Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan

download Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan

If you can't read please download the document

  • date post

    16-Apr-2017
  • Category

    Education

  • view

    3.831
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan

PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN

OLEH:1. Anita Juliani (06081181419006)2. Putri Handayani (06081181419018)3. Putri Yani (06081181419072)

PENDIDIKAN MATEMATIKAFAKULTAS KEGURURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAR SRIWIJAYA2016

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dengan mengucap syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan karunianya, sehingga kita semua dapat menjalankan kewajiban kita yaitu menuntut ilmu sebagai bekal kesempurnaan ibadah kita kepada Nya. Shalawat serta salam tercurah kepada suri tauladan umat baginda Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan juga pengikutnya sampai akhir zaman. Amin.Atas segala kehendak-Mu Makalah yang berjudul Pengelolaan Sarana dan Prasarana dapat diselesaikan dalam memenuhi tugas kelompok Mata Kuliah Pengelolaan Pendidikan.Kami menyadari bahwa segala apa yang telah dicapai tidak akan pernah terwujud tanpa izin dan kehendak Allah SWT, dan ucapan terima kasih yang tak terhingga kami haturkan kepada semuanya yang selalu memberikan dukungan dan nasehat kepada kami selama masa perkuliahan ini sampai selesai.Semoga Makalah ini bisa menjadi tolak ukur bagi kami serta dapat bermanfaat bagi para mahasiswa lainnya.

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARiiDAFTAR ISIiiiiBAB I1PENDAHULUAN1A. Latar Belakang1B. Rumusan Masalah2BAB II3PEMBAHASAN3A. Pengertian Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan3B. Prinsip Dasar Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan3C. Tujuan Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan6D. Kegiatan Sarana Dan Prasarana Pendidkan7E. Perencanaan Kebutuhan Sarana dan Prasarana Pendidikan9F. Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana11G. Inventarisasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan.12H. Penataan Sarana Dan Prasarana Pendidikan.14I. Penghapusan Sarana Prasarana16BAB III18PENUTUP18A. Kesimpulan18 B. Saran18BAB IV19DAFTAR PUSTAKA19

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangPendidikan merupakan salah satu memegang peranan penting untuk mempersiapkan serta mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman, seperti didalam UU No 20 tahun 2003 bab 1 pasal 3 bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi marusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Persiapan sumber daya manusia dalam bidang pendidikan dilakukan sejak dari masa pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Untuk memenuhi harapan di bidang pendidikan, peran sarana pendidikan sangat penting, yaitu untuk memperlancar pelaksanaan proses belajar mengajar. Menurut E. Mulyasa (2004: 49) menyatakan bahwa sarana dan prasarana sebagai salah satu komponen penunjang proses pembelajaran merupakan alat yang sering digunakan guru untuk merealisasikan tujuan pembelajaran tersebut, hal ini juga bukan saja memberi pengalaman konkret tapi juga membantu siswa dalam mengintegrasikan pengalaman yang terdahulu. Peraturan Pemerintah No: 19 Tahun 2005 pada bab VII pasal 42 ayat 2 mencantumkan bahwa: Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Ketentuan ini juga tercantum dalam lampiran peraturan menteri pendidikan nasional nomor 24 tahun 2007 tanggal 28 juni tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah, dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah meliputi standar satuan pendidikan, lahan, bangunan gedung, serta kelengkapan sarana dan prasarana yang mencakup ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang pimpinan, ruang tata usaha, tempat beribadah, ruang konseling, ruang UKS, ruang organisasi kesiswaan, jamban, gudang, ruang sirkulasi, dan tempat bermain/berolahraga.Di satu sisi harapan yang dibebankan pada dunia pendidikan sangat banyak, tetapi di sisi lain dunia pendidikan mempunyai banyak masalah yang menghambat dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Salah satu masalah yang dihadapi oleh sekolah adalah masalah sarana pendidikan. Masalah-masalah sarana pendidikan yang dihadapi sekolah antara lain sarana penunjang pendidikan belum sepenuhnya berada dalam kondisi yang memadai. Hal ini dapat dilihat misalnya sarana belajar yang rusak atau bahkan mungkin belum tersedia. Kondisi yang demikian, selain akan berpengaruh pada ketidaklayakan, ketidaknyamanan pada proses belajar mengajar, juga akan berdampak pada keengganan orangtua untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah-sekolah tersebut.Agar sarana pendidikan dapat difungsikan dengan baik, maka diperlukan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan, maka sekolah akan mampu mengelola sarana dan prasarana pendidikan secara lebih terkonsep dan terarah.

B. Rumusan Masalah1. Apa pengertian pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan ?2. Bagaimana prinsip dasar pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan ?3. Bagaimana proses pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan ?

BAB IIPEMBAHASAN

A. Pengertian Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khusunya proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang belajar, ruang kelas, meja kursi, serta alat-alat dan media pembelajaran. Sedangkan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan atau pengajaran. Seperti : halaman yang bagus untuk melakukan pembelajaran, kebun atau taman sekolah yang enak di pandang, jalan menuju ke sekolah mudah, tata tertib sekolah, dan sebagainya. Menurut Dirjen Dikdasmen Depdikbud (1997: 134) bahwa sarana pendidikan sering diartikan dengan semua fasilitas yang digunakan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan pembelajaran sehingga dapat meninggkatkan kualitas pendidikan. Kemudian menurut B. Suryo Subroto (1988: 75) bahwa sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar untuk lebih mempertinggi efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pendidikan. Prasarana adalah barang atau benda tidak bergerak yang dapat menunjang atau mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja. contoh gedung kantor. Sarana adalah barang atau benda bergerak yang dapat dipakai sebagai alat dalam pelaksanaan tugas fungsi unit kerja.Dari pengertian pengertian tersebut maka pengelolaan sarana pendidikan adalah suatu kemampuan untuk merencanakan, mengadakan, menyimpan, atau memelihara, menggunakan sumber daya pendidikan serta penghapusan yang berupa alat pembelajaran, alat peraga, dan media pendidikan di sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yag telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

B. Prinsip Dasar Pengelolaan Sarana dan Prasarana PendidikanPrinsip-prinsip Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan menurut Bafadal (2003) adalah:a. Prinsip pencapaian tujuanPada dasarnya manajemen perlengkapan sekolah dilakukan dengan maksud agar semua fasilitas sekolah dalam keadaan kondisi siap pakai. Oleh sebab itu, manajemen perlengkapan sekolah dapat dikatakan berhasil bilamana fasilitas sekolah itu selalu siap pakai setiap saat, pada setiap ada seorang personel sekolah akan menggunakannya.b. Prinsip efisiensiDengan prinsip efisiensi berarti semua kegiatan pengadaan sarana dan prasarana sekolah dilakukan dengan perencanaan yang hati-hati, sehingga bisa memperoleh fasilitas yang berkualitas baik dengan harga yang relatif murah. Selain itu juga berarti bahwa pemakaian semua fasilitas sekolah hendaknya dilakukan dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat mengurangi pemborosan. Dalam rangka itu maka perlengkapan sekolah hendaknya dilengkapi dengan petunjuk teknis penggunaan dan pemeliharaannya. Petunjuk teknis tersebut dikomunikasikan kepada semua personel sekolah yang diperkirakan akan menggunakannya. Selanjutnya, bilamana dipandang perlu, dilakukan pembinaan terhadap semua personel.c. Prinsip administratifDi Indonesia terdapat sejumlah peraturan perundang-undangan yang berkenaan dengan sarana dan prasarana pendidikan. Sebagai contohnya adalah peraturan tentang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan milik negara. Dengan prinsip administratif berarti semua perilaku pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah itu hendaknya selalu memperhatikan undang-undang, peraturan, instruksi dan pedoman yang telah diberlakukan oleh pemerintah. Sebagai upaya penerapannya, setiap penanggung jawab pengelolaan perlengkapan pendidikan hendaknya memahami semua peraturan perundang-undangan tersebut dan menginformasikan kepada semua personel sekolah yang diperkirakan akan berpartisipasi dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan.d. Prinsip kejelasan tanggung jawabDi Indonesia tidak sedikit adanya lembaga pendidikan yang sangat besar dan maju. Oleh karena besar, sarana dan prasarananya sangat banyak sehingga manajemennya melibatkan banyak orang. Bilamana hal itu terjadi maka perlu adanya pengorganisasian kerja pengelolaan perlengkapan pendidikan. Dalam pengorganisasiannya, semua tugas dan tanggung jawab semua orang yang terlibat itu perlu dideskripsikan dengan jelas.e. Prinsip kekohesifanDengan prinsip kekohesifan berarti manajemen perlengkapan pendidikan di sekolah hendaknya terealisasikan dalam bentuk proses kerja sekolah yang sangat kompak. Oleh karena itu, walaupun semua orang yang terlibat dalam pengelolaan perleng