PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI MENUJU .good and clean governance yang mendukung keseimbangan...

download PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI MENUJU .good and clean governance yang mendukung keseimbangan hubungan

of 51

  • date post

    28-Jul-2018
  • Category

    Documents

  • view

    213
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI MENUJU .good and clean governance yang mendukung keseimbangan...

  • PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI MENUJU CILEGON SMART CITY

    DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA, SANDI, DAN STATISTIK

    BIDANG PENGELOLAAN TEKNOLOGI

    INFORMASI DAN KOMUNIKASI 2017

  • 1

    TEKNOLOGI INFORMASI vs SMART CITY

    Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik Kota Cilegon sebagai

    unsur perangkat daerah yang membidangi informasi, pengembangan dan

    pendayagunaan teknologi informasi (TI), serta penyediaan data dan statistik

    daerah dituntut untuk mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat

    secara transparan dan akuntabel sesuai dengan ketentuan peraturan

    perundang-undangan yang berlaku. Dengan pelayanan tersebut upaya

    penyampaian dan pemerataan informasi serta pemenuhan hak publik

    terhadap informasi dapat dilaksanakan, tentunya dengan didukung melalui

    pemanfaatan TI dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan dan

    pelayanan publik. Dalam hal ini, diharapkan apa yang menjadi amanat dalam

    Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Undang-

    Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan

    Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi

    Nasional Pengembangan e-Government dapat tercapai sesuai dengan kondisi

    yang di harapkan di lingkungan pemerintah daerah, tidak lain adalah dalam

    rangka implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik secara utuh

    dalam konteks Government to Government, Government to Citizen, dan

    Government to Business.

    Di era globalisasi seperti saat sekarang ini, peran bidang komunikasi dan

    informatika yang didukung dengan kehadiran TI, menjadi tuntutan kebutuhan

    baik di lingkungan pemerintahan, swasta, maupun masyarakat dan individu

    yang pada akhirnya akan mewujudkan konsep Cilegon Smart City. Dengan

    menghubungkan inisiatif TI melalui inisiatif pengembangan sumber daya,

    peran TI ditekankan dalam aspek tata kelola pemerintahan yang berbasiskan

    good and clean governance yang mendukung keseimbangan hubungan

    Government to Government, Government to Citizen, dan Government to Business.

    Untuk itu pemanfaatan TI diberikan mandat untuk menciptakan tercapainya

  • 2

    keadilan, kemudahan, transparansi, dan akuntabilitas dalam layanan-layanan

    pemerintah kepada publik dan penyelenggaraan administrasi pemerintahan.

    Selaras dengan hal tersebut, Rencana Pembangunan Jangka Menengah

    Daerah (RPJMD) Kota Cilegon 2016-2021 juga menekankan pentingnya peran

    TI dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan/administrasi pemerintahan

    dan pelayanan publik yang lebih baik dan lebih maju. Di dalam pengembangan

    TI haruslah dilaksanakan secara efisien dengan mengoptimalkan jejaring

    komunikasi, koordinasi, penyebarluasan dan pemerataan informasi kepada

    masyarakat, serta kolaborasi lintas instansi, termasuk dengan elemen-elemen

    masyarakat. Bertolak dari Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2003 tentang

    Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government, sampai pada

    diterbitkannya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan

    Transaksi Elektronik, telah tergambar tentang keseriusan upaya Pemerintah

    dalam menerapkan pemanfaatan TI di sektor pemerintahan.

    Kinerja Pelayanan Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik

    Kota Cilegon melakukan upaya untuk memfasilitasi terwujudnya good

    governance serta pencapaian Cilegon Smart City melalui penerapan TI. Sebagai

    gambaran ada beberapa produk pelayanan bidang TI yang secara eksisting

    telah dikembangkan sampai dengan tahun 2016, antara lain sebagai berikut :

    1. Penyediaan Infrastruktur Jaringan TI termasuk di dalamnya adalah

    penyediaan aplikasi pendukungnya, merupakan layanan fasilitasi

    keterhubungan antar perangkat daerah untuk mengintegrasikan sistem

    informasi dan database dalam rangka mengimplementasikan e

    government dan layanan publik berbasis TI. Tidak lain adalah dalam

    rangka upaya mewujudkan e-service untuk mendukung terwujudnya

    Goverment to Government (G to G), Goverment to Business (G to B), dan

    Government to Citizen (G to C) dengan penyediaan sarana aplikasi berbasis

    web maupun berbasis intranet untuk pelayanan publik. Sarana TI dalam

    hal ini adalah membangun layanan jaringan komputer antar perangkat

    daerah sampai di level kecamatan yang diintegrasikan dalam server

  • 3

    terpusat dalam skema data center. Di sisi lain dengan telah

    dikembangkannya fasilitas email untuk seluruh perangkat daerah sampai

    dengan kelurahan dan UPT di lingkungan pemerintah daerah, mekanisme

    persuratan telah memanfaatkan email ini sehingga lebih efisien dan

    efektif. Beberapa capaian aplikasi yang telah dibangun diantaranya adalah

    aplikasi persuratan elektronik, aplikasi pelayanan administrasi terpadu

    kecamatan dan kelurahan, aplikasi perizinan online di tingkat kota,

    aplikasi helpdesk system bidang TI, aplikasi Network Operation Center

    (NOC), aplikasi perpustakaan digital, dan aplikasi lain yang telah

    diintegrasikan dalam data center pemerintah daerah. Selain itu dengan

    telah dilakukannya onlinisasi pada beberapa titik area publik turut

    memberikan penguatan bahwa pemerintah daerah sangat serius dalam

    pengembangan digitalisasi.

    2. Program kerjasama dengan pihak Internet Service Provider dalam bentuk

    penyelenggaraan Broadband Learning Center bagi masyarakat UKM di

    Kota Cilegon, sehingga komunitas UKM dapat melakukan pemasaran

    produk unggulannya secara online.

    3. Media online merupakan fasilitas akses informasi berbasis TI untuk

    mengoptimalkan pelayanan dan mendekatkan pemerintah dengan

    masyarakat melalui situs www.cilegon.go.id dan subdomain website untuk

    seluruh perangkat daerah di lingkungan pemerintah daerah, termasuk

    pada pemanfaatan media sosial online seperti facebook sebagai media

    penghubung rentang kendali pemerintah dengan masyarakat.

    http://www.cilegon.go.id/

  • 4

    GAMBARAN UMUM PERMASALAHAN KOTA

    Konsep penerapan Smart City dinilai dapat menyelesaikan

    permasalahan-permasalahan perkotaan yang berkembang sangat pesat,

    terlebih di wilayah-wilayah yang secara geografis memiliki posisi yang sangat

    strategis, seperti contoh di Kota Cilegon. Pada dasarnya konsep Smart City ini

    adalah dalam rangka pemenuhan standar pelayanan perkotaan melalui

    optimalisasi indikator kota layak huni dan berkelanjutan serta berdaya saing,

    perwujudan kota layak yang aman dan nyaman serta beroritentasi pada

    proses pembangunan yang berkesinambungan yang didukung dengan

    pemanfaatan teknologi informasi. Hal ini mengandung pengertian bahwa

    konsep Smart City memiliki cakupan yang sangat luas dan bersifat lintas

    sektoral.

    Pembangunan Kota Cilegon sangatlah pesat. Pesatnya pembangunan

    secara tidak langsung berdampak terhadap munculnya permasalahan-

    permasalahan perkotaan. Dan permasalahan perkotaan yang berkembang di

    Kota Cilegon ini menjadi salah satu daya dorong bagi Pemerintah Kota Cilegon

    untuk merumuskan strategi pemecahan permasalahan perkotaan yang

    berkembang. Perkembangan kawasan perkotaan, terutama menyangkut isu

    perkotaan yang bersifat multidimensi dan multisektoral dihadapkan dengan

    tantangan-tantangan yang berkembang, harus diimbangi dengan perumusan

    kebijakan strategis yang mengedepankan nilai-nilai yang SMART dengan tetap

    memperhatikan kearifan lokal.

    Secara eksisting beberapa analisis permasalahan perkotaan di Kota

    Cilegon berdasarkan data eksisting dalam RPJMD diuraikan sebagai berikut :

    1. Permasalahan bidang ketenagakerjaan : jumlah pengangguran terbuka

    mencapai 12% dari jumlah angkatan kerja;

    2. Permasalahan bidang usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi :

    prosentase jumlah usaha mikro dan kecil masih mendominasi (99,26%)

    jika dibandingkan dengan level menengah (074%);

  • 5

    3. Permasalahan bidang perdagangan : kualitas dan kuantitas pasar

    tradisional yang masih perlu ditingkatkan;

    4. Permasalahan bidang pendidikan : perlunya peningkatan mutu

    pendidikan;

    5. Permasalahan bidang kesehatan : pemerataan sarana prasarana

    kesehatan, khususnya akses terhadap sarana kesehatan rujukan serta

    sarana kesehatan dasar di wilayah yang masih terbatasnya transportasi

    dan infrastruktur;

    6. Permasalahan bidang ketahanan air bersih : 13,74% jumlah penduduk

    belum terlayani air perpipaan maupun non perpipaan;

    7. Permasalahan bidang pekerjaan umum : permasalahan banjir dan

    permasalahan infrastruktur jalan;

    8. Permasalahan bidang lingkungan hidup : potensi pencemaran dan

    kerusakan lingkungan yang berdampak pada degradasi kualitas

    lingkungan;

    9. Permasalahan bidang perumahan dan permukiman : penanganan

    kawasan kumuh;

    10. Permasalahan bidang pemerintahan umum : peningkatan kualitas

    aparatur; dan

    11. Permasalahan di bidang penataan ruang : penyesuaian dengan Rencana

    Tata Ruang Wilayah Kota Cilegon 2010-2030 serta peningkatan estetika

    kota dengan mengedepankan konsep KOTA HIJAU.

  • 6

    GAMBARAN UMUM CILEGON SMART CITY

  • 7

  • 8

  • 9

    Secara rinci, didasarkan pada permasalahan-permasalahan

    pembangunan sebagaimana telah disebutkan perlu adanya konsep

    perencanaan Smart City yang mampu menyelesaikan permasalahan

    perkotaan. Melalui beberapa indikator Smart City, yak