Penyuntikan Yang Aman - Puskesmas

Click here to load reader

  • date post

    08-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    495
  • download

    24

Embed Size (px)

description

imunisasi

Transcript of Penyuntikan Yang Aman - Puskesmas

  • Subdit ImunisasiDirektorat Jenderal PP & PL Kementerian Kesehatan Republik IndonesiaPENYUNTIKAN YANG AMANPROGRAM IMUNISASI

  • PENYUNTIKAN YANG AMANPenyuntikan yg aman :Penyuntikan yg tidak merugikan si penerima, petugas kesehatan & masyarakat & lingkungan.

  • Mampu melaksanakan berbagai prinsip penyuntikan yang amanMenggunakan alat suntik dan melakukan teknik penyuntikan yang aman.Memberikan vaksin yang tepat secara amanMencegah luka tusukan jarum dan infeksiMemantau KIPI

    *Tujuan

  • Penyuntikan Yang AmanCakupan mutu 1987 reuse syringe disterilkan dgn sterilisator uap1999 WHO/UNICEF/UNFPA joint statement on the use of autodisable syringe2002 introduction kebijakan safety injection & safe disposal2003 menggunakan ADS utk Prog .imunisasi

  • PENGERTIAN :Kondisi dimana setelah penyuntikan :Sasaran memperoleh kekebalanTidak ada dampak negatif pd sasaran & petugas:Kecelakaan/tertusuk jarumPenularan penyakitKIPI kesalahan prosedurTidak ada dampak negatif pd masyarakat & lingkungan :Kecelakaan/tertusuk jarum Limbah alat suntikdllPenularan penyakit

  • PENYUNTIKAN YG AMAN MEMERLUKAN1. Logistik imunisasi :Vaksin yg berkualitas syarat vaksinADS yg cukup (sesuai dgn sasaran)Safety box (kotak pengaman jarum suntik)2. Penyuntikan :Teknik yg tepatSesuai dgn standar prosedurPencegahan luka tusukan jarum & infeksi

  • 3. Penanganan limbah :Penggunaan kotak pengamanPembuangan limbah tajam dan limbah imunisasi lainnya secara amanMemusnahkan limbah imunisasi4. Pemantauan KIPI Penyuntikan yg tidak aman KIPI kesalahan program

    PENYUNTIKAN YG AMAN MEMERLUKAN

  • KEAMANAN & KUALITAS VAKSIN OPEN VIAL POLICY Untuk mengurangi vaksin terbuang --- standar WHO pengg vial yg sudah dibuka

    Dulu : vial vaksin telah dibuka setelah keg selesai dibuang SALAH

    Sekarang : revisi kebijakan utk vaksin DPT/HB,TT,DT, Td, bisa digunakan sp max 4 minggu, Polio 2 minggu , Campak 6 jam, BCG 3 jam

  • KEAMANAN & KUALITAS VAKSIN(6) Syarat kondisi vaksin (hanya utk unit statis atau dlm gedung) :Tgl kadaluarsa tidak dilampauiVaksin disimpan pada 2 - 8 CTutup vaksin tidak terendam airPemberian tiap dosis --- teknik aseptikVVM kondisi A atau B

  • KEAMANAN & KUALITAS VAKSIN(7)PERANAN PELARUT Pelarut spesifik utk tiap vaksinPelarut salah - dosis vaksin kurang tepat -akibat burukPelarut disimpan dalam LE 2 8 C 24 jam sebelum dipakaiPelarut disimpan, digunakan dgn benar tdk menimbulkan vaksin rusak atau dosis tdk tepat

  • safetyKeamanan vaksin paling tinggi diantara produk obat lainnyaBayi sehat Tidak boleh menjadi sakit/ cacat/ mati kalau diimunisasiVaksin (antigen)imunigenitas memberikan proteksiReaktogenitas efek samping dapat diperkirakan antisipasiVaksin ideal : imunogenitas tinggi dan reaktogenitas rendah ??

  • APLIKASI DI LAPANGAN(1)Menyuntik:Menyuntik hanya atas indikasi;Gunakan alat suntik yang baru (steril) utk tiap penyuntikan;Cegah kontaminasi

  • Mencuci tangan merupakan cara sederhana untuk melindungi petugas dan sasaran imunisasi

  • Cara Melarutkan Vaksin Mis: Vak Campak

    Pelarutan vaksin hanya dilakukan bila ada sasaran yg datang

    Pelarut harus berasal dari produsen yg sama dengan vaksin

    Sebelum dilarutkan cek VVM dan kadaluarsa

    Memperhatikan tindakan aseptik dalam pelarutan

    Satu jarum suntik 5 cc hanya untuk melarutkan satu vial vaksin

    Mencatat jam pelarutan vaksin pada vial

    VVM

  • Cara penyimpanan vaksin yang sudah digunakan

  • Cara Mencegah Luka Tusukan Jarum dan InfeksiMengurangi keinginan untuk memegang jarum dan sempritMemegang semprit dan jarum dengan amanMengatur tataletak tempat pelayanan imunisasiPENYUNTIKAN YANG AMANMengatur posisi anak yg tepat untuk penyuntikanMempraktekkan pembuangan sampah medis tajam secara aman

    PENYUNTIKAN YANG AMAN

  • Teknik Pemberian Vaksin

  • Penyuntikan vaksin

  • Imunisasi Dasar Rutin

  • Imunisasi Lanjutan pada batita

  • APLIKASI DI LAPANGAN(2)Setelah menyuntik:Cegah kecelakaan tertusuk jarumTidak memasang kembali tutup jarumMasukkan alat dan jarum suntik bekas ke dalam kotak pengaman segera setelah selesai menyuntik

  • a. Semprit sekali pakai / Auto Disable Syringe (ADS)

    Semprit yang setelah dipakai mengunci sendiri dan hanya dapat dipakai sekaliUnijectSoloshotDestrojectUnivecTerumoK1Medeco inject

    *Bab 4 Penyuntikan yang Aman

    Bab 4 Penyuntikan yang Aman

  • Keuntungan Semprit sekali pakai :

    Alat ini hanya bisa digunakan sekaliMengeliminasi penyebaran penyakit dari pasien ke pasienMenghemat waktu untuk mensterilisasi

    Bab 4 Penyuntikan yang Aman*

    Bab 4 Penyuntikan yang Aman

  • Langkah-langkah penggunaan ADS : *Bab 4 Penyuntikan yang Aman

    Bab 4 Penyuntikan yang Aman

  • Langkah2 penggunaan Semprit sekali pakaiKeluarkan semprit dari bungkus plastikPasang jarum pada semprit bila jarum belum terpasangLepaskan tutup jarum tanpa menyentuh jarumMasukkan jarum ke dalam botol vaksin, ujung jarum berada di bawah permukaan vaksinTarik piston untuk mengisi semprit. Piston secara otomatis akan berhenti setelah melewati tanda 0,05/0,5 ml dan terdengar bunyi klikTekan/dorong piston hingga isi semprit sesuai dosis 0,05/0,5 mlLepaskan jarum dari botol, keluarkan sisa gelembung udara pada sempritLakukan penyuntikan. Setelah penyuntikan piston secara otomatis akan mengunci dan semprit tidak bisa digunakan lagi. *Bab 4 Penyuntikan yang Aman

    Bab 4 Penyuntikan yang Aman

  • b. Alat suntik Prefilled Injection Device (PID)Jenis alat suntik yang telah berisi vaksin dosis tunggal dari pabriknya.

    Contoh: - Hepatitis B - Tetanus Toksoid Mencegah vaksin dari kontaminasiMemastikan dosis yang tepatVaksin & Semprit dalam set yang samaMengurangi vaksin terbuang*Bab 4 Penyuntikan yang AmanKeuntungan:

  • Langkah-langkah penggunaan PID*Bab 4 Penyuntikan yang Aman

    Bab 4 Penyuntikan yang Aman

  • Langkah2 Penggunaan PIDKeluarkan PID dari kemasanDorong dan tekan dengan cepat penutup jarum ke dalam portJarak antara penutup jarum dan port akan hilang dan terasa ada klikKeluarkan penutup jarumPegang PID pada port dan suntikkan jarum ke lokasi suntikanTekan reservoir (gelembung vaksin) untuk mengeluarkan vaksin.Sesudah reservoir kempes, tarik PID keluar*Bab 4 Penyuntikan yang Aman

    Bab 4 Penyuntikan yang Aman

  • c. Semprit & Jarum sekali buangSemprit yang hanya bisa dipakai sekali dan dibuang (disposable), tidak direkomendasikan untuk suntikan dalam imunisasi karena resiko penggunaan kembali semprit dan jarum tersebut menyebabkan resiko infeksi tinggi (WHO,UNICEF & UNFPA, 1999)*Bab 4 Penyuntikan yang Aman

    Bab 4 Penyuntikan yang Aman

  • Teknik penyuntikan Imunisasi

  • Lokasi suntikan pada bayi

  • Prosedur penyuntikan :Mengunakan ADS baru & steril.Pastikan ADS tidak rusak & belum kedaluarsa.Tidak menyentuh jarum.Membersihkan kulit dg kapas + air matang, tunggu kering.Menyuntikkan vaksin sesuai dg jenis vaksin.Tidak memijat-mijat daerah bekas suntikan.Jika perdarahan, menekan daerah suntikan dg kapas kering baru hingga darah berhenti.Membuang ADS bekas pakai langsung ke dalam safety box tanpa melakukan penutupan kembali jarum suntik (recapping)*Bab 4 Penyuntikan yang Aman

    Bab 4 Penyuntikan yang Aman

  • Intrakutan*

    Suntikan BCG diberikan pada lengan kanan atas.Dosis 0,05cc, disuntikkan ke dalam lapisan kulit dengan pelan-pelan (intrakutan). Untuk memberikan suntikan intrakutan secara tepat,harus menggunakan jarum pendek yang sangat halus (10mm, ukuran 26).

  • IntramuskularSuntikan diberikan pada paha tengah luar secara intramuskular dengan dosis 0,5 ccCara Pemberian :Letakkan bayi dengan posisi miring di atas pangkuan ibu dengan seluruh kaki telanjang.Orang tua sebaiknya memegang kaki bayi.Pegang paha dengan ibu jari dan jari telunjuk.Masukkan jarum dengan sudut 900.Tekan seluruh jarum langsung ke bawah melalui kulit sehingga masuk ke dalam otot. Suntikkan pelan-pelan untuk mengurangi rasa sakit.*

  • SubkutanSuntikan campak diberikan pada lengan kiri atas secara subkutan dengan dosis 0,5 ccCara Pemberian :Atur bayi dengan posisi miring di atas pangkuan ibu dengan seluruh lengan telanjang.Orang tua sebaiknya memegang kaki bayi. Gunakan jari-jari kiri anda untuk menekan ke atas (mencubit) lengan bayiCepat tekan jarum ke dalam kulit yang menonjol ke atas dengan sudut 450.Untuk mengontrol jarum, peganglah ujung semprit dengan ibu jari dan jari telunjuk anda tetapi jangan sentuh jarum.*Bab 4 Penyuntikan yang Aman

    Bab 4 Penyuntikan yang Aman

  • Prosedur pelarutan vaksinMenggunakan pelarut yg tepat dan berasal dari produsen yg sama. Memperhatikan kedaluarsa pelarut.Memperhatikan VVM dan kedaluarsa vaksinHanya melarutkan vaksin bila telah ada sasaran imunisasi.Saat melarutkan vaksin, suhu pelarut dan vaksin harus sama (2-8 oC).Memperhatikan tindakan aseptik dalam pelarutanHanya menggunakan satu semprit untuk satu vial vaksin. Setelah dipergunakan semprit langsung dibuang ke safety box.Mencatat jam pelarutan vaksinTidak mempergunakan vaksin bila telah lewat masa pakai setelah pelarutan.Bab 4 Penyuntikan yang Aman*

    Bab 4 Penyuntikan yang Aman

  • PEMILAHAN LIMBAHApa yang dilakukan dengan Vial, Ampul, Tutup jarum suntik, plastik packaging alat suntik?

  • PENGUMPULAN LIMBAHLimbah posyandu, pustu, polindes dikumpulkan ke puskesmas.

    Simpan limbah medis di lokasi yang aman hingga dibawa ke lokasi pemusnahan akhir (max 1 bulan).

  • PEMUSNAHAN AKHIRInsinerasi suhu tinggi

  • Praktek Penyuntikan Yang Tidak AmanMe