelitian
yang bermaksud untuk mendiskripsikan dan menganalisa fenomena, peristiwa,
aktifitas sosial,sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran dan seseorang secara
individu maupun kelompok beberapa diskripsi digunakan untuk menemukan
prinsip prinsip dan penjelasan yang mengarah pada kesimpulan.
2. Pendekatan Penelitian
menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain). Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peran pembina asrama dalam
pembinaan akhlak siswa di SMP Unismuh Makassar.
B. Lokasi Dan Objek Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini bertempat di asrama SMP unismuh Makassar alamat jl.
Talasalapang no 40D Gunung Sari kec. Roppocini kota Makassar Sulawesi
selatan.
50
Objek penelitian ini adalah kepala Asrama, pembina asrama dan beberapa
siswa asrama sebagaai perwakilan sebagai sumber informasi data yang dapat di
ambil oleh peneliti. Maka dari itu peneliti menganggap bahwa elemen inilah yang
menjadi penunjang dan objek penelitian.
C. Fokus Penelitian (Penelitian Kualitatif)
Adapun yang menjadi fokus penelitian dalam penelitian adalah
1. Peranan pembina asrama
2. Akhlak Siswa Asrama
D. Deskripsi Fokus Penelitian
1. Peran pembina asrama
Peran pembina asrama yang di maksud dalam penelitian ini adalah hal-hal
yang menjadi peranan, tanggun jawab, serta tugas para pembina asrama dalam
upaya dan usaha untuk menanamkan nilai-nilai akhlak yang sesuai dengan
alquran dan Sunnah kepada siswa anak asrama sehingga mampu menjadi
tauladan serta uswatun hasanah.
2. Akhlak Siswa Asrama
Akhlak siswa asrama yang di maksud dalam penelitian ini adalah
akhlaknya kepada Allah dan Rasulullah, kepada guru dan para pembinanya di
asrama, kepada orang tuanya serta kepada sesamanya.
E. Sumber data
Data merupakan sumber yang paling penting untuk menyingkap suatu
permasalahan yang ada, dan data jugalah yang akan menjawab permasalahan yang
51
diteliti oleh peneliti. Maka yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian
ini adalah subyek darimana data diperoleh. 61
Dengan demikian Berdasarkan pada pada fokus penelitian, maka sumber data
yang di ambil ada dua yaitu data primer dan data skunder,; Yang menjadi data
primer dalam penelitian ini adalah : Kepala Asrama, Para Pembina,. Sedangkan
yang menjadi Data sekunder adalah profil-profil, arsip-arsip atau dokumentasi
yang berhubungan dengan peran Pembina Asrama dalam pembinaan Akhlak
siswa di SMP unismuh makassar..
1. Data primer
sendiri oleh periset. 62
Data primer adalah informasi yang diperoleh langsung dari
pelaku yang melihat dan terlibat langsung dalam penelitian yang dilakukan oleh
peneliti. Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari
sumber asli (tidak melalui media perantara). Data primer dapat berupa opimi
subjek (orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu
benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Data primer disebut
juga sebagai data asli atau data baru yang memiliki sifat up to date. Untuk
mendapatkan data primer , peneliti harus mengumpulkannya secara langsung. 63
Dalam hal ini yang menjadi data primer dalam penelitian ini adalah bagaimana
peran pembina asrama dalam pembinaan akhlak siswa di SMP Unismuh Makassa
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapatkan dari orang dan instansi. Data
sekunder cenderung siap „pakai, artinya siap diolah dan dianalisis oleh penelitian,
61
Op.Cit,h.10
62 Syamsuddin AB,. Paradgma Metodologi Penelitian (Makassar: Shofia 2016), h. 65
63 Hadari Nawawi, Metode Bidang Sosial, (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press,
2011), h.117
Bailey (1987) mengelompokkan menjadi dua metode yaitu metode survei dan
metode bukan bukan survei. Sementara Neuman, metode pengumpuulan data
kualitatif melaluui study kasus, etnografi, observadi dan wawancara mendalam.
Data sekunder merupakan pendekatan penelitian yang menggunakan data-
data yang telah ada, selanjutnya dilakukan proses analisa dan interpretasi
terhadap data-data tersebut sesuai dengan tujuan penelitian. Data ini didapat dari
sumber kedua atau melalui perantara staf administrasi sekolah. Setiap orang yang
mampu menambah data yang penulis butuhkan dalam rangka melengkapi hasil
penelitian terkait peran pembina asrama dalam membina akhlak siswa di SMP
Unismuh Makassar.
Instrumen penelitian merupakan suatu alat yang digunakan untuk
mengukur penomena alam dan sosial yang di amati. Dalam penelitian kualitatif,
dan yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri 64
dalam
dan catatan dokumentasi yang di gunakan sebagai pendukung untuk
mempermudah terlaksananya penelitian.
1. Pedoman Observasi
Dengan metode ini, peneliti akan mengadakan pengamatan secara langsung
terhadap objek penelitian, dalam hal ini yang diamati adalah lokasi penelitian.
64
53
melakukan wawancara. Pedoman wawancara ini berisi pertanyan-pertanyan
seputar efektifitas pembelajaran fikih dan pendekatan blended learning peserta
didik. Pedoman Wawancara ini merupakan metode pengumpulan data yang
digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya.
3. Catatan Dokumentasi
dokumen yang sudah ada, sehingga penulis dapat memperoleh catatan-catatan
yang berhubungan dengan penelitian seperti: Gambaran umum sekolah, struktur
organisasi sekolah, keadaan guru dan peserta didik, fato-foto dan sebagainya.
Catatan dokumentasi ini dilakukan peneliti untuk mendapatkan data-data yang
belum didapatkan melalui pedoman observasi dan wawancara.
G. Teknik Pengumpulan Data
melakukan penelitian. Dalam melakukan pengumpulan data riset harus
menggunakan tehnik-tehnik yang tepat.
Tehnik pengumpulan data yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan data
di lokasi penelitian atau tempat yang terkait dengan fokus penelitian. Tentunya
menggunakan tehnik sebagai berikut.
menelusuri data historis. 65
berkaitan dengan penelitian seperti latar belakang berdirinya sekolah, letak
geografis sekolah, visi dan misi sekolah, keadaan pembina, karyawan, sarana dan
prasarana dan lainnya.
2. Metode Observasi
melakukan pengamatan langsung terhadap fenomena dan neumena yang relevan
dengan fokus penelitian. Penekanan observasi lebihbpada upaya mengungkapkan
makna-makna yang terkandung dari berbagai aktifitas terarah tujuan. Dan hasil
observasi tersebut dimasukkan dan dicata dalam buku catatan yang selanjutnya
dilakukan pemilihan sesuai kategori yang ada dalam fokus penelitian.
Observasi adalah suatu prosedur pengumpulan data primer dengan cara
melihat, mengamati dan mencatat perilaku dan pembicaraan subyek penelitian
dengan menggunakan pedoman observasi Terdapat beberapa jenis pengamatan
(observasi) diantaranya:
a. Pengamatan tidak terlibat : peneliti sama sekali tidak melibatkan diri
dalam interaksi sosial yang diamati.
b. Pengamatan terlibat : peneliti melibatkan diri dalam interaksi sosial yang
diamati.
Sosial Lainnya,( Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2007), h. 121.
55
c. Pengamatan pasif : peneliti terlibat dalam interaksi sosial di arena kegiatan
yang diamati, diwujudkan oleh tindakan pelakunya.
d. Pengamatan setengan pasif : peneliti memegang peran sosial tertentu dan
terlibat dalam sebagian interaksi sosial yang sedang diamati.
e. Pengamatn aktif : peneliti memegang peran sosial yang penting dan
terlibat dlaam seluruh kegiatan dan interaksi sosial yang sedang diamati.
f. Pengamatan partisipasi penuh : Peneliti memegang peran sosial penting
dan interaksi sosial snagat intensif dalam waktu relative lama dan menjadi
„bagian dari kehidupan yang sedang diamati. 66
3. Metode Wawancara (Interview)
mengadakan komunikasi dengan sumber data melalui dialog (tanya jawab) secara
lisan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Interview sebagai proses
tanya jawab lisan, dimana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik
yang satu menghadap orang lain dan mendengarkan dengan suara sendiri
tampaknya merupakan alat pengumpul data (informasi) yang langsung tentang
beberapa jenis. 67
keterangan dari responden, melalui percakapan langsung untuk memperoleh data-
data yang diperlukan yaitu tentang:
a. Sejarah dan latar belakang berdirinya asrama SMP Unismuh Makassar.
b. Keadaan pembina asrama siswa dan penghuni asrama SMP Unismuh
Makassar.
56
c. Keadaan sarana dan prasarana yang dimiliki asrama SMP Unismuh
Makassar.
SMP Unismuh Makassar.
e. Pola kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh para Pembina dalam
membina akhlak siswa anak anak asrama SMP Unismuh Makassar.
Adapun penelitian yang mendorong menggunakan metode interview
adalah :
1) Sebab dalam metode ini terdapat unsur kepemimpinan, maka pertanyaan-
pertanyaan yang diajukan diharapkan mengarah pada permasalahan yang
diinginkan.
memperoleh data yang diharapkan dan dapat membawa pengaruh positif
terhadap hasil yang diperlukan.
3) Metode ini berfungsi sebagai pelengkap dari metode yang lain, sehingga
dapat menghasilkan data yang valid.
H. Analisis Data
Terdapat banyak model analisis data dalam penelitian kualitatif dan
terdapat suatu variasi cara dalam penanganan dan analisis data. Prinsip pokok
metode analisis kuantitatif ialah mengelola dan menganalisa data-data yang
terkumpul menjadi data yang sistematik, teratur, terstruktur, dan mempunyai
makna.
Namun penulis dalam hal ini mengambil ananlisis data model miles dan
Huberman yakni terdiri dari dua langkah yaitu:
57
Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan atau data
sekunder, yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian. Namun hal
ini bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti masuk dan selama di
lapangan, jadi, ibarat seseorang ingin mencari pohon jati di suatu hutan.
Berdasarkan karakteristik tanah dan iklim, maka dapat diduga bahwa hutan
tersebut ada pohon jatinya. Oleh karena itu peneliti dalam membuat proposal
penelitian, fokusnya adalah ingin menemukan pohon jati pada hutan tersebut,
berikut karakteristiknya. 68
Menurut Miles dan Huberman ada tiga metode dalam analisis data
kualitatif, yaitu reduksi data, model data, penarikan/verifikasi kesimpulan.
a. Reduksi Data
penyederhanaan, abstraksi, dan pentransformasian “ data mentah” yang terjadi
dalam catatan-catatan lapangan yang tertulis . sebagaimana kita ketahui, reduksi
data terjadi secara kontinu melalui kehidupan suatu proyek yang diorientasikan
secara kualitatif. Faktanya, bahkan “sebelum” data secara aktual dikumpulkan. 69
Sebagaimana pengumpulan data berproses, terdapat beberapa episode
selanjutnya dari reduksi data( membuat rangkuman, pengodean, membuat tema-
tema, membuat pemisah-pemisah, menulis memo-memo), dan reduksi
68 Sugiyono, Memahami Penelitian kualitatif,( Bandung: Alfabeta.20110), h. 90.
69 Emzir,:Metodologi Penelitian Kualitatif , (Jakarta: Rajawali Pers, 2011), h. 129.
58
laporan akhir lengkap.
Reduksi data bukanlah suatu yang terpisah dari analisis. Ia merupakan
bagian dari analisis. Pilihan-pilihan peneliti potongan-potongan data unttuk diberi
kode, untuk ditarik keluar, rangkuman pola-pola sejumlah potongan, apa
pengembangan ceritanya, semua merupakan pilihan-pilihan analitis. Reduksi data
adalah suatu bentuk analisis yang mempertajam, memilih, menfokuskan,
membuang dan menyusus data dalam suatu cara dimana kesimpulan akhir dapat
digambarkan dan diverifikasikan.
Penyajian data adalah suatu kegiatan ketika sekumpulan informasi
disusun. Seperti yang disebutkan Emzir dengan melihat sebuah tayangan
membantu kita memahami apa yang terjadi dan melakukan sesuatu analisis
lanjutan atau tindakan yangf didasarkan pada pemahaman tersebut. Bentuk
penyajian data kualitatif berbentuk teks naratif (catatan lapangan), matriks, grafik,
jaringan dan bagan. 70
Langkah ketiga dari aktifitas analisis adalah penarikan dan verifikasi
kesimpulan. Dari permulaan pengumpulan data, peneliti kualitatif mulai
memutuskan apakah “makna” sesuatu, mencatat keteraturan, pola-pola,
penjelasan, konfigurasi yang mungkin, alur kausal, dan proporsi-proporsi. Peneliti
yang kompoten dapat menangani kesimpulan-kesimpulan ini secara jelas,
memelihara kejujuran dan kecurigaan.
70 Ibid , h. 132.
penyimpanan, dan metode-metode perbaikan yang digunakan, pengalaman
peneliti,dan tuntutan dari penyandang dana, tetapi kesimpulan sering digambarkan
sejak awal, bahkan ketika seorang peneliti menyatakan telah memproses secara
induktif.
60
1. Latar Belakang SMP Unismuh Makassar
Pada awalnya Ketua Muhammadiyah Alm. KH. Djamaluddin Amien
selalu berusaha agar SMP Muhammadiyah yang berkualitas di Makassar. Tetapi
niat baiknya memiliki kendala yaitu tidak adanya dana untuk mendirikan sekolah
tersebut. Tetapi beliau tetap memperjuangkan untuk dapat mendirikan sekolah
Muhammadiyah di Makassar, yaitu dengan cara mengadakan pertemuan-
pertemuan dengan pimpinan Universitas Muhammadiyah Makassar yang bernama
Alm.Prof.Dr.Ambo Enre Abdullah, agar dapat bersedia membuka SMP di
Unismuh (Universitas Muhammadiyah Makassar).
Selanjutnya beliau mengadakan beberapa pembicaraan-pembicaraan
dengan Dr. H. Irwan Akib.M.Pd dan Pantja Nur Wahidin, S.Pd yang ketika itu
mereka sedang melanjutkan kuliah S3 dan S2 di Surabaya, kedua beliau itulah
yang menggagas SMP Unismuh Makassar. Dan akhirnya pada tahun ajaran 2003-
2004 berdirilah SMP Unismuh Makassar dengan jumlah murid sebanyak 30 0rang
dan di kepala sekolahi oleh Dr. H.Irwan Akib,M.pd. dan seiring berjalannya
waktu SMP itu berjalan maka disusun pula struktur wakil kepala sekolah yang
diwakili oleh 3 orang yaitu Drs.Kandacong Melle,M.Pd (Bidang Kurikulum)
Pantja Nur Wahidin, S.Pd (Bidang Administrasi) dan Muh. Zia UI Haq ( Bidang
Kesiswaan) lalu kemudian bidang kesiswaan digantikan oleh
61
persetujuan lisan ketua majelis pendidikan SD dan SMP Muhammadiyah.
2. Struktur Kepemimpinan
berikut:
b. Wakil kepala sekolah : Drs.Kandacon Melle M.Pd
c. Kepala tata usaha : St.Chadidjah S.Ag
3. Visi dan Misi Sekolah
a. Visi
Berkarya”
2) Memberi bekal kemampun pemecahan masalah, kemampuan berfikir
logis, kritis dan kreatif.
sesama manusia, maupun akhlak terhadap makhluknya dan
lingkungannya.
4) Memberi bekal kepada peserta didik untuk berkarya dan bekal
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
62
bangsa yang memiliki dasar-dasar keimanan, berkompetensi dan memiliki
daya saing untuk menghadapi tantangan dawah amar maruf nahi mungkar di
era global dengan modal keunggulan intelektual dan menjadi calon pimpinan
persyarikatan, dan calon tenaga kerja yang memiliki akhlak yang terpuji, siap
pakai kalangan lokal, nasional, regional, maupun internasional dengan karya
nyata.
2) Menata den melengkapi dokumen administrasi sekolah.
3) Meningkatkan disiplin siswa terhadap Tata Tertib Sekolah.
4) Meningkatkan Kompetensi Tenaga Pendidik, Kependidikan.
5) Meningkatkan pengadaan sarana prasarana penunjang KBM.
6) Mengadakan rehab ringan asrama dan ruang belajar.
7) Melaksanakan ruang kelas baru dan sarana lainnya.
8) Meningkatkan kerjasama dengan pihak Pemerintah dan masyarakat.
9) Meningkatkan kesejahteraan Tenaga Pendidik dan Kependidikan.
10) Meningkatkan kualitas pelaksanaan Al Islam, Kemuhammadiyaan dan
Bahasa Arab (ISMUBA) dan bahasa asing.
63
NPSN : 40313847
Provinsi :Sulawesi Selatan
Gunung Sari
E-Mail : SMPUnism[email protected]
Website : SMPUnismuhmks.sch.id
Daerah : Perkotaan
Akreditas : A
Bangunan Sekolah : Milik Yayasan
Kode Pos : 90222
Telp./Hp. : 0411-8984678 / 08971600574
a. Visi Asrama SMP Unismuh Makassar
“Membentuk kader umat yang bertaqwa, berakhlak mulia, disiplin,
mandiri, dan bertanggung jawab”
1) Melakukan pembinaan secara intensif
2) Melakukan pendekatan persuasif
disiplin waktu.
a. Kepala asrama : Masnaeni S.Pd
b. Sekretaris : Muh. Akbar Mattata S.Pd.
c. Be