Pengaruh Pend Ortu

download Pengaruh Pend Ortu

of 32

  • date post

    16-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    0

Embed Size (px)

description

t

Transcript of Pengaruh Pend Ortu

PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DALAMMENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKASISWA KELAS III SDN ORO ORO OMBO MADIUN

OLEH :NURUL RAHMAWATI / PGSD 7DNPM. 09. 141. 160

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASARFAKULTAS ILMU PENDIDIKANIKIP PGRI MADIUN2013BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangPembelajaran matematika berfungsi membekali siswa agar siap beradaptasi dengan kemajuan pengetahuan, ilmu, teknologi, dan dinamika perubahan masyarakat. Dengan demikian matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memegang peranan yang sangat penting bagi siswa. Oleh karena itu, pengetahuan matematika harus dimengerti dan dipahami sedini mungkin oleh siswa.Mengingat pentingnya matematika bagi kehidupan, maka matematika perlu dipelajari sejak di sekolah dasar. Adapun yang menjadi tujuan dari pembelajaran matematika menurut GBPP (Garis-garis Besar Program Pengajaran) secara umum yaitu :1. Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi keadaan di dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, efektif dan efisien.2. Mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari, dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan.Realitas menunjukkan banyak siswa yang memandang matematika sebagai mata pelajaran yang sulit, membosankan, menyeramkan, bahkan menakutkan. Salah satu faktor penyebabnya adalah pola pembelajaran yang kurang mengaitkan materi dengan dunia nyata. Apalagi dengan peserta didik yang kerja otak kanan lebih dominan dalam aktivitas kesehariannya. Dengan asumsi seperti ini, maka pelajaran matematika akan menjadi sebuah penghambat dalam proses pembelajaran bagi sebagian siswa tersebut.Utomo dan Ruijter (Suparno, 2000:31) memaparkan bahwa pada latihan pemecahan soal ternyata hanya sebagian kecil siswa yang dapat mengerjakannya dengan baik, sebagian besar tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Setelah diberi petunjuk pun, mereka masih juga tidak dapat menyelesaikan soal-soal tersebut, sehingga guru menerangkan seluruh penyelesaiannya. Menurut Herman (2010:1) salah satu penyebab rendahnya penguasaan matematika siswa adalah guru tidak memberi kesempatan yang cukup kepada siswa untuk membangun sendiri pengetahuannya. Matematika dipelajari oleh kebanyakan siswa secara langsung dalam bentuk yang sudah jadi (formal), karena matematika dipandang oleh kebanyakan guru sebagai suatu proses yang prosedural dan mekanistis.RME adalah pendekatan pembelajaran yang bertolak dari hal-hal yang real bagi siswa, menekankan keterampilan proses of doing mathematics, berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi dengan teman sekelas sehingga mereka dapat menemukan sendiri (student inventing sebagai kebalikan dari teacher telling) dan pada akhirnya menggunakan matematika itu untuk menyelesaikan masalah baik secara individu maupun kelompok. Pada pendekatan ini peran guru tak lebih dari seorang fasilitator, moderator atau evaluator sementara siswa berfikir, mengkomunikasikan reasoning-nya, melatih nuansa demokrasi dengan menghargai pendapat orang lain.Pendekatan ini didasarkan pada konsep Freudenthal yang berpendapat bahwa matematika merupakan aktivitas manusia. Dengan ide utamanya adalah bahwa siswa harus diberi kesempatan untuk menemukan kembali (reinvent) ide dan konsep matematika dengan bimbingan orang dewasa (Gravemeijer, 1994). Usaha untuk membangun kembali ide dan konsep matematika tersebut melalui penjelajahan berbagai situasi dan persoalan-persoalan realistik. Realistik dalam pengertian bahwa tidak hanya situasi yang ada di dunia nyata, tetapi juga dengan masalah yang dapat mereka bayangkan (Heuvel, 1998).Dalam pendekatan RME siswa didorong atau ditantang untuk aktif bekerja, sekaligus dapat mengkonstruksi atau membangun sendiri pengetahuan yang diperolehnya. Bagi guru, pendekatan RME berangkat dari persoalan dalam dunia nyata untuk memotivasi siswa terlibat dalam proses pembelajaran. Dalam pendekatan RME, pembelajaran matematika lebih memusatkan kegiatan belajar pada siswa dan lingkungan, serta bahan ajar yang disusun sebaik mungkin, sehingga siswa lebih aktif mengkonstruksi atau membangun sendiri pengetahuan yang akan diperolehnya.

B. Identifikasi MasalahBerdasarkan latar belakang masalah diatas maka masalah yang dapat diteliti adalah sebagai berikut :1. Matematika dipandang sebagai mata pelajaran yang membosankan, monoton, dan menakutkan, sehingga banyak siswa yang berusaha menghindari mata pelajaran tersebut.2. Pola pendekatan pembelajaran matematika di kelas masih belum maksimal, ditandai dengan pembelajaran yang monoton, kurang demokratis, klasikal, dan memposisikan siswa sebagai objek.3. Guru tidak memberi kesempatan yang cukup kepada siswa untuk membangun sendiri pengetahuannya.4. Pembelajaran yang digunakan oleh guru bersifat konvensional yakni ceramah, tanya jawab, dan pemberian tugas perlu mengalami perubahan.5. Praktik pembelajaran di sekolah kurang relevan dengan kehidupan nyata di sekitar siswa dan di luar sekolah.

C. Batasan MasalahFokus masalah PTK ini adalah pendekatan realistic mathematics education dalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas III SDN Oro Oro Ombo Madiun.

D. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang, identifikasi dan batasan masalah diatas maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :1. Pendekatan RME seperti apa yang lebih efektif meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas III SDN Oro Oro Ombo Madiun?

E. Tujuan PenelitianDari rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian adalah :1. Menemukan pendekatan yang efektif dalam pembelajaran matematika siswa kelas III SDN Oro Oro Ombo Madiun melalui pendekatan realistic mathematics education.2. Mengungkap dampak PMR bagi pengembangan sikap positif siswa terhadap mata pelajaran matematika dan peningkatan prestasi belajarnya.

F. Manfaat Penelitian1. Bagi siswaHasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam rangka menggunakan realitas lingkungan sebagai daya dukung proses pembelajaran matematika.2. Bagi guruHasil penelitian ini diharapkan bermanfaat dalam rangka menentukan strategi efektif dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik.3. Bagi sekolahHasil penelitian ini bermanfaat sebagai bahan informasi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

G. Definisi Operasional1. Pembelajaran disebut efektif jika pelaksanaannya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dengan tingkat ketuntasan tertentu.2. Pendekatan PMR adalah pemanfaatan realitas dan lingkungan yang dipahami siswa untuk memperlancar proses pembelajaran, sehingga mencapai tujuan secara lebih baik dari pada yang lalu.3. Realita adalah hal-hal yang nyata atau konkrit, dapat diamati atau dipahami siswa dengan cara membayangkan.4. Realitas lingkungan adalah tempat siswa berada, baik di sekolah, di lingkungan keluarga, maupun masyarakat yang dapat dipahami siswa.5. Prestasi belajar adalah hasil belajar kognitif yang dicapai oleh siswa dibuktikan dengan skor hasil tes.6. Peningkatan prestasi belajar matematika adalah pertambahan kemampuan siswa memahami matematika dilihat dari ketetapan dan kecepatan mengerjakan soal bila dibandingkan sebelumnya, dan menumbuhkan rasa senang siswa terhadap pelajaran matematika.

BAB IIKAJIAN PUSTAKA

A. Karakteristik Pembelajaran di Kelas RendahPembelajaran di kelas rendah dilaksanakan berdasarkan rencana pelajaran (silabus) yang telah dikembangkan oleh guru. Pembelajaran konkrit lebih sesuai diberikan pada siswa kelas rendah (kelas 1,2,3) di Sekolah Dasar. Proses pembelajaran ini harus dirancang oleh guru sehingga kemampuan siswa, bahan ajar, proses belajar dan sistem penilaian sesuai dengan taraf perkembangan siswa.Hal lain yang harus dipahami yaitu proses belajar harus dikembangkan secara interaktif. Dalam hal ini, guru memegang peranan penting dalam menciptakan stimulus-respon agar siswa menyadari kejadian di sekitar lingkungannya. Sementara itu, siswa kelas rendah di Sekolah Dasar masih banyak membutuhkan perhatian karena kurang terfokus dalam konsentrasi, serta kurang memperhatikan kecepatan dan aktivitas belajar sehingga hal ini memerlukan kegigihan guru untuk menciptakan proses belajar yang lebih menarik dan efektif.Banyak strategi yang dapat digunakan dalam proses belajar di kelas rendah Sekolah Dasar, namun penggunaan atau pemilihan strategi belajar harus mempertimbangkan variabel-variabel yang terlibat dalam suatu proses belajar mengajar. Pengembangan sikap ilmiah pada siswa kelas rendah Sekolah Dasar dapat dilakukan dengan cara menciptakan pembelajaran yang memungkinkan siswa berani mengemukakan pendapat, memiliki rasa ingin mengetahui, memiliki sikap jujur terhadap dirinya dan orang lain, dan mampu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Dalam pengembangan kreativitas siswa, proses pembelajaran dapat diarahkan supaya siswa melakukan kegiatan kreativitas yang sesuai dengan tingkat perkembangannya, misalnya memecahkan permasalahan melalui permainan sehari-hari.Untuk siswa SD kelas rendah, dianjurkan menggunakan pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik adalah strategi pembelajaran untuk memberikan pengalaman bermakna kepada siswa dengan melibatkan beberapa mata pelajaran. Prioritas pembelajaran tematik adalah terciptanya pembelajaran bersahabat, menyenangkan, dan bermakna. Karakteristik pembelajaran tematik pada siswa adalah fleksibel, tidak ada pemisahan mata pelajaran dan dapat mengembangkan bakat sesuai dengan minat siswa, menumbuhkembangkan kreativitas siswa, kemampuan sosial, belajar bertahan lama, dan menumbuhkan kemampuan memecahkan masalah.

B. Pembelajaran Matematika SDMatematika merupakan mata pelajaran yang memiliki ciri-ciri yang abstrak, berpola pikir deduktif, dan konsisten. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat