Penuntun Praktikum Biomol 2015

download Penuntun Praktikum Biomol 2015

of 30

  • date post

    23-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    12
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Penuntun

Transcript of Penuntun Praktikum Biomol 2015

  • MODUL BIOLOGI MOLEKULER

    2015

    Drs. Yurnadi M.Kes.03/13/2008

    Goal Isolation DNA : To isolate DNA from the cell The Cell and Its Organels

    FAKULTAS KEDOKTERAN DAN

    ILMU KESEHATAN

    UNIVERSITAS BENGKULU

    2015

  • 2

    PENUNTUN PRAKTIKUM

    KIMIA

    MODUL BIOLOGI MOLEKULER

    FAKULTAS KEDOKTERAN DAN

    ILMU KESEHATAN

    UNIVERSITAS BENGKULU

    2015

  • 3

    KARBOHIDRAT

    1. Tes Molisch

    Tujuan : Merupakan test umum karbohidrat

    Prinsip :

    Karbohidrat dengan asam sulfat pekat menghasilkan senyawa furfural. Senyawa

    furfural dengan pereaksi alfa naftol menghasilkan senyawa yang berwarna ungu.

    Hasil negatif merupakan suatu bukti bahwa tidak ada karbohidrat.

    Alat dan Bahan :

    Alat :

    1. Tabung reaksi 2. Rak tabung reaksi 3. Tabung Ukur 4. Pipet tetes

    Bahan :

    1. Larutan Sampel (Monosakarida, disakarida, polisakarida) 2. Pereaksi Molisch 3. Asam Sulfat Pekat

    Cara kerja :

    2 ml larutan monosakarida dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan diberikan 3 tetes

    pereaksi Molisch. Kocoklah. Miringkan tabung tsb sekitar 45 derajat, kemudian

    tambahkan dengan hati-hati 1 ml asam sulfat pekat melalui dinding tabung reaksi itu,

    sehingga tak bercampur. Jangan dikocok. Reaksi positif ditandai oleh pembentukan

    suatu cincin berwarna ungu pada batas antara kedua lapisan cairan.

    Ulangi percobaan dengan satu larutan disakarida dan satu larutan polisakarida.

    2. Tes Benedict Tujuan:

    Mengetahui sifat reduksi karbohidrat

    Prinsip : Larutan tembaga dalam suasana basa akan direduksi oleh gula yang mempunyai

    gugus aldehida atau keton bebas, sehingga akan terbentuk endapan kupro-oksida yang

    berwarna merah.

    Larutan Benedict mengandung kupri sulfat, natrum karbonat, dan natrium sitrat.

    Alat dan Bahan :

    Alat :

    1. Tabung reaksi 2. Rak tabung reaksi

  • 4

    3. Pipet tetes 4. Penangas Air 5. Penjepit tabung reaksi

    Bahan :

    1. Larutan Sampel (glukosa, laktosa, maltose dan sukrosa) 2. Larutan Benedict

    Cara kerja :

    Masukkan 1 ml larutan Benedict ke dalam tabung reaksi. Tambahkan 2 mL larutan

    glukosa atau fruktosa. Masukkan ke dalam penangas air mendidih selama 3 menit,

    dinginkan perlahan-lahan. Perhatikan apakah ada endapan yang terbentuk. Adanya

    endapan menandakan reaksi positif. Ulangi percobaan terhadap larutan laktosa atau

    malltosa, dan sukrosa.

    3. Modifikasi tes Barfoed

    Tujuan :

    Membedakan monosakarida dan disakarida.

    Prinsip :

    Tes ini untuk mendeteksi adanya monosakarida. Reaksi Barfoed berlangsung dalam

    suasana asam. Reagen Barfoed mengandung larutan kupri asetat dan asam laktat.

    Dengan penambahan larutan fosfomolibdat, larutan monosakarida akan memberikan

    warna biru tua, sedangkan larutan disakarida akan memberikan warna biru muda.

    Alat dan Bahan :

    Alat :

    1. Tabung reaksi 2. Rak tabung reaksi 3. Tabung Ukur 4. Pipet tetes 5. Penangas Air 6. Penjepit tabung reaksi

    Bahan :

    1. Larutan Sampel (glukosa, laktosa, maltose dan sukrosa) 2. Aquadest 3. Larutan Barfoed 4. Pereaksi Fosfomolibdat

    Cara kerja :

    10 tetes larutan glukosa + 10 tetes akuades ke dalam tabung reaksi, kemudian

    tambahkan 1 ml larutan Barfoed .Panaskan dalam penangas air mendidih selama tiga

    menit. Dinginkan dalam gelas kimia yang berisi air selama tiga menit. Tambahkan 1

    ml pereaksi fosfomolibdat. Warna biru tua menunjukan adanya monosakarida.

    Ulangi percobaan terhadap larutan sukrosa, laktosa, dan air sebagai blanko.

  • 5

    4 Tes Selliwanoff Tujuan :

    Membedakan karbohidrat yang mempunyai gugus keto dan aldehid

    Prinsip : Karbohidrat atau turunannya (4-hidroksi metil furfural) dengan resorsinol

    menghasilkan senyawa yang berwarna merah.

    Alat dan Bahan :

    Alat :

    1. Tabung reaksi 2. Rak tabung reaksi 3. Tabung Ukur 4. Pipet tetes 5. Penangas Air 6. Penjepit tabung reaksi

    Bahan :

    1. Larutan Sampel (glukosa, fruktosa dan sukrosa) 2. Pereaksi Selliwanoff

    Cara Kerja :

    Masukan 2 ml larutan glukosa ke dalam tabung reaksi. Tambahkan 2 ml pereksi

    Selliwanoff. Campur dan panaskan dalam penangas air mendidih selama 30 60 detik. Perhatikan warna yang terjadi. Ulangi percobaan ini terhadap larutan fruktosa

    dan sukrosa .

    LIPID

    Tes Hubl

    Tujuan :

    Mengetahui ikatan tak jenuh dalam suatu lipid.

    Prinsip :

    Lipid dapat mengalami reaksi adisi. Untuk menentukan adanya ikatan rangkap,

    sampel direaksikan dengan larutan Hubl. Berkurangnya warna merah larutan Hubl,

    menunjukan adanya ikatan rangkap.

    Alat dan Bahan :

    Alat :

    1. Tabung reaksi 2. Rak tabung reaksi 3. Tabung Ukur 4. Pipet tetes 5. Penangas Air 6. Penjepit tabung reaksi

    Bahan :

  • 6

    1. Kloroform 2. Minyak goreng 3. Larutan mentega 4. Larutan Hubl

    Cara kerja :

    Sediakan tiga tabung reaksi.

    Ke dalam tabung I, masukkan 2 mL kloroform,

    Ke dalam tabung II, masukkan 1,5 ml kloroform + 10 tetes minyak

    Ke dalam tabung III, masukkan 10 tetes larutan mentega dalam 1,5 ml kloroform

    Masukkan ke dalam ke-3 tabung tersebut, 2 tetes larutan Hubl, kocok dan setelah 5

    menit bandingkan warna yang terbentuk pada tiap tabung.

    PROTEIN

    1. Reaksi Biuret

    Tujuan :

    Mengetahui adanya ikatan peptida pada protein. Percobaan ini merupakan test umum

    untuk mengetahui adanya protein.

    Prinsip :

    Proten dengan tembaga hidroksida membentuk kompleks berwarna ungu.

    Alat dan Bahan :

    Alat :

    1. Tabung reaksi 2. Rak tabung reaksi 3. Tabung Ukur 4. Pipet tetes

    Bahan :

    1. Larutan sampel (Albumin, kasein, dan gelatin) 2. NaOH (5%) 3. Larutan CuSO4 4. Minyak goring 5. Larutan mentega

    Cara kerja :

    2 ml larutan albumin dicampur dengan 2 ml NaOH (5%) dan tambahkan

    5 tetes larutan CuSO4 , kocok. Ulangi percobaan ini dengan larutan

    kasein dan gelatin.

    2.Reaksi Millon

    Tujuan :

    Untuk mengetahui gugus mono hidroksi benzen dalam sampel protein.

  • 7

    Prinsip :

    Reaksi ini bergantung adanya derivat mono hidroksi benzen seperti tirosin dan fenol.

    Alat dan Bahan :

    Alat :

    1. Tabung reaksi 2. Rak tabung reaksi 3. Tabung Ukur 4. Pipet tetes 5. Penangas Air 6. Penjepit tabung reaksi

    Bahan :

    1. Larutan sampel (Albumin, kasein, dan gelatin) 2. Reagen Millon

    Cara kerja :

    Dalam tabung reaksi, campurkan 2 mL albumin dangan 3 tetes reagen Millon.

    Panaskan 5 menit. Adanya endapan merah menunjukan positip reaksi Millon. Ulangi

    percobaan dengan gelatin dan kasein.

    3. Pengaruh alkohol terhadap protein.

    Tujuan :

    Mengetahui pengaruh alkohol terhadap protein.

    Prinsip : Protein dapat membentuk presipitat dengan alkohol. Penambahan air, dapat

    menyebabkan protein akan jernih kembali. Percobaan ini menunjukan sifat

    reversibilitas protein.

    Alat dan Bahan :

    Alat :

    1. Tabung reaksi 2. Rak tabung reaksi 3. Tabung Ukur 4. Pipet tetes

    Bahan :

    1. Larutan sampel (Albumin, kasein, dan gelatin) 2. Alkohol 3. Aquadest

    Cara kerja : 2 ml larutan albumin dicampur dengan 3 ml alkohol, kemudian tambahkan 5 ml air.

    Percobaan diulangi terhadap gelatin kasein.

  • 8

    Bagan untuk lab test

    PENENTUAN KADAR PROTEIN DENGAN METODA BIURET

    1. Pendahuluan :

    Di alam protein terdapat dalam 3 ( tiga ) bentuk, yaitu ;

    a. Protein bebas.

    b. Protein yang tidak terlarut , terdapat dalam tulang, otot, rambut dan

    gumpalan darah.

    c. Protein terlarut, terdapat banyak dalam bahan pangan seperti susu,

    telur dan daging.

    Kadar protein terlarut dapat ditentukan berdasarkan pada berbagai metoda, misalnya : titrasi

    formol, spektrofotometri dan sebagainya. Teknik spektrofotometri yang biasa digunakan

    untuk analisis protein antara lain adalah dengan metode biuret.

    2. Prinsip Reaksi

    Dalam suasana basa, zat yang mengandung dua atau lebih ikatan peptida dapat membentuk

    kompleks berwarna ungu jika direaksikan dengan garam tembaga (pereaksi biuret)

    SAMPEL

    1 mL NaOH + 2 tetes CuSO4

    KARBOHIDRAT PROTEIN

    UNGU

    1. Millon

    2. Alkohol

    BIRU

    1. Molisch 2. Barfoed 3. Benedict

    4. Seliwanoff

  • 9

    3. Tujuan

    Untuk menentukan kadar protein terlarut dengan metode biuret

    4. Bahan & Alat

    Larutan protein yang diselidiki (larutan sampel) dan larutan standar protein

    Pereaksi biuret

    Tabung reaksi 20 ml

    Spektrofotometer

    Kuvet

    5. Cara kerja

    a. Persiapan larutan standar dan blanko

    1. Masukkan campuran berikut ke dalam tabung reaksi 20 ml :

    2. Tentukan konsentrasi standar protein yang baru dan masukkan datanya

    ke dalam tabel di atas.

    b. Persiapan alat spektrofotometer

    1. Panaskan spektrofotometer 30 menit sebelum digunakan

    2. Atur nilai absorban menjadi nol

    3. Atur panjang gelombang pada 550 nm

    4. Masukkan larutan tabung no. 1 ke dalam kuvet (sebagai larutan blanko)

    dan letakkan kuvet pada alat spektrofotometer

    5. Atur nilai absorban blanko menjadi 0 (100% t