Penuntun Praktikum POSISI & ROM

of 27

  • date post

    20-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    772
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Penuntun Praktikum POSISI & ROM

PENUNTUN PRAKTIKUM KETERAMPILAN DASAR AKTIVITAS DAN LATIHAN PSIK FK UNUD

Oleh: Ns. Komang Menik Sri K., Skep PSIK 2009System muskuloskletal Page 1

PRINSIP DASAR MENGANGKAT 1. Sebelum mengangkat objek, perawat harus memutuskan bahwa objek dapat diangkat oleh satu orang secara aman. 2. Jika perawat merasa bahwa objek tersebut terlalu besar atau berat, perlu meminta bantuan orang lain 3. Perawat perlu mengkaji kemampuan klien dalam membantu pemindahan atau perubahan posisi 4. Posisi berat: berat yang akan diangkat harus sedekat mungkin dengan pengangkat. 5. Posisi badan: pengangkat harus berposisi bokongnya lurus sehingga otot-otot bekerja bersama-sama. 6. Berat maksimal: 25% - 30% dari berat tubuh pengangkat

LANGKAH 1. Berdiri dekat objek yang akan dipindahkan sehingga gaya gravitasi pengangkat lebih dekat dengan objek 2. Perbesar dasar penyokong dengan menempatkan kaki sevara terpisah. Cara ini dapat meningkatkan keseimbangn tubuh dan memungkinkan kelompok otot untuk bekerja bersama-sama 3. Pertahankan kesejajaran dari kepala dan leher dengan tulang belakang, jaga agar bokong tetap lurus (untuk mengurangi resiko cedera vertebral lumbal)

System muskuloskletal Page 2

PROSEDUR MEMBANTU PASIEN POSISI FOWLER Pengertian Tujuan : Cara berbaring pasien dengan posisi setengah duduk :

Mengurangi sesak nafas Memberikan rasa nyaman Membantu memperlancar keluarnya cairan misalnya pada waterseal drainage

(W.S.D) Membantu mempermudah tindakan pemeriksaan

I.Tahap persiapan A.Persiapan pasien 1. Perkenalan diri 2. Meminta pengunjung / keluarga meninggalkan ruangan 3. Menjelaskan tujuan 4. Menjelaskan langkah/ prosedur yang akan dilakukan 5. Pasien disiapkan dalam posisi semi fowler

B. Persiapan lingkungan Lingkungan diusahakan yang tenang

C.Persiapan alat 1. 2. Sandaran punggung atau kursi Bantal atau balok penahan kaki tempat tidur bila perlu Tempat tidur khusus (functional bed) jika ada

II. Tahap pelaksanaan 1. Pasien didudukkan, sandaran punggung atau kursi diletakkan dibawah atau diatas kasur dibagian kepala diatur sampai setengah duduk dan dirapihkan bantal disusun menurut kebutuhan. Pasien dibaringkan kembali dan pada ujung kakinya dipasang penahan

System muskuloskletal Page 3

2. Pada tempat tidur khusus (functional bed) pasien dan tempat tidurnya langsung diatur setengah duduk, dibawahh lutut ditinggikan sesuai kebutuhan. Kedua lengan ditopang dengan bantal 3. Pasien dirapikan III. Tahap akhir 1. Evaluasi perasaan pasien (merasa aman dan nyaman) 2. Dokumentasikan prosedur

Membantu pasien posisi Lithotomi/dorsal recumbentPengertian Tujuan : Membaringkan pasien dengan posisi telentang dengan kedua paha diangkat dan ditarik ke arah perut, sedangkan tungkai bawah membuat sudut 90 terhadap paha :

Mempermudah tindakan pemeriksaan daerah genetalia Memudahkan proses persalinan Memudahkan pemasangan AKDR (Alat Kontasepsi Dalam Rahim)

I. Tahap persiapan A.Persiapan pasien 1. Perkenalan diri 2. Meminta pengunjung / keluarga meninggalkan ruangan 3. Menjelaskan tujuan 4. Menjelaskan langkah/ prosedur yang akan dilakukan

B.Persiapan alat Tempat tidur khusus pemeriksaan kebidanan. (gynaecology bed) Selimut atau kain penutup

II. Tahap pelaksanaan 1. 2. Pasien berbaring telentang dan pakaian bagian bawah dibuka Kedua kaki ditekuk dan dibantu oleh perawat untuk meletakkannya pada penahan lutut

III. Tahap akhir 1. 2. Evaluasi perasaan pasien (merasa aman dan nyaman) Dokumentasikan prosedur

System muskuloskletal Page 4

POSISI ORTOPNEA Pengertian Posisi ortopnea merupakan adaptasi dari posisi Fowler tinggi, klien duduk di tempat tidur atau di tepi tempat tidur dengan meja yang menyilang di atas tempat tidur.

Tujuan 1. Membantu mengatasi masalah kesulitan pernapasan dengan memberikan ekspansi dada maksimum. 2. Membantu klien yang mengalami masalah ekshalasi. Persiapan alat 1. Tempat tidur. 2. Bantal kecil. 3. Gulungan handuk. 4. Bantalan kaki. 5. Sarung tangan (jika diperlukan) Prosedur pelaksanaan 1. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan, bila diperlukan. Menurunkan transmisi mokroorganisme. 2. Minta klien untuk memflesikan lutut sebelum kepala di naikkan mencegah klien melorot ke bawah saat kepala di naikkan. 3. Naikkan kepala tempat tidur 90 4. Letakkan bantal kecil diatas meja yang menyilang diatas tempat tidur (overbed table). 5. Letakkan bantal di bawah kaki, mulai dari lutut sampai tumit . memberikan landasan yang lebar, lembut, dan fleksibel; mencegah ketidaknyamanan akibat adanya hiperkstensi lutut dan tekanan pada tumit.

System muskuloskletal Page 5

6. Pastikan tidak terdapat tekanan pada area polipliteal dan lutut dalam keadaan fleksi. Mencegah terjadinya kerusakan pada persyarafan dan dinding vena. Fleksi lutut membantu klien untuk tidak melorot kebawah. 7. Letakkan gulungan handuk di samping masing masing paha. Mencegah rotasi eksternal dari pinggul. 8. Topang telapak kaki klien dengan menggunakan bantalan kaki. Mencegah fleksi plantar. 9. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan . 10.Dokumentasikan tindakan.

POSISI TERLENTANG (SUPINASI) Pengertian Posisi terlentang adalah posisi klien berbaring telentang dengan kepala dan bahu sedikit elevasi denghan menggunakan bantal.

Tujuan 1. Untuk klien pascaoperasi denghan anestesi spinal. 2. Mengatasi masalah yang timbul akibat pemberian posisi pronasi yang tidak tepat. Persiapan alat 1. Tempat tidur 2. Bantal angin 3. Gulungan handuk 4. Bantalan kaki 5. Sarung tangan (jika perlu) Prosedur pelaksanaan 1. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan jika diperlukan . menurunkan transmisi mikroorganisme. System muskuloskletal Page 6

2. Baringkan kliuen telentang mendatar di tengah tempat tidur . menyiapkan klien untuk posisi yang tepat. 3. Letakan kepala di bawah kepala dan bahu klien.mencegah hiperekstensi leher. 4. Letakkan bantal kecil di bawah punggung pada kurva lumbal, jika ada celah disana. Bantal akan menyangga kurva lumbal dan mencegah terjadinya fleksi lumbal. 5. Letakkan bantal di bawah kaki, mulai dari lutut sampai tumit. Memberikan landasan yang lebar, lembut dan fleksibel; mencegah ketidaknyamanan akibat adanya hiperekstensi lutut dan tekanan pada tumit, serta mengurangi lordosis tumbal. 6. Topang telapak kaki klien dengan menggunakan bantalan kaki. Mencegah fleksi plantar. 7. Jika klien tidak sadar atau mengalami paralisis ekstremitas atas, elevasikan tangan dan lengan bawah (bukan lengan atas) dengan mengguanakan bantyal Posisi ini akan mencegah terjadinya edema dan memberikan kenyamanan. Bantal tidak diletakkan di bawah lengan atas karena dapat menyebabkan terjadinya fleksi bahu 8. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan 9. Dokumentasi

POSISI TELUNGKUP (PRONASI) Pengertian: posisi klien berbaring di atas abdomen dengan kepala menoleh ke samping

Tujuan: Memberikan ekstensi penuh pada persendian pinggul dan lutut Mencegah fleksi kontraktur dari persendian pinggul dan lutut

System muskuloskletal Page 7

Membantu drainase dari mulut sehingga berguna bagi klien pascaoperasi mulut atau tenggorokan

Persiapan alat Tempat tidur Bantal kecil Gulungan handuk Sarung tangan

Prosedur pelaksanaan 1. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan (menurunkan transmisi mikroorganisme) 2. Baringkan klien terlentang mendatar di tengah tempat tidur 3. Gulingkan klien dan posisikan lengan dekat dengan tubuhnya disertai siku lurus dan tangan di atas paha. Posisikan tengkurap di tengah tempat tidur yang datar 4. Putar kepala klien ke salah satu sisi dan sokong dengan bantal. Jika banyak drainase dari mulut, mungkin pemberian bantal dikontraindikasikan. Hal ini mencegah fleksi lateral leher.Hindari meletakkan bantal dibawah bahu untuk mencegah peningkatan resiko lordosis lumbal. 5. Letakkan bantal kecil di bawah abdomen pada area antara diafragma (payudara pada wanita) dan Krista iliaka. Hal ini mencegah hiperekstensi kurva lumbal, kesulitan pernafasan, penekanan pada payudara wanita. 6. Letakkan bantal di bawah kaki, mulai lutut sampai tumit mengurangi fleksi plantar, memfleksikan lutut sehingga memberikan kenyamanan dan mencegah tekanan yang berlebihan pada patella 7. Jika klien tidak sadar atau mengalami paralisis ekstremitas atas, elevasikan tangan dan lengan bawah (bukan lengan atas) dengan mengguanakan bantal. 8. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan 9. Dokumentasi

System muskuloskletal Page 8

POSISI LATERAL (SIDE-LYING)

Pengertian: posisi klien berrbaring pada salah satu posisi bagian tubuh dengan kepala menoleh kesamping.

Tujuan: Mengurangi lordosis dan meningkatkan kelurusan punggung Baik untuk posisi tidur dan istirahat Membantu menghilangkan tekanan pada sacrum dan tumit Persiapan alat Tempat tidur Bantal kecil Gulungan handuk Sarung tangan Prosedur pelaksanaan 1. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan 2. Baringkan klien terlentang mendatar di tengah tempat tidur 3. Gulingkan klien hingga posisinya miring 4. Letakkan bantal dibawah kepala dan leher klien 5. Fleksikan bahu bawah dan posisikan kedepan sehingga tubuh tidak menopang pada bahu tersebut 6. Letakkan bantal dibawah lengan atas 7. Letakkan bantal dibawah paha dan kaki atas sehingga ekstremitas bertumpu secara parallel dengan permukaaan tempat tidur 8. Letakkan bantal guling di belakang punggung untuk menstabilkan posisi 9. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan System muskuloskletal Page 9

10.Dokumentasi

POSISI SIMS Pengertian: posisi klien berbaring pada pertengahan antara posisi lateral dan posisi pronasi. Pada posisi ini lengan bawah ada di belakang tubuh klien, sedangkan lengan atas ada di depan tubuh klien

Tujuan: Memfasilitasi drainase dari mulut pada klien tidak sadar Mengurangi penekanan pada sacrum dan trochanter mayor pada klien yang mengalami paralisis Memudahkan pemeriksaan dan perawatan area pe