PENGHARUM RUANGAN

Click here to load reader

download PENGHARUM RUANGAN

of 22

  • date post

    24-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    2.045
  • download

    22

Embed Size (px)

Transcript of PENGHARUM RUANGAN

PENGHARUM RUANGAN Dari si keras

D I S U S U N Oleh : Gasha Aryapratama XI IPA 3 SMAN 31 Jakarta

Kata PengantarPertama-tama kami panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT, karena atas berkah dan rahmat yang telah diberikannya, saya dapat menyelesaikan karya tulis dalam mata pelajaran kimia yang berjudul PENGHARUM RUANGAN dari si keras. Tujuan saya menulis makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Ibu Agnes untuk pelajaran kimia. Selain itu, karya tulis itu memberi wawasan dan ilmu pengetahuan bagi saya penulis dan mudah-mudahan bagi teman-teman yang membaca, juga dapat merasakan hal tersebut. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada ibu Agnes yang telah memberikan tugas ini kepada kami. Tak lupa kepada sumber sumber yang telah memperlengkap isi dari karya tulis saya. Serta pihak pihak lain yang tidak dapat saya sebut satu per satu. Tidak lupa, saya mohon maaf kepada semua pihak jika di dalam makalah ini terdapat kesalahan, karena saya hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.

Jakarta, 2 juni 2009

Gasha Arya httpwww.sith.itb.ac.idprofile1pdfiriawatibahan-kuliahbahan2STRUKTUR-DAN-FUNGSI-MITOKONDRIA.pdf

Daftar Isi

Kata pengantar 1 Daftar Isi ..2 Bab 1 Pendahuluan.3 1.1 judul penelitian.3 1.2 latar belakang3 1.3 rumusan masalah..4 1.4 tujuan4 1.5 manfaat4 Bab 2 Pembahasan.5 2.1 variabel..5 2.2 tinjauan pustaka.5 2.3 manfaat pewangi kerang16 2.4 Rancangan percobaan......17 2.5 sasaran percobaan......17 2.6 alat dan bahan17 2.7 cara kerja18 Bab 3 Penutup.19 3.1 kesimpulan..19 Daftar Pustaka.20

Bab 1Pendahuluan1.1 Judul PenelitianJudul penelitian yang saya lakukan adalah pewangi ruangan dari kerang.

1.2 Latar belakangBelakangan ini telah terjadi pemanasan global yang begitu cepat dari kenaikan suhu bumi serta permukaan air laut yang naik secara cepat dari yang kita bayangkan. Padahal ini dipengaruhi juga oleh mencairnya kutub utara. Mungkin penyebab utama hal tersebut adalah efek gas rumah kaca yaitu dari gedung-gedung bertingkat. Sampah yang tidak dapat di olah oleh bumi seperti plastic dan streyofoam itu butuh waktu puluhan tahun untuk di daur oleh tanah. Dan yang terakhir adalah CFCs (chlorofluorocarbons) yang terdapat pada lemari es, Air condisioner, serta pewangi ruangan yang berbentuk spray. Pewangi ruangan ini memang hal kecil dalam kehidupan sehari-hari namun tak dapat disangka spray pewangi ruangan itu dapat merusak lapisan ozon bumi kita ini. Saya mencoba mencari alternatife dari pewangi ruangan yang ramah lingkungan sehingga tidak merusak ozon pada bumi kita ini.

1.3 Rumusan MasalahRumusan masalah dari percobaan saya adalah : 1. mengapa pengharum ruangan merusak ozon ? 2. bagaimana cfc dapat merusak ozon ? 3. apakah dampak dari perusakan ozon ? 4. bagaimana cara penanggulangannya ?

1.4 TujuanTujuan dari percobaan saya adalah : 1. untuk mengetahui bahaya dari cfc. 2. melihat dampak dari kerusakan ozon. 3. melihat dampak pada organ manusia.

1.5 ManfaatManfaat yang dapat kami ambil adalah : Membuat sebuah pewangi ruangan yang ramah lingkungan serta mudah membuatnya.

BAB 2Pembahasan2.1 variabelJudul percobaan yang saya lakukan adalah pewangi ruangan dari kerang. Dari judul tersebut, kita dapat menentukan variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol. Variabel bebas adalah variabel yang ingin di uji coba. Dalam percobaan ini, variabel bebasnya adalah kerang yang menjadi wangi. Variabel terikat adalah variabel yang di akibatkan variabel bebas, sehingga variabel terikat pada percobaan ini adalah wangi pada ruangan. Variabel control sendiri adalah variabel yang dapat dikendalikan atau dikontrol oleh penguji. Variabel kontrolnya adalah penambahan atau pengurangan bibit pewangi pada kerang.

2.2 Tinjauan PustakaMario Molina dilahirkan di Mexico City pada tanggal 19 Maret 1943. Ayahnya Mario Molina Pasquel adalah seorang pengacara dan pengajar di National University of Mexico (Universidad Nacional Autonoma de Mexico (UNAM) dan juga pernah menjalankan tugas sebagai duta besar Meksiko untuk Ethiopia, Australia dan Filipina.

Setelah beberapa tahun di Barkeley dengan riset di bidang dinamika kimia, dia bergabung ke kelompok Professor F. Sherwood (Sherry) Rowland sebagai mahasiswa postdoctoral di Irvine, CA. Rowland merupakan perintis penelitian sifat kimia "hot atom", meneliti sifat-sifat kimia atom dengan energi translasi berlebih dan diproduksi melalui proses radioaktif. Salah satu bidang kajian risetnya berhubungan dengan chlorofluorocarbons (CFCs), yang terakumulasi di atmosfer, dan pada saat itu tidak memiliki efek yang signifikan pada lingkungan. Tiga bulan setibanya di Irvine, dia mengembangkan teori penipisan lapisan ozon-CFC (CFC-ozone depletion theory). Pada tahun 1975, dia menjadi Asisten Profesor. Kemudian, dia memulai program mandiri untuk meneliti sifat kimia dan spektroskopik senyawa atmosfer yang penting, dengan fokus pada senyawa yang tidak stabil dan sulit ditangani di laboratorium,seperti asam hipoklorida, klor nitrit, asam peroksinitrit, dan lain sebagainya. Setelah menghabiskan waktu selama tujuh tahun di Irvine sebagai Asisten Profesor dan kemudian Associate Professor, di bergabung ke bagian Molecular Physics and Chemistry di Jet Propulsion Laboratory, Pasadena, CA. Pada 1989, dia menjadi Profesor Kimia Atmosfer di Department of Earth, Atmospheric and Planetary Sciences dan Department of Chemistry, Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, MA, yang mana ditempat inilah dia melanjutkan penelitian mengenai isu-isu kimia atmosfer global. Dia adalah anggota United States National Academy of Sciences, Institute of Medicine dan Pontifical Academy of Sciences. Dia menjabat sebagai United States Presidents Committee of

Advisors in Science and Technology, sekretaris Lembaga Penasehat Energi, National Research Council Board dalam bidang Environmental Studies and Toxicology, dan lembaga US-Mexico Foundation of Science dan berbagai organisasi lingkungan non profit. Pada 1995, di berbagi Nobel Prize bidang kimia dengan Paul Crutzen dan F. Sherwood Rowland untuk penelitian mereka pada kimia atmosfer, khususnya pembentukan dan dekomposisi ozon. Sekarang telah marak kembali penyelundupan cfc

dikarenakan pengurangan import cfc dari luar negeri sehingga banyak pihak yang ingin mendapatkan cfc secara banyak dan mudah. Survei tersebut 'menggaruk' lebih dari 4.000 bengkel airconditioner (AC) mobil di DKI Jakarta. Dari jumlah itu, 60 persen bengkel terbukti memakai hydrofluorocarbons (HFC) palsu. HFC adalah bahan isi ulang AC yang ramah lingkungan. Meski mengklaim HFC pada labelnya, isi tabung-tabung AC tersebut bukan HFC, melainkan chlorofluorocarbons (CFC)-12 atau CFC-11. Ini adalah bahan kimia pembobol lapisan ozon yang dilarang secara internasional. ITB menduga praktik tipu-menipu --merusak ozon-- ini terjadi pula di kota-kota selain Jakarta. Pelabuhan Belawan, Medan, awal Agustus 2006, bagai membuktikan dugaan tersebut. Puluhan tabung HFC palsu dari Cina dan India berhasil diendus petugas. Kendati mencantumkan label R134 (nama sejenis HFC) di bagian luarnya, instrumen indentifier digital menangkap basah tabung-tabung itu berbahan baku CFC-11 atau CFC-12 yang maut. Sesuai aturan, HFC 'gadungan' itu langsung dikembalikan ke negeri asalnya.

Maka tak keliru betul jika dikatakan bahwa negeri ini adalah pasar gelap bahan kimia pembolong ozon. Survei terpisah dari Jurusan Teknik Kimia ITB kian menguatkan dugaan tersebut. Secara

keseluruhan, menurut survei itu, kandungan CFC impor di udara tercatat lebih tinggi dari kuota yang ditetapkan.

''Di

Indonesia

hanya

ada

satu

importir

yang

diperbolehkan

mengimpor bahan CFC, sehingga dapat terlacak mudah jumlahnya di udara. Tapi di lapangan, jumlahnya jauh lebih besar. Ini jelas indikasi adanya penyelundupan,'' terang Redni Tota Sihite, staf Asisten Deputi Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, Rabu (30/8).

Di salah satu wilayah di Peru, Amerika Selatan, pemerintah setempat telah memperingatkan warganya untuk selalu memakai kacamata hitam serta meluluri kulit dengan sunblock setiap keluar rumah. Area tersebut disinyalir sebagai lokasi dengan penipisan lapisan ozonnya paling parah di dunia. Indonesia ingin menyusul? Akibat tipisnya ozon Penipisan lapisan ozon memberi peluang radiasi ultraviolet B (UV-B) dari sinar matahari mengguyur deras ke muka Bumi. Ini adalah sinar yang berbahaya jika memapar dalam jumlah besar. Banyak riset soal itu, salah satunya dari dr Nila J Moeloek (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia). Ia menunjukkan bahwa radiasi UV-B berpotensi memicu katarak.

Katarak

tercatat

sebagai

pemicu

kebutaan

nomor

wahid

di

Indonesia (50 persen). Penyakit ini terutama terjadi pada manula (1,6 juta orang), namun terbukti dapat menyerang penduduk usia muda. Guyuran sinar UV-B dalam jumlah besar terbukti sebagai salah satu pemicu katarak pada berbagai usia.

Bukan hanya itu. Sinar UV-B juga tercatat dapat menumbuhkan bibit-bibit bagi terbentuknya tumor ganas pada mata. Jika terpapar kulit dalam jumlah besar dan intens, sinar UV-B juga terbukti dapat memicu terjadinya kanker kulit.Tak cuma berbahaya bagi kesehatan manusia, sinar UV-B dalam jumlah yang berlebihan juga menyisakan petaka bagi flora dan fauna. Berdasar riset para pakar, kata Redni Tota Sihite, paparan sinar UV-B dengan takaran berlebih dapat mengganggu keseimbangan ekosistem laut.

''Sinar UV-B membunuh fitoplankton. Matinya fitoplankton jelas berpotensi memicu kekacuauan dalam rantai makanan ekosistem laut,'' terang dia.

Di darat, sinar UV-B tercatat dapat menciptakan penurunan produktivitas tanaman. ''Tanaman jadi tumbuh kerdil,'' tambah dia mengungkap hasil riset para pakar.

Sumber pembolong ozon