PENGENALAN - animedevils.files.wordpress.com€¦  · Web viewJaringan Komputer dan Kehidupan...

of 61/61
1 NETWORK FUNDAMENTAL Jaringan Komputer dan Kehidupan Manusia Saat ini kita hidup di sebuah dunia yang menggunakan teknologi untuk berbagai sisi kehidupan. Globalisasi dari dunia internet telah mengubah dunia lebih dari yang bisa kita bayangkan. Kehidupan sosial, komersial dan perdagangan, politik, bahkan interaksi antar manusia mulai berubah. Jarak bukan lagi halangan. Kita sekarang hidup di dunia yang tidak lagi dibatasi dengan batas negara (borderless). Sekarang kita bisa melihat dan merasakan berbagai manfaat teknologi internet. Sebagai contoh kita bisa mengirim sebuah surat (email) untuk teman kita yang ada di luar negeri tanpa perlu susah payah mengantarnya ke kantor pos dan menunggu berhari- hari agar surat yang kita kirimkan sampai. Contoh lain misalnya ketika kita ingin mengecek saldo tabungan LPK INDOKOMPUTER Jl. Overste Isdiman No. 25 Purwokerto
  • date post

    26-Sep-2018
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PENGENALAN - animedevils.files.wordpress.com€¦  · Web viewJaringan Komputer dan Kehidupan...

PENGENALAN

42

NETWORK FUNDAMENTAL

Jaringan Komputer dan Kehidupan Manusia

Saat ini kita hidup di sebuah dunia yang menggunakan teknologi untuk berbagai sisi kehidupan. Globalisasi dari dunia internet telah mengubah dunia lebih dari yang bisa kita bayangkan. Kehidupan sosial, komersial dan perdagangan, politik, bahkan interaksi antar manusia mulai berubah. Jarak bukan lagi halangan. Kita sekarang hidup di dunia yang tidak lagi dibatasi dengan batas negara (borderless).

Sekarang kita bisa melihat dan merasakan berbagai manfaat teknologi internet. Sebagai contoh kita bisa mengirim sebuah surat (email) untuk teman kita yang ada di luar negeri tanpa perlu susah payah mengantarnya ke kantor pos dan menunggu berhari- hari agar surat yang kita kirimkan sampai. Contoh lain misalnya ketika kita ingin mengecek saldo tabungan kita di bank, kita sekarang tidak perlu susah- susah antri di ATM, kita cukup mengakses Net Banking dari internet. Nah.. hal hal inilah yang telah dilakukan oleh internet untuk memberikan kenyamanan bagi kehidupan kita.

Apa jaringan komputer itu?

Pada bagian diatas anda telah mengetahui berbagai manfaat dari internet. Ok,.. sekarang apa sih sebenarnya internet itu? Internet adalah sebuah jaringan komputer yang sangat besar dan menghubungkan komputer- komputer di sleuruh dunia. Jaringan komputer sendiri bisa kita definisikan sebagai sekelompok komputer yang bersifat otonom dan saling terhubung untuk saling berbagi dan bertukar informasi menggunakan suatu standar tertentu

Tujuan dan Manfaat Jaringan Komputer

Pembuatan jaringan komputer biasa bertujuan untuk memudahkan seseorang untuk berbagi pakai atau bertukar informasi. Sebagai contoh, misalnya sebuah kantor hanya mempunyai satu buah printer, sedangkan jumlah komputer yang ingin menggunakan printer lebih dari satu buah. Jika menggunakan sebuah aringan komputer kita bisa membagi pakai (share) printer tersebut agar bisa dipakai secara bersama- sama. Contoh lain, misalnya dalam sebuah kantor mempunyai beberapa komputer dan pegawai yang sering bertukar data (file). Jika kantor tersebut menggunakan jaringan komputer maka kita cukup melakukan bagi pakai file sehingga kita tidak perlu sering cabut pasang Flash Disk untuk saling bertukar file

Berbagai manfaat bisa kita dapatkan jika kita menggunakan jaringan komputer. Beberapa diantaranya adalah

a. Berbagai Sumber Daya (Sharing Resources)

Berdasarkan contoh sebelumnya kita bisa mendapatkan manfaat dari penggunaan jaringan komputer dalam hal kemudahan berbagi pakai suatu sumber daya (resources / devices). Berbagi pakai bertujuan agar seluruh program, peralatan, atau peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan tanpa terpengaruh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.

b. Media Komunikasi

Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi dan antar pengguna, baik untuk percakapan jarak jauh ( teleconference ) maupun untuk mengirim pesan- atau informasi penting lainnya. Hal ini memudahkan orang yang berjauhan untuk lebih mudah bekerjasama. Sebagai contoh pengerjaan sebuah program aplikasi oleh sebuah tim, dimana masing- masing anggota tim berada di tempat yang berbeda. Hal ini juga akan membuat hasil pengerjaan menjadi lebih efektif.

c. Integrasi Data

Pembangunan jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada komputer pusat. Setiap proses data tidak harus dilakukan di satu komputer saja, tetapi bisa di distribusikan ke tempat lainnya.

d. Pengembangan dan Pemeliharaan

Dengan adanya jaringan komputer, maka pengembangan peralatan dapat dengan mudah dilakukan, karena adanya kemampuan berbagi pakai peralatan melalui jaringan. Jaringan komputer juga memudahkan kita untuk kegiatan perawatan (maintenance) sistem operasi. Sebagai contoh jika kita ingin meng-update database sebuah antivirus, kita hanya perlu mengupdate nya secara terpusat di sebuah komputer untuk kemudian kita distribusikan ke komputer lainnya yang ada di dalam jaringan.

e. Keamanan Data

Dengan sebuah jaringan komputer kita bisa mengatur keamanan sistem dengan lebih baik. Kita bisa memberikan pengaturan keamanan haka akses berdasarkan tingkat (level) hak akses tertentu. Sebagai contoh : Misalnya user A hanya boleh mengakses program B dalam komputer yang terhubung ke jaringan.

f. Sumber daya yang lebih effisien dan informasi terkini

Dengan pembagian sumber daya pada jaringan komputer, maka pemakai dapat memperoleh hasil maksimal dan kulaitas yang tinggi. Kemudahan pengaksesan juga berakibat pada tingginya kecepatan pembaharuan informasi yang ada

Komunikasi, Faktor Penting dalam Sebuah Jaringan Komputer

Berbicara tentang masalah jaringan atau hubungan kita tidak bisa lepas dari faktor komunikasi. Kita berkomunikasi setiap hari, mulai dari berbicara kepada orang lain, atau misalnya kita menulis surat kepada orang lain, dan hal keseharian yang lain. Pada prinsipnya komunikasi di dalam dunia kita (manusia) dan dunia komputer mempunyai kesamaan diantaranya:

a. Adanya bagian yang melakukan komunikasi. Andanya pengirim informasi dan penerima informasi.

b. Adanya penghubung (bahasa) yang harus dipahami oleh bagian- bagian yang berkomunikasi.

Dari prinsip diatas kita bisa hubungkan dengan dunia jaringan komputer sebagai berikut:

a. Komputer Host (Server, Sender)

Dalam sebuah jaringan, komputer ini bertugas sebagai server atau pusat data . Komputer host bisa berupa mainframe maupun komputer mini. Komputer untuk kebutuhan server biasanya mempunyai jenis hardware yang khusus dan spesifikasi diatas komputer- komputer Desktop biasa.

b. Komputer Receiver (Client)

Komputer ini berfungsi sebagai penerima data

c. Data

Data adalah objek dari proses komunikasi yang terjadi

d. Protokol Komunikasi

Dalam sebuah kegiatan komunikasi kita harus menggunakan suatu standar tertentu agar kedua belah pihak mengetahui isi dari komunikasi yang terjadi.

e. Komponen Transmisi (Media Transmisi)

Komponen transmisi atau media transmisi digunakan untuk menghubungkan antar komponen- komponen dalam sebuah jaringan komputer.

KATEGORI JARINGAN

Jaringan komputer bisa dikategorikan menjadi beberapa level atau tingkat berdasarkan jumlah client yang terhubung dalam sebuah jaringan.

LOCAL AREA NETWORK (LAN)

LAN merupakan bentuk dari jaringan komputer yang paling sering digunakan. LAN merupakan sebuah jaringan komputer yang menghubungkan komputer- komputer dalam sebuah ruangan tertentu. LAN biasanya digunakan untuk berbagi pakai suatu resource jaringan seperti Printer, Scanner , serta file.

METROPOLITAN AREA NETWORK

Metropolitan area network pada dasarnya merupakan versi LAN yang lebih besar. MAN biasanya menghubungkan antar LAN- LAN . Sebagai contoh LAN dari kota A dihubungkan dengan LAN di kota B. sehingga bisa membentuk jaringan kantor antar kota. Jaringan ini biasanya berjarak radius 10- 50 km

WIDE AREA NETWORK

Wide area network adalah sebuah jaringan komputer yang memiliki jarak jangkauan yang luas. Jaringan ini biasanya menghubungkan antar negara bahkan hingga antar benua

Sedangakan berdasarkan hubungan fungsional jaringan bisa dibagi menjadi 2 jenis:

Client-Server

Jenis jaringan ini menggunakan sebuah server untuk mengatur lalu lintas data dalam sebuah jaringan. Komputer mana yang boleh terhubung ke jaringan, komputer mana yang boleh mengakses resource tertentu di jaringan , dan lain sebagainya. Sedangkan komputer- komputer yang mengakses server disebut sebagai client

Karakteristik Server:

Menerima permintaan dari client

Bersifat Passive ( menunggu request dari client)

Bertugas untuk menerima permintaan dari client , memprosesnya , kemudian mengirimkan hasil nya ke client.

Biasanya tidak berhubungan secara langusung dengan end- user ( biasanya di kontrol secara remote)

Menerima koneksi dari banyak client

Karakteristik Client

Memberikan permintaan ke server mengenai suatu hal

Menunggu dan menerima hasil proses dari server

Biasanya diakses secara langsung oleh end-user

Biasanya hanya terhubung pada satu atau dua buah server saja dalam satu waktu.

Peer to Peer (Workgroup)

Letak perbedaan jaringan P2P dengan jaringan client- server adalah, jenis jaringan ini tidak membutuhkan server untuk saling berhubungan. Setiap komputer (PC) berhubungan secara langsung dengan komputer lainnya dalam sebuah jaringan. Jenis jaringan ini mudah dikonfigurasi namum agak susah untuk di kontrol. Karena setiap anggota dalam sebuah jaringan mempunyai hak akses yang sama.

Dalam contoh kasus , sebuah jaringan LAN dengan sebuah switch dan tanpa server biasanya dikategorikan dalam sebuah jaringan P2P. Windows biasa menyebut jaringan ini dengan istilah Workgroup. Jika sebuah komputer men-share sebuah file maka seluruh anggota jaringan bisa melihat file tersebut.

Beberapa keunggulan dari jenis jaringan ini adalah

Tidak adanya point single failure, maksudnya jika salah satu anggota dari jaringan tersebut mati maka, keseluruhan jaringan masih bisa berjalan. Hal ini berbeda dengan jenis jaringan yang menggunakan jenis konfigurasi client server, dimana jika sebuah server mati maka seluruh jaringan akan down dan tidak bisa saling berhubungan.

Setiap anggota jaringan, menyediakan bandwidth, storage space, dan kemampuan komputer nya untuk dibagi dalam sebuah jaringan.

Pengkategorian jaringan yang lainnya adalah berdasarkan bentuk topologi fisiknya. Beberapa jenis topologi yang umum ditemui adalah sebagai berikut:

Jaringan Bus

Jaringan jenis ini menggunakan sebuah single line yang menghubungkan antar komputer dalam sebuah jaringan (node).

Topologi Ring

Pada topologi ini setiap node saling berhubungan dengan node lainnya sehingga

membentuk ring (lingkaran).

Topologi Star

Topologi star merupakan jenis topologi yang paling banyak di pakai. Topologi ini memerlukan sebuah concentrator, yaitu berupa alat yang menjadi pusat penghubung antar anggota dalam jaringan (node). Jenis concetrator yang biasa digunakan adalah hub atau switch

Topologi Tree

Topologi tree merupakan gabugan dari jenis topologi Bus dan Star. Jalur utama topologi ini menggunakan jenis Bus. Sedangkan untuk percabangan network menggunakan jenis topologi star.

PEMILIHAN TOPOLOGI

Dalam memilih sebuah topologi untuk diaplikasikan di dalam suatu tempat (kantor/ sekolah). Kita harus memperhatikan beberapa faktor, diantaranya:

Kecepatan, sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan oleh sistem

Lingkungan, mis: listrik, adakah faktor lingkungan yang berpengaruh

Ukuran (skalabilitas), berapa besar ukuran jaringan. Apakah jaringan memerlukan file server atau sejumlah server khusus.

Konektivitas, apakah pemakai yang lain perlu mengakses jaringan dari berbagai lokasi.

Biaya, sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan organisasi

Tabel Perbandingan Topologi

TOPOLOGI

KEUNTUNGAN

KERUGIAN

BUS

Hemat kabel.

Layout kabel sederhana.

Mudah dikembangkan.

Tidak butuh kendali pusat.

Mudah untuk menambah dan mengurangi terminal.

Deteksi dan isolasi kesalahan cukup susah.

Kepadatan lalu lintas tinggi

Keamanan data kurang terjaga

Kecepatan akan menurun jika user bertambah

Diperlukan Repeater untuk jaringan dengan jarak yang jauh

RING

Hemat Kabel.

Bisa melayani lalu lintas data yang padat.

Peka terhadap kesalahan.

Pengembangan Jaringan lebih kaku.

Kerusakan pada terminal dapat melumpuhkan seluruh sistem.

Lambat. Karena pengiriman data selalu menunggu giliran token.

STAR

Fleksibel karena pemasangan kabel mudah

Penambahan / Pengurang-an terminal dapat dengan mudah dilakukan

Kontrol terpusat sehingga mudah dalam deteksi dan isolasi kerusakan

Kabel boros

Hub atau switch sebagai concentrator menjadi elemen penting adan kritis

IP ADDRESSING

Untuk membedakan suatu komputer dengan komputer lainnya dalam sebuah jaringan, kita membutuhkan sebuah alamat unik dari setiap komputer. Alamat unik ini biasa disebut sebagai alamat IP. IP sendiri merupakan singkatan dari Internet Protocol.

Keunggulan dari TCP/ IP

Semua sistem operasi yang modern menawarkan dukungan TCP/IP dan kebanyakan jaringan besar juga mengandalkan TCP/IP untuk lalu lintas jaringannya. TCP/IP juga merupakan protokol standar untuk Internet. Jaringan TCP/IP dapat dipadukan dengan Internet. TCP/IP dikembangkan secara sempurna sehingga menawarkan banyak utiliti yang mampu meningkatkan kinerja dan keamanan. Jaringan yang didasarkan pada protokol transport yang lain dapat dihubungkan dengan jaringan TCP/IP melalui sebuah gateway.

Utiliti TCP /IP

TCP/ IP mempunyai beberapa keunggulan diantaranya

1. Transfer Data

TCP/IP menyediakan fasilitas transfer data antara lain melalui media FTP, HTTP, CIFS

2. Telnet

TCP/ IP mendukung telnet, yaitu teknik login jarak jauh ke komputer lain yang ada di dalam jaringan

3. Pencetakan

TCP/IP mendukung fasilitas pemberian alamat IP ke printer, sehingga sebuah printer bisa diakses secara langsung dalam sebuah jaringan

4. Diagnostik

TCP/ IP mempunyai beberapa tool diagnostik seperti , PING, IPCONFIG, NSLOOKOP, TRACERT, yang bisa digunakan dalam pendeteksian masalah dalam sebuah jaringan

Bentuk Alamat IP

Alamat IP merupakan alamat logical yang terdiri dari 32 bit, yang terbagi atas 4 bagian dimana masing- masing bagian dipisahkan dengan tanda titik (.). Setiap bagian terdiri dari 8 bit, maka dari itu, setiap field nilainya berkisar antara 0- 255.

Bentuk format alamat IP adalah sebagai berikut:

xxx.xxx.xxx.xxx

contohnya adalah sebagai berikut : 182.11.20.1 atau 192.168.11.1

Agar TCP/IP dapat berjalan secara efektif, router yang menyampaikan paket-paket data di antara jaringan tidak perlu mengetahui lokasi host yang menjadi tujuan suatu paket informasi. Router hanya perlu mengetahui host itu merupakan suatu anggota jaringan apa dan menggunakan informasi yang tersimpan dalam tabel route-nya untuk menentukan bagaimana mengantarkan paket ke jaringan milik tujuan. Hal ini yang dinamakan routing. Setelah paket dikirimkan ke jaringan tujuan, paket baru dikirimkan ke host yang tepat. Agar proses dapat berjalan suatu alamat IP memiliki dua buah ID, yakni Network ID dan Host ID

Dalam mendesain sebuah jaringan anda mutlak harus mengetahui mana yang merupakan Network ID dan mana yang merupakan Host ID. Agar sebuah komputer dalam jaringan bisa terhubung, setiap client (komputer) yang terhubung dalam sebuah jaringan harus mempuyai Network ID yang sama tetapi dengan Host ID yang bebeda.

Tabel Jumlah Host dan Network

Class

Range

Network ID

Host ID

Jumlah Network

Jumlah Host Per Network

A

1-126

w

x.y.z

126

16.777.214

B

128-191

w.x

y.z

16.384

65.534

C

192-223

w.x.y

Z

2.097.152

254

D

224-239

Reserved for multicast addressing

N/A

N/A

N/A

E

240-254

Reserved for Experimental use

N/A

N/A

N/A

Alamat- Alamat IP Spesial

Ada beberapa alamat IP spesial yang harus kita perhatikan dalam pemberian sebuah alamat IP. Diantaranya:

1. Alamat host tidak boleh memiliki nilai 0 atau 255. hal ini dikarenakan nilai 0 dianggap sebagai alamat jaringannya sendiri, sedangkan nilai 255 dianggap sebagai alamat broadcast atau multicast

Contoh : Alamat IP 194.34.2.0 adalah menyatakan jaringan kelas C dengan alamat jaringan 1924.034.002

2. Alamat broadcast yang disebut sebagai local broadcast, yaitu 255.255.255.255

3. Alamat IP 127.xxx.xxx.xxx. Hal ini dikarenakan alamat IP tersebut digunakan untuk aplikasi TCP/ IP sebagai alamat Loopback, yaitu paket yang di transmisikan diterima kembali oleh buffer komputer itu sendiri, tanpa di transmisikan ke media jaringan. Aamat ini berfungsi untuk diagnostik dan pengecekan konfigurasi TCP/ IP

Alamat IP Private

Private IP merupakan alamat- alamat IP yang disediakan untuk digunakan di kalangan internal perusahaan. IP Private diatur oleh RFC 1918. Jika anda membangun sebuah jaringan LAN, sangat disarankan untuk menggunakan alamat IP ini.. Kenapa sih perlu alamat IP Private? Alamat IP Private digunakan agar tidak terjadi bentrok IP antara alamat lokal ( IP Perusahaan) dengan IP Public di internet.

Terdapat tiga kelas alamat IP Private yang bisa digunakan, yaitu:

Class

Private Network ID

Subnet Mask

Range IP Address

A

10.0.0.0

255.0.0.0

10.0.0.1-10.255.255.254

B

172.16.0.0

255.240.0.0

172.16.0.1-172.31.255.254

C

192.168.0.0

255.255.0.0

192.168.0.1-192.168.255.254

HARDWARE SIDE NETWORKING

Pada bagian ini kita akan banyak bercerita tentang sisi perangkat keras yang digunakan dalam sebuah jaringan komputer.

LAN CARD (NETWORK INTERFACE CARD)

NIC adalah kartu jaringan yang berupa papan elektronik yang diperlukan di masing- masing komputer untuk terhubung dalam sebuah jaringan komputer. Ada dua jenis NIC, yaitu yang berjenis OnBoard, dan yang berjenis PCI Card. Letak perbedaan keduanya adalah, jika NIC yang onboard terpasang langsung (integrated) dengan motherboard, sedangkan yang berbentuk PCI Card terpasang pada bagian PCI.

Langkah langkah pemasangan NIC bertipe PCI card adalah sebagai berikut:

1. Buka casing komputer anda

2. Siapkan NIC yang akan dipasang

3. Identifikasi letak expansion bus (PCI). Biasanya PCI berwarna putih dan terletak di bagian paling bawah dari motherboard.

4. Buang penutup expansion card pada bagian belakang casing

5. Pasang NIC

6. Pasang baut pengaman, agar NIC tidak lepas ketika akan dipakai.

7. Tutup casing

8. Nyalakan komputer. Pasang driver jika diperlukan.

KABEL

Elemen vital lain dari sebuah jaringan komputer adalan kabel. Kabel menjadi sebuah media untuk menghubungkan antar komponen dalam sebuah jaringan. Ada beberapa tipe kabel yang umum digunakan dalam sebuah jaringan komputer, antara lain:

10Base2

Dikenal sebagai thin ethernet. Kabel ini merupakan jenis kabel coaxial . Kabel ini hampir sama bentuknya dengan kabel yang sering digunakan untuk antenna siaran televisi. Disebut juga sebagai cheapernet. Karena harganya yang cukup murah. Kabel jenis ini biasanya digunakan utntuk jenis topologi BUS.

10Base5

10Base5 dikenal dengan thick ethernet karena menggunakan kabel koaksial jenis thick. Topologi yang digunakan juga sama dengan 10Base2, yakni topologi bus.

10BaseF

10BaseF menggunakan serat optik. 10BaseF jarang digunakan karena biaya yang mahal dan pemasangannya yang sulit. Biasanya, jenis ini digunakan untuk penghubung (link) antarsegmen. Hal ini disebabkan kemampuan jaraknya yang dapat mencapai hingga puluhan kilometer meter. Spesifikasi dari 10BaseF identik dengan 10BaseT.

100BaseT

100BaseT disebut sebagai fast ethernet atau 100BaseX. Ethernet ini memiliki kecepatan 100Mbps. Ada beberapa tipe 100BaseT berdasarkan kabel yang digunakan.

1. 100BaseT4 memakai kabel UTP kategori 3, 4, atau 5. Kabel yang digunakan ada 4 buah

2. 100BaseTX, memakai kabel UTP kategori 5 dan kabel yang dipakai hanya dua pasang

3. 100BaseFX, menggunakan kabel serat optik

Pada 100BaseT yang menggunakan kabel koaksial, maksimum total panjang kabel yang menggunakan hub Class II yaitu 205 meter dengan 100 meter panjang segmen dan 5 meter adalah panjang kabel untuk menghubungkan hub ke hub. Sementara itu untuk 100BaseFX dengan menggunakan 2 repeater bisa mencapai 412 meter, dan panjang dengan serat optik dapat mencapai 2000 met

Berdasarkan bentuk fisiknya kabel jaringan bisa dibedakan menjadi:

Twisted Pair

Coaxial

Fiber Optic

Pemilihan Kabel

Dalam pemilihan jenis kabel yang akan digunakan, kita harus terlebih dahulu memikirkan dengan cermat kebutuhan jaringan yang akan kita buat. Kualitas kabel menjadi pilihan utama dalam membangun sebuah jaringan. Selain itu jarak dan kecepatan menjadi faktor lain yang tidak bisa dipisahkan. Jenis kabel UTP yang bagus di pasaran adalah kabel Belden USA. Dibawah ini disajikan tabel perbandingan antar kabel yang biasa digunakan untuk membuat jaringan

Tipe

Kecepatan

Jarak

Konektor

UTP Cat 5

10 Mbps/ 100 Mbps

300 kaki

RJ45

Wireless

Lebih dari 10 Mbps

Tergantung merk

-

Kabel Coaxial

10 Mbps

2500 kaki

BNC Connector

Kabel telepon

RJ11

HUB /SWITCH

Komponen lainnya yang biasanya digunakan untuk membangun sebuah jaringan adalah hub atau switch. Keduanya mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai sebuah concentrator. Bentuk keduanya juga hampir sama. Letak perbedaannya hanya pada cara penyampaian data ke anggota (host) dalam jaringan. Hub menggunakan tipe broadcast dalam pengiriman datanya. Sedangkan switch menggunakan model direct transmitting ke host yang dituju. Saat ini hub sudah jarang dipakai. Sekarang orang lebih senang menggunakan hub karena lebih aman. Jumlah port untuk switch yang biasa dijual di pasaran adalah 8,16,24.

REPEATER

Jika suatu data dalam jaringan telah menempuh jarak yang jauh, maka biasanya data- data itu mengalami pelemahan. Data yang lemah jika dibiarkan dan tidak dikuatkan maka akan hilang ditengah jalan. Fungsi dar repeater adalah digunakan untuk memperkuat sinyal data.

BRIDGE

Bridge digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan yang terpisah,baik untuk jaringan yang sama maupun jaringan yang berbeda. Bridge memetakan jaringan dan hanya memperbolehkan lalulintas data yag diperlukan. Bridge juga mempunyai fungsi untuk mencegah data- data rusak supaya tidak menyebar keluar dari suatu segmen.

ROUTER

Router digunakan untuk me-routing sebuah jaringan. Router memetakan jaringan dalam skala yang lebih besar. Router biasanya digunakan untuk menghubungkan LAN- LAN dengan kelas kelas yang berbeda.

Router biasanya menggunakan sistem operasi khusus. Dalam bentuk fisiknya router ada yang berupa PC biasa yang dipasangi dengan sistem operasi khusus (MikroTik) atau sistem operasi jenis linux yang diatur supaya bisa berfungsi sebagai router. Bentuk router yang lain, adalah jenis router Cisco yang menggunakan siste operasi khusus IOS.

INSTALASI JARINGAN LOKAL

Installasi Jaringan P2P (Peer to Peer)

Dalam bagian berikut ini kita akan dijelaskan bagaimana untuk menghubungkan dua buah komputer menggunakan jenis koneksi P2P.

Sebelum installasi ada beberapa hal yang harus dipersiapkan antara lain:

1. 2 buah PC/ Notebook yang masing- masing sudah memiliki NIC

2. Kabel UTP Cat 5. Panjang kabel tergantung dari jarak antar 2 buah PC.

3. RJ45 sebanyak 2 buah

4. Crimping

5. Tang pemotong

Langkah- Langkah Pengerjaan

Langkah pertama adalah kita akan memasang konektor (RJ45) dengan kabel UTP

1. Pertama kupas bagian luar kabel UTP dengan menggunakan tang pemotong

2. Atur letak kabel, pisahkan masing- masing serat kabel.

Untuk menghubungkan dua buah komputer secara P2P maka kita membutuhkan jenis konfigurasi kabel Cross. Konfigurasi jenis ini biasanya digunakan untuk menghubungkan device jaringan yang sama . Sebagai contoh hub dengan hub, switch dengan switch, atau komputer dengan komputer.

3. Atur letak posisi serat kabel dengan urutan

a. Putih Orange

b. Orange

c. Hijau Putih

d. Biru

e. Biru Putih

f. Hijau

g. Coklat Putih

h. Coklat

4. Siapkan konektor RJ45 dan masukan kabel. Setiap ujung konektor posisinya harus sama dan lurus/ rata. Selain itu bagian luar atau pembungkus harus terjepit agar kokoh dan tidak goyang.

5. Setelah kabel masuk dan rata sampai ujung konektor, masukan konektor dan jepit dengan tang crimpping

6. lakukan hati- hati agar konektor tidak meleset

7. lakukan hal yang sama pada ujung yang lain, hanya dengan konfigurasi serat kabel yang berbeda. Konfigurasinya adalah sebagai berikut:

a. Putih Hijau

b. Hijau

c. Putih Orange

d. Biru

e. Putih Biru

f. Orange

g. Putih Coklat

h. Coklat

Langkah selanjutnya adalah pasangkan masing- masing ujung konektor RJ 45 ke masing- masing NIC di PC. Pasang konektor RJ45 hingga terdengar bunyi klik.

Setelah pembuatan kabel koneksi selesai, kita akan melakukan setting alamat IP. Langkah langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Nyalakan masing masing komputer

2. Pada komputer pertama lakukan konfigurasi sebagai berikut:

a. Klik tombol

b. Klik Klik kanan pada bagian My Network Places

c. Pilih Properties

d. Klik kanan pada bagian Local Area Connection, pilih Properties lagi

e. Setelah itu pilih Internet Protocol (TCP/IP) Connection. Selanjutnya klik properties.

f. Pilih Obtain IP Address automatically dan Obtain DNS Server address automatically jika ingin menggunakan alamat IP yang diberikan oleh DHCP Server

g. Pilih Use the Following IP Address dan Use the Following DNS server address jika ingin menggunakan alamat IP Static. Dengan menggunakan pilihan ini, kita bisa memilih alamat ip kita sendiri. Jika sudah klik OK.

Lakukan setting IP dengan langkah- langkah yang sama pada komputer yang lain

INSTALLASI JARINGAN LOKAL DENGAN TOPOLOGI STAR

Jaringan dengan topologi star pada umumnya digunakan untuk menghubungkan lebih dari dua buah komputer dalam sebuah jaringan. Sebelum kita membuat jaringan lokal dengan topologi star, terlebih dahulu kita harus melakukan survey terhadap lokasi yang akan dibuat LAN. Kita harus menghitung kabel yang diperlukan. Penempatan hub/ switch juga harus diperhatikan.

Sebelum installasi ada beberapa hal yang harus dipersiapkan antara lain:

1. Beberapa buah PC/ Notebook yang masing- masing sudah memiliki NIC

2. Kabel UTP Cat 5. Panjang kabel tergantung dari jarak antar PC dengan HUB/ Switch.

3. RJ45 sebanyak jumlah PC dikalikan 2

4. Crimping

5. Tang pemotong

6. Hub/ Switch

Langkah- Langkah Pengerjaan

Langkah pertama adalah kita akan memasang konektor (RJ45) dengan kabel UTP

1. Potong- potong kabel dengan ukuran sama - dengan jarak masing- masing PC dengan Hub/ Switch, ditambah 2 atau 3 meter.

2. Kupas bagian luar kabel UTP dengan menggunakan tang pemotong

3. Atur letak kabel, pisahkan masing- masing serat kabel.

Untuk menghubungkan masing masing komputer dengan HUB/ Switch kita membutuhkan jenis konfigurasi kabel Straight. Konfigurasi jenis ini biasanya digunakan untuk menghubungkan device jaringan yang berbeda . Sebagai contoh PC dengan hub atau PC dengan switch.

4. Atur letak posisi serat kabel dengan urutan

a. Putih Orange

b. Orange

c. Hijau Putih

d. Biru

e. Biru Putih

f. Hijau

g. Coklat Putih

h. Coklat

5. Siapkan konektor RJ45 dan masukan kabel. Setiap ujung konektor posisinya harus sama dan lurus/ rata. Selain itu bagian luar atau pembungkus harus terjepit agar kokoh dan tidak goyang.

6. Setelah kabel masuk dan rata sampai ujung konektor, masukan konektor dan jepit dengan tang crimpping

7. lakukan hati- hati agar konektor tidak meleset

8. lakukan hal yang sama pada ujung yang lain, hanya dengan konfigurasi serat kabel yang sama. Konfigurasinya adalah sebagai berikut:

a. Putih Orange

b. Orange

c. Hijau Putih

d. Biru

e. Putih Biru

f. Hijau

g. Putih Coklat

h. Coklat

9. Ulangi langkah 1 8 untuk kabel yang lain.

10. Pasang Kabel dengan satu ujung ke switch dan ujung yang lain ke PC

11. Beri Alamat IP pada masing- masing komputer

12. Cek koneksi dengan utiliti PING

network troubleshoot Identification

Ada berbagai macam faktor yang menyebabkan sebuah jaringan komputer tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita. Network Troubleshoot Identification bisa kita bagi menjadi 2 bagian, yaitu secara Hardware dan secara Software.

Indentifikasi secara hardware

Permasalahan

Penanganan

NIC tidak terdeteksi

ONBOARD: Cek di BIOS pada bagian intetgrated Peripheral apakah NIC disudah di aktifkatn (enabled)

PCI CARD: Atur kembali pemasangan NIC pada PCI (cabut pasang), bersihkan konektor PCI Card. Coba ganti dengan NIC yang lain.

Kabel tidak terkoneksi

Lihat apakah urutan kabel sudah benar (cross/ straight)

Cek apakah setiap ujung kabel menempel pada konektor RJ-45

Cek dengan menggunakan tester, apakah kabel terhubung

Lakukan crimping ulang

Ganti kabel

Switch/ Hub Tidak Bekerja

Cabut semua kabel yang terhubung ke Switch

Nyalakan switch, pada kasus switch normal harusnya lampu indikator pada switch akan menyala sebentar, dan kemudian mati

Lihat indikator power apakah menyala atau tidak

Hubungkan dua buah host ke switch. lakukan pengecekan per port dengan melakukan PING dari satu host ke host yang lain

Jaringan Lambat

Cek kondisi crimping. Proses crimping yang jelek bisa menyebabkan koneksi menjadi lambat

Cek indikator Coalition di switch. Jika indikator coalition menyala, berarti sedang terjadi transfer data yang besar dan terjad tabrakan dalam transfer data

Cek kecepatan NIC masing- masing komputer. Jika dalam sebuah jaringan menggunakan dua jenis kecepatan transfer data (10 Mbps dan 100 Mbps) maka secara otomatis jaringan akan menggunakan kecepatan yang lebih kecil (10 Mbps)

Identifikasi Masalah Software

Permasalahan

Penanganan

NIC terdeteksi tapi tidak bisa digunakan

Pasang driver untuk NIC yang bersangkutan

Jaringan terhubung (Connected) tapi tidak bisa bertukar data

Masalah yang paling umum adalah dikarenakan , masing- masing host belum di beri alamat IP. Coba cek alamat IP masing- masing host.

Permasalahan lainnya adalah mungkin alamat IP yang diberikan tidak memiliki Network ID yang sama (lihat di bagian IP Addressing)

Tidak bisa melakukan Ping ke komputer host lain

Permasalahan ini biasanya di karenakan firewall yang masih terpasang. Pada Windows XP SP2, firewall terpasang secara otomatis. Lihat tutorial di bawah ini untuk mematikan Windows Firewall

Menonaktifkan Windows Firewall

Firewall sebenarnya digunakan untuk melindungi komputer kita dari akses orang yang tidak berhak dalam sebuah jaringan. Tapi sering beberapa aplikasi di blok oleh windows firewall sehingga tidak bisa berjalan. Cara untuk menonaktifkan windows firewall adalah sebagai berikut:

1. Klik Start -> Control Panel

2. Klik Security Center

3. Klik dibagian windows firewall

4. Kemudian Pilih OFF, untuk menonaktifkan windows firewall

BERBAGI PAKAI RESOURCE DALAM JARINGAN

Berbagi Pakai Data/ file

Salah satu fungsi jaringan adalah agar kita bisa berbagi pakai data. Langkah- langkah untuk bisa berbagi pakai data dalam sebuah jaringan (workgroup) adalah sebagai berikut:

a. Untuk bisa berbagi pakai data. Anda harus login dengan hak akses administrator

b. Kemudian cari folder atau buat folder baru untuk di-bagi- pakai

c. Klik kanan pada folder yang ingin di bagi pakai.

d. Pilih Sharing and Security

e. Jika muncul pertanyaan pilih Just Enabled File Sharing

f. Kemudian Klik OK

g. Beri nama folder share anda. Kemudian klik OK

Untuk mengakses data yang di sharing, pada komputer yang ingin mengakses data lakukan langkah- langkah di bawah ini:

a. Klik START , Run

b. Ketikan \\alamat-ip-yang dituju

c. Tekan enter.

d. Atau anda juga bisa mem-browse data melalui My Network Places

Berbagi Pakai Device

Selain berbagi pakai data, kita juga bisa berbagi pakai device dalam jaringan. Sebagai contoh kita ingin agar sebuah printer yang ada di sebuah komputer bisa di pakai oleh semua komputer yang ada dalam jaringan. Langkah- langkah proses sharing printer adalah sebagai berikut:

a. Klik Start

b. Pilih Printer and Faxes

c. Pilih printer yang ingin disharing

d. Klik kanan. Pilih Sharing

e. Kemudian pilih share this printer

f. Klik Apply kemudian OK

Untuk bisa mengakses printer yang sudah di sharing, pada komputer yang ingin mengakses harus di lakukan konfigurasi sebagai berikut

a. Klik Start

b. Pilih Printer and Faxes

c. Klik kanan pada area yang kosong

d. Pilih Add Printer

e. Kemudian Browse Printer yang ada dalam jaringan.

Menginstalasi sistem operasi SERVER jaringan

Pada bagian ini kita akan belajar untuk menginstall sistem operasi server untuk jaringan. Pada contoh kasus berikut kita akan belajar menginstall sistem operasi Windows Server 2003.

Sebelum kita menginstallasi sebuah sistem operasi kita harus tahu terlebih dahulu system requirement (kebutuhan sistem minimal) yang dibutuhkan agar proses installasi berjalan dengan lancar dan komputer yang kita installasi bisa digunakan dengan baik.

Windows Server mempunyai beberapa versi. Kebutuhan minimum setiap versi bisa anda lihat di tabel berikut

Versi 2003

CPU

RAM

Max RAM

Processor

Cluster

Web Edition

350 Mhz

256 MB

2 GB

1 s/d 2

Tidak

Standard Edition

550 Mhz

256 MB

4 GB

1 s/d 2

Tidak

Enterprise Edition

733 Mhz

256 MB

32 GB & 64 GB

8

4

Datacenter Edition

733 Mhz

1 GB

64 GB & 512 GB

8 s/d 32

8 s/d 32

Langkah I : Persiapan

Cek semua kebutuhan hardware (system requirement )

Cek Kompabilitas hardware (WQHL)

Rencanakan opsi partisi hardisk

Kalkulasi kebutuhan jaringan

Langkah II : Installasi

Langkah installasi Windows Server 2003 pada dasarnya sama dengan langkah installasi pada Windows XP. Proses installasi dibagi menjadi 2 bagian, yaitu installasi berupa text mode dan berupa visual (windows) mode.

Text Mode

Nyalakan komputer. Boot dari CD (ubah setting di Bios, jika diperlukan)

Tunggu sebentar.. installasi akan me- load bebebrapa file yang dibutuhkan

Tekan ENTER untuk memulai proses installasi

Pilih tempat / partisi untuk menginstall Win Server

Jika Belum terpartisi anda bisa melakukan proses partisi disini

Pilih partisi yang akan digunakan

Kemudian anda akan diminta untuk mem-format partisi yang akan kita gunakan.

Sebaiknya anda menggunakan format NTFS. Pilih mode Format The Partition Using the NTFS Filesystem.

Tunggu hingga proses formatting selesai

Setelah proses formating selesai. Installasi akan berlanjut dengan proses pengkopian data installer ke hardisk. Proses ini agak membutuhkan waktu yang lama. Tunggu sebentar.

Setelah proses pengkopian file selesai dilakukan,komputer akan secara otomatis restart dan memasuki tahap installasi mode Grafis

Grafis Mode

Tahap installasi mode grafis dimulai dengan meload driver untuk devices.

Tahap selanjutnya adalah pengaturan regional setting untuk server yang akan digunakan

Isikan nama dan organisasi

Masukan Product Key dari Windows Server yang anda miliki

Pada step / langkah selanjutnya, ada hal yang agak berbeda dengan installasi Windows XP biasa, yaitu model lisensi. Ya model lisensi windows server terdapat dua macam. Model licence per Client dan model Per Server

Lisensi mana yang anda pilih sangat bergantung dari kebutuhan sistem jaringan anda. Jika menggunakan tipe lisensi per server, model koneksi ke server akan dibatasi sejumlah berapa angka yang tertera di bagian Number of Concurent Connection. Jika menggunakan model lisensi per client, maka setiap client yang akan terkoneksi ke server harus mempunyai apa yang dinamakan dengan CAL ( client access licence).

Langkah selanjutnya isikan password administrator. Gunakan password yang cukup rumit. Gabungan antara, angka, karakter, dan huruf.

Isikan data tanggal dan waktu untuk server

Selanjutnya anda akan diminta untuk mengatur IP address dari komputer server anda.

Pilih custom setting, kemudian pilih properties. Selanjutnya isikan IP address yang ingin digunakan oleh server.

Setelah disetting, tinggal tekan ok, dan proses akan berlanjut, biarkan beberapa saat hingga proses selesai.

Selesai. Sistem Operasi baru anda siap digunakan.

WIRELESS

Jaringan wireless dikenal juga dengan istilah jaringan nirkabel, yaitu satu jaringan yang tidak menggunakan kabel sebagai media penyampaian data. Jaringan ini biasanya menggunakan media gelombang radio sebagai cara penyampaian data.

STANDARISASI JARINGAN WIRELESS

Agar berbagai device wireless dari perusahaan yang berbeda bisa saling berkomunikasi, maka IEEE ( Institute of Electrical and Electronics Engineer) mengeluarkan standar internasional untuk jaringan wireless. Standarnya bisa anda lihat pada pada tabel dibawah ini:

Standar

Kecepatan Maksimum

Kecepatan Aktual

Frekuensi

Jarak (Indoor/ Outdoor)

802.11a

54 Mbps

23 Mbps

5 Ghz

30m/100m

802.11b

11 Mbps

4 Mbps

2,4 Ghz

35m/110m

802.11g

54 Mbps

19 Mbps

2,4 Ghz

35m/110m

802.11n

248 Mbps

74 Mbps

5 Ghz & 2,4 Ghz

70m/160m

KOMPONEN- KOMPONEN JARINGAN WIRELESS

Pada bagian ini akan dijelaskan komponen- komponen apa saja yang biasanya digunakan jika kita ingin membangun sebuah jaringan berbasis wireless.

1. Access Point

Access point merupakan sebuah perangkat wirelss yang bertugas sebagi pengatur dalam sebuah jaringan wireless. Dalam prakteknya jangkauan masing- masing access point berbeda tergantung productnya. Selain access point biasa, ada juga jenis access point yang juga bisa digunakan untuk routing (jenis Linksys WRTxxG). Jenis router wireless ini bisa mengatur siapa saja yang boleh mengakses jaringan wireless milik kita.

Access Point Linksys

2. Wireless Client Adapter

Wireless client bentuknya bermacam- macam. Ada yang berbentuk PCI devices ada juga yang berbentuk USB, atau juga yang berbentuk PCMCIA untuk dipasang di notebook. Notebook- notebook baru keluaran sekarang biasanya sudah memasukan wireless client langsung ke dalam notebook.

Wireless client digunakan untuk menghubungkan komputer client dengan access point.

Wireless Client Card jenis PCI

Wireless Client Card jenis PCMCIA

Wireless Client jenis USB

Wireless LAN

Pada bagian ini kita akan merancang sebuah WLAN. WLAN sebenarnya merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menunjukan sebuah area lokal yang menggunakan wireless sebagai media penyampaian datanya.

Jaringan WLAN sebaiknya digunakan pada area / kantor yang traffic datanya tidak terlalu besar.

Peralatan yang diperlukan :

1. Access Point

2. Notebook / PC yang sudah memiliki wireless client adapter.

Setting Acces Point

Setting Acces Point pada setiap merk biasanya berbeda. Yang akan dijelaskan disini hanya setting secara umum saja:

1. Masukan kabel Adaptor Access Point ke stop kontak

2. Nyalakan Access Point

3. Hubungkan Access Point dengan notebook/ PC dengan menggunakan kabel ethernet

4. Buka buku manual Access Point. Lihat IP standar Access Point (AP Linksys biasanya menggunakan alamat IP 192.168.1.1)

5. Ubah alamat IP pada notebook/ PC dengan alamat IP yang sekelas dan mempunyai Network ID yang sama (ex: 192.168.1.2)

6. Buka web browser anda, ketikan alamat AP pada bagian URL Address.(ex: http://192.168.1.1)

7. Masukan username dan password default anda (baca buku manual untuk username dan password defaultnya)

8. Lakukan konfigurasi yang dibutuhkan seperti, pengaktifan DHCP, perubahan SSID, perubahan alamat IP AP , enkripsi yang digunakan dan lain- lain

9. Jangan lupa ubah juga password default anda, agar AP anda tidak mudah di bobol orang

Setting Client

Cara setting untuk client Access Point hampir sama dengan setting jaringan berbasis kabel. Anda hanya perlu mengubah alamat IP agar Network ID di client sama dengan Network ID Access Point. Atau lebih mudah lagi, jika AP anda diberi alamat DHCP, maka IP akan langsung diberikan oleh AP (cara pemberian alamat IP sudah dibahas di bagian Installasi Jaringan Lokal).

LPK INDOKOMPUTER

Jl. Overste Isdiman No. 25 Purwokerto

_1265401047.vsd