PENGARUH KEBERADAAN INDUSTRI PT KRAKATAU POSCO …repository.fisip-untirta.ac.id/1300/1/PENGARUH...

Click here to load reader

  • date post

    16-Sep-2019
  • Category

    Documents

  • view

    10
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of PENGARUH KEBERADAAN INDUSTRI PT KRAKATAU POSCO …repository.fisip-untirta.ac.id/1300/1/PENGARUH...

  • PENGARUH KEBERADAAN INDUSTRI PT

    KRAKATAU POSCO TERHADAP KONDISI

    SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI

    KELURAHAN KUBANGSARI KOTA CILEGON

    SKRIPSI

    Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Administrasi Publik

    pada Konsentrasi Manajemen Publik Program Studi Administrasi Publik

    Oleh

    FANI ANDIANI

    NIM 6661120151

    FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

    UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

    SERANG, 2019

    http://www.kvisoft.com/pdf-merger/

  • “Apabila Anda berbuat baik kepada orang lain, maka

    Anda telah berbuat baik terhadap diri sendiri”

    (Benyamin Franklin)

    Skripsi ini kupersembahkan untuk:

    Alm. Papa, Mama, Adik, dan semua orang yang aku sayangi

  • ABSTRAK

    Fani Andiani. NIM 6661120151. Skripsi. Pengaruh Keberadaan Industri PT

    Krakatau Posco terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kelurahan

    Kubangsari Kota Cilegon. Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu

    Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Pembimbing I, DR.

    Agus Sjafari, M.Si, Pembimbing II, Leo Agustino, PhD.

    Permasalahan dalam penelitian ini adalah pembangunan PT Krakatau Posco

    menimbulkan kerugian bagi masyarakat dalam aspek lingkungan, seperti banjir dan

    tercemarnya lingkungan karena belum memenuhi persyaratan AMDAL. Hal tersebut

    berdampak pada kesehatan masyarakat. Selain itu, perusahaan kurang merekrut

    masyarakat sekitar mengakibatkan masih banyaknya masyarakat yang menganggur.

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keberadaan industri PT

    Krakatau Posco terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan

    Kubangsari Kota Cilegon. Penelitian ini menggunakan teori komponen sosial

    ekonomi dari Suratmo (2004) yang terdiri dari sembilan komponen. Metode yang

    digunakan adalah metode kuantitatif dengan menyebar kuesioner. Sample pada

    penelitian ini berjumlah 100 orang dengan taraf kesalahan 10%. Hasil dari penelitian

    ini menunjukkan bahwa persentase Pengaruh Keberadaan PT Krakatau Posco

    terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat di Kelurahan Kubangsari adalah 9,6%.

    Sehingga terdapat pengaruh antara keberadaan PT Krakatau Posco terhadap kondisi

    sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Kubangsari. Saran peneliti agar PT Krakatau

    Posco memperhatikan aspek ekonomi dalam memberikan pekerjaan bagi masyarakat

    Kubangsari, pemerintah memberikan teguran kepada perusahaan dalam hal

    pencemaran lingkungan, dan masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan serta

    dampak yang dihasilkan oleh kegiatan industri.

    Kata Kunci : Industri, Pengaruh, Komponen Sosial, Komponen Ekonomi

  • ABSTRACT

    Fani Andiani. 6661120151. Undergraduate Thesis. The Effect of PT Krakatau

    Posco Industrial Existence of the Socio-Economic Conditions on the Community in

    Kubangsari Subdistricts of Cilegon City. Department of Public Administration,

    Faculty of Social and Political Sciences, Sultan Ageng Tirtayasa University.

    Advisor I, DR. Agus Sjafari, M.Si, Advisor II, Leo Agustino, PhD.

    The problem of this research is the construction of PT Krakatau Posco give the

    impact to the community in environmental aspects, such as flooding and

    environmental pollution because it did not meet the requirements of the EIA. It's give

    the impact on public health. In addition, the company has not recruited the nearest

    community causes still many unemployed people. The aim of this research is to

    determine the effect of the PT Krakatau Posco industrial existence of the socio-

    economic conditions on the community in Kubangsari Subdistricts of Cilegon City.

    This research uses the theory of the socio-economic component of Suratmo (2004)

    which consists of nine components. This research used descriptive quantitative

    method. Data collected by distributing questionnaires. Sample in this research

    amounted to 100 people with a error level of 10%. The results of this research

    indicated that the percentage of exixtence effect of PT Krakatau Posco on the

    Community Social Economy in Kubangsari Village is 9.6%. So that there is an

    influence between the existence of PT Krakatau Posco of the socio-economic

    conditions on the community in Kubangsari Village. Researcher suggestion is that PT

    Krakatau Posco pays attention to the economic aspects of providing employment for

    the people of Kubangsari, the government gives a warning to the company in terms of

    environmental pollution, and the community participates in development as well as

    the impacts of industrial activities.

    Keywords: Industry, Influence, Social Effects, Economic Effects

  • viii

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan kasih

    karunia-Nya bagi penulis, sehingga segala usaha dan perjuangan yang dihadapi,

    penulis dapat menyelasaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Keberadaan Industri PT

    Krakatau Posco Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kelurahan

    Kubangsari Kota Cilegon”.

    Skripsi ini dibuat dan diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh

    gelar Sarjana Administrasi Publik pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

    Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan

    terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

    1. Bapak Prof. Dr. Sholeh Hidayat, M.Pd, Selaku Rektor Universitas Sultan

    Ageng Tirtayasa.

    2. Bapak Dr. Agus Sjafari, M.Si, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

    Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, sekaligus dosen pembimbing I. Terima

    kasih atas segala arahan, bimbingan serta masukan yang diberikan kepada

    penulis.

    3. Ibu Rahmawati, S.Sos, M.Si, sebagai Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan

    Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

  • ix

    4. Bapak Imam Mukhroman, S.Sos, M.Si, sebagai Wakil Dekan II Fakultas Ilmu

    Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

    5. Bapak Kandung Sapto Nugroho, S.Sos, M.Si sebagai Wakil Dekan III

    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

    6. Ibu Listyaningsih, M.Si, selaku Ketua Program Studi Ilmu Administrasi

    Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng

    Tirtayasa.

    7. Ibu Dr. Arenawati, M.Si, selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi

    Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng

    Tirtayasa.

    8. Bapak Leo Agustino, PhD, selaku dosen pembimbing II. Terima kasih atas

    segala arahan, bimbingan serta masukan yang diberikan selama ini.

    9. Bapak Dr. Dirlanudin, M.Si, selaku dosen pembimbing akademik Program

    Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas

    Sultan Ageng Tirtayasa.

    10. Teruntuk Almarhum Papa, Mama serta Adik yang senantiasa selalu

    memberikan semangat dan dukungan tiada henti, dan doa yang selalu engkau

    berikan kepada penulis.

    11. Ramdan Sutrisna yang selalu memberikan semangat dan doa setiap hari

    kepada penulis, sekaligus partner terbaik.

    12. Untuk sahabat-sahabat SMA penulis Lidia, Suheni, Siti Mega, dan Rafatia

    yang selalu mengingatkan dan memberi semangat bagi penulis.

  • x

    13. Untuk sahabat-sahabat Kelas A Administrasi Negara 2012 (Dian, Utut, Etin,

    Dilon, Galih) serta kawan-kawan kelas A angkatan 2012 Fakultas Ilmu Sosial

    dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang saling membantu

    semoga sehat dan sukses selalu.

    14. Untuk Seluruh Keluarga Serikat Eksekutif Muda Untirta (SEMUT) Anggi,

    Dina, Soffal, Gebi, Ka Akmal dan yang lainnya yang tidak bisa disebutkan

    satu persatu, yang telah memberikan motivasi dan dukungan untuk penulis.

    Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna.

    Oleh karena itu, penulis meminta maaf apabila masih banyak kesalahan dan

    kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Penulis mengharapkan segala masukan

    baik kritik maupun saran dan pembaca yang dapat membangun demi

    penyempurnaan skripsi ini.

    Serang, Januari 2019

    Fani Andiani

  • xi

    DAFTAR ISI

    Halaman

    LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS

    LEMBAR PERSETUJUAN

    LEMBAR PENGESAHAN

    MOTO DAN PERSEMBAHAN

    ABSTRAK

    ABSTRACT

    KATA PENGANTAR ............................................................................................ viii

    DAFTAR ISI ............................................................................................................. xi

    DAFTAR TABEL ................................................................................................... xv

    DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. xvi

    DAFTAR DIAGRAM ........................................................................................... xvii

    BAB I PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................................ 1

    1.2 Identifikasi Masalah ............................................................................................ 17

    1.3 Batasan Masalah .................................................................................................. 17

    1.4 Rumusan Masalah ............................................................................................... 17

    1.5 Tujuan Penelitian ................................................................................................ 18

    1.6 Manfaat Penelitian .............................................................................................. 18

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS

    2.1 Landasan Teori .................................................................................................... 20

    2.1.1 Konsep Industri .................................................................................... 21

    2.1.1.1 Teori Lokasi Industri ............................................................. 22

    2.1.2 Konsep dan Tujuan Industrialisasi ....................................................... 24

    2.1.2.1 Unsur-Unsur Industrilisasi .................................................... 25

  • xii

    2.1.2.2 Faktor Pendorong Industrialisasi ........................................... 26

    2.1.2.3 Perkembangan Sektor Industri Manufaktur Indonesia .......... 27

    2.1.3 Konsep Industri Berwawasan Lingkungan .......................................... 27

    2.1.4 Fungsi Lingkungan Hidup ................................................................... 30

    2.1.5 Konsep Pembangunan .......................................................................... 31

    2.1.6 Indikator Keberhasilan Pembangunan ................................................. 36

    2.1.7 Analisis Dampak Pembangunan .......................................................... 39

    2.1.8 Konsep Dampak Sosial Ekonomi ........................................................ 40

    2.1.9 Eksternalitas ......................................................................................... 40

    2.1.10 Penetapan Komponen Sosial Ekonomi .............................................. 41

    2.1.11 Lingkungan Sosial .............................................................................. 43

    2.1.12 Komponen Pokok Lingkungan Sosial ................................................ 44

    2.1.13 Indikator Kualitas Lingkungan Sosial ................................................ 46

    2.1.14 Lingkungan Ekonomi ......................................................................... 47

    2.1.15 Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi ............................................... 48

    2.1.16 Pengertian Persepsi ............................................................................ 49

    2.1.17 Faktor yang Mempengaruhi Persepsi ................................................. 52

    2.1.18 Pengertian Masyarakat ....................................................................... 54

    2.2 Penelitian Terdahulu ........................................................................................... 56

    2.3 Kerangka Pemikiran Penelitian ........................................................................... 59

    2.4 Hipotesis Penelitian ............................................................................................. 61

    BAB III METODOLOGI PENELITIAN

    3.1 Pendekatan dan Metodologi Penelitian ............................................................... 62

    3.2 Ruang Lingkup/Fokus Penelitian ........................................................................ 63

    3.3 Lokasi Penelitian ................................................................................................. 63

    3.4 Variabel Penelitian .............................................................................................. 63

    3.4.1 Definisi Konsep .................................................................................... 63

    3.4.2 Definisi Operasional ............................................................................. 64

  • xiii

    3.5 Instrumen Penelitian ............................................................................................ 65

    3.6 Populasi dan Sampel Penelitian .......................................................................... 67

    3.7 Teknik Pengolahan dan Analisis Data ................................................................ 70

    3.7.1 Uji Validitas dan Realibilitas ............................................................... 71

    3.7.2 Uji Normalitas ...................................................................................... 74

    3.7.3 Uji Regresi ........................................................................................... 75

    3.7.4 Uji Signifikansi .................................................................................... 76

    3.7.5 Uji Koefisien Determinasi ................................................................... 76

    3.8 Jadwal Penelitian ................................................................................................. 78

    BAB IV PEMBAHASAN

    4.1 Deskripsi Objek penelitian .................................................................................. 79

    4.1.1 Gambaran Umum ................................................................................. 79

    4.1.2 Visi dan Misi Kelurahan Kubangsari ................................................... 80

    4.2 Deskripsi Data Penelitian ..................................................................................... 82

    4.2.1 Data Pribadi Responden ....................................................................... 83

    4.2.1.1.1 Jenis Kelamin Responden .................................................. 84

    4.2.1.1.2 Umur Responden ................................................................ 84

    4.2.1.1.3 Pendidikan Terakhir Responden ........................................ 85

    4.3 Pengujian Syarat Statistik ................................................................................... 85

    4.3.1 Uji Validitas ......................................................................................... 85

    4.3.2 Uji Reliabilitas ..................................................................................... 88

    4.3.3 Uji Normalitas ...................................................................................... 90

    4.4 Analisis Data Penelitian ...................................................................................... 92

    4.4.1 Deskripsi Data Variabel X (Keberadaan Industri) ............................... 92

    4.4.2 Deskripsi Data Variabel Y (Kondisi Sosial Ekonomi) ...................... 100

    4.5 Uji Hipotesis ..................................................................................................... 130

    4.5.1 Uji Korelasi ........................................................................................ 130

    4.5.2 Uji T-test ............................................................................................ 132

  • xiv

    4.5.3 Uji Regresi ......................................................................................... 133

    4.5.4 Hasil Analisis Regresi Sederhana (Simple Regression) ..................... 134

    4.5.5 Uji Hipotesis Regresi ......................................................................... 134

    4.6 Pembahasan ........................................................................................................ 136

    4.7 Persepsi Masyarakat Kubangsari terhadap Keberadaan Industri ...................... 150

    BAB V PENUTUP

    5.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 154

    5.2 Saran .................................................................................................................. 155

    DAFTAR PUSTAKA

    LAMPIRAN

    DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  • xv

    DAFTAR TABEL

    Halaman

    Tabel 1.1 Jumlah Industri di Daerah Kabupaten/Kota Provinsi Banten ....................... 8

    Tabel 1.2 Pendapatan Domestik Regional Bruto Daerah Kota Cilegon ...................... 9

    Tabel 1.3 Kewarganegaraan Asing yang Bekerja di Kota Cilegon ........................... 11

    Tabel 3.1 Definisi Operasional .................................................................................. 64

    Tabel 3.2 Skorsing/Nilai............................................................................................. 66

    Tabel 3.3 Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi ................... 73

    Tabel 3.4 Jadwal Penelitian........................................................................................ 78

    Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Variabel X .................................................................. 86

    Tabel 4.2 Hasil Uji Validitas variabel Y ................................................................... 86

    Tabel 4.3 Reliability Statistic Variable X ................................................................... 88

    Tabel 4.4 Reliability Statistic Variable Y .................................................................. 89

    Tabel 4.5 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ................................................... 91

    Tabel 4.6 Hasil Uji Korelasi Variabel X terhadap Variabel Y ............................... 131

    Tabel 4.7 Tingkat Kekuatan Hubungan Koefisien Korelasi ................................... 131

    Tabel 4.8 Uji Regresi Variabel X terhadap Variabel Y .......................................... 133

    Tabel 4.9 Coefficients Alpha ................................................................................... 134

    Tabel 4.10 Hasil Uji Hipotesis Variabel X terhadap Variabel Y ............................ 135

    Tabel 4.11 Kriteria Penilaian Berdasarkan Rata-rata Skor ..................................... 139

    Tabel 4.12 Skor Dimensi Variabel X ...................................................................... 139

    Tabel 4.13 Skor Dimensi Variabel Y ...................................................................... 142

  • xvi

    DAFTAR GAMBAR

    Halaman

    Gambar 2.1 Skema Kerangka Berfikir ....................................................................... 60

    Gambar 4.1 Struktur Organisasi Kelurahan Kubangsari ........................................... 81

    Gambar 4.2 Struktur Organisasi Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan Kubangsari 82

    Gambar 4.3 Data Variabel X ..................................................................................... 93

    Gambar 4.4 Data Variabel Y ................................................................................... 100

  • xvii

    DAFTAR DIAGRAM

    Halaman

    Diagram 4.1 Jenis Kelamin Responden .................................................................... 84

    Diagram 4.2 Umur Responden .................................................................................. 84

    Diagram 4.3 Pendidikan Terakhir Responden .......................................................... 85

    Diagram 4.4 Masyarakat Kubangsari merasa terganggu akibat dengan keberadaan

    industri PT Krakatau Posco ........................................................................... 93

    Diagram 4.5 Masyarakat Kubangsari setuju dengan keberadaan industri PT Krakatau

    Posco di daerah ini ........................................................................................ 94

    Diagram 4.6 Keberadaan industri PT Krakatau Posco membuat kehidupan

    masyarakat Kubangsari menjadi lebih baik .................................................. 95

    Diagram 4.7 Masyarakat Kubangsari setuju dengan pembangunan industri PT

    Krakatau Posco di daerah ini ........................................................................ 96

    Diagram 4.8 PT Krakatau posco sering melakukan kegiatan industri untuk

    masyarakat Kubangsari ................................................................................. 97

    Diagram 4.9 Kegiatan industri PT Krakatau Posco positif dan berguna bagi

    masyarakat Kubangsari ................................................................................. 98

    Diagram 4.10 Dampak yang ditimbulkan keberadaan industri PT Krakatau posco

    menimbulkan dampak yang positif bagi masyarakat Kubangsari ................. 99

    Diagram 4.11 Keberadaan industri PT Krakatau Posco memberikan pengaruh

    terhadap penambahan jumlah penduduk Kubangsari ................................. 101

    Diagram 4.12 Keberadaan industri PT Krakatau Posco memberikan dampak terhadap

    perkembangan umur penduduk Kubangsari ................................................ 102

    Diagram 4.13 Keberadaan industri PT Krakatau Posco memberikan pengaruh

    terhadap kesenjangan perbandingan jenis kelamin penduduk Kubangsari . 103

  • xviii

    Diagram 4.14 Keberadaan industri PT Krakatau Posco memberikan pengaruh

    terhadap migrasi masuk penduduk di wilayah Kubangsari ......................... 104

    Diagram 4.15 Pengaruh terhadap migrasi masuk penduduk besar di wilayah

    Kubangsari akibat dengan adanya keberadaan industri .............................. 105

    Diagram 4.16 Keberadaan industri PT Krakatau Posco memberikan pengaruh

    terhadap migrasi keluar penduduk di wilayah Kubangsari ......................... 106

    Diagram 4.17 Pengaruh terhadap migrasi keluar penduduk besar di wilayah

    Kubangsari akibat dengan adanya keberadaan industri PT Krakatau Posco .....

    107

    Diagram 4.18 Penduduk Kubangsari yang pindah jauh dari tempat asal mereka ... 108

    Diagram 4.19 Keberadaan industri PT Krakatau Posco mempengaruhi perkembangan

    ekonomi masyarakat Kubangsari ................................................................ 109

    Diagram 4.20 Keberadaan industri PT Krakatau Posco memberikan pengaruh yang

    buruk terhadap perkembangan ekonomi masyarakat Kubangsari .............. 110

    Diagram 4.21 Perubahan perkembangan ekonomi masyarakat mempengaruhi

    persaingan sosial dan perubahan gaya hidup masyarakat akibat keberadaan

    industri PT Krakatau Posco ......................................................................... 111

    Diagram 4.22 Keberadaan industri PT Krakatau Posco menambah jumlah

    pengangguran masyarakat Kubangsari ....................................................... 112

    Diagram 4.23 PT Krakatau Posco berprilaku adil terhadap perekrutan karyawan yang

    harusnya didomisili oleh penduduk lokal ................................................... 113

    Diagram 4.24 Keberadaan industri PT Krakatau Posco mempengaruhi terhadap

    jumlah lapangan pekerjaan di wilayah Kubangsari .................................... 114

    Diagram 4.25 Keberadaan industri PT Krakatau Posco mempengaruhi struktur

    ekonomi kota Cilegon ................................................................................. 115

    Diagram 4.26 Masyarakat Kubangsari mempunyai kehidupan yang sudah sejahtera

    sebelum adanya keberadaan industri PT Krakatau Posco ........................... 116

    Diagram 4.27 Keberadaan industri PT Krakatau Posco memberikan pengaruh

    terhadap pendapatan masyarakat Kubangsari ............................................. 116

  • xix

    Diagram 4.28 Keberadaan industri PT Krakatau Posco memberikan pengaruh yang

    rendah terhadap pendapatan masyarakat Kubangsari ................................. 117

    Diagram 4.29 Mata pencaharian masyarakat Kubangsari rata-rata sebagai petani

    sebelum adanya keberadaan industri PT Krakatau Posco ........................... 118

    Diagram 4.30 Terjadinya perubahan mata pencaharian masyarakat Kubangsari setelah

    adanya keberadaan industri PT Krakatau Posco ......................................... 119

    Diagram 4.31 Adanya pola perubahan dari kebiasaan masyarakat Kubangsari dalam

    bidang kesehatan sebelum adanya keberadaan industri PT Krakatau

    Posco ................................................................................................ 120

    Diagram 4.32 Keberadaan industri PT Krakatau Posco memberikan dampak terhadap

    kesehatan masyarakat Kubangsari .............................................................. 120

    Diagram 4.33 Keberadaan industri PT Krakatau Posco memberikan dampak yang

    negatif terhadap kesehatan masyarakat Kubangsari .................................... 121

    Diagram 4.34 Keberadaan industri PT Krakatau Posco menyebabkan pola hidup

    kesehatan masyarakat Kubangsari menjadi tidak sehat akibat adanya polusi

    yang disebabkan oleh kegiatan industri ...................................................... 122

    Diagram 4.35 Keberadaan industri PT Krakatau Posco mempengaruhi jumlah

    ketersediaan air bagi masyarakat Kubangsari ............................................. 123

    Diagram 4.36 Masyarakat Kubangsari sempat mengalami kesulitan mendapatakan air

    setelah adanya keberadaan industri PT Krakatau posco ............................. 124

    Diagram 4.37 Masyarakat Kubangsari tetap mendapatkan akses air setelah adanya

    keberadaan industri PT Krakatau Posco ...................................................... 124

    Diagram 4.38 Keberadaan industri PT Krakatau Posco memberikan dampak negatif

    terhadap lingkungan masyarakat Kubangsari menjadi banjir ..................... 125

    Diagram 4.39 Keberadaan industri PT Krakatau Posco mempengaruhi jumlah

    ketersediaan lahan bagi masyarakat Kubangsari ......................................... 126

    Diagram 4.40 Masyarakat Kubangsari sebagian besar menjual lahannya kepada PT

    Krakatau Posco secara murah dan paksa ..................................................... 126

  • xx

    Diagram 4.41 Masyarakat Kubangsari tetap memiliki lahan setelah adanya

    keberadaan industri PT Krakatau Posco ...................................................... 127

    Diagram 4.42 Keberadaan industri PT Krakatau Posco memberikan dampak negatif

    terhadap lingkungan masyarakat Kubangsari yaitu polusi tanah ................ 128

    Diagram 4.43 Keberadaan industri PT Krakatau Posco mempengaruhi jumlah

    ketersediaan udara bersih bagi masyarakat Kubangsari .............................. 128

    Diagram 4.44 Keberadaan industri PT Krakatau Posco memberikan dampak negatif

    terhadap lingkungan masyarakat Kubangsari yaitu polusi udara ................ 129

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang Masalah

    Revolusi industri, tentu kita sudah mengenal istilah tersebut dan tak asing

    lagi di telinga kita. Pada mulanya revolusi industri dimulai pada tahun 1750-1850

    atau tepatnya pada abad 18an yang terjadi selama kurun waktu satu abad

    dipelopori oleh Negara Inggris dimana alat-alat yang bersifat konvensional mulai

    digantikan dengan alat yang lebih modern dengan menggunakan mesin. Pada kala

    itu menggunakan mesin uap sebagai pengoperasian mesin seperti alat pemintal,

    pembangkit mesin, dimaksudkan untuk mempermudah dan mengefisiensikan

    waktu. Dari revolusi industri pula lah banyak terciptanya alat modern, lapangan

    pekerjaan dan mensejahterakan masyarakat Inggris khususnya. Revolusi

    industripun berkembang pesat hingga terdengar gaungnya keseluruh dunia

    dimulai dari Eropa Barat, Amerika Utara dan Jepang dan perkembangannya masih

    berlangsung dan dirasa hingga pada saat ini. Inggris begitu gencarnya

    membangun industri hingga berdiri banyak industri sampai-sampai asap hitam

    yang membumbung ke udara sebagai hasil pembuangn dari industri mampu

    menutupi sebagian kawasan Negara tersebut sehingga Inggris dijuluki Negara

    hitam.

  • 2

    Mengapa roda kehidupan yang bergairah ini berawal di Inggris dan bukan

    di negara Eropa daratan? Alasan pertama adalah negeri Inggris negara kaya,

  • 3

    kemudian sirkulasi dagangnya yang ramai dengan perdagangan budak,

    perampokan, peperangan. Alasan kedua, warga inggris adalah warga pelaut.

    Mereka dapat melakukan transakasi barang dagangan dengan berbagai negara di

    dunia, baik itu di Eropa daratan maupun negara-negara di Asia. Ruang lingkup

    lintasan dagang mereka yang luas menjadikan Inggris negeri yang dinamis dan

    terkaya di masa itu. Alasan lain adalah karena di negeri ini semangat ilmu

    pengetahuan yang berkembang pesat. Newton ahli fisika, memberi inspirasi

    tersendiri pada kaum intelektual Inggris. Kemudian hampir semua filusuf-filusuf

    empiris muncul di Inggris seperti Bacon, Locke. Pemikiran para filusuf ini

    memberi andil tertentu dalam perkembangan ilmu empiris di Inggris dan Eropa

    pada umumnya.

    Indonesia merupakan negara berkembang yang berupaya untuk

    meningkatkan pertumbuhan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat dan

    kemajuan bangsanya. Untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang optimal,

    Indonesia melaksanakan pembangunan secara terpadu dengan mengembangkan

    wilayah regional. Hal tersebut perlu dilakukan karena Indonesia merupakan

    sebuah negara kepulauan yang sangat besar dengan pulau-pulau dalam jumlah

    yang sangat banyak, juga memiliki ragam budaya dan wilayah regional. Berbagai

    perbedaan antar regional merupakan konsekuensi dari berbagai variasi dari

    geofisik dasar, kondisi perkeonomian, distribusi sumber daya alam serta atribut

    sosial masyarakat.

    Pada dasarnya pembangunan sebuah daerah merupakan hal yang sangat

    penting bagi masyarakat, karena dengan pembangunan daerah yang menjadi lebih

  • 4

    baik sudah pasti pendapatan yang diperoleh dari daerah tersebut akan meningkat

    seiring dengan kemajuan orang-orang yang ada di daerah tersebut untuk dapat

    mengolah hasil sumber daya alam yang ada disekitarnya.

    Hal tersebut terkait konsep pembangunan berkelanjutan, yakni

    pembangunan yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan manusia saat ini

    tanpa mengorbankan kemampuan generasi yang akan datang.

    Tujuan pembangunan di Indonesia yaitu mencapai kesejahteraan sosial

    yang dijelaskan pasal 33 UUD 1945, yaitu:

    1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama, berdasarkan atas asas

    kekeluargaan.

    2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat

    hidup rakyat banyak dikuasai oleh negara.

    3. Bumi dan air serta kekayaan yang terkandung didalamnya, dikuasai negara

    dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

    Pembangunan di Indonesia yang memberikan kontribusi besar terhadap

    pertumbuhan ekonomi ialah pembangunan pada bidang ekonomi. Pada

    hakekatnya pembangunan ekonomi adalah usaha atau kebijakan yang bertujuan

    untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperbesar kesempatan kerja,

    meningkatkan pemerataan pembangunan, meningkatkan peran lembaga ekonomi,

    dan mengusahakan pergeseran kegiatan ekonomi dari sektor primer ke sekunder

    dan tersier. Jadi tujuan pembangunan nasional bukan hanya mengejar

  • 5

    pembangunan ekonomi yang tinggi saja melainkan juga memberikan penekanan

    pada aspek pendapatan masyarakat dan pemerataan.

    Pembangunan yang berhasil menunjukan bahwa perlunya pembangunan

    yang seimbang yang ditekankan pada keuntungan yang akan diperoleh dari

    adanya saling ketergantungan yang efisien dari berbagai sektor, yaitu sektor

    industri, sektor pertanian, dan sektor jasa. Dimana akan timbul banyak masalah

    jika pembangunan itu hanya dipusatkan pada satu sektor saja. Tanpa adanya

    keseimbangan pembangunan antara berbagai sektor dan akan menyebabkan

    adanya ketidakstabilan terhadap berbagai kegiatan ekonomi sehingga proses

    pembangunan menjadi terhambat.

    Pembangunan sektor industri merupakan bagian internal dari

    pembangunan nasional yang secara potensial memberikan kontribusi yang besar

    bagi perekonomian Indonesia. Adanya pembangunan di sektor industri semakin

    menunjukkan adanya peranan yang sangat berarti dimana sektor industri mampu

    menumbuhkan sektor pertanian dan kegiatan jasa yang semakin meluas. Dengan

    adanya pembangunan di sektor industri pertumbuhan perekonomian di Indonesia

    semakin meningkat sehingga berpengaruh terhadap laju pertumbuhan

    perekonomian.

    Perkembangan pembangunan industri yang pada saat ini begitu tinggi

    membuat pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang

    Perindustrian yang sebelumnya dijadikan Peraturan Pemerintah Republik

    Indonesia Nomor 24 tahun 2009 tentang Kawasan Industri. Dalam Undang-

  • 6

    Undang tersebut terdapat beberapa peraturan mengenai berbagai proses perizinan

    industri, standar industri, dan lain-lain.

    Sektor industri merupakan salah satu usaha guna mendukung pertumbuhan

    dan pembangunan ekonomi. Sektor ini diarahkan untuk menciptakan struktur

    ekonomi kokoh dan lebih seimbang yaitu struktur ekonomi dengan titik berat

    industri yang maju didukung oleh sektor pertanian yang tangguh. Dengan

    pemahaman tersebut berarti industrialisasi merupakan satu fase dari keseluruhan

    pembangunan ekonomi. Di dalam sektor industri terdapat dua fase pendekatan

    yaitu pendekatan yang bersifat dualitis yakni memandang perekonomian

    tradisional sebagai alternatif yang bersaing, dan merancang impor dengan

    mengingat produktivitas industri. Pendekatan yang kedua yaitu dengan mobilisasi

    sektor tradisional dalam perekonomian untuk melayani tugas industri.

    Pendekatan tersebut dapat diasumsikan bahwa rakyat yang hidup di

    daerah-daerah pedesaan merupakan angkatan kerja potensial. Dengan demikian

    kebijakan ekonomi harus berpusat pada pengendalian dan pemanfaatan sektor-

    sektor tradisional yang belum berkembang demi pertumbuhan dan industrialisasi.

    Untuk merangsang sektor industri kondisi daerah harus disesuaikan dengan

    perkembangan wilayah serta potensi yang dimiliki oleh wilayah yang

    bersangkutan dengan tetap memperhatikan aspek peningkatan pendayagunaan

    sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber pembangunan lainnya serta

    kelayakan ekonomi dan tata ruang. Berbagai aspek yang menyangkut potensi

    daerah serta hal-hal yang mendukung ke arah efesiensi pelaksanaan serta

    produktivitas industri. Menyikapi hubungan tersebut, maka banyak peluang bagi

  • 7

    para usahawan untuk turut serta menanam modalnya dengan mendirikan berbagai

    pabrik yang memproduksi berbagai hasil industri.

    Industrialisasi sebagai suatu aspek pembangunan akan dapat mengubah

    struktur dan fungsi sosial masyarakat. Artinya industrialisasi bukan hanya mampu

    menaikan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, melainkan juga menimbulkan

    hal-hal lain pada kehidupan masyarakat seperti pertambahan penduduk yang

    cukup tinggi sebagai akibat datangnya penduduk dari daerah lain yang berfungsi

    sebagai tenaga kerja di pabrik-pabrik, terjadi pola pergeseran ekonomi

    masyarakat, pergeseran pola hidup, pencemaran lingkungan serta masalah-

    masalah lain yang secara nyata. Permasalahan-permasalahan yang diakibatkan

    oleh industrialisasi merupakan suatu dampak yang harus diterima masyarakat di

    Indonesia demi aspek pembangunan yang berkembang. Permasalahan-

    permasalahan yang muncul akibat adanya industrialisasi di kota-kota besar atau

    kabupaten umumnya hampir sama yaitu yang berdampak pada ekonomi dan sosial

    masyarakat sekitarnya.

    Berlatar belakang permasalahan-permasalahan yang utama pada

    pembangunan industri yaitu permasalahan pencemaran lingkungan maka

    pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang

    Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang bertujuan untuk

    mengurangi dampak pencemaran akibat pembangunan industri. Masalah

    pencemaran lingkungan merupakan masalah yang utama dalam pembangunan

    industri. Limbah yang dihasilkan oleh industri tak sebanding dengan kontribusi

    industri tersebut kepada masyarakat untuk meningkatkan ekonomi sekitar

  • 8

    sehingga dengan pembangunan industri tersebut akan memunculkan masalah baru

    lagi masyarakat sekitar. Masalah tersebut tidak akan terasa dalam jangka yang

    pendek, melainkan masalah tersebut akan terasa pada jangka atau waktu yang

    lama. Untuk menangani masalah tersebut, pemerintah daerah tentu berperan

    penting dalam melakukan pengawasan terhadap daerahnya. Berlatar belakang

    tersebutlah pemerintah pusat mengeluarkan otonomi daerah.

    Seiring datangnya era otonomi daerah pemerintah mengatur regulasinya

    dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah

    yang kemudian diganti dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 Tentang

    Pemerintahan Daerah maka setiap daerah memiliki hak untuk mengelola sendiri

    segala urusan pemerintahannya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di

    daerahnya. Maka pemerintah daerah juga memiliki kewenangan dalam mengelola

    kawasan industri yang dimiliki daerahnya dalam upaya mencapai kesejahterasaan

    masyarakat, karena otonomi daerah pada prinsipnya bertujuan untuk memacu

    pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, meningkatkan kesejahteraan rakyat,

    menggalakkan prakarsa dan peran serta aktif masyarakat serta peningkatan

    pendayagunaan potensi daerah secara optimal dan terpadu secara nyata, dinamis,

    dan bertanggungjawab.

    Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki industri terbesar di

    Indonesia ialah provinsi Banten. Banten mempunyai delapan Kota/Kabupaten

    yang dimana terdapat beberapa industri. Industri yang ada di Banten terdiri dari

    dua golongan yakni industri besar dan industri sedang. Berdasarkan data Badan

    Pusat Statistik Provinsi Banten jumlah semua industri yang ada di Provinsi Banten

  • 9

    berjumlah 1.570 perusahaan/industri baik besar maupun sedang. Berikut adalah

    Tabel Jumlah Industri Kabupaten-Kota di Provinsi Banten pada tahun 2010

    sampai 2014.

    Tabel 1.1

    Jumlah Industri di Daerah Kabupaten/Kota Provinsi Banten

    No Nama Tahun

    Kabupaten/Kota 2010 2011 2012 2013

    1 Kabupaten Pandeglang 13 12 12 11

    2 Kabupaten Lebak 17 16 17 18

    3 Kabupaten Tangerang 704 689 682 695

    4 Kabupaten Serang 143 144 144 152

    5 Kota Tangerang 583 563 555 561

    6 Kota Cilegon 76 77 77 77

    7 Kota Serang 23 23 21 19

    8 Kota Tangerang Selatan 61 59 62 57

    Provinsi Banten 1620 1582 1570 1570

    Sumber: Badan Pusat statistik Provinsi Banten, 2014

    Wilayah Provinsi Banten mempunyai posisi strategis pada lintas

    perdagangan internasional dan nasional. Secara ekonomi wilayah Banten

    mempunyai banyak industri. Salah satu wilayah di Banten yang berperan dalam

    pembangunan ekonomi di sektor industri yaitu wilayah Cilegon. Kota Cilegon

    dalam perkembangan telah memperlihatkan kemajuan yang pesat diberbagai

    bidang, baik bidang fisik, sosial maupun ekonomi. Hal ini tidak saja memberikan

    dampak berupa kebutuhan peningkatan pelayanan di bidang pemerintahan,

    pembangunan dan kemasyarakatan, tetapi perlunya memberikan gambaran

  • 10

    mengenai perlunya dukungan kemampuan dan potensi wilayah untuk

    menyelenggarakan otonomi daerah. Kota Cilegon, pesat dengan perkembangan

    industrinya. Kota yang terletak di Provinsi Banten ini dikenal sebagai kota

    industri, dan menjadi pusat industri di kawasan Banten bagian barat. Sehingga

    mengubah mata pencaharian penduduknya, yang awalnya bermata pencaharian di

    sektor pertanian menjadi di sektor industri. Hal tersebut dapat terlihat pada

    kontribusi Industri pengolahan terhadap pendapatan daerah, sebagaimana tabel 1.2

    Tabel 1.2

    Pendapatan Domestik Regional Bruto Daerah (Harga Konstan)

    Kota Cilegon

    Sektor/Lapangan Usaha Kontribusi PDRB (Persen)

    2007 2008 2009 2010 2011

    Pertanian 2,52 2,42 2,3 1,71 1,61

    Pertambangan 0,09 0,09 0,09 0,07 0,13

    Industri Pengolahan 62,99 61, 99 60,57 72,47 72,47

    Listrik dan Air Bersih 8,76 8,26 8,01 5,57 5,83

    Bangunan 0,45 0,45 0,45 0,33 0,33

    Perdagangan, Hotel, dan Restoran 12,77 14,00 15,42 11,45 11,73

    Angkutan/Komunikasi 8,24 8,38 8,41 5,07 4,98

    Bank/Keu/Perum 2,76 2,89 3,08 2,22 2,24

    Jasa 1,43 1,52 1,64 1,12 1,13

    Total 100 100 100 100 100

    Laju Pertumbuhan - 5 5 48 7

    Sumber:http://regionalinvestment.bkpm.go.id/newsipid/id/ekonomipdrb.php?ia=367

    2&is=3

  • 11

    Dari tabel 1.2 Industri pengolahan merupakan penyumbang terbesar dalam

    pembentukan PDRB. Dimana 70%an PDRB disumbang oleh industri pengolahan.

    Pada tahun 2007 hingga 2011 mengalami kenaikan hampir 10% hanya pada

    rentang 5 tahun, yang sebelumnya berkontribusi sebesar 62,99 menjadi 72,47%,

    sedangkan sektor yang lain hampir sebagian besar mengalami penurunan pada

    kontribusi PDRB.

    PT. Krakatau Steel merupakan industri yang melingkupi pabrik-pabrik

    baja hilir bersekala besar. Tujuan dari pendirian PT.Krakatau Steel yaitu untuk

    membangun industri baja nasional yang mampu berperan sebagai salah satu unsur

    utama penunjang pertumbuhan industri baja pada khususnya dan pertumbuhan

    ekonomi pada umunya. Tujuan idiil yang harus dicapai oleh PT.Krakatau Steel

    adalah menjadi salah satu pusat keunggulan dibidang industri baja, dalam arti bisa

    menjadi tulang punggung dalam rangka memenuhi kebutuhan besi dan baja

    nasional dengan kemampuan sendiri.

    Perusahaan baja POSCO (Pohang Steel Coorporation) yang didirikan

    tahun 1968, telah bertumbuh menjadi perusahaan papan atas di industri baja dunia

    dalam tempo tiga dekade, POSCO memproduksi sekitar 28 juta ton baja setiap

    tahunnya dan digunakan dilebih dari 60 negara. Perusahaan ini telah

    menggunakan teknologi otomatis pada pabrik-pabrik bajanya yang berlokasi di

    Kota Pelabuhan Pohang dan Gwangyang di Korea Selatan, sebagai jaringan

    produksi berbagai jenis produk termasuk hot rolled coil, cold rolled sheet, plate

    wire rod, electrical steel, dan stainless steel.

  • 12

    Dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan baja nasional maupun

    internasional, maka kedua perusahaan baja ini bermitra dan mendirikan sebuah

    Industri baja terpadu dengan nama PT. Krakatau Posco. Industri ini bergerak

    dalam bidang intergrated steel plant.

    Pembangunan industri PT. Krakatau Posco akan memberikan dampak bagi

    kehidupan masyarakat Kota Cilegon. Dari segi ekonomi akan memberikan

    stimulan bagi perekonomian Kota Cilegon dan Banten, baik dalam menciptakan

    lapangan pekerjaan, kesempatan-kesempatan usaha baru maupun meningkatkan

    Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan Surat BKPM Nomor

    231/1/IP/PMA/2010 Pembangunan PT.Krakatau Posco diperkirakan akan

    memberikan dampak positif dengan nilai investasi pembangunan untuk tahap

    pertama sebesar US$2.844.000.000,00 dengan total investasi mencapai 6 USD

    dan penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 2.146 dari 1.717 laki-laki dan

    429 perempuan.

    PT.Krakatau Posco tidak hanya memberikan perubahan ekonomi saja pada

    Kota Cilegon, namun menimbulkan perubahan dari segi kependudukan, sosial

    budaya maupun lingkungan hidup. Permasalahan sosial pada segi kependudukan

    mulai banyaknya penduduk asing yang tinggal di Kota Cilegon, sebagaimana

    tabel berikut.

    Tabel 1.3

    Kewarganegaraan Asing yang Bekerja di Kota Cilegon

    No. Nama Negara 2012 Jan 2013-Maret 2014

  • 13

    1 Amerika Serikat 2 2

    2 Argentina - 2

    3 Australia - 2

    4 Austria 42 20

    5 Belanda - 1

    6 Belgia 5 7

    7 Britania Raya - 23

    8 China 9 390

    9 Filipina 11 31

    10 India 36 114

    11 Inggris 12 5

    12 Iran, Republik Islam - 3

    13 Italia 1 12

    14 Jepang 141 326

    15 Jerman 16 40

    16 Korea Selatan 447 1.342

    17 Kroasia 1 -

    18 Malaysia 14 50

    19 Mesir - 2

    20 Perancis 2 2

    21 Polandia 9 2

    22 Republik Ceko - 1

    23 Rumania - 4

    24 Rusia 7 7

    25 Singapura 7 11

    26 Slovenia - 2

    27 Spanyol - 1

    28 Taiwan 3 23

    29 Thailand 3 5

    30 Turki - 16

  • 14

    31 Ukraina 1 5

    32 Vietnam - 9

    TOTAL 769 2439

    (Sumber: diolah dari berbagai sumber, 2014)

    Dari tabel 1.3 Korea Selatan merupakan jumlah warga terbanyak yaitu 447

    pada tahun 2012 dan melonjak menjadi 1.342 orang hingga Maret 2014

    dibandingkan warga berkebangsaan lain. Hal tersebut dapat dikarenakan PT.

    Kratakau Posco yang 70% sahamnya dipegang oleh Pohang Iron Steel Company

    Korea Selatan (Posco). Sehingga adanya kekhawatiran perubahan sosial budaya

    dengan adanya kebijakan warga negara asing yang tinggal berbaur dengan

    penduduk setempat terutama masyarakat Kubangsari. Karena secara geografis

    letak PT. Krakatau Posco terletak di Kelurahan Kubangsari Kecamatan Ciwandan.

    Kota Cilegon adalah sebuah kota di Provinsi Banten, Indonesia. Cilegon

    berada di ujung barat laut pulau Jawa, di tepi Selat Sunda. Kota Cilegon dikenal

    sebagai kota industri. Sebutan lain bagi Kota Cilegon adalah Kota Baja mengingat

    kota ini merupakan penghasil baja terbesar di Asia Tenggara karena sekitar 6 juta

    ton baja dihasilkan tiap tahunnya di Kawasan Industri Krakatau Steel, Cilegon.

    Kota Cilegon memiliki 8 Kecamatan yaitu Kecamatan Cilegon, Kecamatan

    Ciwandan, Kecamatan Pulo Merak, Kecamatan Cibeber, Kecamatan Purwakarta,

    Kecamatan Grogol, Kecamatan Citangkil, dan Kecamatan Jombang. Kecamatan

    Ciwandan adalah wilayah Pemekaran Anyer dan Pulomerak. Ciwandan

    merupakan kecamatan yang paling banyak industri & perusahaan besar dibanding

    dengan kecamatan lain di Cilegon. Tapi jumlah Keluarga Miskin (Gakin) di

    https://id.wikipedia.org/wiki/Kotahttps://id.wikipedia.org/wiki/Provinsihttps://id.wikipedia.org/wiki/Bantenhttps://id.wikipedia.org/wiki/Indonesiahttps://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Jawahttps://id.wikipedia.org/wiki/Selat_Sunda

  • 15

    Kecamatan Ciwandan mencapai 2.756 rumah tangga sasaran (RTS). Jumlah ini

    paling tinggi dibandingkan kecamatan lain di Kota Cilegon. Hal ini dapat dilihat

    dari data RTS penerima program bantuan beras untuk rakyat miskin (Raskin)

    berdasarkan Keputusan Walikota Cilegon Nomor 501/Kep-31 BPMKP/2011

    tentang Pagu Alokasi Penyaluran Beras untuk Rumah Tangga Miskin (Raskin)

    tahun 2011.

    Perusahaan PT. Krakatau Posco mempunyai kepedulian terhadap

    masyarakat sekitarnya berupa program-program yang telah disusun untuk jangka

    waktu yang berkelanjutan seperti dengan menyediakannya mobil kesehatan

    keliling. Menurut warga Kelurahan Kubangsari yang saya wawancarai pada

    tanggal 20 Juni tahun 2017 di Kecamatan Ciwandan yang bernama Bapak Zaenal

    mobil kesehatan keliling tersebut sudah berjalan, namun belum optimal. Hal

    tersebut dikarenakan minimnya jumlah mobil yang disediakan oleh pihak

    perusahaan dan semenjak diberlakukannya program mobil keliling tersebut, hanya

    beroperasi dua kali saja sejak program ini diluncurkan dalam waktu dua tahun

    yang lalu tahun 2017.

    Perusahaan patungan Krakatau Steel dan Pohang Steel Corporation

    (Posco) asal Korea Selatan ini menyerap 100 ribu tenaga kerja. Perusahaan

    patungan bernama Krakatau Posco tersebut akan segera membangun pabrik baja

    yang akan memproduksi 3 juta ton slab per tahun mulai akhir 2013. Lalu juga

    akan menghasilkan plat baja sebanyak 1,5 juta ton untuk kebutuhan pasar dalam

    negeri dan sisanya untuk kebutuhan produksi Krakatau Steel dan Posco.

  • 16

    Kebutuhan pasar dalam negeri untuk produk baja diperkirakan meningkat 12%

    sampai 15% per tahun. Konsumsi baja per kapita diantisipasi akan meningkat dari

    48 kg di 2010, menjadi 57 kg di 2015. Dengan berdirinya pabrik ini diharapkan

    akan menyerap tenaga kerja dari lokal. Pemkot Cilegon dan PT. Krakatau Posco

    telah menyetujui kesepakatan dan memberikan kesempatan kerja kepada pegawai

    buruh yang diutamakan penduduk lokal pada tahun 2012.

    Namun pada kenyataannya, menurut Narasumber Bapak Zaenal salah satu

    tokoh masyarakat Kubangsari, Krakatau posco dibagi menjadi 3 bagian daerah

    yaitu Kelurahan Kubangsari, Kelurahan Samangraya, dan Kelurahan Tegalratu

    yang letaknya sangat berdekatan dengan Perusahaan Krakatau Posco tersebut,

    tetapi masyarakat sekitar masih banyak yang belum terkena dampak dari

    penyerapan tenaga kerja PT. Krakatau Posco. Dari jumlah pegawai Krakatau

    posco yang berjumlah 2009, hanya sekitar 25% saja yang berasal dari wilayah

    Kubangsari yaitu berjumlah 372 orang sebagai pegawai tetap PT Krakatau Posco.

    Selain itu, dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya industri bagi kondisi

    ekonomi di antaranya perubahan mata pencaharian dan daya serap tenaga kerja.

    Dalam arti adanya industri yang didirikan di atas ladang pertanian atau

    persawahan yang sebelumnya menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat

    sekitar akan tetapi dengan adanya pembangunan industri lahan mereka menjadi

    tergerus dan berubah sehingga masyarakat yang sudah tua dan tidak produktif

    bekerja serta tidak tersaring oleh adanya industri mengalami kerugian dan

    kehilangan mata pencahariannya, sehingga akan berdampak negatif pula pada

    berkurangnya pendapatan.

  • 17

    Kehadiran industri telah menyebabkan kerja sama tidak hanya terbatas

    dalam lingkungan komunitas mereka sendiri, tetapi sudah melibatkan orang luar

    terutama dengan pihak perindustrian. Dalam persaingan yang sangat nyata adalah

    persaingan dalam memperoleh kesempatan untuk dapat bekerja pada PT Krakatau

    Posco. Menurut pendapat ibu Laksmi yang diwawancarai pada tanggal 24 Maret

    2017, demikian juga dalam memugar dan memperbaiki rumah yang diganti

    dengan bangunan yang lebih kuat, besar dan permanen serta adanya persaingan

    dan perubahan gaya hidup dalam membeli barang-barang konsumtif seperti

    televisi, VCD, radio tape recorder, sepeda, dan sepeda motor. Dengan demikian

    kehadiran industri telah menyebabkan munculnya kompleksitas persaingan sosial

    dan perubahan gaya hidup masyarakat.

    Pembangunan PT.Krakatau Posco menimbulkan kerugian bagi masyarakat

    sekitar pabrik yaitu tercemarnya Sumber Daya Alam (SDA) berupa banjir yang

    diakibatkan banyak saluran dan persawahan sebagai pembuangan air saat ini telah

    ditimbun dijadikan area pabrik hal ini dikarenakan pembangunan pabrik PT.

    Krakatau Posco tidak memenuhi persyaratan AMDAL. Selain menyebabkan

    banjir, saluran pembuangan udara hasil produksi PT. Krakatau Posco tidak

    tersikulasi dengan baik, asap yang dihasilkan menyebabkan polusi sejauh 5 KM

    yang berdampak pada warga Kelurahan Kubangsari Kecamatan Ciwandan.

    Pengaruh industri terhadap kesehatan, adanya pencemaran kualitas udara dari

    industri yang bersumber dari pabrik, yang berefek samping pada kesehatan

    khususnya pernapasan dan ISPA.

  • 18

    Atas dasar latar belakang pemikiran diatas, penulis tertarik untuk

    melakukan penelitian dan menulis Skripsi dengan judul: “Pengaruh Keberadaan

    Industri PT Krakatau Posco Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat

    di Kelurahan Kubangsari Kota Cilegon”.

    1.2 Identifikasi Masalah

    Berdasarkan penjelasan diatas maka penulis mencoba mengidentifikasi

    beberapa masalah yang berkaitan dengan Pengaruh Keberadaan Industri PT

    Krakatau Posco Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kelurahan

    Kubangsari Kota Cilegon, yaitu:

    1. Kurangnya penyerapan tenaga kerja yang berasal dari masyarakat lokal

    Kelurahan Kubangsari untuk melakukan pembangunan perusahaan PT.

    Krakatau Posco.

    2. Munculnya kompleksitas persaingan sosial dan perubahan gaya hidup

    masyarakat.

    3. Sumber Daya Alam (SDA) yang tercemar akibat adanya proses

    pembuangan produksi yang dilakukan PT Krakatau Posco.

    1.3 Batasan Masalah

  • 19

    Berdasarkan identifikasi masalah di atas peneliti membatasi ruang lingkup

    permasalah pada Pengaruh Keberadaan Industri PT Krakatau Posco Terhadap

    Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kelurahan Kubangsari Kota Cilegon.

    1.4 Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka dapat di

    rumuskan masalah sebagai berikut:

    1. Seberapa besar pengaruh keberadaan industri PT Krakatau Posco?

    2. Seberapa besar tingkat kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan

    Kubangsari?

    3. Seberapa besar Pengaruh Keberadaan Industri PT Krakatau Posco

    Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kelurahan Kubangsari

    Kota Cilegon?

    1.5 Tujuan Penelitian

    Setiap bentuk tindakan atau langkah yang terencana sudah mempunyai

    tujuan tertentu, demikian pula halnya dengan penelitian yang peneliti lakukan ini,

    bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Keberadaan Industri PT Krakatau Posco

    Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kelurahan Kubangsari Kota

    Cilegon.

    1.6 Manfaat Penelitian

  • 20

    Adapun manfaat dari hasil penelitian ini dapat dikatakan masing-masing

    sebagai berikut:

    a. Manfaat Teoritis

    1. Menambah ilmu pengetahuan penelitian yang dilaksanakan sehingga

    memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan ilmu

    administrasi negara khususnya dalam bidang Administrasi

    Pembangunan dan Pembangunan Masyarakat serta pemerintahan

    daerah.

    2. Sebagai bahan pemahaman dan pembelajaran bagi peneliti maupun

    mahasiswa lain untuk melakukan penelitian-penelitian secara lebih

    mendalam mengenai dampak kawasan Industri di suatu daerah.

    b. Manfaat Praktis

    1. Hasil dari penelitian ini berguna untuk memperdalam konsep

    penerapan ilmu pengetahuan tentang administrasi pembangunan dan

    pembangunan masyarakat serta pemerintahan daerah.

    2. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi bahan rujukan bagi Petinggi-

    Petinggi perusahaan PT. Krakatau Posco dalam meningkatkan

    pembangunan yang mempertimbangkan aspek negatif dan positifnya.

    3. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi tambahan bagi

    pembaca pada penelitian selanjutnya.

  • 21

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN

    HIPOTESIS

    2.1 Landasan Teori

    Deskripsi teori yakni menjabarkan penggunaan berbagai teori dan konsep

    yang relevan dengan permasalahan dan fokus penelitian, yang kemudian disusun

    dengan teratur dan rapi untuk dapat membuat suatu hipotesis penelitian. Dengan

    mengkaji berbagai teori dan konsep maka peneliti memiliki konsep penelitian

    yang jelas, sehingga dapat menyusun pertanyaan yang rinci untuk penyelidikan,

    serta dapat menemukan hasil penelitian yang tepat dan akurat. Selain itu, untuk

    meningkatkan kualitas deskripsi teori, pembahasannya perlu dikaitkan dengan

    hasil-hasil penelitian yang akan dilakukan peneliti. Dengan demikian, maka

    memunkinkan hasil penelitian tentang “Pengaruh Keberadaan Industri PT

    Krakatau Posco Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kelurahan

    Kubangsari Kota Cilegon” menjadi lebih optimal dan akurat.

    Penelitian ini sangat erat hubungannya dengan teori-teori yang digunakan

    para ahli ilmu administrasi negara,

  • 22

    Ilmu administrasi pembangunan, ilmu sosial, dan ilmu-ilmu lainnya. Dalam hal

    ini terutama dilihat dalam ilmu administrasi pembangunan yang mana berkaitan

    dengan sejauh mana pengaruh yang diberikan oleh pembangunan industri di suatu

    daerah apakah pengaruh tersebut lebih banyak dampak positifnya atau bahkan

    lebih banyak dampak negatifnya. Dengan adanya pemaparan teori-teori, maka

    memungkinkan hasil penelitian yang dilakukan dapat mencapai hasil yang

    optimal. Untuk itu dalam deskripsi teori ini, peneliti akan menuliskan teori-teori

    yang berkaitan dengan penelitian tersebut.

    2.1.1 Konsep Industri

    Dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian Pasal

    1 ayat 1 disebutkan bahwa perindustrian adalah tatanan dan segala kegiatan yang

    bertalian kegiatan industri. Sedangkan industri adalah seluruh bentuk kegiatan

    ekonomi yang mengolah bahan baku dan / atau memanfaatkan sumber daya

    industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau

    manfaat lebih tinggi, termasuk jasa industri.

    Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya

    mengutamakan upaya efesiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara

    berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan

    kelestariann fungsi lingkungan hiduop serta dapat memberikan manfaat bagi

    masyarakat. Kawasan industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri

  • 23

    yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan

    dikelola oleh perusahaan kawasan industri.

    Pada dasarnya kegiatan industri adalah mengolah masukan (Input) menjadi

    keluaran (Output). Keluaran yang dihasilkan suatu industri adalah berupa produk

    yang diinginkan beserta limbah. Limbah dapat bernilai ekonomis sehingga dapat

    dijual atau dipergunakan kembali dan yang tidak bernilai ekonomis yang akan

    menjadi beban lingkungan. Limbah ini dikeluarkan melalui media udara, air, dan

    tanah yang merusak komponen ekosistem alam.

    Tujuan didirikannya industri berdasarkan Undang-Undang Perindustrian

    Nomor 3 Tahun 2014 pasal 3 yaitu sebagai berikut:

    a. Mewujudkan industri nasional sebagai pilar dan penggerak perekonomian nasional.

    b. Mewujudkan kedalaman dan kekuatan struktur industri c. Mewujudkan industri yang mandiri, berdaya saing, dan maju, serta industri

    hijau

    d. Mewujudkan kepastian berusaha, persaingan yang sehat, serta mencegah pemusatan atau penguasaan industri oleh satu kelompok atau perseorangan

    yang merugikan masyarakat

    e. Membuka kesempatan berusaha dan perluasan kesempatan kerja f. Mewujudkan pemerataan pembangunan industri ke seluruh wilayah

    Indonesia guna memperkuat dan memperkukuh ketahanan nasional

    g. Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan.

    2.1.1.1 Teori Lokasi Industri

    Penempatan lokasi industri mempunyai peranan yang sangat

    penting, sebab akan mempengaruhi perkembangan dan kontinuitas

    proses dan kegiatan industri itu sendiri, lokasi industri dalam hal

  • 24

    ini kegiatan pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi atau

    setengah jadi, jadi diputuskan berdasarkan berbagai macam

    orientasi,

    Menurut Djamari membagi pemilihan lokasi menjadi golongan

    yaitu:

    a. Industri yang berorientasi kepada bahan mentah (Raw

    Materials Oriented Manufactures.

    b. Industri yang berorientasi kepada pasaran (Market Oriented

    Manufactures).

    c. Industri yang berorientasi kepada tenaga kerja (Labour

    Oriented Manufactures).

    d. Industri yang berorientasi kepada sumber tenaga/energi

    (Power Oriented Manufactures).

    Penyebaran lokasi industri ke daerah-daerah mempunyai arti

    penting bagi pembangunan daerah yang dijadikan lokasi industri,

    potensi yang ada dapat terolah dan dapat dimanfaatkan sebaik -

    baiknya, baik itu potensi manusia maupun potensi alam, seperti

    yang dikemukakan oleh Djamari yang mengemukakan:

    Faktor-faktor yang bermacam-macam itu biasanya berinteraksi

    satu sama lain tetapi suksesnya suatu industri biasanya bukan

    karena semua faktor itu ada secara lengkap dan optimum pada

    suatu wilayah. Tetapi dari sekian banyak faktor-faktor itu ada

    sebagian faktor yang dominan, yang sangat menentukan, sehingga

    suatu industri ditempatkan di tempat tertentu.

    Sedangkan Djojodipuro mengemukakan bahwa:

    Dalam teori weber, faktor yang mempengaruhi lokasi industri

    yaitu biaya angkutan dan tenaga kerja yang merupakan faktor

    regional yang bersifat umum dan faktor deglomerasi yang bersifat

    lokal dan khusus. Sehingga dalam teori weber tersebut biaya

    angkutan dianggap sebagai penentu utama lokasi industri; biaya

  • 25

    produksi tidak dianggap menentukan secara langsung, akan tetapi

    lebih dilihat sebagai fungsi berat yang diangkut dan jarak yang

    ditempuh.

    Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa

    banyak faktor yang menunjang dalam keberdaan suatu industri,

    namun biasanya ada faktor yang lebih dominan lainnya yang dapat

    menentukan diamana suatu industri ditempatkan. Lokasi industri

    sangat menentukan keberhasilan suatu industri, karena dalam

    penentuan lokasi industri, gejala – gejala geografi suatu daerah

    harus mempunyai kemampuan sebagai penunjang kegiatan industri

    tersebut, selain hatus memperhatikan unsur tenaga kerja, bahan

    mentah, pasaran, dan pengembangan wilayah.

    2.1.2 Konsep dan Tujuan Industrialisasi

    Industri adalah bidang mata pencaharian yang menggunakan keterampilan

    dan ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan alat-alat di

    bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka

    industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha

    mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah

    pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah.

    Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi,

    budaya dan politik. Awal konsep industrialisasi revolusi industri abad 18 di

    Inggris adalah dalam pemintalan dan produksi kapas yang menciptakan

  • 26

    spesialisasi produksi. Selanjutnya penemuan baru pada pengolahan besi dan mesin

    uap sehingga mendorong inovasi baja, dan begitu seterusnya, inovasi-inovasi baru

    terus bermunculan. Industri merupakan salah satu strategi jangka panjang untuk

    menjamin pertumbuhan ekonomi.

    Menurut Boediono definisi Industrialisasi adalah: Proses percepatan

    pertumbuhan produksi barang industri yang dilaksanakan didalam negri, yang

    diimbangi dengan pertumbuhan yang serupa di bidang permintaannya (yang

    berasal dari dalam negri sendiri maupun luar negri). Industrialisasi akan terhambat

    apabila aspek produksinya atau aspek permintaanya atau keduannya terhambat

    pertumbuhannya. (Ekonomi Internasional 1990).

    Tujuan industrialisasi itu sendiri adalah untuk memajukan sumber daya

    alam yang dimiliki oleh setiap Negara, dengan didukung oleh sumber daya

    manusia yang berkualitas, dengan industrialisasi ini maka, Negara berkembang

    yang mampu memanfaatkannya dengan baik, maka akan meningkatkan

    pertumbuhan ekonomi Negara tersebut.

    2.1.2.1 Unsur-Unsur Industrialisasi

    a) Masyarakat yang melakukan proses produksi dengan menggunakan mesin

    Seiring kemajuan zaman maka teknologi akan semakin

    berkembang dan teknologi ini sangat berpengaruh terhadap besar

    kecilnya barang yang akan di tawarkan. Adanya tekhnologi yang lebih

    maju dan modern akan memudahkan produsen dalam menghasilkan

    barang dan jasa selain itu dengan menggunakan mesin yang modern

    akan menurunkan biaya produksi suatu barang atau jasa dan akan

    memudahkan produsen. Dan dengan adanya teknologi mesin yang

    canggih juga, dapat meningkatkan hasil produksi, serta

    mengefesienkan waktu.

    b) Berskala besar Dengan adanya industrialisasi juga memberikan dampak

    secara besar, yaitu dengan meningkatnya pendapatan masyarakat

    dengan produksi yang besar.

    c) Pembagian kerja teknis yang relatif kompleks dan menggunakan tenaga kerja yang keterampilannya bermacam-macam.

  • 27

    Dalam perencanaan berbagai kegiatan atau pekerjaan untuk

    pencapaian tujuan tentunya telah di tentukan. Keseluruhan

    pekerjaan dan kegiatan yang telah di rencanakan tentunya perlu di

    sederhanakan guna mempermudahkan bagaimana

    pengimplementasikannya. Upaya untuk menyederhanakan dari

    keseluruhan kegiatan dan pekerjaan yang mungkin saja bersifat

    kompleks menjadi lebih sederhana dan spesifik dimana setiap

    orang akan ditempatkan dan ditugaskan untuk setiap kegiatan yang

    sederhana dan spesifik.

    Industrialisasi pada suatu masyarakat berarti pergantian teknik

    produksi dari cara yang masih tradisional ke cara modern, yang

    terkandung dalam revolusi industri. Dalam hal ini terjadi proses

    transformasi, yaitu suatu perubahan masyarakat dalam segala segi

    kehidupannya (Dharmawan).

    Secara umum dampak positif dari adanya pembangunan industri

    adalah:

    1. Meningkatkan devisa Negara

    2. Menyerap tenaga kerja

    3. Meningkatkan pendapatan masyarakat

    4. Terbukanya usaha-usaha di sector informal

    2.1.2.2 Faktor Pendorong Industrialisasi (Perbedaan Intesitas dalam

    Proses Industrialisasi Antar Negara)

    1. Kemampuan teknologi dan inovasi. 2. Laju pertumbuhan pendapatan nasional per kapita. 3. Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri. Negara yang

    awalnya memiliki industri dasar/primer/hulu seperti baja, semen,

    kimia, dan industri tengah seperti mesin alat produksi akan

    mengalami proses industrialisasi lebih cepat.

    4. Besar pangsa pasar DN yang ditentukan oleh tingkat pendapatan dan jumlah penduduk. Indonesia dengan 200 juta orang

    menyebabkan pertumbuhan kegiatan ekonomi.

    5. Ciri industrialisasi yaitu cara pelaksanaan industrialisasi seperti tahap implementasi, jenis industri unggulan dan insentif yang

    diberikan.

  • 28

    6. Keberadaan SDA. Negara dengan SDA yang besar cenderung lebih lambat dalam industrialisasi.

    7. Kebijakan/strategi pemerintah seperti tax holiday dan bebas bea masuk bagi industri.

    2.1.2.3 Perkembangan Sektor Industri Manufaktur Indonesia

    Perkembangan industry manufaktur disetiap Negara juga dapat

    digunakan untuk melihat perkembangan industry Negara itu secara

    nasional, sejak krisis ekonomi dunia pada tahun 1998 dan perontokan

    perekonomian nasional, perkembangan industri di Indonesia secara

    nasional belum memperlihatkan perkembangan yang memuaskan.

    Bahkan perkembangan industry nasional, khususnya industry

    manufaktur, lebih sering merosot perkembangannya dibandingkan

    dengan grafik peningkatannya.

    Sebuah hasil riset yang dilakukan pada tahun 2006 oleh sebuah

    lembaga internasional terhadap prospek industry manufaktur di

    berbagai Negara melihatkan hadil yang cukup memprihatinkan. Dari

    60 negara yang menjadi obyek penelitian, posisi industry manufaktur

    Indonesia berada diposisi terbawah bersama beberapa Negara asia

    seperti Vietnam, riset yang meneliti aspek daya saing produk industry

    manufaktur Indonesia dipasar global,menempatkan pada posisi

    terendah.

    2.1.3 Konsep Industri Berwawasan Lingkungan

  • 29

    Usaha pengendalian pencemaran dapat dilakukan melalui berbagai upaya.

    Pembangunan industri di Indonesia lebih menitik beratkan pada aspek

    pertumbuhan ekonomi telah menjadikan pertumbuhan di sektor lain tidak

    seimbang. Aspek sosial-budaya dan aspek lingkungan seperti diabaikan. Setelah

    muncul berbagai masalah barulah disadari bahwa pembangunan berkelanjutan

    adalah suatu keharusan. Menurut Sofyan Effendi (dalam Wibawa 1991:14),

    mendefinisikan pembangunan berkelanjutan adalah:

    “Suatu proses pembangunan yang pemanfaatan sumber dayanya, arah

    invesinya, orientasi pengembangan teknologinya dan perubahan

    kelembagaannya dilakukan secara harmonis dan dengan amat

    memperhatikan potensi pada saat ini dan masa depan dalam pemenuhan

    kebutuhan dan aspirasi masyarakat”

    Gagasan pembangunan berkelanjutan atau dikenal juga dengan

    pembangunan berwawasan lingkungan secara bertahap mulai dimasukkan

    kedalam kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional. Hal ini terlihat dari

    diberlakukannya Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang ketentuan-

    ketentuan pokok pengelolaan lingkungan yang selanjutnya direvisi dengan

    Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan Lingkungan dan

    direvisi kembali dengan Undang-undang 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan

    pengelolaan Lingkungan hidup.

    Menurut Pasal 3 UU Nomor 32 Tahun 2009. Tujuan perlindungan dan

    Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah:

    1. Melindungi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pencemaran dan/ atau kerusakan lingkungan hidup;

  • 30

    2. Menjamin keselamatan, kesehatan, dan kehidupan manusia; 3. Menjamin kelangsungan kehidupan makhluk hidup dan kelestarian

    ekosistem;

    4. Menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup; 5. Mencapai kelestarian, keselarasan, dan keseimbangan lingkungan

    hidup;

    6. Menjamin terpenuhinya keadilan generasi masa kini dan generasi masa depan;

    7. Menjamin pemenuhan dan perlindungan hak atas lingkungan hidup sebagai bagian dari hak asasi manusia;

    8. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana; 9. Mewujudkan pembangunan berkelanjutan; dan 10. Mengantisipasi isu lingkungan global.

    Emil Salim (1990) dalam Hadi (2001) selanjutnya mengemukakan

    beberapa resep strategis jika kosnep pembangunan berkelanjutan itu diterapkan

    dalam konteks Negara-negara berkembang seperti Indonesia, antara lain:

    1) Pembangunan berkelanjutan menghendaki penerapan perencanaan tata ruang (Spatial Planning) misalnya pembangunan sumber daya alam yang

    memperhatikan daya dukung lingkungan. Penempatan berbagai aktivitas

    yang menggunakan sumber daya alam harus memperhatikan kapasitas

    lingkungan alam dalam mengadopsi perubahan yang diakibatkan oleh

    aktivitas pembangunan. Untuk itu sumber daya alam di suatu Negara

    seyogyanya dibagi kedalam sumber yang harus dikonservasi dan sumber

    yang bisa diekploitasi.

    2) Perencanaan pembangunan menghendaki adanya standar lingkungan seperti ambien untuk air permukaan, air bawah tanah, air laut dan udara di

    kota dan daerah pedesaan. Dengan adanya standar, kegiatan industri tidak

    diijinkan untuk membuat limbah melebihi buku mutu. Dengan standar itu

    pula, kualitas lingkungan akan terjaga.

    3) Penerapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Setiap rencana usaha atau kegiatan yang diperkirakan menimbulkan dampak

    penting terhadap lingkungan harus dilengkapi dengan Analisis Dampak

    Lingkungan (AMDAL). Setelah dampak penting diidentifikasi,

    dipraktikan dan dievaluasi maka langkah selanjutnya adalah bagaimana

    dampak tersebut dikelola dan dipantau.

    4) Rehabilitasi kerusakan lingkungan khususnya di daerah yang kritis seperti sungai-sungai yang menjadi tempat pembuangan dan di lahan kritis.

  • 31

    Program ini sempat berhenti dan dalam tahun 2001 akan dihidupkan

    kembali dengan pola baru yang merupakan salah satu tujuan program

    utama lingkungan hidup.

    5) Usaha untuk memasukan pertimbangan lingkungan ke dalam perhitungan ekonomi sebagai dasar untuk kebijakan ekonomi lingkungan.

    Kebijaksanaan ekonomi yang menimbulkan dampak pada lingkungan

    perlu dievaluasi. Kebijaksanaan sektoral didorong dengan memasukan

    secara eksplisit variabel lingkungan.

    Menurut Hadi (2001), pembangunan berwawasan lingkungan mengendaki

    syarat-syarat sebagai berikut:

    1. Pembangunan itu sarat dengan nilai, dalam arti bahwa ia harus diorientasikan untuk mencapai tujuan ekologis, sosial, dan ekonomi.

    2. Pembangunan itu membutuhkan perencanaan dan pengawasan yang seksama pada semua tingkatan.

    3. Pembangunan itu menghendaki pertumbuhan kualitatif setiap individu dan masyarakat.

    4. Pembangunan membutuhkan pengertian dan dukungan semua pihak bagi terselenggaranya keputusan yang demokratis.

    5. Pembangunan membutuhkan suasana terbuka, jujur dan semua yang terlihat senantiasa memperoleh informasi yang aktual.

    2.1.4 Fungsi Lingkungan Hidup

    Menurut Suparmoko, (2006:1-2) lingkungan hidup merupakan faktor

    penting bagi kehidupan manusia karena ia memiliki tiga fungsi pokok, yaitu:

    a. Sebagai penyedia barang mewah (sumber daya alam) yang akan diolah lagi menjadi produk jadi, baik yang dapat dikonsumsi sebagai sandang,

    pangan, papan maupun produk-produk alat produksi seperti mesin, pabrik,

    jembatan dan sebagainya.

    b. Lingkungan adalah sebagai sumber kesenangan yang sifatnya alami seperti memberikan kesegaran karena adanya yang sejuk dan nyaman untuk

  • 32

    dihirup, menyediakan sinar matahari yang hangat, menyediakan pantai

    yang bersih dan indah untuk keperluan rekreasi dan sebagainya.

    c. Lingkungan menyediakan diri sebagai tempat untuk menampung dan mengolah limbah secara alami.

    Berdasarkan pengamatan dan data lingkungan yang ada di Indonesia dan

    di banyak negara, terbukti bahwa ketiga fungsi utama lingkungan itu telah

    menyusut. Daya tampung lingkungan dalam menampung limbah telah menyusut

    drastis, sehingga pencemaran lingkungan tidak dapat dihindari. Alam sebenarnya

    memiliki daya tampung limbah yang tak terhingga, namun karena limbah

    produksi dan konsumsi yang dibuang ke alam telah jauh melebihi daya tampung

    lingkungan, maka limbah tersebut menjadi tercemar dan pencemar inilah yang

    mengganggu kehidupan dan kesehatan manusia. Karena itu, tanpa pemberian nilai

    terhadap lingkungan, baik yang berupa manfaat maupun berupa kerugian atau

    kerusakan, maka usaha-usaha pengelolaan lingkungan sulit untuk dapat dikatakan

    berjalan dengan efektif atau tidak.

    2.1.5 Konsep Pembangunan

    Setiap penelitian diperlukan sebuah teori yang dijadikan landasan, untuk

    itu penelitian ini menggunakan beberapa teori, mulai dari teori penunjang sampai

    teori inti. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kubangsari Kecamatan Ciwandan

    Kota Cilegon yang merupakan letak PT. Krakatau Posco. Dalam hal ini Rostow

    (1966:24) mengemukakan bahwa pembangunan sebagai suatu proses yang

    bergerak dalam sebuah garis lurus, yaitu masyarakat yang terbelakang terhadap

  • 33

    masyarakat yang maju. Pendapat lain disebutkan dalam Zulkarimen Nasution

    (2004:1) bahwa:

    “Pembangunan adalah perubahan menuju pola-pola masyarakat yang

    memungkinkan realisasi yang lebih baik dari nilai-nilai kemanusiaan yang

    memungkinkan suatu masyarakat mempunyai kontrol yang lebih besar

    terhadap lingkungannya dan terhadap tujuan politiknya, dan yang

    memungkinkan warganya memperoleh kontrol yang lebih terhadap diri

    mereka sendiri”.

    Pendapat dalam derajat lain, Sumitro Djojohadikusumo (dalam Bachrawi

    Sanusi 2004:8) mendefinisikan pembangunan adalah suatu proses transformasi

    yang dalam perjalanan waktu ditandai oleh perubahan struktural, yaitu perubahan

    pada landasan kegiatan ekonomi maupun kerangka susunan dari ekonomi

    masyarakat yang bersangkutan.

    Pembangunan secara umum diartikan sebagai suatu usaha untuk

    memajukan, mensejahterakan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    Pembangunan seringkali diarahkan pada pertumbuhan dibidang ekonomi atau

    kemajuan material. Namun pada kenyataannya, pembangunan dibidang ekonomi

    saja belum cukup untuk memajukan kualitas hidup masyarakat, karena malah

    menimbulkan berbagai permasalahan seperti kemiskinan akibat kesenjangan atau

    ketidakmerataan distribusi sumber, kerusakan lingkungan hidup akibat eksploitasi

    sumber daya alam, dan lain-lain. Masyarakat harus mampu mengelola sumber

    dayanya secara mandiri, sehingga pembangunan dibidang sosial pun perlu

    dilaksanakan.

    Siagian (2008:45) memberikan pengertian tentang pembangunan yaitu:

  • 34

    “Pembangunan didefinisikan sebagai suatu usaha atau rangkaian usaha

    pertumbuhan dan perubahan yang berencana yang dilakukan secara sadar

    oleh suatu bangsa, negara dan pemerintah, menuju modernitas dalam

    rangka pembinaan bangsa (nation building)”.

    Pembangunan harus dipandang sebagai suatu proses multidimensional

    yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap-sikap

    masyarakat, dan institusi-institusi nasional, di samping tetap mengejar akselerasi

    pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan, serta pengentasan

    kemiskinan. Jadi, pada hakekatnya, pembangunan itu harus mencerminkan

    perubahan total suatu masyarakat atau penyesuaian sistem sosial secara

    keseluruhan, tanpa mengabaikan keragaman kebutuhan dasar dan keinginan

    individual maupun kelompok-kelompok sosial yang ada di dalamnya, untuk

    bergerak maju menuju suatu kondisi kehidupan yang lebih baik, secara material

    maupun spiritual. Tidak ada yang mengidentifikasikan tujuan manusiawi

    pembangunan ekonomi sebaik Amartya Sen, seorang pemikir utama mengenai

    makna pembangunan.

    Menurut Deddy T. Tikson (2005:132) bahwa pembangunan nasional dapat

    pula diartikan sebagai transformasi ekonomi, sosial dan budaya secara sengaja

    melalui kebijakan dan strategi menuju arah yang diinginkan. Transformasi dalam

    struktur ekonomi, misalnya, dapat dilihat melalui peningkatan atau pertumbuhan

    produksi yang cepat disektor industri dan jasa, sehingga kontribusinya terhadap

    pendapatan nasional semakin besar. Sebaliknya, kontribusi sektor pertanian akan

  • 35

    menjadi semakin kecil dan berbanding terbalik dengan pertumbuhan

    industrialisasi

    dan modernisasi ekonomi. Transformasi sosial dapat dilihat melalui

    pendistribusian kemakmuran melalui pemerataan memperoleh akses terhadap

    sumber daya sosial-ekonomi, seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, air

    bersih, fasilitas rekreasi, dan partisipasi dalam proses pembuatan keputusan

    politik. Sedangkan transformasi budaya sering dikaitkan, antara lain dengan

    bangkitnya semangat kebangsaan dan nasinonalisme, disamping adanya

    perubahan nilai dan norma yang dianut masyarakat, seperti perubahan dan

    spiritualisne ke materialisme/sekularisme. Pergeseran dari penilaian yang tinggi

    kepada penguasaan materi, dari kelembagaan tradisional menjadi organisasi

    modern dan rasional.

    Dengan demikian, proses pembangunan terjadi di semua aspek kehidupan

    masyarakat, ekonomi, sosial, budaya, politik yang berlangsung pada level makro

    (nasional) dan mikro (community/group). Makna penting dari pembangunan

    adalah adanya kemajuan/perbaikan (progress), pertumbuhan dan diversifikasi.

    Dengan semakin meningkatnya kompleksitas kehidupan masyarakat yang

    menyangkut berbagai aspek, pemikiran tentang modernisasi pun tidak lagi hanya

    mencakup bidang ekonomi dan industri, melainkan telah merambah ke seluruh

    aspek yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu,

    modernisasi diartikan sebagai proses transformasi dan perubahan dalam

  • 36

    masyarakat yang meliputi segala aspeknya, baik ekonomi, industri, sosial, budaya,

    dan sebagainya.

    Oleh karenanya dalam proses modernisasi itu terjadi suatu proses

    perubahan yang mengarah pada perbaikan, para ahli manajemen pembangunan

    menganggapnya sebagai suatu proses pembangunan dimana terjadi proses

    perubahan dari kehidupan tradisional menjadi modern, yang pada awal mulanya

    ditandai dengan adanya penggunaan alat-alat modern, menggantikan alat-alat

    yang tradisional.

    Selanjutnya seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, termasuk

    ilmu-ilmu sosial, para ahli manajemen pembangunan terus berupaya untuk

    menggali konsep-konsep, pembangunan secara ilmiah. Secara sederhana

    pembangunan sering diartikan sebagai suatu upaya untuk melakukan perubahan

    menjadi lebih baik. Karena perubahan yang dimaksud adalah menuju arah

    peningkatan dari keadaan semula, tidak jarang pula ada yang mengasumsikan

    bahwa pembangunan adalah juga pertumbuhan. Seiring dengan perkembangannya

    hingga saat ini belum ditemukan adanya suatu kesepakatan yang dapat menolak

    asumsi tersebut. Akan tetapi untuk dapat membedakan keduanya tanpa harus

    memisahkan secara tegas batasannya.

    Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada dasarnya pembangunan

    tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan, dalam arti bahwa pembangunan dapat

    menyebabkan terjadinya pertumbuhan dan pertumbuhan akan terjadi sebagai

    akibat adanya pembangunan. Dalam hal ini pertumbuhan dapat berupa

  • 37

    pengembangan/perluasan (expansion) atau peningkatan (improvement) dari

    aktivitas yang dilakukan oleh suatu komunitas masyarakat.

    2.1.6 Indikator Keberhasilan Pembangunan

    Penggunaan indikator dan variabel pembangunan bisa berbeda untuk

    setiap negara. Di Negara-Negara yang masih miskin, ukuran kemajuan dan

    pembangunan mungkin masih sekitar kebutuhan-kebutuhan dasar seperti listrik

    masuk desa, layanan kesehatan pedesaan, dan harga makanan pokok yanbg

    rendah. Sebaliknya, di Negara-negara yang telah dapat memenuhi kebutuhan

    tersebut, indikator pembangunan akan bergeser kepada faktor-faktor sekunder dan

    tersier (Deddy T Tikson 2005:93).

    Sejumlah indikator ekonomi yang dapat digunakan oleh lembaga-lembaga

    internasional antara lain pendapatan perkapita (GNP atau PDB), struktur

    perekonomian, urbanisasi, dan jumlah tabungan. Disamping itu terdapat pula dua

    indikator lainnya yang menunjukkan kemajuan pembangunan sosial ekonomi

    suatu bangsa atau daerah yaitu Indeks Kualitas Hidup (IKH atau PQLI) dan

    Indeks Pembangunan Manusia (HDI). Berikut ini, akan disajikan ringkasan

    Deddy T Tikson (2005:98) terhadap kelima indikator tersebut:

    1. Pendapatan Perkapita

    Pendapatan per kapita, baik dalam ukuran GNP maupun PDB merupakan

    salah satu indikator makro-ekonomi yang telah lama digunakan untuk

    mengukur pertumbuhan ekonomi. Dalam perspektif makro ekonomi,

    indikator ini merupakan bagian kesejahteraan manusia yang dapat dikur,

  • 38

    sehingga dapat menggambarkan kesejahteraan dan kemakmuran

    masyarakat. Tampaknya pendapatan perkapita telah menjadi indikator

    makro ekonomi yang tidak bisa diabaikan, walaupun memiliki beberapa

    kelemahan. Sehingga pertumbuhan pendapatan nasional selama ini, telah

    dijadikan tujuan pembangunan di negara-negara dunia. Seolah-olah ada

    asumsi bahwa kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara otomatis

    ditunjukkan oleh adanya peningkatan pendapatan nasional (pertumbuhan

    ekonomi). Walaupun demikian, beberapa ahli menanggap penggunaan

    indikator ini mengabaikan pola distribusi pendapatan nasional. Indikator

    ini tidak mengukur distribusi pendapatan dan pemerataan kesejahteraan,

    termasuk pemerataan akses terhadap sumber daya ekonomi.

    2. Struktur Ekonomi

    Telah menjadi asumsi bahwa peningkatan pendapatan perkapita akan

    mencerminkan transformasi struktural dalam bidang ekonomi dan kelas-

    kelas sosial. Dengan adanya perkembangan ekonomi dan peningkatan

    perkapita, kontribusi sektor manufaktur/ industri dan jasa terhadap

    pendapatan nasional akan meningkat terus. Perkembangan sekotr industri

    dan perbaikan tingkat upah akan meningkatkan permintaan atas barang-

    barang industri, yang akan diikuti oleh perkembangan investasi dan

    perluasan tenaga kerja. Dilain pihak, kontribusi sektor pertanian terhadap

    pendapatan nasional akan semakin menurun.

    3. Urbanisasi

    Urbanisasi dapat diartikan sebagai meningkatnya proporsi penduduk yang

    bermukim di wilayah perkotaan dibandingkan dengan di pedesaan.

    Urbanisasi dikatakan tidak terjadi apabila pertumbuhan penduduk di

    wilayah urban sama dengan nol. Sesuai dengan pengalaman industrialisasi

    di Negara-negara Eropa Barat dan Amerika Utara, proporsi penduduk di

    wilayah urban berbanding lurus dengan proporsi industrialisasi. Ini berarti

    bahwa kecepatan urbanisasi semakin tinggi sesuai dengan cepatnya proses

    industrialisasi. Di Negara-negara industri, sebagian besar penduduk

    tinggal di wilayah perkotaan, sedangkan di Negara-negara yang sedang

    berkembang proporsi terbesar tinggal di wilayah pedesaan. Berdasarkan

    fenomena ini, urbanisasi digunakan salah satu indikator pembangunan.

    4. Angka Tabungan

    Perkembangan sektor manufaktur/ industri selama tahap industrial