Pengertian Sumber Daya Mineral Dan Cadangan Lengkap

download Pengertian Sumber Daya Mineral Dan Cadangan Lengkap

of 35

  • date post

    26-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    2.799
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Pengertian Sumber Daya Mineral Dan Cadangan Lengkap

1. PENGERTIAN SUMBER DAYA MINERALsumber daya mineral (mineral resource) adalah endapan mineral yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara nyata. sumber daya mineral dengan keyakinan geologi tertentu dapat berubah menjadi cadangan setelah dilakukan pengkajian kelayakan tambang dan memenuhi kriteria layak tambang.1. MACAM-MACAM SUMBER DAYA MINERAL Sumber daya mineral memiliki bermacam-macam jenis, dibawah ini akan di uraikan beberapa macam sumber daya mineral yang ada di Indonesia.1. EMASDalam abad 17 dan 18 VOC mengusahakan pertambangan emas di Salido, Sumatra Barat. Pertambangan emas tersebut tertua di Indonesia. Sebelum perang dunia II, tambang emas Lebong Tandai di Rejang Lebong, Bengkulu merupakan penghasil emas terbanyak di Indonesia. Tambang lainnya terdapat di Cikotok dan Cirotan, Jawa Barat. Dewasa ini tambang emas Cikotok merupakan milik pemerintah, dan diusahakan oleh PT Aneka Tambang.Pengolahan dan pemurnian bijih emas dilaksanakan oleh Unit Logam Mulia yang menghasilkan: emas, platina, dan perak. Produksi tahun 1975 berkadar 7,29 gram emas setiap ton dan 191,49 gram perak setiap ton.Tabel Produksi Tambang Emas Cikotok, Oleh Unit Logam Mulia, Tahun 1971-1975Tahun Bijih (ton)Emas (kg)Perak (kg)

197152 4423308 876

197264 7243398 684

197368 6343529 372

197447 0132656 465

197554 0903314 755

Tambang tembaga di Pegunungan Tembaga (Irian Jaya) juga menghasilkan emas dan perak disamping tembaga. Produksi tahun 1975 sebesar 200 279 ton bijih tembaga kering berkadar emas 40 gram dan perak 540 gram.1. INTANPertambangan Intan, berlokasi di Riam Kanan Kiwa (Kiri) dan sungai Kusan di Kalimantan Selatan. Pengusahaan intan secara sederhana telah dilakukan oleh masyarakat setempat sejak tahun 1938. Eksploitasi tambang intan oleh PT Aneka Tambang dipusatkan di Simpangempat, 30 km arah Timur Laut Martapura. Daerah penggalian lainnya terdapat di Cempaka, 6 km arah selatan Banjarbaru, yang diusahakan sejak tahun 1970. Penggosokan Intan kasar menjadi intan hiasan dikerjakan di Martapura.1. Pengembangannya :Southern Arc Minerals Inc. (PT. SAMI) adalah sebuah perusahaan eksplorasi mineral tambang yang asal dari Kanada yang berdasar di Indonesia dengan strategi akuisisi, eksplorasidan pertumbuhan aset tambang secara yang agresif. Aneka aset tambang dimiliki perushaan ini terletak di tempat sangat baik dan adalah aset-aset tambang luar biasa, yang meliputi empat proyek sedang dimajukan secara yang aktif melibatkan retakan karang/urat bijihepitermal berisi emas juga dengan perak, dan cadangan porferi emas-tembaga berpotensi tinggi di pulau Lombok dan Sumbawa.Southern Arc memperoleh, menilai dan memajukanaset proyek-proyek tambang di Indonesia, yaitu salah satu daerah logam-mulia dalam dunia yang paling prospektif dan yang mana punya dua tambang emas-tembaga paling besar di dunia dan banyak cadangan mineral penting lain.StrategiSouthern Arcadalah fokus padafase memajukan, eksplorasi dan definisi sumber daya cadangan mineral dalam siklus proyek pertambangan. Nilai akan dibuka dengan cara yang memaksimalkan keuntungan bagi pemegang saham, termasuk menyerahkan ekuitas proyek-proyek pertambanganpada perusahaan pertambangan besar setelah sumber daya tambang didefinisikan, dan perusahaan pertambangan besar akan memodali, mengembangkan dan membangun tambang.Kemudian PT. SAMIakanmemegang posisi ekuitas minoritastapi signifikan dalam proyek-proyek begitu dalam rangka untuk memberikan pendapatan terus menerus untuk memodali eksplorasi lebih lanjut dalam proyek baru atau mungkin menyediakan dividen.Sebagai sepertisebuah ujung tonggak eksekusi strategi yang penting dan significan,PT. SAMImengadakan usaha patungan pada tiga proyeknya dengan dua perusahaan pertambangan besar. Perjanjian dengan SA Vale melibatkan kemajuan proyek Sabalong dan Elang Timur hingga penyelesaian studi kelayakan untuk membangun proyek pertambangan yang bisa dapat dimodali bank (bankable feasibility study) pada dua proyek itu.Newcrest Mining Ltd., yaitu perusahaan pertambangan penghasil emas terbesar ketiga di dunia, mengadakan perjanjian dengan PT. SAMIuntuk memajukan properti emas-perak-tembaga Taliwang. Perjanjian Taliwang yang tersebut melibatkan pendanaan pada eksplorasi dan pengeluarkan modal kemajuan hingga USD50 juta sebagai maksimum atau penyelesaian studi kelayakan untuk membangun proyek pertambangan yang bisa dapat dimodali bank, yang manapun jadi lebih dahulu. PT. SAMI adalah operator pada ketiga proyek tersebut yang dibawah usaha patungan.1. TIMAH DI INDONESIA0. SejarahPT Timah (Persero) Tbk mewarisi sejarah panjang usaha pertambangan timah di Indonesia yang sudah berlangsung lebih dari 200 tahun. Sumber daya mineral timah di Indonesia ditemukan tersebar di daratan dan perairan sekitar pulau-pulau Bangka, Belitung, Singkep, Karimun dan Kundur.Di masa kolonial, pertambangan timah di Bangka dikelola oleh badan usaha pemerintah kolonial "Banka Tin Winning Bedrijf" (BTW). Di Belitung dan Singkep dilakukan oleh perusahaan swasta Belanda, masing-masing Gemeeenschappelijke Mijnbouw Maatschappij Biliton (GMB) dan NV Singkep Tin Exploitatie Maatschappij (NV SITEM).Setelah kemerdekaan R.I., ketiga perusahaan Belanda tersebut dinasionalisasikan antara tahun 1953-1958 menjadi tiga Perusahaan Negara yang terpisah. Pada tahun 1961 dibentuk Badan Pimpinan Umum Perusahaan Tambang-tambang Timah Negara (BPU PN Tambang Timah) untuk mengkoordinasikan ketiga perusahaan negara tersebut, pada tahun 1968, ketiga perusahaan negara dan BPU tersebut digabung menjadi satu perusahaan yaitu Perusahaan Negara (PN) Tambang Timah.Dengan diberlakukannya Undang-undang No. 9 Tahun 1969 dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1969, pada tahun 1976 status PN Tambang Timah dan Proyek Peleburan Timah Mentok diubah menjadi bentuk Perusahaan Perseroan (Persero) yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia dan namanya diubah menjadi PT Tambang Timah (Persero).Krisis industri timah dunia akibat hancurnya the International Tin Council (ITC) sejak tahun 1985 memicu perusahaan untuk melakukan perubahan mendasar untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Restrukturisasi perusahaan yang dilakukan dalam kurun 1991-1995, yang meliputi program-program reorganisasi, relokasi Kantor Pusat ke Pangkalpinang, rekonstruksi peralatan pokok dan penunjang produksi, serta penglepasan aset dan fungsi yang tidak berkaitan dengan usaha pokok perusahaan.Restrukturisasi perusahaan berhasil memulihkan kesehatan dan daya saing perusahaan, menjadikan PT Timah (Persero) Tbk layak untuk diprivatisasikan sebagian. PT Timah (Persero) Tbk melakukan penawaran umum perdana di pasar modal Indonesia dan internasional, dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta, Bursa Efek Surabaya, dan the London Stock Exchange pada tanggal 19 Oktober 1995. Sejak itu, 35% saham perusahaan dimiliki oleh masyarakat dalam dan luar negeri, dan 65% sahamnya masih dimiliki oleh Negara Republik Indonesia.Untuk memfasilitasi strategi pertumbuhan melalui diversifikasi usaha, pada tahun 1998 PT Timah (Persero) Tbk melakukan reorganisasi kelompok usaha dengan memisahkan operasi perusahaan ke dalam 3 (tiga) anak perusahaan, yang secara praktis menempatkan PT Timah (Persero) Tbk menjadi induk perusahaan (holding company) dan memperluas cakupan usahanya ke bidang pertambangan, industri, keteknikan, dan perdagangan.Saat ini PT Timah (Persero) Tbk dikenal sebagai perusahaan penghasil logam timah terbesar di dunia dan sedang dalam proses mengembangkan usahanya di luar penambangan timah dengan tetap berpijak pada kompetensi yang dimiliki dan dikembangkan.0. Logam timahTimah merupakan logam dasar terkecil yang diproduksi yaitu kurang dari 300.000 ton per tahun, dibandingkan dengan produksi aluminium sebesar 20 juta ton per tahun.Timah digunakan dengan berbagai cara di pabrik timah, solder dan pabrik kimia; mulai dari baju anti api, sampai dengan pembuatan stabiliser pvc, pestisida dan pengawet kayu. Di pabrik timah digunakan untuk kemasan bersaing dengan aluminium, namun pasar kemasan cukup besar bagi keduanya dengan masing-masing keunggulannya. Kaleng lapis timah lebih kuat dari kaleng aluminium, sehingga menjadi keunggulan bagi produk makanan kaleng.Peningkatan terbesar dalam permintaan timah baru-baru ini adalah karena tekanan lingkungan yang meminta pabrik solder memangkas kandungan lead pada solder, sehingga membuat kandungan timah dalam solder meingkat dari 30% menjadi hampir 97% hal ini merupakan peningkatan konsumsi yang besar.0. EksplorasiMulai tahun 1996, perusahaan menggunakan peralatan berteknologi modern yaitu Global Positioning System (GPS) untuk melengkapi fasilitas kegiatan dan aktivitas eksplorasi. Hal ini sangat membantu meningkatkan efisiensi dan keakuratan dari pemetaan dan pengukuran. Data dari tes laboratorium dan GPS disimpan di dalam komputer untuk memproduksi dan menghasilkan peta geologis yang sangat tinggi keakuratannya bagi pertambangan yang sistematis dan efisien.0. Penambangan Lepas PantaiPerusahaan mengoperasikan armada kapal keruk untuk operasi produksi di daerah lepas pantai (off shore). Armada kapal keruk mempunyai kapasitas mangkok (bucket) mulai dari ukuran 7 cuft sampai dengan 24 cuft. Kapal keruk dapat beroperasi mulai dari kedalaman 15 meter sampai 50 meter di bawah permukaan laut dan mampu menggali lebih dari 3,5 juta meter kubik material setiap bulan. Setiap kapal keruk dioperasikan oleh karyawan yang berjumlah lebih dari 100 karyawan yang waktu bekerjanya terbagi atas 3 kelompok dalam 24 jam sepanjang tahun.Hasil produksi bijih timah dari kapal keruk diproses di instalasi pencucian untuk mendapatkan kadar minimal 30% Sn dan diangkut dengan kapal tongkang untuk dibawa ke Pusat Pengolahan Bijih Timah (PPBT) untuk dipisahkan dari mineral ikutan lainnya selain bijih timah dan ditingkatkan kadarnya hingga mencapai persyaratan peleburan yaitu minimal 70-72% Sn.0. Penambangan DaratProduksi penambangan darat yang berada di wilayah Kuasa Pertambangan (KP) perusaha