Penyimpanan Vaksin

download Penyimpanan Vaksin

of 43

  • date post

    30-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    37
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Penyimpanan Vaksin

Transcript of Penyimpanan Vaksin

iii

37

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Masalah Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah masalah besar yang mengancam Indonesia dan banyak negara di seluruh dunia. AIDS pertama kali ditemukan pada tahun 1981 di Amerika Serikat. Pada tahun 1988 jumlah kasus AIDS di Amerika Serikat mencapai 48.139 orang. Di Negara-negara Amerika Latin 7.215 kasus AIDS.1.2.3.4

Secara perlahan anak-anak Indonesia pasti menghadapi masalah terpapar dan terinfeksi HIV. Masalah ini dimunculkan ke publik pada tahun 1996 dimulai dengan 1 anak, hingga kini sudah tercatat lebih banyak 600 anak terpapar HIV, baik yang terinfeksi ataupun tidak. Jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia dari tahun ke tahun semakin bertambah. Penderita HIV/AIDS sampai Mei 2000 adalah 1.250 orang dan yang sudah pasti menderita AIDS 323 orang.1.2.3.4

United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS), badan Word Health Organization (WHO) yang mengurusi masalah AIDS, memperkirakan jumlah ODHA ( Orang Dengan HIV/AIDS) di seluruh dunia pada Desember 2004 adalah 35,9-44,3 juta orang. Pada akhir 2005 telah membunuh lebih dari 20 juta orang. Sekitar 40 juta orang (36,7-45,3 juta orang ) yang hidup bersama HIV sebagai penyebab penyakit AIDS. Dalam tahun 2005 saja di perkirakan sekitar 5 juta orang kasus terinfeksi HIV. Episentrum penyakit ini terdapat di daerah Sub Sahara Afrika dengan jumlah orang terinfeksi HIV hampir 2/3 dari seluruh penderita terinfeksi HIV di dunia 1,2,3,4

Virus penyebab AIDS di identifikasikan oleh Luc Montaiger pada tahun 1983 yang pada waktu itu diberi nama Lymphadenopathy Virus (LAV) ,sedangkan Robert Gallo menemukan virus penyebab AIDS pada tahun 1984 yang pada saat itu dinamakan Virus Limfotrofik Sel T manusia tipe III (HTLV-III). Sedangkan tes untuk memeriksa antibody terhadap HIV dengan cara Enzyme-Linked Immunosorbent Assay ( ELISA ) baru tersedia pada tahun 1985.1

Kasus pertama AIDS di Indonesia dilaporkan secara resmi oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 1987 yaitu pada seorang warga Negara Belanda di Bali. Sebelum itu ditemukan kasus pada bulan Desember 1985 yang secara klinis sangat sesuai dengan diagnosis AIDS dan hasil ELISA tiga kali diulang menyatakan positif. Hanya tes Western Blot, yang saat itu dilakukan di Amerika Serikat hasilnya negatif, sehingga tidak dilaporkan sebagai kasus AIDS. Kasus kedua infeksi HIV ditemukan pada bulan Maret 1986 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, pada pasien hemofilia dan termasuk jenid non-progressor, artinya kondisi kesehatan dan kekebalannya cukup baik selama 17 tahun tanpa pengobatan,dan sudah di konfirmasi dengan Western Blot, serta masih berobat jalan di Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo pada tahun 2002.1

Melihat penyebaran HIV/AIDS dari uraian di atas, membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang perilaku siswa siswi terhadap pencegahan HIV/AIDS di SMA Eria Medan Tahun 2013. Dengan alasan masih banyak siswa siswi yang kurang mengetahui tentang penularan dan pencegahan HIV/AIDS.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, yang menjadi rumusan masalah adalah bagaimana perilaku siswa siswi terhadap pencegahan HIV/AIDS di SMA Eria Medan.

1.3. Tujuan Penelitian1.3.1. Tujuan umumMengetahui perilaku siswa siswi terhadap pencegahan HIV/AIDS di SMA Eria Medan.

1.3.2. Tujuan Khususa. Mengetahui pengetahuan siswa siswi tentang pencegahan HIV/AIDS

b. Mengetahui sikap siswa siswi tentang pencegahan HIV/AIDS

c. Mengetahui tindakan siswa siswi tentang pencegahan HIV/AIDS

1.4. Manfaat Penelitian1.4.1. Bagi Penelitia. Penelitian ini bermanfaat sebagai syarat kelulusan untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran (S1) dari Fakultas Kedokteran Islam Sumatera Utara.

b. Penelitian ini bermanfaat dalam menambah wawasan bagi peneliti di bidang ilmu penyakit HIV/AIDS khususnya mengenai cara pencegahannya.1.4.2. Bagi Siswa

a. Dapat meningkatkan pengetahuan dan kepedulian pelajar tentang bahaya dan cara penularan HIV/AIDS.BAB 2TINJAUAN PUSTAKA

2.1.Definisi HIV/AIDS

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan menimbulkan AIDS. Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah suatu kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan kerusakan sisitem kekebalan tubuh, bukan penyakit bawaan tetapi di dapat dari hasil penularan. Penyakit ini disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penyakit ini telah menjadi masalah internasional karena dalam waktu yang relatif singkat terjadi peningkatan jumlah pasien dan semakin banyak melanda banyak negara. Sampai saat ini belum ditemukan vaksin atau obat yang relatif efektif untuk AIDS sehingga menimbulkan keresahan dunia.1.2

Sejarah tentang HIV/AIDS di mulai ketika tahun 1979 Amerika Serikat ditemukan seorang homo seksual dengan Pneumocystis carinii dan dua orang muda dengan sarcoma kaposi . pada tahun 1981 ditemukan seorang homo seksual dengan kerusakan sistem kekebalan tubuh. Pada tahun 1980 WHO mengadakan pertemuan pertama tentang AIDS. Penelitian mengenai AIDS telah dilaksanakan secara intensif, dan informasi mengenai AIDS sudah menyebar dan bertambah dengan cepat.1.2

2.2. Etiologi HIV/AIDS

Pada tahun 1983, ilmuwan Perancis Montagnier (Institute Pasteur, Paris) mengisolasi virus dari pasien dengan gejala limfadenopati dan menemukan virus HIV. Oleh sebab itu virus tersebut dinamakan Lymphadenopathy Virus (LAV). Pada tahun 1984 Gallo menemukan Virus Limfotrofik Sel T manusia tipe III (HTLV-III) yang juga menyebabkan AIDS.2.4.8

Sebuah penelitian pada 200 monyet hijau Afrika,70% dalam darahnya mengandung virus tersebut tanpa menimbulkan penyakit. Nama lain virus tersebut ialah HIV. HIV terdiri dari atas HIV-1 yang sering terjadi pada manusia dan terpusat di Afrika Tengah dan HIV-2 yang ditemukan di Afrika Barat. Kedua jenis HIV-1 dan HIV-2 berasal dari hewan primate yaitu Simian Immunodeficiency Virus (SIV). SIV ini sangat dekat dengat HIV-2 ini sehingga membangkitkan suatu spekulasi bahwa HIV-2 ini berasal dari primate yang belum lama menyerang manusia. Namun sebaliknya HIV-1 yang belum diketemukan padanannya pada primate,masih merupakan misteri mengenai asal usulnya. Virus HIV termasuk Lentivirinae dari family Retroviridae.2.4.8

Waktu paruh virus berlangsung cepat. Sebagian besar virus akan mati, tetapi karena mulai awal infeksi, replikasi virus berjalan sangat cepat dan terus-menerus. Dalam sehari sekitar 10 miliar virus dapat diproduksi. Replikasi ini lah yang menyebabkan kerusakan sistem kekbalan tubuh. Tingginya jumlah virus dalam darah ditunjukan dengan angka viral load, sedangkan tingkat kerusakaan sistem kekebalan tubuh di tunjukan dengan angka Cluster of Tiergartenstrasse (CD4).4.7.8

2.3. Epidiomologi

HIV-2 lebih prevalen dibanyak negara di Afrika Barat, tetapi HIV-1 , merupakan virus predominan di Afrika bagian Tengah dan Timur, dan bagian dunia lainnya. Menurut United Nations Programme on HIV/AIDS ( UNAIDS 2000), di perkirakan bahwa 36,1 juta orang terinfeksi oleh HIV dan AIDS pada akhir tahun 2000. Dari 36,1 juta kasus , 16,4 juta adalah perempuan,dan 600 ribu adalah anak-anak berusia kurang dari 15 tahun. Infeksi HIV telah menyebabkan kematian pada sekitar 21,8 juta orang sejak permulaan epidemi pada akhir tahun 1970an sampai awal tahun 1980 an. Belahan dunia yang paling banyak terjangkit HIV dan AIDS adalah Afrika Sub Sahara. Di daerah tersebut di perkirakan 25,3 juta orang dewasa dan anak-anak hidup dengan infeksi dan penyakit pada akhir tahun 2000. Daerah lain di dunia yang mengkhawatirkan adalah Asia Selatan dan Tenggara, di perkirakan 5,8 juta orang hidup dengan HIV/AIDS pada periode yang sama.1.8

Sejak 1985 sampai 1996 kasus AIDS masih amat jarang di temukan di Indonesia. Sebagian besar ODHA pada periode itu berasal dari kelompok homo seksual. Kemudian jumlah kasus baru HIV / AIDS semakin meningkat dan sejak pertengahan tahun 1999 mulai terlihat peningkatan tajam yang terutama disebabkan akibat penularan melalui narkotika suntik .sampai dengan akhir Maret 2005 tercacat 6789 kasus HIV/AIDS yang dilaporkan. Jumlah itu tentu masih sangat jauh dari jumlah sebenarnya. Departemen Kesehatan RI pada tahun 2002 memperkirakan jumlah penduduk Indonesia yang terinfeksi HIV adalah antara 90.000 sampai 130.000 orang.1.82.4. Patofisiologi

Dalam tubuh ODHA, partikel virus bergabung dengan Deoxyribose Nucleic Acid (DNA) sel pasien, sehingga satu kali seseorang terinfeksi HIV, seumur hidup ia akan tetap terinfeksi. Cara penularan terutama melalui darah, cairan tubuh,dan hubungan seksual.1.10.9

Sel T makropag serta sel dendritik / Langerhans (sel imun) adalah sel- sel yang terinfeksi HIV dan terkonsentrasi di kelenjar limfe, limfa dan sumsum tulang. HIV menginfeksi sel lewat pengikatan dengan protein perifer CD4, dengan bagian virus yang bersesuaian yaitu antigen grup 120.1.10.9

Pada saat sel T4 terinfeksi dan ikut dalam respon imun , maka HIV menginfeksi sel lain dengan meningkatkan reproduksi dan bnyaknya kematian sel T4 yang juga dipengaruhi respon imun sel killer penjamu, dalam usaha mengeliminasi virus dan sel yang terinfeksi . Dengan menurunnya jumlah sel T4, maka sistem imun seluler makin lemah secara progresif. Diikuti berkurangnya fungsi sel B dan makrofag dan menurunnya fungsi sel T penolong.1.10.9

Seseorang yang terinfeksi HIV dapat tetap tidak memperlihatkan gejala (asimptomatik) selama bertahun-tahun. Selama waktu ini, jumlah sel T4 dapat berkurang dari sekitar 1000 sel perml darah sebelum infeksi mencapai sekitar 200-300 permil darah, 2-3 tahun setelah infeksi.1.10.9

Sewaktu sel T4 mencapai kadar ini gejala-gejala infeksi (herpes zoster dan jamur oportunistik) muncul, jumlah T4 kemudian menurun akibat timb