Penuntun Praktikum Biokimia Semester 2

download Penuntun Praktikum Biokimia Semester 2

of 32

  • date post

    22-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    76
  • download

    6

Embed Size (px)

description

Biokimia II

Transcript of Penuntun Praktikum Biokimia Semester 2

PENUNTUN PRAKTIKUM BIOKIMIA II

PENUNTUN PRAKTIKUM BIOKIMIA II

Protein

PROGRAM STUDI KIMIAFAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGIUNIVERSITAS JAMBI2015

ATURAN UMUM LABORATORIUM BIOKIMIAPROGRAM STUDI KIMIA FST-UNJA

Selama mengikuti Praktikum Biokimia II, peserta diwajibkan untuk :1. Mempersiapkan diri, dengan :a. Menggunakan jas lab dan sepatu tertutup selama praktikumb. Menyiapkan jurnal/catatan praktikum dan laporanc. Memahami Material Safety Data Sheet (MSDS) dari bahan-bahan kimia yang akan digunakan pada percobaan sebelum memulai praktikumd. Membawa kain lap, tissue gulung, sikat tabung, sabun cuci air dan korek api.

2. Bertanggung jawab terhadap peralatan yang digunakan:a. Meminjam peralatan gelas yang selanjutnya disimpan di lemari praktikumb. Mengecek ulang peralatan tambahan dan mengembalikan alat-alat yang dipinjam harian setelah selesai melakukan praktikum. Apabila tidak mengembalikan alat pada saat itu, maka alat tersebut dianggap hilang/pecah dan dimasukkan ke dalam daftar alat yang harus diganti di akhir semester.c. Mengganti peralatan yang hilang/pecah di akhir semester dengan menyertakan bon pembelian.

3. Menjaga kebersihan ruang kerja dan lingkungan Laboratoriuma. Menjaga kebersihan alat dan meja kerjab. Tidak membuang batu didih atau padatan ke dalam washbakc. Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, terutama tissue yang digunakan selama praktikumd. Membuang limbah logam berat dan limbah pelarut organik pada tempat yang sudah disediakane. Mematikan keran air dan api/gas setelah selesai digunakanf. Menanyakan hal-hal mengenai keselamatan dan keamanan kerja di lab kepada ASISTEN, PETUGAS LAB, atau PEMIMPIN PRAKTIKUM jika ada keraguan.

ATURAN KHUSUS PRAKTIKUM BIOKIMIA

Selama mengikuti praktikum Biokimia II, peserta diwajibkan untuk :1. Datang tepat waktua. Setiap keterlambatan berakibat pengurangan nilai praktikum hingga tidak boleh mengikuti praktikumb. Tanpa jas lab dan jurnal yang telah ditulis, praktikan tidak dapat mengikuti percobaan saat ituc. Pengecualian dimungkinkan dengan izin pemimpin praktikum.

2. Mengerjakan seluruh modul percobaan dengan tertiba. Jika percobaan memerlukan tahapan dan waktu yang panjang, masing-masing asisten akan membagi praktikan ke dalam sub-sub kelompokb. Masing-masing praktikan mencatat seluruh hasil percobaan di jurnalnyac. Setiap praktikan wajib membuat laporan yang berisi pendahuluan, hasil dan pembahasan dan dikumpulkan ke asisten pada hari yang samad. Penggunaan komputer/notebook hanya pada saat analisis hasil percobaan

3. Hak-hak praktikana. Setiap praktikan berhak mengerjakan setiap modul percobaan, tetapi jika peralatan dan zat-zat kimia terbatas, modul percobaan dilaksanakan oleh beberapa orang praktikan secara bersama-samab. Masing-masing praktikan berhak mendapatkan penjelasan mengenai percobaan yang sedang dikerjakan dari asisten atau pemimpin praktikumc. Hasil tes awal setiap percobaan akan dikembalikan ke praktikan setelah dikoreksi.

PERCOBAAN 1Pengenalan Metoda Aseptik dan teknik dasar mikrobiologi

PendahuluanPenelitian pada bidang biokimia, umumnya melibatkan berbagai pengerjaan yang berkaitan dengan mikroba, baik itu bakteri maupun fungi sehingga sangat diperlukan kemampuan dasar bekerja secara aseptic. Pada prinsipnya bekerja secara aseptik adalah bekerja dengan teknik steril. Jadi setiap langkah pekerjaan diusahakan tidak membawa mikroorganisme lain selain yang kita inginkan. Untuk mencapai tujuan ini, semua peralatan, bahan-bahan kimia (termasuk media pertumbuhan dan air), meja kerja dan tangan kita harus disterilkan terlebih dahulu. Sterilisasi dilakukan dengan beberapa metode diantaranya menggunakan autoclave dengan suhu 121 C selama 15 menit,menggunakan sinar UV serta penggunaan alcohol 70% untuk tangan dan alat kerja lainnya.Teknik dasar mikrobiologi yang harus diketahui adalah inokulasi mikroba. Inokulasi adalah pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Inokulasi dilakukan dalam kondisi aseptik, yakni kondisi dimana semua alat yang ada dalam hubungannya dengan medium dan pengerjaan, dijaga agar tetap steril. Hal ini untuk menghindari terjadinya kontaminasi. Ruang tempat penanaman bakteri harus bersih dan keadannya harus steril agar tidak terjadi kesalahan dalam pengamatan atau percobaaan. Beberapa teknik inokulasi yang biasa dilakukan diantaranya: metode gores; metode tebar; metode tuang; dan metode tusuk. ALAT DAN BAHAN Percobaan 1. Alat-alat:2 buah cawan petri kosong steril2 buah tabung reaksi yang berisi 8-10 mL medium pertumbuhan padat3 buah awan petri yang berisi medium padat2 buah tabung reaksi kosong steril2 buah tabung reaksi berisi agar miringKapas bebas lemak dengan atau tanpa busaJarun oseBatang LPipet ukut 1 mLRak tabung reaksiPipet mikro dan TipGelas kimia 100 mLWadah tempat menyimpan alat habis pakai yang mengandung desinfektan

2. Bahan-bahan:Medium pertumbuhanLuria Bertani (LB) Padat : Yeast eksrak 0,5%, Tripton 1%, NaCl 1%, Bacto agar 2%Kultur E. coliEtanol 70%

Prosedur PERCOBAAN:Pada percobaan ini akan dipelajari cara menyimpan medium padat dalam cawan petri, menggunakan jarum ose, dan batang L. Siapkan meja dengan cara membasahi diikuti dengan pengusapan meja dengan etanol 70%. Nyalakan Bunsen dan atur api sehingga berwarna biru.1. Menyiapkan media padat dalam cawan petriSiapkan cawan petri kosong steril dan tabung reaksi yang berisi 8-10 mL media padat steril. Atur agar api berada diantara cawan petri dan tabung yang berisi media. Buka cawan petri dari pembungkusnya (hati-hati) jangan sampai cawan petri bagian atas dan bagian bawah terbuka.Ambil 1 tabung reaksi berisi media padat (cek suhu), pegang tabung dengan tangan kanan, buka tutup tabung dengan kelingking dan jari manis tangan kiri. Segera panaskan mulut tabung di api, buka tutup cawan petri dengan ibu jari tangan kiri (tutup tabung tetap terjepit di jari kiri). Kemudian tuang isi tabung ke dalam cawan petri dan segera tutup kembali . Panaskan kembali mulut tabung sebelum ditutup. Ulang teknik ini untuk pasangan cawan petri kosong dan media padat dalam tabung yang lain. Untuk mengetahui keberhasilan teknik aseptic anda inkubasi cawan petri ini pada 37C semalam, amati apakah ada perkembangan mikroorganisme. 2. Menggunakan jarum oseSiapkan agar miring, kultur murni, media padat dalam cawan petri dan jarum ose. Atur meja kerja supaya agar miring dan kultur berada di sebelah kiri api, sedangkan jarum ose dan media padat ( dalam cawan petri) ada di sebelah kanan api.Ambil tabung yang berisi kultur murni dengan tangan kiri, buka tutup tabung dengan menjepitnya diantara kelingking dan jari manis tagan kanan, segera panaskan mulut tabung. Dengan jari telunjuk dan ibu jari tangan kanan, ambil jarum ose dan segera panaskan hingga membara, dinginkan sesaat pada media padat di dalam cawan petri, ambil kultur dengan jarum ose, segera panaskan mulut tabung dan segera tutup. Letakkan kembali tabung yang berisi kultur murni pada rak. Ambil tabung yang berisi agar miring, buka tutup tabung, panaskan mulutnya dan segera gesekkan ujung ose diatas agar dimulai dari arah bagian dasar tabung kearah mulut tabung. Segera panaskan mulut tabung dan tutup kembali. Panaskan jarum ose setelah dipakai hingga membara, tempatkan pada raknya. Ulangi percobaan ini untuk media agar miring lainnya. Inkubasi tabung yang berisi agar miring yang sudah diinokulasi pada 37 C, amati keesokan harinya.

3. Menggunakan Batang LSiapkan media padat dalam cawan petri, pipet ukur, filler cuplikan air, 50 mL etanol 70% dan batang L atur agar media padat, pipet ukur dan cuplikan air berada di sebelah kiri api sedangkan filler, etanol dan batang L disebelah kanan api.Siapkan filler agar segera dapat digunakan. Buka pembungkus pipet ukur bagian pangkal, sambungkan degan filler. Pegang pipet berfiller dengan tangan. Ambil tabung berisi cuplikan air dengan tangan kiri, buka tutupnya ( dengan menjepitnya dengan kelingking dan jari manis tangan kanan), panaskan mulut tabung, pipet 0,1 mL air, panaskan mulut tabung, segera tutup. Letakkan pipet ke dalam wadah habis pakai yang megandung desinfektan. Ambil batang L, celupkan bagian pendeknya di dalam etanol, lewatkan pada api untuk menghilangkan alcohol tersebut, dinginkan sesaat di media agar, kemudian gesekkan batang L di atas cuplikan air ( dari tepi cawan ke arah tengah) sambil memutar petri searah jarum jam agar cuplikan merata di seluruh permukaan media. Inkubasi cawan petri ini pada suhu 37 C semalaman, amati adanya pertumbuhan mikroba.Jangan lupa memberi nama, tanggal percobaan, dan keterangan sampel lainnya sebelum menyimpan di dalam incubator.

Perhatian!!Setelah selesai bekerja dengan mikroba, jangan lupa untuk mensterilkan kembali meja dan semua peralatan dan bahan habis pakai yang telah digunakan. Buang sampah di tempat khusus (yang mengandung desinfektan)PertanyaanAmati dan hitung jumlah koloni yang tumbuh pada masing-masing kultur.

Tugas pendahuluan1. Sebukan dan jelaskan nutrisi yang harus ada pada media pertumbuhan mikroba!2. Jelaskan yang dimaksud dengan kultur murni dan kuktur campuran?3. Sebutkan 3 macam medium pertumbuhan bakteri beserta fungsinya!

Daftar PustakaCrueger, Wulf, and A. Grueger, 1984, Biotechnology A Textbook of Industrial Microbiology, Science Tech., Inc., USA

PERCOBAAN 2Uji kualitatif zat pemanis buatanPendahuluanPemanis buatan merupakan bahan tambahan pangan yang dapat memberikan rasa manis pada pangan, tetapi tidak memiliki nilai gizi. Bahan pemanis ini adalah hasil buatan manusia dan tidak diproduksi secara alamiah. Pemanis buatan yang telah dikenal dan banyak digunakan adalah sakarin dan siklamat. Pedagang kecil dan industry rumahan seringkali menggunakan pemanis buatan karena dapat menghemat biaya produksi.Beberapa pemanis buatan yang dikenal dan banyak ditambahkan pada makanan dan minuman adalah