PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN ANALISIS

Click here to load reader

  • date post

    01-Nov-2021
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN ANALISIS

ABSTRAKSI
yang diukur menggunakan analisis laporan arus kas. Penelitian ini menggunakan
data sekunder, berupa laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba/rugi,
neraca, dan laporan arus kas PT Sri Rejeki Isman Tbk periode 2014-2018 yang
diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia dan website perusahaan. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan PT Sri Rejeki Isman Tbk
periode 2014-2018 tidak baik karena perusahaan belum dapat memenuhi
kewajiban lancar, pengeluaran modal dan hutang jangka panjang dengan tepat
waktu namun perusahaan dapat menutup biaya bunga dan membayar pajak dari
arus kas operasi yang dihasilkan perusahaan.
Kata Kunci : Kinerja Keuangan Perusahaan, Arus Kas
PENDAHULUAN
Perkembangan dalam era globalisasi saat ini membuat suatu perusahaan
dengan perusahaan lain bersaing begitu tinggi dan dituntut untuk lebih baik dari
tahun-tahun sebelumnya agar mampu bersaing dengan produk-produk lain. Begitu
pula dengan perkembangan suatu kinerja keuangan diberbagai perusahaan yang
mampu menyajikan laporan keuangan menjadi informasi yang menggambarkan
bagaimana suatu perusahaan memiliki kinerja yang baik. Oleh karena itu agar
perusahaan dapat bertahan dan bisa berkembang harus dapat mencermati kondisi
dan kinerja perusahaan maka di butuhkan analisis yang tepat.
Analisis laporan keuangan merupakan salah satu alat yang digunakan oleh
manajer untuk mencapai maksimalisasi nilai perusahaan dengan memaksimumkan
laba. Perusahaan perlu melakukan analisis laporan keuangan karena laporan
keuangan digunakan untuk menilai kinerja perusahaan dan digunakan untuk
melihat apakah perusahaan tersebut meningkat atau mengalami penurunan
sehingga perusahaan dapat mempertimbangkan keputusan yang akan diambil
untuk tahun yang akan datang sesuai dengan kinerja perusahaannya.
Menurut Carl, dkk (2000), banyak investor dan kreditor beranggapan
bahwa menilai kinerja keuangan perusahaan dapat dilihat dari besarnya laba yang
dicapai perusahaan. Ketika laba tinggi maka kinerja keuangan perusahaan tersebut
sudah baik, tetapi itu sangat keliru karena laba yang tinggi belum dapat menjamin
perusahaan tersebut memiliki uang kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan
dari kegiatan operasi perusahaan. Padahal Kas merupakan aset yang paling likuid
bagi perusahaan atau salah satu modal kerja yang paling tinggi tingkat
likuiditasnya. Kas memiliki kedudukan yang amat penting dalam menjaga
kelancaran operasi perusahaan. Jumlah kas yang lebih atau kurang dapat berakibat
kurang baik pada perusahaan. Kekurangan kas dapat mengakibatkan tidak
terbayarnya berbagai kewajiban, seperti hutang gaji dan bunga bank. Hal ini
selain menurunkan produktivitas kerja, dapat pula menurunkan kredibilitas
perusahaan. Sebaliknya, kas yang berlebihan dapat menyerap dana modal kerja
yang langka dan mahal, sehingga menaikkan beban tetap perusahaan. Oleh karena
itu uang kas yang ada dalam perusahaan juga merupakan salah satu bentuk atau
pilihan investasi, maka dibutuhkan laporan arus kas untuk dapat menilai kinerja
keuangan perusahaan.
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas yang diterima, apakah lebih
banyak dihasilkan oleh kegiatan operasi utama atau lebih banyak didukung oleh
kegiatan investasi dan pendanaan perusahaan. Kesulitan perusahaan untuk
menghasilkan kas bisa mengakibatkan perusahaan diragukan keberlanjutan
usahanya dan perusahaan bisa saja mengalami kebangkrutan. Hal ini bisa menjadi
indikator bagaimana manajemen melakukan evaluasi terkait usaha perusahaan
dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Bagi investor dengan
melihat kemampuan perusahaan menghasilkan kas untuk aktivitas operasi, bisa
menjadi bahan pertimbangan terkait memilih perusahaan mana yang akan menjadi
tempat mereka berinvestasi.
PT. Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) merupakan salah satu perusahaan yang
beroperasi dalam bidang tekstil, bermula dari pedagang tradisional yang menjual
tekstil di pasar Klewer Solo dan sekarang telah menjadi salah satu perusahaan
terbesar di Asia Tenggara. Melihat kinerja PT. Sritex yang mampu menjaga daya
saingnya dipasar internasional dengan mengekspor ke berbagai negara dengan
kualitas produk yang sangat baik, maka dengan menilai kinerja keuangan
perusahaan dapat terlihat bagaimana kondisi keuangan perusahaan pada suatu
periode tertentu.
METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini, obyek penelitian yang digunakan adalah PT. Sri
Rejeki Isman, Tbk. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
sekunder yang terdiri dari laporan laba/rugi, neraca dan laporan arus kas pada
tahun 2014, 2015, 2016, 2017, dan 2018 dengan cara mengakses data melalui
website resmi Bursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id dan juga melalui website
resmi PT. Sri Rejeki Isman Tbk yaitu www.sritex.co.id. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan analisis rasio arus kas. Adapun rasio-rasio yang digunakan dalam
penelitian ini adalah:
1. Rasio Arus Kas Operasi (AKO). Rasio ini digunakan untuk menghitung
kemampuan arus kas operasi dalam membayar kewajiban lancar.

Sumber : Darsono dan Ashari (2005)
2. Rasio Cakupan Arus Dana (CAD). Rasio ini digunakan untuk mengetahui
kemampuan-kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas guna
membayar komitmen-komitmennya (bunga, pajak, dan dividen preferen).
CAD =
+ +
Sumber : Darsono dan Ashari (2005)
3. Rasio Arus Kas Operasi terhadap Bunga (CKB). Rasio ini digunakan
untuk memenuhi kemampuan perusahaan dalam membayar bunga atau
hutang yang telah ada.

Sumber : Darsono dan Ashari (2005)
4. Rasio Cakupan Kas terhadap Hutang lancar (CKHL). Rasio ini mengukur
kemampuan perusahaan dalam membayar hutang lancar berdasarkan arus
kas operasi bersih.

5. Rasio Pengeluaran Modal (PM). Rasio ini digunakan untuk mengukur
modal tersedia untuk investasi dan pembayaran hutang yang ada.
PM =
Sumber : Darsono dan Ashari (2005)
6. Rasio Total Hutang (TH). Rasio ini digunakan untuk menunjukkan jangka
waktu pembayaran hutang oleh perusahaan dengan asumsi semua arus kas
operasi digunakan untuk membayar hutang.
TH =
4
(Disajikan dalam Rupiah)
Sumber : PT. Sri Rejeki Isman Tbk (Bursa Efek Indonesia)
Tabel 2
(Disajikan dalam Rupiah)
2014 820.155.105.480
2015 890.945.950.295
2016 887.149.399.876
2017 977.368.191.816
2018 1.439.604.605.502
5
(Disajikan dalam Rupiah)
Sumber : PT. Sri Rejeki Isman Tbk (Bursa Efek Indonesia)
Rasio Arus Kas Operasi (AKO)
Berikut ini merupakan tabel perhitungan rasio arus kas operasi terhadap
kewajiban lancar :
Tabel 4
(Disajikan dalam Rupiah)
2014 106.680.725.240 802.193.039.240 0,13
2015 948.451.966.630 926.407.804.940 1,02
2016 73.052.996.524 1.434.593.213.984 0,05
2017 (390.803.182.908) 2.373.446.482.080 -0,16
2018 934.150.919.130 3.315.502.017.882 0,28
6
Berdasarkan hasil analisis rasio arus kas operasi PT. Sri Rejeki Isman Tbk
dihasilkan pada tahun 2015 sudah memenuhi standar perhitungan rasio yang
ditentukan dengan syarat >1 yang artinya menunjukkan bahwa kemampuan
perusahaan dalam membayarkan kewajiban lancar dengan menggunakan arus kas
dari aktivitas operasi sudah baik atau dengan kata lain perusahaan mampu
melunasi kewajibannya dengan menggunakan arus kas dari aktivitas operasi pada
tahun tersebut. Tahun 2014, 2016, 2017 dan 2018 rasio arus kas yang dihasilkan
perusahaan masih belum memenuhi standar perhitungan rasio yang ditentukan
yang menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban
lancar dengan menggunakan arus kas operasi kurang baik atau dengan kata lain
perusahaan belum mampu dalam melunasi kewajibannya dengan menggunakan
arus kas dari aktivitas operasi.
Hal ini disebabkan karena jumlah kewajiban lancar yang terdiri atas
pinjaman bank jangka pendek, utang usaha, utang pajak, beban akrual serta bagian
pinjaman jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun
berjumlah lebih besar dibandingkan dengan jumlah arus kas operasi yang tersedia.
Bahkan di tahun 2017 jumlah arus kas operasi yang tersedia bernilai negatif yang
menunjukkan ketidakcukupan jumlah arus kas operasi yang dihasilkan, yang
diakibatkan oleh kenaikkan pembayaran kepada pemasok, kontraktor, karyawan
dan lainnya, pembayaran bunga, pembayaran pajak penghasilan dan pembayaran
beban operasional dan kenaikkan ini tidak diseimbangi dengan penerimaan kas
dari pelanggan sehingga kas yang diperoleh menjadi minus.
Perkembangan rasio arus kas operasi PT. Sri Rejeki Isman Tbk pada tahun
2014-2018 dapat dilihat pada grafik dibawah ini.
Gambar 1
Berikut merupakan tabel perhitungan rasio cakupan dana :
-0.5
0
0.5
1
1.5
Rasio AKO
(Disajikan dalam Rupiah)
Tahun EBIT Pembayaran
Bunga Utang Pajak
Sumber : Bursa Efek Indonesia (Data diolah 2019)
Berdasarkan hasil analisis rasio cakupan dana PT. Sri Rejeki Isman Tbk
pada tahun 2014-2018 mengalami fluktuasi tetapi masih memenuhi standar rasio
cakupan arus dana karena berada diatas angka 1 yang menggambarkan bahwa
laba sebelum pajak yang dihasilkan perusahaan mampu menutupi kewajiban atau
komitmen-komitmen yang terdiri atas pembayaran bunga, pajak, dan dividen
preferen yang akan jatuh tempo dalam tahun tersebut. Hal ini disebabkan karena
jumlah pembayaran bunga dan pajak dari tahun 2014-2018 lebih kecil
dibandingkan dengan jumlah laba sebelum pajak yang dihasilkan perushaaan.
Selain itu, perusahaan juga tidak memiliki dividen preferen yang harus
dibayarkan.
Berdasarkan hasil analisis, maka perkembangan rasio cakupan arus dana
PT. Sri Rejeki Isman Tbk pada tahun 2014-2018 dapat dilihat pada grafik
dibawah ini.
Gambar 2
0
0.5
1
1.5
2
Rasio CAD
Berikut ini merupakan tabel perhitungan rasio arus kas operasi terhadap
bunga :
Tabel 6
Rasio Arus Kas Operasi Terhadap Bunga PT. Sri Rejeki Isman Tbk
(Disajikan dalam Rupiah)
Sumber : Bursa Efek Indonesia (Data diolah 2019)
Berdasarkan hasil analisis, pada tahun 2017 rasio cakupan kas terhadap
bunga menunjukkan angka 0,70 yang berarti rasio tersebut belum memenuhi
standar perhitungan rasio karena dibawah angka 1 yang menunjukkan bahwa arus
kas operasi belum mampu dalam menutupi biaya bunga atas hutang yang telah
ada. Hal ini disebabkan karena jumlah arus kas operasi pada tahun 2017 lebih
kecil dibandingkan dengan jumlah bunga yang harus dibayarkan atas hutang yang
telah ada. Bahkan kas pada aktivitas operasi bernilai negatif yang menunjukkan
ketidakcukupan jumlah arus kas operasi yang dihasilkan dalam menutupi
pembayaran bunga yang diakibatkan oleh jumlah penerimaan perusahaan pada
aktivitas operasi lebih kecil dibanding pengeluaran-pengeluaran yang harus
dibayarkan.
Pada tahun 2014, 2015, 2016 dan 2018 rasio cakupan kas terhadap bunga
PT. Sri Rejeki Isman Tbk menggambarkan kemampuan yang baik, walaupun pada
tahun 2016 mengalami penurunan dikarenakan adanya kenaikkan pembayaran
kepada pemasok dan pembayaran bunga, namun masih tetap memenuhi standar
rasio cakupan kas terhadap bunga yang menggambarkan bahwa perusahaan
mampu menutupi biaya bunga atas hutang yang telah ada.
Perkembangan rasio cakupan kas terhadap bunga PT. Sri Rejeki Isman
Tbk pada tahun 2014-2018 dapat dilihat pada grafik dibawah ini.
9
Rasio Cakupan Kas Terhadap Hutang Lancar (CKHL)
Berikut ini merupakan tabel perhitungan rasio cakupan kas terhadap
hutang lancar
Tabel 7
Rasio Cakupan Kas Terhadap Hutang lancar PT. Sri Rejeki Isman Tbk
(Disajikan dalam Rupiah)
Rasio
CKHL
Sumber: Bursa Efek Indonesia (data diolah 2019)
Berdasarkan hasil analisis rasio cakupan kas terhadap hutang lancar PT.
Sri Rejeki Isman Tbk tahun 2015 telah memenuhi standar rasio namun ditahun
2014, 2016, 2017 dam 2018 rasio yang dihasilkan belum memenuhi standar rasio
cakupan kas terhadap hutang lancar karena berada dibawah angka 1 yang
menggambarkan bahwa perusahaan belum mampu membayar hutang lancar
berdasarkan arus kas operasi bersih dan dividennya. Bahkan ditahun 2017 rasio
bernilai negatif yang artinya perusahaan tidak cukup memiliki jumlah arus kas
operasi bersih dalam membayarkan hutang lancar. Hal ini disebabkan karena
hutang lancar semakin meningkat dari tahun ke tahun dan pada tahun 2017
peningkatan jumlah hutang lancar seperti utang bank jangka pendek, utang usaha,
dan beban akrual yang tidak diiringi dengan peningkatan kas pada aktivitas
operasi dan dividen kas.
Rasio CKB
Perkembangan rasio cakupan kas terhadap hutang lancar PT. Sri Rejeki
Isman Tbk pada tahun 2014-2018 dapat dilihat pada grafik dibawah ini.
Gambar 4
Rasio Pengeluaran Modal (PM)
Tabel 8
(Disajikan dalam Rupiah)
Pada tahun 2014-2016 rasio pengeluaran modal menunjukkan angka yang
masih belum memenuhi standar rasio pengeluaran modal dan menunjukkan
bahwa arus kas operasi belum mampu menutupi pengeluaran modal. Bahkan
ditahun 2017 rasio bernilai negatif yaitu -1,20. Hal ini disebabkan karena adanya
pengeluaran modal, walaupun modal yang dikeluarkan lebih kecil dibandingkan
dengan tahun sebelumnya namun dikarenakan jumlah arus kas operasi yang
tersedia bernilai negatif. Sehingga bisa dikatakan kinerja perusahaan tidak baik,
Sedangkan rasio pada tahun 2018 sudah memenuhi standar rasio pengeluaran
modal dan menggambarkan kemampuan yang baik dan menunjukkan bahwa arus
kas operasi yang tersedia mampu dalam menutupi pengeluaran modal yang
digunakan untuk memperoleh aset tetap.
-0.5
0
0.5
1
1.5
Rasio CKHL
Perkembangan rasio pengeluaran modal PT. Sri Rejeki Isman Tbk pada
tahun 2014-2018 dapat dilihat pada grafik dibawah ini.
Gambar 5
Berikut ini merupakan tabel perhitungan rasio arus kas operasi terhadap
total hutang:
Tabel 9
(Disajikan dalam Rupiah)
2014 106.680.725.240 5.814.868.124.760 0,01
2015 948.451.966.630 6.988.623.672.610 0,13
2016 73.052.996.524 8.277.384.874.072 0,008
2017 (390.803.182.908) 10.171.055.447.532 -0,38
2018 934.150.919.130 12.280.242.205.260 0,07
Berdasarkan hasil analisis pada tahun 2014-2018 rasio total hutang yang
dihasilkan belum memenuhi standar rasio, bahkan ditahun 2017 rasio bernilai
negatif yang menunjukkan bahwa perusahaan belum mampu dalam membayar
total hutang dengan menggunakan arus kas operasi bersih tanpa menggunakan
arus kas operasi dari aktivitas lain. Hal ini disebabkan karena arus kas operasi
tidak dapat memenuhi semua total hutang perusahaan dalam satu tahun, dimana
total hutang perusahaan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Meningkatnya
total hutang perusahaan disebabkan oleh adanya hutang lancar seperti utang bank
jangka pendek, utang usaha, utang pajak dan hutang jangka panjang seperti
pinjaman bank jangka panjang, utang obligasi dan lain-lain.
-2
-1
0
1
2
Rasio PM
12
Perkembangan rasio total hutang PT. Sri Rejeki Isman Tbk pada tahun
2014-2018 dapat dilihat dalam grafik dibawah ini.
Gambar 6
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka didapatkan kesimpulan
sebagai berikut : 1. Rasio AKO PT. Sri Rejeki Isman Tbk periode 2014-2018 kurang dari 1 (satu)
yang berarti kemampuan arus kas operasi perusahaan dalam membayar
kewajiban lancar rendah, sehingga kinerja keuangan perusahaan dikatakan tidak
baik. Karena nilai rasio yang masih rendah berarti tidak mampu membayar kewajiban lancar tanpa menggunakan arus kas dari aktivitas lain.
2. Rasio CAD PT. Sri Rejeki Isman Tbk periode 2014-2018 lebih dari 1
(satu) yang berarti kemampuan arus kas operasi perusahaan dalam
membayar biaya bunga dan pajak tinggi, sehingga kinerja keuangan
perusahaan dalam kondisi baik dan perusahaan dapat langsung menutupi
atau membayar komitmen-komitmenya dengan menggunakan kas dari
aktivitas operasi saja.
3. Rasio CKB PT. Sri Rejeki Isman Tbk periode 2014-2018 lebih dari 1
(satu) yang berarti kemampuan arus kas operasi perusahaan dalam
membayar bunga tinggi, sehingga kinerja keuangan perusahaan dalam
kondisi baik dan perusahaan dapat langsung menutupi atau membayar
biaya bunga tanpa harus menjual aset atau menunggu penagihan dari
piutang karena kas yang tersedia mampu untuk membayarnya.
4. Rasio CKHL PT. Sri Rejeki Isman Tbk periode 2014-2018 kurang dari 1
(satu) yang berarti kemampuan arus kas operasi perusahaan dalam
membayar hutang lancar rendah, sehingga kinerja keuangan perusahaan
dikatakan tidak baik, karena perusahaan tidak mampu dalam menutup
kewajiban lancar yang ada tanpa menggunakan arus kas dari aktivitas lain.
5. Rasio PM PT. Sri Rejeki Isman Tbk periode 2014-2018 kurang dari 1
(satu) yang berarti kemampuan arus kas operasi perusahaan dalam
membiayai pengeluaran modal rendah, sehingga dikatakan kinerja
keuangan perusahaan tidak baik, karena rasio yang rendah menunjukkan
-0.5
-0.4
-0.3
-0.2
-0.1
0
0.1
0.2
Rasio TH
dengan menggunakan arus kas dari aktivitas operasi.
6. Rasio TH PT. Sri Rejeki Isman Tbk periode 2014-2018 kurang dari 1
(satu) yang berarti kemampuan arus kas operasi perusahaan dalam
membayar total hutang perusahaan rendah, sehingga dikatakan kinerja
keuangan perusahaan tidak baik, karena rasio yang rendah menunjukkan
kemampuan yang rendah dari arus kas operasi dalam membayar hutang
perusahaan.
Saran
menggunakan data berupa laporan keuangan dari perusahaan yang berbeda jenis
dan menggunakan rasio keuangan yang lainnya.
DAFTAR PUSTAKA Bursa Efek Indonesia. 2016. Laporan Keuangan dan Tahunan. www.idx.co.id.
Diakses pada November 2019.
Diakses pada November 2019.
Diakses pada November 2019.
Yogyakarta : Andi.
Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Terbaru. Yogyakarta: Andi.
Dinar Larasati. 2019. “Analisis Laporan Arus Kas Sebagai Alat Pengukur Kinerja
Keuangan Pada PT. Mayora Indah, Tbk Periode 2015-2017”, Penulisan
Ilmiah. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Dwi Martini, et al. 2014. Akuntansi Keuangan menengah Berbasis PSAK. Jakarta:
Salemba Empat.
Heiby Sanger, dkk., 2015. “Analisis Informasi Laporan Arus Kas Sebagai Alat
Ukur Efektivitas Kinerja Keuangan Pada PT. Gudang Garam Tbk. Sebagai
Salah Satu Perusahaan Rokok yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”,
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, Vol. 15, No. 5.
Herlina Tara Dareho, 2016. “Analisis Laporan Arus Kas Untuk Menilai Kinerja
Keuangan Pada PT. Ace Hardware Indonesia Tbk”, Jurnal EMBA, Vol. 4,
No. 2.
Indonesia.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan PSAK
No. 2 Tentang Laporan Arus Kas. (Revisi 2009). Jakarta: Salemba Empat.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2012. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) No. 2 DSAK-
IAI. Jakarta.
No. 1.
Nurlia Ramadhani, 2017. “Analisis Laporan Arus Kas Untuk Menilai Keuangan
pada PT. Handjaya Mandala Sampoerna Tbk yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia”, Jurnal Financial ISSN : 2502-4574, Vol. 3, No. 1.
Nelson Lam dan Peter Lau. 2014. Akuntansi Keuangan Intermediate
Financial Reporting. Jakarta: Salemba Empat.
PT Sri Rejeki Isman Tbk. 2014. Laporan Keuangan. www.sritex.co.id. Diakses
pada November 2019.
PT Sri Rejeki Isman Tbk. 2015. Laporan Keuangan. www.sritex.co.id. Diakses
pada November 2019.
PT Sri Rejeki Isman Tbk. _____. Sejarah Perusahaan dan Alamat Perusahaan.
www.sritex.co.id. Diakses pada November 2019.
Rika Henda Safitri, dkk., 2017. “Analisis Laporan Arus Kas Sebagai Dasar
Pengukuran Kinerja Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah : Studi Kasus
Pada RSUD di Sumatera Selatan”, Jurnal Akuntansi, Vol. 5, No. 2.
Sulindawati, Ni Luh Gede Erni, et al. 2017. Manajemen Keuangan: Sebagai Dasar
Pengambilan Keputusan Bisnis. Depok: PT. Rajagrafindo Persada.
Trisilia Kaloh, dkk., 2018. “Analisis Laporan Arus Kas Untuk Menilai Kinerja
Keuangan Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia”, Jurnal Riset Akuntansi Going Concern, Vol. 13, No. 4:741-751.
Vita Agustina, dkk., 2018. “Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Sepeninggal
Pendiri Perusahaan : Studi Kasus pada PT Sri Rejeki Isman Tbk di
Sukoharjo”, Jurnal Akuntansi dan Sistem Teknologi Informasi, Vol. 14, No.
1.
Widyaningsih, Wit dan Idayati, Farida. 2015. “Analisis Laporan Arus Kas Sebagai
Alat Ukur Efektifitas Kinerja Arus Kas Perusahaan”, Jurnal Ilmu dan Riset
Akuntansi, Vol. 9, No. 12.
Yanivi dan Nurwahyu (Penterjemah). 2005. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta:
Salemba Empat.