Penyiar dan pembawa acara

Click here to load reader

  • date post

    15-Jan-2017
  • Category

    Education

  • view

    3.123
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of Penyiar dan pembawa acara

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    TEKNIK PENYIARAN

    PENYIAR DAN PEMBAWA ACARA

    DISUSUN OLEH : ZAINUL ARIFIN, S. Kom

    = TEKNIK BROADCASTING =

    PAKET KEAHLIAN

    TEKNIK PRODUKSI DAN PENYIARAN PROGRAM PERTELEVISIAN

    BIDANG KEAHLIAN TEKNIK INFORMASI DAN KOMUNIKASI

    DINAS PENDIDIKAN. KAB. MOJOKERTO

    SMK NEGERI 1 PUNGGING

    2013/2014

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    A. PRINSIP KOMUNIKASI EFEKTIF

    Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pikiran dan perasaan melalui

    bahasa, baik verbal maupun non-verbal, mendengar, berbicara, gerak tubuh, dan

    ungkapan emosi. Stephen Covey, bahkan mengatakan bahwa komunikasi merupakan

    keterampilan yang paling penting dalam kehidupan. Ia mengibaratkan komunikasi itu

    layaknya bernapas yang sudah secara otomatis dilakukan setiap hari.

    Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris communication),secara

    etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan

    perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki

    makna berbagi atau menjadi milik bersama yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan

    untuk kebersamaan atau kesamaan makna. Komunikasi berlangsung apabila terjadi

    kesamaan makna dalam pesan yang diterima oleh komunikan. Dengan kata lain ,

    komunikasi adalah proses membuat pesan yang setara bagi komunikator dan

    komunikan.

    Yang dimaksudkan dengan Komunikasi efektif menurut Steward L Tubbs dan

    Sylvia Moss meliputi :

    a) pengertian : adalah penerimaan yang cermat dari isi stimuli seperti yang

    dimaksudkan oleh komunikator.

    b) Kesenangan pada dasarnya komunikasi bukan sekedar penyampaian informasi

    saja dan membentuk adanya saling pengertian, namun komunikasi juga ditujukan

    untuk mendapatkan kehangatan dalam interaksi dengan informasi atau pesan yang

    menyenangkan orang lain.

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    c) Mempengaruhi sikap : domain utama proses komunikasi sesungguhnya adalah

    mempengarhi sikap orang lain, untuk dapat mempengaruhi orang lain maka

    diperlukan suatu pendekatan psikologis berupa emotional appeals, ini bisa

    dilakukan apabila dalam komunikasi melakukan pendekatan psikologis.

    d) Hubungan sosial yg baik : komunikasi ditujukan untuk mencipatakan hubungan

    sosial yang terbina dengan baik. Pada konteks berserikat dan berasosiasi

    (inclusion) maka diperlukan komunikasi untuk bisa meneguhkan hubungan antar

    anggota kelompok. Pada konteks ingin menguasai dan dikuasai (control) maka

    dinbutuhkan pula komunikasi anak ingin dikontrol dan dikendalikan oleh orang

    tuannya dan orang tua ingin mengenadlikan ankanya ini bida terwujud melalui

    komunikasi. Sementara itu pada konteks affection yaitu ingin dicintai dan

    mencintai perlu mutlak komunikasi agar kebutuhan tersebut dapat terungkapkan.

    e) Tindakan : mempengaruhi orang lain dapat berhasil apabila orang tersebut

    melakukan tindakan nyata seperti apa yang di inginkan dan ini merupakan

    indikator terkahir selain empat item terurai di atas. Tindakan merupakan

    akumulasi dari rsoses komunikasi dan ini memerlukan pengetahuan mekanisme

    faktor-faktor psikologi yang mempengaruhi tindakan seseorang.

    Agar dapat melakukan komunikasi yang efektif maka perlu memperhatikan

    Hukum komunikasi efektif . Ada lima hukum komunikasi efektif yang terangkum

    dalam kata REACH

    Hukum 1: Respect

    Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap

    menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Rasa

    hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam berkomunikasi

    dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan

    dianggap penting. Jika harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan

    penuh respek terhadap harga diri seseorang. Jika membangun komunikasi dengan rasa

    dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka dapat membangun kerjasama

    yang akan menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja baik

    sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim, bahkan menurut

    mahaguru komunikasi Dale Carnegie dalam bukunya how to win friends and influence

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    people, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan

    dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang tulus dan jujur.

    Seorang ahli psiklogi yang sangat terkenal William James juga mengatakan

    Prinisip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai. Dia

    mengatakan ini sebagai suatu kebutuhan (bukan harapan ataupun keinginan yang bisa

    ditunda atau tidak harus dipenuhi), yang herus dipenuhi. Ini adalah suatu rasa lapar

    manusia yang tak terperikan dan tak tergoyahkan. Lebih jauh Carnegie mengatakan

    bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam

    orang dalam telapak tangannya. Charles Schwabb, salah seorang pertama dalam

    sejarah perusahaan Amerika yang mendapatkan gaji lebih tinggi dari satu juta dolar

    setahun, mengatakan bahwa aset paling besar yang dia miliki adalah kemampuannya

    dalam membangkitkan antusiasme pada orang lain. Dan cara untuk membangkitkan

    antusiasme dan mendorong orang lain melakukan hal-hal terbaik adalah dengan

    memberi penghargaan yang tulus.

    Hukum 2: Emphaty

    Empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi

    yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati

    adalah kemampuan untuk mendengar atau mengerti terlebih dahulu sebelum

    didengarkan atau dimenegerti oleh orang lain. Secara khusus Covey menaruh

    kemampuan untuk mendengarkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang

    sangat efektif, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti ; Seek

    first to understand- understand then be understood to build the skills of emphatetic

    listening that inspires openness and trust,. Kata Covey inilah yang disebutnya dengan

    komunikasi empatic. Dengan memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu,

    dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang diperlukan dalam membangun

    kerjasama atau sinergi dengan orang lain.

    Rasa empati akan memampukan untuk dapat menyampaikan pesan dengan

    cara dan sikap yang memudahkan penerima pesan menerimanya. Oleh karena itu

    dalam ilmu pemasaran memahami perilaku konsumen merupakan keharusan. Dengan

    memahami perilaku konsumen maka dapat empati dengan apa yang menjadi

    kebutuhan, keinginan, minat, harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian

    halnya dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun

    kerjasama tim. Manusia perlu saling memahami dan mengerti keberadaaan orang lain

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    dalam tim kita. Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa

    respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam

    membangun teamwork.

    Jadi sebelum membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, perlu mengerti

    dan memahami dengan empatik calon penerima pesan, sehingga nantinya pesan akan

    dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.

    Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perspektif atau

    siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang positif.

    Banyak sekali dari yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari

    orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu

    arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feed back) yang merupakan

    arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam kegiatan komunikasi pemasaran

    above the lines (mass media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar

    dan menangkap umpan balik dari audiensi atau penerima pesan.

    Hukum 3: Audible

    Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan

    baik. Jika empati berarti harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima

    umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang disampaikan dapat

    diterima oleh orang lain dengan baik. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus

    disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima

    dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk

    menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat Bantu audio visual yang

    akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik.

    Dalam komunikasi personal, hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara

    atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.

    Hukum 4: Clarity

    Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat

    yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan tersebut, sehingga tidak

    menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity dapat

    pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi perlu

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan),

    sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan.

    Hukum 5: Humble

    Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah

    hati. Rendah hati tidak sama dengan rendah diri. Sikap ini merupakan unsur yang

    terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa saling menghargai orang lain,

    biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Sikap rendah hati pada

    intinya mencakup pengertian: Sikap yang penuh melayani Sikap menghargai Mau

    mendengar dan menerima kritik Tidak sombong dan memandang rendah orang lain

    Rela memaafkan Lemah lembut dan penuh pengendalian diri Mengutamakan

    kepentingan yang lebih besar

    PROFESSIONAL COMMUNICATOR

    Istilah professional communicator memang tidak atau belum populer. Meskipun

    profesi ini sebenarnya sudah dijalani banyak orang. Bisa jadi, orang yang menjalaninya

    pun belum sadar bahwa dirinya adalah professional communicator.

    Secara harfiyah, professional communicator adalah orang yang berkomunikasi

    secara profesional, cakap atau mahir berkomunikasi, atau orang yang menjalani

    profesi/pekerjaan sebagai komunikator. Dengan pengertian demikian, maka wartawan,

    penyiar, broadcaster, editor, dan penulis adalah professional communicator.

    Secara ilmiah, istilah professional communicator dapat ditemukan dalam kajian

    atau bidang studi komunikasi, khususnya komunikasi politik (political communication)

    dan komunikasi massa (mass communication). Misalnya, dalam buku Komunikasi

    Politik (1989) kaya Dan Nimmo, disebutkan bahwa professional communicator adalah

    salah satu aktor komunikasi politik, selain politisi itu sendiri dan aktivis parpol atau

    lembaga politik lainnya.

    Disebutkan, professional communicator adalah orang-orang yang mencari

    nafkah dengan berkomunikasi atau karena keahliannya berkomunikasi. Ia adalah

    peranan sosial (social role) yang relatif baru. Ia muncul sebagai produk sampingan

    revolusi komunikasi berupa munculnya berbagai media massa dan media khusus,

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    seperti majalah untuk khalayak khusus, stasiun radio, dan sebagainya yang

    menciptakan publik baru untuk menjadi konsumen informasi dan hiburan.

    Menurut pakar komunikasi, James W. Carey (dalam Nimmo, 1989), professional

    communikcator adalah makelar simbol, yakni orang yang menerjemahkan sikap,

    pengetahuan, dan minat suatu komunitas bahasa ke dalam istilah-istilah komunitas

    bahasa yang lain yang berbeda tetapi menarik dan dapat dimengerti.

    Dengan demikian, professional communikator adalah orang-orang media atau

    insan pers, seperti news producer, editor, reporter, wartawan, redaktur, dan bagian

    teknis, yang mengorganisasi, mengedit, dan menyebarkan informasi, hiburan, drama,

    dan bentuk isi media yang lain. Umumnya mereka ada di rumah produksi (production

    house), perusahaan, atau biro iklan.

    Penyiar/Pembawa Acara = Komunikator

    Sebagai pihak yang mengirimkan pesan komunikator memegang peranan

    penting dalam pengendalian jalannya komunikasi. Oleh karenanya diperlukan skill,

    kemampuan kreatifitas dalam melakukan komunikasi. Untuk mencapainya maka

    komunikator harus memiliki credibility, atrrractives dan power.

    1. Kepercayaan ( Credibility )

    Seperangkat persepsi tentang kelebihan-kelebihan yang dimiliki komunikator

    sehingga diterima dan diikuti khalayak ( komunikan ). Aristoteles mengemukakan

    bahwa komunikator harus memiliki :

    a) Ethos : kekuatan yang dimiliki dari karakter pribadinya.

    b) Pathos : kekuatan dalam mengendalikan emosi pendengar

    c) Logos : kekuatan yang dimiliki dalam memberikan argumentasi

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    Menurut bentuknya kredibilitas dapat dibedakan dalam tiga macam jenis yaitu:

    a) Initial Credibility

    Kredibilitas yang diperoleh komunikator sebelum komunikasi berlangsung.

    b) Derived Credibility

    Kredibilitas yang diperoleh pada saat komunikasi berlangsung.

    c) Terminal credibility

    Kredibilitas yang diperoleh setelah komunikasi berlangsung.

    Jhon McCrosky ( 1966 ) menjelaskan bahwa kredibilitas bersumber dari :

    a) Kompetensi ( Competence )

    Penguasaan yang dimiliki komunikator terhadap masalah yang dibahas.

    b) Sikap ( Character )

    Menunjukkan pribadi komunikator apakah tegar dan toleran pada prinsip

    c) Tujuan ( Intention )

    Apakah yang disampaikan memilikim maksud yang baik atau tidak.

    d) Kepribadian ( Personality )

    Kehangatan komunikator

    e) Dinamika ( Dynamism )

    Kemenarikan apa yang disampaikan

    2. Daya Tarik ( Attractiviness )

    Daya tarik juga ikut menentukan berhasil tidaknya komunikasi. Daya tarik

    bersumber pada :

    a) Kesamaan ( Similarity )

    Kesamaan dalam suku, bahasa, ras. Status sosial dan sebaginya

    b) Dikenal baik ( Familiarity )

    Komunikator yang dikenal baik pasti akan disukai dan akan memiliki daya tarik

    c) Disukai ( Liking )

    Karena dikenal lalu disukai kemudian menjadi idola

    d) Faktor fisik ( Physic )

    Fisik yang sempurna akan membuat daya tarik bagi komunikator

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    3. Kekuatan (Power)

    Merupakan kepercayaan diri yang harus dimiliki komunikator jika ingin

    mempengaruhi .Diartikan juga sebagai kekuasaan yang menyebabkan khalayak

    mampu dipengaruhi

    B. BERBAGAI ISTILAH

    PENYIAR

    Apa definisi penyiar? Pada dasarnya, inti dari definisi penyiar sudah jelas dan

    disepakati secara umum. Penyiar dalam bahasa Inggris disebut announcer atau

    broadcaster, yakni orang yang yang meyampaikan sesuatu kepada banyak orang. Jadi,

    sampai di sini, untuk sementara disepakati bahwa penyiar adalah: orang yang

    tugasnya menyampaikan sesuatu kepada publik. Untuk penyiar radio, tugasnya adalah

    menyampaikan sesuatu kepada pendengar radio.

    Adalah orang yang menyajikan materi siaran kepada pendengar secara tetap

    dan reguler. Seseorang dapat menjadi penyiar radio melalui pertimbangan bahwa

    kulitas suara yang sesuai dengan tone yang diinginkan, serta announcing skill.

    Announcing skill yang dimaksud adalah meliputi :

    Komunikasi Gagasan (Communications Of Idea)

    Komunikasi Kepribadian (Communications Of Personality)

    Proyeksi Kepribadian (Projection Of Personality) (Kelincahan, Keramahtamahan,

    Adaptasi)

    Pengucapan (Pronounciation)

    Kontrol Suara (Voice Cntrole)

    Dalam bahasa Inggris, penyiar disebut announcer (arti harfiyah: orang yang

    mengumumkan). Penyiar adalah seorang penampil yang melakukan pekerjaan

    penyiaran, menyajikan produk komersial, menyiarkan berita/informasi, akting sebagai

    pembawa acara atau pelawak, menghendel olah raga, pewawancara, diskusi, quiz dan

    narasi.

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    a) PEMBAWA ACARA

    Pembawa acara adalah orang yang membawakan narasi atau informasi

    dalam suatu acara atau kegiatan, ataupun dalam acara televisi, radio dan film.

    Pembawa acara biasanya membaca naskah yang telah disiapkan sebelumnya, tapi

    sering juga mereka harus memberikan komentar atau informasi tanpa naskah.

    Pembawa acara televisi juga dilibatkan dalam penulisan naskah jika diperlukan.

    Tugas lain yang sering dilakukan oleh pembawa acara antara lain adalah

    mewawancarai tokoh, mejadi moderator diskusi, dan memberikan komentar pada

    suatu acara olahraga, parade, dan acara-acara lainya.

    Pembawa acara oleh masyarakat sering disebut MC (Master of Ceremony).

    Benarkah penyebutan itu? Tidak selalu salah, tetapi juga tidak selalu benar.

    Mengapa? Antara keduanya memang terdapat persamaan dan perbedaan.

    Pembawa acara dapat bertugas dalam acara resmi dan tidak resmi, sedangkan MC

    hanya bertugas dalam acara tidak resmi. Dengan kata lain, dalam acara tidak resmi

    pemandunya dapat disebut pembawa acara, dapat juga disebut MC. Dalam acara

    resmi pemandunya disebut pembawa acara saja.

    b) PENYIAR RADIO

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penyiar adalah orang yang

    menyiarkan atau penyeru pada radio. Menurut M. Habib Bari dalam bukunya

    Teknik dan Komunikasi Penyiar Televisi-Radio-MC, penyiar adalah seorang yang

    bertugas menyebarkan (syiar) suatu atau lebih informasi yang terjamin akurasinya

    dengan menggunakan radio dengan tujuan untuk diketahui oleh pendengarnya,

    dilaksanakan, dituruti, dan dipahami. Thorndike dan Barnhart dalam Junior

    Dictionary mengatakan, penyiar adalah a person who make announcements over

    the radio (orang yang memberitahukan/mengumumkan sesuatu melalui radio).

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    Penyiar TIDAK SAMA Dengan News Anchor (Orang Yang Menggambarkan

    Suatu Kejadian). Ada Sejumlah Istilah Yang Biasa Digunakan Untuk Menyebut

    Penyiar, Personality, Disc Jockey, Host, Narator, Dan Reporter. Radio Yang

    Berformat Music, Penyiarnya Sering Disebut Sebagai Dj, Atau Disc Jockey, Suatu

    Istilah Yang Populer Di Dunia Diskotik.Istilah Dj Untuk Radio Berformat Musik Non-

    classical. Untuk Format Classical, digunakan Istilah Penyiar. Ada 3 tipe DJ yaitu :

    The Low Profile DJ

    jarang berbicara, hanya sedikit cerita/latar belakang mengenai sebuah lagu

    sebelum diputar.

    The Specialist DJ

    sangat ahli dalam jenis musik tertentu, mampu memberikan ulasan yang bagus

    mengenai jenis musik yang dikuasainya.

    The Personality DJ

    mampu mengendalikan lagu-lagu sambil memberikan informasi spontan diantara

    lagu dengan cara penyampaian yang sesuai dengan kepribadiannya

    KARAKTERISTIK PENYIAR RADIO

    Menjadi seorang penyiar radio diperlukan sifat / karakteristik antara lain:

    1) DJ As Sales Person

    Penyiar mempunyai peranan untuk membuat pendengar tertarik,

    antusias, dan ingin kembali mendengarkan lagu-lagu yang diputar, selain lagu,

    penyiar juga harus bisa membuat pendengar berminat untuk mendengarkan

    spot iklan yang diputar, mengikuti pesan-pesan di dalam spot iklan tersebut

    dengan rasa ingin tahu bahkan mempercayai semua pesan-pesan yang

    disampaikan. Penyiar adalah salesperson yang mampu mengemas seluruh

    komponen barang dagangannya yang berupa lagu, iklan dan informasi.

    2) Penyiar sebagai Sahabat Pendengar

    Televisi biasanya diletakkan di suatu ruang yang cukup lega agar dapat

    ditonton secara bersama-sama, berbeda dengan radio yang memiliki sifat lebih

    pribadi dan lebih intim. Pakar komunikasi bahkan mengatakan Radio is a

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    portable friend, sahabat yang bisa dibawa kemana-mana bahkan di tempat

    pribadi sekalipun yaitu di tempat tidut atau kamar mandi.

    Karena sifat radio yang pribadi itulah maka seorang pemyiar harus

    berusaha menjadikan sahabat yang baik bagi pendengarnya. Sebagai sahabat

    yang punya derajat yang setara, pendengar biasanya tidak suka penyiar yang

    terlalu menggurui, berpenampilan monoton, kasar, sombong, suka melecehkan,

    merendahkan bahkan menghina pendengar. Jadi pendengar suka penyiar yang

    bisa dijadikan sahabat yang hangat, wajar dan tidak dibuat-buat.

    3) Pendengar : Orang Kedua Tunggal

    Penyiar menyapa pendengarnya harus akrab, dilandasi suasana intim,

    sangat personal, direndahkan volumenya tetapi tetap meiliiki power sehingga

    terdengar seperti sedang bercakap-cakap dengan sahabatnya, dan menyapa

    pendengarnya dengan anda atau kamu bentuk kata ganti orang kedua

    tunggal dengan menggunakan idiom-idiom bahasa percakapan layaknya

    berbicara dengan temannya.

    4) Personality Lebih Penting dari pada Suara yang Bagus

    Bukan hanya karakteristik suara atau kemampuan vokal tetapi juga

    karakteristik kepribadian bahwa menjadi seorang penyiar dituntut untuk lebih

    terbuka, lebih bisa familiar dengan orang-orang. Pada umumnya pendengar

    lebih tertarik pada apa yang dibicarakan penyiar dan bagaimana penyiar itu

    menyampaikannya dari pada bagus tidaknya suara penyiar tersebut.

    Seorang penyiar adalah salah satu sumber kepercayaan dan sumber

    informasi bagi pendengar, sehingga penyiar harus jujur dalam menyampaikan

    informasi, jika informasi belum pasti jangan disampaikan karena akan

    mericuhkan pendengarnya jika informasi yang disampaikan ternyata tidak

    benar, selain itu penyiar juga harus hangat, bersahabat, berpengetahuan luas,

    serta kritis, sehingga informasi yang diberikan bermutu dan dapat dipercaya.

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    c) PRESENTER TELEVISI

    Presenter televisi adalah istilah Inggris untuk orang yang membawakan acara

    atau program televisi. Saat ini istilah itu banyak melekat pada selebritas yang sering

    memainkan peran ini, meski ada juga orang yang bukan selebriti yang berhasil

    menekuni karir ini, terutama dalam dunia program anak televisi, dimana selebriti

    menjadi kurang penting.

    Seorang presenter televisi biasanya juga seorang aktor, penyanyi, dan lainnya,

    tapi umumnya terkenal karena menjadi presenter program tertentu. Pengecualiannya

    adalah presenter untuk program politik atau iptek yang biasanya merupakan

    profesional di bidangnya, atau selebriti yang berhasil di satu bidang tapi punya minat

    di bidang tertentu lainnya. Contohnya, pelawak Inggris Michael Palin yang juga

    menjadi presenter acara travel, hal yang memang menjadi minatnya sejak kecil. Di

    Amerika Serikat, presenter televisi biasanya disebut sebagai host atau MC (emcee).

    d) NEWS PRESENTER

    Newspresenter, secara umum, adalah orang yang mempresentasikan sebuah

    program berita di TV. Istilah ini tidak digunakan secara umum oleh orang di dalam

    industri (pertelevisian), karena mereka cenderung menggunakan istilah yang lebih

    terdeskripsi atau kadang-kadang khusus (sesuai negara). Contohnya adalah

    newsreader, newscaster, dan newsanchor.

    e) NEWSCASTER

    Newscaster adalah presenter berita yang dia sendiri adalah sebagai reporter

    aktif, yang juga berperan dalam proses pembuatan naskah berita bagi bulletin berita

    tersebut.

    Sebelum era televisi, siaran berita radio sering mencampurkan antara berita

    dengan opini di mana masing-masing presenter memiliki gaya yang berbeda-beda.

    Presenter semacam ini sering pula disebut sebagai komentator. Presenter berita

    terakhir dalam tipe ini adalah Paul Harvey. Istilah newscaster menjadi umum untuk

    membedakan antara presenter dari berita umum dengan komentator. Akan tetapi, di

    Inggris, presenter yang bekerja di ITN sering disebut sebagai newscaster (sudah

    dimulai semenjak 1950-an), sementara yang bekerja di BBC menyebut diri dengan

    newsreader.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Televisihttp://id.wikipedia.org/wiki/Selebritihttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Program_anak&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/Aktorhttp://id.wikipedia.org/wiki/Penyanyihttp://id.wikipedia.org/wiki/Politishttp://id.wikipedia.org/wiki/Ilmiahhttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Michael_Palin&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Travel&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikathttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Host&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=MC&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Emcee&action=edit&redlink=1

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    f) NEWSANCHOR

    Di Amerika Serikat dan Kanada, presenter dari program berita, lebih sering

    disebut sebagai newsanchor (kadang kala disebut anchorperson, anchorman, atau

    anchorwoman), dan bukan sebagai newscaster. Anchorman adalah orang yang

    mempresentasikan materi yang telah dipersiapkan untuk program berita, dan, kadang

    kala, harus pula berimprovisasi komentar untuk presentasi langsung. Banyak

    newsanchor yang terlibat juga dalam proses pembuatan atau pengeditan berita.

    Istilah anchorman pertama kali dikemukakan oleh produser Don Hewitt, dan

    PBS mencatat penggunaan pertama kali pada tanggal 7 Juli 1952, untuk

    mendeskripsikan peran Walter Cronkite dalam Konvensi Partai Republik dan Partai

    Demokrat. Menurut Hewitt, istilah ini mengacu pada anchor leg dalam balapan relay.

    g) KARAKTERISTIK PENYIAR TV

    1. Penyiar TV punya tuntutan khusus yaitu harus mampu menyampaikan suatu

    materi bicara yang sebenarnya dibaca.

    2. Tampil menarik

    3. Kemampuan mengucapkan kata dan bahasa non verbal serta berekspresi yang

    wajar dan menarik

    4. Ber etika yang baik contoh simple smile

    5. Cerdas

    6. Mampu menyampaikan hal2 yang menarik bagi penonton karena acara banyak

    bersifat live

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    PERBEDAAN PENYIAR RADIO DAN TELEVISI

    PPEENNYYIIAARR TTVV PPEENNYYIIAARR RRAADDIIOO

    Tampil dalam bentuk audio visual Tampil dalam bentuk auditif

    Melakukan tugas di bawah pengarah acara Bertugas di bawah pedoman susunan acara

    Terbatas pada tugas yang terencana / spontan/

    disiapkan terlebih dulu

    Merangkap sebagai perencana, pengarah acara,

    pengisis acara & pembawa acara

    Merupakan bagian dari peoduksi Tugas lebih luas termasuk mewakili manajer radio

    PROFESIONALISME

    Untuk mencapai profesionalisme siaran, penyiar harus memperhatikan hal-hal

    yang dapat mendukung meningkatnya prestasi, diantaranya adalah :

    Mampu menciptakan hal-hal kreatif yang unik.

    Siap dengan konsep.

    Suka membaca.

    Senang dan pandai bergaul.

    Selalu ingin tahu (dan tidak sok tahu).

    Tahu akan resiko dan berani bertanggung jawab.

    Memiliki sikap cooperative.

    Kebiasaan melakukan latihan terutama dalam menyusun radio script (naskah

    siaran).

    Sportivitas yang tinggi.

    Tidak cepat putus asa (teruatama dalam menghadapi pekerjaan).

    Sikap keterbukaan.

    Mampu menyatakan harga untuk prestasinya.

    Memiliki rasa humor.

    Disiplin waktu.

    Membiasakan diri pola DEPITA ALAPRA Dengar, Pikir, Tanya, Analisa, Latihan,

    dan Praktek.

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    MENGHINDARI KEKELIRUAN

    Beberapa hal yang boleh dianggap tabu oleh penyiar, antara lain :

    Salah mengucapkan.

    Tidak menggurui.

    Tidak ada ekspresi.

    Salah penggunaan kata.

    Membosankan (berulang-ulang).

    Klise.

    Menunjukkan kekurangan diri.

    Tidak jelas maksudnya (tata kalimat dan kosa kata).

    Tidak jelas bunyinya.

    Miskin perbendaharaan kata.

    Melanggar etika (= ekstrim).

    Menimbulkan miss-interpretasi (= kesan buruk).

    Tabu (= sara).

    Menyinggung perasaan (salah satu pihak atau golongan).

    Melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangi.

    FUNGSI PENYIAR

    Berikut ini uraian tentang bagaimana seorang penyiar bertugas melakukan

    kewajibannya menghadapi acara yang berbeda karakter dan cara penjiwaannya

    karena berbeda jenis tugasnya.

    1. Sebagai Continuity Announcer (Penyiar Kesinambungan)

    Tugas ini biasanya dianggap sebagai satu-satunya tugas seorang penyiar

    radio. Seandainya memang hanya satu hal ini yang merupakan tugas satu-

    satunya, maka tanggung jawab seorang penyiar radio dalam melaksanakan tugas

    ini harus merupakan tempat pencurahan kemampuan yang menampung kebolehan

    kreativitas dan ide secara habis-habisan. Karena ini adalah tugas satu-satunya.

    Seorang penyiar kesinambungan bertugas menyambung acara satu ke acara

    lain dengan mulus. Karena tugasnya itulah seorang penyiar radio harus mampu dan

    mahir mengolah kalimat, memiliki kata secara tepat, baik dan benar. Tujuannya

    adalah agar pendengar tertarik pada acara yang akan dihidangkan.

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    Karena senjata penyiar radio adalah suara, pengolahan kalimat, kata-kata,

    pemilihan kata-katanya harus di dukung juga oleh kualitas suara yang menawan.

    Untuk penyiar radio, meskipun saya tidak beranggapan mutlak harus mempunyai

    suara bariton untuk pria atau alto bagi penyiar wanita, nampaknya kesan inilah

    yang masih tetap merupakan tuntutan masyarakat sampai saat ini. Sebab suara

    bariton atau alto seorang penyiar radio bisa memberikan suasana khusuk, damai

    dan menyakinkan. Meskipun pada saat-saat tertentu, misalnya dalam mengasuh

    sebuah acara yang lincah volume suaranya pun harus menjadi tinggi dan lincah,

    namun sebagai pilihan dasar suara besar menjadi dasar pilihan.

    Seorang penyiar memang harus pandai memanfaatkan suaranya secara

    tepat. Suara yang besar dan mantap adalah modal seorang penyiar dalam

    membawakan acara yang serius atau khidmat. Sebaliknya untuk membawakan

    acara gembira, lincah, ceria seorang penyiar harus mampu mengubah volume

    rendahnya itu menjadi lebih tinggi dan harus tetap wajar. Hal ini masih harus di

    dukung oleh ketepatan irama, intonasi, dan kecepatan bicara sang penyiar.

    2. Sebagai Pembaca Berita

    Penyiar radio dengan persyaratan tertentu juga ditugaskan membaca berita.

    Sebagai seorang pembaca berita, ia harus dapat memberikan tekanan-tekanan

    secara tepat dan kuat pada kata-kata dan kalimat-kalimat dalam berita dengan

    frase dan tarikan nafas yang tepat pula. Penyiar berita yang tersengal, memotong

    kalimat seenaknya, atau memberikan tekanan kata sekenanya akan merusak isi

    berita yang dibawakan.

    Bagi seorang penyiar berita, mengandalkan kekuatan vocal merupakan hal

    yang utama, karena:

    a. Berita di susun oleh orang lain, dalam hal ini redaktur siaran berita. Dengan

    demikian ia membacakan karya tulis hasil pemikiran orang lain.

    b. Berita yang membawakan tidak didukung dengan visualisasi berita.

    Secara keseluruhan berita radio akan menarik bila cara pengolahan

    bahan berita menjadi berita dan kemampuan pembacanya menyakinkan. Di sini

    penyiar berita dituntut mampu menghayati setiap kata dengan sepenuh

    kemampuannya. Karena itu seorang penyiar harus memahami dan menghayati

    isi semua berita yang akan disampaikan kepada pendengarnya. Pembaca berita

    akan membuat kesalahan besar apabila dalam menyampaikan/membacakan

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    berita melakukan kesalahan tafsir sehingga berita yang dibaca menjadi berbeda

    makna dengan apa yang seharusnya. Dengan demikian berarti ia menjadi

    sumber misinformasi masyarakat atas suatu berita, padahal seharusnya ia

    menjadi penyampai berita yang baik dan akurat. Karena itu sebelum membaca

    berita, ia harus melakukan persiapan matang baik persiapan mental maupun

    fisik. Ia harus teliti, cermat cekatan.

    3. Sebagai Reporter

    Tugas utama seorang reporter adalah melaporkan suatu kejadian atau

    peristiwa kepada pendengar secara objektif. Karena reporter radio dalam

    menghadapi audience-nya tidak didukung secara visual, ia harus mampu

    memberikan informasi lengkap sehingga pendengar merasa seolah-olah berada di

    tengah-tengah kejadian atau peristiwa yang dilaporkan oleh reporter itu. Tugas ini

    jelas bukan tugas gampang. Karena membangkitkan imajinasi pendengar memang

    bukang pekerjaan mudah.

    Karena itu, untuk menjadi seorang reporter diperlukan syarat-syarat:

    a. Mahir memilih dan menyusun kalimat dengan baik.

    b. Mahir membangkitkan imajinasi penonton dengan kata-kata dan kalimat.

    c. Mahir mengekspresikan situasi dengan kata-kata dan memberikan aksentuasi

    secara tepat pada bagian-bagian yang dirasa penting.

    Contoh: Seorang penyiar/reporter radio akan melaporkan upacara peringatan HUT

    Kemerdekaan RI. Terlebih dulu ia harus membuat rencana hal-hal yang akan ia

    laporkan. Misalnya untuk membuka laporannya ia akan:

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    - Melaporkan saat itu berada di mana.

    - Keberadaannya di tempat itu untuk melaporkan apa.

    - Cuaca saat itu bagaimana: matahari, langit, angin bertiup bagaimana.

    Komentar : Laporan liputan peristiwa Pemilu melalui siaran radio di tuntut jujur,

    jelas, informatif, detail. Karena itu, sebelum melakukan tugas, seorang reporter

    radio terlebih dahulu harus membekali dirinya dengan:

    1. Pengetahuan yang luas tentang peristiwa yang tengah dilaporkan, baik

    menyangkut materi maupun latar belakang peristiwanya.

    2. Mahir menyusun kalimat dalam bahasa yang sederhana/komunikatif, karena

    masyarakat pendengarnya bersifat heterogen.

    3. Mampu secara detail menjelaskan peristiwa melalui kata-kata karena tiadanya

    visualisasi sebagai pendukung laporannya.

    4. Menjadikan penonton semakin tambah wawasannya dengan memperoleh

    informasi yang jelas tentang sesuatu yang sudah diketahui atau belum

    diketahui.

    5. Mempedulikan pendengar seperti :

    - Ia berdiri di lokasi mana. Bagaimana keadaan sekitarnya.

    - Berapa jumlah orang yang hadir saat itu.

    - Tokoh siapa saja yang hadir.

    - Kostum mereka yang hadir.

    - Bagaimana susunan acara.

    - Siapa saja yang akan melakukan tugas membaca naskah proklamasi, UUD

    1945.

    Yang selalu diingat seorang reporter ialah dalam melakukan laporan kejadian

    kepada pendengar ia harus senantiasa berpedoman pada 5 W + 1 H: Where, When,

    Who, Why, Whom, How.

    Di mana, kapan, siapa, mengapa, kepada siapa, bagaimana. Seorang reporter

    yang bertanggung jawab akan selalu memperhatikan dampak sosial politis yang

    bisa timbul dalam masyarakat akibat dari laporannya. Segi sekuriti, keamanan,

    keselamatan harus menjadi perioritas pertimbangan laporanna. Maka objektivitas

    yang ia tampilkan adalah objektivitas yang bertanggung jawab terhadap ketertiban,

    keamanan, dan kesejahteraan masyarakat.

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    4. Sebagai Narator

    Sebagai narator relatif tidak sulit. Ia hanya membacakan atau barangkali

    juga sekaligus menyusun naskahnya. Narasi adalah sebuah naskah yang memuat

    kalimat panjang atau esai yang menceritakan tentang sesuatu.

    Dalam siaran radio, suatu narasi biasanya ditopang dengan suara musik, baik

    musik modern maupun tradisional (diatonis atau pentatonis) yang dipilih sesuai

    dengan situasi yang sedang digambarkan. Misalnya: memperingati hari Pahlawan

    10 November disusun lagu-lagu dan hymne itu bila hanya disiarkan begitu saja

    tidak akan banyak memberi dukungan suasana. Maka diperlukan narasi yang

    mengisahkan tentang suatu peristiwa yang terjadi pada tanggal 10 November

    1945. Kehadiran narasi seolah-olah jalin menjalin, saling menyusup antara musik

    dan kata-kata.

    Kemampuan menyusun naskah narasi yang diimbangi dengan penghayatan

    produksinya akan menjadikan acara itu menawan. Kalau narator hanya

    membacakan naskah orang lain, yang paling utama dilakukan adalah menjiwai

    naskah yang disodorkan untuk dibaca. Dengan demikian jalinan kalimat dan musik

    menjadi harmonis. Untuk hal-hal seperti ini, bisa saja hadir seorang sutradara yang

    memimpin produksi acara ini. Bila naskah narasi itu disusun sendiri, maka narasi

    itu harus dipersiapkan dengan baik. Penyiar harus paham latar belakang

    peristiwanya, tujuan diadakannya peringatan, situasi dan kondisi saat acara ini

    disiarkan.

    5. Sebagai Interviewer

    Tugas interviewer adalah menanyakan sesuatu untuk kepentingan

    pendengarnya. Itulah sebabnya sebelum memulai wawancara, ia perlu menjelaskan

    terlebih dahulu: dimana pewawancara berada, untuk maksud apa ia berada di

    tempat itu, bagaimana keadaan lokasi. Selain itu, ia akan melakukan wawancara

    dengan siap; namanya, jabatannya, atau kedudukannya.

    Interviewer sebaiknya tidak melontarkan pertanyaan lebih dari satu

    pertanyaan setiap kali bertanya. Karena di khawatirkan di penjawab tidak ingat

    terhadap pertanyaan kedua setelah jawaban pertama disampaikan.

    Pewawancara harus berusaha sedikit mungkin berbicara dibanding dengan yang

    diwawancari. Pada saat wawancara dilaksanakan, pewawancara tidak boleh

    mendominasi.

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    Pertanyaan harus disusun dengan baik, artinya kronologis, jangan

    menanyakan hal-hal yang sudah diketahui jawabannya, melontarkan pertanyaan

    dengan kalimat jelas sehingga tidak menimbulkan jawaban mendua,

    menyampaikan tanpa ragu-ragu dan harus dipertimbangkan dengan matang

    sebelum pertanyaan dilontarkan. Wawancara tidak boleh menyinggung martabat

    yang diwawancarai maupun orang lain. Etika bertanya haruslah selalu

    diperhatikan.

    Kedudukannya pewawancara pada dasarnya sederajat dengan yang

    diwawancara. Ia tidak lebih tinggi tetapi juga tidak lebih rendah. Hal ini berarti

    bahwa seorang pewawancara tidak boleh menganggap atau mendudukkan yang

    diwawancarai secara berlebihan. Sebaliknya ia tidak boleh berlagak memerintah

    orang lain untuk menjawab pertanyaannya meskin yang diwawancarai adalah

    tukang sapu jalan. Yang selalu perlu dipegang ialah sopan santun bertanya dan

    etika pertanyaannya. Dan penting untuk diingat, seorang pewawancara tidak

    melakukan tugas interogasi, tetapi bertugas mewawancarai. Interogasi adalah

    upaya menggali informasi untuk kepentingan yang bersifat sosial (budaya-

    kemasyarakatan).

    6. Komentator

    Komentator adalah penyiar yang bertugas memberikan komentar. Komentar

    atas sesuatu yang sudah, tengah, atau akan terjadi. Pada dasarnya seorang

    komentator akan menyampaikan pendapat pribadi atau kelompok yang ia wakili.

    Tetapi kemungkinan menonjolnya subjektivitas akan lebih nampak. Dalam

    memberi komentar terhadap sesuatu ia akan terikat pada etika pers yang berlaku.

    Meskipun kecenderungan subjektif itu ada, harus dijaga sebaik-baiknya agar

    seorang komentator berdiri di tengah dan obyektif. Untuk itu seorang komentator

    memerlukan referensi lengkap atas sesuatu yang akan dikomentari. Acara tinju,

    sepak bola, balap sepeda dan lain-lain yang perlu diberi komentar, pandangan atau

    pendapat harus berpijak pada upaya memberi informasi kepada masyarakat secara

    jelas dan lengkap.

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    Tidaklah mudah menjadi komentator. Wawasan harus luas, setidaknya pada

    bidang yang ia komentari. Memperhitungkan dampak atas komentarnya yang bisa

    berpengaruh positif tetapi juga mungkin negatif. Menyodorkan jalan keluar dan

    pemikiran-pemikiran baru yang menuju pada prospek yang lebih baik.

    Menjadi komentator jangan berpedoman asal banyak bicara. Yang diperlukan

    oleh pendengar dari seorang komentator adalah komentarnya yang padat dan

    berisi. Bagi penonton, seorang komentator bukanlah satu-satunya sumber

    informasi sehingga segalanya dilakukan seorang diri. Ia dapat meminta secara

    langsung pendapat, pikiran, perkiraan dari orang lain yang ada di sekitarnya, yang

    diperkirakan dapat dijadikan pelengkap komentarnya.

    Sudah tentu untuk mendukung bobot informasi langsung dari anggota

    masyarakat ia harus memilih orang yang memang mampu berkomentar. Bila dirasa

    perlu, komentator menyerahkan kesempatan kepada rekan kerjanya untuk

    melakukan interview kepada tokoh lain yang ada di sekitar lokasi tugasnya itu.

    Dengan demikian warna komentar akan menjadi beragam. Meskipun demikian titik

    berat kualitas komentar harus berada pada komentator itu sendiri.

    Komentar : Di tengah laporan yang sedang dikerjakan, reporter memberi

    ilustrasi dengan melakukan wawancara untuk memberikan gambaran situasi

    orisinal dan kesan dari salah seorang anggota masyarakat atas peristiwa yang

    sedang dilaporkan. Dalam contoh ini Kana Sukarna sebagai reporter radio sekaligus

    melakukan fungsi sebagai pewawancara siaran radio. Hal ini dapat juga dilakukan

    dengan cara lain, yakni dengan membagi tugas ganda itu. Reporter radio

    melakukan laporan yang bersifat umum tentang peristiwa yang terjadi, sedang

    wawancara dilakukan oleh orang lain. Dalam kasus ini sesungguhnya dua atau

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    lebih jenis tugas penyiar dapat diterapkan dalam satu peristiwa yang sama,

    misalnya: reporter, pewawancara, komentator mengerjakan sebuah paket yang

    sama tentang profil pemilihan umum.

    C. SYARAT PENYIAR RADIO

    1. Memiliki Vocal yang baik

    Adalah kemampuan menampilkan suara dengan baik yang meliputi dasar suara

    dan tekniknya. Kualitas dan cara pengucapan. Dasar suara ialah kualitas suara dan

    teknik adalah cara bersuara yang meliputi cara pengucapan berupafrase, tekanan

    kata, intonasi dan mengatur nafas.

    a) Dasar Suara adalah basic suara berdasar pada Bariton, alto, parau, serak, serak

    basah, bersih, sengau dan sebagainya. Dasr suara bergantung pada kentingan

    datau format stasiun radio. Seorang Penyiar yang baik mampu mengekslporasi

    agar terdengar enak di telinga endengarnya

    b) Teknik Pengucapan : melakukan pengucapan yang baik dan benar sebagai

    contoh tidak cidak, salam syalam

    c) Frase adalah intonasi yang menyebabkan kejelasan arti dari kata atau kalimat

    yang diucapkan serta kejelasan dalam pemotongan kalimat. Sebagai contoh :

    ..dalam suatu pertemuan kemarin..

    d) Teknik bernafas adalah syarat yang juga harus dimiliki penyiar radio karena

    pernafasan agar penyiar dapat bernafas natural sehingga tidak berlebihan dlm

    bernafas & menghindarkan suara nafas di mic. Selain itu juga dalam konteks

    berbicara di setiap acara yang disiarkan maka pengucapan yang panjang

    memerlukan pula nafas yang panjang.

    e) Tekanan kata atau kalimat adalah merupakan tanda yang menyatakan bahwa

    kata tersebut penting dengan melihat suku kata yang ada contoh : ma-kan, ti-

    dur

    Latihan : Best voice requires experimentation. Seorang penyiar harus menemukan

    suara terbaiknya dan ini butuh eksperimen. Jika punya pilihan mikrofon, cobalah satu

    per satu untuk menemukan mike paling sesuai. Beberapa mike dibuat untuk

    mendorong tinggi-rendah suara, dan menyelaraskannya sesuai dengan kebutuhan.

    Mintalah bantuan teknisi. Cobalah dengan merekam suara dalam sikap tubuh yang

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    berbeda, kedekatan yang berbeda dengan mike, dan tingkat proyeksi (pengerasan)

    yang berbeda. Bayangkan ragam pendengar dan lihatlah bagaimana mental image

    ini mempengaruhi penyampaian.

    2. Kemampuan menumbuhkan Imajinasi

    Karena radio bersifat auditif maka penyiar harus mampu menumbuhkan

    kemampuan imajinasi tertentu atau Kemampuan membawa imajinasi pendengar ke

    arah yang dikehendaki oleh penyiar, contoh cerita tentang bencana gempa beserta

    nasib korbannya maka penyiar harus mampu memberikan gambaran khayalan di

    telinga pendengar

    3. Kekayaan khazanah kata

    Perbendaharaan kata adalah modal utama penyiar; agar tidak terjadi

    pengulangan kata yang berulang-ulang karena akan menjadi sesuatu yang

    membosankan.

    4. Kemahiran mengolah kata

    Adalah kemampuan penyiar dalam merangkai kata dan mengolah kata yang

    enak di dengar karena daya tarik dan daya pikat melalu kata-kata harus disusun

    secara matang.

    Catatan :

    Bahasa Tutur

    Siaran harus menggunakan bahasa tutur, bahasa percakapan (conversational

    language), demikian juga naskah berita atau iklan. Bahasa tutur yaitu bahasa yang

    dipakai dalam pergaulan sehari-hari yang mempunyai ciri khas: (a) kalimatnya

    sederhana, singkat, kurang lengkap, tidak banyak menggunakan kata penghubung;

    dan (b) menggunakan kata-kata yang lazim dipakai sehari-hari (spoken words).

    Didalam bahasa tutur, lagu kalimat (infleksi, inflection) memegang peranan penting.

    Tanpa bantuan lagu kalimat, sering orang mengalami kesukaran dalam memahami

    bahasa tutur. Sama pentingnya adalah artikulasi atau pronounciation (pengucapan

    kata), intonasi (nada suara atau irama bicara), aksentuasi (logat, dialek, stressing),

    dan speed (kecepatan berbicara, tempo).

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    Tampilkan Suara Terbaik ! Rileks!

    Penyiar adalah pemain sandiwara (performer) dan menghadapi tantangan yang

    sama dengan penyanyi atau aktor. Begitu di atas pentas, di depan kamera, atau di

    belakang microphone, penyiar tidak akan dapat memberikan penampilan terbaik

    kecuali jika santai (relax). Tenggorokan tercekik (tight throat), leher tegang, dan

    pundak yang kaku, akan membuat Anda tidak dapat mengeluarkan suara terbaik.

    Bagaimana biar rileks? Relaksasi diperoleh melalui sebuah proses fisik berupa

    peregangan dan pernafasan. Jika tubuh rileks, emosi akan mengikuti.

    5. Mampu membedakan acara serius & santai

    Suara yang ramah yang diucapkan penyiar tidak boleh sembrono walau

    akrab tetap sopan. Namun dalam acara resmi maka keseriusan dan wibawa menjadi

    penting . sebagai contoh pada Acara santai berupa acara musik, acara request.

    hai pendengar, apa kabar? Lama tak berjumpa dan bergoyang di bulan hujan ini,

    kenapa kita tidak coba lagu dangdut yang satu ini? Oke? Go ! Untuk Acara serius :

    adalah acara yang bersifat pengumuman atau hal-hal penyampaian informasi yang

    bersifat resmi, oleh karena itu maka penyiar dituntut membawakan dengan suasana

    serius agar penonton menaruh perhatian

    6. Penguasaan budaya & seni setempat

    Adalah pengenalan budaya dan seni berdasar konteks lokasi siaran dan sifat

    siarannya. Penguasaan budaya setempat menjadi penting mengingat kadang penyiar

    berhadapan dengan beberapa penyebutan atau kosa kata dalam bahasa setempat

    atau daerah. Contoh penyebutan nama gelar di Yogyakarta : Sri Sultan

    Hamengkubuwoo, Sri Paduka Paku Alam Atau peribahasa seperti: Gemah Ripah Loh

    Ji nawi

    7. Mengerti Bahasa Asing

    Dapat mengucapkan dan memahami bahasa asing yang baik dan benar.

    Setidaknya menguasai kunci-kunci bahasa tertentu sebagai contoh : Juan Carlos

    dibaca huan karlos, Jean dArc, Coriusity, Bombing dibaca boming. Mengapa penyiar

    harus menguasai bahasa asing karena dengan penguasaan bahasa asing akan

    menaikkan gengsi penyiar.

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    8. Dapat menyusun acara sendiri

    Kadang dalam situasi tertentu penyiar dihadapkan pada situasi tertentu

    sehingga harus melakukan sistem ketat waktu dan memberikan pertimbangan

    terhadap acara dadakan di sela acara reguler. Ini bisa saja terjadi mengingat

    keadaan undercircumstance dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Sebagai

    contoh : disela acara reguler tiba-tiba terjadi bencana alam sehingga perlu ada

    informasi tambahan bagi pendengar radio.

    9. Memiliki Jiwa kepemimpinan

    Sebagai representasi stasiun radio dan juga memimpin suatu program acara

    maka seorang penyiar harus mampu cepat dan tangkas dalam melaksanakan tugas

    serta mengambil keputusan yang cermat. Oleh karenanya maka jiwa kepemimpinan

    wajib dimiliki oleh penyiar radio

    10. Intelegensi dan kaya inisiatif

    Intelegensi yang baik yang dimiliki penyiar akan berdampak pada ucapan

    yang bermutu tinggi dan baik yang mampu meyakinkan pendengar sehingga karya

    penyiar akan terasa baik. Lebih jauh lagi dengan adanya intelegensi yang baik maka

    penyiar akan menghasilkan ide-ide kreatif dalam mengasuh program acaranya atau

    menciptakan acara baru.

    11. Memiliki sense humor

    Media radio adalah media hiburan oleh karenanya maka penyiar harus

    mampu menciptakan situasi yang segar sehingga menghilangkan ketegangan yang

    sedang dihadapi oleh pendengarnya. Selain itu Sense humor yang tinggi membuat

    penyiar tidak terasa membosankan di hadapan pendengar.

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    PELAKSANAAN TUGAS PENYIAR RADIO

    Secara fisik dan mental penyiar harus siap setiap saat selain itu penguasaan

    akan meterai dan situasi jika ada kondisi dadakan juga mempengaruhi kinerja dari

    penyiar . Artinya penyiar radio harus mempersiapkan diri secara fisik dan psikis dalam

    kersehariannya untuk melaksanakan tugas sebagai penyiar. Ketika melaksanakan

    tugas maka beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :

    1. Konsentrasi :

    Tidak ada pilot otomatis dalam siaran. Jika tidak mendengar apa yang dikatakan,

    tidak ada orang lain yang akan mendengar. Siaran yang baik membutuhkan

    konsentrasi tingkat tinggi. Tidak mudah untuk mengatur nafas, memvisualkan

    pendengar Anda, dan melaporkan cerita pada saat yang sama. Karena itu, relaksasi

    adalah kunci konsentrasi.

    2. Mengatur nafas :

    Atur Nafas. Mati lemas atau kekurangan nafas (suffocation) adalah penyebab

    kematian nomor satu di kalangan penyiar. Banyak penyiar biasa terus menahan

    nafas selama bertutur. Nafas megap-megap tidak akan menghasilkan siaran yang

    bagus. Bernafas secara tepat adalah dasar siaran profesional. Naskah siaran harus

    memberi kesempatan untuk bernafas. Ketika membaca naskah, buatlah tanda di

    mana Anda akan mengambil nafas. Ikuti instruksi sendiri dan bernafaslah saat

    melihat tanda itu.

    3. Sikap duduk yang baik :

    Sikap badan yang baik dan dukungan dari diafragma membuat tiap nafas bekerja

    lebih lama.

    4. Ucapan Salam :

    Adalah penting penyiar mampu mengucapkan salam dengan ramah dan sopan. Hal

    ini diulakukan selain membangun keakraban sekaligus digunakan untuk promosi

    stasiun radio

    5. Penyebutan stasiun call :

    Penyebutan nama stasiun adalah penting dilakukan untuk menciptakan awarness

    dan brand image pendengar. Penyebutannya harus serius.

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    Contoh :

    Inilah radio XXX bekerja pada gelombang udara ..Mhz

    Anda masih bersama kami radio XXX pada gelombang .Mhz

    masih bersama Aldo disini bareng dengan radio XXXXX,FM

    D. PENYIAR TELEVISI

    Tugas dan Fungsi Penyiar televisi

    1. Continuity Announcer :

    bertugas menyambung acara satu ke acara lain dengan mulus. Kadang on screen dan

    kadang out screen. Penampilan penyiar ini bergantung pada kebutuhan artinya

    tidak ada keharusan muncul di setiap penggantian acara. Umumnya dalam praktek

    siaran penyiar juga didukung oleh tulisan, grafis maupun video.

    2. Pembaca Berita :

    siaran berita di TV bisa dilakukan oleh dua orang, tiga bahkan lima ( misal

    menggunakan tele conference). Tugas yang dilakukan hanyalah membaca berita

    yang telah disiapkan oleh tim redaktur televisi oleh karenanya penyiar dengan

    kategori news reader bertugas semata membaca berita melalui telempromter.

    Catatan :

    *News-reader, yaitu orang yang berprofesi sebagai pembaca berita, menjadi news reader merupakan profesi yang sangat enteng ,

    karena dia hanya membacakan lead berita yang sudah sudah disusun. Dalam dunia modern, teknologi memungkinkan para jurnalis

    melakukan siaran langsung dari lokasi kejadian, sehingga mengurangi peran utama sang pembaca berita. Contoh: para presenter

    MetroTV News Flash, presenter TV lokal

    *News-caster, yaitu orang yang berprofesi sebagai pembaca berita, tetapi juga ikut aktif dalam pencarian berita. dia mencari berita

    sendiri, disusun sendiri, di-edit sendiri, trus dipresentasikan sendiri. News Caster adalah orang yang menyiarkan program berita dan

    ia juga bekerja sebagai jurnalis and ikut dalam peliputan berita atau produksi berita, yakni aktif ikut serta dalam membuat naskah

    berita yang akan dibacakannya. Istilah ini diperkenalkan di tahun 1980an untuk membedakan jurnalis aktif dari pembaca berita,

    jenis presenter berita sebelumnya.

    Contoh: Prita Laura atau Gadiza Fauzi, Meuthia Hafidz yang saat itu masih aktif di Metro TV, Guruku Tina Talisa (sekarang Host

    Apa kabar Indonesia Malam TV one) yang sebelumnya menjadi Wartawan Istana dan menjadi news presenter Reportase Trans TV.

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    3. Komentator :

    Merupakan tugas penyiar untuk memberikan komentar pada acara / peristiwa yang

    sedang, sudah dan akan terjadi. Oleh karena itu wawasan dan pengetahuan yang

    luas merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki penyiar TV. Sebagai contoh

    komentator acara olah raga Basket maka harus mnemiliki pengetahuan seluk beluk

    Olah raga Bola Basket mulai dari pemain hingga teknik permainannya.

    4. Reporter :

    Melakukan laporan atas suatu peristiwa yang sedang terjadi. Reporter hanya

    melaporkan apa yang sedang terjadi tanpa memberikan komentar apapun, namun

    harus tanggap terhadap setiap rincian peristiwa yang terjadi. Oleh karena itu

    reporter dituntut kreatif dan penuh inisiatif serta berwawasan luas agar ulasan yang

    disampaikan tidak menjadi kering di mata dan telinga penonton. Prinsip reporter

    sesungguhnya menyampaikan laporan yang belum diketahui oleh penonton melalui

    visualisai di televisi.

    6. Pewawancara :

    Prinsip tugas sebagai pewqawancara adalah mengorek keterangan sebanyak-

    banyaknya dari nara sumber yang berkompeten. pewawancara bertugas

    memberikan informasi kepada penonton secara tidak langsung, ia juga mewakili

    kepentingan penonton. Ia adalah pengawal jalannya acara baik dari segi ketetapan

    materi dan ketepatan penggunaan waktu dalam acara tersebut. Hal yang tidak boleh

    dilakukan adalah pewawancara tidak boleh menjadi seperti interogrator. Dalam

    konteks ini maka wawasan dan pengetahuan yang luas adalah syarat yang harus

    dimiliki penyiar dalam tugas yang seperti ini.

    7. Narator :

    Merupakan siaran yang dilakukan oleh penyiar secara off air berupa pembacaan

    naskah yang sudah disiapkan terlebih dahulu untuk suatu acara. Umumnya tugas

    dilakukan pada acara yang bernuansa feature. Syarat utama yang harus dimiliki

    adalah suara yang bagus dan berkarakter sehingga penonton mampu menangkap

    kesan yang dramatis dari narasi yang dibacakan oleh penyiar tersebut.

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    TIGA TITIK PERHATIAN PENONTON TERHADAP PENYIAR

    Dalam setiap kegiatan siaran yang dilakukan oleh penyiar maka dapat dilihat

    adanya 3 titik utama yang akan diperhatikan oleh penonton. Tiga titik perhatian

    tersebut adalah sebagai berikut :

    a. Penyiar TV berkomunikasi melalui bahasanya ;

    Faktor bahasa adalah hal mutlak yang harus digunakan dalam penyampaian

    informasi kepada penonton. Penggunaan bahasa yang tepat dan mudah dimengerti

    akan membantu efektivitas komunikasi antara penyiar dengan penonton. Selain itu

    ketepatan pengucapan berbgai kata baku maupun serapan juga penting mengingat

    kesalahan ucap penyiar tidak dapat diralat melalui siaran televisi.

    b. Penyiar TV berkomunikasi melalui penampilannya :

    Faktor ini adalah merupakan faktor ketrampilan perfomence penyiar di depan

    kamera untuk tidak grogi atau gugup serta salah tingkah. Penyiar televisi sebaiknya

    mampu berakting layaknya pemain drama atau sandiwara di setiap penampilannya.

    c. Penyiar TV berkomunikasi melalui pakaiannya :

    Pakian penyiar televisi prinsipnya adalah alat bantu untuk mendukung

    penampilannya, oleh karena itu keserasian dalam berpakain menjadi penting bagi

    penyiar televisi. Pakaian yang serasi tidak kontras atau mencolok merupakan

    pakaian yang paling pantas dikenakan oleh penyiar telvisi. Kadang dalam acara

    tertentu pakain penyiar harus menyesuaikan dengan suasana dari acara tersebut.

    Misalnya acara kenegaraan tentulah penyiar menggunakan baju resmi yang sesuai

    dengan acara tersebut.

    SYARAT PENYIAR TELEVISI

    1. Sehat jasmani Kesempurnaan jasmani menjadi penting karena untuk menarik

    simpati dan gairah penonton. Jika jasmani penyiar tidak lengkap atau sempurna

    maka akan menimbulkan rasa iba, tidak simpati atau malah enggan dari penonton

    yang melihatnya. Konteks yang dimaksud disini adalah fisik penyiar harus normal

    dan memiliki good looking serta camera face yang sesuai dengan karakter acara

    yang dibawakan.

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    2. Sehat Rohani :

    Penyiar televisi diharuskan memiliki kesehatan jiwa yang akan membuat penyiar

    akan bersikap wajar baik dalam berkomunikasi maupun dalam perilakunya selama

    membawakan suatu acara,

    3. Ber-intelegensi tinggi :

    Kemampuan menghadapi segala situasi dan mengatasi masalah. Seorang penyiar

    harus tanggap terhadap situasi di sekitarnya sehingga mampu mengatasi keadaan

    dan membuat keputusan yang tepat dalam penyampaian informasi mapun dalam

    pembawaan penampilannya.

    4. Berpenampilan simpatik :

    Yang dimaksud disini bukanlah mereka yang cantik atau yang tampan yang bisa

    menjadi penyiar melainkan penampilan yang simpatik, charming dan memberikan

    kenyamananlah yang paling utama. Sikap simpatik ini adalah sikap total baik di

    dalam maupun di luar dirinya.

    5. Mampu bicara dengan jelas dan baik :

    Kemampuan bicara merupakan syarat mutlak yg harus dimiliki penyiar TV. Selain

    itu kejelasan dalam pengucapakan kata dan kalimat menjadi penting dan prinsipil

    mengingat penyiar harus memberikan informasi kepada penonton sejelas-jelasnya.

    6. Bersuara voice yang baik :

    Sama seperti radio maka penyiar TV juga dituntut memiliki kualitas suara yang baik

    yang enak didengar dan meiliki karakter tersendiri.

    7. Menguasai bahasa dan Pengetahuan :

    Situasi tertentu akan memaksa penyiar harus menyampaikan informasi yang tidak

    diketahui dan dikuasai penonton. Oleh karenanya penguasaan bahasa asing juga

    diperlukan penyiar baik dalam berbahasa asing ataupun keluasan pengetahuan

    yang dimiliki.

    8. Punya rasa humor :

    sense humor yang baik akan menarik simpati penonton walau dalam acara yang

    serius sekalipun

    9. Teguh :

    merupakan keteguhan yang harus dimiliki penyiar dalam menjalankan tugas

    apapun tanpa keluh dan kesah.

  • TP4 SMK NEGERI 1 PUNGGING

    Oc

    to

    be

    r 2

    3,

    20

    13

    13. Disiplin :

    mampu mendisiplinkan diri dan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang ada

    tanpa terpengaruh hal-hal lain

    14.Kaya Imajinasi :

    Merupakan kemampuan dalam menciptakan hal-hal baru atau berkreasi utuk

    mendongkrak acara dan stasiun televisi tertentu.

    15. Jujur / Tulus :

    Kejujuran dalam menyampaikan informasi secara bijak adalah penting agar tidak

    ada informasi yang tidak benar.