PENYAKIT VIRAL PADA UNGGAS (AI, ND, IB)vlm.ub.ac.id/ ¢  Pernapasan, pencernaan,...

download PENYAKIT VIRAL PADA UNGGAS (AI, ND, IB)vlm.ub.ac.id/ ¢  Pernapasan, pencernaan, reproduksi, sianosis

of 51

  • date post

    25-Nov-2020
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PENYAKIT VIRAL PADA UNGGAS (AI, ND, IB)vlm.ub.ac.id/ ¢  Pernapasan, pencernaan,...

  • PENYAKIT VIRAL PADA UNGGAS (AI, ND, IB)

    5 FEBRUARI 2020

    DRH. SRUTI LISTRA ADRENALIN, M.SC.

  • Attachment  penetrasi uncoating transkripsi translasi replikasi assembly  release

  • AVIAN INFLUENZA (AI)

    • Di Indonesia pertama kali diidentifikasi tahun 1982 (virus influenza A)  fowl plaque.

    • Gangguan pernapasan, depresi, penurunan konsumsi pakan dan minum, penurunan prod. Telur dan daya tetas telur dampak ekonomi (mortalitas, morbiditas tinggi).

    • Menyerang pd unggas semua umur.

    • Ayam dan kalkun mengalami infeksi paling parah.

  • Structure • M: membrane (matrix) protein

    • NA: neuraminidase

    • HA: hemagglutinin

    • NP: nucleocapsid protein

    • PA, PB1, PB2: polymerase protein

  • Characteristic

    • Virus RNA Family Orthomyxoviridae.

    • Virus influenza  3 tipe: A,B,C (ditentukan oleh struktur antigenic protein nuclei dan matriks ag).

    • Influenza A: unggas, manusia, babi, kuda, mamalia lain.

    • Influenza B,C: manusia.

    • Memiliki aktivitas/ struktur ag: Hemaglutinin (H) dan Neuraminidase (N)  virus influenza A dikelompokkan mjd banyak subtype (15H, 9N).

    • Zoonosis

    • Variasi antigeniknya dpt ditemukan dgn frekuensi tinggi, melalui 2 cara: antigenic drift & antigenic shift.

  • … Characteristic

    • Antigenik drift: terjadi karena perubahan struktur antigenik yg bersifat minor pd antigen permukan H dan/ N.

    • Antigenik shift: adanya perubahan struktur antigenic yg bersifat dominan pd antigen permukan H dan/ N.

    • Virus beramplop sensitif thdp inaktivasi detergen.

    • Infektivitas virus dpt dirusak oleh: formalin, beta-propiolakton, agen oksidan, asam encer, eter, Na-desoksikolat, hidroksilamin, Na-dodesilsulfat, ion-ion ammonium.

    • Mati: panas, pH tinggi, kondisi non-isotonic, kekeringan.

  • … Characteristic

    • Infektif

    a. Dalam feses selama 30-35 hari pada suhu 4°C.

    b. 7 hari pada suhu 20°C

  • Antigenik shift Antigenik drift

    • Perubahan mayor antigenik • Perubahan minor antigenic

    • Terbentuk subtype baru • Terbentuk strain baru

    • Melibatkan 1 atau 2 virus • Melibatkan 1 virus

    • Terjadi sekali dlm 1 waktu • Sering terjadi (frequently)

    • Dapat menginfeksi spesies yg berbeda (hewan ke manusia)

    • Menginfeksi hewan dari spesies yg sama

    • Terjadi perubahan yg besar pd RNA nukleotid • Terjadi mutase kecil RNA

    • Terjadi sbg hasil dari bermacam-macam genom antara subtype yg berbeda

    • Terjadi sbg hasil dari akumulasi poin mutase gen.

    • Mutasi besar dan tiba-tiba • Mutasi acak dan spontan

    • Susah diobati (membutuhkan vaksin baru) • Gampang diobati (ab dan obat lain)

    • Hanya terjadi pd tipe virus influenza A • Terjadi pd virus influenza A,B,C

    • Menyebabkan pandemic, terjadi ireguler, tidak terprediksi

    • Menyebabkan epidemic

  • Transmission

    1. Virus keluar melalui sal. Pernapasan, konjungtiva, feses.

    2. Kontak langsung.

    3. Tidak langsung: udara/ debu (aerosol), makanan/ minuman, perlengkapan kandang, kandang, pakaian, kendaraan, egg tray, unggas/ hewan liar, insekta.

    4. Burung liar yang berpindah-pindah (migrasi).

  • … Transmission

  • … Transmission

  • Patogenesis

    • Target virus AI adalah sel epitel yang silia, baik pada saluran pencernaan dan saluran pernapasan.

    • Virus AI masuk secara perinhalasi / peroral, dimana rongga hidung adalah target utama replikasi awal.

    • Virus epitel / submukosa pernapasan  pembuluh darah / sistem limfatik  menginfeksi dan bereplikasi keberbagai organ viscera, otak, kulit

  • Clinical Signs • Masa inkubasi beberapa jam – 3 hari.

    • Clinical signs: sal. Pernapasan, pencernaan, reproduksi, sianosis pial,jengger, system syaraf.

    • Keparahan penyakit yg ditimbulkan berbeda-beda – asimtomatik/ kematian mendadak.

    • HPAI (highly pathogenic AI)/ akut: menunjukkan kerusakan sistemik hingga kematian 90%.

    1. Proses penyakit cepatmortalitas tinggi, gang. prod telur (berhenti/ menurun drastic).

    2. Gang. Pernapasan (batuk, bersin, ngorok), lakrimasi.

    3. Sinusitis.

    4. Edema daerah facial.

    5. Perdarahan jar. Subkutan, sianosis kulit (daerah kaki, kepala, pial).

    6. Diare dan gang. Syaraf.

    7. Mati mendadak tanpa gejala.

  • … Clinical signs

    • Prod telur menurun drastis + daya tetas telur.

    • Pigmentasi telur berkurang.

    • LPAI (low pathogenic AI): tidak memiliki gejala klinik yang khas, ; hanya tampak gangguan pernapasan ringan, batuk, pilek, sinusitis

    1. Penurunan/ prod telur berhenti.

    2. Gang. Pernapasan.

    3. Anoreksia.

    4. Depresi.

    5. Sinusitis.

    6. Mortalitas rendah, cenderung meningkat.

  • Pathology

  • … Pathology

  • Diagnose

    • Diag. definitive: isolasi & identifikasiGK dan PA bervariasi.

    • Diag. sangkaan: berdasar riwayat kasus, GK, PA, tdk ada penyakit pernapasan lain.

    • Isolasi: TAB 10-11 hari (trakea, kloaka)

    • Serologi: pengamatan hari ke- 7 s/d 10 pasca infeksi.

    1. HI: mengetahui adanya ab thdp Hemaglutinin (H).

    2. AGPT: mengetahui adanya ab thdp Neuraminidase (N)

    3. VN, NI, ELISA, ab monoklonal, hibridisasi in situ.

  • Different Diagnose

    1. ND

    2. IB

    3. SHS

    4. Avian mikoplasmosis.

  • NEWCASTLE DISEASE (ND)

    • Pseudofowl pest, pseudovogel pest, atyphise geflugelpest, pseudopoultry plaque, avian pest, avian distemper, Ranikhet disease, tetelo disease, Korean fowl plaque, avian pneumoencephalitis.

    • Pertama kali dilaporkan tahun 1926 di Jawa dan Newcastle, Inggris.

    • Infeksi kompleks: isolate dan strain virus berbeda menimbulkan variasi yg besar dlm derajat keparahan penyakit, walaupun pd spesies unggas yg sama.

    • Dampak ekonomimorbiditas-mortalitas tinggi, penurunan prod. Telur (kualitas/ kuantitas), gang. Pertumbuhan.

    • Paling peka: ayam muda.

  • Structure

  • … structure

  • … structure

  • Characteristic • Cause: virus ssRNA, genus Avian Paramyxovirus, famili Paramyxoviridae.

    • Paramyxovirus berbeda dgn genus lain (Morbilivirus, Pneumovirus)  Neuraminidase.

    • Kesamaan antigenic pd uji HI  9 serotipe avian paramyxovirus (PMV 1-9) ND (PMV 1).

    • Infektivitas virus ND: galur virus, waktu kontak, dosis virus, media tempat hidup, interaksi antar-perlakuan.

    • Dirusak oleh: panas, radiasi, proses oksidasi, pH, berbagai bahan kimia.

    • Ayam dan Kalkun adalah hewan yang rentan terkena ND menunjukkan gejala klinis ringan hingga parah

    • Bebek dan bangsa unggas lainnya, meskipun mudah terinfeksi namun lebih resisten dan gejala klinis tampak ringan

  • … characteristic

    • Aktivitas biologi:

    1. Mampu mengaglutinasi eritrosit.

    2. Memiliki aktivitas Neuraminidase.

    3. Mampu menghemolisis eritrosit atau fusi sel-sel ttt.

    4. Mampu bereplikasi dlm sel-sel ttt.

    • Berdasarkan virulensiwaktu kematian embrio setelah disuntik virus ND mel selaput allantois:

    1. Velogenik: < 60 jam.

    2. Mesogenik: 60-90 jam.

    3. Lentogenik: > 90 jam.

  • Transmission

    • Tingkat kepadatan peternakan, lalu lintas unggas, lalu lintas manusia, lalu lintas sarana prod. Peternakan dan prod. Asal unggas.

    • Langsung: inhalasi, leleran tubuh

    • Tidak langsung: bahan, alat, pekerja, pakan dan minum.

    • Dapat menembus kerabang telur dan menginfeksi embrio.

    • Keberhasilan penularan virus dpt bertahan dlm bangkai ayam/ ekskresi ayam sakit.

    1. Bangkai ayam: bertahan beberapa minggu pd temperature rendah/ beberapa tahun pd suhu beku.

    2. Feses tinggi titer ND.

    3. Temp 37°C infektif > 1 bulan.

  • … transmission

  • Patogenesis

    • Tergantung

    Spesies hospes

    Sistem imun host

    Strain virus ND

    • angka mortalitas pada ayam dewasa mencapai 5%, namun ayam muda mencapai 50%., secara umum ayam muda terkena infeksi akut dengan ditandai kematian mendadak

  • Clinical Signs

    • Masa inkubasi alami 2-15 hari (rata-rata 5-6 hari).

    • Faktor-faktor munculnya gejala: galur virus, jenis unggas, umur, status kekebalan, campuran infeksi dgn organisme lain, faktor lingk, rute inf, dosis virus.

    • Menurut GK:

    1. Bentuk Doyle: akut dan fatal pd ayam semua umur gang. Pencernaan karena pendarahan dan nekrosis vvND (velogenik-viserotropik).

    2. Bentuk Beach: akut dan fatal pd ayam semua umur gang. Pernapasan dan syaraf velogenik neurotropik.

    3. Bentuk Beaudette: kematian hanya ditemukan pd ayam muda. Velogenik-neurotropik yg kurang pathogen  dpt dipakai untuk vaksin aktif.

    4. Bentuk Hitchner: infeksi pernapasan ringan/ tdk tampak (patologik lentogenik)  vaksin aktif.

    5. Bentuk enteric asimptomatik: tdk ada gejala ttt. Infeksi pd usus karena virus ND lentogenik.