Pengendalian Kualitas Produksi Koran Menggunakan Seven Tools Pada Pt. Akcaya Pariwara Kabupaten Kubu...

of 6 /6
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI KORAN MENGGUNAKAN  SE V E N TOOLS PADA PT. AKCAYA PARIWARA KABUPATEN KUBU RAYA Muhammad Ivanto  Mahasiswa Program Studi Teknik Industri  Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura [email protected]  Abstract    PT. Akcaya Pariwara is a company which is engaged in mass media printing with its main  p rod uc t Po nt iana k P ost is the fi rst p ri nt me d ia in Wes t K ali m anta n. Ri se o f consumer de ma nd for new spap e r s causes the company efforts to fullfil the consumers` nee ds. I t be com e s an op po r tuni ty for entrepreneurs to start a similar business, so it requires the company to i mp rove pap er pr oducti on qua li ty. Quali ty o f Ne wsp ap e r prod uce d b y PT . Akcaya Pariwara is good enough, but in the production process i s prod ucts de fect ive still av ailable . Thi s i s be cause quality control of process not maximum. This study aims to identify the types and factors cause defective products and to get the solution in maintaining and improving the quality of the newspaper by using seven tools. Seven tools include: flow charts, check sheets , histogram, control chart, Pareto charts,  sc at t e r d iagram s, a nd ca use and e ffec t d iagrams. The results of the check sheet, obtained by the newspaper defect types is hurred color, the paper is da ma ged , cut and dir ty. B ase d o n the a nalysi s of contr ol chart p and c shows that the process is not properly controlled. This could be seen in the chart control where the r e i s sti ll a lot of outli e r s dat a. B ase d on Paret o diagram, priority repairs that need to be done is for the dominant defect type is blurry color (30.94%), dirty ( 26.45%) and cut ( 23.28%) . B ase d on the sca tt e r diagram shows the positive correlation between the  p erce nt a ge o f d isab ili t y a nd t he amount o f  p rod uc t ion. B ase d o n t he a na ly sis o f cause and e ffec t diagram causes defects derived from human, machine  p rod uc t ion, wo rk pro ce sses, and ma t e rial / raw m a t e ri a l i tse lf . So the comp any can take preve ntive and improvement to minimize defects and improve product quality  Keywords: Quality Control, Seven Tools, defective  products, newspaper 1. Pendahuluan PT. Akcaya Pariwara dalam kegiatan  produksinya menghasilkan empat jenis koran yaitu Harian Pontianak Post (koran utama, Pro-Kalbar, Metro, Soccer), Kapuas Post, Kun Dian Ri Bao dan Metro Pontianak. Wilayah pemasaran produk koran Harian Pontianak Post meliputi seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat, sedangkan untuk koran yang lainnya dicetak sesuai pesanan konsumen. Meningkatnya permintaan konsumen akan koran menyebabkan perusahaan berusaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Hal ini menjadi sebuah peluang bagi pelaku usaha untuk memulai usaha yang sejenis. Semakin berkembangnya usaha yang sejenis mengakibatkan persaingan semakin ketat, sehingga menuntut PT. Akcaya Pariwara  berusaha untuk meningkatkan kualitas koran  produksinya. Berdasarkan  survey  pendahuluan yang telah dilakukan, kualitas produk koran yang dihasilkan PT. Akcaya Pariwara sudah cukup baik, akan tetapi dalam proses produksinya masih banyak terdapat  jumlah produk cacat. Hal ini dikarenakan proses  pengendalian kualitas yang kurang maksimal. Proses  pengendalian kualitas hanya dilakukan oleh operator, dengan cara memeriksa sampel hasil  produksi pada setiap koin yang berjumlah 250 eksemplar. Jumlah sampel yang diambil oleh operator dalam tiap koin adalah sebanyak 3 sampai dengan 5 eksemplar . Berdasarkan sampel yang diperiksa apabila terdapat cacat, maka satu koin tersebut akan di reject  oleh operator. Berdasarkan observasi yang telah penulis lakukan, ternyata  banyak produk yang di reject oleh operator, hal ini tentu akan berakibat pada besarnya biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Permasalahan cacat pada produk koran ini perlu diatasi oleh perusahaan agar kualitas produk koran dapat ditingkatkan. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan diatas, peneliti bermaksud melakukan  penelitian untuk mengidentifikasi jenis cacat produk koran serta penyebab cacat produk koran tersebut, dengan tujuan untuk meningkatkan kualita s produk. Tindakan yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kerusakan produk adalah dengan menggunakan alat  bantu statistik, salah satunya dengan menggunakan Seven Tools. 2. Teori Dasar Menurut Goetsch Davis, 1994 dalam buku “Manajemen Kualitas Produk dan Jasa” mengemukakan definisi kualitas yaitu :

Embed Size (px)

description

ahay

Transcript of Pengendalian Kualitas Produksi Koran Menggunakan Seven Tools Pada Pt. Akcaya Pariwara Kabupaten Kubu...

  • PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI KORAN

    MENGGUNAKAN SEVEN TOOLS

    PADA PT. AKCAYA PARIWARA KABUPATEN KUBU RAYA

    Muhammad Ivanto

    Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura

    [email protected]

    Abstract PT. Akcaya Pariwara is a company

    which is engaged in mass media printing with its main

    product Pontianak Post is the first print media in West

    Kalimantan. Rise of consumer demand for newspapers

    causes the company efforts to fullfil the

    consumers`needs. It becomes an opportunity for

    entrepreneurs to start a similar business, so it requires

    the company to improve paper production

    quality. Quality of Newspaper produced by PT. Akcaya

    Pariwara is good enough, but in the production process

    is products defective still available. This is because

    quality control of process not maximum.

    This study aims to identify the types and factors

    cause defective products and to get the solution in

    maintaining and improving the quality of the newspaper

    by using seven tools. Seven tools include: flow charts,

    check sheets , histogram, control chart, Pareto charts,

    scatter diagrams, and cause and effect diagrams.

    The results of the check sheet, obtained by the

    newspaper defect types is hurred color, the paper is

    damaged, cut and dirty. Based on the analysis of control

    chart p and c shows that the process is not properly

    controlled. This could be seen in the chart control where

    there is still a lot of outliers data. Based on Pareto

    diagram, priority repairs that need to be done is for the

    dominant defect type is blurry color (30.94%), dirty

    (26.45%) and cut (23.28%). Based on the scatter

    diagram shows the positive correlation between the

    percentage of disability and the amount of

    production. Based on the analysis of cause and effect

    diagram causes defects derived from human, machine

    production, work processes, and material / raw material

    itself. So the company can take preventive and

    improvement to minimize defects and improve product

    quality

    Keywords: Quality Control, Seven Tools, defective

    products, newspaper

    1. Pendahuluan PT. Akcaya Pariwara dalam kegiatan

    produksinya menghasilkan empat jenis koran yaitu

    Harian Pontianak Post (koran utama, Pro-Kalbar,

    Metro, Soccer), Kapuas Post, Kun Dian Ri Bao dan

    Metro Pontianak. Wilayah pemasaran produk koran

    Harian Pontianak Post meliputi seluruh

    Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat, sedangkan

    untuk koran yang lainnya dicetak sesuai pesanan

    konsumen.

    Meningkatnya permintaan konsumen akan

    koran menyebabkan perusahaan berusaha untuk

    memenuhi kebutuhan konsumen. Hal ini menjadi

    sebuah peluang bagi pelaku usaha untuk memulai

    usaha yang sejenis. Semakin berkembangnya usaha

    yang sejenis mengakibatkan persaingan semakin

    ketat, sehingga menuntut PT. Akcaya Pariwara

    berusaha untuk meningkatkan kualitas koran

    produksinya.

    Berdasarkan survey pendahuluan yang telah

    dilakukan, kualitas produk koran yang dihasilkan

    PT. Akcaya Pariwara sudah cukup baik, akan tetapi

    dalam proses produksinya masih banyak terdapat

    jumlah produk cacat. Hal ini dikarenakan proses

    pengendalian kualitas yang kurang maksimal. Proses

    pengendalian kualitas hanya dilakukan oleh

    operator, dengan cara memeriksa sampel hasil

    produksi pada setiap koin yang berjumlah 250

    eksemplar. Jumlah sampel yang diambil oleh

    operator dalam tiap koin adalah sebanyak 3 sampai

    dengan 5 eksemplar. Berdasarkan sampel yang diperiksa apabila terdapat cacat, maka satu koin

    tersebut akan direject oleh operator. Berdasarkan

    observasi yang telah penulis lakukan, ternyata

    banyak produk yang direject oleh operator, hal ini

    tentu akan berakibat pada besarnya biaya produksi

    yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.

    Permasalahan cacat pada produk koran ini perlu

    diatasi oleh perusahaan agar kualitas produk koran

    dapat ditingkatkan.

    Berdasarkan permasalahan yang telah

    diuraikan diatas, peneliti bermaksud melakukan

    penelitian untuk mengidentifikasi jenis cacat produk

    koran serta penyebab cacat produk koran tersebut,

    dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas produk.

    Tindakan yang dapat dilakukan untuk meminimalisir

    kerusakan produk adalah dengan menggunakan alat

    bantu statistik, salah satunya dengan menggunakan

    Seven Tools.

    2. Teori Dasar

    Menurut Goetsch Davis, 1994 dalam buku

    Manajemen Kualitas Produk dan Jasa mengemukakan definisi kualitas yaitu :

  • Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses,

    dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi

    harapan (Yamit, Z. 2010 :8). Pengendalian kualitas adalah alat yang sangat

    berguna dalam membuat produk sesuai dengan

    spesifikasi sejak dari awal proses hingga akhir

    proses. Setiap proses produksi akan selalu ada

    gangguan yang dapat timbul secara tidak terduga.

    Gangguan tidak terduga dari proses ini relatif kecil,

    biasanya dipandang sebagai gangguan yang masih

    dapat diterima atau masih dalam batas toleransi.

    Gangguan proses yang relatif besar atau secara

    kumulatif cukup besar dikatakan tingkat gangguan

    yang tidak diterima (Yamit, Z. 2010:202).

    Kecacatan pada industri manufacture terkadang

    disebabkan oleh 6 (enam) kategori penyebab yaitu

    Machine (mesin atau teknologi), Method (metode

    atau proses), Material (termasuk raw material), Man

    Power (tenaga kerja), Measurement (pengukuran),

    Mother Nature (lingkungan). Apabila terdapat

    ketidaksesuaian dari salah satu kategori di atas,

    maka akan mengakibatkan proses produksi tidak

    dalam keadaan terkendali dan produk yang

    dihasilkan tidak dapat diterima (Kusnadi, E. 2011).

    Uji Kecukupan Data

    Uji kecukupan data dilakukan untuk

    menetapkan berapa jumlah observasi yang

    seharusnya dibuat (N). Maka harus diputuskan teerlebih dahulu berapa tingkat kepercayaan

    (convidence level) dan derajat ketelitian (degree of

    accuracy) untuk pegukuran ini (Wignjosoebroto, S.

    2008:184).

    Rumus yang digunakan dalam uji kecukupan

    data ini adalah : 2

    22 )(/'

    i

    ii

    X

    XXNskN

    Keterangan :

    N : Jumlah pengamatan yang dibutuhkan N : Jumlah pengamatan

    k : Tingkat kepercayaan

    s : Tingkat ketelitian

    Seven Tools

    Menurut, Paliska, G., Pavletic, D dan Sokovic,

    M. 2007. Dengan judul Quality tools systematic use in process industry. Journal of Achievments in

    Materials and Manufacturing Engineering. Volume

    25, Issue 1, November. Quality tools can be used in

    all phases of production process, from the beginning

    of product development up to product marketing and

    customer support. For problem identification can be

    used most of the 7QC tools:

    Flow chart

    Flow chart merupakan sebuah gambar sederhana

    dari sebuah proses (Zamit, Y. 2010:45).

    Gambar 2.1 Contoh Flowchart

    Sumber : Zamit, Y. (2010:45)

    Check sheet

    Lembar pengamatan merupakan bentuk yang

    sederhana yang dirancang untuk memungkinkan

    penggunanya mencatat data khusus dan dapat

    diobservasi mengenai satu atau beberapa variabel

    (Yamit, Z. 2010:49).

    Tabel 2.1 Contoh Check Sheet

    Sumber : Purnomo, H. 2004

    Histogram

    Histogram merupakan salah satu metode untuk

    membuat rangkuman tentang data sehingga data

    tersebut mudah dianalisis, yang menyajikan data

    secara grafik tentang seberapa sering elemen-

    elemen dalam proses muncul (Yamit, Z.

    2010:55).

    Gambar 2.2 Contoh Histogram

    Sumber: Yamit, Z. (2010:55)

    Control chart

    Peta kendali adalah sebuah grafik atau peta dengan

    garis batas dan garis-garis itu disebut garis kendali.

    Terdapat tiga macam garis kendali, yaitu : batas

    kendali atas, garis pusat dan batas kendali bawah.

    Garis-garis kendali itu ditulis sebagai UCL, x bar,

    dan LCL dengan urutan yang sama (Nasution, A.H,

    2006:306).

    Check Sheet Data Permasalahan Karyawan

    Problem Januari Februari Maret Total

    A / / - 2

    B / / - 2

    C / // // 5

    D - /// // 5

    Total 3 7 4 14

  • Upper Control Limit

    (UCL)

    Process Average

    Lower Control Limit

    (LCL)

    A

    B

    LCL

    UCL

    Number

    Of Errors

    200

    150

    100

    50

    Order Errors

    Percentage

    Scate100%

    75%

    50%

    25%

    Missing

    Customer

    Name

    Incorrect

    Date

    Incorrect

    Authorization

    Code

    Incorrect

    Shipping

    Information

    Categories

    Masalah

    Manusia

    Mesin

    MetodeLingkungan

    Material

    Mulai

    Pengeprinan

    file

    Proses Monting

    Proses

    Ekspose

    Pembersihan

    plat

    Proses bending

    Proses

    pecetakan

    PemeriksaanReject

    no

    yes

    Selesai

    Pemasangan

    plat

    Gambar 2.3 Contoh Control Chart

    Sumber: Yamit, Z. (2010:58)

    Pareto diagram

    Pareto chart untuk mengidentifikasi beberapa isu

    vital dengan menerapkan aturan perbandingan

    80:20, artinya 80% peningkatan dapat dicapai

    dengan memecahakan 20% masalah terpenting yang

    dihadapi (Yamit, Z. 2010:54).

    Gambar 2.4 Contoh Diagram Pareto

    Sumber : Yamit, Z. (2010:54)

    Cause and effect diagram

    Fungsi dasarnya adalah untuk mengidentifikasi dan

    mengorganisasi penyebab-penyebab yang mungkin

    timbul dari suatu efek spesifik dan kemudian

    memisahkan akar penyebabnya (Yamit, Z. 2010:47).

    Gambar 2.5 Diagram Sebab Akibat

    Sumber: Yamit, Z. (2010:47)

    Scatter diagram

    Diagram sebar merupakan alat yang bermanfaat

    untuk menjelaskan apakah terdapat hubungan

    antara dua variabel tersebut, dan apakah

    hubungannya positif atau negatif (Yamit, Z.

    2010:60).

    Gambar 2.6 Contoh Diagram Sebar Sumber: Yamit, Z. (2010:60)

    3. Hasil Pengolahan dan Analisa Data Berikut disajikan data hasil perhitungan dan

    analisa dengan seven tools.

    Uji Kecukupan Data

    Perhitungan uji kecukupan data dilakukan

    dengan menggunakan tingkat kepercayaan dipilih

    95 % dan tingkat ketelitian 5 %, maka:

    Harga Z = 1- /2 Dimana = 0,05 Maka Z = 1- 0,05/2 = 0,975

    Dari tabel distribusi normal untuk nilai 0,975 0,5 = 0,475 didapat nilai Z (harga k) = 1,96 = 2

    Jadi nilai k/s = 2/0,05 = 40

    2

    22 )(/'

    i

    ii

    X

    XXNskN

    2

    741250

    )2.500549.451.56(.50013.782.9374040

    x =

    2

    741250

    1.727.860

    = 5,43

    Berdasarkan perhitungan tersebut,

    didapatkan bahwa nilai N lebih kecil dari nilai N yaitu 5,43 < 40, artinya bahwa data yang diambil

    telah mencukupi.

    Flowchart Diagram alir proses, pada tahap ini flow chart

    digunakan untuk mendefinisikan proses produksi

    Koran.

    Gambar 3.1 Flowchart proses pencetakan

    Gambar 3.1 di atas menunjukan diagram alir

    proses pencetakan surat kabar. Selain proses

    pencetakan yang dilakukan setiap hari,

    perusahaan juga menetapkan jadwal untuk

    melakukan maintenance (perawatan).

    Hasil Data dari Check Sheet

    Hasil pengolahan data dengan

    menggunakan lembar check sheeet, untuk

    menghitung persentase cacat adalah sebagai

    berikut:

  • Tabel 3.1 Hasil Pengolahan Persentase Cacat

    Histogram

    Gambar 3.2 Histogram Jenis Kecacatan Koran

    Histogram yang telah ditunjukkan pada gambar

    diatas, dapat dilihat jumlah produksi selama

    pengamatan sebesar 741.250 eksemplar dan jenis

    kecacatan yang terjadi antara lain kertas rusak

    sebesar 1.838 eksemplar, terpotong sebesar

    2.213, kotor sebanyak 2.515 dan cacat akibat

    warna kabur sebanyak 2.941 eksemplar.

    Peta Kendali p Berdasarkan peta kendali p dapat dihitung

    sebagai berikut:

    a) Hasil perhitungan persentase kerusakan

    n

    npp

    40

    0,50857 = 0,0127

    b) Hasil perhitungan uppercontrol limit (UCL)

    n

    pppUCL

    )1(3

    0154,00,0127

    )0,01271( 0,012730,0127

    c) Hasil perhitungan lower control limit (LCL)

    n

    pppLCL

    )1(3

    0099,00,0127

    )0,01271(0,012730,0127

    Gambar 3.3 Peta Kendali p

    Peta Kendali c Berdasarkan perhitungan dengan peta c didapat

    hasil perhitungan sebagai berikut:

    Hasil perhitungan Cental Line (garis pusat)

    n

    cc

    40

    9507 = 237,675

    Hasil perhitungan uppercontrol limit (UCL)

    ccUCL 3

    237,6753237,675 = 283,925

    Hasil perhitungan lower control limit (LCL)

    ccUCL 3

    237,6753237,675 = 191,424

    Gambar 3.4 Peta Kendali c

    Banyaknya data yang outlier pada peta

    kendali p dan peta kendali c disebabkan

    oleh beberapa penyebab, diantaranya adalah

    proses maintenance yang tidak

    dilaksanakan operator sesuai jadwal,

    kelalaian operator dalam setting mesin

    sebelum proses produksi berlangsung, tidak

    adanya standarisasi khusus yang ditetapkan

    oleh perusahaan mengenai spesifikasi bahan

    baku dan ketidaksesuaian metode atau

    prosedur kerja dalam pengoperasian mesin

    yang tidak sesuai dengan kondisi

    dilapangan/perusahaan.

    1.838

    2.213 2.515

    2.941

  • Manusia Metode

    Bahan Baku/

    Material Mesin

    Produk Cacat

    Tidak menggunakan APDTeknik pencampuran tinta

    Kurangnya

    Pembersihan pada

    mesinBahan baku yang tidak

    bersih

    Setting Roll plat

    kurang tepat

    Mata potong otomatis kurang

    sesuai dengan ukuran kertas

    Kualitas kertas kurang

    baik

    Kelalaian operator dalam

    pengoperasian kertasCara Penyimpanan Bahan

    Baku

    Konveyor

    mesin mati

    Register halaman bergeser

    Tidak tepat dalam

    penyetelan kecepatan mata

    potong

    Kurang pengetahuan

    mencampur tinta

    Posisi plat kurang tepat

    Pengumpalan

    tinta

    Warna kabur

    Kertas Rusak

    Kotor

    Cara Penyimpanan Bahan

    Baku

    Kotor

    Warna Kabur

    Kertas Rusak

    Terpotong

    Kotor

    Kertas Rusak

    Warna KaburKualitas kertas kurang

    baik

    Terpotong

    Kotor

    Kertas Rusak

    Warna Kabur

    Penyetelan plat bergeser

    Penyumbatan pada suply

    tinta

    Terpotong

    Diagram Sebar (scatter diagram)

    Gambar 3.5 Korelasi Kecacatan

    Berdasarkan diagram terlihat jelas bahwa bentuk

    sebaran memiliki korelasi/hubungan Positif. Pola

    diagram tersebut menunjukan hubungan terhadap

    jumlah produksi yang semakin tinggi maka

    tingkat persentase cacat produk juga meningkat.

    Diagram Pareto Tabel dibawah ini menunjukkan jumlah

    kecacatan dan nilai persentase kumulatif yang

    akan digunakan untuk membuat diagram pareto

    Tabel 3.2 Perhitungan Persentase dan

    Persentase Kumulatif

    Berdasarkan data diatas maka dapat

    disusun sebuah diagram pareto berikut ini:

    Gambar 3.6 Jenis Kecacatan Dominan

    Berdasarkan diagram diatas, maka dapat

    diketahui jenis cacat produk yang paling sering

    terjadi pada percetakan koran ini adalah cacat

    warna kabur, kotor dan terpotong.

    Diagram Sebab Akibat (Cause and Effect diagram)

    Gambar 3.7 Cause and effect diagram

    Produk Cacat Pontianak Post

    Hubungan sebab dan akibat yang

    mempengaruhinya dikelompokan dalam lima

    faktor penyebab. Kelima faktor yang

    menyebabkan produk cacat antara lain faktor

    manusia, faktor mesin, faktor metode atau cara,

    dan faktor material/bahan baku

    4. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah

    dilakukan pada PT. Akcaya Pariwara, maka dapat

    dibuat kesimpulan berdasarkan tujuan yang telah

    ditetapkan dan saran-saran baik bagi perusahaan

    maupun bagi peneliti lanjutan.

    Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian

    ini adalah sebagai berikut :

    1. Berdasarkan hasil identifikasi diperoleh jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada koran Pro-

    Kalbar adalah warna kabur, kotor, kertas rusak

    dan terpotong.

    2. Berdasarkan hasil analisis diagram sebab akibat, diketahui bahwa faktor-faktor penyebab

    kerusakan atau cacat dalam kegiatan produksi di

    PT. Akcaya Pariwara berasal dari faktor

    manusia/operator, mesin produksi, metode kerja,

    dan material/bahan baku itu sendiri.

    3. Usaha-usaha untuk mengatasi terjadinya cacat yang disebabkan oleh faktor-faktor tersebut

    dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

    a. Manusia, diantaranya: 1) Melakukan pengawasan kepada para

    pekerja dengan lebih rutin.

    2) Memberikan pelatihan kepada para pekerja secara berkala.

    3) Membuat sistem penilaian kerja yang baru dengan tujuan untuk memotivasi

    kinerja para pekerja agar lebih baik.

  • b. Mesin, diantaranya: 1) Melakukan pengecekan kesiapan mesin

    sebelum dan sesudah digunakan agar

    sesuai standar operasional.

    2) Melakukan perawatan mesin secara benar dan berkala, tidak hanya ketika

    mesin mengalami kerusakan.

    3) Segera mengganti komponen mesin yang rusak sehingga tidak menghambat

    proses produksi.

    4) Mencari teknisi khusus mesin percetakan dari daerah Kalimantan

    Barat, sehingga dapat menghemat biaya

    dan proses percetakan pun tidak

    terhambat.

    c. Material, diantaranya: 1) Memberikan standar yang baik untuk

    setiap bahan baku yang diorder.

    2) Melakukan pengontrolan bahan baku sebelum dilakukannya proses

    percetakan.

    d. Metode Perlunya membuat manual prosedure agar

    dapat dipahami dan diikuti operator sebagai

    petunjuk kerja sebelum pelaksanaan proses

    produksi.

    Referensi

    [1] Al-Fakhri, Faiz. 2010. Analisis Pengendalian

    Kualitas Produksi di PT Masscom Grahpy dalam

    Upaya Mengendalikan Tingkat Kerusakan Produk

    Menggunakan Alat Bantu Statistik, Skripsi,

    Program Sarjana, Fakultas Ekonomi, Universitas

    Diponegoro, Semarang.

    [2] Hadary, F., dkk. 2009. Pedoman Penulisan Skripsi.

    Edisi ke-1. Fakultas Teknik Untan. Pontianak.

    [3] Arifin, Muhammad. 2009. Penerapan Seven Tools

    Sebagai Alat Pengendalian Kualitas Pembuatan

    Produk Pedal Rem Suzuki Smash Serta Usulan

    Perbaikan Menggunakan Metode FMEA di PT

    Sinar Terang Logamjaya (Stallion). Skripsi Jurusan

    Teknik Industri Fakultas Teknik dan Ilmu

    Komputer, Universitas Komputer Indonesia.

    [4] Ilham, M.N. 2012. Analisis Pengendalian Kualitas

    Produk Dengan Menggunakn Statistical Processing

    Control (SPC) Pada PT. Bosowa Media Grafika

    (Tribun Timur), Skripsi, Jurusan Manajemen,

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas

    Hasanuddin Makasar, Makasar.

    [5] Kusnadi, E. (2011, Desember 24). Fishbone

    Diagram dan Langkah-langkah Pembuatannya.

    http://eriskusnadi.wordpress.com/2011/12/24/fishbo

    ne-diagram-dan-langkah-langkah-pembuatannya/

    [6] Nasution, Arman. H., 2006. Manajemen Industri,

    Andi Offset, Yogyakarta.

    [7] Nawawi, H., 2007. Metode Penelitian Bidang

    Sosial, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

    [8] Paliska, G., D. Pavletic., and M. Sokovic, 2007.

    Quality tools systematic use in process industry. Journal of Achievments in Materials and

    Manufacturing Engineering, Volume 25, Issue 1,

    November.

    [9] Purnomo, Hari, 2004, Pengantar Teknik Industri,

    Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.

    [10] Sukendar, Irwan, 2008. Analisis Pengendalian

    Kualitas Produk Cetak Buku Dengan Menggunakan

    Seven Tools Pada PT. XYZ.

    [11] Wicaksana, Nanang, 2011. Analisa Kendali Defect

    Pada Produk Kemasan Semen Jenis Pasted Dengan

    Menggunakan Seven Tools Di PT Industri Kemasna

    Semen Gresik Tuban, Proceeding Seminar Nasional

    Teknik Industri & Kongres BKSTI VI hal IIA-165.

    Tuban.

    [12] Wignjosoebroto, Sritomo, 2008. Ergonomi Studi

    Gerak dan Waktu, Guna Widya, Surabaya

    [13] Yamit, Zulian, 2010. Manajemen Kualitas Produk

    dan Jasa, Ekonisia, Yogyakarta

    Biografi

    Muhammad Ivanto lahir di Pontianak pada tanggal 21

    Oktober 1990. Anak kedua dari Bpk. H.Hasmy Hamdan

    dan Ibu Hj.Misnawati. Penulis memulai pendidikan dasar

    di SD Negeri 07 Ketapang dan lulus pada tahun 2002,

    kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SLTP

    Negeri 1 Ketapang, lulus pada tahun 2005. Penulis

    kemudian melanjutkan pendidikan menengah atas di

    SMA Negeri 1 Ketapang dan lulus pada tahun 2008.

    Penulis melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi pada

    tahun 2008 dan diterima menjadi mahasiswa Universitas

    Tanjungpura, pada program studi Teknik Industri, jurusan

    Teknik Elektro, Fakultas Teknik.