PENGARUH SUHU, LAMA PEMANASAN, SALINITAS .Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Acak...

download PENGARUH SUHU, LAMA PEMANASAN, SALINITAS .Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Acak Lengkap

of 74

  • date post

    06-Sep-2018
  • Category

    Documents

  • view

    215
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PENGARUH SUHU, LAMA PEMANASAN, SALINITAS .Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Acak...

  • PENGARUH SUHU, LAMA PEMANASAN, SALINITAS DAN

    KESADAHAN TERHADAP KINERJA SURFAKTAN METIL ESTER

    SULFONAT (MES) DARI OLEIN SAWIT

    Oleh

    AANG ZEN

    F34104088

    2009

    FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

    INSTITUT PERTANIAN BOGOR

    BOGOR

  • AANG ZEN. F34104088. Pengaruh Suhu, Lama Pemanasan, Salinitas dan Kesadahan Terhadap Kinerja Surfaktan Metil Ester Sulfonat (MES) Dari Olein Sawit. Di bawah bimbingan Erliza Hambali. 2009.

    RINGKASAN

    Surfaktan merupakan suatu zat yang bersifat aktif permukaan yang dapat menurunkan tegangan antarmuka (interfacial tension) antara dua bahan baik berupa cairan-cairan, cairan-padatan atau cairan-gas. Sifat aktif permukaan yang dimiliki surfaktan memungkinkan dua atau lebih senyawa yang saling tidak bercampur pada kondisi normal menjadi bertedensi untuk saling bercampur homogen.

    Surfaktan metil ester sulfonat (MES) adalah salah satu jenis surfaktan anionik yang dapat menurunkan tegangan permukaan dan tegangan antarmuka minyak dan air. Metil ester sulfonat digolongkan ke dalam surfaktan anionik karena surfaktan ini bermuatan negatif pada gugus hidrofiliknya yang bersifat aktif terhadap permukaan.

    Sintesis metil ester sulfonat dapat dilakukan melalui proses kimiawi metil ester sebagai bahan baku dengan reaktan gas SO3. Persiapan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan metil ester dengan gas SO3 pada suhu reaksi 80 C dengan lama reaksi 2 jam. Proses sulfonasi pada penelitian ini menggunakan single tube falling film reactor. Laju alir metil ester yang masuk ke dalam reaktor adalah 100 ml/menit. Surfaktan MES yang dihasilkan berwarna gelap sehingga dilakukan proses pemurnian yang meliputi proses pemucatan dan netralisasi.

    Berdasarkan hasil analisis terhadap surfakan MES murni yang digunakan dalam penelitian ini diketahui bahwa surfaktan MES memiliki beberapa parameter seperti pH 6.69, bilangan asam 5.92 mg KOH/g MES, bilangan iod 33.99 mg I2/g MES, kadar bahan aktif 7.23 %, densitas 0.9803 g/cm3, tegangan permukaan (konsentrasi MES 1 % (v/v)) 32.37 dyne/cm dan tegangan antarmuka (konsentrasi MES 1 % (v/v)) 12.25 dyne/cm.

    Penelitian terbagi kedalam tiga bagian penelitian. Hal ini disebabkan surfaktan yang dihasilkan kemungkinan akan digunakan untuk aplikasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Acak Lengkap Faktorial dengan dua kali pengulangan. Perlakuan yang digunakan adalah faktor suhu pemanasan dengan taraf 70, 80 dan 90 C dan lama pemanasan dengan taraf 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 hari. Faktor salinitas memiliki taraf 10.000 ppm, 20.000 ppm dan 30.000 ppm dan faktor kesadahan memiliki taraf 100 ppm, 300 ppm dan 500 ppm.

    Uji kinerja surfaktan MES yang diproduksi dengan reaktan gas SO3 menunjukkan bahwa kinerja surfakan MES mengalami penurunan dengan meningkatnya suhu dan lama pemanasan, tingkat salinitas dan kesadahan.

    Berdasarkan hasil pengukuran nilai tegangan permukaan dan tegangan antarmuka, menunjukkan bahwa kinerja surfaktan MES dipengaruhi oleh suhu dan lama pemanasan. Faktor suhu dan lama pemanasan memberikan pengaruh positif terhadap kenaikan nilai tegangan permukaan dan tegangan antarmuka. Dimana, nilai tegangan permukaan meningkat dari 32.62 dyne/cm menjadi 41.00 dyne/cm dan nilai tegangan antarmuka dari 15.40 dyne/cm menjadi 20.80

  • dyne/cm. Demikian pula peningkatan salinitas dan kesadahan mempengaruhi kinerja surfaktan MES dalam menurunkan tegangan permukaan dan tegangan antarmuka. Pada faktor salinitas meningkatkan nilai tegangan permukaan dari 34.42 dyne/cm menjadi 36.10 dyne/cm dan nilai tegangan antarmuka dari 16.25 dyne/cm menjadi 19.17 dyne/cm. Kinerja surfaktan MES akibat faktor kesadahan cenderung mengalami penurunan. Dimana nilai tegangan pernukaan dan nilai tegangan antarmuka semakin besar. Nilai tegangan permukaan akibat kesadahan meningkat dari 35.12 dyne/cm menjadi 37.32 dyne/cm dan nilai tegangan antarmuka dari 17.40 dyne/cm menjadi 18.95 dyne/cm.

    .

  • AANG ZEN. F34104088. Effect of Temperature, Heating Time, Salinity and Water Hardness Against Surfactant Methyl Ester Sulfonate (MES) Performance From Palm Olein. Supervised by Erliza Hambali. 2009.

    SUMMARY Surfactant is surface active agent that can reduce interfacial tension

    between of two material as liquid-liquid, liquid-solid or liquid-gas. Surface active agent of surfactant made two or more compound that unmixed on normal condition being each mainstream homogeneous mixed.

    Surfactant methyl ester sulfonate (MES) is one of anionic surfactant that can reduce surface tension and interfacial tension oil and water. Methyl ester sulfonate classed to anionic surfactant because of negative content on hydrophylic group which surface active characteristic.

    Syntheses of Methyl ester sulfonate can be carried out on the chemical process methyl ester as raw material with SO3 gas as reactant. Sample preparation on this research by reacting methyl ester with SO3 gas on temperature reaction 80 C with reaction time 2 hours. Sulfonation process of the research using single tube falling film reactor. Methyl ester feed to the reactor is 100 ml/minute. Surfactant MES produced was darkly colored with the result to purification process including bleaching and neutralization.

    Based on variance analysis of purified MES used on this research known that surfactant MES have some parameter as pH 6.69, acid value 5.92 mg KOH/g MES, iodine value 33.99 mg I2/g MES, active matter 7.23 %, density 0.9083 g/cm3, surface tension (MES concentration 1 % (v/v)) 32,37 dyne/cm and interfacial tension (MES concentration 1 % (v/v)) 12.25 dyne/cm.

    The research is divided three parts of research. It caused by surfactant that produced may be used on difference application. This research used factorial completely randomized design with two replication. The treatment used are temperature with levels 70, 80 and 90 C and heating time with levels 1, 2, 3, 4, 5, and 6 days. Factor of salinity with levels 10.000 ppm, 20.000 ppm and 30.000 ppm and factor of water hardness with levels 100 ppm, 300 ppm and 500 ppm.

    Performance test of surfactant MES with SO3 gas reactant produced describe that performance of surfactant MES is decreased with increase of temperature and heating time, salinity and water hardness.

    Based on the result of surface tension and interfacial tension value, showing that surfactant MES performance is impacted by temperature and heating time. Temperature and heating time factors give the positive impact to increase surface and interfacial tension value. Which is surface tension value 32.62 dyne/cm up to 41.00 dyne/cm and interfacial tension value 15.40 dyne/cm up to 20.80 dyne/cm. Such was the case increase of salinity and water hardness impact the performance of surfactant MES on reduce surface and interfacial tension. Salinity factor increase surface tension value from 34.42 dyne/cm up to 36.10 dyne/cm and interfacial tension value from 16.25 dyne/cm up to 19.17 dyne/cm. surfactant MES performance impacted by water hardness was decreased. Which is surface tension and interfacial tension value increased. Surface tension value by water hardness was increase from 35.12 dyne/cm to 37.32 dyne/cm and interfacial tension value from 17.40 dyne/cm up to 18.95 dyne/cm.

  • PENGARUH SUHU LAMA PEMANASAN, SALINITAS DAN

    KESADAHAN TERHADAP KINERJA SURFAKTAN METIL ESTER

    SULFONAT (MES) DARI OLEIN SAWIT

    SKRIPSI

    Sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar

    SARJANA TEKNOLOGI PERTANIAN

    Pada Departemen Teknologi Industri Pertanian

    Fakultas Teknologi Pertanian

    Institut Pertanian Bogor

    Oleh

    AANG ZEN

    F34104088

    2009

    FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

    INSTITUT PERTANIAN BOGOR

    BOGOR

  • PERNYATAAN

    Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa skripsi yang berjudul

    Pengaruh Suhu, Lama Pemanasan, Salinitas dan Kesadahan Terhadap Kinerja

    Surfaktan Metil Ester Sulfonat (MES) Dari Olein Sawit adalah hasil karya saya

    sendiri dengan arahan dosen pembimbing, kecuali yang dengan jelas ditunjukkan

    rujukannya.

    Bogor, September 2009

    Yang membuat pernyataan,

    AANG ZEN

    F34104088

  • RIWAYAT PENULIS

    Aang Zen lahir di Bogor pada tanggal 30 Juni 1985.

    Penulis merupakan anak ketiga dari lima bersaudara, putra

    dari pasangan Samsudin dan Rosidah. Penulis menyelesaikan

    pendidikan di Sekilah Dasar Negeri Katulampa IV (tahun

    1992-1998), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 2

    Ciawi (1998-2001) dan Sekolah Menengah Umum Negeri 3

    Bogor (2001-2004). Pada tahun 2004, penulis diterima di

    Institut Pertanian Bogor melalui jalur USMI pada Departemen Teknologi Industri

    Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian.

    Selama menjalani pendidikan di IPB, penulis pernah menjadi Asisten

    praktikum Mata Kuliah Teknologi Minyak Lemak dan Oleokimia. Penulis juga

    aktif dalam berbagai keorganisasian dan kepanitiaan. Beberapa organisasi yang

    pernah membesarkan penulis adalah Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri

    (HIMALOGIN), Badan Eksekutif Mahasiswa Fateta IPB, dan Forum Silaturahmi

    Mahasiswa Alumni (FOSMA) ESQ 165 Komisariat IPB. Beberapa kepanitiaan

    yang pernah diikuti penulis adalah Open House Departemen TIN fateta IPB,

    Agroindustry Days 2005, Agroindustry Days 2006, Hari Warga Industri

    (HAGATRI), Tecno-F, MPKMB Rotasi angkatan 42, Reuni Akbar Alumni Fateta

    IPB, Java-Bali Agroindustrial Trip 2007, Seminar Corporate Social

    Responsibility (CSR) dan aktif dalam berbagai Training ESQ 165.

    Penulis melaksanakan Praktek Lapang tahun 2007 dengan judul

    Mempelajari Teknologi Proses Produksi da