PENGARUH POSISI TEMPAT DUDUK TERHADAP ...PENGARUH POSISI TEMPAT DUDUK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN...

of 191 /191
PENGARUH POSISI TEMPAT DUDUK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP SANTO ALOYSIUS TURI TAHUN AJARAN 2015/2016 PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN DAN BANGUN RUANG SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Oleh : Grace Nindita Pranamya Hastri NIM : 121414092 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2017 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Embed Size (px)

Transcript of PENGARUH POSISI TEMPAT DUDUK TERHADAP ...PENGARUH POSISI TEMPAT DUDUK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN...

  • PENGARUH POSISI TEMPAT DUDUK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR

    DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP SANTO ALOYSIUS TURI

    TAHUN AJARAN 2015/2016 PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN DAN

    BANGUN RUANG

    SKRIPSI

    Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

    Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

    Program Studi Pendidikan Matematika

    Oleh :

    Grace Nindita Pranamya Hastri

    NIM : 121414092

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

    JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    YOGYAKARTA

    2017

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • i

    PENGARUH POSISI TEMPAT DUDUK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR

    DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP SANTO ALOYSIUS TURI

    TAHUN AJARAN 2015/2016 PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN DAN

    BANGUN RUANG

    SKRIPSI

    Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

    Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

    Program Studi Pendidikan Matematika

    Oleh :

    Grace Nindita Pranamya Hastri

    NIM : 121414092

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

    JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    YOGYAKARTA

    2017

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • iv

    HALAMAN PERSEMBAHAN

    Yeremia 17:7

    “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya

    pada TUHAN!”

    Yakobus 2:26b

    “...demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”

    Skripisi ini kupersembahkan untuk

    1. Tuhan Yesus Kristus karena atas berkat dan kasih-Nya telah menutun saya

    pada setiap proses pembuatan skripsi ini.

    2. Bapak, Ibu, Pakdhe, Budhe, Tante, Om, Kakak dan Adik saya yang terus

    menyemangati,mendoakan, mendengar keluh kesah saya dalam pembuatan

    skripsi ini.

    3. Sahabat-sahabat saya Riris, Edith, Winda, Dennis, Anton, Dedy, Yovita

    yang selalu menyemangati dan mendukung saya dalam setiap proses

    pembuatan skripsi ini.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • vii

    ABSTRAK

    Grace Nindita Pranamya Hastri, 121414092. 2016. “Pengaruh Posisi

    Tempat Duduk Terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa Kelas

    VIII SMP Santo Aloysius Turi Tahun Ajaran 2015/2016 Pada Pokok

    Bahasan Lingkaran dan Bangun Ruang”. Skirpsi. Program Studi Pendidikan

    Matematika. Jurusan Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas

    Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Apakah posisi tempat duduk

    memengaruhi motivasi belajar siswa kelas VIII C SMP Santo Aloysius Turi; (2)

    Apakah posisi tempat duduk memengaruhi hasil belajar siswa kelas VIII C SMP

    Santo Aloysius Turi tahun ajaran 2015/2016 pada pokok bahasan lingkaran dan

    bangun ruang.

    Penelitian metode deskriptif kualitatif, yang dilengkapi dengan data

    kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C yang

    berjumlah 21 siswa. Pengumpulan data motivasi belajar adalah berupa observasi,

    instrumen kuesioner dan wawancara. Sedangkan pengumpulan data hasil belajar

    adalah instrumen soal. Uji validitas instrumen menggunakan uji validitas pakar

    yaitu dosen pembimbing dan guru mata pelajaran matematika.

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa kelas VIII C

    masuk dalam kategori sedang pada skala 50-75 sebanyak 11 orang. (1) Penelitian

    ini juga menunjukkan bahwa motivasi belajar dipengaruhi oleh posisi tempat

    duduk. Hal tersebut terlihat pada hasil wawancara dan hasil pada tiap pernyataan

    angket yang menyatakan bahwa siswa nyaman dan mendorong siswa untuk

    belajar. (2) Penelitian ini juga menunjukkan bahwa hasil belajar dipengaruhi oleh

    posisi tempat duduk. Hal tersebut dapat terlihat pada hasil wawancara dan hasil

    pada tiap pernyataan kuesioner yang menyatakan bahwa siswa nyaman dalam

    proses belajar dan berdampak pada hasil belajar. Posisi tempat duduk yang

    dilakukan adalah yang mempertimbangkan di depan, belakang, samping kiri atau

    samping kanan membuat siswa nyaman dan tidak nyaman. Namun ada siswa yang

    motivasi belajarnya dipengaruhi oleh posisi tempat yang mempertimbangkan

    personal. Berdasarkan hal-hal di atas dapat disimpulkan bahwa posisi tempat

    duduk yang mempertimbangkan di depan, belakang, samping kiri atau kanan

    memengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa secara positif dan negatif.

    Kata kunci : Posisi Tempat Duduk, Motivasi Belajar, Hasil Belajar.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • viii

    ABSTRACT

    Grace Nindita Pranamya Hastri, 121414092. 2016. “The Effect of

    Seating Position on motivation and learning result of Grade 8 Students in SMP

    Santo Aloysius Turi year 2015/2016 in Circle and Geometry Topic.

    Undergraduate Thesis. Mathematics Education Study Program. Department

    of Mathematics Education and Science. Faculty of Teachers Training and

    Education. Sanata Dharma University, Yogyakarta.

    This research aims to investigate (1) Does seating position effect students

    of Grade 8 of SMP Santo Aloysius Turi learning motivation; (2) Does seating

    position effect learning result of Grade 8 students of SMP Aloysius Turi in circle

    and geometry topics?

    This research descriptive qualitative method supported by quantitative and

    qualitative data. The object of this research is 8 C class which consisted of 21

    students. The data on students’ motivation is collected using observation,

    questionnaire and interview. Furthermore, the learning result date is taken from a

    set of comprehensive test. This research is also validated by expert from the

    lecturer and the teacher of mathematics.

    The results of this study shows that the students' motivation in class VIII C

    can be categorized into fair level on scale 50-75 as many as 11 people. (1) This

    study shows that the learning motivation is affected by seating position This result

    is emphasized through the result of interviews and questionnaire. (2) The study

    also shows that the learning results are also influenced by seating position change.

    This can be proved by the interview and also questioners result. The changes in

    seating position is based on the students’ comfort and uncomfortable. However,

    there are some changes in seating position which formed from students’ personal

    perspective. Thus, it can be concluded that the changes in seating position affect

    students’ learning motivation and learning result in a positive and negative.

    Keywords : Seating Position, Students Motivation, Students’ Learning Result

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • ix

    KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas

    berkat dan kasih-Nya sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

    “Pengaruh Perubahan Posisi Tempat Duduk Terhadap Motivasi Belajar dan Hasil

    Belajar Siswa Kelas VIII SMP Santo Aloysius Turi Tahun Ajaran 2015/2016

    Pada Pokok Bahasan Lingkaran Dan Bangun Ruang”. Penyusunan skripsi ini

    bertujuan untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan, Jurusan

    Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sanata Dharma

    Yogyakarta.

    Pada kesempatan ini peneliti ingin menyampaikan ucapan terima kasih

    kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung pada penulisan skripsi

    ini. Ucapan terima kasih ini peneliti ucapkan kepada:

    1. Bapak Rohandi, Ph. D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

    Pendidikan

    2. Bapak Dr. Hongki Julie, M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan

    Matematika

    3. Bapak Antonius Yudhi Anggoro, M. Si, selaku dosen pembimbing

    peneliti yang telah sabar membimbing dan menuntun saya dalam

    menyelesaikan skripsi ini.

    4. Segenap Dosen Pendidikan Matematika yang telah membimbing dan

    memberikan ilmunya kepada peneliti selama kuliah di Universitas

    Sanata Dharma.

    5. Segenap staf sekretariat Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu

    Pengetahuan Alam yang telah membantu dalam pembuatan surat untuk

    penelitian dan selama kuliah di Universitas Sanata Dharma.

    6. Kepala SMP Santo Aloysius Turi Yogyakarta yang telah memberikan

    ijin kepada peneliti untuk melakukan penelitian.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • x

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xi

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL ................................................................................. i

    HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .......................................... ii

    HALAMAN PENGESAHAN .................................................................... iii

    HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................. iv

    PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................................... v

    LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA

    ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ..................................... vi

    ABSTRAK ................................................................................................ vii

    ABSRACT .................................................................................................. viii

    KATA PENGANTAR ............................................................................... ix

    DAFTAR ISI ............................................................................................. xi

    DAFTAR TABEL ...................................................................................... xiv

    DAFTAR GAMBAR ................................................................................. xv

    DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................. xvii

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1

    B. Rumusan Masalah ...................................................................... 5

    C. Tujuan Penelitian ....................................................................... 5

    D. Pembatasan Masalah .................................................................. 6

    E. Penjelasan Istilah ....................................................................... 6

    F. Manfaat Penelitian ..................................................................... 8

    BAB II LANDASAN TEORI

    A. Belajar ....................................................................................... 9

    B. Motivasi Belajar.......................................................................... 10

    C. Hasil Belajar ............................................................................... 14

    D. Hubungan Secara Teoritis Antara Motivasi Belajar dan Hasil

    Belajar ........................................................................................ . 18

    E. Penelitian yang Relevan ............................................................. 18

    F. Lingkaran ................................................................................... 20

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xii

    G. Bangun Ruang ........................................................................... 29

    H. Kerangka Berpikir ...................... ................................................ 40

    BAB III METODE PENELITIAN

    A. Jenis Penelitian .......................................................................... 44

    B. Tempat dan Waktu Penelitian ..................................................... 44

    C. Subyek dan Objek Penelitian ...................................................... 45

    D. Bentuk Data ............................................................................... 45

    E. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data ................................. 45

    1. Metode Pengumpulan Data ................................................. 45

    2. Instrumen Pengumpulan Data .............................................. 47

    F. Metode/Teknis Analisis Data ..................................................... 54

    1. Validitas Instrumen ............................................................. 54

    2. Reliabilitas Instrumen .......................................................... 55

    3. Uji Coba Instrumen ............................................................. 56

    4. Analisis Instrumen Angket .................................................. 58

    5. Analisis Hasil Belajar .......................................................... 59

    G. Prosedur Pelaksanaan Penelitian ................................................ 60

    1. Persiapan dan Perencanaan .................................................. 60

    2. Pelaksanaan ........................................................................ 61

    BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA DAN

    PEMBAHASAN

    A. Pelaksanaan Penelitian ............................................................... 62

    B. Penyajian Data .......................................................................... 66

    1. Tes Hasil Belajar Siswa ....................................................... 66

    2. Angket ................................................................................ 67

    3. Wawancara ......................................................................... 70

    C. Analisis Data .............................................................................. 70

    1. Analisis dan Pembahasan Pengaruh Posisi Tempat Duduk

    Terhadap Motivasi Belajar Siswa Berdasarkan Angket Motivasi

    Belajar Siswa dan Wawancara Siswa Kelas VIII C .............. 70

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xiii

    2. Analisis dan Pembahasan Pengaruh Posisi Tempat Duduk

    Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII C ......................... 86

    D. Kelemahan Penelitian ................................................................ 96

    BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

    A. Kesimpulan ................................................................................ 98

    B. Saran .......................................................................................... 99

    DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 101

    LAMPIRAN ............................................................................................. 104

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xiv

    DAFTAR TABEL

    Tabel 3.1 Lembar Observasi Siswa....................................................................... 48

    Tabel 3.2 Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar Siswa.............................................. 49

    Tabel 3.3 Pernyataan Angket................................................................................ 50

    Tabel 3.4 Skor Tiap Pernyataan............................................................................ 50

    Tabel 3.5 Kisi-kisi Wawancara............................................................................. 51

    Tabel 3.6 Kisi-kisi Instrumen Soal........................................................................ 52

    Tabel 3.7 Interpretasi TingkatValiditas................................................................. 55

    Tabel 3.8 Interpretasi Tingkat Reliabilitas............................................................ 56

    Tabel 3.9 Uji Validitas Angket Motivasi Belajar.................................................. 57

    Tabel 3.10 Skala Pendekatan Sturges (Zainal Mustafa, 2009)............................. 59

    Tabel 3.11 Kriteria Hasil Belajar.......................................................................... 59

    Tabel 4.1 Skor Setiap Siswa Pada Instrumen Soal............................................... 67

    Tabel 4.2 Skor Setiap Siswa Pada Instrumen Angket ......................................... 69

    Tabel 4.3 Kriteria Motivasi Siswa (Zainal Mustafa, 2009).................................. 70

    Tabel 4.4 Kategori Hasil Belajar Pada Sub Bab Lingkaran ................................. 87

    Tabel 4.5 Kategori Hasil Belajar Pada Sub Bab Bangun Ruang.......................... 87

    Tabel 4.6 Keterangan Hasil Belajar...................................................................... 88

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xv

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 2.1 Lingkaran dan bagian-bagiannya...................................................... 20

    Gambar 2.2 Sudut Pusat........................................................................................ 22

    Gambar 2.3 Hubungan Antara Sudut Pusat dengan Panjang Busur dan

    Luas Juring ...................................................................................... 22

    Gambar 2.4 Panjang Busur................................................................................... 23

    Gambar 2.5 Luas Juring........................................................................................ 23

    Gambar 2.6 Luas Tembereng................................................................................ 24

    Gambar 2.7 Hubungan Sudut Pusat, Panjang Busur dan Luas Juring.................. 24

    Gambar 2.8 Hubungan Sudut Pusat dan Sudut Keliling ..................................... 24

    Gambar 2.9 Sudut Keliling yang Menghadap Diameter Lingkaran..................... 25

    Gambar 2.10 Sudut-sudut Keliling yang Menghadap Busur yang Sama............. 25

    Gambar 2.11 Menghitung Panjang Garis Singgung dari Sebuah Titik

    di Luar Lingkaran.......................................................................... 26

    Gambar 2.12 Garis Singgung Persekutuan Luar................................................... 27

    Gambar 2.13 Garis Singgung Persekutuan Dalam Lingkaran.............................. 27

    Gambar 2.14 Panjang Sabuk Lilitan..................................................................... 28

    Gambar 2.15 Unsur-unsur Kubus......................................................................... 29

    Gambar 2.16 Diagonal Sisi Kubus........................................................................ 30

    Gambar 2.17 Bidang Diagonal Kubus.................................................................. 30

    Gambar 2.18 Luas Bidang Diagonal Kubus......................................................... 31

    Gambar 2.19 Diagonal Ruang Kubus................................................................... 31

    Gambar 2.20 Bagian-bagian Balok....................................................................... 31

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xvi

    Gambar 2.21 Diagonal Sisi Balok......................................................................... 32

    Gambar 2.22 Bidang Diagonal Balok................................................................... 33

    Gambar 2.23 Luas Bidang Diagonal Balok.......................................................... 33

    Gambar 2.24 Diagonal Ruang Balok ................................................................... 34

    Gambar 2.25 Jaring-jaring Kubus......................................................................... 34

    Gambar 2.26 Jaring-jaring Balok.......................................................................... 35

    Gambar 2.27 Limas............................................................................................... 37

    Gambar 2.28 Prisma Tegak................................................................................... 38

    Gambar 2.29 Jaring-Jaring Limas......................................................................... 38

    Gambar 2.30 Jaring-Jaring Prisma Tegak Alas Segitiga...................................... 38

    Gambar 2.31 Volume Prisma Tegak..................................................................... 40

    Gambar 4.1 Denah Posisi Tempat Duduk............................................................. 63

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • xvii

    DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran 1 Kisi-kisi Instrumen Soal ........................................................ 105

    Lampiran 2 Soal Pretest dan Kunci Jawaban ............................................ 107

    Lampiran 3 Soal Postest dan Kunci Jawaban ............................................ 114

    Lampiran 4 Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar .......................................... 121

    Lampiran 5 Angket Motivasi Belajar Siswa ............................................... 123

    Lampiran 6 Transkip Wawancara ............................................................... 126

    Lampiran 7 Hasil Kuesioner Motivasi Belajar Siswa .................................. 141

    Lampiran 8 Hasil Pretest Siswa ................................................................. 149

    Lampiran 9 Hasil Postest Siswa ................................................................. 153

    Lampiran 10 Validitas Instrumen Soal ....................................................... 157

    Lampiran 11 Foto ...................................................................................... 159

    Lampiran 12 Surat Permohonan Izin Penelitian .......................................... 161

    Lampiran 13 Uji Validitas Kuesioner Kelas Uji Coba Kelas VIII B ............ 163

    Lampiran 14 Validasi Instrumen Tes .......................................................... 168

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Ketika ingin melakukan sesuatu pasti ada suatu dorongan dari

    dalam diri sendiri untuk melakukan sesuatu itu. Dorongan yang dimaksud

    tersebut adalah motivasi diri. Menurut Sugeng Paranto (1987:3) motivasi

    merupakan daya atau usaha yang menyebabkan seseorang terdorong untuk

    bertindak melakukan sesuatu dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Jadi

    ketika seseorang melakukan suatu perilaku atau tindakan, maka seseorang

    tersebut ada motivasi tertentu mengapa ia melakukan tindakan itu seperti

    untuk memenuhi suatu kebutuhan.

    Menurut Sugeng Paranto (1981:7) kaum behavioris berpandangan

    bahwa motivasi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan (ekstrinsik). Dalam

    hal ini lingkungan belajar yang terstruktur dengan baik dapat memotivasi

    siswa sehingga mereka dapat dan mau belajar. Mereka mau belajar karena

    adanya dorongan dari luar dirinya yaitu dari lingkungannya yang berupa

    iklim dan struktur kelas yang memberikan peluang terjadinya belajar.

    Kaum kognitif psikologis berpandangan lain, sumber dorongan

    motivasi bukan terletak di luar tetapi sudah berada di dalam diri siswa

    secara natural (instrinsik), dalam hal ini guru tinggal menggugah dan

    menggalakannya.

    Motivasi memegang peranan dalam belajar seperti dikemukakan

    oleh W.S. Winkel (2014:172), pertama, motivasi merupakan daya

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 2

    penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar,

    menjamin kelangsungan belajar demi mencapai satu tujuan. Kedua,

    motivasi memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat

    dan rasa senang dalam belajar, sehingga siswa yang mempunyai motivasi

    tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan

    belajar. Seperti yang dikatakan oleh W.S. Winkel (2014) kadar motivasi

    yang lebih tinggi dapat menghasilkan taraf prestasi yang lebih tinggi pula,

    lebih-lebih pada siswa yang berkemampuan terbatas.

    Beberapa penelitian tentang hasil belajar menunjukkan bahwa

    motivasi merupakan faktor yang memengaruhi hasil belajar. Hasil belajar

    siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku yang mencakup

    bidang kognitif, afektif, dan psikomotoris (Nana Sudjana,1990:3).

    Meskipun motivasi memengaruhi proses dan hasil belajar, hal tersebut

    sering kali kurang diperhatikan guru dalam KBM (Kegiatan Belajar

    Mengajar). Guru hanya menyampaikan materi saja, kurang memerhatikan

    bagaimana motivasi siswanya dalam mengikuti mata pelajaran, khususnya

    matematika. Hal yang menyebabkan guru tidak memerhatikan motivasi

    belajar siswa adalah kurangnya pengetahuan guru tentang kebutuhan siswa

    di sekolah yang menyangkut motivasi dalam belajar seperti fisiologis, rasa

    aman, rasa terima, rasa dilindungi, rasa diakui, rasa dicintai dari guru dan

    sesamanya belum terpenuhi (Sugeng Paranto,1981:4). Sehingga dalam

    proses KBM guru tidak dapat memenuhi kebutuhan siswa di kelas atau

    guru hanya dapat memenuhi beberapa kebutuhan siswanya.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 3

    Menurut Winkel (2014:57), belajar merupakan kegiatan mental

    yang tidak dapat disaksikan dari luar. Apa yang sedang terjadi dalam diri

    seorang yang sedang belajar, tidak dapat diketahui secara langsung hanya

    dengan mengamati orang itu. Bahkan, hasil belajar orang itu tidak

    langsung kelihatan, tanpa orang itu melakukan sesuatu yang

    menampakkan kemampuan yang telah diperoleh melalui belajar. Maka,

    berdasarkan perilaku yang disaksikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa

    seseorang telah belajar.

    Berdasarkan pengalaman peneliti yang pernah melaksanakan

    Program Pengalaman Lapangan (PPL) pada kelas VII dan VIII di SMP

    Santo Aloysius Turi, peneliti melihat pembelajaran yang berlangsung

    sudah baik seperti kondisi kelas yang mendukung, sikap guru yang tegas,

    perlengkapan dalam pembelajaran seperti buku-buku paket dan LKS

    (Lembar Kerja Siswa) membantu proses belajar mengajar di kelas.

    Namun, dalam proses pembelajaran guru menggunakan metode ceramah,

    dan terdapat beberapa siswa yang tidak konsentrasi dalam mengikuti

    proses KBM seperti beberapa siswa yang sedang sibuk dengan dirinya

    sendiri, atau melakukan aktivitas lain yang membuat siswa tidak antusias

    dalam proses KBM. Sikap siswa seperti ini berdampak terhadap hasil

    belajar siswa.

    Ketika peneliti melaksanakan Program Pengalaman Lapangan

    (PPL), peneliti mengajar di kelas VII. Sebelum dan ketika peneliti

    mengajar, peneliti mengamati siswa ketika diberi tugas untuk bekerja sama

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 4

    sebagian besar siswa mengerjakan dengan teman sebangkunya. Namun

    ada beberapa siswa yang mengerjakannya tidak dengan teman

    sebangkunya. Hal tersebut dapat disebabkan karena siswa kelas VII masih

    masa peralihan dari SD ke SMP. Ketika siswa masuk kelas VII, mereka

    belum saling mengenal, sehingga mendorong siswa mencari teman

    sebanyak-banyaknya. Hal berbeda terjadi ketika peneliti melakukan

    observasi di kelas VIII. Ketika guru memberikan tugas untuk berdiskusi

    atau bekerja sama dengan teman sebangkunya, sebagian besar siswa

    mengerjakan bukan dengan teman sebangkunya. Tetapi mengerjakan

    dengan teman yang dianggapnya cocok. Selain itu, ada beberapa siswa

    yang mengerjakan dengan teman sebangkunya. Hal demikian disebabkan

    karena siswa kelas VIII sudah mengenal beberapa temannya yang

    dianggap cocok.

    Selain itu, terlihat pula ketika siswa sedang mengerjakan tugas dari

    guru. Dalam mengerjakan latihan soal, guru memerintahkan bahwa

    dikerjakan dengan teman sebangkunya. Hal ini bertujuan agar kelas tetap

    kondusif dan menghemat waktu dalam mengerjakan latihan soal. Karena

    jika tidak demikian, maka akan banyak siswa yang mengerjakan dengan

    teman yang tidak sebangku dan berakibat kelas tidak kondusif. Namun,

    perintah guru tersebut tidak dilaksanakan dengan baik oleh siswa. Masih

    banyak siswa yang mengerjakan bukan dengan teman sebangkunya.

    Meskipun masih ada beberapa siswa yang mengerjakan dengan teman

    sebangkunya. Hal tersebut terjadi entah karena siswa bosan atau tidak

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 5

    nyaman dengan teman sebangkunya. Sikap siswa seperti ini bisa

    disebabkan karena motivasi siswa terhadap pelajaran matematika kurang

    dan kenyamanan antara sesama teman. Karena itu motivasi siswa perlu

    ditingkatkan agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik

    untuk mencapai hasil belajar yang baik pula.

    Berdasarkan hasil observasi di SMP Santo Aloysius Turi, peneliti

    tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh posisi

    tempat duduk terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa kelas VIII

    SMP Santo Aloysius Turi pada pokok bahasan lingkaran dan bangun

    ruang sisi datar Tahun Ajaran 2015/2016.

    B. Rumusan Masalah

    1. Apakah posisi tempat duduk memengaruhi motivasi belajar siswa

    kelas VIII C SMP Santo Aloysius Turi?

    2. Apakah posisi tempat duduk memengaruhi hasil belajar siswa kelas

    VIII C SMP Santo Aloysius Turi?

    C. Tujuan Penelitian

    Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan, dapat

    diketahui tujuan dari penelitian ini adalah :

    1. Untuk mengetahui apakah kondisi lingkungan fisik siswa seperti

    posisi tempat duduk siswa dapat memengaruhi motivasi belajar siswa

    kelas kelas VIII SMP Santo Aloysius Turi tahun ajaran 2015/2016

    pada mata pelajaran matematika.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 6

    2. Untuk mengetahui apakah kondisi lingkungan fisik siswa seperti

    posisi tempat duduk siswa dapat memengaruhi hasil belajar siswa

    kelas VIII SMP Santo Aloysius Turi tahun ajaran 2015/2016 pada

    mata pelajaran matematika.

    D. Pembatasan Masalah

    Agar penelitian ini lebih fokus dan tidak meluas dari pembahasan,

    maka peneliti membatasi masalah tersebut sebagai berikut:

    1. Penelitian difokuskan pada motivasi belajar siswa dan hasil belajar

    siswa terhadap mata pelajaran matematika pada pokok bahasan

    Lingkaran dan Bangun Ruang.

    2. Subjek penelitian

    Subjek penelitian dibatasi pada siswa kelas VIII C SMP Santo

    Aloysius Turi dan dilakukan pada semester genap tahun ajaran

    2015/2016.

    E. Penjelasan Istilah

    Istilah-istilah yang berkaitan tentang penelitian diatas perlu

    ditegaskan. Berikut istilah-istilahnya :

    1. Motivasi

    Menurut Sugeng Paranto (1981:3) motivasi adalah daya atau usaha

    yang menyebabkan seseorang terdorong untuk bertindak melakukan

    sesuatu dalam rangka memenuhi kebutuhannya.

    2. Motivasi Belajar

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 7

    Motivasi belajar ialah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam

    diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin

    kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan

    belajar itu demi mencapai suatu tujuan. Pembahasan motivasi dan

    motivasi belajar meliputi sejumlah unsur yang relevan bagi lahirnya

    dan bertahannya motivasi itu. Di antara unsur itu ada yang bersifat

    internal dan mental; ada pula yang bersifat eksternal.

    Aneka unsur internal dan mental yang akan diuraikan meliputi

    enam topik, yaitu kebutuhan dan motivasi; harapan akan sukses dan

    motivasi; keadaan terangsang dan motivasi; pencarian sebab dan

    motivasi; kaitan antara keberhasilan dan keyakinan tentang

    kemampuan; serta kesimpulan bagi tenaga pengajar.

    Terdapat pula unsur eksternal yang memengaruhi kadar motivasi

    belajar siswa yang diatur sedemikian rupa sehingga berdampak positif

    seperti : risiko yang melekat pada tugas belajar tertentu; suasana di

    dalam kelas; harapan tenaga pengajar terhadap siswa; berbagai

    tindakan instruksional untuk membangkitkan motivasi belajar.

    3. Belajar

    Menurut Heri Rahyubi (2014:3) belajar memilki pengertian

    memeroleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui

    pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman, dan mendapatkan

    informasi atau menemukan.

    4. Hasil Belajar

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 8

    Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku

    sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup bidang

    kognitif, afektif, dan psikomotoris (Nana Sudjana,1990:3).

    F. Manfaat Penelitian

    Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi siswa, guru dan peneliti.

    1. Bagi siswa

    Siswa dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar dalam

    mata pelajaran matematika khususnya pada bab Lingkaran dan bab

    Bangun Ruang terhadap posisi tempat duduk siswa.

    2. Bagi guru

    a. Guru dapat meningkatkan motivasi belajar siswa ketika proses

    pembelajaran berlangsung.

    b. Guru dapat memberikan solusi untuk meningkatkan hasil

    belajar siswa.

    c. Dapat membantu guru dalam meningkatkan motivasi belajar

    dan hasil belajar dengan melihat motivasi eksternal salah

    satunya posisi tempat duduk.

    3. Bagi peneliti

    Bagi peneliti, penelitian ini dapat menambah wawasan dalam

    melihat berbagai masalah pendidikan.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 9

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    A. Belajar

    Menurut Heri Rahyubi (2014:3) belajar memiliki pengertian

    memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui

    pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman, dan mendapatkan

    informasi atau menemukan. Dengan demikian, belajar memiliki arti dasar

    adanya aktivitas atau kegiatan dan penguasaan tentang sesuatu. Belajar

    adalah proses transformasi ilmu guna memeroleh kompetensi,

    keterampilan, dan sikap untuk membawa perubahan yang lebih baik.

    Sedangkan kegiatan pembelajaran merupakan suatu sistem dan proses

    interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu

    lingkungan belajar.

    Menurut Hergenhahn dan Olson (dalam Heri Rahyubi,2014:3)

    belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau

    potensi perilaku yang merupakan hasil dari pengalaman dan tidak

    dicirikan oleh kondisi diri yang sifatnya sementara seperti yang

    disebabkan oleh sakit, kelelahan, atau obat-obatan.

    Hampir sama dengan Hergenhahn dan Olson, menurut Mayer (dalam

    Heri Rahyubi,2014:3), belajar adalah perubahan yang relatif permanen

    dalam pengetahuan dan perilaku seseorang yang disebabkan oleh

    pengalaman.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 10

    Menurut Winkel, belajar merupakan kegiatan mental yang tidak

    dapat disaksikan dari luar. Apa yang sedang terjadi dalam diri seorang

    yang sedang belajar, tidak dapat diketahui secara langsung hanya dengan

    mengamati orang itu. Bahkan, hasil belajar orang itu tidak langsung

    kelihatan, tanpa orang itu melakukan sesuatu yang menampakkan

    kemampuan yang telah diperoleh melalui belajar. Maka, berdasarkan

    perilaku yang disaksikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa seseorang

    telah belajar.

    Berdasarkan pendapat para ahli di atas, menurut peneliti definisi

    belajar adalah perubahan perilaku dan pengetahuan seseorang

    berdasarkan pengalaman yang didapatnya.

    B. Motivasi Belajar

    Menurut W.S. Winkel (2014:172) motivasi belajar ialah daya

    penggerak yang terdapat pada diri seseorang yang menimbulkan kegiatan

    belajar, menjamin kelangsungan belajar dan mengarah pada kegiatan

    belajar tersebut untuk mencapai suatu tujuan. Motivasi belajar sangat

    berpengaruh dalam memberikan semangat belajar siswa, karena jika

    siswa memiliki motivasi yang tinggi maka siswa tersebut juga akan

    memiliki energi yang tinggi untuk melakukan kegiatan belajar.

    Menurut Sugeng Paranto (1981:3) motivasi merupakan daya atau

    usaha yang menyebabkan seseorang terdorong untuk bertindak

    melakukan sesuatu dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Menurut

    Crupley dalam buku Teori Belajar dan Pembelajaran (Eveline

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 11

    Siregar,2011) motivasi juga dapat dijelaskan sebagai tujuan yang ingin

    dicapai melalui perilaku tertentu. Pengertian ini bermakna jika seseorang

    melihat suatu manfaat dan keuntungan yang akan diperoleh, maka ia

    akan berusaha keras untuk mencapai tujuan tersebut.Menurut Crupley

    dalam buku Eveline Siregar (2011:49), motivasi juga dapat dijelaskan

    sebagai perilaku untuk mencapai suatu tujuan.

    Ames dalam buku Eveline Siregar (2011:49) menjelaskan motivasi

    dari pandangan kognitif. Menurut pandangan ini, motivasi merupakan

    sebagai cara pandang seseorang mengenai dirinya sendiri dan lingkungan

    sekitarnya. Sebagai contoh, seorang siswa yang berpikir bahwa ia

    mempunyai kemampuan dalam menyelesaikan suatu permasalahan akan

    termotivasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Peneliti lebih

    menyoroti definisi motivasi belajar menurut Sugeng Paranto (1981:3)

    adalah suatu upaya atau usaha yang mendorong seseorang untuk

    melakukan sesuatu dalam memenuhi kebutuhannya.

    Menurut Maslow, ada lima kebutuhan dasar manusia. Kelima

    kebutuhan tersebut adalah : kebutuhan fisiologis (physiological needs),

    kebutuhan keamanan dan rasa terjamin (safety or security needs),

    kebutuhan sosial (social needs), kebutuhan ego (esteem needs) dan

    kebutuhan aktualisasi diri (self actualization needs).

    Menurut Ali Imron dalam buku Eveline Siregar (2011:53) pada buku

    Belajar dan Pembelajaran, mengemukakan enam unsur atau faktor yang

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 12

    memengaruhi motivasi dalam proses pembelajaran. Keenam faktor

    tersebut adalah sebagai berikut.

    a. Cita-cita

    Cita-cita merupakan salah satu faktor yang memengaruhi

    motivasi belajar. Dilihat dari kenyataannya bahwa seseorang yang

    memiliki cita-cita pasti akan memiliki motivasi yang tinggi pula. Hal

    ini dapat terjadi ketika proses pembelajaran di kelas berlangsung.

    Misalnya, ketika seseorang yang memiliki cita-cita ingin menjadi

    dokter, maka ia akan mempelajari mata pelajaran-mata pelajaran

    dengan sunguh-sungguh yang berhubungan dengan cita-citanya yaitu

    dokter, hal ini juga dapat terjadi dengan cita-cita lainnya.

    b. Kemampuan pembelajar

    Kemampuan pembelajar juga menjadi faktor lain yang

    memengaruhi motivasi belajar. Karena jika seseorang memiliki

    kemampuan di bidang tertentu, maka belum tentu ia memiliki

    kemampuan pada bidang lainnya. Hubungan antara kemampuan

    pembelajar dan motivasi belajar akan terlihat ketika seseorang

    memiliki kemampuan pada bidang tertentu. Ketika seseorang

    menyadari bahwa ia memiliki kemampuan pada bidang tertentu

    maka akan memengaruhi motivasi belajarnya, yaitu ia akan lebih

    mengasah kemampuannya pada bidang tersebut.

    c. Kondisi pembelajar

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 13

    Kondisi pembelajar juga menjadi faktor yang memengaruhi

    motivasi belajar. Kondisi tersebut dapat diamati dari keadaan fisik

    dan psikis seseorang. Jika keadaan fisik seseorang sedang tidak sehat

    atau sedang kelelahan maka motivasi belajar akan mengalami

    penurunan dalam melakukan aktivitas belajar atau aktivitas lainnya.

    Begitupun ketika keadan fisik seseorang sedang sehat maka motivasi

    belajar juga akan meningkat dengan baik. Selain dapat dilihat dari

    keadaan fisik seseorang, dapat diamati pula dari keadaan psikis

    seseorang. Ketika psikis seseorang sedang tidak bagus atau sedang

    stress maka motivasi belajar akan mengalami penurunan dalam

    aktivitas belajar. Sedangkan, ketika psikis seseorang sedang bagus

    atau menyenangkan maka motivasi belajar juga akan meningkat.

    d. Kondisi lingkungan pembelajar

    Kondisi lingkungan pembelajar juga menjadi faktor yang

    memengaruhi motivasi belajar dapat diamati dari segi lingkungan

    sosial dan lingkungan fisik. Jika lingkungan sosial sekitar pembelajar

    seperti teman sepermainannya, keluarga, teman sebangku membuat

    tidak nyaman atau tidak mendukung pembelajar, maka motivasi

    belajar pembelajar juga akan mengalami penurunan. Begitupun

    sebaliknya, jika kondisi lingkungan sosial pembelajar mendukung

    dalam pembelajaran, maka motivasi belajar pembelajar akan

    meningkat. Selain itu, dapat diamati dari segi lingkungan fisik

    sekitar pembelajar seperti lingkungan di dalam ruang kelas, metode

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 14

    yang digunakan guru. Jika hal tersebut tidak mendukung atau tidak

    membuat nyaman maka motivasi belajar pembelajar akan menurun,

    begitupun sebaliknya.

    e. Unsur-unsur dinamis belajar/pembelajaran

    Faktor dinamisasi juga juga menjadi faktor yang memengaruhi

    motivasi belajar. Hal ini dapat diamati dari sejauh mana upaya untuk

    mendinamisasikan proses pembelajaran. Upaya tersebut seperti

    media pembelajaran yang mendukung, bahan pelajaran, susasana

    belajar dan sebagainya yang dapat mendukung proses pembelajaran

    di kelas. Jika upaya-upaya tersebut dinamis maka motivasi belajar

    seseorang meningkat. Sehingga semakin dinamis upaya-upaya

    tersebut maka semakin meningkat motivasi belajar siswa, begitupun

    sebaliknya.

    f. Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar.

    C. Hasil Belajar

    Menurut W.S Winkel (2014) hasil belajar adalah kemampuan

    seseorang yang telah diperoleh melalui belajar.Hasil belajar siswa pada

    dasarnya mencakup perubahan tingkah laku dalam bidang kogintif,

    afektif dan psikomotoris(Nana Sudjana,1990:3). Menurut ahli yang sama,

    hasil belajar kognitif dibagi menjadi beberapa tipe hasil belajar:

    a) Tipe hasil belajar: Pengetahuan

    Pengetahuan yang dimaksudkan sebagai terjemahan dari kata

    knowledge dalam taksonomi Bloom. Tipe hasil belajar ini termasuk

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 15

    kognitif tingkat rendah. Namun, tipe hasil belajar ini menjadi

    prasyarat dasar untuk tipe hasil belajar berikutnya.

    b) Tipe hasil belajar: Pemahaman

    Tipe hasil belajar yang lebih tinggi dari pengetahuan adalah

    pemahaman. Pemahaman adalah menerapkan sesuatu yang sudah

    didapat untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Misalnya

    menjelaskan sesuatu dengan kalimatnya sendiri dari yang dibaca

    atau didengarnya, memberi contoh lain dari contoh yang sudah

    disebutkan sebelumnya.

    c) Tipe hasil belajar: Aplikasi

    Tipe hasil belajar aplikasi adalah penggunaan ide, teori atau

    penunjuk teknis yang sudah didapat lalu dipraktekkan atau

    diterapkan pada situasi nyata yang baru.

    d) Tipe hasil belajar: Analisis

    Tipe hasil belajar analisis adalah tipe hasil belajar yang lebih

    tinggi dari tipe hasil belajar sebelumnya dan berhubungan dengan

    hasil belajar sebelumnya. Pada tipe hasil belajar ini seseorang

    diharapkan mempunyai kemampuan menangkap pemahaman dengan

    baik dan dapat memahami proses, cara kerja dan memahami

    sistematikanya.

    e) Tipe hasil belajar: Sintesis

    Tipe hasil belajar sintesis adalah menyatukan unsur-unsur atau

    bagian-bagian ke dalam bentuk menyeluruh. Seseorang yang

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 16

    memiliki pikiran sintesis adalah seseorang yang berpikir secara

    divergen atau bercabang. Seseorang yang memiliki pemikiran

    tersebut biasanya pemecahan masalah atau jawabannya belum dapat

    dipastikan.

    Berpikir sintesis merpakan salah satu jalan untuk membuat orang

    menjadi kreatif. Berpikir kreatif merupakan salah satu hasil yang

    ingin dicapai dalam pendidikan karena seseorang dengan berpikir

    tersebut dapat menemukan atau menciptakan sesuatu. Kreativitas

    juga dilakukan dengan berpikir secara divergen.

    f) Tipe hasil belajar : Evaluasi

    Tipe hasil belajar evaluasi adalah penilaian terhadap sesuatu yang

    dapat diamati dari segi tujuan, cara kerja dan lain-lain. Pada tipe

    hasil belajar ini diperlukan kriteria atau standar tertentu agar dalam

    penilaian terdapat suatu patokan untuk memberi evaluasi.

    Dapat disimpulkan bahwa dalam hasil belajar kognitif dibagi

    menjadi beberapa tipe hasil belajar. Tipe-tipe hasil belajar tersebut

    merupakan tahap-tahapan dari seseorang ketika menerima pengetahuan

    dari dasar hingga tahapan yang paling tinggi. Tahapan-tahapan tersebut

    saling memengaruhi satu dengan yang lain.

    Hasil belajar dalam ranah afektif berhubungan dengan sikap dan

    nilai. Tipe hasil belajar ini dapat diamati dari segi tingkah laku siswa

    seperti disiplin, motivasi belajar, menghargai sesama dan guru dan

    sebagainya. Selain itu dapat diamati pula dari segi perasaan, minat,

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 17

    keinginan dan lain-lain. Jadi guru dalam proses pembelajaran tidak hanya

    melihat nilai siswa saja namun sikap siswa juga.

    Hasil belajar psikomotoris dapat diamati dari segi keterampilan dan

    kemampuan bertindak individu. Hasil belajar ini berhubungan dengan

    keterampilan seseorang setelah ia mendapat pengalaman belajarnya.

    Misalnya, siswa dapat memberi contoh lain selain yang sudah disebutkan

    oleh guru. Jadi guru dapat melihat hasil belajar dengan mengamati

    keterampilan siswa setelah mendapat pengalaman belajar tertentu.

    Dalam penelitian ini, peneliti hanya akan mengamati hasil belajar

    siswa dalam bidang kognitif yaitu tentang pengetahuan yang mencakup

    beberapa tipe hasil belajar.

    Penilaian hasil belajar menurut Nana Sudjana (1990) dapat

    dibedakan menjadi penilain tes dan penilaian non tes. Penilaian tes

    tersebut dapat dibagi menjadi penilaian tes secara lisan, penilaian tes

    secara tertulis (tes dilakukan dengan tertulis) dan penilaian tes tindakan

    (dapat diamati dari bentuk tindakan siswa). Sedangkan penilain bukan

    non tes meliputi observasi, kuesioner, wawancara dan lain-lain. Jadi

    dalam penilaian hasil belajar dapat dibedakan menjadi penilain tes dan

    penilaian non tes. Kedua penilaian tersebut saling berpengaruh dan saling

    melengkapi satu dengan yang lainnya.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 18

    D. Hubungan Secara Teoritis Antara Motivasi Belajar dan Hasil

    Belajar.

    Menurut Sardiman (2012:85) pada buku Interaksi dan Motivasi

    belajar Mengajar bahwa hasil belajar akan menjadi baik ketika ada

    motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan, akan berhasil juga

    pelajaran tersebut. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan keadaan

    tingkatan usaha belajar bagi para siswa. Motivasi dapat berfungsi sebagai

    pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Seseorang melakukan suatu

    usaha karena didorong oleh motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam

    belajar akan menunjukkan hasil belajar yang baik pula. Jadi dengan

    adanya usaha yang tekun dan didasari adanya motivasi, maka seseorang

    yang belajar itu akan melahirkan prestasi yang baik. .

    E. Penelitian yang Relevan

    Penelitian yang relevan dengan permasalahan yang peneliti ambil

    yaitu beberapa jurnal seperti: Pertama,Jurnal yang berjudul Pengaruh

    Kecerdasan Emosional (EQ) dan Motivasi Belajar terhadap Hasil

    Belajar Biologi Siswa SMA 3 Negeri Kota Palopo ditulis oleh Firdaus

    Daud. Pada jurnal tersebut penulis jurnal ingin melihat faktor internal

    yaitu berupa kecerdasan emosional dan motivasi belajar siswa biologi

    apakah memengaruhi hasil belajar Biologi siswa. Jurnal tersebut

    menyimpulkan salah satunya bahwa semakin tinggi motivasi belajar

    maka akan semakin baik pula hasil belajar biologi siswa SMA Negeri di

    kota Palopo. Selain itu kecerdasan emosional terhadap hasil belajar juga

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 19

    mengalami pengaruh positif dan signifikan. Kesimpulan ini dilihat dari

    nilai yang telah dianalisis.

    Kedua, jurnal yang berjudul Pengaruh Motivasi Belajar dan Metode

    Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar IPS Terpadu Kelas VIII SMP

    PGRI 16 Brangsing Kabupaten Kendal. Pada jurnal tersebut penulis

    jurnal ingin melihat metode pembelajaran yang digunakan oleh guru

    apakah sudah baik atau belum. Selain itu, juga melihat apakah metode

    pembelajaran tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Pada

    jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi dan metode

    pembelajaran tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas

    VIII. Dari kedua jurnal di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar

    siswa dapat memengaruhi hasil belajar siswa.

    Ketiga, skripsi yang berjudul Kenyamanan Belajar Siswa Di Kelas

    IV SD Negeri Se-Kecamatan Pakualaman Tahun Ajaran 2014/2015 oleh

    Luthfiana Ambarsari. Pada skripsi tersebut peneliti ingin melihat

    kenyamanan belajar siswa SD tersebut dengan kondisi di lingkungan

    dalam dan luar bagaimana. Pada skripsi tersebut dapat disimpulkan

    bahwa terdapat beberapa siswa yang nyaman dan tidak nyaman belajar di

    kelas. Sebagian kondisi lingkungan yang di dalam maupun yang di luar

    kelas masih ada yang kurang baik. Faktor yang membuat siswa tidak

    nyaman belajar di kelas adalah kondisi lingkungan dalam dan luar kelas.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 20

    F. Lingkaran

    1. Lingkaran dan Bagian-bagiannya.

    Menurut Tasari J. Dris (2011,124) lingkaran

    adalah kedudukan titik-titk sebidang yang

    berjarak sama terhadap satu titik tertentu. Titik

    tertentu tersebut disebut titik pusat lingkaran.Pada

    gambar 2.1 lingkaran mempunyai beberapa

    bagian, seperti :

    a. ̅̅ ̅̅ adalah diameter lingkaran,

    b. ̅̅ ̅̅ , ̅̅ ̅̅ , ̅̅ ̅̅ adalah jari-jari,

    c. ̅̅ ̅̅ adalah tali busur,

    d. Bidang a adalah juring, dan

    e. Bidang b adalah tembereng.

    Kurva lengkung ̂, ̂, dan ̂merupakan busur lingkaran.

    ̅̅ ̅̅ yang tegak lurus tali busur BC adalah apotema. Apotema

    merupakan garis tegak lurus yang menghubungkan titik pusat

    lingkaran dengan tali busur lingkaran.

    Panjang diameter dilambangkan dengan d, sedangkan panjang

    jari-jari dilambangkan dengan r. Hubungan antara diameter dan jari-

    jari adalah sebagai berikut.

    atau

    Jadi dapat didefiniskan diameter sebagai ruas garis yang

    menghubungkan 2 titik pada lingkaran yang melalui titik pusat.

    a

    P

    A

    O

    C

    B

    b

    Gambar 2.1

    Lingkaran dan bagian-

    bagiannya

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 21

    Sedangkan, jari-jari menurut ST. Negoro dan B. Harahap (1982:202)

    adalah semua ruas garis antara pusat dan sembarang titik pada

    lingkaran.

    2. Besaran-Besaran pada Lingkaran

    a. Keliling Lingkaran

    Keliling lingkaran adalah panjang lintasan yang melintasi

    garis lengkung lingkaran dan panjangnya bergantung pada jari-

    jari lingkaran. Keliling lingkaran . Karena jadi :

    Keliling lingkaran

    Jadi keliling lingkaran

    b. Luas Daerah Lingkaran

    Karena , maka luas daerah lingkaran menjadi:

    (

    )

    Jadi, luas daerah lingkaran

    dengan r = jari-jari, d =

    diameter dan

    atau 3,14.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 22

    c. Hubungan Sudut Pusat, Panjang Busur, dan Luas Juring

    1) Pengertian Sudut Pusat

    Sudut yang terbentuk oleh dua buah ruas garis jari-jari

    lingkaran yang menghadap busur yang kecil

    dan terletak pada pusat lingkaran disebut

    sudut pusat lingkaran.

    Perhatikan Gambar 2.2 di samping

    yang menghadap busur ̂ yang kecil adalah

    sudut pusat lingkaran.

    2) Hubungan Antara Sudut Pusat dengan Panjang Busur dan Luas

    Juring

    Perhatikan Gambar 2.3 di

    samping ini. Setiap lingkaran

    berlaku semakin besar sudut pusat

    maka semakin besar panjang busur

    dan semakin besar juga luas

    juringnya. Sebaliknya, semakin

    kecil sudut pusat maka semakin

    kecil panjang busur dan semakin kecil juga luas juringnya.

    3) Perhitungan Panjang Busur

    Pada Gambar 2.4 adalah sudut pusat lingkaan. Besar

    sudut pusat AOB adalah (sudut siku-siku). Panjang busur

    dihadapan sudut pusat

    keliling. Karena satu putaran

    A B

    O

    Gambar 2.2 Sudut

    Pusat

    O

    A B

    C D

    O

    Gambar 2.3 Hubungan

    Antara Sudut Pusat dengan

    Panjang Busur dan Luas

    Juring

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 23

    besar sudutnya , maka panjang

    busur

    keliling

    lingkaran.

    Panjang busur

    4) Perhitungan Luas Juring

    Menurut ST. Negoro dan B.

    Harahap (1982:204) juring

    adalah daerah yang dibatasi oleh

    dua jari-jari dan satu busur pada

    suatu lingkaran. Pada Gambar

    2.5 luas juring AOB =

    luas

    daerah lingkaran.

    Luas juring AOB =

    luas lingkaran

    Jika besar sudut pusat AOE = maka luas juring AOE

    sama dengan

    luas lingkaran. Secara umum dapat ditulis

    sebagai berikut.

    Luas juring AOE =

    O B D

    C

    E

    A

    A

    Gambar 2.4 Panjang

    Busur

    B D

    C

    E

    A

    A

    O

    Gambar 2.5 Luas Juring

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 24

    5) Perhitungan Luas Tembereng.

    Menurut ST. Negoro dan B.

    Harahap (1982:514) tembereng

    adalah daerah yang dibatasi oleh

    sebuah tali busur dan busur pada

    sebuah lingkaran. Pada Gambar 2.6

    di samping, daerah yang diarsir merupakan tembereng.

    Luas tembereng = Luas juring AOB – Luas

    6) Hubungan Sudut Pusat, Panjang Busur dan Luas Juring

    Perhatikan Gambar 2.7 , maka di

    dapat

    7) Hubungan Sudut Pusat dan Sudut

    Keliling

    Pada Gambar 2.8 di samping

    adalah sudut pusat lingkaran

    dan adalah sudut keliling

    lingkaran.

    Sudut pusat = 2 sudut keliling

    atau sudut keliling =

    sudut pusat.

    B A

    A

    O

    Gambar 2.6 Luas

    Tembereng

    A

    C D

    B

    A

    O

    Gambar 2.7

    Hubungan Sudut

    Pusat, Panjang

    Busur dan Luas

    Juring

    C

    A B

    A

    O

    Gambar 2.8 Hubungan

    Sudut Pusat dan Sudut

    Keliling

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 25

    8) Sifat-Sifat Sudut Keliling

    a) Sudut Keliling yang Menghadap

    Diameter Lingkaran.

    Pada Gambar 2.9, AC adalah

    diameter lingkaran dengan titik O

    pusat lingkaran. Besar sudut AOC =

    (sudut lurus). adalah

    sudut keliling yang menghadap

    diameter AC.

    Besar sudut keliling yang menghadap diameter adalah

    siku-siku (

    b) Sudut-Sudut Keliling yang Menghadap Busur yang Sama

    Pada Gambar 2.10, adalah

    sudut keliling dan adalah sudut

    pusat yang menghadap busur sama

    yaitu busur ̂. Sehingga berlaku

    . Selain itu, pada

    gambar tersebut terlihat pula

    merupakan sudut keliling dimana

    dan adalah sudut keliling yang menghadap

    busur yang sama yaitu busur ̂. Sudut keliling yang

    menghadap busur yang sama adalah sama besar.

    A

    B

    C

    A

    O

    Gambar 2.9 Sudut

    Keliling Yang

    Menghadap Diameter

    Lingkaran

    A

    B

    C

    A

    O

    Gambar 2.10 Sudut-

    sudut Keliling yang

    Menghadap Busur

    yang Sama

    D

    A

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 26

    3. Panjang Garis Singgung.

    1) Cara menghitung Panjang Garis

    Singgung dari Sebuah Titik di

    Luar Lingkaran.

    Terbentuk segitiga siku-siku

    OBA yang siku-siku di B

    berdasarkan sifat garis singgung.

    Dengan menggunakan dalil

    Pythagoras, panjang AB dapat

    ditentukan.

    ( ( ( atau

    Dengan j : panjang garis singgung

    : jarak pusat lingkaran O ke titik A

    : jari-jari lingkaran.

    2) Cara Menghitung Garis Singgung Persekutuan Dua

    Lingkaran.

    a) Garis Singgung Persekutuan Luar

    Jarak antara dua titik singgung diperoleh dengan

    menggunakan dalil Pythagoras sebagai berikut.

    Perhatikan pada gambar di atas.

    , dan

    ( ( ( , maka

    A

    A j

    A

    r

    d

    B

    A

    O

    Gambar 2.11

    Menghitung Panjang

    Garis Singgung dari

    Sebuah Titik di Luar

    Lingkaran

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 27

    ( ( (

    √( (

    Jika jarak antara kedua pusat lingkaran d, jari-jari

    lingkaran M adalah R dan jari-jari lingkaran N adalah r,

    maka:

    √ ( ,

    dengan R >r

    Dengan j = panjang

    garis singgung persekutuan

    luar.

    b) Garis Singgung Persekutuan Dalam Lingkaran

    Pada Gambar 2.13, garis

    k menyinggung lingkaran P

    di titik A dan lingkaran Q di

    titik B. Sehingga AB adalah

    garis singgung lingkaran P

    dan Q. Lalu ̅̅ ̅̅ adalah jarak

    pusat kedua lingkaran

    tersebut.

    Pada berlaku dalil Pythagoras.

    ( ( (

    Karena , maka

    Gambar 2.13 Garis

    Singgung

    Persekutuan Dalam

    Lingkaran

    d

    B

    A

    O R

    j

    A

    A

    P

    C

    k

    R

    r

    Q

    B

    k

    A

    A

    A C R

    A M

    A

    A

    N

    B

    A

    R

    r

    A

    jA

    d

    A N

    A Gambar 2.12 Garis Singgung

    Persekutuan Luar

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 28

    ( ( (

    Jika jarak kedua pusat lingkaran j, jari-jari

    lingkaran P adalah R dan jari-jari lingkaran Q adalah

    r, maka

    √ ( , dengan R >r.

    Dengan l = panjang garis singgung persekutuan

    dalam.

    3) Panjang Sabuk Lilitan

    Jika kedua lingkaran

    yang mempunyai jari-jari

    sama secara berturut-turt

    adalah R dan r, dan

    lingkaran tersebut terdapat

    dua garis singgung

    persekutuan luar seperti pada Gambar 2.14. Maka panjang

    garis singgung persekutuan luar lingkaran minimal adalah

    AB+CD+2 keliling

    lingkaran atau sama dengan 2 kali

    panjang garis singgung persekutuan luar+keliling lingkaran.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa panjang sabuk yang dibutuhkan

    untuk mengikat dua lingkaran yang berjari-jari sama adalah 2

    kali panjang garis singgung persekutuan luar + keliling

    lingkaran. Jadi, dapat disimpulkan bahwa untuk r = a maka

    D

    A

    A

    M

    C

    B

    A

    N

    Gambar 2.14

    Panjang Sabuk

    Lilitan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 29

    Panjang sabuk lilitan minimal = (

    (

    Dengan a = jari-jari lingkaran 1 (R) atau jari-jari

    lingkaran 2 (r), dengan R = r.

    G. Bangun Ruang

    1. Kubus dan Balok

    a. Bagian-Bagian Kubus

    1) Sisi, Rusuk, dan Titik Sudut

    Menururt Tasari J. Dris (2011:166) Hampir sama dengan

    pengertian sisi pada bangun datar. Perbedaanya adalah pada

    bangun datar sisi berupa garis, sedangkan pada bangun ruang

    sisi yang dimaksudkan berupa bidang/bangun datar.

    Perhatikan daerah yang diarsir pada gambar 2.15, yaitu

    BCGF. Bidang BCGF merupakan salah satu sisi dari kubus

    ABCD.EFGH.

    Perhatikan bagian kubus

    yang lain (Gambar 2.15) yaitu

    garis AB. Garis AB merupakan

    tempat pertemuan/perpotongan

    sisi ABFE dan ABCD. Garis yang

    demikian disebut rusuk.

    rusuk

    Titik

    sudut

    A B

    C D

    E F

    H G

    Gambar 2.15 Unsur-

    unsur Kubus

    sisi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 30

    Perhatikan salah satu bagian kubus yang lain lagi (gambar

    13), misalnya titik B merupakan tempat pertemuan rusuk AB,

    BC, dan BF. Titik B disebut titik sudut kubus ABCD.EFGH.

    2) Diagonal Sisi Kubus

    Telah diketahui bahwa

    sebelumnya bahwa sisi kubus

    berbentuk pesergi. Jadi, ABFE

    berbentuk persegi. Kita misalkan

    panjang AB = a cm. Dengan

    menggunakan dalil Pythagoras akan kita peroleh

    3) Bidang Diagonal Kubus

    Dari Gambar 2.17 di

    samping, kita peroleh bahwa:

    AB = rusuk kubus

    BG = diagonal sisi kubus

    Jadi, ABGH berbentuk

    persegi panjang.

    A B

    C D

    Gambar 2.16

    Diagonal Sisi Kubus

    A B

    C D

    E F

    H G

    Gambar 2.17 Bidang

    Diagonal Kubus

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 31

    Kita misalkan AB = a cm, maka

    BG = √ cm sehingga kita peroleh

    Luas persegi panjang ABGH=

    Jadi, luas ABGH adalah √ .

    4) Diagonal Ruang Kubus

    Perhatikan Gambar 2.19 di atas.

    Garis EC berada di dalam ruang kubus

    ABCD.EFGH. Garis yang demikian

    dinamakan diagonal ruang kubus. Jadi,

    garis DF merupakan diagonal ruang

    kubus ABCD.EFGH.

    b. Bagian-bagian Balok

    1) Sisi, Rusuk, dan Titik Sudut

    Perhatikan

    daerah yang diarsir dari

    balok ABCD.EFGH

    pada gambar di atas,

    yaitu bidang BCGF.

    Bidang ini merupakan

    salah satu sisi balok.

    A B

    H G

    a cm

    √ cm

    Gambar 2.18 Luas

    Bidang Diagonal

    Kubus

    Sisi

    Balok

    A B

    C D

    E F

    H G

    Titik

    sudut

    rusuk

    Gambar 2.20

    Bagian-bagian

    Balok

    A B

    C D

    E F

    H G

    Gambar 2.19

    Diagonal Ruang

    Kubus

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 32

    Perhatikan garis EF pada gambar di atas. Garis GH

    merupakan salah satu rusuk balok ABCD.EFGH. Pada balok

    tersebut terdapat tiga pasang rusuk yang sejajar, yaitu:

    a. ̅̅ ̅̅ ̅̅ ̅̅ ̅̅ ̅̅ ̅̅ ̅̅

    b. ̅̅ ̅̅ ̅̅ ̅̅ ̅̅ ̅̅ ̅̅ ̅̅

    c.

    2) Diagonal Sisi Balok

    Sama seperti

    kubus, balok juga

    mempunyai diagonal

    sisi. Namun panjang

    diagonal sisi pada balok

    tidak semuanya sama

    panjang. Perhatikan

    Gambar 2.21. Garis BE, BG, dan EG merupakan diagonal sisi

    balok ABCD.EFGH.

    Kita misalkan panjang balok (AB) = p, lebar balok

    (BC) = l, dan tinggi (CG) = t. Dari Gambar 2.21 di atas, kita

    peroleh

    A B

    F E

    p

    t

    A B

    C D

    E F

    H G

    Diagonal sisi

    Diagonal sisi

    Diagonal

    sisi

    p l

    t

    Gambar 2.21 Diagonal Sisi

    Balok

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 33

    3) Bidang diagonal Balok

    Pada Gambar 2.22

    terlihat daerah yang diarsir,

    yaitu ACGE dibatasi oleh dua

    diagonal sisi ( ̅̅ ̅̅ dan ̅̅ ̅̅ ) dan

    dua rusuk ( ̅̅ ̅̅ dan ̅̅ ̅̅ ). Bidang

    ACGE merupakan bidang

    diagonal balok ABCD.EFGH.

    Bidang ACGE berbentuk

    persegi panjang seperti pada

    Gambar 2.23, sehingga kita

    peroleh:

    Luas persegi panjang ACGE =

    (√

    B C

    G F

    l

    t

    E F

    G H

    p

    l

    A B

    C D

    E F

    H G

    Gambar 2.22

    Bidang Diagonal

    Balok

    A C

    G E

    Gambar 2.23 LuasBidang

    Diagonal Balok

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 34

    4) Diagonal Ruang Balok

    ̅̅̅̅ berada di dalam balok

    ABCD.EFGH. ̅̅̅̅ dinamakan

    diagonal ruang balok.

    ̅̅̅̅ merupakan diagonal

    bidang diagonal ACGE. Dengan

    menggunakan dalil Pythagoras,

    dapat diperoleh

    ̅̅ ̅̅ merupakan diagonal sisi balok dengan panjang

    (√ , maka

    (√

    c. Jaring-jaring Kubus dan Balok

    i. Jaring-Jaring Kubus

    A B

    C D

    E F

    H G

    Gambar 2.24 Diagonal Ruang

    Balok

    A B

    C D

    E F

    H G

    A E

    H D

    H G

    C

    B F E

    H G

    E F

    Gambar 2.25 Jaring-jaring Kubus

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 35

    ii. Jaring-jaring Balok

    d. Luas Permukaan Kubus dan Balok

    Luas permukaan kubus merupakan jumlah luas keenam persegi

    tersebut. Jika kita misalkan panjang rusuk kubus adalah s cm, maka

    Luas permukaan kubus

    (

    Sedangkan jaring-jaring balok juga terdiri atas 6 persegi

    panjang. Jadi, luas permukaan balok dapat dicari dengan

    menjumlahkan luas keenam persegi panjang tersebut.

    Jika kita misalkan p = panjang balok, l = lebar balok, dan t =

    tinggi balok, maka

    Luas permukaan balok =

    ( ( (

    (

    A B

    C D

    E F

    H G

    A E

    H D

    H G

    C

    B F E

    H G

    E F

    Gambar 2.26 Jaring-jaring Balok

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 36

    Luas permukaan balok = (

    e. Volume Kubus dan Balok

    i. Volume Kubus

    Untuk mencari volume kubus kita dapat menggunakan kubus

    satuan, yaitu dengan panjang rusuk 1 cm. Sehingga volume kubus

    satuan sebesar 1 .

    Dengan V = volume kubus;

    s = panjang rusuk kubus.

    ii. Volume Balok

    Untuk mencari volume balok dapat digunakan kubus satuan

    yang dipakai untuk mencari volume kubus. Tedapat balok yang

    tersusun atas 12 kubus satuan sehingga volume balok tersebut

    adalah . Balok tersebut dapat diuraikan sebagai berikut,

    panjang balok terdiri dari 6 kubus satuan, panjang balok 6 cm. Lalu

    lebar balok terdiri atas 2 kubus satuan, sehingga lebar balok 2 cm.

    Tinggi balok terdiri atas 1 kubus satuan, sehingga tingga balok 1

    cm. Diperoleh hubungan sebagai berikut :

    Sehingga volume balok:

    Dengan p = panjang, l = lebar, t = tinggi, dan V = volume

    balok.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 37

    2. Limas dan Prisma Tegak

    1. Bagian-Bagian Limas dan

    Prisma Tegak.

    i. Bagian-Bagian Limas

    Perhatikan limas segi

    empat T.ABCD di

    samping ini. T adalah titik puncak limas. Bidang ABCD adalah

    bidang alas. Jarak T ke titik perpotongan diagonal bidang alas

    ABCD disebut tinggi limas. Segitiga-segitiga TAB, TBC, TCD,

    dan TDA disebut sisi-sisi tegak, sedangkan ̅̅ ̅̅ , ̅̅ ̅̅ , ̅̅̅̅ , dan

    ̅̅ ̅̅ adalah rusuk-rusuk tegak limas. TAC dan TBD adalah

    bidang-bidang diagonal. Diagonal sisi atau diagonal

    bidangnya hanya terdapat pada sisi alas, yaitu AC dan BD.

    Dengan demikian, limas adalah bangun ruang yang dibatasi

    oleh sebuah sisi alas dan sisi-sisi tegak yang berupa segitita

    yang satu titik sudutnya dari sisi-sisi tegak tersebut saling

    bertemu.

    Nama limas diberikan sesuai dengan alasnya. Jika alasnya

    berupa segi-n maka limas tersbut merupakan limas segi-n. Jika

    panjang rusuk alas segi-n sama panjang, maka limas tersebut

    merupakan limas segi-n beraturan.

    A B

    D

    O

    T

    C

    Gambar 2.27 Limas

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 38

    ii. Bagian-Bagian Prisma Tegak

    Gambar prisma di samping ini

    merupakan prisma segitiga ABC.DEF.

    sisi ABC dan DEF kongruen dan

    sejajar. Dari kedua sisi tersebut

    kemudian ditarik garis lurus yang

    menghubungkan titik sudut yang

    bersesuaian.

    Permberian nama suatu prima berdasarkan bentuk sisi alas

    atau sisi atas. Pada prisma di atas, sisi alas dan sisi atas prisma

    bebentuk segitiga sehingga prisma merupakan prisma segitiga.

    iii. Jaring-Jaring Limas dan Prisma Tegak

    2. Besaran-Besaran pada Limas dan Prisma Tegak

    i. Luas Permukaan Limas

    Luas permukaan limas = luas alas + luas semua sisi

    tegak.

    B A

    B

    C B

    E

    F D E

    E

    A B

    C

    D E

    F

    Gambar 2.28

    Prisma Tegak

    T

    C

    A

    T A

    B

    T

    Gambar 2.29 Jaring-jaring

    Limas alas Segitiga

    Gambar 2.30 Jaring-Jaring

    Prisma Tegak alas Segitiga

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 39

    ii. Luas Permukaan Prisma Tegak.

    Luas permukaan prisma = luas sisi alas + luas sisi atas +

    luas selubung (sis-sisi tegak)

    = (luas sisi atas) + luas

    selubung

    Luas selubung = AB t + BC t + AC t

    =(AB + BC + AC) t

    = (keliling alas) t

    Luas permukaan prisma = 2 (luas bidang alas) + luas

    selubung

    = (2 luas alas)+(keliling alas

    tinggi)

    iii. Volume Limas

    Volume Limas =

    volume kubus

    Karena = dan

    , maka

    Dengan V = volume limas;

    = luas alas limas; = sisi;

    T = tinggi limas.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 40

    iv. Volume Prisma Tegak

    Untuk menghitung volume prisma tegak

    menggunakan sebuah balok

    ABCD.EFGH yang

    dipotong sepanjang diagonal

    sisi ̅̅ ̅̅ secara tegak lururs

    ke bawah. Sehingga didapat

    dua buah bangun ruang yang

    kongruen dengan alas segitiga yaitu prisma segitiga

    BAD.FEH dan BCD.FGH.

    Volume prisma =

    Dengan demikian, volume prisma ditulis

    Dengan V : volume prsima;

    : luas alas prsima;

    t = tinggi prisma.

    H. Kerangka Berpikir

    Melihat dari latar belakang penelitian bahwa masih banyak

    ditemukan permasalahan yang menyangkut motivasi belajar siswa.

    Beberapa permasalahan yang muncul pada saat proses pembelajaran

    A B

    C D

    E F

    H G

    Gambar 2.31 Volume

    Prisma Tegak

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 41

    adalah ketidakseriusan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yaitu

    dengan berbicara dengan teman sebangkunya, tidak mendengarkan guru,

    tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Namun ada beberapa

    siswa yang memerhatikan guru pada saat proses pembelajaran. Hal-hal

    tersebut dipengaruhi oleh beberapa motivasi yang ada didalam diri siswa

    tersebut ketika mengikuti proses pembelajaran di kelas. Motivasi yang

    kurang dalam mengikuti proses pembelajaran akan berdampak pada hasil

    belajar mereka nanti. Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa

    diperlukan beberapa faktor yang memengaruhi motivasi, seperti yang

    dikemukakakan oleh Ali Imron.

    Peranan motivasi belajar sangat penting dalam memengaruhi

    hasil belajar. Namun hal ini sering kali kurang diperhatikan guru dalam

    KBM. Terkadang guru kurang memerhatikan motivasi siswa dalam

    KBM. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan guru tentang

    kebutuhan siswa di sekolah yang menyangkut motivasi dalam belajar

    seperti fisiologis, rasa aman, rasa terima, rasa dilindungi, rasa diakui, rasa

    dicintai dari guru dan sesamanya belum terpenuhi (Sugeng

    Paranto;1981). Sehingga dalam proses KBM guru belum bisa memenuhi

    beberapa kebutuhan siswa di kelas.

    Berdasarkan pengalaman peneliti di SMP Santo Aloysius Turi

    dalam Program Pengalaman Lapangan (PPL) pada kelas VII dan VIII,

    peneliti melihat bagaimana proses KBM berlangsung. Dalam proses

    KBM, terdapat siswa yang tidak memerhatikan guru karena melakukan

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 42

    aktivitas masing-masing yang tidak berhubungan dengan mata pelajaran

    yang sedang berlangsung di kelas. Sikap siswa seperti ini dapat

    berdampak pada hasil belajar siswa. Selain itu, terlihat pula ketika siswa

    sedang mengerjakan tugas dari guru. Dalam mengerjakan tugasnya, guru

    memerintahkan bahwa dikerjakan dengan teman sebangkunya. Hal ini

    bertujuan agar kelas tetap kondusif dan menghemat waktu dalam

    mengerjakan tugas. Karena jika tidak demikian, maka akan banyak siswa

    yang mengerjakan dengan teman yang tidak sebangku dan berakibat

    kelas tidak kondusif. Namun, perintah guru tersebut tidak dilaksanakan

    dengan baik oleh siswa. Masih banyak siswa yang mengerjakan bukan

    dengan teman sebangkunya. Meskipun masih ada beberapa siswa yang

    mengerjakan dengan teman sebangkunya. Hal tersebut terjadi entah

    karena siswa bosan atau tidak nyaman dengan teman sebangkunya. Sikap

    siswa seperti ini bisa disebabkan karena motivasi siswa terhadap

    pelajaran matematika kurang dan kenyamanan antara sesama teman.

    Karena itu motivasi siswa perlu ditingkatkan agar siswa dapat mengikuti

    kegiatan belajar dengan baik untuk mencapai hasil belajar yang baik

    pula.Melihat hal ini, peneliti ingin meningkatkan motivasi belajar siswa

    yang dipengaruhi oleh salah satu faktor, yaitu faktor kondisi lingkungan

    pembelajar berupa merubah posisi tempat duduk siswa seperti yang

    dikemukakan oleh Ali Imron. Jika kondisi lingkungan belajar

    mendukung dalam pembelajaran maka motivasi belajar siswa juga akan

    meningkat. Secara teoritis jika motvasi belajar meningkat maka hasil

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 43

    belajar siswa pun meningkat. Peneliti berharap dengan adanya pemberian

    faktor tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan akan

    berpengaruh juga terhadap meningkatnya hasil belajar siswa.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 44

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    A. Jenis Penelitian

    Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

    penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Menurut

    Sugiyono (2010) penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang

    menguraikan teori secara sistematis (bukan hanya sekedar pendapat para

    pakar atau penulis buku) dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan

    variabel yang diteliti. Bogdan dan Taylor dalam buku Basrowi dan

    Suwandi (2008:1) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah salah

    satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan

    atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati.

    Peneliti akan mendeksripsikan pengaruh posisi tempat duduk siswa

    terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Data kualitatif dapat

    diperoleh melalui observasi, wawancara, dan mengedarkan instrumen

    angket. Data kuantitatif dapat diperoleh melalui hasil belajar dan hasil

    angket.

    B. Tempat dan Waktu Penelitian

    1. Tempat Penelitian

    Penelitian dilaksanakan di SMP Santo Aloysius Turi.

    2. Waktu Penelitian

    Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2016.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 45

    C. Subyek dan Objek Penelitian

    1. Subyek Penelitian

    Subyek penelitian adalah 21 siswa kelas VIII semester genap Tahun

    Ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 12 siswa

    perempuan.

    2. Obyek Penelitian

    Objek yang akan diteliti adalah hubungan posisi tempat duduk

    dengan motivasi belajar dan hasil belajar siswa.

    D. Bentuk Data

    1. Data Motivasi Belajar Siswa

    Data motivasi belajar diperoleh melalui observasi yang berupa

    catatan peneliti dan dokumentasi ketika proses pembelajaran. Selain

    itu, data motivasi belajar juga berupa wawancara dan angket tentang

    motivasi belajar untuk mendukung data dari hasil observasi.

    2. Data Hasil Belajar

    Data hasil belajar diperoleh dengan melihat hasil belajar siswa

    melalui hasil ulangan harian bab tertentu.

    E. Metode dan Instrumen Pengumpulan data :

    1. Metode Pengumpulan Data

    Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi, pemberian

    angket, wawancara.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 46

    a. Observasi

    Menurut Nasution (1998) dalam buku Metode Penelitian

    Pendidikan (Sugiyono,2010:310) observasi adalah dasar semua

    ilmu pengetahuan. Sedangkan menurut Marshall (1995) dalam

    buku Metode Penelitian Pendidikan (Sugiyono,2010:310) melalui

    observasi, peneliti belajar tentang perilaku, dan makna dari

    perilaku tersebut. Observasi dilakukan terhadap pembelajaran

    matematika di kelas yang akan diteliti dan pengamatan ini

    dilakukan melalui pengamatan langsung dengan menggunakan

    alat indera dan akan didokumentasikan. Observasi dilakukan

    untuk mengetahui kondisi kelas sebelum di ubah posisi tempat

    duduknya.

    b. Pemberian Angket

    Menurut Sugiyono (2010:199) angket merupakan teknik

    pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi

    seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertutlis kepada

    responden untuk dijawabnya. Angket berisi beberapa pernyataan

    tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari subyek

    yang akan diteliti. Angket yang dimaksud dalam penelitian ini

    adalah angket yang digunakan untuk mencari pengaruh posisi

    tempat duduk siswa terhadap motivasi belajar dan hasil belajar

    siswa matematika.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 47

    c. Pemberian Tes

    Menurut Suharsimi Arikunto (2006:150) tes adalah

    serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan

    untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi,

    kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau

    kelompok. Tes dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa

    terhadap suatu materi sejauh mana. Kegiatan tersebut dilakukan

    ketika materi satu bab sudah selesai.

    d. Wawancara

    Wawancara menurut Esterberg dalam buku Metode

    Penelitian Pendidikan (Sugiyono,2010:319) adalah merupakan

    pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui

    tanya jawab, sehinga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu

    topik tertentu. Metode ini utuk melengkapi data yang sudah

    didapat melalui observasi dan pemberian angket tentang pengaruh

    posisi tempat duduk siswa terhadap motivasi belajar dan hasil

    belajar siswa matematika di SMP Santo Aloysius Turi.

    2. Instrumen Pengumpulan Data

    Dalam melaksanakan penelitian, peneliti menggunakan instrumen

    penelitian untuk menjawab rumusan masalah.

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 48

    a. Non Tes

    1) Lembar observasi

    Peneliti melakukan observasi atau mengamati objek yaitu

    kelas yang akan diteliti secara langsung dan dicatat dalam

    lembar observasi.

    Tabel 3.1 Lembar Observasi Siswa

    No Aspek yang Diamati Pernyataan Keterangan

    Ya Tidak

    1 Siswa siap mengikuti

    pembelajaran

    matematika seperti

    mempersiapkan buku matematika

    2 Siswa aktif dalam

    pembelajaran matematika

    3 Siswa memerhatikan

    guru ketika

    pembelajaran matematika berlangsung

    4 Siswa bertanya dengan

    guru atau teman jika ada

    kesulitan dalam pembelajaran

    matematika

    5 Siswa tidak melakukan aktivitas lain selain

    memerhatikan guru

    ketika pembelajaran

    berlangsung

    6 Siswa mengerjakan

    tugas yang diberikan

    oleh guru

    7 Siswa semangat dalam mengikuti pembelajaran

    matematika

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 49

    2) Lembar Angket

    Angket diberikan kepada siswa untuk mengetahui motivasi

    belajar dalam pembelajaran matematika. Berikut ini merupakan

    kisi-kisi angket tentang motivasi belajar siswa:

    Tabel 3.2 Kisi-kisi Angket Motivasi Belajar

    A. Pertanyaan yang termasuk ke dalam motivasi intrinsik

    Nomor Indikator Sub. Indikator Nomor Angket

    1 Mengetahui

    persiapan siswa

    dalam mengikuti

    proses

    pembelajaran

    matematika

    Memerhatikan guru yang di depan 1,7

    Mempersiapkan buku dan

    perlengkapan lain dalam pelajaran matematika

    3,9

    Menjaga sikap ketika guru sudah

    mulai masuk kelas

    6,10

    Mempersiapkan diri sebelum

    menghadapi ulangan atau kuis

    2,4

    2 Mengetahui

    sikap siswa

    dalam mengikuti

    proses

    pembalajaran matematika

    Bertanya dengan guru atau teman jika

    ada materi yang belum paham

    5,8

    Memerhatikan guru ketika sedang menjelaskan materi

    11,16

    Mengerjakan Ulangan Harian maupun Ujian lainnya.

    13,15

    Sikap ketika dihadapkan dengan

    permasalahan dari soal

    12,14

    3 Mengetahui

    sikap siswa

    dalam

    menghadapi perlajaran

    matematika

    ketika di rumah

    Mengulang materi yang diperoleh

    dari sekolah.

    17,20

    B. Pertanyaan yang termasuk ke dalam motivasi ekstrinsik

    5 Mengetahui

    reaksi siswa

    terhadap pelajaran

    matematika

    Pengaruh buku panduan seperti LKS

    atau Buku Paket terhadap siswa

    19

    Tindakan siswa terhadap nilai jelek

    dan baik

    18,21

    6 Mengetahui sikap siswa

    Pengaruh dari lingkungan (teman) terhadap pelajaran matematika

    22

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 50

    Setiap pilihan jawaban angket memiliki skor yang berbeda.

    Perbedaan skor tersebut dapat dilihat dari kriteria pernyataan

    menurut skala likert:

    i. Untuk pernyataan yang bersifat positif

    1=Sangat Tidak Setuju, 2=Tidak Setuju, 3=Setuju, 4=

    Sangat Setuju.

    ii. Untuk pernyataan yang bersifat negatif

    1= Sangat Setuju, 2=Setuju, 3= Tidak Setuju, 4=

    Sangat Tidak Setuju.

    Tabel 3.3 Pernyataan Angket

    Pernyataan Positif Pernyataan Negatif

    1, 3, 6, 2, 5, 11, 13, 12, 17, 18, 19,

    21, 22, 23

    4, 7, 8, 9, 10, 14, 15, 16, 20, 24, 25

    Tabel 3.4 Skor Tiap Pernyataan

    Pernyataan Positif Pernyataan Negatif

    Sangat Setuju = 4

    Setuju = 3

    Tidak Setuju = 2

    Sangat Tidak Setuju = 1

    Sangat Setuju = 1

    Setuju = 2

    Tidak Setuju = 3

    Sangat Tidak Setuju = 4

    terhadap pelajaran

    matematika

    Sikap siswa untuk memperoleh nilai matematika yang baik

    24

    7. Mengetahui sikap siswa

    terhadap

    perubahan

    tempat duduk

    Sikap siswa terhadap pelajaran matematika sebelum posisi tempat

    duduk

    23,25

    Sikap siswa terhadap pelajaran

    matematika setelah posisi tempat duduk

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 51

    3) Lembar Wawancara

    Subyek yang akan di wawancara adalah siswa-siswa yang

    kelasnya sudah diteliti dan dipilih secara acak. Langkah ini

    dilakukan setelah siswa telah mengisi angket. Wawancara

    digunakan untuk memperkuat dari hasil angket yang telah

    dikerjakan oleh siswa-siswa. Sebelum melakukan wawancara,

    peneliti membuat kisi-kisi sebagai berikut:

    Tabel 3.5 Kisi-kisi Wawancara

    A. Pertanyaan Terkait angket

    Nomor Indikator Sub. Indikator Nomor Angket

    1 Mengetahui

    konsisten jawaban siswa

    Penyebab siswa tidak konsisten

    terhadap jawaban 1

    B. Pertanyaan Terkait Hasil Belajar

    2 Mengetahui

    proses siswa

    menyelesaikan

    soal

    Sikap siswa ketika mengerjakan soal

    dan sebelum mengerjakan soal 2,3

    Langkah-langkah dalam mengerjakan soal Lingkaran dan Bangun Ruang

    4,5,6

    C. Pertanyaan Terkait Posisi Tempat Duduk

    3 Mengetahui

    sikap siswa terkait posisi

    tempat duduk

    Merasa nyaman/tidak nyaman dengan

    posisi tempat duduk 7,8

    Posisi tempat duduk memengaruhi

    motivasi belajar 9

    Posisi tempat duduk memengaruhi

    hasil belajar matematika 10

    b. Tes

    Tes yang diberikan kepada siswa berupa tes tertulis yang berupa

    pilihan ganda terdiri dari 10 soal. Tes ini berisi dua materi yang

    berbeda dan diberikan ketika sub bab materi sudah selesai. Materi

    PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  • 52

    yang berbeda tersebut adalah Lingkaran dan Bangun Ruang. Melalui

    hasil tes ini, peneliti ingin melihat hubungan antara hasil belajar dan

    motivasi belajar yang dimiliki setiap siswa.

    Tabel 3.6 Kisi-kisi Instrumen Soal

    No Kompetensi Dasar

    Indikator Jumlah Soal

    Nomer Soal

    Tuntutan

    Bab Lingkaran

    1. 4.2 Menghitung

    keliling dan luas lingkaran.

    menghitung keliling dan

    luas lingkaran

    1 10 C2

    (Pemahaman)

    2. 4.3. Memahami

    relasi dan

    fungsi

    Menentukan besar sudut

    keliling jika

    menghadap diameter

    dan busur

    yang sama.

    1 5 C1

    (Pengetahuan)

    Menentukan panjang

    busur, luas juring dan

    luas

    tembereng

    3 1,2,4 C2 (Pemahaman)

    Menggunak

    an hubungan

    sudut pusat,

    panjang busur, luas

    juring

    dalam

    pemecahan masalah2x

    1 3 C2