PENTINGNYA STANDAR MUTU BENIH TANAMAN HUTAN DI BENIH PENGERINGAN PENYIMPANAN. IPTEK PENANGANAN BENIH

download PENTINGNYA STANDAR MUTU BENIH TANAMAN HUTAN DI BENIH PENGERINGAN PENYIMPANAN. IPTEK PENANGANAN BENIH

If you can't read please download the document

  • date post

    19-Oct-2020
  • Category

    Documents

  • view

    1
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PENTINGNYA STANDAR MUTU BENIH TANAMAN HUTAN DI BENIH PENGERINGAN PENYIMPANAN. IPTEK PENANGANAN BENIH

  • PENTINGNYA STANDAR MUTU BENIH TANAMAN HUTAN DI INDONESIA

    ORASI PENGUKUHAN PROFESOR RISET BIDANG TEKNOLOGI PERBENIHAN TANAMAN HUTAN

    Y U L I A N T I BADAN PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN INOVASI

    KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN BOGOR, 2020

  • PENURUNAN FUNGSI HUTAN DAN LAHAN

    4,547,745 ha

    2,863,471 ha

    953,608 ha

    -

    5,000,000

    10,000,000

    15,000,000

    20,000,000

    25,000,000

    30,000,000

    35,000,000

    2006 2011 2013 2018

    Luas lahan kritis Indonesia tahun 2018 ( KLHK, 2018) : 14.006.450 ha

    hilangnya fungsi lahan sebagai : penahan air, pengendali erosi, siklus hara, pengatur iklim mikro daya retensi karbon

    1,849,636 ha 1,363,700 ha

    299,607 ha

    2,128,680 ha

  • PROGRAM REFORESTRASI DAN REHABILITASI LAHAN

    1,433,920 Ha

    617,027 Ha

    586,762 Ha

    565,045 Ha

    538,800 Ha

    2014 2015 2016 2017 2018

    Total : 5,644,868 Ha

    2,528,787,332 bibit

    - 1,000,000,000 2,000,000,000 3,000,000,000

    2014

    2015

    2016

    2017

    2018

    Total

    (Sumber : KLHK, 2018)

    Benih beredar

    Jaminan mutu bagi konsumen

  • Mutu Benih

    Mutu Fisik

    Mutu Fisiologis

    Kualitas Bibit

    30%-50% Mutu

    Genetik

    Produktivitas Tegakan

  • REGULASI

    SETIAP BENIH ATAU BIBIT YANG BEREDAR HARUS

    JELAS KUALITASNYA

    BENIH TANAMAN HUTAN KOMODITAS YANG

    DIPERJUAL BELIKAN NASIONAL MAUPUN

    INTERNASIONAL.

    UU No 12 Tahun 1992 tentang Budidaya Tanaman

    PP. No.44 Tahun 1995: Perbenihan Tanaman

    Permen LHK Nomor P.3/ Menlhk/ Setjen/ Kum.1/1/2020:

    Penyelenggaraan Perbenihan Tanaman Hutan.

    Jaminan mutu benih beredar

    Sertifikasi mutu benih

    Standar Mutu Benih

    11 JENIS WAJIB

    BERSERTIFIKAT

  • 11 jenis benihnya wajib berasal dari sumber benih bersertifikat :

    SK. Menhut Nomor: Sk.7O7lMenhut-II/2O13 Sk Menteri LHK Nomor SK. 548/ MenLHK/ PDASHL/ Das.2/10/2017

    JABON GMELINACENDANA MAHONI

    CEMPAKA

    SENGON KEMIRI PINUS GAHARU

    JATIKAYU PUTIH

  • Acuan pengujian mutu benih di tingkat Internasional menggunakan aturan

    ISTA (International Seed Testing Association).

    STANDAR PENANGANAN STANDAR PENGUJIAN

    Benih tanaman hutan di Indonesia beragam karakter yaitu tergolong rekalsitran, intermediate maupun

    ortodok.

    TERBATAS JENIS UNTUK TANAMAN

    HUTAN TROPIS

    KERAGAMAN JENIS TINGGI

    SNI

    STANDAR MUTU

  • Sertifikat Mutu Benih

    Jaminan mutu benih layak edar

    Standar Mutu Benih fisik

    fisiologis : 67 jenis

    Standar Penanganan benih generatif : 96 jenis

    Standar pengujian mutu fisik

    fisiologis :86 jenis

    La b

    o ra

    to ri

    u m

    p e

    n gu

    ji an

    /l em

    b ag

    a ya

    n g

    m en

    ge lu

    ar ka

    n se

    rt if

    ik at Investasi

    SNI

    Produktivitas tegakan

  • PERKEMBANGAN IPTEK PERBENIHAN TANAMAN HUTAN

    Perubahan paradigma

    Hutan alam Hutan tanaman

  • PERIODE PENGGUNAAN BENIH ASALAN ( SEBELUM TAHUN 1991)

    Produktivitas hutan alam rendah (rata-rata riap

    1,1m3/ha/tahun)

    2600 juta m3/thn s/d tahun 2030

    Pembangunan HT pada periode tahun 1965-1980 :

    ± 21 juta ha

    Luas HTI s/d tahun 1990 mencapai ± 3,7 juta ha

    (Indonesia)

    Benih yang belum ditingkatkan kualitasnya

  • Laju pembangunan hutan tanaman di dunia periode 1990-2010 rata-rata 4,4 juta ha/tahun

    Pinus

    USA

    Ekaliptus

    Brazil

    Jati

    Asia

    Riap volume

  • Ekaliptus

    Eksplorasi

    Import Sumber benih

    Mangium

    Target penanaman s/d 2010 : 6,2 juta ha

    Mutu Genetik

    Mutu Fisik

    Mutu Fisiologis ISTA

    Produktivitas

    KBS F1 A. mangium meningkatkan riap

    volume antara 15%-45% (Foto: Budi Leksono)

    KBS F1 Eucalyptus pellita meningkatkan riap volume

    hingga 26 % (Foto: Budi Leksono)

    PERIODE PENGGUNAAN AWAL BENIH BERKUALITAS ( TAHUN 1991-2011)

  • PENELITIAN PENANGANAN BERBAGAI KARAKTER BENIH

    IPTEK PERBENIHAN

    BENIH BERMUTU

    PENINGKATAN PRODUKTIVITAS 33%-55% ALTERNATIF PENGHASIL KAYU

    Buku, SK, Peraturan dan SNI

    PEMULIAAN POHON

    TEKNIK SILVIKUTUR

    LITBANG PENGUJIAN MUTU BENIH : KADAR AIR, KEMURNIAN, BERAT BENIH, DAYA

    BERKECAMBAH ,VIGOR BENIH

    PENYUSUNAN KONSEP STANDAR PENANGANAN , PENGUJIAN DAN MUTU

    BENIH

    TEKNOLOGI PENANGANAN

    BENIH

    PERIODE PENGGUNAAN BENIH BERSERTIFIKAT(SETELAH TAHUN 2011)

  • 8 Jenis tanaman di awal penyusunan standar mutu benih

    E. deglupta A. mangium G. arborea T. grandis

    S. macrophylla F. mollucana P. merkusii E. urophylla

  • KONSEP STANDAR PENANGANAN , PENGUJIAN DAN

    MUTU BENIH

    8 jenis

    96 jenis

    0

    20

    40

    60

    80

    100

    120

    2000 2014

    SERTIFIKASI MUTU BENIH

    BENIH LAYAK EDAR

    BENIH BERMUTU

    REKALSITRAN, 28

    ORTODO K, 34

    INTERM EDIATE,

    34

  • INOVASI SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN STANDAR MUTU FISIK–FISIOLOGIS

    BENIH TANAMAN HUTAN

  • KARAKTER BENIH MORFOLOGI BUAH DAN BENIH

    PENANGANAN BENIH

    STANDAR PENANGANAN

    FISIK BENIH

    FISIOLOGIS BENIH

    SELEKSI DAN SORTASI BENIH

    IPTEK PENANGANAN BENIH

    PERKECAMBAHAN

    INDIKATOR KEMASAKAN

    EKSTRAKSI BENIH

    PENGERINGAN

    PENYIMPANAN

  • IPTEK PENANGANAN BENIH

    Pengumpulan buah Ekstraksi kering/basah

    Kemurnian Pengelolaan KA

    Pengumpulan dengan cara memanjat lebih tepat untuk menghindari penurunan mutu benih

    Ekstraksi kering buah polong ( sengon , mangium) dan ekstraksi basah buah berdaging ( mimba,jabon)

    Benih berukuran besar serta mudah untuk dibedakan, kemurnian mendekati 100% (khaya, mahoni),

    Berkaitan dengan teknik pengemasan serta penyimpanan benih. Ortodok : 4%-8% Intermediate : 8%-12% Rekalsitrant: > 20 %

  • Peningkatan mutu fisiologis benihINVIGORASI

    IPTEK PENANGANAN BENIH

    Priming

    Hydropriming/ Hidrasi-dehidrasi

    Matricondioning Osmoconditioning

    Perlakuan priming yang tepat mampu meningkatkan Daya berkecambah 20%-30%, KCT & KsT 15%-20%

    Viabilitas Benih Tusam meningkat

    50 % setelah disimpan 6 bulan

    Dapat diterapkan : Benih simpan Vigor menurun

    Efektivitas tergantung : Jenis Daya berkecambah awal tipe dormansi benih

  • H A

    M A

    & P

    EN YA

    K IT

    PA

    D A

    B EN

    IH PENGUMPULAN

    PROSESING

    PENYIMPANAN

    Pengendalian : Biopestisida & bioinsektisida Menjaga kebersihan ruang simpan benih Menjaga suhu ruangan antara 4°C-6°C Kelembaban berkisar 40%-50%

    KESEHATAN BENIH

    Kualitas benih Viabilitas benih Vigor bibit Menghambat pertumbuhan bibit

  • 1. Pematahan dormansi 2. Pengujian viabilitas 3. Pengujian vigor

    IPTEK PENGUJIAN BENIH

    Benih tanaman hutan tropis

    BUDIDAYA (Commercial seed)

    Standar pengujian

    Pengujian Mutu Fisik

    Pengujian Mutu Fisiologis

    1. Penarikan contoh 2. Berat contoh kirim 3. Pengujian kadar air 4. Analisis kemurnian 5. Berat 1000 butir

    benih

  • Standar Mutu Fisik-Fisiologis

    Tiga Kelas Mutu : Mutu P (Pertama) Mutu D (Kedua) Mutu T (ketiga)

    Syarat khusus : Daya berkecambah/ Viabilitas

    Syarat Umum Kadar air Kemurnian Berat 1000 butir

    Benih halus seperti ekaliptus , kemurnian dan berat 1000 butir tidak dipersyaratkan

    Masa berlaku uji 3-12 bulan tergantung watak benih Masa berlaku hasil uji benih rekalsitrant hanya berlaku untuk satu kali pengujian

    Penetapan standar mutu bagi benih rekalsitran tidak mudah untuk diterapkan

    Lulus Lulus

    Penetapan standar mutu fisik-fisiologis

    SNI 7627:2014 Buku standar pengujian dan mutu benih tanaman hutan

    Rekalsitrant 8

    Intermediate 21Ortodok 38

    Penerapan standar mutu benih dapat berdampak secara ekonomi terhadap pembangunan kehutanan di Indonesia

  • STRATEGI PENERAPAN STANDAR MUTU BENIH DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN

  • IPTEK Perbenihan & Benih Bermutu Berkontribusi dalam Peningkatan Produktivitas Hutan

    Supply- demand

    benih bermutu

    Sumber benih

    terbatas

    Perkembangan IPTEK Penyesuaian

    Standar mutu benih

    Pembangunan KBS dan KBK

    Penanganan, pengujian dan mutu benih rekalsitran Penambahan jenis

    Industri benih kehutanan. Harga jual benih bersertifikat cukup tinggi Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK. 877 Tahun 2014 tentang Penetapan Harga Patokan Benih Tanaman Hutan.

    Target produksi kayu tahun 2030 : 362,5 juta m3 dari

    luasan 15,4 juta ha

    Penerapan standar mutu Sertifikasi

    Peningkatan Standar mutu fisik fisiologis (Mutu P,D